Catatan Kotbah Minggu Judika
Minggu, 22 Maret 2026
Ev. Yehezkiel 37:1-14
TUHAN PEMBERI NAFAS KEHIDUPAN
Selamat Hari Minggu ! Mungkinkan tulang-tulang kering ini hidup kembali? Kotbah minggu Judika ini merupakan penglihatan Nabi Yehezkiel akan kuasa Tuhan yang akan memulihkan Israel. Pemulihan ini adalah impian dari umat Allah yang terbuang di Babel. Di Babel mereka kehilangan harapan, identitas sebagai bangsa terciderai dibawah kuasa Babel. Berjuang memberontak dan membebaskan diri sesuatu yang tidak mungkin, yang paling memungkinkan bagi mereka adalah pasrah. Mereka akan mati dan sejarah bangsa lenyap di pembuangan Babel.
Dalam keputusasaan demikianlah, Tuhan memanggil Yehezkiel san memberitahukan tentang kekuasaan Tuhan. Tuhan pencipta dan pemberi kehidupan. Tuhan sendirilah yang menjadikan segala sesuatu dan Tuhan sendiri berkuasa memberikan kehidupan. Tulang-tulang kering yang berserakan bisa perintahkan untuk berkumpul, menumbuhkan urat-urat dan memberikan nafas kehidupan dan bangkit hidup kembali. Itulah kuasa Tuhan yang memberikan kehidupan.
Bukan hanya itu, dalam perikop kedua dalam pasal 37 ini, Allah akan memulihkan Israel, Yehuda dan Israel yang dulu tahluk oleh Asyur akan dikumpulkan dan dipersatukan menjadi bangsa. Yehezkiel 37:28 (TB) Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya." Dengan demikian pemulihan akan jmat Allah bisa terjadi oleh kuasa Allah.
Sahabat yang baik hati! Mungkin pertanyaan yang sama akan muncul dari kita, dalam ketiadaan harapan kita mungkin sudah apatis dan setiap apa yang membicarakan dan mendiskusikan suatu kegagalan sudah menutup diri dan tidak mau tau untuk membahasnya. Analogi tulang-tulang kering dari Yehezkiel membuat umat Allah memiliki suatu contoh dalam suatu keadaan ketidak mungkinan bagi manusia, itu sangat memungkinkan bagi Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin.
Sekarang marilah kita mengambil pelajaran berharga dari kotbah ini.
1. Tulang-tulang kering gambaran kematian
Apa ysng terjadi pada masa pembuangan? Tulang-tulang kering merupakan analogi yang sangat ekstrim. Artinya sudah mati tinggal tulang belulang. Bagi masyarakat dan sylukur yang menghormati tulang belulang tentu melihat tulang belulang leluhur bukanlah sesuatu yang tabu. Bangsa Israel memiliki tradisi mengangkut tulang belulang leluhur mereka dan dimakamkan di Tanah Perjanjian. Orsng Batak yang mempersatukan tulang belulang "satu ompu" akan disatukan dan dimasukkan dalam satu tambak atau tugu. Artinya mereka yang sudah mati dan tidak mungkin lagi bangkit kembali. Namun generasi penerus mereka perlu ada ikatan, kekeluargaan dan penerus cita-cita leluhur.
Dalam kotbah ini Yehezkiel dibawa dalam suatu penglihatan dimana banyak tulang-tulang berserakan. Itu gambaran kematian yang telah terjadi bagi bangsa Israel atas perbuatan mereka sendiri. Ada pemberontakan, ada perpecahan dan ada juga pelanggaran sehingga mereka harus menjalani kematian. Kematian itu pula menyangkut ketiadaan harapan. Seseorang yang tiada lagi pengharapan tentu sudah memasuki zona kematian.
Ketiadaan pengharapan itulah gambaran tukang-tulang yang dilihat oleh Yehezkiel. Sekaligus memperlihatkan ketiadaan harapan di masa pembuangan ini. Mereka putus asa dan tidak mungkin lagi bangkit menjadi bangsa yang beaar seperti cita-cita leluhur mereka. Mereka menganggap mereka sudah mati dan tidak mungkin lagi bangkit.
Dalamnya keputusasaan yang ke dalamnya mereka sekarang dijerumuskan (ay. 11). Mereka semua menyerah sudah hilang lenyap. Mereka berkata, “Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, kekuatan kami habis, semangat kami hilang, pengharapan kami sudah lenyap semuanya
Keadaan demikian, Allah memperlihatkan kuasanya. Allah sumber kehidupan dan Allah sendiri yang memberikan nafas kehidupan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia. Bagi Allah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Maka jangan biarkan hidup ini tanpa harapan. Sekecil apapun kemungkjnan yang ada bahkan dalam ketidakmungkinan berserahlah pada kuasa Tuhan yang memungkinkan.
2. Kuasa Tuhan yang menghidupkan
Jika kita baca kotbah ini. Coba kita perhatikan ada kuasa Firman. Berfirmankah Tuhan! Kuasa Firman itu kuat dan menjadikan sesuatu menjadi seperti yang difirmankan. Kuasa Tuhan yang menghidupkan.
2.1. Pengetahuan dan iman
Yehezkiel 37:3 (TB) Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
Disini ada dialog menarik dari Yehezkial dan Allah sendiri? Pertanyaan ini sesungguhnya ingin menggali keimanan atau kepercayaan. Dalam mengubah suatu keadaan sangat ditentukan oleh kayakinan. Ada orang yang memiliki banyak pengetahuan tapi apakah mereka percaya? Ada orang mengetahui obat demam adalah paracetamol namun apakah mereka meminumnya? Disini, dialog Yehezkiel dan Tuhan, jika mengetahui Tuhan adalah pencipta, pemberi kehidupan dan pemelihara ciptaan maka percayalah kepada Tuhan dengan segala kuasanya yang dapat mengubah keadaan. Tulang-tulang kering dapat dihidupkan, maka percayalah Tuhan dapat menghidupkannya.
Jadi pengetahuan tentang Tuhan harus disertai dengan keyakinan kepada Tuhan. Yehezkiel 37:13 (TB) Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
2.2. Kuasa Firman:
"Maka berfirmanlah maka jadi". Kisah Penciptaan dalam Kitab Kejadian didasari pada keyakinan kuasa Firman. Allah menjadikan segala sesuatu dengan Firman. Ketika Tuhan berfirman jadilah, maka akan jadi.
Demikian dengan penglihatan Yehezkiel mengenai kuasa Allah yang menghidupkan kembali tulang-tulang kering. ALLAH sendiri yang berfirman, nubuatan nabi Yehezkiel adalah Firman Allah karena Allah sedirilah yang memerintahkannya untuk bernubuat. Maka Yeheziel sendiri bernubuat akan tulang-tulang kering yang berserakan.
Yehezkiel 37:5 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
Kuasa firman ini memberikan kehidupan, mempersatukan tukang-tulang dan menjmbuhkan urat dan kulit dalam dagingnya sehingga hidup kembali.
Selanjutnya
Yehezkiel 37:9 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."
Kuasa Firman ini terjadi sehingga nafas kehidupan dihembuskan dan beroleh kehidupan. Allah sendiri memberikan nafas kehidupan sehingga tulang-tulang kering benwr-benar hidup. Allah berkuasa atas kemstian dan kehidupan.
Bagian ketiga kuasa firman dalam kotbah ini,
Yehezkiel 37:12 (TB) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
Disini Yehezkiel meberikan keyakinan akan kuasa Allah membebaskan mereka dati pembuangan Babel. Jika Tuhan berfirman dan mereka percaya kuasa Firman Tuhan itu nyata membebaskan mereka
2.3. Peran Yehezkiel: bernubuat atas perintah Allah
Jika kita baca dengan seksama, tulang-tulang kering disatukan, tumbuhnya urat daging dan kulit hingga nafas kehidupan ada peran nabi Yehezkiel bernubuat. Kebangkitan tulang-tulang kering hidup kembali adalah kuasa Firman hang dinibuatkan oleh abdi Allah.
Hal ini sangat penting ditekankan peran nabi Allah atau hamba Allah untuk memberikan semangat, harapan dan kuasa untuk menyampaikan dan menyatakan Firman Tuhan. Firman yang disampaikan memiliki kekuatan mengubah keadaan.
Dialog Nabi Yehezkiel dengan Tuhan menjadi penting melihat peran hamba Tuhan.menyemangati, memptivasi dan meneguhkan iman yang sudah rapuh. Nabi Yehezkiel dengan kuasa Firman Tuhan memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat. Jika hamba Tuhan sudah putus asa bagaiamana jemaat ditehuhkan? Dalam kotbah ini Yehezkiel diperintahkan untuk bernubuat tentang tulang-rulang berserakan: dipersatukan dan nubuatan Yehezkiel atas perintah Tuhan berfirman jadilah urat-urat, daging dan kulit hingga Tuhan memberikan nafas kehidupan semuanya jadi.
Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin itukah tugas orang percaya. Orang percaya dengan kuasa Firman Tuhan meneguhkan iman dan dapat mengubah sesuatu dari yang tidak mungkin menjadi mungkin.
3. Pesan Minggu Judika: Tetaplah berpengharapan, Tuhan memanggil kita
Paulus berpesan dalam 1 Korintus 13:13 ada tiga hal yang tetap pada diri orang percaya yaitu: iman, pengharapan dan kasih.
Apapun yang terjadi ketiga hal ini menjadi identitas dan prinsip yang kuat bagi orang percaya.
Iman, percaya kepada Tuhan, Tuhan Maha Kuasa, Dialah pencipta segala sesuatu dan pemelihara hidup kita. Dialah Tuhan yang memberikan kehidupan, mengubah derita menjadi sikacita, dari kematian menjadi kehidupan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Pengharapan: melalui akal manusia memiliki perhitungan dalam mengukur dan menilai sesuatu. Tidak sedikit orang berputus asa dalam hidup ini karena pikiran yang rasional membuatnya tidak berdaya. Dengan pengharapan orang percaya memiliki sesuatu kekuatan, yaitu menyerahkan keputusan akhir kepada Tuhan. Kita berusaha, kita memiliki kemampuan untuk menganalisis sesuatu tetapi ketentuan dari segala sesuatu ada pada Tuhan. Apa yang terjadi esok ada pada tangan Tuhan dan kita berharap dibalik segala sesuatu yang terjadi Tuhan menyediakan yang terbaik bagi kita.
Kasih: apapun yang terjadi, tetap menghasilkan kebaikan. Itulah kasih. Orang percaya menghasilkan kasih bukan karena memiliki sesuatu atau mengharapkan sesuatu. Orang percaya berbuahkan kebaikan karena kasih itu melakukan sesuatu tanpa menuntut balas.
Kembali kepada konteks kita, tetaplah berpengharapan karena kita memiliki Tuhan yang mengubah sesuatu yang tidang mungkin jadi mungkin, mengubah derita menjadi sukacita dan mengubah kematian dengan memberikan nafas kehidupan. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


_20260221_072849_0000.jpg)
_20260124_182325_0000.jpg)
_20260124_182325_0000.jpg)
_20260117_100521_0000.jpg)