Catatan Kotbah Minggu Kantate
Minggu, 3 Mei 2026
Ev. Keluaran 15:1-14
AKU MENYANYI BAGI TUHAN
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kisah Musa membawa Israel keluar dari perbudakan Mesir merupakan cerita yang sangat luar biasa, cerita ini bukan hanya disukai oleh orang Israel tetapi seluruh bangsa-bangsa di dunia. Kisah yang sangat luar biasa diaman Allah Israel mendengarkan sengaara umatNya dan melakukan pembebasan.
Jeritan kesengsaraan bangsa Israel dibawa dalam doa-doa mereka. Mereka tidak memberontak atau melakukan perlawanan selain mereka hanya budak di Mesir sementara Firaun sanga kuat. Tapi saat Tuhan berkendak, sekalipun Firaun sudah seperti dewa pencabut nyawa yang berkuasa atas rakyat yang dipimpinnya? Namun kitab Keluaran menjadi titik berangkat pembebasan. Tuhan telah mendengar seruan umatNya dan melakukan perbuatan besar membebaskan umatNya. Allah Israel membebaskan umatNya dan menenggelamkan Firaun dan pasukannya.
Jika minggu ini disebut dengan mingggu Kantate, maka ada banyak nyanyian sukacita, pujian dan suasana kegembiraan yang dapat dikumandangkan. Orang percaya menyanyikan karya Allah yang besar membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Tuhan membebaskan bangsa Israel dari Penindasan Mesir. Mazmur pertama dalam PL tertulis dalam Kitab Keluaran pasal 15 ayat 1-18, yang diberi judul "Nyanyian Musa dan Israel". Diikuti dengan kidung pendek di ayat 20 dan 21 yang dinyanyikan oleh Miryam dan para perempuan Israel. Kidung ini pertama kali dinyanyikan oleh orang Israel setelah mereka melewati Laut Merah (Laut Teberau) dengan selamat dan orang-orang Mesir yang mengejar mereka ditenggelamkan dalam laut.
Musa dan Myriam bersama bangaa Israel menyanyikan Mazmur bagi nama Tuhan. Allah itu perkasa, melwbihi seorang pahlawan dan lebih kuat dari dewa mana pun. Dialah Allah Israel yang membebaskan umatNya dan menenggwlamkan Firaun san paaukanNya di Laut Merah.
Nyanyian ini patutlah kita nyanyikan juga sesuai dengan nama Minggu Kantate berarri nyanyilanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian apa yang kita nyanyikan? Marj kkta petik beberapa catatan berharha sari Mazmur Musa ini
1. Menyanyikan: Tuhan adalah kekuatanku dan Mazmurku
Keluaran 15:2 (TB) TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.
Salah satu kisah paling menakjubkan dalam sejarah dunia adalah bebasnya Israel dari perbudakan Mesir dibawa seorang pemimpin besar yaitu Musa. Perjuangan yang sungguh amat berat, tulah demi tulah hingga tulah kesepuluh kematian anak sulung baru Firaun menyerah dan membiarkan bangsa Israel yang telah 430 tahun Israel budak di Mesir. Setelah Israel keluar, raja Firaun nampaknya belum iklas karena kerugian besar atas Mesir. Firaun mengarahkan kembali pasukan terbaiknya 600 kereta kuda dan lasukan terbaik lainnya dikerahkan untuk mengejar, menangkap dan mengembalikan mereka menjadi budak. Dipihak lain Israel ketakutan karena berada dalam pilihan sulit tidak dapat melanjutkan perjalanan karena Laut Merah (Tiberau) yang terbentang di depan semantara diam daan menunggu sama saha artinya menunggu mati ditangan pasukan Firaun. Orang banyak telah panik, ketakutan bahkan kesal terhadap Musa.
Keluaran 14:10-11 (TB) Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
Dalam keadaan sulit, maju sama saja menenggelamkan diri di laut, menunggu sama artinya mati di tangan Firaun. Sungguh, di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar. Tuhan memerintahkan Musa memukul tongkatnya ke air laut, lalu angin kencang bertiup hingga menguak air terbelah dua sehingga bangsa itu dapat berjalan diantara tembok air hingga menyeberang. Pasukan Firaun terus mengejar tapi lihatlah, ketika seluruh umat Israel menyeberang air laut itu kembali menyatu dan menenggelamkan dan menewaskan seluruh pasukan Firaun.
Dari semua yang dialami oleh Musa dan bangsa Israel Musa menyanyikan pujian dan zmur bagi Tuhan: Tuhan adalah kekuatanku, mazmurku dan keselamatanku! Inilah nyanyian dan ungkapan syukur Musa beserta seluruh umat Israel kepada Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dari Tuhan. Tuhan membelah air laut sehingga mereka selamat dari ancaman kematian, bukan hanya itu tetapi Tuhan telah menenggelamkan dan menewaskan musuh yang mengancam dan mengejar mereka.
Pembebasan yang dirasakan oleh bangsa Israel dengan proses yang begitu panjang dan keajaiban demi keajaiban dari Tuhan yang mereka saksikan dan alami sendiri membuat mereka semakin takjub akan kekuasaan Tuhan sumber kekuatan dan keselamatan mereka. Oleh sebab itulah setiap bani Israel wajib menceritakan setiap perbuatan Tuhan kepada anak-cucu mereka.
2. Menyanyikan Keselamatan: Firaun mengejar, Tuhan menerjang
Keluaran 15:4-5 (TB) Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
Sunggguh agung tindakan Tuhan dalam situasi yang sangat mencekam. Jika anda menonton film Moses, tampak Musa sangat depresi, disatu sisi dikejar pasukan Firaun, didepan ada laut. Musa berdoa dan memintanpetunjuk dan Tuhan pun memerintahkan Musa mengulurkan tongkatnya kelaut dan apa yang terjadi, laut terbelah dua seperti tembok air itu menahan sehingga bangsa itu dapat berjalan di dasar laut.
Laut Merah yang dirasa adalah laut menenggelamkan mereka sesungguhnya menjadi jalan pendek menyeberangi tanah perbudakan. Orang Israelpun bisa berjalan dalam laut yang terbelah. Setelah mereka menyeberang, pasukan kereta kuda Firaun yang mengejar persis di tengah laut yang terbelah, Musa pun menurunkan tangannya kemudia air laut kembali menyatu. Akhirnya seluruh pasukan Firaun yang mengejar ditunggangbalikkan dan tenggelam di dasar laut.
Kuda yang cepat mengejar, mempercepat mereka sampai ke dalam lautan. Firaun yang merasa penentu dalam segala hal di Mesir harus tenggelam di dasar laut. Itulah kuasa Allah yang membebaskan. Pelajaran ini sangat penting, ada yang merasa hebat janganlah menindas orang, Tuhan akan menerjang dan menenggelamkan mereka yang sombong dan pongah.
Pelajaran 10 tulah tidak membuat Firaun jera, sekalipun bangsa Israel telah keluar Firaun terus mengejar untuk menangkap dan menjadikan Israel menjadi budak. Namun Tuhan bertindak: Firaun dan pasukannya mengejar maka Tuhan pun menerjang, menenggelamkan mereka semuanya di Laut Tiberau.
Demikian hidup ini, tantangan menghadaplng, ancaman mengejar dan memburi nyawa kita. Percaya Tuhan penolong dan penyelamat bagi kita.
3. Menyenyikan: Tuhan menuntun jalan sampai ke tujuan
Keluaran 15:13 (TB) Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.
Kisah pemeliharaan Tuhan atas umat Israel selama perjalanan di padang gurun merupakan sesuatu yang unik. Alkitab mencatat bahwa mereka berjalan di padang gurun selama 40 tahun hingga sampai ke tanah Kanaan. Padahal jika ditarik garis lurus jarak Mesir ke Kanaan hanya berkisar 400 km lebih atau 250 Mil. Namun Tuhan menyuruh Musa mengambil jalan melingkar dan mereka berkemah di satu tempat: seperti komunitas nomaden berpindah-pindah seturut dengan rencana Allah. Mereka bergerak dan berdiam tergantung sepenuhnya atas perintah Allah. Keluaran 13:18 (TB) "Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau..." petunjuk bagi mereka adalah tiang awan dan tiang api. Jika tiang awan naik maka mereka bergegas berangkat. Jika tiang awan berhenti maka mereka akan berhenti dan berdiam di situ demikian Allah melatih dan membentuk umatNya. Keluaran 40:36-37 (TB) Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.'
Perjalanan Musa membawa Israel ke Mesir bukanlah semata-mata hendak menyeberangkan Israel dari Mesir ke Kanaan, tapi jauh lebih dari itu: Tuhan hendak membimbing mereka menjadi umat yang dipersiapkan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang kuat dan mashyur, dibekali dengan Taurat dan perintah Allah sehingga mereka berbeda dengan bangsa lainnya.
Perjalanan di padang gurun merupakan pembentukan karakter, mindset dan pola pikir. Coba kita bayangkan 430 tahun di Mesir menjadi budak, jika 40 tahun saja satu generasi itu berarti sudah 100 angkatan lebiturun temurun mereka diperhamba di Mesir. Mental perbudakan harus diubah menjadi suatu bangsa yang merdeka. Manusia merdeka yang dibentuk menjadi taat kepada perintah dan kehendak Allah. Selama 430 tahun diperbudak dilatih dan dibimbing 40 tahun dalam universitas kehidupan di padang gurun agar mereka benar-benar menjadi bangsa yang merdeka. Tiga kata yang menarik yang disebutkat dalam renungan hari ini:
1. Menuntun Umat Israel dengan kasih setia
2. Ditebus dengan kekuatan Allah
3. Dibimbing ke kediaman Allah di tanah Perjanjian.
Itulah sebabnya pendidikan di padang gurun merupakan pembentukan dari segala bidang. Pertama tersedianya manna setiap hari. Dengan itu sebenarmya kebutuhan mereka dicukupkan. Dalam keadaan sulit tak ada air, namun mereka melihat suatu peristiwa besar air pahit berubah menjadi manis, dari batu cadas ada air yang memancar. Dalam hal kesetiaan, kelelahan dan berbagai ketidak mungkinan hidup namun dimungkinkan oleh Allah. Alam dan segala keadaan sulit telah menjadi pembelajaran dan pembentukan mentalitas, iman dan karakter mereka yang harus setia dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dalam berkelimpahan mereka diuji untuk bersyukur, dalam keadaan yang sangat genting dan krisis mereka diuji untuk berpengharapan. Itulah pembentukan umat Israel agar mereka sungguh-sungguh menjadi umat pilihan Allah.
Tuhan pimpin langkahku agar tidak tersesat pada KJ 413 dengan syair
Tuhan pimpin anakMu
Agar tidak tersesat
Akan jauhlah seteru
Bila Kau tetap dekat
Tuhan pimpin arus hidup menderas
Agar jangan ku sesat
Pegang tanganku erat
Perjalanan gurin sangat mematikan, keterbatasan air namun Tuhan berikan air, Tuhan mengubah air pahir menjadi manis. Tuhan mengeluarkan air dari batu padas. Tuhan menunrun umatnya dengan menyediakan makanan sehari-hari. Tuhan selalu berikan manna. Saat rindu makan daging Tuhan berikan burung puyuh. Perjalanan di gurun sangat mematikan panas terik dan dingin membeku. Berjalan di gurun pertarungan mematikan dari binatang buas dan berbisa. Bahaimana kita bisa menjalani ini. Mazmur Musa ini menyebutkan Tuhan menuntun umatNya.
Sahabat yang baik hati, demikianlah kita menjalanimkehidupan ini dalam segala macam tantangan, hambatan, ancaman dan berbagai taktik dari kompetitor kita dalam hidup ini. Kita percaya Tuhan menuntun kita untuk menyelesaikan perjalanan yang Tuhan teyapkan bagi kita masing-masing. Amin
Selamat Berkantate
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy



