Sabtu, 17 Januari 2026

DI DALAM DI KITA MENJADI KAYA DALAM SEGALA HAL

 Catatan Kotbah Minggu II Stlh Epiphanias

Minggu,  19 Januari 2026

Ev: 1 Korint 1:4-9




DI DALAM DIA KITA MENJADI KAYA DALAM SEGALA HAL


Selamat Hari Minggu bagi kita semua! Sahabat yang baik hati, kotbah Minggu ini merupakan kalimat pembuka dari Paulus kepada jemaat Korintus dalam memberikan resolusi atas permasalahan yang dihadapi di Jemaat Korintus. Tentu dalam menyelesaikan permasalahan kalimat pembuka sangat penting.  Jika dimulai dengan sinis jangan harap lawan bicara akan bersikap manis akan memiliki asumsi-asumsi negatif yang menyudutkan dirinya sendiri.  Jika terlalu banyak memuji dengan basa-basi yang omong kosong pula akan membuat pembicaraan tak berharga dan sulit bersambung. Maka dalam memulai percakapan dengan orang lain komunikasi yang disampaikan Paulus dalam Minggu ini sangat berharga untuk kita pelajari dalam kehidupan bergereja dan berbagai aspek dalam kehidupan kita. 


Paulus menyapa jemaat Korintus yang mengalami masalah besar, mereka terancam pecah, gontok-gontokan dan masuk pada kubu-bubu dengan sentiment yang tinggi. Jika tak ditangani dengan baik, perpecahan diantara jemaat pun tak terelakkan. Mereka yang sudah terkooptasi pada kubu-kubu menurut penginjil favorit akan menjadi alasan yang membuat terpecah belah (1 Kor 1:10-12). Ini sangat merugikan dan kehilangan arti persekutuan. Paulus akhir memberikan nasihat pentinyanya menyadari kesatuan di dalam jemaat dan kekayaan di dalam persekutuan di dalam Kristus. 


1.  Salam damai sejahtera.

Paulus sebenarnya ikut terseret dalam permasalahan di Korintus karena ada satu komunitas yang menamakan diri kelompok Paulus atau "pengikut Paulus". Namun Paulus tidak terpesona dengan komunitas yang mendukungnya atau terikat dengan itu tetapi kehilangan jemaat yang lain. Paulus hadir untuk lebih memenangkan semua orang di Korintus. Sapaannya hadir bukan untuk kelompok pendukungnya tetapi semua kelompok yang ada dalam Korintus dengan penuh damai.


Jika kita baca 1:2 disini Paulus menyebutkan mereka sebagai "jemaat Allah yang Kudus". Tujuan sapaan ini tentu sangat dalam bahwa mereka adalah suatu komunitas yang bukan didasarkan oleh para penginjil yang mereka favoritkan, persekutuan gereja bukankah kelompok yang saling memiliki kesamaa, tetapi gereja adalah persekutuan orang Kudus yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. 


Jika Allah sebagai pemilik gereja, maka seluruh orang yang bersekutu di dalam gereja semestinya taat dan tunduk pada sang pemilik. Hal ini membedakan gereja dengan dunia sekuler. Persekutuan gereja adalah sakral, yang dibangun diatas dasar iman dan percaya kepada Yesus Kristus. Karena itu segala aktifitas gerejawi hendaknya sadar bahwa  semua harus tunduk kepada Kristus.

Sapaan seperti ini mengingatkan jemaat Korintus akan hakekat gereja yang sesungguhnya. Jemaat yang hidup di dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Hidup di dalam damai sejahtera Kristus menghantar setiap pribadi kepada penhorbanan Yssus Kristus. Setiap orang membenamkan ego masing-masing dan terpaut kepada damai sejahtera. 


Hal inilah yang menjadi pedoman bagi kita, setiap ada ketegangan dan konflik dalam gereja semua orang harus mau menundukkan diri di dalam kasih karunia Yesus Kristus. Tidak ada yang bisa disombongkan atau dapat dimegahkan dari diri sendiri atau kelompok sendiri, semuanya harus kembali kepada tujuan awal yaitu tinggal di dalam persekutuan yang kudus di dalam pengorbanan Yesus Kristus. 


2. Anugerah Yesus Kristus menjadikan kaya dalam segala hal.

Kalimat kedua ini mengajarkan tentang peranan anugerah dan kasih karunia di dalam jemaat.  kasih karunia di dalam Yesus Kristus adalah keselamatan. Orang-orang percaya diperlengkapi dengan berbagai karunia-karunia berdasarkan pemberian Roh Kudus  setiap orang berharga dan memiliki peran yang sangat baik untuk membangun tubuh Kristus. 


1 Korintus 1:4-5 (TB)  Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.

Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,


Hal inilah yang diingatkan oleh Paulus di awal pembicaraan ini bahwa semua orang sesungguhnya telah diperlengkapi oleh Kristus dengan anugerah dan kasih karunia yang diterima. Maka seharusnya jugalah orang percaya menyelesaikan segala perbedaan dan permasalahan yang timbul dalam jemaat dengan hikmat yang bertujuan kepada kemuliaan Allah.


Paulus yakin, mereka bukanlah orang-orang yang bodoh, miskin ide dan picik. Mereka semua adalah orang yang telah kaya dalam pemahaman dan pengetahuan, maka seharusnya orang percaya berhikmat dan memiliki wawasan yang luas dalam menghadapi setiap persoalan.


Dengan pemahaman ini Paulus hendak menekankan perbedaan dalam jemaat Korintus harus dilihat dari kekayaan dari berbagai anugerah dannkasih karunia. Maka semua kekayaan ini harus dirakit di dalam satu kesatuan yaitu hidup dalammkasih dan mempersembahkan kasih karunia masing-masih dalam membangun tubu Kristus (baca= gereja).


3. Anugerah di dalam Kristus membuat kita tak kekurangan.

Bagian berikut ini adalah menegaskan bagian diatas, jika anugerah Kristus menjadikan kaya, maka itu akan menjadikan jemaat tak kekurangan. Sungguh aneh jika kaya namun kekurangan, berarti tidak menggunakan kekayaan yang dimiliki untuk menutupi kekurangannya. 


Hal ini jugalah yang diingatkan Paulus, anugerah di dalam Yesus Kristus membuat gereja tak kekurangan. Itulah sebabnya dia berkata: 

1 Korintus 1:7 (TB)  Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.


Jika setiap orang dapat memberikan apa yang ada padanya menutupi kekurangan orang lain. Bukan hanya dalam ukuran materi, tetapi hal-hal yang bersifat immaterial seperti: ide, gagasan, perbuatan, sikap, tindakan dan keahlian. Jika semua mempersembahkan tentu komunitas orang percaya tak kekurangan. Namun jika semua hidup dalam keegoisan, memuji diri sendiri dan tak mau mempersembahkan kasih karunia yang ada padanya orang lain semuanya bisa menjadi serba kekurangan. Disinilahnoengelolaannpersekutuan itu harus baik karena bisa saja dalam berkelimpahan orang bisa kekurangan. Tetapi orang yang hidup di dalam anugerah Yesus Kristus orang percaya tak akan kekurangan.


Disini gereja perlu mengelola persekutuan dengan baik. Paulus percaya kekayaan yang dianugerahkan Kristus akan membuag jemaat tak berkekurangan. Demikian jugalah setiap persekutuan orang percaya dimana pun, mari saling menopang yang satu dengan yang lain menolong dan membantu kelemahan orang lain agar tak kekurangan sehingga kita tak bercacat hingga akhir. 1 Korintus 1:8 (TB)  Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.


Hidup di dalam damai dan kasih karunia Kristus akan membawa persekutuan kita kembali kepada hakekat gereja yang sesungguhNya. Gereja adalah milik Allah, hidup kudus dalam persekutuan orang Kudus. Baiklah masih-masing menjaga kedamaian dan kekudusan gereja.  Jauh dari gontok-gontokan, perpecahan dan kesombongan diri. 


Hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera di dalam Yesus Kristus menjadikan orang percaya kaya dalam segala hal; baik materi dan immateri serta saling membekali yang lain hingga tak kekurangan. 


4. Setia di dalam persekutuan.


1 Korintus 1:9 (TB)  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. 


Pada bagian akhir ini kita diingatkan akan pentingganya persekutuan bagi orang percaya. Hidup  setia di dalam persekutuan orsng percaya adalah panggilan; di dalam persekutuan kita mengingat rumah dan komunitas dimana kita bertumbuh bersama, memahami yang satu dengan yang lain serta merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Di dalam persekutuan kita menyadari hidup kita membutuhkan orang lain dan orang lain membutuhkan kita. Di dalam persekutuan orang kudus, setiap orang dibangun dan sama-sama bertumbuh di dalam Tuhan. 


Kekayaan orang percaya ada di dalam persekutua, setiap orang memperhatikan jemaat yang lain. Saya pernah menghadiri suatu acara gereja dalam perusahaan besar. Semua acar berjalan dengan baik sintua dna panitia duduk bersama tiada sekat antara yang satu dan lain. Suasana itu ibarat keluarga yang sama dab setara. Itu berbeda dalam suasana kerja.merekq, dimana ada kelas-kelas antara pekerja, manajemen dan owner. Ini contoh kekayaan persekutuan orang percaya di dalam sosial masyarakat kita bisa saja memiliki sekat-sekat pemisah namun dalam persekutuan kita hidup di dalam persekutuan yang kudus hidup yang setara dan egaliter.


Selaian itu, di dalam persekutuan gereja kita memiliki solidaritas dan empaty. Apa yang terjadi pada satu anggota merupakan bahagian yang dirasakan oleh jemaat lainnya. Dalam hal ini Paulus menegaskan: 1 Korintus 12:26-27 (TB)  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 

Selanjutnya Paulus mengarahkan: 

Roma 12:15 (TB)  Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 


Kehidupan yang demikian, egalitar, kebersamaan, kesetaraan dan solidaritas adalah kekayaan hidup orang percaya. Hal inilah mendorong Paulus menegaskan agar jemaat Korintus tetap setia di dalam persekutuan. Amin


Salam dari kami: 

Pdt Nekson M Simanjuntak - Jabartengdiy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUHAN SEMESTA ALAM MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA

  Kotbah Minggu III Stlh Ephipanias Minggu, 25 Januari 2026 Ev. Haggai 2:1-9 TUHAN SEMESTA ALAM MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA Selamat Hari Ming...