Minggu, 29 Maret 2026

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Catatan Kotbah Minggu Palmarum



Minggu, 29 Maret 2026

Ev. Filipi 2:5-11


YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN 


Selamat Hari Minggu! Kennosis; Kristus mengosongkan diri merupakan tema sentral dari kotbah kita Minggu ini. Menurut Paulus kennosis Kristus ini menjadi kata kunci yang sangat dalam memahami  keselamatan di dalam Yesus Kristus. Pengoson diri menjadikan Yesus Kristus ditinggikan. Paulus berkata Filipi 2:10-11 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


Bagaimana kita memahami Kennosis Kristus!


1. Menaruh Perasaan yang terdapat di dalam Kristus


Filipi 2:5 (TB) "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"

 

Dalam suatu penelitian ada dua metode yang selalu dipeehatikan yaitu sebagai outsider dan insider. Outsider adalah seorang melihat dan meneliti sesuatu dari luar, jadi apa yang terjadi tidak dialami dan dirasakan dari dalam tetapi dari luar. Atau dengan kata lain menjelaskan sesuatu dari pengamatan seseorang dari luar. Berbeda dengan insider, mencermati dan meneliti sesuatu dari dalam, dia memasuki pengalaman dan menjelaskan sesuatu dengan menempatkan diri dsri dalam. Kedua pendekatan ini sama-sama memiliki keunggulan dalam metodologi penelitian. Namun menjelaskan sesuatu dari perspektif insider akan memudahkan kita memahami sesuatu yang erjadi di dalam masyarakat. 


Paulus dalam menjelaskan Kennosis Kristus dengan menganjurkan dari sudut pandang insider. Seseorang tidak akan memahami Kennosis Kristus jika dipandang dari sudut pandang outsider. Itulah sebabnya Paulus mengatakan: "hendaklah kamu kamu dlaam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Kristus."


Menyamakan pikiran dan perasaan di dalam Kristus kita harus tetap berjuang menaruh pikiran dan perasaan kita seperti yang terdapat dalam Kristus Yesus. Missi Kristus di dunia ini tidak dilihat dari sudut pandang lain, tetapi dari sudut pandang missi Allah sendiri. Jika dilihat dari our sider benar apa yang dikatakan oleb Paukus bagi Yahudi saljb adalah bangu sandungan, bagi Yunani itu kebodohan. Tegapi dari sudut pandang missi Allah, penyelamatan di dalam Yesus Kristus sunghuh sesuatu yang sangat agung.


Paulus mengingatkan Jemaat Filipi bahwa orang Kristen harus memiliki goal dan tujuan yang jelas. Dan apa goal itu orang percaya? Goal itu adalah untuk mempunyai "pikiran dan perasaan yang sama dengan Kristus Yesus".  Bagaimana caranya agar kita mempunyai pikiran yang sama dengan yang ada di dalam Kristus Yesus?

 

Pertama, kita harus hidup di dalam Kristus, dan bersatu dengannya. Jika tidak hidup dan menyatu di dalam Kristus, kita tidak akan memiliki hati yang sama dengannya. Apakah hal hidup di dalam Kristus ini terdengar misterius? Kristus sudah diangkat Bapa Allah ke surga dan sekarang berada di samping kanan Allah, tapi kita masih berada di bumi, bagaimana kita bisa hidup di dalam Kristus? Bagaimana kita bisa hidup di dalam Kristus setiap hari? Bagaimana kita tahu bahwa kita tidak sedang hidup di dalam Kristus? Untuk memiliki hati Kristus, kita harus tinggal di dalam dia, bersatu dengan dia. Merenungkan kata-katanya, memahaminya dan melakukannnya. Itulah cara yang nyata untuk bersatu dengannya.


Kedua, kita harus merelakan Roh Kudus untuk bekerja, untuk memperbarui pikiran kita. Hal ini ditulis di Filipi 2:1, "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,” Di Yeremia 13.23, dikatakan, "Macan tutul tidak dapat mengubah belangnya." Bagaimana seorang itu dapat mengubah dirinya sendiri? Apakah mungkin untuk sehati dan sepikiran dengan saudara seiman? Apakah mungkin untuk menjadi rendah hati, melihat orang lain sebagai lebih utama? Hati manusia itu tanpa disadari adalah sombong, merasakan diri lebih baik dari yang lain. Macan tutul tidak dapat mengubah belangnya. Bukanlah pekerjaan kita untuk melakukan transformasi, tapi itu adalah melalui karya roh kudus. Yang perlu kita lakukan adalah membuka hati kita, tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Karena itu, agar dapat memiliki pikiran dan hati Kristus, maka kita harus memahami ucapannya, dan menerapkannya; kita juga harus membuka hati kita, mengizinkan roh kudus untuk bekerja.


2. Yesus Kristus Adalah Tuhan

Yesus Kristus adalah Tuhan, dijelaskan secara apik oleh Paulus. Yesus yang mengosongkan diri, merendahkan diri hingga taat mati di kayu salib melakukan missi Allah menyelamatkan manusia. Yesus kembali kepada keilahiannya dan segala yang ada di kolong langit bertekuk lutut dan semua suara mengaku, Yesus Kristus adalah Tuhan. 


2.1. Mengosongkan diri - kennosis

Filipi 2:6-7 (TB)  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.


Ada tiga makna penting kata kennosis atau "Mengosongkan diri"(kenoo) yang dihunakan dalam Filipi ini yakni: 1) mengosongkan; 2) menghapuskan, membuat tidak berpengaruh (make of no effect); atau 3) kehilangan pembenaran-(nya). Apa yang dikosongkan oleh Kristus dalam inkarnasiNya? Teori kenosis dengan segera akan menunjuk pada keallahan Kristus, yakni yang disebutkan dalam ayat 6, "rupa Allah" atau "kesetaraan dengan Allah." Karena itu, perlu bagi kita untuk mengerti arti "rupa Allah" (morphe theou) dalam ayat ini.


Jika anda pegiat drama khususnya dracin (drama cina) ada pasti sering pengikuti alur berpikir cerita dimana CEO menyamar di perusaan besar sebagai satpam atau pekerja pembersih atau tinggal di desa yang kumuh. Atau kisah Pangaerahln menjadi rakyat biasa sehingga doa mengegahui secara real pengalaman orisinil sikap orang pada bangsawan.  Meninggalkan status dsn mrngambil aktor sederhana dengan tujuan mengetahui karakter yang ditarget bagaimana sikap dan karakter yang asli. Dalam drama ada banyal pergumulan, tantangan, sinisme dan segala perlakuan yang tidak mengenakkan. Namun ketika penyamaran terbukan semua orsng berlutut dan memohon ampun atas sikap dsn perbuatan.


Kennosis tidak sama dengan istilah 'penyamaran' dimaksud namun ide pemikiran meninggalkan statusnya sangat mirip. Yesus yang Ilahi mengambil rupa seorang hamba. Meninggalkan segala statusnya dan mengambil suatu yang baru nengan tujuan mengetahui, mengalami dan


2.2. Merendahkan diri - tapeinosis

Filipi 2:8a (TB)  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya.


Jika pertama kita mrmahami kennosis, disini dipake istila tapeinosis.  Kerendahan yang aktif, Tuhan Yesus tidak direndahkan oleh orang lain, tetapi merendahkan diri-Nya sendiri. Ini adalah kegiatan Aktif, bukan pasif. Ini penting — sebab dalam dunia Yunani-Romawi, “kerendahan” (tapeinōsis) biasanya adalah sesuatu yang memalukan. Namun dalam teologi Kristus, Paulus membalik paradigma itu: Kerendahan adalah kemuliaan yang tersembunyi. Dengan menundukkan diri-Nya, Yesus bukan kehilangan martabat-Nya — melainkan menyatakan karakter Allah yang sejati: kasih yang rela turun.

Ringkasan indahnya: ἐταπείνωσεν ἑαυτόν bukan sekadar “Ia direndahkan,” tetapi “Ia memilih menjadi rendah.” Ia adalah Allah yang menjadi manusia, Tuhan yang menjadi hamba, Supaya manusia yang rendah ditinggikan bersama-Nya.


Arti mendalam dari ini tentu terlihat pada pelayanan Yesus. Sekalipun Dia disapa Rabby atau Guru namun dia membasuh kaki murid- muridNya. Sekalipun Dia disebut, Mesias Anak Allah yang melakukan mujizat besar di depan mata banyak orang namun tetap melayani orsng banyak. Tidak pernah Yesus menempatkan diriNya lebih tinggi dari orang lain, justru menempatkan diri mengutamakan orang lain. 


2.3. Taat sampai mati - hupekoos

Filipi 2:8 (TB)  ...dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Hupekoos (bahasa Yunani: ὑπήκοος) artinya taat, patuh, atau tunduk. Kata ini berakar dari hupo (di bawah) dan akouo (mendengar), yang secara harfiah berarti "mendengar di bawah" atau mendengarkan dengan saksama otoritas untuk kemudian melakukannya. Istilah ini sering digunakan dalam konteks ketaatan aktif terhadap perintah. 


Taat ini berkwitan dengan hupomone, tabah menjalani karena didalamnya ada komitmen dan kesetiaan. Dalam bahasa Yunani ketaatan dipakai "hupomone". Hupomone adalah istilah Yunani yang sering diterjemahkan sebagai ketabahan, kesabaran, atau ketekunan yang aktif, terutama dalam menghadapi penderitaan. Ini adalah teologi ketabahan yang menekankan sikap bertahan, setia, dan tidak putus asa dalam cobaan hidup dengan mengandalkan Allah. Ini bukan kepasrahan pasif, melainkan perjuangan iman. 


Makna Hupomone: Secara harfiah berarti "bertahan untuk bertahan" (remaining under). Ini adalah ketabahan yang menopang seseorang untuk tetap setia pada Tuhan meskipun dalam situasi yang sangat sulit, penuh tantangan, atau menderita.

Kaitan dengan Penderitaan dan Iman: Hupomone berkembang dalam konteks jemaat Kristen mula-mula yang menghadapi penganiayaan. Ini mengajarkan bahwa penderitaan bukan semata hukuman, melainkan ruang eksistensial untuk pemurnian iman dan perjumpaan dengan Allah.


Kristus yang taat mengajak orang percaya memelik ketaatan yang sama, setia sampai mati (Wahyu 2:10). Ketaatan itu dibuktikan dengan komitmen dan kesediaan menanggung segala konsekwensinya. Kerelaan ini bukan sekedar kata-kata namun dibuktikan dengan tindakan. Ketaatan gereja mula-mula telah dibuktikan mereka dengan banyaknya mati martyr karena ketaatan kepada Kristus.  Tentang taatan ini Rasul Petrus dan Yohanes menegaskan dalam Kisah Para Rasul 4:19 (TB)  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.


3. Allah Meninggikan Kristus


Setelah menjelaskan pengosongan diri, merendahkan diri dan ketatan hasil dari tindakan Kristus ini adalah keselamatan bagi manusia. Missi Allah di dalam Kristus menjadikan Kristus ditinggikan. Status kemuliaan ini bukanlah sebagai usaha atau upah tetapi Kristus kembali kepada hakikat ilahiNya. 


Filipi 2:10-11 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 

dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


3.1. Bertekuk lutut:

Pada bagian ini Kristus yang telah mengosongkan diri itu adalah pencipta dan seluruh ciptaan ada dalam kedaulatan Kristus. Baik yang ada diatas langi dan di bawah bumi semuanya ada di dalam kekuasaan Kristus.  Tidakan ada elemen-elemen dunia ini yang tidak ada di luar kedaukatan Kristus. Sepenuhnya di dalam kekuasaannya. Yesus yang menhosongkan diri kembali kepada hakikat IlahiNya. 


Sehubungan dengan kodrat ilahi-Nya, maka peninggian-Nya hanya berupa pengakuan atas semua hak-Nya, atau untuk penunjukkan dan penampilan kemuliaan yang Dia miliki di hadirat Bapa sebelum dunia ada (Yoh. 17:5), bukan pemerolehan akan kemuliaan yang baru. Karena itulah dikatakan bahwa Bapa sendiri juga ditinggikan. Jadi, peninggian yang sesuai adalah berkenaan dengan kodrat manusiawi-Nya, yang sebenarnya mampu dilakukan-Nya sendiri, walaupun karena ada hubungan dengan kodrat ilahi-Nya. Di sini peninggian-Nya terdiri dari hormat dan kuasa. Berupa hormat, supaya Dia memiliki nama di atas segala nama,


3.2. Segala lidah mengaku:


Disini Paulus menekankan kepada pengakuan. Kedaulatan Yesus Kristus diakui. Pada sisi manusia oengakuan ini adalah penyerahan diri atas kedaulatan Kristus atas hidupnya.


Semua harus memberikan penghormatan dengan khidmat. Selain itu, supaya segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” setiap bangsa dan bahasa harus secara terbuka mengakui kerajaan semesta yang dimiliki Sang Penebus yang ditinggikan, dan bahwa kepada-Nya telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat. 28:18). Perhatikan betapa luar biasa luasnya kerajaan Kristus. Kerajaan-Nya menjangkau sorga dan bumi, mencakup setiap makhluk di kedua tempat itu, termasuk malaikat dan manusia, dan orang mati maupun yang hidup. Bagi kemuliaan Allah, Bapa. Amatilah, adalah bagi kemuliaan Allah, Bapa, bahwa Yesus Kristus diakui sebagai Tuhan. Sebab, merupakan kehendak-Nyalah supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa (Yoh. 5:23). Penghormatan apa pun yang diberikan kepada Kristus tertuju juga kepada Bapa. Barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku (Mat. 10:40).


Sahabat yang baik hati, Yesus Kristus adalah Tuhan menjelaskan kepada kita akan keselanatan yang dilakukan oleh Allah di dalam diri Yesus Kristus. Dia meninggalkan keilahiannya dan mengosongkan diri mengambil rupa seorang hamba, merendahkan diri dan taat hingga mati di kayu salib.


Yesus Kristus adalah Tuhan, bukan predikat atau pemberian tetapi kembalinya Yesus kepada keilahianNya yang telah sempurna melakukan keselamatan. Mari bersyukur atas keselamatan yang dilakukan oleh Allah di dalam diri Yesus Kristus, Tuhan dan Yuruselamat kita. Amin 


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy 


Sabtu, 21 Maret 2026

TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN

Catatan Kotbah Minggu Judika 


Minggu, 22 Maret 2026

Ev. Yehezkiel 37:1-14


TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN


Selamat Hari Minggu ! Mungkinkan tulang-tulang kering ini hidup kembali? Kotbah minggu Judika ini merupakan penglihatan Nabi Yehezkiel akan kuasa Tuhan yang akan memulihkan Israel. Pemulihan ini adalah impian dari umat Allah yang terbuang di Babel. Di Babel mereka kehilangan harapan, identitas sebagai bangsa terciderai dibawah kuasa Babel. Berjuang memberontak dan membebaskan diri sesuatu yang tidak mungkin, yang paling memungkinkan bagi mereka adalah pasrah. Mereka akan mati dan sejarah bangsa lenyap di pembuangan Babel.


Dalam keputusasaan demikianlah, Tuhan memanggil Yehezkiel san memberitahukan tentang kekuasaan Tuhan. Tuhan pencipta dan pemberi kehidupan. Tuhan sendirilah yang menjadikan segala sesuatu dan Tuhan sendiri berkuasa memberikan kehidupan. Tulang-tulang kering yang berserakan bisa perintahkan untuk berkumpul, menumbuhkan urat-urat dan memberikan nafas kehidupan dan bangkit hidup kembali. Itulah kuasa Tuhan yang memberikan kehidupan. 


Bukan hanya itu,  dalam perikop kedua dalam pasal 37 ini, Allah akan memulihkan Israel, Yehuda dan Israel yang dulu tahluk oleh Asyur akan dikumpulkan dan dipersatukan menjadi bangsa. Yehezkiel 37:28 (TB)  Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya." Dengan demikian pemulihan akan jmat Allah bisa terjadi oleh kuasa Allah. 


Sahabat yang baik hati! Mungkin pertanyaan yang sama akan muncul dari kita, dalam ketiadaan harapan kita mungkin sudah apatis dan setiap apa yang membicarakan dan mendiskusikan suatu kegagalan sudah menutup diri dan tidak mau tau untuk membahasnya. Analogi tulang-tulang kering dari Yehezkiel membuat umat Allah memiliki suatu contoh dalam suatu keadaan ketidak mungkinan bagi manusia, itu sangat memungkinkan bagi Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. 


Sekarang marilah kita mengambil pelajaran berharga dari kotbah ini.


1. Tulang-tulang kering gambaran kematian 


Apa ysng terjadi pada masa pembuangan? Tulang-tulang kering merupakan analogi yang sangat ekstrim. Artinya sudah mati tinggal tulang belulang. Bagi masyarakat dan sylukur yang menghormati tulang belulang tentu melihat tulang belulang leluhur bukanlah sesuatu yang tabu. Bangsa Israel memiliki tradisi mengangkut tulang belulang leluhur mereka dan dimakamkan di Tanah Perjanjian. Orsng Batak yang mempersatukan tulang belulang "satu ompu" akan disatukan dan dimasukkan dalam satu tambak atau tugu. Artinya mereka yang sudah mati dan tidak mungkin lagi bangkit kembali. Namun generasi penerus mereka perlu ada ikatan, kekeluargaan dan penerus cita-cita leluhur.


Dalam kotbah ini Yehezkiel dibawa dalam suatu penglihatan dimana banyak tulang-tulang berserakan. Itu gambaran kematian yang telah terjadi bagi bangsa Israel atas perbuatan mereka sendiri. Ada pemberontakan, ada perpecahan dan ada juga pelanggaran sehingga mereka harus menjalani kematian. Kematian itu pula menyangkut ketiadaan harapan. Seseorang yang tiada lagi pengharapan tentu sudah memasuki zona kematian. 


Ketiadaan pengharapan itulah gambaran tukang-tulang yang dilihat oleh Yehezkiel. Sekaligus memperlihatkan ketiadaan harapan di masa pembuangan ini. Mereka putus asa dan tidak mungkin lagi bangkit menjadi bangsa yang beaar seperti cita-cita leluhur mereka. Mereka menganggap mereka sudah mati dan tidak mungkin lagi bangkit. 


Dalamnya keputusasaan yang ke dalamnya mereka sekarang dijerumuskan (ay. 11). Mereka semua menyerah sudah hilang lenyap. Mereka berkata, “Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, kekuatan kami habis, semangat kami hilang, pengharapan kami sudah lenyap semuanya


Keadaan demikian, Allah memperlihatkan kuasanya. Allah sumber kehidupan dan Allah sendiri yang memberikan nafas kehidupan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia. Bagi Allah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Maka jangan biarkan hidup ini tanpa harapan. Sekecil apapun kemungkjnan yang ada bahkan dalam ketidakmungkinan berserahlah pada kuasa Tuhan yang memungkinkan. 


2. Kuasa Tuhan yang menghidupkan

Jika kita baca kotbah ini. Coba kita perhatikan ada kuasa Firman. Berfirmankah Tuhan! Kuasa Firman itu kuat dan menjadikan sesuatu menjadi  seperti yang difirmankan. Kuasa Tuhan yang menghidupkan. 


2.1. Pengetahuan dan iman

Yehezkiel 37:3 (TB)  Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" 


Disini ada dialog menarik dari Yehezkial dan Allah sendiri? Pertanyaan ini sesungguhnya ingin menggali keimanan atau kepercayaan. Dalam mengubah suatu keadaan sangat ditentukan oleh kayakinan. Ada orang yang memiliki banyak pengetahuan tapi apakah mereka percaya? Ada orang mengetahui obat demam adalah paracetamol namun apakah mereka meminumnya? Disini, dialog Yehezkiel dan Tuhan, jika mengetahui Tuhan adalah pencipta, pemberi kehidupan dan pemelihara ciptaan maka percayalah kepada Tuhan dengan segala kuasanya yang dapat mengubah keadaan. Tulang-tulang kering dapat dihidupkan, maka percayalah Tuhan dapat menghidupkannya. 


Jadi pengetahuan tentang Tuhan harus disertai dengan keyakinan kepada Tuhan. Yehezkiel 37:13 (TB)  Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 


2.2. Kuasa Firman:

"Maka berfirmanlah maka jadi". Kisah Penciptaan dalam Kitab Kejadian didasari pada keyakinan kuasa Firman. Allah menjadikan segala sesuatu dengan Firman. Ketika Tuhan berfirman jadilah, maka akan jadi. 


Demikian dengan penglihatan Yehezkiel mengenai kuasa Allah yang menghidupkan kembali tulang-tulang kering. ALLAH sendiri yang berfirman, nubuatan nabi Yehezkiel adalah Firman Allah karena Allah sedirilah yang memerintahkannya untuk bernubuat. Maka Yeheziel sendiri bernubuat akan tulang-tulang kering yang berserakan. 

Yehezkiel 37:5 (TB)  Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. 

Kuasa firman ini memberikan kehidupan, mempersatukan tukang-tulang dan menjmbuhkan urat dan kulit dalam dagingnya sehingga hidup kembali. 


Selanjutnya

Yehezkiel 37:9 (TB)  Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."

Kuasa Firman ini terjadi sehingga nafas kehidupan dihembuskan dan beroleh kehidupan. Allah sendiri memberikan nafas kehidupan sehingga tulang-tulang kering benwr-benar hidup. Allah berkuasa atas kemstian dan kehidupan.


Bagian ketiga kuasa firman dalam kotbah ini, 

Yehezkiel 37:12 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.


Disini Yehezkiel meberikan keyakinan akan kuasa Allah membebaskan mereka dati pembuangan Babel. Jika Tuhan berfirman dan mereka percaya kuasa Firman Tuhan itu nyata membebaskan mereka


2.3. Peran Yehezkiel: bernubuat atas perintah Allah

Jika kita baca dengan seksama, tulang-tulang kering disatukan, tumbuhnya urat daging dan kulit hingga nafas kehidupan ada peran nabi Yehezkiel bernubuat. Kebangkitan tulang-tulang kering hidup kembali adalah kuasa Firman hang dinibuatkan oleh abdi Allah. 

Hal ini sangat penting ditekankan peran nabi Allah atau hamba Allah untuk memberikan semangat, harapan dan kuasa untuk menyampaikan dan menyatakan Firman Tuhan. Firman yang disampaikan memiliki kekuatan mengubah keadaan. 


Dialog Nabi Yehezkiel dengan Tuhan menjadi penting melihat peran hamba Tuhan.menyemangati, memptivasi dan meneguhkan iman yang sudah rapuh. Nabi Yehezkiel dengan kuasa Firman Tuhan memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat. Jika hamba Tuhan sudah putus asa bagaiamana jemaat ditehuhkan? Dalam kotbah ini Yehezkiel diperintahkan untuk bernubuat tentang tulang-rulang berserakan: dipersatukan dan nubuatan Yehezkiel atas perintah Tuhan berfirman jadilah urat-urat, daging dan kulit hingga Tuhan memberikan nafas kehidupan semuanya jadi.


Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin itukah tugas orang percaya. Orang percaya dengan kuasa Firman Tuhan meneguhkan iman dan dapat mengubah sesuatu dari yang tidak mungkin menjadi mungkin.


3. Pesan Minggu Judika: Tetaplah berpengharapan, Tuhan memanggil kita

Paulus berpesan dalam 1 Korintus 13:13 ada tiga hal yang tetap pada diri orang percaya yaitu: iman, pengharapan dan kasih.

Apapun yang terjadi ketiga hal ini menjadi identitas dan prinsip yang kuat bagi orang percaya.


Iman, percaya kepada Tuhan, Tuhan Maha Kuasa, Dialah pencipta segala sesuatu dan pemelihara hidup kita. Dialah Tuhan yang memberikan kehidupan, mengubah derita menjadi sikacita, dari kematian menjadi kehidupan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.


Pengharapan: melalui akal manusia memiliki perhitungan dalam mengukur dan menilai sesuatu. Tidak sedikit orang berputus asa dalam hidup ini karena pikiran yang rasional membuatnya tidak berdaya. Dengan pengharapan orang percaya memiliki sesuatu kekuatan, yaitu menyerahkan keputusan akhir kepada Tuhan. Kita berusaha, kita memiliki kemampuan untuk menganalisis sesuatu tetapi ketentuan dari segala sesuatu ada pada Tuhan. Apa yang terjadi esok ada pada tangan Tuhan dan kita berharap dibalik segala sesuatu yang terjadi Tuhan menyediakan yang terbaik bagi kita.


Kasih: apapun yang terjadi, tetap menghasilkan kebaikan. Itulah kasih. Orang percaya menghasilkan kasih bukan karena memiliki sesuatu atau mengharapkan sesuatu. Orang percaya berbuahkan kebaikan karena kasih itu melakukan sesuatu tanpa menuntut balas.


Kembali kepada konteks kita, tetaplah berpengharapan karena kita memiliki Tuhan yang mengubah sesuatu yang tidang mungkin jadi mungkin, mengubah derita menjadi sukacita dan mengubah kematian dengan memberikan nafas kehidupan. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


Sabtu, 07 Maret 2026

MENGARAHKAN HATI DAN PIKIRAN MENCARI TUHAN

 Catatan Kotbah Minggu Okuli

Minggu, 8 Maret 2026

Ev. 1 Kronika 22:14-19




MENGARAHKAN HATI DAN PIKIRAN MENCARI TUHAN


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, Dua tokoh dalam kotbah Minggu ini merupakan teladan dalam mencari Tuhan sebagaimana topik Minggu. Mereka sama-sama.mewujudkan pembangunan Bait Allah. Daud merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan Bait Allah dan atas kehendak Tuhan pula Salomo memimpin pembangunannya hingga selesai. Sehingga Bait Allah adalah menjadi bangunan istimewa, diyakini Tuhan hadir dan memerintah dari Sion dan pusat ibadah bagi bangsa Israel. 


Menurut rencananya, bagi Daud dan Salomo Bait Allah merupakan pusat kebidupan Israel. Daud adalah perancang yang luar biasa menjadikan Sion sebagai pusat Kerajaan dan Pusat Ibadah. Setelah Daud menetapkan Sion sebagai Ibu Kota Israel, dia membangun kemahnya dan memerintah dari Sion dan hendak membangun Bait Allah bagi Tuhan. 


Setelah Istana Daud selesai, selanjutnya kerinduan Daud adalah membangun pusat Ibadah atau Bait Allah, dengan memindahkan Tabut Perjanjian ke Sion. Sebelum adanya Bait Allah, Umat Israel beribadah di Bethel (utara), dan beberapa titik yang ditentukan yang disebut dengan kota Kudus. Pemusatan Ibadah dirasa oleh Daud sangat penting untuk mempersatukan Israel. Selain itu kehadiran Bait Allah di Sion sekaligus hendak menjelaskan Allah memerintah umatNya karena Israel menganut sistem theokrasi. ALLAH sendirilah yang memilih dan mengangkat raja bagi umatNya.  


Apa jawaban Tuhan atas permohonan Daud membangun Bait Allah dan bagaimana dia merencanakannya? Dalam kotbah Minggu ini kita temukan bagaimana kesungguhan hati dan pikiran Daud mewujudkan pembangunan Bait Allah. Sekalipun Tuhan menolak Daud membangun Bait baginya karena tangannya terlalu banyak menumpahkan darah. Tuhan menghendaki anaknya Daud membangun Bait Allah bagi Tuhan. Sekalipun Tuhan menolak permintaan Tuhan, Daud taat dan mempersiapkan segala sesuatu agar anaknya Salomo dapat membangun Bait Allah. 


Untuk lebih mendalami kotbah ini baiklah kita: 


1. Kerinduan Daud dan ketaatan kepada Perintah Tuhan.


Dua catatan penting dari 1 Tawarikh 22 ini dari Daud.


1.1. Kekayaan dan kekuasaan tidak menjadikan segala sesuatu dapat dilaksanakan. 

Daud memiliki kekayaan dan sumber daya manusia yang berlimpah, arsitek, tukang kayu. Besi dan kayu dan selurun material yang dibutuhkan tersedia. Ditambah lagi dengan kapasitasnya sebagai raja. 

1 Tawarikh 22:14 (TB) Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi. 

1 Tawarikh 22:15-16 (TB) Lagipula engkau mempunyai sangat banyak pekerja, yakni pemahat-pemahat batu, tukang-tukang batu dan kayu dan orang-orang yang ahli dalam segala macam pekerjaan

emas, perak, tembaga dan besi, yang tidak terhitung banyaknya. Mulailah bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau!" 


Sunguhnya tidak ada lagi penghalang bagi Daud mendirikan Bait Allah. Namun Daud taat kepada keputusan Tuhan dan mengamanatkannya kepada Salomo. 


1.2. Daud taat kepada keputusan Tuhan dan mempersiapkan anaknya membangun Bait Allah.

Daud tidak memaksakan kerinduannya kepada Tuhan, dia memiliki kesadaran yang tinggi akan siapa diriNya. Penolakan Tuhan pada dirinya diterima dengan lapang dada. Dia mempersiapkan segala sesuatu agar anaknya dapat melaksanakan pembangunan dengan baik. Jika kita baca nas kotbah Minggu ini segala material: emas, kayu dan material bangunan lainnya dilengkapi. Demikian dengan para tukang dan ahli. Semuanya dilengkapi oleh Daud, mengarahkan seluruh stake holder yang berpengaruh dsri masyarakat agar mendukung Salomo mewujudkan pembangunan ini.


Tindakan Daud ini dapat menjadi refleksi yang mendalam. Umumnya orang ingin menjadi populer dan kegiatan berpusat pada diri sendiri, seolah dirinya sendirilah satu-satunya yang pantas dan layak untuk tugas dan suatu missi. Termasuk dalam pelayanan gereja seolah tanpa "aku" ini semua tidak bisa. Ego seperti ini tidak ada pada diri Daud. Dia taat kepada keputusan Tuhan dan memberdayakan segala potensi yang ada melaksanakan keputusan Tuhan.


1.3. Mulailah bekerja, Tuhan menyertaimu!

Daud mempersiapkan perbekalan yang dibutuhkan untuk pembangunan Bait Allah; baik material kayu, marmer, emas dan material lainnya, termasuk para ahli: ahli batu, ahli kayu, arsitek dan lainnya. Daud tidak berhenti saat Tuhan menolak Daud, namun Dia tetap mempersiapkan segala apa yang dibutuhkan untuk membangun Bait Allah. Daud juga menyampaikan kepada seluruh stake holder yang ada untuk membantu Salomo mewujudkan pembangunan Bait Allah. 


Daud tidak egois, dalam banyak hal kita sering terjebak dengan pola pikir: "kalau bukan aku mana bisa", itulah pikiran yang ego, seolah dirinya sendiri sajalah yang dapat melakukan tugas-tugas dalam suatu pekerjaan atau lemabaga yang dipimpin. Daud tidak demikian, saat Tuhan mengatakan bukan dia, dia tetap mempersiapkan segala sesuatunya dan membantu penggantinya dapat melakukan pembangunan Bait Allah. 


2. Salomo: penyertaan Tuhan dan mewujudkan impian orangtuanya

Sekalipun Daud mempersiapkan segala materiaal dan ahli membangun Bait Allah, jika Salomo tidak mau dia bisa saja menghambur-hamburkan warisan dari ayahnya Daud. Ada banyak orang kaya tidak melanjutkan dan mengembangkan warisan ayahnya, pesan orangtuanya diabaikan dan menjadi kesusahan yang menyedihkan bagi orang tua. Salomo tidaklah demikian, tetapi tampil melebihi dari apa yang dipikirkan oleh Daud.


2.1. Penyertaan Tuhan

Jika kita baca 1 Tawarikh 22:18 (TB) "Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan kepadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umat-Nya. 


Kitab Tawarikh mencatatkan bahwa saat Daud mengamanatkan pembangunan Bait Allah, Daud memberkati Salomo dengan menegaskan: "penyertaan Tuhan." Kalimat ini sangat penting, dalam melakukan segala sesuatu dalam masa kepemimpinannya Salomo mengandalkan penyertaan Tuhan. 


Penyertaan Tuhan ini didukung pula pada kitab Amsal dari Salomo yang menekankan: Takut akan Tuhan. Berulang kali kita menemukan kata "takut akan Tuhan" Hidup orang yang meminta penyertaan Tuhan dalam hidupNya ditunjukkan dengan"Takut akan Tuhan." 


Dalam kitab Amsal saja kita menemukan 17 kalimat: "Takut Akan Tuhan". Takut akan Tuhan permulaan pengetahuan, terhindar dari jalan fasik, memperoleh pengertian dan jauh dari kejahatan, permulaan hikmat, jauh dari kebodohan, panjang umur dan diberkati Tuhan. Takut akan Tuhan tentram, terhindar dari maut. 


Dalam kepemimpinan Salomo, menyadari penyertaan Tuhan dan diikuti dengan takut akan Tuhan. Sehingga segala rencananya diberkati oleh Tuhan.  


2.2. Mewujudkan impian orangtuanya:

Pelajaran kedua dari Salomo adalah dia mewujudkan impian ayahnya bahkan melakukan lebih hebat dari apa yang dipikirkan ayahnya Daud. Kerajaan Salomo lebih luas ketimbang dari Daud, kejayaan dan kemasyuran Israel mengalami puncak kejayaan dimasa Salomo.

Kotbah Minggu ini, memberikan pelajaran, bagaimana Salomo meujudkan ipian ayahnya Daud. Dia benar-benar menerima ndat sepenunya dan mengerjakan pembangunan Bait Alah sampai selesai dan diamasuki. Daud tidak menghambur-hamburkan uang dengan poyah-poyah, tetapi meneruskan dan mewujudkan pembangunan Bait Allah yang sangat strategis dalam kehidupan bangsa Israel. 


2.3. Hikmat Salomo memimpin para pemimpin dan ahli

Memimpin para pemimpin dan memimpin para ahli, tentulah merupakan pekerjaan sulit, karena pemimpin sulit diatur. Demikian dengan para ahli, mereka semua memiliki keunikan tersendiri.


Saya bisa bayangkan bagaimana perdebatan ahli kayu dan batu, mungkin ahli batu menawarkan agar didepan diletakkan batu ukir terbaik, mungkin juga ahli kayu, agar kayulah dibuat terdepan. Pastilah memiliki tantangan dan kesulitan mengorganisir dan mengakomodir berbagai pemikiran dan kelebihan dari para ahli ini. Tentu semua ini dapat berjalan dengan baik karena hikma Salomo yang memimpin para pemimpin dan para ahli. Salomo memberdayakan orang-orang yang tepat, memberi ruang berpartisipasi dan memastikan monitoring setiap orang melaksanakan tugasnya masing-masing. 


3. Mengarahkan hati dan jiwa mencari Tuhan

1 Tawarikh 22:19 (TB) Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN." 


Dari kotbah ini kita menemukan suatu rahasia kesuksesan melakukan pekerjaan, yaitu: mengarahkan hati dan jiwa untuk mencari Tuhan. Diatas telah kita sampaikan baik Daud, Salomo dan para tukang yang dipercayakan untuk tugas-tugas semuanya memberikan hati dan jiwa mereka untuk mensukseskan pekerjaan. Tidak ada terpikir untuk mencari kepentingan diri, popularitas diri dan kesenangan diri. Tetapi semuanya terarah kepada upaya mewujudkan tujuan. Disini pastilah ada kerjasama yang baik, Salomo pemimpin yang bisa bekerjasama dan mengorganisir kerjasama dengan baik. 


Sahabat yang baik hati, pertanyaan di akhir kotbah ini bagi kita adalah? Apa yang hendak kita lakukan untuk mencari Tuhan? Mencari Tuhan adalah membangun kehidupan rohani, pertumbuhan iman anggota keluarga dan terciptanya spiritualitas yang baik di tengah-tengah keluarga. Daud telah memberikan teladan taat kepada keputusan Tuhan dengan mengamanatkan pembangunan kepada Salomo. Daud mempersiapkan segala sesuatu untuk mewujudkan pembangunan ini. Salomo juga demikian melanjutkan dan mewujudkan impian orang tuanya dan pemimpin dengan takut akan Tuhan. 


Apakah yang aku perbuat untuk lebih sungguh mencari Tuhan? Tentu kembali kepada kita, kesungguhan menaati perintah Tuhan, meneruskan pekerjaan baik, memelihara kehidupan rohani kita dengan baik. 


Tuhan memberkati dan memberikan kekuatan bagi kita melakukan FirmanNya. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak - Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


Sabtu, 21 Februari 2026

TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGIL

Catatan Kotbah Minggu Invocavit (Dungi JouonNa ma Au)

Minggu, 22 Februari 2026

Ev. Ratapan 3:49-57




TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGILNYA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, ada satu lagu dalam bahasa Batak: "Joujou Do Au," lagu ini mengisahkan seruan orang yang percaya atas derita yang dialami. Dalam lagu ini kita menemukan suatu sikap realitis, sekalipun kita percaya bahwa Tuhan memberikan apa yang kita minta dan selalu menjawab seruan yang kita minta namun kadang dalam hidup orang percaya harus berjalan dalam kesulitan. Allah hadir bukan saat senang dan tanpa tantangan, tetapi Allah itu ada bersama-sama dengan kita menjalani dan menyelesaikan kesulitan. 


Sahabat yang baik hati, demikianlah kita menemukan perasaan pahit yang dalam dari nabi Yeremia dalam ratapan ini. Sebagai umat Allah mereka percaya bahwa Tuhan itu Maha Kuasa yang dapat menyelesaikan semua permasalahan dalam hidup, mereka percaya di dalam Tuhan ada semua jawaban dan mereka percaya Tuhan akan mendengar seruan minta tolong namun orang percaya harus hidup realistis menjalani kesulitan itu sendiri. Percaya pada Tuhan bukan dalam hal senang, tetapi memberikan kekuatan dan jalan keluar di dalam kesulitan yang dihadapi. 


Kitab Ratapan adalah isi hati umat Allah yang menangis dan berurai air mata kesedihan. Sebagai umat mereka kehilangan harga diri, kehilangan kejayaan, kehilangan masa depan dan tinggal dinegeri asing menunggu kebinasaan. Apa yang membanggakan bagi mereka semua dilucuti: Bait Allah hancur, kota mereka tinggal puing, Umat Pilihan diangkut dan terbuang di negeri orang asing. Merwka meratap sedih dan hari-hari mereka berlalu dengan kesedihan dan air mata hang bercucuran. 


Di dalam kitab Ratapan, nabi Yeremia juga menghantarkan kepada umat Allah mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan tentang pengampunan. Yeremia menyadari bahwa pembuangan ini tidak datang dengan dirinya, retapi ada kesalahan dna pelanggaran akan perintah Allah. Maka di dalam kitab Ratapan inj satu dari hal yang ditekankan adalah pengakuan bersalah dan permohonan akan pengamlunan.


Dalam segala kesedihan yang mendalam masih asa setitik harapan yakni: Ratapan 3:20-23 (TB)  Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. 

Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 

selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 


1. Ungkapan Kesedihan atas pembuangan


Ratapan 3:20, 48-49 (TB)  Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. 

Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku. 

Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya, 


Jika kita membaca keseluruhan pasal 3 ini, kita akan menemukan syair-syair yang berisi dalamnya kesedihan. Bacalah 3:1-19 semuanya kesulitan dan derita yang mendalam 

- sakit kena cambuk ayat 1

- dalam kegelapan ayat 2, 6

- daging dan kulit menyusut dan tulang dipatahkan ayat 4

- dikelilingi kesedihan dan kesusahan ayat 5

- Terikat rantai ayat 7

- rintangan jalan yang tisak dapat dilalui ayat 9

- laksana menghadpi beruang dan singa ayat 10

- sasaran anak panah ayat 12

- Ditertawakan dan diejek ayat 14

- Keyang dengan kepahitan ayat 15

- Gigi remuk ayat 16

- lupa akan kebahagiaan ayat 17


Ungkapan-ungkapan kesedihan ini masih banyak lagi disebutkan sepanjang pasal 3. Seluruh waktu yang dilaluinya semuanya kesedihan dan air mata, jiwa yang tertekan hingga tidak ada kata bahagia dan kesejahteraan. 



2. Tertindas dan diperlakukan dak adil

Ada dua istilah yang dipergunakan oleh kitab Ratapan tentang yang mereka alamai selama dipembuangan:


2.1. Seperti burung yang diburu

Ratapan 3:52 (TB)  Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. 


Saya masih ingat masa kanak-kanak di kampung kebiasaan membawa ketapel. Ketapel digunakan untuk menyasar burung, padahal burung yang kena belum tentu dibutuhkan hanya membuktikan sasaran kena dan yang diketapel itu kena. Jadi burung yang disasar bukan karena dibutuhkan untuk berburu hanya sasaran saja. Burung yang diburu hanya mainan saja, mereka hanya membuktikan mereka bisa mengenai, kena, terluka atau mati tkdak ada urusan dengan pemburu.

Demikianlah perasaan umat Allah di dalam pembuangan diperlakukan semena, sesuka mereka. Tidak ada kepedulian apakah mereka terluka atau mati.


2.2. Binasa tenggelam banjir

Ratapan 3:54 (TB)  Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!" 


Kita baru sedih ada peristiwa Banjir dan Longsor di Simatera Utara, Barat dan Banda Aceh di bilan Nopember 2025 lalu Ribuan orang meminggal dan masih ada yang tidak ditemukan manyatnya. Hal yang sangat menyentuh sekali dari sekian peristiwa tragis itu ada satu vidio yang direkam bagaimana perjuangan keluarga harus naik ke flavon dan membuka paksa atap rumahnya agar mereka bisa kekuar dari luapan air yang menimpa mereka permukaan air terus naik dan hendak menenggelamkan mereka.  Satu persatu mereka berusaha keluar dari banjir dan jika mereka tidak keluar maka luapan air yang terus meningkat akan menelan mereka.


Kitab Ratapan menjelaskan seolah hidup di dalam satu ruangan dimana banjir hendak menenggelamkan mereka. Hanya tinggal menunggu waktu dan maut akan menjemput mereka.


Dua contoh diatas dijelaskan bahwa tidak ada harapan untuk melepaskan diri karena ketidak berdayaan. Disinilah letak iman yang kita temukan dalam.kutab ratapan, begitu banyak sengsara dan kepahitan hang dialami, ketidak berdayaan melepaskan diri dari semua penderitaan namun tidak berputus asa. Dalam ayat berikut Yeremia berseru kepada Tuhan dan di dalam iman dia menemukan jawaban: Jangan Takut.


3. Jangan takut: berharap Pada Tuhan.

Ratapan 3:55-56 (TB)  "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku!


Kelebihan orang percaya adalah dalam ketidak berdayaan ada keyakinan. Menyerahkan semua beban kepada Tuhan. Selalu ada saluran komunikasi untuk menyampaikan informasi, permohonan dan keadaan kita. Iman dibuktikan dengan kesetiaan menunggu tindakan Tuhan.


Dalam segala ketidak mungkinan untuk meraih masa depan, Yeremia tidak frustasi dan tidak putus asa namun dia berseru kepada Tuhan . Dalam doanya; Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam. 


Memanggil lobang jarum, menjelaskan jalan yang semput dan sulit untuk dilalui. Umumnya kota di Jaman PL selain gerbang memiliki lobang jarum, hanya badan saja yang bisa melewati. (Band. Perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang kaya susah masuk lobang jarum Lukas 17:25)


Seruan yang disampaikan sesuatu permohonan yang sulit untuk dipenuhi. Karena tidak ada orang yang akan dengar dan mungkin sekuatbapaounkita berseru tidak akan ada yqlang mau mendengar karena berada jauh di dasar lobang.  Namun sekalipun sulit bukan berarti tidak mungkin. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Intulah iman orang percaya. Invocavit - Allah memanggil nama kita dan menjawab seruan ninta tolong kita.


Dalam situasi terjepit, berserulah kepada Tuha, Dia sanggup membuat kita melejit

Dalam situasi djbabat, Tuhan bekerja membuag kita semakin merambat

Dalam situasi ditekan, Tuhan berkerja mendatangkan ketenangan. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy



YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Catatan  Kotbah Minggu Palmarum Minggu, 29 Maret 2026 Ev. Filipi 2:5-11 YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN  Selamat Hari Minggu! Kennosis; Kristus m...