Minggu, 29 Maret 2026

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Catatan Kotbah Minggu Palmarum



Minggu, 29 Maret 2026

Ev. Filipi 2:5-11


YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN 


Selamat Hari Minggu! Kennosis; Kristus mengosongkan diri merupakan tema sentral dari kotbah kita Minggu ini. Menurut Paulus kennosis Kristus ini menjadi kata kunci yang sangat dalam memahami  keselamatan di dalam Yesus Kristus. Pengoson diri menjadikan Yesus Kristus ditinggikan. Paulus berkata Filipi 2:10-11 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


Bagaimana kita memahami Kennosis Kristus!


1. Menaruh Perasaan yang terdapat di dalam Kristus


Filipi 2:5 (TB) "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"

 

Dalam suatu penelitian ada dua metode yang selalu dipeehatikan yaitu sebagai outsider dan insider. Outsider adalah seorang melihat dan meneliti sesuatu dari luar, jadi apa yang terjadi tidak dialami dan dirasakan dari dalam tetapi dari luar. Atau dengan kata lain menjelaskan sesuatu dari pengamatan seseorang dari luar. Berbeda dengan insider, mencermati dan meneliti sesuatu dari dalam, dia memasuki pengalaman dan menjelaskan sesuatu dengan menempatkan diri dsri dalam. Kedua pendekatan ini sama-sama memiliki keunggulan dalam metodologi penelitian. Namun menjelaskan sesuatu dari perspektif insider akan memudahkan kita memahami sesuatu yang erjadi di dalam masyarakat. 


Paulus dalam menjelaskan Kennosis Kristus dengan menganjurkan dari sudut pandang insider. Seseorang tidak akan memahami Kennosis Kristus jika dipandang dari sudut pandang outsider. Itulah sebabnya Paulus mengatakan: "hendaklah kamu kamu dlaam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Kristus."


Menyamakan pikiran dan perasaan di dalam Kristus kita harus tetap berjuang menaruh pikiran dan perasaan kita seperti yang terdapat dalam Kristus Yesus. Missi Kristus di dunia ini tidak dilihat dari sudut pandang lain, tetapi dari sudut pandang missi Allah sendiri. Jika dilihat dari our sider benar apa yang dikatakan oleb Paukus bagi Yahudi saljb adalah bangu sandungan, bagi Yunani itu kebodohan. Tegapi dari sudut pandang missi Allah, penyelamatan di dalam Yesus Kristus sunghuh sesuatu yang sangat agung.


Paulus mengingatkan Jemaat Filipi bahwa orang Kristen harus memiliki goal dan tujuan yang jelas. Dan apa goal itu orang percaya? Goal itu adalah untuk mempunyai "pikiran dan perasaan yang sama dengan Kristus Yesus".  Bagaimana caranya agar kita mempunyai pikiran yang sama dengan yang ada di dalam Kristus Yesus?

 

Pertama, kita harus hidup di dalam Kristus, dan bersatu dengannya. Jika tidak hidup dan menyatu di dalam Kristus, kita tidak akan memiliki hati yang sama dengannya. Apakah hal hidup di dalam Kristus ini terdengar misterius? Kristus sudah diangkat Bapa Allah ke surga dan sekarang berada di samping kanan Allah, tapi kita masih berada di bumi, bagaimana kita bisa hidup di dalam Kristus? Bagaimana kita bisa hidup di dalam Kristus setiap hari? Bagaimana kita tahu bahwa kita tidak sedang hidup di dalam Kristus? Untuk memiliki hati Kristus, kita harus tinggal di dalam dia, bersatu dengan dia. Merenungkan kata-katanya, memahaminya dan melakukannnya. Itulah cara yang nyata untuk bersatu dengannya.


Kedua, kita harus merelakan Roh Kudus untuk bekerja, untuk memperbarui pikiran kita. Hal ini ditulis di Filipi 2:1, "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,” Di Yeremia 13.23, dikatakan, "Macan tutul tidak dapat mengubah belangnya." Bagaimana seorang itu dapat mengubah dirinya sendiri? Apakah mungkin untuk sehati dan sepikiran dengan saudara seiman? Apakah mungkin untuk menjadi rendah hati, melihat orang lain sebagai lebih utama? Hati manusia itu tanpa disadari adalah sombong, merasakan diri lebih baik dari yang lain. Macan tutul tidak dapat mengubah belangnya. Bukanlah pekerjaan kita untuk melakukan transformasi, tapi itu adalah melalui karya roh kudus. Yang perlu kita lakukan adalah membuka hati kita, tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Karena itu, agar dapat memiliki pikiran dan hati Kristus, maka kita harus memahami ucapannya, dan menerapkannya; kita juga harus membuka hati kita, mengizinkan roh kudus untuk bekerja.


2. Yesus Kristus Adalah Tuhan

Yesus Kristus adalah Tuhan, dijelaskan secara apik oleh Paulus. Yesus yang mengosongkan diri, merendahkan diri hingga taat mati di kayu salib melakukan missi Allah menyelamatkan manusia. Yesus kembali kepada keilahiannya dan segala yang ada di kolong langit bertekuk lutut dan semua suara mengaku, Yesus Kristus adalah Tuhan. 


2.1. Mengosongkan diri - kennosis

Filipi 2:6-7 (TB)  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.


Ada tiga makna penting kata kennosis atau "Mengosongkan diri"(kenoo) yang dihunakan dalam Filipi ini yakni: 1) mengosongkan; 2) menghapuskan, membuat tidak berpengaruh (make of no effect); atau 3) kehilangan pembenaran-(nya). Apa yang dikosongkan oleh Kristus dalam inkarnasiNya? Teori kenosis dengan segera akan menunjuk pada keallahan Kristus, yakni yang disebutkan dalam ayat 6, "rupa Allah" atau "kesetaraan dengan Allah." Karena itu, perlu bagi kita untuk mengerti arti "rupa Allah" (morphe theou) dalam ayat ini.


Jika anda pegiat drama khususnya dracin (drama cina) ada pasti sering pengikuti alur berpikir cerita dimana CEO menyamar di perusaan besar sebagai satpam atau pekerja pembersih atau tinggal di desa yang kumuh. Atau kisah Pangaerahln menjadi rakyat biasa sehingga doa mengegahui secara real pengalaman orisinil sikap orang pada bangsawan.  Meninggalkan status dsn mrngambil aktor sederhana dengan tujuan mengetahui karakter yang ditarget bagaimana sikap dan karakter yang asli. Dalam drama ada banyal pergumulan, tantangan, sinisme dan segala perlakuan yang tidak mengenakkan. Namun ketika penyamaran terbukan semua orsng berlutut dan memohon ampun atas sikap dsn perbuatan.


Kennosis tidak sama dengan istilah 'penyamaran' dimaksud namun ide pemikiran meninggalkan statusnya sangat mirip. Yesus yang Ilahi mengambil rupa seorang hamba. Meninggalkan segala statusnya dan mengambil suatu yang baru nengan tujuan mengetahui, mengalami dan


2.2. Merendahkan diri - tapeinosis

Filipi 2:8a (TB)  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya.


Jika pertama kita mrmahami kennosis, disini dipake istila tapeinosis.  Kerendahan yang aktif, Tuhan Yesus tidak direndahkan oleh orang lain, tetapi merendahkan diri-Nya sendiri. Ini adalah kegiatan Aktif, bukan pasif. Ini penting — sebab dalam dunia Yunani-Romawi, “kerendahan” (tapeinōsis) biasanya adalah sesuatu yang memalukan. Namun dalam teologi Kristus, Paulus membalik paradigma itu: Kerendahan adalah kemuliaan yang tersembunyi. Dengan menundukkan diri-Nya, Yesus bukan kehilangan martabat-Nya — melainkan menyatakan karakter Allah yang sejati: kasih yang rela turun.

Ringkasan indahnya: ἐταπείνωσεν ἑαυτόν bukan sekadar “Ia direndahkan,” tetapi “Ia memilih menjadi rendah.” Ia adalah Allah yang menjadi manusia, Tuhan yang menjadi hamba, Supaya manusia yang rendah ditinggikan bersama-Nya.


Arti mendalam dari ini tentu terlihat pada pelayanan Yesus. Sekalipun Dia disapa Rabby atau Guru namun dia membasuh kaki murid- muridNya. Sekalipun Dia disebut, Mesias Anak Allah yang melakukan mujizat besar di depan mata banyak orang namun tetap melayani orsng banyak. Tidak pernah Yesus menempatkan diriNya lebih tinggi dari orang lain, justru menempatkan diri mengutamakan orang lain. 


2.3. Taat sampai mati - hupekoos

Filipi 2:8 (TB)  ...dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Hupekoos (bahasa Yunani: ὑπήκοος) artinya taat, patuh, atau tunduk. Kata ini berakar dari hupo (di bawah) dan akouo (mendengar), yang secara harfiah berarti "mendengar di bawah" atau mendengarkan dengan saksama otoritas untuk kemudian melakukannya. Istilah ini sering digunakan dalam konteks ketaatan aktif terhadap perintah. 


Taat ini berkwitan dengan hupomone, tabah menjalani karena didalamnya ada komitmen dan kesetiaan. Dalam bahasa Yunani ketaatan dipakai "hupomone". Hupomone adalah istilah Yunani yang sering diterjemahkan sebagai ketabahan, kesabaran, atau ketekunan yang aktif, terutama dalam menghadapi penderitaan. Ini adalah teologi ketabahan yang menekankan sikap bertahan, setia, dan tidak putus asa dalam cobaan hidup dengan mengandalkan Allah. Ini bukan kepasrahan pasif, melainkan perjuangan iman. 


Makna Hupomone: Secara harfiah berarti "bertahan untuk bertahan" (remaining under). Ini adalah ketabahan yang menopang seseorang untuk tetap setia pada Tuhan meskipun dalam situasi yang sangat sulit, penuh tantangan, atau menderita.

Kaitan dengan Penderitaan dan Iman: Hupomone berkembang dalam konteks jemaat Kristen mula-mula yang menghadapi penganiayaan. Ini mengajarkan bahwa penderitaan bukan semata hukuman, melainkan ruang eksistensial untuk pemurnian iman dan perjumpaan dengan Allah.


Kristus yang taat mengajak orang percaya memelik ketaatan yang sama, setia sampai mati (Wahyu 2:10). Ketaatan itu dibuktikan dengan komitmen dan kesediaan menanggung segala konsekwensinya. Kerelaan ini bukan sekedar kata-kata namun dibuktikan dengan tindakan. Ketaatan gereja mula-mula telah dibuktikan mereka dengan banyaknya mati martyr karena ketaatan kepada Kristus.  Tentang taatan ini Rasul Petrus dan Yohanes menegaskan dalam Kisah Para Rasul 4:19 (TB)  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.


3. Allah Meninggikan Kristus


Setelah menjelaskan pengosongan diri, merendahkan diri dan ketatan hasil dari tindakan Kristus ini adalah keselamatan bagi manusia. Missi Allah di dalam Kristus menjadikan Kristus ditinggikan. Status kemuliaan ini bukanlah sebagai usaha atau upah tetapi Kristus kembali kepada hakikat ilahiNya. 


Filipi 2:10-11 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 

dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


3.1. Bertekuk lutut:

Pada bagian ini Kristus yang telah mengosongkan diri itu adalah pencipta dan seluruh ciptaan ada dalam kedaulatan Kristus. Baik yang ada diatas langi dan di bawah bumi semuanya ada di dalam kekuasaan Kristus.  Tidakan ada elemen-elemen dunia ini yang tidak ada di luar kedaukatan Kristus. Sepenuhnya di dalam kekuasaannya. Yesus yang menhosongkan diri kembali kepada hakikat IlahiNya. 


Sehubungan dengan kodrat ilahi-Nya, maka peninggian-Nya hanya berupa pengakuan atas semua hak-Nya, atau untuk penunjukkan dan penampilan kemuliaan yang Dia miliki di hadirat Bapa sebelum dunia ada (Yoh. 17:5), bukan pemerolehan akan kemuliaan yang baru. Karena itulah dikatakan bahwa Bapa sendiri juga ditinggikan. Jadi, peninggian yang sesuai adalah berkenaan dengan kodrat manusiawi-Nya, yang sebenarnya mampu dilakukan-Nya sendiri, walaupun karena ada hubungan dengan kodrat ilahi-Nya. Di sini peninggian-Nya terdiri dari hormat dan kuasa. Berupa hormat, supaya Dia memiliki nama di atas segala nama,


3.2. Segala lidah mengaku:


Disini Paulus menekankan kepada pengakuan. Kedaulatan Yesus Kristus diakui. Pada sisi manusia oengakuan ini adalah penyerahan diri atas kedaulatan Kristus atas hidupnya.


Semua harus memberikan penghormatan dengan khidmat. Selain itu, supaya segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” setiap bangsa dan bahasa harus secara terbuka mengakui kerajaan semesta yang dimiliki Sang Penebus yang ditinggikan, dan bahwa kepada-Nya telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat. 28:18). Perhatikan betapa luar biasa luasnya kerajaan Kristus. Kerajaan-Nya menjangkau sorga dan bumi, mencakup setiap makhluk di kedua tempat itu, termasuk malaikat dan manusia, dan orang mati maupun yang hidup. Bagi kemuliaan Allah, Bapa. Amatilah, adalah bagi kemuliaan Allah, Bapa, bahwa Yesus Kristus diakui sebagai Tuhan. Sebab, merupakan kehendak-Nyalah supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa (Yoh. 5:23). Penghormatan apa pun yang diberikan kepada Kristus tertuju juga kepada Bapa. Barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku (Mat. 10:40).


Sahabat yang baik hati, Yesus Kristus adalah Tuhan menjelaskan kepada kita akan keselanatan yang dilakukan oleh Allah di dalam diri Yesus Kristus. Dia meninggalkan keilahiannya dan mengosongkan diri mengambil rupa seorang hamba, merendahkan diri dan taat hingga mati di kayu salib.


Yesus Kristus adalah Tuhan, bukan predikat atau pemberian tetapi kembalinya Yesus kepada keilahianNya yang telah sempurna melakukan keselamatan. Mari bersyukur atas keselamatan yang dilakukan oleh Allah di dalam diri Yesus Kristus, Tuhan dan Yuruselamat kita. Amin 


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Catatan  Kotbah Minggu Palmarum Minggu, 29 Maret 2026 Ev. Filipi 2:5-11 YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN  Selamat Hari Minggu! Kennosis; Kristus m...