Selasa, 26 Mei 2026

TUHAN MEMBERKATI DAN MELINDUNGI ENGKAU

 Catatan Kotbah Minggu Exaudi


Minggu, 17 Mei 2026

Ev. Bilangan 6:22-27


TUHAN MEMBERKATI ENGKAU DAN MELINDUNGI ENGKAU


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, semua kita merindukan berkat dari Tuhan dan kita percaya Tuhan berkenan memberkati kita setiap saat. Coba anda ingat apa isi berkat yang disampaikan Pendeta saat menutup ibadah Minggu? Itulah kotbah kita pada Minggu ini, beekat imam yang disampaikan oleh anak-anak Harun dalam memberkati umat Allah.


Gereja-gereja umumnya memakai formula berkat ini dalam menyampaikan berkat dalam ibadah Minggu. Hal ini menekankan Allah memberkati umatNya dan melindungi umatNya. Setelah mendengar firman,
umat diutus kembali ke dunia dengan damai dan perlindungan Allah. Karena itu berkat bukan hanya akhir ibadah,
tetapi awal panggilan hidup Kristen di dunia. Orang percaya, bekerja dan melayani di dunia ini dengan pwnywrtaan Tuhan dan setiap orang yang menerima berkat mempersembahkan hidupnya dan segala pemberian Tuhan yang berguna bagi orang lain. 


Sahabat yang baik hati, kotbah di Minggu Exaudi ini dari Bilangan 6:22-27 mengingatkan kita akan perkenaan Allah memberkati kita dan kita memiliki tugas untuk melayani Tuhan dengan memberkati semua orang sebagaomana anak-anak Harus hang diperintahkan Tuhan membeekati umatNya. 


1. Konteks Kitab Bilangan: berjalan di Padang Gurun

Kitab Bilangan (Ibrani:  Bemidbar yang berarti "Di Padang Gurun") mencatat transisi bangsa Israel dari Gunung Sinai menuju Tanah Perjanjian. Berkat ini diletakkan di pasal 6, tepat setelah hukum tentang kenajisan (pasal 5) dan hukum tentang orang Nazir (pasal 6:1-21). Penetapan 

 

Maknanya: Setelah Tuhan memberikan aturan tentang kekudusan dan pemisahan diri, Ia memberikan "Formula Berkat" ini. Pesannya jelas: Ketaatan dan kekudusan bukan beban, melainkan jalan menuju berkat. Tuhan ingin umat-Nya berangkat ke medan perang dan padang gurun bukan dengan ketakutan, melainkan dengan "bekal" Nama-Nya.


Hal ini penting, penetapan anak-anak Harus menyampaikan berkat didahului dengan penjelasan akan pentingnya setiap imam memelihara kekudusan. Karwna merwka adalah hang dipilih oleh Tuhan menyampaikan berkat khusus. Hamba Tuhan yang menyampaikan berkat harus menyadari dirinya "saluran berkat" atau "mediator" perantara manusia menyampaikan permohonan kepada Allah dan sekaligus perantara Allah memyampaikan Firman dan berkat kepada umatNya. Sebagai penyalur berkat anak-anak Harun memelihara diri dari berbagai larangan dan pantangan jangan sampai melakukan pelanggaran pada hukum kenajisan.


2. Mengapa Berbentuk "Formula"? 


Bilangan 6:23 (TB)  .....Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: ....


Bahagian yang kedua, Allah sendiri menetapkan foemula berkat. Berkatbukan kata-kata keonhinan manusia atau imajinasi akan apa hang akan diteeima oleh seseorang dalam hidupNya. Allah menetapkan sendiri formula otu sendiri dengan keteeangan:  karena didalamnya ada pernyataan Tuhan yang dijanjikan kepada umatNya dan Allah sendirilah yang berjanji melaksanakannya dalam kehidupan umatNya. Osi beekat ini bukan peemohonan, teyapi deklarasi atau pernyataan bahwa Allah sendiri melaksanakan janjiNya dalam kehidupan umatNya. 

 

Artinya formula berkat imi adalah Inisiatif dari Tuhan: Para imam (Harun dan keturunannya) tidak boleh mengarang berkat sendiri. Ini menunjukkan bahwa sumber berkat adalah Tuhan, bukan manusia. Imam hanyalah saluran. Tuhan berkata, *"Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku..."* (ayat 27).

 Kepastian Janji: Dengan adanya formula yang tetap, umat memiliki kepastian. Di tengah ketidakpastian padang gurun, formula yang konstan ini menjadi sauh yang kuat bagi iman mereka.


Formula ini menyatukan identitas Israel sebagai umat yang "ditandai" oleh Nama YHWH. Di tengah bangsa-bangsa penyembah berhala, Israel memiliki Tuhan yang "berbicara" langsung memberkati mereka. Tuhan sendiri yang melindungi mereka dan Allah berkenan kepada umatNya. 


3. Apa isi pesan utama berkat?

Dalam konteks Kitab Bilangan, ada tiga pesan utama yang ingin disampaikan Tuhan melalui berkat ini:


3.1. Penyertaan Tuhan di tengah bahaya

Perjalanan di padang gurun penuh dengan musuh dan kekurangan. Dengan kata "melindungi" (*shamar*), Tuhan menegaskan bahwa Ia adalah pelindung (protektor) di tengah lingkungan yang tidak ramah. Berkat ini adalah "jaminan keamanan" bagi bangsa yang sedang bergerak.


Artinya sasaran dari bagian pertama adalah perlindungan fisik:

"TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau"


Barak (Memberkati): Akar katanya berkaitan dengan "lutut". Memberkati berarti Tuhan "merendahkan diri" untuk memberikan kebaikan kepada manusia. Ini mencakup berkat materi, kesehatan, dan keturunan.

Shamar (Melindungi): Kata ini berarti menjaga, memagari dengan duri, atau mengawasi. Maknanya adalah Tuhan tidak hanya memberi berkat, tapi juga memagari berkat itu agar tidak hilang atau dicuri.


Berjalan di padang gurun mmiliki tantangan luar biasa; ketidak pastian arah, kekeringan, musim panas yang sangat panas sampai 53 derajat celsus dan musim dingin sampai dibawah minus 6 derajat celcus. Selain alam, berjalan dipadang gurun sangat beebahaya dari binatang buas dan berbisa. Beejalan di padang gurun pada akhirnya harus berhadapan dengan badai gurun yang mematikan.


Disinilah jaminan pemeliharaan Tuhan, Tuhan memberkati dan melindungi umatNya. 


3.2. Pemulihan Hubungan (Sinar wajah Tuhan)


Ada satu istilah dalam PL saat Tuhan tidak berkenan kepada umatNya dengan kalimat: "menyembunyikan wajahNya". Maaih ingat peristiwa umat Allah membuat patung lembu emas? Allah begitu murka dan menyembunyikan wajahNya sampai Musa membuat penegasan yang yang memihak Tuhan ikut dalam barisannya dan lainnya akan dimusnahkan. (Band Kel 32:23-24). Arrinya kalau Tuhan menyembunyikan wajahnya maka mala petaka dan kebinasaanlah yang teejadi. 


Dalam berkat ini disampaikan: "Tuhan menyinari umatNya dengan  wajah Tuhan. Dalam formula ini, Tuhan menjanjikan bahwa "wajah-Nya menyinari" mereka. Ini adalah pesan pengampunan dan rekonsiliasi. Tuhan ingin umat-Nya tahu bahwa Ia tidak sedang marah, melainkan memandang mereka dengan senyum perkenanan.


Disini kita melihat makna Perkenanan Ilahi

"TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia"


Kata Panim (Wajah): Dalam budaya Ibrani, wajah yang menyinari berarti ekspresi kasih sayang, senyuman, dan kehadiran yang dekat.

Chanan (Kasih Karunia): Berarti menunjukkan kemurahan hati kepada seseorang yang sebenarnya tidak layak menerimanya. Ini adalah kebaikan Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma.


Tuhan berkenan bersama-sama mereka. Allah tidak memalingkan muka lagi, tetapi senantiasa hadir dan selalu berkenan dijumpai dan disapa.


Swlain perkenaan Tuhan, Sinar dalam perjalanan sangat penting, sebagai petunjuk dan pemberi arah. Allah sendiri yang menuntun umatNya ke jalan yang Dia kehendaki. 


3.3. Persiapan untuk Penaklukan (Tuhan menampakkan wajahNya)


Sebelum mereka masuk ke Kanaan untuk berperang, mereka butuh Syalom. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kata "Syalom" bukan sekadar damai tanpa perang, tapi keutuhan mental dan spiritual - sejahtera. Tuhan ingin mereka berperang dengan kondisi batin yang utuh dan tenang karena mereka tahu siapa yang menyertai mereka. Tuhan sendiri menampakkan wajahNya sehingga umatnya aman dan tenteram dalam menduduki dan mendiami negeri perjanjian.


Bahagian ketiga ini menjelaskan kedamaian total: 

"TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera"


Kata "Yissa Panav" (menghadapkan wajah): Secara harfiah berarti "mengangkat wajah". Bayangkan seorang bapa yang mengangkat anaknya dan menatap matanya dengan penuh perhatian. Tuhan memberikan perhatian penuh secara pribadi kepada anda.


Syalom (Damai Sejahtera): Ini adalah kata yang sangat kaya. Syalom bukan sekadar tidak ada perang, melainkan kondisi keutuhan, kelimpahan, kesehatan, dan keharmonisan di semua aspek hidup.


3. Penutup: 


Sahabat yang baik hati pada bagian penutup ini, saya maj mengingatkan formula ini dalam bentuk personal: Tuhan memberkati "engkau". Disini harus dicatat bahwa berkat dan perlindungan Tuhan itu disampaikan kepada personal. ALLAH sendiri menyampaikan berkatnya secara personal kepada kita pribadi lepas pribadi. Hubungan robadi kita kepada Tuhan sangat penting, jadi berkat itu tidak diperwakilkan tetapi diaampaikan langsung kepada pribadi lepas pribadi. 


Hal terakhir Tuhan berfirman: "Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel..." Allah sendirilah yang menyampaikan berkatnya, imam adalah saluranNya. 

Dalam bahasa Ibrani, Nama (Shem) mewakili karakter dan otoritas pribadi tersebut. Memberkati umat dengan Nama TUHAN berarti memeteraikan mereka sebagai milik kepunyaan Allah sendiri. Tuhan bukan hanya memberikan "sesuatu" (berkat), tapi Ia memberikan "Diri-Nya" kepada umat-Nya. Amin


Tuhan memberkati!

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy



TUHAN MEMBERKATK DAN MELINDUNGA

Catatan Kotbah Minggu Exaudi

Minggu, 17 Mei 2026

Ev. Bilangan 6:22-27



TUHAN MEMBERKATI ENGKAU DAN MELINDUNGI ENGKAU


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, semua kita merindukan berkat dari Tuhan dan kita percaya Tuhan berkenan memberkati kita setiap saat. Coba anda ingat apa isi berkat yang disampaikan Pendeta saat menutup ibadah Minggu? Itulah kotbah kita pada Minggu ini, beekat imam yang disampaikan oleh anak-anak Harun dalam memberkati umat Allah.


Gereja-gereja umumnya memakai formula berkat ini dalam menyampaikan berkat dalam ibadah Minggu. Hal ini menekankan Allah memberkati umatNya dan melindungi umatNya. Setelah mendengar firman,
umat diutus kembali ke dunia dengan damai dan perlindungan Allah. Karena itu berkat bukan hanya akhir ibadah,
tetapi awal panggilan hidup Kristen di dunia. Orang percaya, bekerja dan melayani di dunia ini dengan pwnywrtaan Tuhan dan setiap orang yang menerima berkat mempersembahkan hidupnya dan segala pemberian Tuhan yang berguna bagi orang lain. 


Sahabat yang baik hati, kotbah di Minggu Exaudi ini dari Bilangan 6:22-27 mengingatkan kita akan perkenaan Allah memberkati kita dan kita memiliki tugas untuk melayani Tuhan dengan memberkati semua orang sebagaomana anak-anak Harus hang diperintahkan Tuhan membeekati umatNya. 


1. Konteks Kitab Bilangan: berjalan di Padang Gurun

Kitab Bilangan (Ibrani:  Bemidbar yang berarti "Di Padang Gurun") mencatat transisi bangsa Israel dari Gunung Sinai menuju Tanah Perjanjian. Berkat ini diletakkan di pasal 6, tepat setelah hukum tentang kenajisan (pasal 5) dan hukum tentang orang Nazir (pasal 6:1-21). Penetapan 

 

Maknanya: Setelah Tuhan memberikan aturan tentang kekudusan dan pemisahan diri, Ia memberikan "Formula Berkat" ini. Pesannya jelas: Ketaatan dan kekudusan bukan beban, melainkan jalan menuju berkat. Tuhan ingin umat-Nya berangkat ke medan perang dan padang gurun bukan dengan ketakutan, melainkan dengan "bekal" Nama-Nya.


Hal ini penting, penetapan anak-anak Harus menyampaikan berkat didahului dengan penjelasan akan pentingnya setiap imam memelihara kekudusan. Karwna merwka adalah hang dipilih oleh Tuhan menyampaikan berkat khusus. Hamba Tuhan yang menyampaikan berkat harus menyadari dirinya "saluran berkat" atau "mediator" perantara manusia menyampaikan permohonan kepada Allah dan sekaligus perantara Allah memyampaikan Firman dan berkat kepada umatNya. Sebagai penyalur berkat anak-anak Harun memelihara diri dari berbagai larangan dan pantangan jangan sampai melakukan pelanggaran pada hukum kenajisan.


2. Mengapa Berbentuk "Formula"? 


Bilangan 6:23 (TB)  .....Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: ....


Bahagian yang kedua, Allah sendiri menetapkan foemula berkat. Berkatbukan kata-kata keonhinan manusia atau imajinasi akan apa hang akan diteeima oleh seseorang dalam hidupNya. Allah menetapkan sendiri formula otu sendiri dengan keteeangan:  karena didalamnya ada pernyataan Tuhan yang dijanjikan kepada umatNya dan Allah sendirilah yang berjanji melaksanakannya dalam kehidupan umatNya. Osi beekat ini bukan peemohonan, teyapi deklarasi atau pernyataan bahwa Allah sendiri melaksanakan janjiNya dalam kehidupan umatNya. 

 

Artinya formula berkat imi adalah Inisiatif dari Tuhan: Para imam (Harun dan keturunannya) tidak boleh mengarang berkat sendiri. Ini menunjukkan bahwa sumber berkat adalah Tuhan, bukan manusia. Imam hanyalah saluran. Tuhan berkata, *"Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku..."* (ayat 27).

 Kepastian Janji: Dengan adanya formula yang tetap, umat memiliki kepastian. Di tengah ketidakpastian padang gurun, formula yang konstan ini menjadi sauh yang kuat bagi iman mereka.


Formula ini menyatukan identitas Israel sebagai umat yang "ditandai" oleh Nama YHWH. Di tengah bangsa-bangsa penyembah berhala, Israel memiliki Tuhan yang "berbicara" langsung memberkati mereka. Tuhan sendiri yang melindungi mereka dan Allah berkenan kepada umatNya. 


3. Apa isi pesan utama berkat?

Dalam konteks Kitab Bilangan, ada tiga pesan utama yang ingin disampaikan Tuhan melalui berkat ini:


3.1. Penyertaan Tuhan di tengah bahaya

Perjalanan di padang gurun penuh dengan musuh dan kekurangan. Dengan kata "melindungi" (*shamar*), Tuhan menegaskan bahwa Ia adalah pelindung (protektor) di tengah lingkungan yang tidak ramah. Berkat ini adalah "jaminan keamanan" bagi bangsa yang sedang bergerak.


Artinya sasaran dari bagian pertama adalah perlindungan fisik:

"TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau"


Barak (Memberkati): Akar katanya berkaitan dengan "lutut". Memberkati berarti Tuhan "merendahkan diri" untuk memberikan kebaikan kepada manusia. Ini mencakup berkat materi, kesehatan, dan keturunan.

Shamar (Melindungi): Kata ini berarti menjaga, memagari dengan duri, atau mengawasi. Maknanya adalah Tuhan tidak hanya memberi berkat, tapi juga memagari berkat itu agar tidak hilang atau dicuri.


Berjalan di padang gurun mmiliki tantangan luar biasa; ketidak pastian arah, kekeringan, musim panas yang sangat panas sampai 53 derajat celsus dan musim dingin sampai dibawah minus 6 derajat celcus. Selain alam, berjalan dipadang gurun sangat beebahaya dari binatang buas dan berbisa. Beejalan di padang gurun pada akhirnya harus berhadapan dengan badai gurun yang mematikan.


Disinilah jaminan pemeliharaan Tuhan, Tuhan memberkati dan melindungi umatNya. 


3.2. Pemulihan Hubungan (Sinar wajah Tuhan)


Ada satu istilah dalam PL saat Tuhan tidak berkenan kepada umatNya dengan kalimat: "menyembunyikan wajahNya". Maaih ingat peristiwa umat Allah membuat patung lembu emas? Allah begitu murka dan menyembunyikan wajahNya sampai Musa membuat penegasan yang yang memihak Tuhan ikut dalam barisannya dan lainnya akan dimusnahkan. (Band Kel 32:23-24). Arrinya kalau Tuhan menyembunyikan wajahnya maka mala petaka dan kebinasaanlah yang teejadi. 


Dalam berkat ini disampaikan: "Tuhan menyinari umatNya dengan  wajah Tuhan. Dalam formula ini, Tuhan menjanjikan bahwa "wajah-Nya menyinari" mereka. Ini adalah pesan pengampunan dan rekonsiliasi. Tuhan ingin umat-Nya tahu bahwa Ia tidak sedang marah, melainkan memandang mereka dengan senyum perkenanan.


Disini kita melihat makna Perkenanan Ilahi

"TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia"


Kata Panim (Wajah): Dalam budaya Ibrani, wajah yang menyinari berarti ekspresi kasih sayang, senyuman, dan kehadiran yang dekat.

Chanan (Kasih Karunia): Berarti menunjukkan kemurahan hati kepada seseorang yang sebenarnya tidak layak menerimanya. Ini adalah kebaikan Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma.


Tuhan berkenan bersama-sama mereka. Allah tidak memalingkan muka lagi, tetapi senantiasa hadir dan selalu berkenan dijumpai dan disapa.


Swlain perkenaan Tuhan, Sinar dalam perjalanan sangat penting, sebagai petunjuk dan pemberi arah. Allah sendiri yang menuntun umatNya ke jalan yang Dia kehendaki. 


3.3. Persiapan untuk Penaklukan (Tuhan menampakkan wajahNya)


Sebelum mereka masuk ke Kanaan untuk berperang, mereka butuh Syalom. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kata "Syalom" bukan sekadar damai tanpa perang, tapi keutuhan mental dan spiritual - sejahtera. Tuhan ingin mereka berperang dengan kondisi batin yang utuh dan tenang karena mereka tahu siapa yang menyertai mereka. Tuhan sendiri menampakkan wajahNya sehingga umatnya aman dan tenteram dalam menduduki dan mendiami negeri perjanjian.


Bahagian ketiga ini menjelaskan kedamaian total: 

"TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera"


Kata "Yissa Panav" (menghadapkan wajah): Secara harfiah berarti "mengangkat wajah". Bayangkan seorang bapa yang mengangkat anaknya dan menatap matanya dengan penuh perhatian. Tuhan memberikan perhatian penuh secara pribadi kepada anda.


Syalom (Damai Sejahtera): Ini adalah kata yang sangat kaya. Syalom bukan sekadar tidak ada perang, melainkan kondisi keutuhan, kelimpahan, kesehatan, dan keharmonisan di semua aspek hidup.


3. Penutup: 


Sahabat yang baik hati pada bagian penutup ini, saya maj mengingatkan formula ini dalam bentuk personal: Tuhan memberkati "engkau". Disini harus dicatat bahwa berkat dan perlindungan Tuhan itu disampaikan kepada personal. ALLAH sendiri menyampaikan berkatnya secara personal kepada kita pribadi lepas pribadi. Hubungan robadi kita kepada Tuhan sangat penting, jadi berkat itu tidak diperwakilkan tetapi diaampaikan langsung kepada pribadi lepas pribadi. 


Hal terakhir Tuhan berfirman: "Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel..." Allah sendirilah yang menyampaikan berkatnya, imam adalah saluranNya. 

Dalam bahasa Ibrani, Nama (Shem) mewakili karakter dan otoritas pribadi tersebut. Memberkati umat dengan Nama TUHAN berarti memeteraikan mereka sebagai milik kepunyaan Allah sendiri. Tuhan bukan hanya memberikan "sesuatu" (berkat), tapi Ia memberikan "Diri-Nya" kepada umat-Nya. Amin


Tuhan memberkati!

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy



KENAIKAN TUHAN YESUS DAN AMANAT MENJADI SAKSI KRISTUS

 Catatan Kotbah Hari Kanaikan Tuhan Yesus

Kamis, 14 Mei 2026

Ev. Kisah Rasul 1:1-11


KENAIKAN YESUS DAN AMANAT MENJADI SAKSI KRISTUS


Selamat Merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus! Yesus naik ke Sorga bukanlah berpisah dan meninggalkan  murid-murid, tetapi Yesus kembali kepada hakekatNya yang Ilahi dan menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga sekaligus membuka harapan baru bagi orang percaya, bahwa pengharapan kita bukan hanya di dunia ini, tetapi kita telah memiliki jaminan sebagai ahli waris ke dalam Kerajaan Sorga.


Sahabat yang baik hati, Kotbah Minggu ini menjelaskan kepada kita tentang pekerjaan Yesus sealama 40 hari setelah kebangkitan, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid menguatkan dan meneguhkan mereka bahwa Yesus bensr-benar bangkit.  Kedua Yesus memberi amanat kepada murid-murid dan ketiga Yesus naik ke sorga. Ketiga hal inilah sangat penting untuk kita maknai dalam kehidupan kita. 


1. 40 Hari Yesus Menampakkan Diri


Penulis Kisah Para rasul sama dengan penulis Injil Lukas, itulah sebabnya diaapa dalam buku pertama telah dituliskan kepada Teofilus  tentang pelayanam Yesus. Maka dalam buku kedua ini kesaksian para rasul memberitakan Injil sebagaimana diamanatkan oleh Tuhan Yesus. Berikut perlu kita perhatikan pada ayat 3


Kisah Para Rasul 1:3 (TB)  Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 


Dalam awal buku Kisah Rasul ini disampaikan apa yang dilakukan Yesus selama 40 hari setelah kebangkitannya, yaitu menampakkan diri kepada murid-murid dan kepada orang banyak. Tujuannya adalah


Pertama; Yesus menampakkan diri untuk membuktikan bahwa Yesus benar-benar hidup. Ada banyak berita yang simpang siur di kalangan umum. Murid-murid memberitakan Yesus benar-bensr bangkit, namun kaum Farisi dan ahli Taurat menyebarkan issue doan hoax bahwa Yesus tidak bangkit bahkan mereka menyogok penjaga pintu kuburan. Dengan penampakan Yesus selama 40 hari di tengah-tengah murid dan dihadapan banyak orang bahwa Yesus membuktikan kebenaran. Penampakan Yesus di tengah-tengah umum menghentikan berita bohong dan hoax yang sengaja dibuat oleh kaum Farisi. 


Maka di hari kenaikan ini diamanatkan juga bagi kita untuk ambil bagian menghentikan dan melawan berita bohong. Kebohongan adalah dosa yang memanipulasi kebenaran. Kebenaran harus ditampilkan agar orang hidup dalam kebenaran. 


Kedua, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid bertujuan untuk meneguhkan mereka. Ada saja murid yang rapuh, mudah goyah dan sulit diyakinkan. Dengan penampakan Yesus kepada murid-murid, mengajar mereka bahkan makan bersama dengan mereka untuk menguatkan dan meneguhkan  mereka semua supaya percaya kepada Yesus dan kebenaran yang disampaikanNya. Peneguhan ini sangat penting karena mereka akan menghadapi berbagai tantangan dalam memberiyakan Injil..


Ketiga Yesus mengajak mereka untuk berdoa dan menunggu turunNya Roh Kudus yang akan menyertai dan mengajar murid-murid melakukan amanat Tuhan Yesus. Roh Kuduslah yang memampukan murid-murid melakukan tugas pemberitaan Injil.


2. Amanat Tuhan Yesus: Menjadi Saksi


Sebelum Yesus naik ke Sorga, satu amanat yang disampaikan kepada Para Rasul adalah: pengutusan. Para rasul adalah utusan Kristus di dunia ini untuk memberitakan Injil.  Jika kita baca keempat Injil memiliki penekanan khusus. Injil Matius menekankan: pemuridan. "Jadikanlah segala bangsa jadi muridKu." (Mat 28:19), Injil Markus: memberitakan Injil ke segala mahkluk (Markus 16:15), Injil Yohanes menekankan tugas penggembalaan: "Gembalakanlah domba-dombaku" (Yoh 21:15-19) dan Injil Lukas menekankan menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi (Kis 1:8).


Apakah kekuatan para murid dalam menjalankan tugas pengutusan ini. Penulis Kisah para Rasul yaitu Lukas menjawab bahwa Roh Kudus menjadi kekuatan untuk melaksanakan tugas pengutusan. Roh Kudus akan mengajar mereka tentang apa yang harus dikatakan, Roh Kudus akan menghibur dan Roh Kudus akan menyertai mereka sampai akhir zaman. Jika kita baca seluruhnya Kisah Para Rasul, sangat nyata karya Roh Kudus atas diri para rasul dalam memberitakan Injil. Roh Kudus secara aktif mengarahkan dan memberi petunjuk kemana harus pergi untuk memberitakan Injil.


Kamu akan menjadi saksiKu! Menyaksikan Yesus Kristus merupakan tugas berat bagi para Rasul. Beberapa pertimbangan adalah 1) Yesus menurut Kekaisaran Romawi adalah seorang yang dijatuhi hukuman mati. Jadi memberitakan tentang Yesus berurusan dengan hukum Romawi. Secara massif Kekaisaran Romawi melakukan penindasan dan pengejaran terhadap orang-orang yang memberitakan Yesus Kristus. 2) Bagi kalangan Yahudi, Yesus itu dihukum mati karena dianggap telah menyesatkan banyak orang, menamakan diri Anak Allah dan tuduhan lainnnya. Bahkan mereka merekayasa suatu kesaksian palsu dengan menyogok penjaga kubur Yesus. Jadi kalangan Yahudi selalu membenci para rasul karena pemberitaan tentang Yesus Kristus yang bangkit. Tentu masih banyak kalangan lainnya yang tidak menghendaki pemberitaan tentang Yesus Kristus. Tetapi mereka harus menyaksikan Yesus Kristus adalah Anak Allah, Dia Mesias yang dijanjikan menggenapi keselamatan. Dia mati dan dikuburkan bangkit oada hari ketiga untuk melakukan penebusan daro doaa dan maut. 


Para murid terus memberitakan Injil Yesus Krostus dan menjadi saksi atas semua yang terjadi dalam diri Yesus, karena mereka yang bersama-sama dengan Yesus: menerima pengajaran, kotbah dan mujizat yang dilakukan Yesus. Seturut dengan itu pula mereka harus memberitakan berita yang benar tentang Yesus Kristus dan melawan segala berita yang keliru tentang Yesus Kristus. Mereka tidak takut sekalipun harus martyr. Di dalam Yesus Kristus kita menemukan jalan keselamatan yang ditentukan Allah untuk menyelamatkan manusia.


Pemberitaan Murid harus bergerak dan terus progresif. Jangan tinggal di satu titik, tetapi terus berkelanjutan dari Pusat Kota orang Yahudi (Yerusalem), ke Yudea lingkar luar Yahudi, ke  Samaria (Yahudi yang dianggap bukan saudara lagi) sampai ke ujung bumi (orang asing atau seluruh bangsa). Ini menunjukkan berita keselamatan itu harus sampai ke ujung bumi, ke segala suku bangsa dan jangan sampai ada satu daerah di dunia ini Injil yang tdak disentuh oleh Injil.


Urutan Yerusalem, Yudea, Samaria dan Keujung Bumi juga sapat kita pahami bahwa tugas memberitakan Yesus Kriatua di mulai dsri rumah, orang terdekat, tetangga hinggsa sahabat jauh. Jadilah saksi-saksi Kristus di mana pun..


Menjadi saksi Kristus adalah tugas kita semua orang yang menerima Yesus Kristus. Menyaksikan Yesus Kristus bukan menunggu giliran untuk dipanggil seperti saksi di pengadilan. Tetapi memperkatakan, perbuatan, sikap dan pemikiran kita harus menjadi kesaksian yang harum bagi semua orang. Jangan takut, Roh Kudus penjamin, penghibur dan sumber kekuatan kita. Amin


3. Yesus Naik Ke Sorga: Pengharapan Baru.


Kisah Para Rasul 1:11 (TB)  dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 


Murid-murid menatap ke langit, Yesus telah naik ke Sorga. Syukurlah malaikat menegor mereka agar jangan hanya menatap ke langit saja. Kaki mereka masih di bumi san harus berkarya di bumi namun tujuan kita adalah Sorga. Hal ini mengingatkan murid mereka menginjakkan kaki di bumi namun pengharapannya adalah ke Sorga.


Pesan ini sangat berharga, kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga menyadarkan kita ada tugas-tugas yang diberikan Tuhan kepada kita oleh karena itu marilah melakukan tugas-tugas kita masing-masing dengan penuh semangat karena dengan melakukan tugas dan pekerjaan kita itulah kita diberkati oleh Tuhan. Dengan bekerja, kita memperoleh berkat dan bekal dalam menjalani kehidupan ini. 


1 Korintus 15:19 (TB) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.


Pengalaman murid-murid yang menatap ke langit menjadi pesan penting bagi kita bahwa sesibuk apapun kita di dunia ini dan seberat apapun beban yang kita pikul serta senikmat apapun rezeki yang kita terima di dunia ini ingatlah melihat ke atas. Kesuksesan di dunia ini bukanlah tujuan akhir hidup manusia tetapi bersama Bapa di Sorga. Yesus segera datang menjemput kita di tempat yang Dia telah sediakan. Jadi pengharapan kita ada di Rumah yang telah disediakan Yesus Kristus bagi kita.


Maka dalam merayakan hari Kenaikan ini, kita diingatkan kembali akan pengaharapan baru yaitu Tuhan Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Kita semua adalah ahli waris kerajaan Soega dan Kroatus akan datang menjemput kita untuk menikmati kwbahagiaan kekal di dalam Rumah Bapa di Sorga. Amin


Tuhan memberkati

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


TETAPLAH BERDOA

 Catatan Kotbah Minggu Rogate



Minggu, 10 Mei 2026

Ev. Kolose 1:9-14


TETAPLAH BERDOA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita sudah memasuki Minggu Rogate, minggu sebelum hari kenaikan Tuhan Yesus. Waktu ini sangat penting bagi murid-murid, karena tidak berapa lama lagi Yesus bersama-sama dengan mereka. Minggu rogate ini sesungguhnya diarahkan kepada murid akan pesan-pesan akhir Tuhan Yesus sebelum naik ke sorga, yang menekankan tentang doa. 


Rogate berasal dari bahasa Latin "rogare" yang berarti "meminta" atau "berdoa". Ini adalah nama minggu ke-5 setelah Paskah dalam kalender gerejawi (terutama Protestan/HKBP) yang menekankan ajakan untuk berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan, berdasarkan Yohanes 16:24, "Mintalah, maka kamu akan menerima". Rogati bukan juga hanya meminta, tetapi kita meminta karena kita Tahu Tuhan itu maha baik dan ladanya ada segala sesuatu yang kita butuhkan.  Dalam hal berdoa kita harus menyadari bahwa Tuhan memngetahuo apa yang kita butuhkan sehingga atas kehe dakNyalah doa dan permohonan kita itu dijawab. 


Kita berdoa karena kita percaya kepada Tuhan, kita memohon kepadaNya dan permohonan ini membuat hubungan kita kepada Tuhan tidak terputus. Berdoa adalah nafas kehidupan orang percaya. Yesus sendiri sebelum naik ke sorga berdoa kepada murid-murid, orang percaya dan orang yang akan percaya agar semua mereka menjadi satu (baca Yoh 17) dan berpesan kepada murid-murid untuk berjaga-jaga dan berdoa. Yesus meneguhkan murid-murid sekalipun Yesus akan pergi namun berdoa Roh Kudus akan turun menyertai mereka, mengajar dan menghibur. Kalaupun Yesus pergi, mereka tidak ditinggalkan seperti yatim piatu, Dia akan datang kembali (Yoh 14:18). Artinya berdoa adalah hal yang tidak terpisahkan dari murid-murid. 


Kotbah Minggu ini tertulis dari Kolose 1:9-14 suatu keteladanan yang ditunjulkan oleh Paulus. Paulus seorang rasul yang terus menghidupi doa dan  terus berdoa untuk pertumbuhan jemaat yang dia dirikan dan jemaat mula-mula  agar diberikan hikmat, memiliki perilaku sebagaimana dikehendaki Tuhan serta luat menghadapi tantangan yang dialami. 


Baiklah kita mengambil beberapa pelajaran berharga dar catatan kotbah minggu ini:


1. Berdoa: kehidupano orang beriman (martangiang ngolu ni halak na porsea)


"Kami tiada berhenti-hentinya berdoa untuk kamu." Setidakbya kalimat ini menunjukkan dua hal, Pertama Paulus dalam kehidupan sehariannya adalah orang berdoa. Kedua doa Paulus bukanlah apa yang dibutuhkannya, tetapi di dalamnya Paulus berdoa syafaat bagi pertumbuhan iman jemaat Kolose (termasuk jemaat lain yang menghadapi masalah dan pergumulan). Paulus selalu berdoa terhadap apa yang terjadi di dalam jemaat. 


Aktifitas berdoa ini ditekankan oleh Paulus pula di beberapa suratnya yaitu: 

- Roma 1:9 " dalam doaku, aku selalu mengingat kamu (baca juga Efesus 1:16; Filipi 1:4; Koloses 1:3; 1 Tes 1:2; 2 Tes 1:11;  1 Tim 5:5 berdoa siang dan malam.

Dari beberapa ayat ini bagaimana Rasul Paulus menghiduli doa dalam pelayanannya dan secara rutin mendoakan jemaat dan orang-orang yang ikut bersama dia dalam pelayanan. 

Hal yang Paulus juga menasihatkan agar jemaat melakukan aktifitas doa:

- Rom 12:12 "...bertekunlah dalam doa"

- Kolose 4:2a "bertekunlah dalam doa.."

- 1 Tes 5:17 "Tetaplah berdoa"

Sesungguhnya masih banyak nats yang kita baca dari surat-surat Paulus bahwa doa adalah aktifitas yang tidak terpisahkan dari hidup Paulus.


Dengan contoh kehodupan Paulus ini, kehiduoan orang beriman adalah berdoa. Kita berdoa karena kita percaga kepada Tuhan dan apa yang kita minta ada pada Tuhan. Orang beriman berdoa bukan hanya memintah apa yang dia butuhkan dalam hidup, tetapi berdoa juga untuk orang lain. 


2. Doa Paulus Kepada Jemaat:


Paulus tak henti-hentinya mendoakan jemaat yang dialayani. Di dalam dka menhebutkan secara deteil tentang harapannya tentsng pertumbuhan iman jemaat. Dari aya bacaan kotbah minggu ini, kiga mencatat ada 4 hal isi doa Paulus kepada jemaat Kolose, yaitu:


a. Memiliki hikmat dan pengeritian (Sophia) ay 9. 


Pentingnya hikmat ini banyak dibicarakan dalam kitab Amsal. Dalam hidup ini orang percaya harus memiliki hikmat dalam situasi apapun. Paulus mengginakan kata sopia menjelaskan hikmat dan pengertian. Sophia (Yunani) adalah kata Yunani untuk "hikmat" atau "kebijaksanaan" yang muncul dalam Alkitab. Ini menggambarkan pemahaman mendalam, kecerdasan, dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan ilahi dalam kehidupan praktis, sering kali dipersonifikasikan sebagai perantara penciptaan Allah (seperti dalam Amsal 8). 

Dengan pedoman ini Paulus mengharapkan jemaat untuk memiliki hikmat dan pengertian sebagaimana dalam pengajaran iman, yang takut akan Tuhan karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. 


b. Nyata dalam pekerjaan baik:

Identitas Kristen harus nyata dalam perbuatan baik. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati. Beriman itu nyata dalam praxis kehiduoan. Bagaimana mungkin kita disebut menjadi terang namun tidak menunjukkan cahaya? Bagaimana mungkin kita menggarami namun rasa sudah hambar dan tidak memiliki kekuatan untuk mengjbah rasa? Disinikah Paulus terus berdoa agar jemaat mula-mula yang beriman menunjukkan sikap hidup yangbnyata dalam perbuatan baik. 


c. Bertumbuh dlm pengenalan akan Tuhan

Ada banyak rupa-rupa pengajaran, yang terjadi pada jemaat mula-mula, namun mereka harus memiliki filter dan mengujinya mana pengajaran yang benar. 1 Tesalonika 5:21 (TB)  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Munculnya rumusan konfessi atau lengakuan iman rasuli salah satu cara bapak-bapak gereja merumuskan berbagai ajaran yang menyesatkan. Demikian dengan kanonisasi alkitab cara melindjngi iman jemaat dsri sumber-sumber pengajaram iman. 


Paulus berdoa untjk jemaat agar bertumbhh dalam oengenalan hang bensr tentang Tuhan, terlindungi dsri rupa-rupa ajaran hang menyesatkan. Hal hang tidak kalah pentingny, jemaat semangkin mengenal Tujan atas semua apa hang terjadk dalam hidup. 


Di jaman now juga mesti diperhatikan ada banyak Argumentasi yang meniadakan iman baik dari rupa-rupa ajaran agama lain dan juga dari sains dan ilmu pengetahuan. Semua itu harus dibekali dan didoakan agar tetap mengenal Tuhan.  


d. Kuat, tekun dan sabar menghadapi kehidupan: 

Perjalanan iman ibarat seorang yang menunggu dan, penunungguan ini tidak ditentukan kapan, tetapi segera. Dia akan datang segera namun kita tidak tahu kapan dia akan datang.  Sementara ada banyak hal yang harus dijawab, ada banyak hal yang dilakukan menghadapi tekanan, ancaman, pengejaran dan lenganiayaan. Paulus berdoa kepada jemaat agar memiliki kekuatan. Kekuatan itu ada pada orang hang sabar dan tekun. 

Efesus 6:10 (TB)  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 

Dan kekuatan kita adalah doa sebagaimana disebutkan dalam nyanhian BE 487:1

Tung halak na margogo, si partangiang i.

Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i.

Pos situtu rohana, di Debata na i.

Tuhan na manaluhon, sude pangalo i.


3. Mengucap Syukur dnan berterima kasih.


Selain berdoa, kotbah ini menekankan kita untuk bersyukur dan bersukacita. Di dalam doa jangan hanha memohon, tetapi bersyukur atas apa yang ada. Bersyukur menjauhkan orang dari sungut-sungut, bersyukur membuat seseorang menyadari pemberian Tuhan.


Paulus menyebutkan sumber ucapan syukur dan sukacita kita adalah karena kuta telah dilayakkan menjadi ahli waris dalam kerajaan Allah. Kristus telah menyelamatkan kita dengan tindakan penebusan dj dalam Yesus Kristus. Hutang dosan dan pelanggaran kita telah ditebus dengan harga yang mahal yaitu dengan darah Yesus Kristus yang tekah mati di kayu salib. 


Sahabat yang baik hati berdoa dan bersyukur dua hal yang tidak boleh terpisahkan, saat Tuhan memberikan apa yang telah kau minta di dalam doa, ingatlah bersyukur. Amin



Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


.

Sabtu, 02 Mei 2026

AKU MENYANYI BAGI TUHAN

 Catatan Kotbah Minggu Kantate

Minggu, 3 Mei 2026

Ev. Keluaran 15:1-14

 


AKU MENYANYI BAGI TUHAN


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kisah Musa membawa Israel keluar dari perbudakan Mesir merupakan cerita yang sangat luar biasa, cerita ini bukan hanya disukai oleh orang Israel tetapi seluruh bangsa-bangsa di dunia. Kisah yang sangat luar biasa diaman Allah Israel mendengarkan sengaara umatNya dan melakukan pembebasan.


Jeritan kesengsaraan bangsa Israel dibawa dalam doa-doa mereka. Mereka tidak memberontak atau melakukan perlawanan selain mereka hanya budak di Mesir sementara Firaun sanga kuat.  Tapi saat Tuhan berkendak, sekalipun Firaun sudah seperti dewa pencabut nyawa yang berkuasa atas rakyat yang dipimpinnya? Namun kitab Keluaran menjadi titik berangkat pembebasan. Tuhan telah mendengar seruan umatNya dan melakukan perbuatan besar membebaskan umatNya. Allah Israel membebaskan umatNya dan menenggelamkan Firaun dan pasukannya.

Jika minggu ini disebut dengan mingggu Kantate, maka ada banyak nyanyian sukacita, pujian dan suasana kegembiraan yang dapat dikumandangkan. Orang percaya menyanyikan karya Allah yang besar membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Tuhan membebaskan bangsa Israel dari Penindasan Mesir.  Mazmur pertama dalam PL tertulis dalam Kitab Keluaran pasal 15 ayat 1-18, yang diberi judul "Nyanyian Musa dan Israel". Diikuti dengan kidung pendek di ayat 20 dan 21 yang dinyanyikan oleh Miryam dan para perempuan Israel. Kidung ini pertama kali dinyanyikan oleh orang Israel setelah mereka melewati Laut Merah (Laut Teberau) dengan selamat dan orang-orang Mesir yang mengejar mereka ditenggelamkan dalam laut.


Musa dan Myriam bersama bangaa Israel menyanyikan Mazmur bagi nama Tuhan. Allah itu perkasa, melwbihi seorang pahlawan dan lebih kuat dari dewa mana pun. Dialah Allah Israel yang membebaskan umatNya dan menenggwlamkan Firaun san paaukanNya di Laut Merah. 


Nyanyian ini patutlah kita nyanyikan juga sesuai dengan nama Minggu Kantate berarri nyanyilanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian apa yang kita nyanyikan? Marj kkta petik beberapa catatan berharha sari Mazmur Musa ini


1. Menyanyikan: Tuhan adalah kekuatanku dan Mazmurku


Keluaran 15:2 (TB)  TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. 


Salah satu kisah paling menakjubkan dalam sejarah dunia adalah bebasnya Israel dari perbudakan Mesir dibawa seorang pemimpin besar yaitu Musa. Perjuangan yang sungguh amat berat, tulah demi tulah hingga tulah kesepuluh  kematian anak sulung baru Firaun menyerah dan membiarkan bangsa Israel yang telah  430 tahun Israel budak di Mesir. Setelah Israel keluar, raja Firaun nampaknya belum iklas karena kerugian besar atas Mesir. Firaun mengarahkan kembali pasukan terbaiknya 600 kereta kuda dan lasukan terbaik lainnya dikerahkan untuk mengejar, menangkap dan mengembalikan mereka menjadi budak. Dipihak lain Israel ketakutan karena berada dalam pilihan sulit tidak dapat melanjutkan perjalanan karena Laut Merah (Tiberau) yang terbentang di depan semantara diam daan menunggu sama saha artinya menunggu mati ditangan pasukan Firaun. Orang banyak telah panik, ketakutan bahkan kesal terhadap Musa.

Keluaran 14:10-11 (TB)  Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,

dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?


Dalam keadaan sulit, maju sama saja menenggelamkan diri di laut, menunggu sama artinya mati di tangan Firaun. Sungguh, di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar. Tuhan memerintahkan Musa memukul tongkatnya ke air laut,  lalu angin kencang bertiup hingga menguak air terbelah dua sehingga bangsa itu dapat berjalan diantara tembok air hingga menyeberang. Pasukan Firaun terus mengejar tapi lihatlah, ketika seluruh umat Israel menyeberang air laut itu kembali menyatu dan menenggelamkan dan menewaskan seluruh pasukan Firaun.


Dari semua yang dialami oleh Musa dan bangsa Israel Musa menyanyikan pujian dan zmur bagi Tuhan: Tuhan adalah kekuatanku, mazmurku dan keselamatanku! Inilah nyanyian dan ungkapan syukur Musa beserta seluruh umat Israel  kepada Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dari Tuhan. Tuhan membelah air laut sehingga mereka selamat dari ancaman kematian, bukan hanya itu tetapi Tuhan telah menenggelamkan dan menewaskan musuh yang mengancam dan mengejar mereka.


Pembebasan yang dirasakan oleh bangsa Israel dengan proses yang begitu panjang dan keajaiban demi keajaiban dari Tuhan yang mereka saksikan dan alami sendiri membuat mereka semakin takjub akan kekuasaan Tuhan sumber kekuatan dan keselamatan mereka. Oleh sebab itulah setiap bani Israel wajib menceritakan setiap perbuatan Tuhan kepada anak-cucu mereka.


2. Menyanyikan Keselamatan: Firaun mengejar, Tuhan menerjang


Keluaran 15:4-5 (TB)  Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. 

Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu. 


Sunggguh agung tindakan Tuhan dalam situasi yang sangat mencekam. Jika anda menonton film Moses, tampak Musa sangat depresi, disatu sisi dikejar pasukan Firaun, didepan ada laut. Musa berdoa dan memintanpetunjuk dan Tuhan pun memerintahkan Musa mengulurkan tongkatnya kelaut dan apa yang terjadi, laut terbelah dua seperti tembok air itu menahan sehingga bangsa itu dapat berjalan di dasar laut.  


Laut Merah yang dirasa adalah laut menenggelamkan mereka sesungguhnya menjadi jalan pendek menyeberangi tanah perbudakan. Orang Israelpun bisa berjalan dalam laut yang terbelah. Setelah mereka menyeberang, pasukan kereta kuda Firaun yang mengejar persis di tengah laut yang terbelah, Musa pun menurunkan tangannya kemudia air laut kembali menyatu. Akhirnya seluruh pasukan Firaun yang mengejar ditunggangbalikkan dan tenggelam di dasar laut.  


Kuda yang cepat mengejar, mempercepat mereka sampai ke dalam lautan. Firaun yang merasa penentu dalam segala hal di Mesir harus tenggelam di dasar laut. Itulah kuasa Allah yang membebaskan. Pelajaran ini sangat penting, ada yang merasa hebat janganlah menindas orang, Tuhan akan menerjang dan menenggelamkan mereka yang sombong dan pongah. 


Pelajaran 10 tulah tidak membuat Firaun jera, sekalipun bangsa Israel telah keluar Firaun terus mengejar untuk menangkap dan menjadikan Israel menjadi budak. Namun Tuhan bertindak: Firaun dan pasukannya mengejar maka Tuhan pun menerjang, menenggelamkan mereka semuanya di Laut Tiberau. 


Demikian hidup ini, tantangan menghadaplng, ancaman mengejar dan memburi nyawa kita. Percaya Tuhan penolong dan penyelamat bagi kita. 


3. Menyenyikan: Tuhan menuntun jalan sampai ke tujuan


Keluaran 15:13 (TB)  Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus. 


Kisah pemeliharaan Tuhan atas umat Israel selama perjalanan di padang gurun merupakan sesuatu yang unik. Alkitab mencatat bahwa mereka berjalan di padang gurun selama 40 tahun hingga sampai ke tanah Kanaan. Padahal jika ditarik garis lurus jarak Mesir ke Kanaan hanya berkisar 400 km lebih atau 250 Mil. Namun Tuhan menyuruh Musa mengambil jalan melingkar dan mereka berkemah  di satu tempat: seperti komunitas nomaden berpindah-pindah seturut dengan rencana Allah. Mereka bergerak dan berdiam tergantung sepenuhnya atas perintah Allah. Keluaran 13:18 (TB)  "Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau..." petunjuk bagi mereka adalah tiang awan dan tiang api. Jika tiang awan naik maka mereka bergegas berangkat. Jika tiang awan berhenti maka mereka akan berhenti dan berdiam di situ  demikian Allah melatih dan membentuk umatNya. Keluaran 40:36-37 (TB)  Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.'


Perjalanan Musa membawa Israel ke Mesir bukanlah semata-mata hendak menyeberangkan Israel dari Mesir ke Kanaan, tapi jauh lebih dari itu: Tuhan hendak membimbing mereka menjadi umat yang dipersiapkan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang kuat dan mashyur, dibekali dengan Taurat dan perintah Allah sehingga mereka berbeda dengan bangsa lainnya.


Perjalanan di padang gurun merupakan pembentukan karakter, mindset dan pola pikir. Coba kita bayangkan  430 tahun di Mesir menjadi budak, jika 40 tahun saja satu generasi itu berarti sudah 100 angkatan lebiturun temurun mereka diperhamba di Mesir. Mental perbudakan harus diubah menjadi suatu bangsa yang merdeka. Manusia merdeka yang dibentuk menjadi taat kepada perintah dan kehendak Allah. Selama 430 tahun diperbudak dilatih dan dibimbing 40 tahun dalam universitas kehidupan di padang gurun agar mereka benar-benar menjadi bangsa yang merdeka.  Tiga kata yang menarik yang disebutkat dalam renungan hari ini:

1. Menuntun Umat Israel dengan kasih setia

2. Ditebus dengan kekuatan Allah

3. Dibimbing ke kediaman Allah di tanah Perjanjian.


Itulah sebabnya pendidikan di padang gurun merupakan pembentukan  dari segala bidang. Pertama tersedianya manna setiap hari. Dengan itu sebenarmya kebutuhan mereka dicukupkan. Dalam keadaan sulit tak ada air, namun mereka melihat suatu peristiwa besar air pahit berubah menjadi manis, dari batu cadas ada air yang memancar. Dalam hal kesetiaan, kelelahan dan berbagai ketidak mungkinan hidup namun dimungkinkan oleh Allah. Alam dan segala keadaan sulit telah menjadi pembelajaran dan pembentukan mentalitas, iman dan karakter mereka yang harus setia dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dalam berkelimpahan mereka diuji untuk bersyukur, dalam keadaan yang sangat genting dan krisis mereka diuji untuk berpengharapan. Itulah pembentukan umat Israel agar mereka sungguh-sungguh menjadi umat pilihan Allah.


Tuhan pimpin langkahku agar tidak tersesat pada KJ 413 dengan syair

Tuhan pimpin anakMu

Agar tidak tersesat

Akan jauhlah seteru

Bila Kau tetap dekat

Tuhan pimpin arus hidup menderas

Agar jangan ku sesat

Pegang tanganku erat


Perjalanan gurin sangat mematikan, keterbatasan air namun Tuhan berikan air, Tuhan mengubah air pahir menjadi manis. Tuhan mengeluarkan air dari batu padas. Tuhan menunrun umatnya dengan menyediakan makanan sehari-hari. Tuhan selalu berikan manna. Saat rindu makan daging Tuhan berikan burung puyuh. Perjalanan di gurun sangat mematikan panas terik dan dingin membeku. Berjalan di gurun pertarungan mematikan dari binatang buas dan berbisa. Bahaimana kita bisa menjalani ini. Mazmur Musa ini menyebutkan Tuhan menuntun umatNya.


Sahabat yang baik hati, demikianlah kita menjalanimkehidupan ini dalam segala macam tantangan, hambatan, ancaman dan berbagai taktik dari kompetitor kita dalam hidup ini. Kita percaya Tuhan menuntun kita untuk menyelesaikan perjalanan yang Tuhan teyapkan bagi kita masing-masing. Amin


Selamat Berkantate

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


TUHAN MEMBERKATI DAN MELINDUNGI ENGKAU

  Catatan Kotbah Minggu Exaudi Minggu, 17 Mei 2026 Ev. Bilangan 6:22-27 TUHAN MEMBERKATI ENGKAU DAN MELINDUNGI ENGKAU Selamat Hari Minggu! S...