Sabtu, 03 Januari 2026

PENGAJRAN IMAN DI TENGAH KELUARGA

 TAHUN TRANSFORMASI:

Penjaran Iman di Tengah-tengah Keluarga (Ulangan 6:7)



Pendahuluan

HKBP telah mengagendakan 2025-2028 merupakan Tahun Transformasi dengan agenda khusus setiap tahun. Pada Tahun 2025 menekankan Janji dan Komitmen Jemaat dan Pelayan. Diharapkan seluruh jemaat telah membaca ulang kembali makna dari setiap janji dan komitment yang telah diikrarkan di altar dihadapan Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja dan dihadapan Jemaat yang ada. Janji dan komitmen ruas di adalah Janji orangg tua membawa anak saat dibaptis, janji saat sidi, janji pernikahan, janji penerimaan tahbisan pelayanan dan janji jemaat saat adanya peresmian huria dan Mameakhkn Batu Ojahan (MBO). Semua janji itu jika dibaca dan dimaknai ulang tahun transformasi ini patutlah jemaat HKBP memiliki spiritualitas yang tinggi dan rasa cinta akan kehidupan bergereja. Di dalam janji-janji itu termaktub ikrar dan janji yang menuntut ketaatan dan kepatuhan kepada Yesus Kristus Raja Gerejawi. Jika setiap jemaat melaksanakan janji dan komitmen di depan altar gereja akan berdampak pada perubahan dari warga jemaat yang lebih setia, lebih taat dan lebih giat dalam pelayanan Tuhan.


Tahun 2026: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga

Kita telah memasuki tahun 2026 dengan menekankan "Pengajaran Iman di Tengah-tengah Keluarga". Dengan penekanan program tahun 2026 ini diharapkan setiap keluarga HKBP dapat menggunakan kesempatan penting ini membenahi keluarga agar benar-benar mengisi waktu berdoa bersama, bertumbuh bersama di dalam iman dan tangguh menghadapi tantangan jaman yang semakin berat serta setia di dalam iman kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselamat.


Kita harus menyadari bahwa tantangan jaman terus menerpa keluarga, nilai-nilai keluarga semakin luntur, dan moralitas yang semakin runtuh di tengah-tengah peradaban ini. Kita harus menyadsri dunia terus berubah dengan segala konsekwensinya, dampak perubahan sosial semakin nyata di dalam kekuarga: maraknya penyakit sosial, ancaman narkoba, tawuran dan bergesernya orientasi seksual dengan maraknya LGBT, semakin banyaknya anggota keluarga memilih sendiri serta tantangan lainnya yang sulit kita deteksi. 


Pemerintah juga masih berjuang untuk menuntaskan stanting, namun di saat yang sama ada banyak keluarga menghadapi masalah anak-anak yang autis, anak yang aktif (hyper aktif/ADHD, Attention Deficit Hyperactivity Disorder) serta obesitas dan berbagai tantangan lainnya. Tidak kalah pentingnya fenomena di kalangan masyarakat anak-anak, remaja dan dewasa yaitu Nomophobia (No Mobile Phobia) dan FOMO (Fear Of Missing Out) adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Rasa takut ketinggalan ini mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik. Faktor utamanya adalah media sosial. 


Semuanya itu menjadi beban dan tantangan bagi keluarga Kristen di masa kini. Mungkin orang tua telah bersusah payah mencoba memberikan nasihat kepada anggota keluarga, berkonsultasi dengan ahli atau konselor di bidangnya serta yang dianggap dapat memberikan jalan keluar. Apapun tantangan jaman, gereja harus menerjemahkan nilai-nilai dan ajaran alkitab ke setiap zaman sehingga pengajaran Alkitab kontekstual sepanjang zaman. 


Dasar Pijakan: Ulangan 6:6-7

Memahami tahun transformasi 2026 dengan topik Pengajaran Iman Di Tengah-tengah Keluarga sangat krusial. Baiklah kita simak dasar Alkitab dari tema tahun 2026 ini


Ulangan 6:6-7 (TB)  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.


Dari Nats diatas kita menerima pesan yang sangat berharga untuk didalami: 


1. Pengajaran iman di tengah-tengah keluarga adalah perintah Tuhan.


Tuhan menghendaki umatNya memiliki akar iman yang kuat sehingga Allah memerintahkan agar setiap orang tua mengajarkan iman kepada anak-anaknya. Jika kita hubungkan Credo Israel maka seriap orang tua akan menceritakan kesaksian leluhur mereka sebagai cerita yang diwariskan kepada anak dan cucu mereka.


Credo ini Israel tertulis pada Ulangan 6:21-23 (TB)  maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. 

TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;

tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.


Dengan Credo ini setiap angkatan dan generasi ke generasi umat Allah menjadi saksi atas perbuatan Tuhan dalam sejarah bangsa Israel di masa lalu.  Sekalipun itu jauh ratusan tahun sebelumnya tetapi setiap orang mengetahui perbuatan Allah. Formula Credo ini selalu dihapalkan dan diwariskan.


2. Metode Pengajaran: berulang-ulang


Sesuatu pengajaran yang diulang-ukang bukanlah hanya srbagai ilmu srmata, tetaoi sudah menjadi habit. Kebiasaan yang terbiasa dan melekat oada otak sebagai hapalan, pada hati sebagai afeksi dan tindakan sebagai motorik. 


Jika kita perhatikan dalam training atau pelatihan yang ada, seseorang akan terampil jika terus-meneurs diulangi. Perulangan itu penting agar benar-bensr meresak. Mengulanhi oengajaran bukan hanya sekedar tahu, tetapi dengan mengulang-ulangi akan menjadi endapan dalam spiritualitas seseorang


3. Membicarakannya dalam segala keadaan: topik yang selalu menarik


Jika ada top news, wawancara atau diskusi publi yang ditayangkan oleh TV, Podcas dan media sosial dalam bernmbagai flatform yang  viral salah satunya adalah topik yang relevan. Suatu topik yang menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat.  Mengapa kita mengikuti? Tentu karena topik yang diperbincangkan adalah topik yang viral dan relevan atau issu yang beredar di gengah masyarakat. Semakin banyak diperbincanhkan semakin menjadi topik yang hot news.


Tugas kita di dalam Ulangan 6:7 ini adalah mempercakapkan hal.iman meruoakan sesuatu topik yabg relevan  bagi keluarga. Membicarakannya saat bagun pagi, saat jalan-jalan saat duduk-duduk dll. Pokoknya dalam setiap waktu dan kesempatan keluarga menyampaikan pengajaran iman bagi anak-anak.  Pengajaran iman di dalam keluarga harus menjadi hit news yang selalu dibicarakan akan setiap orang bersikap dan bergegas untuk mengisi pengajaran iman dibalik muluapnya  informasi melalui media sosial yang didalamnya belum tentu dilandaskan kebenaran.


Pengajaran iman di tengah-tengah keluarga menjadi aktifitas yang selalu menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat berada di rumah, saat jalan-jalan atau saat di luar rumah atau saat mau berbaring di tempat tidur. 


HKBP di Tahun 2026 ini hendaknya memiliki perencanaan yang baik di setiap huria agar sehinga momen program tahun 2026 tidak berlalu atau hanya label saja. 


Selamat Tahun Baru 2026

Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...