Jumat, 10 Juli 2020

ORANG SOMBONG DIRENDAHKAN, ANGKUH DITUNDUKKAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Sabtu, 11 Juli 2020

SOMBONG DIRENDAHKAN, ANGKUH DITUNDUKKAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hari, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hati ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Yesaya 2:11 (TB)  Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.

Isaiah 2:11 (RWV)  The lofty looks of man shall be humbled, and the haughtiness of men shall be abased, and the LORD alone shall be exalted in that day.

Saya sangat terkesan dengan filosofi Bapak Presiden Jokowidodo yang bersumber pada kearifan lokal budaya Jawa, yakni:
"Lamun siro sekti ojo mateni. Lamun siro banter ojo ndhisiki. Lamun siro pinter ojo minteri,"  semuanya bermuara pada kerendahan hati dan ketulusan.

"Lamun siro sekti ojo mateni, artinya meskipun kamu sakti jangan suka menjatuhkan. Lamun siro banter ojo ndhisiki, meskipun kamu cepat jangan suka mendahului. Dan yang ketiga Lamun siro pinter ojo minteri, meskipun kamu pintar jangan sok pintar.

Meskipun ada banyak kelebihan atau keluarbiasaan kita namun tetap rendah hati. Ini sangat penting. Tentu setiap orang tidak suka kepada orang sombong apalagi orang angkuh. Orang yang sombong biasanya tak menghargai orang lain tetapi menganggap dirinya lebih dari siapapun. Orang yang sombong cenderung meremehkan orang lain atas segala kelebihannya. Namun sebaliknya setiap orang akan hormat dan kagum jika seseorang rendah hati. Sikap rendah hati adalah sifat mulia dan dikehendaki oleh Tuhan karena meskipun banyak hal yang dapat dibanggakan namun teyap merendahkan hatinya.

Demikian halnya dalam renungan di pagi hari ini. Yesaya sangat menentang sikap sombong dan angkuh dari umat Allah.   Yesaya menyebutkan perbuatan Tuhan yang telah menjadikan Yakub menjadi umat pilihan namun sangat sayang mereka meninggalkan Tuhan dan percaya kepada tenung. Yesaya 2:6 (TB)  "Sungguh, telah Kaubuang umat-Mu, yakni kaum keturunan Yakub, sebab di mana-mana mereka melakukan tenung seperti yang di Timur dan sihir seperti orang Filistin, dan orang-orang asing di antara mereka terlalu banyak."

Pada masa Yesaya ada kekuatan asing yang bangkit dan menjadi ancaman bagi Yehuda. Pertama adalang Assyur. Assyur telah lebih menahlukkan Israel Utara dan itu menjadi qncaman bagi Yehuda. Disisi lain bangkit negara-negara adikuasa seperti Mesir dan Babel. Negara-negara ini bangkit dengan mengungkan kehebatan mereka mengancam umat Allah. Masalahnya Raja Yehuda dalam mengatasi ini mengambil langkah berkoalisi dengan bangsa asing. Menurut para penafsir, raja Yehuda meminta peran ahli tenung untuk menilik masa depan Yehuda.

Mengapa harus meminta kekuatan orang kuat, bukankah Yehuda adalah umat Tuhan? Buknkah mereka tahu bahwa Allah itu maha kuasa? Akar maslahnya adalah Yehuda telah ikut mengagungkan kekuatan bagsa aaing bahkan mereka yang membangakan kehebatan perlengkapan perang mereka. Yesaya bangkit menegur dan menasihati bahwa Tuhan akan menghukum orang sombong dan angkuh yang mengandalkan kekuatan dan kehebatannya menindas orang lain.

Tuhan itu maha kuasa dan adil. Tuhan akan memberikan ganjaran kepada orang yang sombong dan angkuh. Bukan hanya umatNya, tetapi bangsa-banhsa asing pun yang meninggikan diri tidak luput dari ganjaran Tuhan. "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu."

Sahabat yang baik hati! Alkitab memberikan pengajaran agar manusia rendah hati. Banyak kisah Alkitab yang menceritakan perlawanan terhadap kesombongan dan keangkuhan. Kisah menara Babel, Kejatuhan Firaun, tumbangnya Goliat sang manusia raksasa, runtuhnya Nebukadnezar dll. Semua itu membeeikan pesan yang sangat berharga bahwa Tuhan pembela orang lemah dan menghukum keangkuhan dan kesombongan. Ajaran alkitab yang demikian memberikan petunjuk baru bagi unat manusia. Jika dunia sekitar mengagungkan kehebatan dan keangkuhan namun Alkitab memberikan jalan baru yaitu kerendahan hati. Puncak kerendahan hati dalam ajaran Alkitab adalah Kristus yang mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba untuk menyelamatkan manusia dsri dosa. Kerendahan hati Kristus menjadikan dia ditinggikan diatas segala nama.Filipi 2:6-7, 9 (TB)  "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama".

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin.

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 08 Juli 2020

KEMATIAN YOHANES PEMBAPTIS

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Kamis, 10 Juni 2020

KEMATIAN YOHANES PEMBAPTIS

Matius 14:10 (TB)  Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara

Matthew 14:10 (RWV)  And he sent, and beheaded John in the prison.

Yohanes Pembaptis adalah tokoh penting dalam Perjanjian Baru. Dia adalah suara yang berseru-seru di padang gurun untuk menyuarakan pertobatan bagi umat Allah. Dia bisa juga disebut nabi dalam PB. Bagi Yohanes Pembaptis pertobatan itu mutlak karena hari pehakiman itu sudah dekat dan bukti pertobatan ditandai dengan kesediaan dibaptis.

Suara pertobatan ini sangat gencar disuarakan oleh Yohanes Pembaptis, praktek kehidupan yang dilihat bertentangan dengan Perintah Allah harus diluruskan. Yohanes Pembaptis tidak pilih buluh akan siapa yang dia nasihati, dia tegor, dia memberitakan pertobatan kepada rakyat biasa, pemungut cukai, prajurit dan bahkan Herodes sendiri.

Penampilan Yohanes Pembaptis membuat rakyat bergerak. Mereka datang berbondong-bondong untuk dibaptis di sungai Yordan. Banyak juga diantara mereka yang mau menjadi murid Yohanes Pembaptis. Gerakan Yohanes pembaptis ini telah dicermati oleh Herodes Antipas. Sebagai penguasa tentu dia tidak diam atas pergerakan Yohanes Pembaptis. Akhirnya Herodes Antipas memenjarakan Yohanes Pembaptis. Selain gerakannya dicurigai dan dihentikan Yohanes mengecam secara terbuka bahwa raja berzinah. Yohanes mengecam perbuatan Herodes Antipas, lebih-lebih mengambil Herodias dan menjadikannya istri kedua.  Yohanes mencela perkawinan mereka tidak sah membuat dendam Herodes membara atas Yohanes Pembaptis. Karena itulah dia dipenjarakan di benteng Makhaerus, dan beberapa bulan kemudian dipancung di sana. Markus 6:17-18 (TB)  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"

Jika kita baca kisah pemancungan itu dalam Markus 16:14-2, berkaitan dengan perayaan ulang tahun Herodes. Herodes meminta putrinya menari dihadapan para perwira pada jamuan Herodes, putri Herodes bersedia dengan meminta hadiah ulang tahun untuknya yaitu memengal kepala Yohanes Pembaptis. Itulah ironi kekuasaan. Yohanes Pembaptis mati martyr.

Kisah Martyr Yohanes Pembaptis merupakan konsekwensi seorang hamba Tuhan yang hidup dalam kebenaran. Yohanes Pembaptis menerima resiko apapun demi kebenaran itu sendiri. Dia tidak takut diancam atau mundur karena intimindasi. Kebenaran menjadikan dia martyr dan kemartirannya menjadi benih kebenaran yang bertumbuh. Dalam banyak kejadian di dunia ini martyr telah menjadi titik awal perubahan. Marthin Luther King misalnya kematiannya semakin mempercepat kesadaran dunia barat akan pentingnya persaudaraan dan melepaskan diri dari rasisme. Dunia semakin gencar melaksanakan Deklarasi hak azasi manusia yang bebas diskriminasi.

Gerakan Yohanes Pembaptis tidak berhenti dengan pemancungannya. Karena usai Yohanes Pembaptis, Yesus hadir mengajar, berkotbah, melayani dan melakukan mujizat di tengah-tengah umat Israel. Yesus menghadirkan dan mendirikan Kerajaan Allah melalui pelayanan dan pengorbananNya.

Sahabat yang baik hati! Setiap pribadi dipanggil dan dipakai Tuhan untuk menyatakan maksud Allah di dalam.hidup kita. Apapun itu mari ikuti dan lakukan dengan baik. Tuhan punya rencana indah dalam hidup kita masing-masing.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 06 Juli 2020

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Selasa, 7 Juli 2020.

CELAKALAH KHORAZIM, BETSAIDA...!

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Matius 11:21 (TB)  "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Matthew 11:21 (RWV)  Woe to thee, Chorazin! woe to thee, Bethsaida! for if the mighty works, which had been done in you, had been done in Tyre and Sidon, they would have repented long ago in sackcloth and ashes.

Anugerah terbesar bagi umat manusia adalah Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang berdosa. Sebelum Yesus memulai pelayanan,  Yohanes Pembaptis telah menyerukan pertobatan namun seruan ini tidak membawa umat Allah kepada pertobatan. Banyak yang tidak perduli dan tidak takut pada penghakiman Tuhan. Kemudian Yesus datang di tengah-tengah umatNya, Yesus mengajar, berkotbah dan menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita orang dengan kuasa Allah. Pelayanan Yesus sesungguhnya menjadi awal yang baik menyambut kerajaan Allah dalam hidup mereka namun sangat sayang mereka sebahagian besar mengabaikannya.

Yesus sangat baik dan lembut mengajar orang. Dia mendatangi setiap kota, desa dan dusun untjk membawa berkat agar setiap orang menyambut kerajaan Allah. Namun jika anugerah itu disiasiakan saatnya akan kena murka juga. Kota yang seharusnya ikut menjadi saksi atas mujizat dan perbuatan Allah namun mereka  memgabaikannya.
 Yesus datang sesungguhnya membawa berkat, tetapi jika berkat disiasiakan akan berubah menjadi kecaman. Yesus telah memberitakan Injil kepada mereka jauh sebelumnya (Mat 4:17).

Yesus sangati tidak biasa mengecam apalagi menyamoaikan kutukan dalam pelayanannya. Ia selalu memberi dengan suka hati dan tidak mengecam, sampai orang-orang berdosa, dengan kekerasan hati mereka, memaksa-Nya berbuat demikian. Hikmat pertama-tama mengundang, tetapi jika berbagai undangannya tidak digubris, maka ia mengecam (Ams. 1:20, 24). Pengecaman ini terjadi karena memang kora Khorazim da Betsaida telah mengecewakan.

Khorazim dan Betsaida diberikan sebagai contoh di sini dan masing-masing mempunyai kutuknya sendiri-sendiri: Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!  Kedua kota ini terletak di pinggir danau Galilea, Khorazim terletak di sebelah timurnya dan Betsaida terletak di sebelah baratnya. Keduanya adalah kota yang kaya dan padat penduduknya. Betsaida kemudian dimekarkan menjadi kota besar oleh Filipus, yang pada waktu itu menjabat sebagai raja wilayah. Dari kota itu pulalah Kristus mengambil setidaknya tiga dari para rasul-Nya. Jadi, sedemikian tingginya kehormatan yang diberikan kepada kedua kota ini! Namun karena keduanya tidak mengetahui saat bilamana Allah melawat mereka, mereka terkena kutuk-kutuk ini, dan kutuk-kutuk itu melekat begitu erat pada mereka, sehingga segera setelah ini, kedua kota itu mulai merosot dan makin lama menjadi desa-desa miskin dan tidak dikenal lagi. Begitu parahnya dosa menghancurkan kota-kota, dan betapa pastinya perkataan Kristus menjadi kenyataan!

Dalam ayat ini juga Yesus membandingkan Tirus dan Sidon, dua kota diluar dari Palestina. Yesus menyebutkan kota ini pentuk sebagai perbandingan. Jika kesempatan yang sama diberi kepada Tirus dan Sidon maka mereka telah bertobat seperti Ninive. Namun berbeda Khorazim dan Betsaiba, diperkirakan tempat pelayanan Yohanes Pembaptis. Yesua sendiri telah mengajar dan melakukan berbagai mujizat disana namun mereka tidak menyambut kerajaan Allah. Mereka adalab orang-orang yang akan menerima hukuman karena telah menyianyiakan anugerah.

Sekalipun Yesus mengecam kota Khorazim dan Betsaida yabg tidak bertobat, pada akhir pasal 11 yakni ayat 28 Yesus memanggil dengan lembut: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Sahabat yang baik hati! Sungguh suatu penyesalan yang mendalam akan terjadi jika seseorang menyianyiakan kesempatan terbaik dalam hidupnya. Cepat atau lambat penyesalan itu akan terjadi, apalagi setelah celaka menimpanya. Kecaman Yesus terhadap kedua kota yang disebutkan Yesus disini menjadi peringatan bagi kita. Jangan siasiakan kesempatan baik untuk mengikut panggilan Tuhan. Tuhan memanggil kita untuk diberkati dan memperoleh anugerah namun jika panggilan berkat itu diabaikan maka kita akan tinggal meratapi dan menanggung murkaNya.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 05 Juli 2020

BERHARAP PADA TUHAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Senin 6 Juli 2020

BERHARAP PADA TUHAN

Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Mazmur 131:3 (TB)  Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Psalms 131:3 (RWV)  Let Israel hope in the LORD from henceforth and for ever.

Mazmur 131 merupakan salah satu mazmur tersingkat dari 150 Mazmur. Hanya terdiri dari tiga ayat beeisi tentang kepasrahan atau penyerahan diri kepada Tuhan. Mazmur ini bersumber dari Daud sendiri. Isinya mencerminkan hidup Daud, yang berpengharapan pada Tuhan. Semua yang didapatkan dalam hidupnya merupakan pemberian Tuhan. Ketika masalah terjadi, Daud tidak mengandalkan dirinya sendiri tetapi bersandar kepada Tuhan dan semua yang terjadi dan rencana dalam hidupnya selalu berpengharapan hanya kepada Allah. Atas pengalaman yang terjadi pada diri Daud, dalam nyanyian ini Daud mengundang seluruh umat Israel untuk berpengharapan padan Tuhan.

Daud adalah raja yang memerintah atas Israel, kegemilangannya luar biasa melebihi Saul. Daud ditakuti oleh bangsa-bangsa sekitar apalagi setelah mengalahkan manusia raksasa. Namun Daud sendiri tidak sombong dan tidak tinggi hati, dia tetap rendah hati. Apa yang dia dapatkan semuanya bersumber pada Tuhan. Daud sadar sepenuhnya bahwa Tuhanlah yang menganggkat dia dari seorang gembala di padang rumput, disertai melawan musuh-musuh Israel sampai menjadi raja semuanya karwna kebaikan Tuhan. Semua keberhasilan itu bukan karena dia kejar  atau ambisi pribadi tetapi karena pemberian Tuhan karena itu tidak ada yang perlu disombongkan. Mazmur 131:1 (TB)  Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

Selain rendah hati di dalam Mazmur ini Daud memberikan contoh bagaimana dia menghadapi permasalahan dan pergumulan. Setiap mengahadapi kesulitan, Daud menyerahkannya kepada Tuhan. Seperti bayi yang bergantung sepenuhnya pada pangkuan ibunya. Anak yang disapih, tentu tidak lepas dari ibunya, appun dan bagaimanapun tetap dalam pemeliharaan sang ibu. Demikianlah Daud menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Mazmur 131:2 (TB)  Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

Inilah rahasia yang menginspirasi bagaimana Daud menghadapi keadaan sulit. Dlam ayat 2 Daud memberikan penjelasan bahwa dia menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan. Seperti anak yang disapih oleh ibunya, teduh dan tenang dalam rangkulan kasih sayang dan pemeliharaan ibu.

Berharap pada Tuhan berkaitan dengan waktu, maka disini dibutuhkan ketekunan. Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya dalam hal meminta dalam doa membutuhkan ketekunan. Doa bukankah saat menyatakan amin kita menerima yang kita minga tetapi harus bertekun. Hal.ini dapat Band Mat 7:7 meminta dan mengetuk tidak cukup sekali tetapi terus menerus. Jadi seseorang yang berharap pada Tuhan harus menempa dan melatih diri bersabar dan tekun.

Sahabat yang baik hati! Berharap akan Tuhan undangan Raja Daud bagi seluruh Israel dan kita saat ini. Undangan ini cukup beralasan karena pengalaman real Raja Daud. Berharap pada Tuhan pasti tidak mengecewakan, namun lebih dari yang dipikirkan Tuhan berikan. Tuhan tahu apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi dalam hidup ini. Pemberian Tuhan pasti yang terbaik.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 04 Juli 2020

DIBEEKATI UNTUK MENJADI BERKAT

Kotbah Minggu IV Stlh Trinititas, 5 Juli 2020
Ev. 1 Musa 12:1-9 dan Ep. 15:7-13

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

Selamat hari minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah minggu merupakan titik bersejarah dalam hidup orang beriman yang dimulai dari Abraham. Abraham bukan hanya leluhur bani Israel, tetapi bapa orang percaya yang memulai hidupnya dengan beriman kepada Tuhan Allah. Allah memanggil dan Abraham taat kepada perintah Allah.  Abraham meniggalkan ayah dan ibunya, budaya, kampungnya Ur-Kasdim dan memulai yang baru. Apa yang dimiliki sebelumnya ditinggalkan dan melangkah pada satu harapan baru: taat pada perintah Allah.

Pemanggilan Abraham berisi janji. Allah berjanji bahwa Abraham: 1) menjadi bangsa yang besar, 2) nama yang mashur, 3 akan diberkati untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, dan 4) memiliki tanah yaitu tanah perjanjian. Memiliki tanah bagi seorang musafir adalah sesuatu impian yang paling berharga, karena hak kepemilikan tanah sangat tergantung pada raja setempat.
Keempat ini merupakan berkat yang diterima Abraham sebagai bapa orang percaya. Ketika dipanggil Abraham dan Sarai masih sepasang keluarga yang memulai hidup baru. Abraham tidak memulai hidupnya dengan segudang warisan kekayaan dari orangtuanya tetapi dia memulai babak baru atau sejarah baru yang diawali dengan bermodalkan iman percaya. Janji Allah kepada Abraham ini mengandung missi Allah yang luas bahwa melalui Abraham Allah hendak memberkati seluruh bangsa di bumi.

Bagaimana kita bisa menjadi berkat, marilah kita belajar dari Abraham sebagaimana dalam teks kotbah ini.

1. Berangkat dari Iman Percaya.
Apa yang kita lihat dalam diri Abraham adalah berangkat dari iman percaya memenuhi panggilan Allah. Abraham dipanggil Allah dan dia setia menuruti perintah Allah dengan sepenuh hati. Tidak ada setengah-setengah, tetapi sepenuh hati. Dia melangkah dengan pasti, menuju hidup yang diberkati. Ibrani 11:1 (TB)  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Tak ada keraguan, dia berjalan dalam suatu keyakinan yang pasti dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan yang memanggilnya.

2. Mulai Di Usia 75 Tahun
Zaman Abraham usia orang masih panjang-panjang, Abraham sendiri meninggal 175 tahun ( Kel 25:7). Dia dipanggil Allah pada usia 75 tahun, mungkin bisa kita sebutkan Abraham memulai pada usia paruh baya. Pengulangan janji kelahiran Ishak pada usia 99 tahun dan kelahiran ishak pada hsia 100 tahun.  Jadi Abraham menunggu 25 tahun hal keturunan. Alkitab menunjukkan keterangan tahun-tahun hidup Abraham tentu memiliki makna yang sangat penting. Memulai perubahan tidak ada kata terlambat. Bukankah banyak kisah sukses dimulai setelah pensiun dari pekerjaannya.
Selain tiada kata terlambat, di usia berapa kita terdorong untuk melakukan yang kita anggap berguna lakukanlah. Jika hari ini kita merasa banyak tertinggal maka berubahlah, kejar impian. Jangan mengeluh dengan segala kelemahan tetapi mulailah. Selain berubah perlu kesabaran. Abraham menunggu kasih karunia 25 tahun.

3. Iman berkorban dan berserah.
Janji Tuhan satu persatu dia syukuri. Satu demi satu janji Allah dia terima. Tuhan memberikatinya melalui ternak yang banyak, padang rumput yang hijau dan namanya masyur. Namanya sangat masyur hingga  raja Kanaan sangat menghormati Abraham. Berkat demi berkat diterimanya, namun harus bersabar bagaimana menjadi bangsa yang besar tanpa keturunan?  keturunan masih bersabar. Pada usia 75 tahun Abraham memperoleh janji namun baru di usia 100 tahun Ishak lahir. Itupun Abraham mendapat ujian, Allah menguji imannya dengan meminta Ishak agar dikorbankan. Siapakah orang yang menyerahkan apa yang diinginkannya sejak lama harus kehilangan begitu saja? Abraham tulus menuruti perintah Allah. Dia rela kehilangan yang lama ditunggunya. Perintah Allah lebih utama dari apa kebutuhannya sendiri. Itulah Abraham, imannya teruji hingga disebut Bapa orang Percaya. Tuhan telah menyediakan kurban bakaran namun ketaatannya melakukan perintah Tuhan sudah teruji. Demi perintah Allah, bersedia mengorbankan impiannya; sabar menunggu dan berserah diri pada Tuhan.

4. Mendirikan mezbah bagi Tuhan - kehidupan beribadah.
Dalam mewarisi janji, Abraham termasuk orang yang progresif, dia menelusuri tempat-tempat Kanaan dari Utara menuju Selatan. Dia berpindah-pindah dari padang rumput yang satu ke yang lain, mengalir begitu tetapi tetap dalam rancangan Tuhan. Hal menarik adalah ke mana Abraham mendirikan kemah disitu  Abraham mendirikan mezbah untuk Tuhan sebagai tempat untuk menyampaikan kurban persembahan kepada Tuhan. Ini membuktikan bahwa Abraham orang yang taat beribadah, berjumpa dengan Tuhan. Jika kita baca teks ini ada beberapa nama tempat dimana Abraham tinggal dan berkemah di Sikhem (ay 8), Negeb, di Bethel (ay 9) dan setiap Abraham berkemah dan tinggal di suatu tempat selalu mendirikan mezbah bagi untuk menyerahkan korban persembahan. Ini penting, untuk kita teladani dalam hidup ini. Abraham dalam ketaatan kepada Tuhan selalu hidup dalam peribadahan.

Sahabatbyang baik hato! Apa yang dilakukan Abraham ini menjadi contoh dalam hidup orang beriman. Dari kisah Abraham ini, kita diingatkan bahwa orang percaya adalah umat yang dipanggil dan dipilih Allah menjadi saluran berkat bagi dunia. Diberkati untuk menjadi berkat. Jalanilah hidup ini dengan penuh ketaatan kepada Perintah Allah, memelihara perjumpaan dengan Tuhan lewat ibadah. Bersabar dan penuh pengharapan dalam pekerjaan baik.

Sahabatku dimanapun saudara berada, biarlah segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara. Amin

Selamat hari minggu, Tuhan memberkati.


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 03 Juli 2020

JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Sabtu, 4 Juli 2020

JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN TUHAN

Sahabat yang baik hati! Marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Mazmur 145:8 (TB)  TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

Psalms 145:8 (RWV)  The LORD is gracious, and full of compassion; slow to anger, and of great mercy.

Mazmur 145 merupakan sajak yang sangat indah dan diausun secara apik menurut alpabetik Ibrani. Jika kita baca teks asli dalam Ibrani, Mazmur ini disusun sedemikian indah dimulai dari huruf: alef   א  sampai dengan huruf taw  תְּ (alphabetif Ibrani a-z). Terdiri dari 21 huruf masing-masing huruf disusun menjadi syair yang indah satu-satu ayat menceritakan dan  menggambarkan kebesaran, kemuliaan dan keagungan Tuhan. Huruf-huruf yang rapi tersusun memancarkan keindahan dan kemuliaan Tuhan. Dilihat dari penyusunan teksnya mazmur ini mau menunjukkan bahwa seluruh alphabetik, huruf-huruf, kata, kalimat dan bahasa yang dipergunakan manusia semestinya menceritakan kemuliaan dan kebesaran Tuhan.

Dari segi isi pesannya Mazmur 145 merupakan ajakan untuk memuji dan memuliakan Tuhan atas segala kebesaranNya. Memuji Tuhan bukan sesaat namun sepanjang masa, dari satu angkatan ke angkatan lainnya dan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Bagaimana memuji segala kebesaran Tuhan. Ibarat melihat seorang perwira tinggi militer berpakaian dinas lengkap, disematkab beebagai atribut pangkat, jasa dan berbagai bintang penghargaan yang dimiliki.  Semakin banyak prestasinya tentu semakin gagah kelihatannya. Bagi orang yang paham dan tahu akan jenis-jenisnya dia akan mengenal dan akan kagum. Demikian halnya dengan raja dengan pakaian kebesarannya akan penuh dengan hiasan dan mahkota yang mengagumkan.

Gambaran seperti inilah yang dipergunakan oleh pemazmur untuk memuji dan memuliakan segala kebesaran Tuhan. Dia tahu dan kenal Allah dari pengalamannya sendiri akan kemahakuasaan Allah. Allah itu raja yang mengagumkan. Dalam renungan hari ini ada sifat Allah yang diagungkan oleh pemazmur, yakni:

01. Pengasih
Allah adalah penuh kasih, sekalipun Tuhan murka kepada dosa dan pelanggaran kita namun kasihnya lebih besar dari murkanya. Ibarat seorang ayah yang menaruh kaaih pada anaknya lebih dari itu Tuhan mengasihi kita.

02. Penyayang
Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatNya sendirian dalam kesusahan. Sekalipun ada alasan untuk membiarkan mereka jatuh karena perbuatan mereka namun karena kaaih sayangnya Tuhan tak akan membiarkan umatNya. Tuhan itu penyayang dan akan menopang umatNya.

03. Panjang sabar dan penuh kasih setia
Jika kata pengasih dan penyayang diibaratkan seperti kasih seorang ayah, maka dengan sebutan "panjang sabar" dan "setia" lebih mengacu kepada sifat dan kesabaran seorang ibu yang merawat anak-anaknya. Tuhan tetap sabar dan setia menunggu pertobatan umatNya, mengingatkan, menasihati bahkan seperti ibu membujuk anaknya yang sedang merajut agar mau kembali kepangkuan ibu. Lebih dari itu kesabaran dan kesetiaan Tuhan kepada umatnya. Kesabaran Tuhan itu "unlimited" atau tanpa batas waktu, ruang dan tempat. Dia setia selama-lamanya.

Sahabat yang baik hati! Jika pemazmur menuturkan pengenalannya akan Tuhan bagaimana dengan kita? Apakah kita juga merasakan bahwa Tuhan itu pengasih, penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia? Jika Tuhan pengasih, panyayang dn panjang sabar dan segala kebaikannya mengapa kita mau meninggalkan dan mengabaikan Tuhan. Sahabat yang baik dan dekat di hati pasti sulit kita lupakan dalam hidup ini. Lebih dari itu kehadiran Tuhan dalam hidup kita, masakan kita mau melupakanNya?

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 02 Juli 2020

MENGENAL ROH

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Kamis, 3 Juli 2020

MENGENAL ROH

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

1 Yohanes 4:2 (TB)  Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

1 John 4:2 (RWV)  By this ye know the Spirit of God: Every spirit that confesseth that Jesus Christ hath come in the flesh is from God:

Dalam zaman now sangat sulit membedakan yang asli atau yang palsu. Kita sudah mengenal istilah "aspal" (asli tapi palsu), dalam produk barang misalnya ada istila KW1, 2, 3...dst. Barangnya sepintas sama dsri warna, ukuran dan bentuk tak ada obahnya namun kwalitas sangat jauh berbeda. Sebagai contoh saya kemarin membawa mobil auto 2000 ada satun onderdil yang mau diganti.  Saya searching google banyak barangnya, harganya pun variatif dan akhirnya kita bingung menentukan yang mana. Saya tidak mau coba-coba saya serahkan pada pihak Toyota untuk memesan barang yang ori.

Tehnologi canggih sekarang telah memahirman manusia untuk lebih mudah memalsukan atau mengcopy yang asli dan meyakinkan orang bahwa prodaknya asli. Anehnya kadang yang palsu lebih meyakinkan ketimbang yang asli.

Renungan ini menyangkut nasihat rasul Yohanes kepada jemaat mula-mula agar mereka benar-benar menguji segala sesuatu terkait dengan pengajaran, pemberita Injil dan pengajar-pengajar palsu dan nabi-nabi palsu. Telah banyak datang ke jemaat menawarkan rupa-rupa pengajaran; rupa-rupa pengajaran itu tampil begitu meyakinkan dan mempesona lebih dari rasul yang memberitakan Injil Kristus, padahal mereka adalah guru-guru palsu. Pengajaran mereka palsu dan tidak benar-benar memberitakan Injil Yesus Kristus, mereka hanya menyesatkan jemaat, memberitakan Injil bukan karena kepentingan Kristus tetapi demi kepentingan dirinya sendiri.

Sehubungan dengan itu rasul Yohanes menyampaikan agar menguji rupa-rupa roh. Roh apa dibalik berbagai kedatangan pengajaran yang bermunculan ini. Apakah itu Roh berdasarkan pengenalan akan Allah yang sungguh atau hanya keinginan manusia semata. Rasul Yohanes menyebutkan hanya satu indikator untuk mengujinya. 1 Yohanes 4:1-2 (TB)  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,

Pesan ini sangat penting juga bagi kita saat ini, karena banyak sekali rupa-rupa pengajaran yang tidak jelas datang tiba-tiba secara mempesona dan membuat hal-hal menakjubkan dalam sesaat, namun setelahnya buah pahit yang menyesatkan dan keinginan daging, bisnis dan materi. Yesus sebenarnya sudah mengingatkan hal ini: Dari buahnyalah kita mengenal pohon. Matius 7:16-17 (TB)  Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Sahabat yang baik hati! Rasul Yohanes menyampaikan tidak semuanya pengajaran yang mengaku Yesus Kristus datang dari Allah. Roh yang mengenal Allah adalah pengajaran yang menjelaskan keselamatan di dalam diri Yesus Kristus. Dia datang dari Allah dan menjadi manusia, rela mati di kayu salib demi kasihNya yang besar kepada kita. Renungan ini agar orang percaya semakin kritis dan cermat akan berbagai rupa-rupa pengajaran. Di kalangan Kristen, harus kita akui banyak muncul rupa-rupa pengajaran yang sangat berbeda, yang sangat disesalkan sering membenarkan diri dan menyesatkan yang lain. Nats ini mengingatkan kita kepada tujuan kekristenan, yaitu keselamatan di dalam Yesus Kristus. Mari memberitakan Injil Yesus Kristus.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 01 Juli 2020

DIBEBASKAN DARI HUKUM TAURAT

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, 2 Juli 2020

DIBEBASKAN DARI HUKUM TAURAT

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Roma 7:6 (TB)  Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Romans 7:6 (RWV)  But now we are delivered from the law, that being dead by which we were held; that we should serve in newness of spirit, and not in the oldness of the letter.

Mengapa harus dibebaskan dari Hukum Taurat? Rasul Paulus memberikan penjelasan yang sangat apik bahwa Kristus telah membebaskan kita dari tuntutan hukum Taurat.

Bagi Yahudi Hukum Taurat adalah perintah Allah yang wajib dipatuhi danndiikat dengan perjanjian. Sebagai umat Allah mereka dituntut untuk setia melakukan hukum Taurat. Latar belakang pemberian  hukum Taurat adalah Tuhan hendak membentuk umat Allah yang kudus, mereka tidak sama seperti bangsa asing. Israel adalah umat pilihan Allah yang diikat dengan perjanjian: Allah adalah Allah mereka dan isrsel adlaah umat Allah. Saat mereka menerima hukum Taurat ada dua konsekwensi yaitu berkat dan kutuk. Bangsa Israel akan diberkati oleh Tuhan saat mereka setia memelihara hukum Taurat (Ulangan 28:1-14) namun mereka akan terkena kutuk atau hukum Allah saat mereka melanggar Hukum Taurat (Ulangan 28:15-47)

Dalam perjalanannya adalah Yahudi sering melanggar dan tidak setia melakukan perintah Allah. Bahkan tak seorang pun yang benar dihadapan Allah karena melakukan hukum Taurat.Roma 3:9-10, 20 (TB)  Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.  Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Konsekwensi pelanggaran atas hukum Taurat adalah manusia berdosa dan kena berada dibawah kuk hukum Taurut.  Barang siapa yang tidak setia melakukan hukum Taurat dia akan kena kutuk. Galatia 3:10 (TB)  Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." (Baca Ulangan 27:26).

Dengan apakah manusia dapat bebas dari hukuman Allah atas pelanggaran hukum Taurat? Manusia tidak dapat bebas karena perbuatan baik. Keselamatan itu adalah anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Kristus telah membebaskan manusia dari kutuk hukum Turat dengan menjalani kematian di kayu salib. Itulah peristiwa di salib.Galatia 3:13-14 (TB)  "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu."

Jadi dengan peristiwa salib, Kristus telah membebaskan manusia dari hukum Taurat.

Sahabat yang baik hati! Sering sekali dalam praktek kehidupan bergereja doktrin-doktrin tertentu menjadikan syarat agama yang berubah menjadi "hukum-hukum Taurat yang baru". Ada doktrin-doktrin yang mewajibkan perpuluhan, perpuasaan, pantangan-pantangan makan dan minuman tertentu. Dalam konteks Batak ada juga yang membuat peraturan tidak boleh pake ulos, tidak boleh memberi dan menerima parjambaron dll. Peraturan komunitas persekutuan berubah menjadi hukum-hukum Taurat yang menjadikan kuk atau beban bagi jemaat. Sesungguhnya itulah yang dibebaskan oleh Kristus. Jika ada peraturan keagamaan semestinya harus seturut dengan pembebasan yang dilakukan oleh Kristus. Seharusnya apa yang kita lakukan adalah ungkapan rasa syukur dan tanggung jawab karena telah menerima keselamatan. Jadi peraturan-peraturan keagamaan harus membebaskan bukan menjadi kuk yang membebani apalagi jika diperhadapkan menjadi hal berdosa atau tidak, bersalah atau tidak tetapi semua itu adalah bahagian pembinaan warga jemaat dan tanggung jawab seseorang yang telah menerima pembebasan Kristus. Setiap perbuatan kita harus didorong oleh rasa tanggung jawab atau kebebasan yang bertanggung jawab.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selasa, 30 Juni 2020

BERTEPUKTANGANLAH DAN ELU-ELUKANLAH TUHAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Rabu, 1 Juli 2020

BERTEPUKTANGANLAH DAN ELU-ELUKANLAH TUHAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Mazmur (47-2) Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!

Psalms 47:1 (RWV) O clap your hands, all ye people; shout to God with the voice of triumph.

Tepuk tangan adalah pujian atau ungkapan ekspressi terhadap karya dan prestasi seseorang. Sudah menjadi pemandangan umum jika dalam suatu festival misalnya saat kontestan usai menyanyikan lagu, orang akan spontan bertepuk tangan, demikian presentasi, pidato dll. Semakin riuh tepuk tangan berarti ada nilai plus dari kontestan. Penghargaan tertinggi atas pujian adalah bertepuk tagan sambil berdiri (standing applaus) sebagai ungkapan rasa kagum.

Kenapa orang bertepuk tangan? Ternyata, tindakan bertepuk tangan dipandang sebagai salah satu cara untuk menyatakan penghargaan atas persembahan yang dinikmati atau sesuatu yang membawa elemen positif kepada seseorang. Bertepuk tangan juga dianggap sebagai tindakan menunjukkan cinta dan kebanggaan pada orang lain. Karena itu, tidak mengherankan jika tempat-tempat seperti aula atau stadion selalu bergemuruh dengan tepuk tangan penonton karena mereka menikmati pertunjukan yang menyenangkan. Tepuk tangan menjadi ungkapan emosi setiap kali orang melihat sesuatu yang menyenangkan.

Pemazmur mengajak umat untuk bertepuk tangan untuk memuji dan memuliakan Tuhan, rasa kagum atas segala karya dan perbutatan Tuhan dalam hidup ini. Dalam nas lain, pemazmur juga mengajak sungai dan gunung bertepuk tangan memuji Tuhan. Mazmur 98:8 "Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama."

Seperti tepuk tangan dan rasa gembira karena pahlawan mereka menang dalam langan pertandingan. Lebih dari itulah Tuhan harus dipuji dan dimuliakan.

Jika kita periksa keseluruhan Mazmur 47 ini ada tiga alasan untuk memuji dan mengelukan Tuhan:
1. Allah itu adalah Maha tinggi, raja atas segala bumi dan ciptaan. Tidak ada Allah yang mengatasinya, karena Dia adalah Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala Tuhan.
2. Allah itu adalah Raja atas segala bangsa dan menahklukkan segala bangsa. Llahnitu rja bukan hanya atas umatnya Israel, tetapi Raja atas segala bangsa. Seluruh bangsa bertekuk lutu kepadaNya
3. Allah itu adalah raja atas umatNya Israel atau keturunan Yakub. Allah sendirilah yang memilih dan menetapkan mereka menjadi umat pilihan dan bangsa yang diberkati Tuhan.

Atas kenyataan diatas, maka sudah sepantasnya seluruh umat bertepuk tangan dan mengelu-elukan Tuhan. Ibarat orang yang bergembira melihat dan menyaksikan sendiei suatu perbuatan besar yang mengagukan demikianlah seluruh umat bertepuk tangan, memuji dan mengeluelukan Tuhan. Tidak ada Allah seperti dia, Dialah Allah yang Maha tinggi dan seluruh alam ciptan tunduk padanya dan segala bangsa ditahlukannya.

Sahabat yang baik hati! Apakah pesan yang sangat berharga bagi kita dalam memaknai renungan pagi ini? Mari muliakan Tuhan dalam segala hal. Jika Allah Maha Tinggi, sama artinya kita harus mengagungkan Allah dalam hidup ini dengan sikap rendah hati. Mari puji dan sampaikan syukur atas segala apa yang terjadi dalam hidup ini. Jika berkat, prestasi dan keberhasilan-keberhasilan serta berbagai hal yang membuat kita bisa tersenyum dan bahagia biarlah Allah yang kita elukan karena itu semua adalah pemberian atau kasih karuniaNya.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 29 Juni 2020

MENELADANI YESUS YANG RENDAH HATI

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Selasa, 30 Juni 2020

*MENELADANI YESUS YANG RENDAH HATI*

Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Yohanes 13:14 Jadi jikalau Aku membasu kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu!”.

John 13:14 (RWV)  If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another’s feet.

Sebelum memulai renungan ini persiapkanlan satu pinsil dan buku tulis! Pertama coba anda tuliskan yang menurut anda orang yang pintar...! (berapa nama yang anda tulis?). Mungkin akan banyak nama yang anda tuliskan darinpara ahli dan pakar dengan beebagai embel-embel atau gelar akademiknya.

Kedua: coba anda tuliskan siapa yang menurutmu orang yang rendah hati! (...) adakah nama yang anda tuliskan?

Menuliskan orang-orang yang pintar sangat gampang, mungkin buku tuliskita   kurang   untuk   menuliskan   nama-nama   orang   pintar,   tapi   menuliskan   siapa orang yang rendah hati? Mungkin sampai saat ini kertas anda masih kosong bukan? Kenapa demikian? Jawabnya kita kurang meneladani Yesus yang rendah hati. Yesus   telah   menunjukkan   teladan. 

Renungan pagi ini Yesus membasuh   kaki   para   murid.   Ini   suatu   yang   tidak   lazim.   Bagi   orang   Yahudi, karena membasuh kaki hanya dilakukan seorang hamba pada tuannya. Bukankah Yesus itu Guru dan Tuhan? Mengapa  Yesus melakukannya?  Makna membasuh kaki adalah Yesus   memaafkan,   mengampuni   murid-muridNya   atas   semua   respon   merekaterhadap   Yesus.   Kaki   adalah   bahagian   dari   anggota   tubuh   yang   pertama bersentuhan   dengan   tanah,   yang   kotor   dan   apa   saja   yang   diinjak   selama perjalanan.   Yesus   telah   membasuhNya   dan   membersihkanNya   melalui pengorbananNya di kayu salib. Yesus   membasuh   kaki   para   murid   agar   hal   yang   sama   dilakukan   oleh   murid-muridNya,   mengampuni   dan   melayani   seorang   dengan   yang   lain.

Membasuh kaki murid merupakan bukti kerendahan hati Tuhan Yesus. Yesus memberikan keteladanan tidak mempertahankan statusnya sang Guru dan Tuan atas mereka. Dia rela melakukan merunduk untuk menjangkau kaki para murid yang kotor. Rendah hati adalah essensi pelayanan itu sendiri. Orang yang kita layani adalah tuan dan kita adalah hambanya. Inilah yang hendak ditunjukkan Tuhan Yesus kepada murid-murid dan agar perbuatan yang sama mereka lakukan pada orang lain dalam pelayanannya. Yohanes 13:15 (TB)  sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Ini jugalah yang menjadi tugas kita sebagai murid Tuhan Yesus adanya kesediaan melayani dan rendah hati. Yesus berkata dalam Matius 23:11 (TB)  Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Sahabat yang baik hati! Jangan   biarkan   lembaran   kosong   daftar   nama   yang   rendah   hati. Kiranya anda salah satu dari pembaca renungan ini, yang dituliskan orang percaya menjadi orang yang meneladani Tuhan Yesus yang rendah hati.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt. Nekson M Simanjuntak

Minggu, 28 Juni 2020

SECANGKIR KEBAIKAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Senin, 29 Juni 2020

SECANGKIR KEBAIKAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Markus 9:41 (TB)  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."

Mark 9:41 (RWV)  For whoever shall give you a cup of water to drink in my name, because ye belong to Christ, verily I say to you, he shall not lose his reward.

Nata paralel teks renungan hari ini kita temukan pada Matius 10:42 dan telah pernah menjadi nas renungan pada hari Jumat, 15/06/2018

Matius 10:42 (TB)  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Mengingatkan kita bahwa jangan jemu-jemu berbuat baik. Lakukanlah kebaikan, sekecil appun itu, kebaikan yang diperbuat oleh anak-anak Tuhan tidak akan pernah membuat kita kekurangan. Kala melakukan kebaikan ingatlah kebaikan yang kita perbuat bukanlah untuk diingat atau untuk memperoleh balas jasa. Kebaikan yang lakukan hendaknya dilandasi karena kita telah mengenal kebaikan atau kasih agape dari Tuhan. Jangan pernah menyesali perbuatan baik anda, dan kalau boleh lupakanlah kebaikan yang anda lakukan. Biarlah Tuhan saja yang mengetahuinya.

Kisah ini mungkin sudah pernah anda baca: "Semuanya telah lunas karena kebaikan secangkir kopi susu." Saya sudah lupa sumbernya, kisahnya demikian. Ada seorang anak SMP yang baik, rajin dan pintar.  Dia punya cita-cita kelak akan menjadi seorang dokter.  Dia penuh semangat ke sekolah sekalipun harus berjalan  kaki 5 km jarak rumah dari sekolah. Dapat kita bayangkan betapa lelahnya dia setiap hari berjalan kaki, apalagi pulang sekolah dalam panas terik sering kehausan.  Kawan-kawannya pulang sekolah sering melempari buah-buahan di sepanjang jalan untuk pengganti rasa haus bahkan ada yang memanjat kelapa. Namun yang anak yang satu ini dia tidak melakukannya. Kalau dia sudah kelelahan dan haus dia lebih memilih mengetuk rumah orang dan meminta seteguk air pelepas dahaga. Demikialah  dia melakukannya hari demi hari. Namun ada satu hal yang membuat dia semakin bersemangat meraih cita-cita, ketika dia haus dia mengetuk rumah dan meminta secangkir air. Namun sungguh luar biasa seorang nenek bukan memberikan air, namun membuatkannya secangkir kopi susu yang sangat enak bagi anak-anak sekampung jaman itu hal seperti itu sangat jarang menikmatinya. Dia sangat senang atas kebaikan sang nenek. Memori itu diingatnya terus dan memotivasinya melakukan kebaikan dengan menjadi dokter. Singkat cerita dia pun menjadi dokter di salah satu rumah sakit yang terkenal. Dia melihat salah satu pasiennya adalah yang akrab diingatannya, dia pun dengan segala keahliannya berusaha memberikan yang terbaik untuk penyembuhannya. Ketika si ibu itu sembuh dan hendak pulang pihak rumah sakit memberikan kwitansi pembayaran dalam satu amplop. Mungkin si nenek pasti kebingungan bagaimana dia membanyar semua ini, namun sungguh mengejutkan dia membuka amplop yang diberikan. Ternyata tertulis: Semuanya telah lunas dibayar oleh secangkir kopi susu." Sang dokter memeluk si nenek dan menceritakan dialah yang pernah menerima kebaikan si nenek sekalipun meminta secangir air namun si nenek memberikan secangkir kopi susu.

Kisah diatas merupakan contoh dari sekian banyak kebaikan yang terjadi dalam hidup ini.

Saya juga sering menonton program Channel TV Global "Bedah Rumah" dan "Uang Kaget". Suatu kisah nyata di kehidupan kita. Biasanya dikemukakan latar belakang pemilihan terhadap mereka yang mendapatkan program ini, yakni mereka-mereka yang kesusahan tetapi masih dapat melakukan kebaikan. Dapat anda bayangkan bagaimana bahagia mereka sampai sujud dan hatu yang mendalam ketika melihaat sendiri rumah mereka dibedah dan segala perabotan di dalamnya. Tetaplah berbuat baik, bukan karena kelak kita akan mendapat balasannya. Berbuat baik sekecil apapun itu adalah kewajiban dan rasa syukur kita sebagai oengikut Kristus.

Di dunia ini kita hidup saling membutuhkan. Ada kalanya di depan kita orang membutuhkan uluran tangan, pada saat yang sama tanpa kita minta Tuhan telah menggerakkan orang lain menolong kita.  Ini semua adalah buah dari pengajaran Tuhan Yesus agar kita melakukan kebaikan dengan tulus tanpa harus menuntut balas.

Sahabat yang baik hati, kebaikan itu abadi karena kebaikan itu ada pada kebaikan itu sendiri. Jangan lakukan kebaikan karena hendak menuntut balas, namun lakukanlah kebaikan dengan tulus karena Tuan karena telah menerima kebaikan dari Tuhan.
"Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...