Sabtu, 07 Maret 2026

MENGARAHKAN HATI DAN PIKIRAN MENCARI TUHAN

 Catatan Kotbah Minggu Okuli

Minggu, 8 Maret 2026

Ev. 1 Kronika 22:14-19




MENGARAHKAN HATI DAN PIKIRAN MENCARI TUHAN


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, Dua tokoh dalam kotbah Minggu ini merupakan teladan dalam mencari Tuhan sebagaimana topik Minggu. Mereka sama-sama.mewujudkan pembangunan Bait Allah. Daud merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan Bait Allah dan atas kehendak Tuhan pula Salomo memimpin pembangunannya hingga selesai. Sehingga Bait Allah adalah menjadi bangunan istimewa, diyakini Tuhan hadir dan memerintah dari Sion dan pusat ibadah bagi bangsa Israel. 


Menurut rencananya, bagi Daud dan Salomo Bait Allah merupakan pusat kebidupan Israel. Daud adalah perancang yang luar biasa menjadikan Sion sebagai pusat Kerajaan dan Pusat Ibadah. Setelah Daud menetapkan Sion sebagai Ibu Kota Israel, dia membangun kemahnya dan memerintah dari Sion dan hendak membangun Bait Allah bagi Tuhan. 


Setelah Istana Daud selesai, selanjutnya kerinduan Daud adalah membangun pusat Ibadah atau Bait Allah, dengan memindahkan Tabut Perjanjian ke Sion. Sebelum adanya Bait Allah, Umat Israel beribadah di Bethel (utara), dan beberapa titik yang ditentukan yang disebut dengan kota Kudus. Pemusatan Ibadah dirasa oleh Daud sangat penting untuk mempersatukan Israel. Selain itu kehadiran Bait Allah di Sion sekaligus hendak menjelaskan Allah memerintah umatNya karena Israel menganut sistem theokrasi. ALLAH sendirilah yang memilih dan mengangkat raja bagi umatNya.  


Apa jawaban Tuhan atas permohonan Daud membangun Bait Allah dan bagaimana dia merencanakannya? Dalam kotbah Minggu ini kita temukan bagaimana kesungguhan hati dan pikiran Daud mewujudkan pembangunan Bait Allah. Sekalipun Tuhan menolak Daud membangun Bait baginya karena tangannya terlalu banyak menumpahkan darah. Tuhan menghendaki anaknya Daud membangun Bait Allah bagi Tuhan. Sekalipun Tuhan menolak permintaan Tuhan, Daud taat dan mempersiapkan segala sesuatu agar anaknya Salomo dapat membangun Bait Allah. 


Untuk lebih mendalami kotbah ini baiklah kita: 


1. Kerinduan Daud dan ketaatan kepada Perintah Tuhan.


Dua catatan penting dari 1 Tawarikh 22 ini dari Daud.


1.1. Kekayaan dan kekuasaan tidak menjadikan segala sesuatu dapat dilaksanakan. 

Daud memiliki kekayaan dan sumber daya manusia yang berlimpah, arsitek, tukang kayu. Besi dan kayu dan selurun material yang dibutuhkan tersedia. Ditambah lagi dengan kapasitasnya sebagai raja. 

1 Tawarikh 22:14 (TB) Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi. 

1 Tawarikh 22:15-16 (TB) Lagipula engkau mempunyai sangat banyak pekerja, yakni pemahat-pemahat batu, tukang-tukang batu dan kayu dan orang-orang yang ahli dalam segala macam pekerjaan

emas, perak, tembaga dan besi, yang tidak terhitung banyaknya. Mulailah bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau!" 


Sunguhnya tidak ada lagi penghalang bagi Daud mendirikan Bait Allah. Namun Daud taat kepada keputusan Tuhan dan mengamanatkannya kepada Salomo. 


1.2. Daud taat kepada keputusan Tuhan dan mempersiapkan anaknya membangun Bait Allah.

Daud tidak memaksakan kerinduannya kepada Tuhan, dia memiliki kesadaran yang tinggi akan siapa diriNya. Penolakan Tuhan pada dirinya diterima dengan lapang dada. Dia mempersiapkan segala sesuatu agar anaknya dapat melaksanakan pembangunan dengan baik. Jika kita baca nas kotbah Minggu ini segala material: emas, kayu dan material bangunan lainnya dilengkapi. Demikian dengan para tukang dan ahli. Semuanya dilengkapi oleh Daud, mengarahkan seluruh stake holder yang berpengaruh dsri masyarakat agar mendukung Salomo mewujudkan pembangunan ini.


Tindakan Daud ini dapat menjadi refleksi yang mendalam. Umumnya orang ingin menjadi populer dan kegiatan berpusat pada diri sendiri, seolah dirinya sendirilah satu-satunya yang pantas dan layak untuk tugas dan suatu missi. Termasuk dalam pelayanan gereja seolah tanpa "aku" ini semua tidak bisa. Ego seperti ini tidak ada pada diri Daud. Dia taat kepada keputusan Tuhan dan memberdayakan segala potensi yang ada melaksanakan keputusan Tuhan.


1.3. Mulailah bekerja, Tuhan menyertaimu!

Daud mempersiapkan perbekalan yang dibutuhkan untuk pembangunan Bait Allah; baik material kayu, marmer, emas dan material lainnya, termasuk para ahli: ahli batu, ahli kayu, arsitek dan lainnya. Daud tidak berhenti saat Tuhan menolak Daud, namun Dia tetap mempersiapkan segala apa yang dibutuhkan untuk membangun Bait Allah. Daud juga menyampaikan kepada seluruh stake holder yang ada untuk membantu Salomo mewujudkan pembangunan Bait Allah. 


Daud tidak egois, dalam banyak hal kita sering terjebak dengan pola pikir: "kalau bukan aku mana bisa", itulah pikiran yang ego, seolah dirinya sendiri sajalah yang dapat melakukan tugas-tugas dalam suatu pekerjaan atau lemabaga yang dipimpin. Daud tidak demikian, saat Tuhan mengatakan bukan dia, dia tetap mempersiapkan segala sesuatunya dan membantu penggantinya dapat melakukan pembangunan Bait Allah. 


2. Salomo: penyertaan Tuhan dan mewujudkan impian orangtuanya

Sekalipun Daud mempersiapkan segala materiaal dan ahli membangun Bait Allah, jika Salomo tidak mau dia bisa saja menghambur-hamburkan warisan dari ayahnya Daud. Ada banyak orang kaya tidak melanjutkan dan mengembangkan warisan ayahnya, pesan orangtuanya diabaikan dan menjadi kesusahan yang menyedihkan bagi orang tua. Salomo tidaklah demikian, tetapi tampil melebihi dari apa yang dipikirkan oleh Daud.


2.1. Penyertaan Tuhan

Jika kita baca 1 Tawarikh 22:18 (TB) "Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan kepadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umat-Nya. 


Kitab Tawarikh mencatatkan bahwa saat Daud mengamanatkan pembangunan Bait Allah, Daud memberkati Salomo dengan menegaskan: "penyertaan Tuhan." Kalimat ini sangat penting, dalam melakukan segala sesuatu dalam masa kepemimpinannya Salomo mengandalkan penyertaan Tuhan. 


Penyertaan Tuhan ini didukung pula pada kitab Amsal dari Salomo yang menekankan: Takut akan Tuhan. Berulang kali kita menemukan kata "takut akan Tuhan" Hidup orang yang meminta penyertaan Tuhan dalam hidupNya ditunjukkan dengan"Takut akan Tuhan." 


Dalam kitab Amsal saja kita menemukan 17 kalimat: "Takut Akan Tuhan". Takut akan Tuhan permulaan pengetahuan, terhindar dari jalan fasik, memperoleh pengertian dan jauh dari kejahatan, permulaan hikmat, jauh dari kebodohan, panjang umur dan diberkati Tuhan. Takut akan Tuhan tentram, terhindar dari maut. 


Dalam kepemimpinan Salomo, menyadari penyertaan Tuhan dan diikuti dengan takut akan Tuhan. Sehingga segala rencananya diberkati oleh Tuhan.  


2.2. Mewujudkan impian orangtuanya:

Pelajaran kedua dari Salomo adalah dia mewujudkan impian ayahnya bahkan melakukan lebih hebat dari apa yang dipikirkan ayahnya Daud. Kerajaan Salomo lebih luas ketimbang dari Daud, kejayaan dan kemasyuran Israel mengalami puncak kejayaan dimasa Salomo.

Kotbah Minggu ini, memberikan pelajaran, bagaimana Salomo meujudkan ipian ayahnya Daud. Dia benar-benar menerima ndat sepenunya dan mengerjakan pembangunan Bait Alah sampai selesai dan diamasuki. Daud tidak menghambur-hamburkan uang dengan poyah-poyah, tetapi meneruskan dan mewujudkan pembangunan Bait Allah yang sangat strategis dalam kehidupan bangsa Israel. 


2.3. Hikmat Salomo memimpin para pemimpin dan ahli

Memimpin para pemimpin dan memimpin para ahli, tentulah merupakan pekerjaan sulit, karena pemimpin sulit diatur. Demikian dengan para ahli, mereka semua memiliki keunikan tersendiri.


Saya bisa bayangkan bagaimana perdebatan ahli kayu dan batu, mungkin ahli batu menawarkan agar didepan diletakkan batu ukir terbaik, mungkin juga ahli kayu, agar kayulah dibuat terdepan. Pastilah memiliki tantangan dan kesulitan mengorganisir dan mengakomodir berbagai pemikiran dan kelebihan dari para ahli ini. Tentu semua ini dapat berjalan dengan baik karena hikma Salomo yang memimpin para pemimpin dan para ahli. Salomo memberdayakan orang-orang yang tepat, memberi ruang berpartisipasi dan memastikan monitoring setiap orang melaksanakan tugasnya masing-masing. 


3. Mengarahkan hati dan jiwa mencari Tuhan

1 Tawarikh 22:19 (TB) Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN." 


Dari kotbah ini kita menemukan suatu rahasia kesuksesan melakukan pekerjaan, yaitu: mengarahkan hati dan jiwa untuk mencari Tuhan. Diatas telah kita sampaikan baik Daud, Salomo dan para tukang yang dipercayakan untuk tugas-tugas semuanya memberikan hati dan jiwa mereka untuk mensukseskan pekerjaan. Tidak ada terpikir untuk mencari kepentingan diri, popularitas diri dan kesenangan diri. Tetapi semuanya terarah kepada upaya mewujudkan tujuan. Disini pastilah ada kerjasama yang baik, Salomo pemimpin yang bisa bekerjasama dan mengorganisir kerjasama dengan baik. 


Sahabat yang baik hati, pertanyaan di akhir kotbah ini bagi kita adalah? Apa yang hendak kita lakukan untuk mencari Tuhan? Mencari Tuhan adalah membangun kehidupan rohani, pertumbuhan iman anggota keluarga dan terciptanya spiritualitas yang baik di tengah-tengah keluarga. Daud telah memberikan teladan taat kepada keputusan Tuhan dengan mengamanatkan pembangunan kepada Salomo. Daud mempersiapkan segala sesuatu untuk mewujudkan pembangunan ini. Salomo juga demikian melanjutkan dan mewujudkan impian orang tuanya dan pemimpin dengan takut akan Tuhan. 


Apakah yang aku perbuat untuk lebih sungguh mencari Tuhan? Tentu kembali kepada kita, kesungguhan menaati perintah Tuhan, meneruskan pekerjaan baik, memelihara kehidupan rohani kita dengan baik. 


Tuhan memberkati dan memberikan kekuatan bagi kita melakukan FirmanNya. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak - Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGARAHKAN HATI DAN PIKIRAN MENCARI TUHAN

 Catatan Kotbah Minggu Okuli Minggu, 8 Maret 2026 Ev. 1 Kronika 22:14-19 MENGARAHKAN HATI DAN PIKIRAN MENCARI TUHAN Selamat Hari Minggu! Sah...