Selasa, 21 Juli 2020

HARAPAN SEGALA BANGSA

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Rabu, 22 Juli 2020

*HARAPAN SEGALA BANGSA*

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Matius 12:21 (TB)  Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

Matthew 12:21 (RWV)  And in his name shall the Gentiles trust.

Ada dua hal menarik dari tujuan penulisan Injil Matius. Pertama, menyakinkan kaum Yahudi bahwa Yesuslah Mesias Anak Allah sebagai mana dijanjikan dalam kitab Suci. Dalam meyakinkan ini, sangat banyak kebenaran ayat-ayat yang tertulis dalam PL dikutip. Semua teks-teks PL tersebut bukanlah masa lalu, tetapi suatu kebenaran yang digenapi di dlam diri Yesus Kristus. Injil.Matius dituliskan agar pembaca percaya bahwa Yesuslah Mesias anak Allah. Kedua, keselamatan itu bukanlah hanya pada kaum Yahudi. Keselamatan di dalam Yesus Kristus adalah milik segala bangsa. Allah itu universal yang mendatangkan keselamatan bagi bangsa-bangsa. Hal ini ditekankan untuk memberikan pencerahan bagi paham Yudaisme yang menekankan keselamatan hanya untuk khusus kaum Yahudi. Dengan kehadiran Injil Matius, para membaca memahami rancangan keselamatan bagi segala bangsa. Itulah sebabnya dalam injil Matius ini dari sejak berita kelahiran, pelayanan dan pengutusan Yesus menyinggung pesan kepada bangsa-bangsa. Dalam Matius diberitakan saat kelahiran Yesus pergi mengungsi ke Mesir (Mat 2:13-15), Yesus mengasihi perempuan Siro Fenisia dan menyembuhkan putrinya (Mat 15:21-28) dan dalam pengutusan murid disebutkan "jadikanlah segala bangsa jadi muridKu" (Mat 28:19). Ini semua menunjukkan Injil Matius mau menjelaskan bahwa keselamatan bukan hanya kepada Yahudi tetapi milik segala bangsa.

Dalam renungan pagi ini disebutkan bahwa Allah adalah harapan dari segala bangsa. Allah Isrsel, Allah yang kita kenal dalam Yesus Kristus adalah Allah yang memerintah atas segala bangsa. Disebutkan: "padaNyalah bangsa-bangsa akan berharap".
Sebelum ayat ini penulis Injil Matius mengutup nubuatan Yesaya
Matius 12:17-18 (TB)  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

Dengan kutipan ini penulis Injil Matius hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa keselamatan itu milik segala bangsa. Kaum Yahudi sangat eksklusive, mereka memahami bahwa keselamatan itu hanya milik mereka sebagai bangsa Allah dan umat pilihan Allah yang berbeda dengan bangsa-bangsa.  Merekalah satu-satunya bangsa pewaris janji Allah.

Namun kenyataannya mereka sering kali menolak para nabi dan utusan Allah. Termasuk Yesus sendiri telah hadir dan diam di tengah-tengah mereka. Yesus melayani, mengajar dan berkotbah serta melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan mujizat-mujizat agar mereka percaya Yesus sebagai Mesias Anak Allah. Namun mereka mendegilkan hati dan menolak Yesus.

Ada hal menarik dari penjelasan Paulus terhadap Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus Kristus, penolakan mereka bukanlah membatalkan janji Allah tetapi dengan penolakan mereka keselamatan itu semakin mempercepat Injil ke segala bangsa. Roma 11:11 (TB)  Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
Paulus sendiri ditangkap, bertrobat dan menjadi rasul untuk bangsa-bangsa non Yahudi. Bagi Paulus seluruh bangsa sudah harus menerima Injil sebelum Yesus Kristus datang. Itulah sebabnya dia berlari terus memberitakan Injil dsri satu kota ke kota lain.

Sahabat yang baik hati! Kita bersyukur, sekalupun kita tidak keturunan Abraham secata genetik, tetapi kita adalah anak-anak Abraham karena iman percaya kita kepada keselamatan di dalam Yesus Kristus. Setiap orang yang oercaya kepada Ydsus Kriatus ikut ambil bagian dan ahli waris dalam Kerajaan Allah. Dalam segala keadaan yang terjadi di dunia ini termasuk masalah climate change, pandemik covid 19 dan berbagai issu global lainnya semuanya kita berharap kepada Tuhan.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 20 Juli 2020

BERSORAK-SORAI SELAMA-LAMANYA

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Selasa, 21 Juli 2020

BERSORAK-SORAI SELAMA-LAMANYA

Sahabat yang baik hati! Marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Mazmur 75:9 (TB)  (75-10) Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya, aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub.

Psalms 75:9 (RWV)  But I will declare for ever; I will sing praises to the God of Jacob.

Umumnya jika seseorang memuji orang lain didasarkan pada rasa hormat dan salut atas karya atau prestasi yang diraih. Adalah aneh jika seseorang memuji tanpa prestasi yang dapat dibanggakan. Di Jepang ada satu acara TV Talent Show bernama "Marquerade", setiap peserta menunjukkan kebolehannya atau kreatifitasnya dan sistem penilaiannya didasarkan pada  kepuasan penonton. Jika ada 15 orang dari 20 memberi nilai 10 maka dia dinyatakan berhasil dan lulus pada tahap berikutnya.  Pujian itu muncul atas karya dan perbuatannya yang dimiliki dan pantas mendapat pujian.

Demikianlah Pemazmur dalam renungan hari ini. Dia mengungkapkan isi hatinya dan mendeklarasikan bahwa pemazmur kan memuji Tuhan untuk selama-lamanya seltelah menyaksikan perbuatan Tuhannyanga besar. Jika kita baca 75:1-2 disebutkan balasan mengapa Pemazmur menyampaikan pujian sampai mwmbuat semacam deklarasi iman, alasannya adalah karena: perbuatan Allah yang besar dan Tuhan itu Maha adil dalam semua perbuatanNya.
Mazmur 75:1-2 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Mazmur Asaf. Nyanyian. (75-2) Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
(75-3) "Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.

Satu kelebihan Yahudi adalah pendidikan kepada generasi ke generasi, setiap orang tua wajib menceritakan perbuatan Allah yang besar dalam hidup mereka sejak jaman purba kala dan sejarah leluhur banhsa Israel:Abraham,Ishak dan yakub serta bagaimana merema menduduki tanah Kanaan. Edukasi ini disebut dengan SHEMA dan CREDO. Shema adalah suatu perintah yangbharua diajarkan turun-temurun bahwa mereka harus mengasihi Allah dengan segenap hati, akal dan budi (Baca Ul 6:6-9) dan Credo berupa pengakuan dimana masing-masing Israel mengakui dan mengajarkannya kepada anak cucu mereka bahwa dahuku mereka budak di Mesir, namun dengan mujizat dan kuasa tangan Tuhan mereka memberikan tanah Kanaan bagi mereka. Ulangan 6:21-22 (TB)  maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.
TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;

Sahabat yang baik hati! Apakah perbuatan Tuhan dalam hidupmu dan apakah responmu atas semua yang engkau saksikan dalam hidupmu? Jika kita renungkan perjalanan hidup kita, pasti semua mengakui sungguh luar biasa dan begitu baiknya Tuhan dlam hidup kita. Tuhan memberkati kita dengan segala karunia yang ada, diberi nafas kehidupan dan diperlengkapi hdup kita lebih dari yang kita butuhkan. Renungan saat ini mengajak kita untuk mengingat semua itu dan membuat semacam pengakuan (statement of faith): aku akan memuji Tuhan selama hidupku. Terpujikah Tuhan, kekal selama-lamanya.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 19 Juli 2020

BERKAT SULUNG DAN NASIHAT PERKAWINAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Senin 20 Juni 2020

BERKAT SULUNG DAN NASIHAT PERNIKAHAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Kejadian 28:1 (TB)  Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.

Genesis 28:1 (RWV)  And Isaac called Jacob, and blessed him, and charged him, and said to him, Thou shalt not take a wife of the daughters of Canaan.

Adapun Esau dan Yakub adalah anak kembar dari Ishak dan ibunya adalah Ribka. Kisah kedua anak Ishak ini mewarnai kehidupan keluarga dalam sejarah leluhur Israel yang penuh drama dan misteri. Esau nampaknya anak yang ceroboh, dia seorang pemburu dan gemar berpetualang, sementara Yakub memiliki keahlian di bidang pertanian dan peternakan serta gemar memasak.  Adapun Yakub adalah anak kesayangan ibunya. Kisah Esau dan Yakub telah mengubah sejarah di jamannya, hak sulung yang istimewa akhinya beralih dari Esau kepada Yakub. Peralihan kesulungan ini merupakan kisah menarik dan sangat menentukan, namun beralihnya hak kesulungan dari Esau ke Yakub bisa karena kecerobohan Esau yang mengabaikan hak kesulungannya karena kacang merah, ditambah dengan kelihaian Yakub menipu Esau dan menipu ayahnya dan peran ibunya Ribka yang lebih mengasihi Yakub dan ambil peran memiliki hak keistimewaan. Selian itu, drama ini menunjukkan bahwa jalan hidup seseorang juga ditentukan oleh Allah, yang secara tidak kita ketahui oleh karena apapun namun menjadi jalan Allah terhadap hidup seseorang.

Ketika hendak memberkati Yakub, sesungguhnya Ishak sebenarnya menyadari ada keganjilan, suara ini suara Yakub, namun tangan ini tangan Esau namun dalam usia yang sudah tua renta demikian dia tak berdaya dan memberkati kesulungan bagi Esau itu diberikan pada Yakub dengan isi dalam: 1 Kejadian 27:27-29
 "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."
Ishak pun memberkati Yakub dengan menumpangkan tangan dengan sejumlah kemakmuran, kemujuran dan kelebihan. Yakub pun menerima itu semua, kejayaan dan jaminan pemeliharaan hidup.

Dalam hal pernikahan, Ishak memberikan pesan kepada Yakub agar tidak mengambil perempuan Kanaan menjadi Isterinya. Perintah itu cukup beralasan, karena perempuan Kanaan identik dengan penyembahan berhala dan adat yang sungguh berbeda dengan tradisi Abraham dan Ishak. Ishak mengingatkan itu karena hendak memelihara janji Allah kepada Abraham, bahwa Tuhan hendak menjadikan keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar karena isteri Yakub harus benar-benar yang taat dan setia kepada Tuhan seperti kepercayaan Abraham dan Ishak.

Menuruti perintah ini, atas persetujuan ibunya Yakub pun pergi menjumpai Laban untuk bekerja disana dan mendaoatkan Lea dan Rahel sebagai isterinya dan memperoleh dua belas anak yang kemudian disebut kedua belas suku Israel.
Berbeda dengan Esau dia mengambil gadis-gadis Kanaan menjadi isterinya. Anak-anak Esau inilah yang kemudian dikenal dengan suku bangsa Edom.

Larangan perkawinan campur ini sering berulang-ulang diingatkan dalam hukum Musa dan nabi-nabi sebelum dan sesudah pembuangan. Khusua paskah pembuangan perintah itu sangat keras dalam Nehemia 13:25 "Jangan sekali-kali kamu serahkan anak-anak perempuanmu kepada anak-anak lelaki mereka, atau mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai isteri untuk anak-anak lelakimu atau untuk dirimu sendiri!

Tujuannya bukanlah anti asing, namun agar umat Tuhan itu adalah bensr-benar seria kepada Allah, jangan sampai perkawinan campur membuat synkritismen dan masuknya keyakinan berhala baru bagi anak-anak Tuhan. Larangan perkawinan ini semata-mata untuk memelihara kesetiaan kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub.

Sahabat yang baik hati! Bagaimana Yakub mendapat berkat kesulungan merupakan suatu perjalanan hidup yang perlu dimaknai. Allah punya rencana yang dalam diri Yakub dan dari keturunan Yakub, Tuhan menjadikan umatNya menjadi bangsa yang besar. Penentuan keturunan itu tidak terlepas dari ibu anak-anak. Karena itulah Ishak jauh-jauh sebelumnya mengingatkan Yakub untuk tidak memperisteri perempuan Kanaan.
Demikianlah anak-anak Tuhan di jaman Now, kita tidak boleh anti asing. Orang asing kita hormati, kita hargai namun dalam hal rumah tangga anak-anak Tuhan harus dibekali untuk mencari pasangan orang yang dicintai dan satu iman. Satu iman ini akan lebih mudah mendidik dan memelihara pertumbuhan iman anak-anak.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup  saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 18 Juli 2020

MERAYAKAN PONDOK DAUN: ingat sejarah, bersyukur dan peduli

Kotbah Minggu VI Stlh Trinitatis
Minggu, 19 Juli 2020
Nats: Ulangan 16:13-17

MERAYAKAN HARI RAYA PONDOK
Ingat Sejarah, Bersyukur Dan Peduli


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati,
menurut Ulangan 16:16 ada tiga perayaan besar yang wajib dirayakan oleh orang Yahudi setiap tahunnya, yakni: Hari raya Roti tidak Beragi atau Paskah (Kel 12:14-20, band Imamat 2:4,11) peringatan akan malam pembebasan orang Ibrani dari perbudakan Mesir.  Perayaan inilah yang ini dikaitkan dengan Perayaan Paskah dalam Perjanjian Baru pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib yang mati dan sebagai Anak Domba Allah yang membawa keselamatan bagi dunia. Kedua adalah Pesta Panen atau pesta Hari Raya Tujuh Minggu, pesta panen yang dirayakan tujuh minggu  (Kel 34:22, Ul 16:10 dan Bil 28:26). Setiap orang mempersembahkan hasil panen kepada Tuhan, buah sulung dari hasil panen (Baca Imamat 23:39-40). Pesta panen ini menjadi pesta ke-50, jika dalam Kisah Para Rasul 2; orang Yahudi berkumpul di Yerusalem dalam rangka pesta ke-50 atau pentakosta saat itu orang Yahudi dari berbagai kota datang untuk merayakan pesta panen. Dan ketiga adalah Hari Raya Pondok Daun sebagaimana dalam kotbah minggu ini. Pesta ini bertujuan untuk mengingat bangsa Israel dahulu adalah penggembara. 

Perayaan Hari Raya Pondok Daun wajib dilaksanakan oleh setiap orang Israel. Hal itu dimuat dalam peraturan peribadahan Yahudi. Hari Raya Pondok Daun atau disebut dengan  "khag hasukkot” tertulis dalan Imamat 23:24 dan Ulangan 16:13)". Pada perayaan ini bangsa Israel bersyukur atas hasil panen.

01. “Khag hasukot” (Pesta Pondok Daun) dilaksanakan bertujuan untuk mengenang penggembaraan bangsa Israel (Baca Im 23:33-44).
Pada perayaan Pondok Daun setiap orang akan tinggal dalam pondok daun selama tujuh hari untuk mengenang akan zaman pengembaraan dalam padang belantara.  Kita tahu bagaimana bangsa Israel mengembara selama 40 tahun di Padang Gurun, hidup berpindah-pindah dan berkemah seturut dengan petunjuk Tuhan. Apabila Tuhan mengatakan berjalan mereka berjalan, jika Tuhan menyatakan berkemah mereka berkemah. Demikianlah merekan berjalan di padang belantara selama emoat pulu tahun.

Setelah Yosua menggantikan Musa, Yosua memimpin bangsa Israel untuk menduduki tanah Kanaan.  Di Kanaan mereka tinggal dan menetap, mereka memiliki tanah sebagai milik pusaka, bisa berladang dan beternak dan memperoleh hasil dari ladang-ladang dan kebun mereka. Maka dalam setiap merayakan hasil panen bangsa Israel wajib untuk tinggal di pondok daun yang dibuat oleh setiap keluarga. Tujuan adalah untuk mengedukasi bangsa Israel mereka dahulu adalah penggembara. Dengan tujuan agar mereka mengingat karunia yang besar yang memberikan tanah Kanaan menjadi warisan mereka. Tanah Kanaan adalah pemberian Allah yang subur, penuh susu dan madu. Semua itu adalah karunia Tuhan.

Melalui pesta pondok daun ini bangsa Israel diingatkan akan sejarah mereka yang terpatri dalam “Credo Israel, yang menekankan: dahulu mereka adalah budak di Mesir tetapi dibawa keluar dari sana dan dituntun dengan kuasa tangan Tuhan dan memberikan negeri Kanaan yang dijanjikan sejak leluhur mereka.

02. Syukur Atas Hasil Tanah (Gabe Na Niula)
Hari Raya Pondok Daud adalah bentuk pesta syukur atas panen yang mereka terima. Selama 7 hari bangsa Israel tinggal di ponduk yang terbuat dari daun-daunan dan mereka diwajibkan untuk memberikan persembahan sebagai milik Allah. Bahagian yang ditetapkan milik Allah adalah buah suluh dari panen mereka. Ulangan 16:14-15 (TB)  Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu. Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh.

03. Pesta syukur pemberian Korban Bakaran (Sinur angka pahanpahanan)
Selama tujuh hari mereka tinggal di Pondok yang dibuat . Selain tinggal di dipondok yang dibuat mereka harus memberikan korban persembahan berupa binatang yang ditetapkan dalam Bilangan 29:36, disebutkan pada hari pertama 13 lembu jantan dan pada hari ke tujuh 7  dan pada hari kedelapan mengakhiri pesta pondok Daud dikorbankan seekor lembu jantan, seekor kambing jantan, dan 7 ekor anak domba. Tradisi Pondok Daud ini terus dilakukan bangsa Israel setelah berdiam di Kanaan dan tradisi ini dilaksanakan sampai zaman perjanjian Baru. (Baca Yoh 7:37).

Dalam perayaan hari Pondok Daun ini, bangsa Israel didik dan diajari untuk bersyukur dan memenuhi kewajiban mereka atas segala berkat yang diterima dari Tuhan dengan rela hati dan bersyukur mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Mereka datang ke hadiran Tuhan dengan tidak tangan hampa, tetapi membawa persembahan kepada Tuhan dari apa yang diterimanya dari Tuhan melalui hasil ladang, ternak dan usahanya. 

04. Sukacita Bagi Seluruh anggota keluarga dan lapisan masyarakat
Ulangan 16:14 Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu
Hari Raya Pondok Daud bukan ansih memperingati sejarah, tetapi produkttif melakukan kepedulian sosial. Setiap keluarga berkewajiban menghadirkan sukacita bagi orang-orang disekitarnya, orang orang yang bekerja padanya dan memiliki kepedulian kepada sesama dan orang-orang yang miskin dana papa. Orang asing mendapat perhatian karena orang asing sering diperlakukan dengan keras dan tertindas, tidak memiliki hak sipil dan hanya sebagai penompang. Demikian dengan anak yatim dan janda. Menurut hukum Yahudi, seorang  janda tidak memiliki hak warisan dari suaminya, milik pusaka peninggalan suaminya harus diserahkan kepada saudara suaminya, sampai anak laki-lakinya akil balik. Dapat kita bayangkan bagaimana pergumulan janda dan yatim.

Hal yang menarik adalah di hari Pondok Daun ini diingatkan setiap orang harus memperhatikan Orang Lewi. Orang yang bekerja di Bait Allah, imam dan petugas peribadahan bagi bangsa Israel. Mereka hidup dari persembahan dan perpuluhan jemaat. Dengan peringatan ini, seluruh Israel diingatkan akan kewajibannya untuk memperhatikan para Lewi. Hidup orang-orang yang melayani mereka harus diperhatikan.

˃˃Perlu juga diingatkan di minggu ini agar jemaat (gereja) memperhatikan kehidupan para pelayan sebagai imam atau kaum lewi dalam gereja.


Sahabat yang baik hati, dari kotbah minggu ini kita diajak:
Pertama, Perayaan yang ditetapkan dalam Israel memiliki makna hitoris, perayaan menjadi momen penting untuk mengenang sejarah.  Khususnya Pondok Daun untuk mengenang bagaimana mereka dulu orang yang penggembara, berpindah-pindah (nomaden) dan hidup dalam tenda-tenda darurat menjadi orang yang tinggal menetap di negeri perjanjian dan memiliki hak atas tanah sebagai milik pusaka. Dengan merayakan Pondok Daun Tuhan mendidik umatNya mengenal diri dan tidak menghendaki umatnya bangsa yang lupa akan sejarah. Dengan perayaan ini mereka menghargai dan memaknainya perbuatan Allah tidak lupa diri.

Kedua, Mari mempersembahkan syukur atas segala pemberian Tuhan dalam kehidupan kita. Datang kedapan Tuhan bukan dnegan tangan kosong.  Dalam teks ini disebutkan jenis-jenis korban yang wajid dipersembahkan. Dalam Perjanjian Baru, persembahan yang dikehendaki oleh Tuhan bukan hanya buah sulung atau perpuluhan atau persembahan berupa kurban. Persembahan sejati adalah mempersembahkan hidup kita untuk menghadirkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Roma 12:1 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ketiga, perayaan religius dikaitkan dengan kewajiban mengingatkan tugas dan tanggung jawab orang percaya untuk menghadirkan sukacita bagi sesama, kepedulian bagi orang yang membutuhkan (miskin, yatim dan janda) dan memperhatikan (orang Lewi) hidup pelayan.

Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 17 Juli 2020

WASPADAI NABI PALSU

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Sabtu, 18 Juli 2020

WASPADAI NABI PALSU:
Menyamar Seperti Domba, Buas Seperti Serigala

Matius 7:15 (TB)  "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Matthew 7:15 (RWV)  Beware of false prophets, who come to you in sheep’s clothing, but inwardly they are ravening wolves.

Mungkin kita  pernah dengan ungkapan: "serigala berbulu domba." Suatu ungkapan tampak lembut dan polos tetapi sesungguhnya sangat ganas dan sadis. Ada juga istilah "Killing Smile" suatu ungkapan kepada pelaku kejahatan yang berdarah dingin. Tampak tenang dan cool, slow dan kalam namun sungguh dalam hatinya mendidih kekejaman yang mematikan. Wajah tampak senyum namun tindakannya sangat brutal dan sadis. Itulah dunia kejahatan yang tersembunyi dibalik ekspressi manis.

Sikap-sikap seperti inilah yang sangat ditentang oleh Tuhan Yesus. Wajah manis menyembunyikan kejahatan. Alkitab menyebutkan ini sebagai "nabi-nabi palau". Nabi sesungguhnya adalah "utusan Alla"  yang menya.paikan peaan Firman Tuhan kepada umatNya. Itulah sebabnya nabi juga disebut juga "penyambung lidah Allah", juru bicara Allah atau "mulut Allah"yang menyampaikan kebenaran atas nama Tuhan. Namun nabi-nabi palsu menyampaikan kebohongan, menebarkan fitnah dan kebencian atas nama Tuhan.

Nabi palsu bisa tampil lebih lembut dari nabi sungguhan, mereka berbicara lebih menyakinkan dan mempesona dari nabi utusan Tuhan namun didalamnya kelicikan dan kejahatan. Mereka bernubuat demi nama Tuhan namun sesungguhnya pikiran dan keinginannya sendirolah yangb
 diwujudkan. Dalam Perjanjian Lama nabi Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan lainnya kewalahan menghadapi nabi palsu sperti Pashur dan Hanaya. Malah saat menyampaikan pesan Tuhan nabi Yeremia diikat dan dibuang ke sumur karena provokasi nabi palsu. Zaman Yeremia, raja dan pengambil kebijakan di istana dipengaruhi nabi palsu sehingga menutup telinga akan kebenaran.

Babi-nabi palsu tidak berhenti sekalipun dunia tekah beroba. Perjanjian lama telah beelalu telah ada era baru, era anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Namun nabi-nabi palsu akan terus ada sepanjang jman bahkan sampai akhir jaman. Tujuan mereka hanya merusak, menebar kebohongan dan merwka adalah alat-alat iblis untuk menghambat Berita Injil. Mereka locok, bis memasuki persekutuan orang percaya namun tujuannya hanya untuk mengacaukan jemaat. Mereka melayani bukan Kristus yang dilayani tetapi dirinya sendiri. Mereka memberitakan Kristus tetapi bukan Krostus yang dimukiakan, mereka hanya memakai nama Kristus untuk kekayaan diri. Seperti kasus Simon yang hendak meminta karunia Roh tetapi dengan maksud memakai karunia roh untuk keuntungan diri. Kisah Para Rasul 8:18-19 (TB)  Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." Namun Petrus keras melawannya. Kisah Para Rasul 8:20 (TB)  Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.

Yesus sebagai guru yang baik memberikan patu peringatan kepada murid-murid agar waspada terhadap nabi-nabi palsu. Selain menyesatkan, nabi palsu ini sangat berbahaya, menyamar seperti domba tapi sungguh buas dan ganas seperti serigala. Daoat kuta bayangkan jika serigala dapat memasuki kandang domba. Kawanan domba akan tercabik-cabik dimangsa oleh ganasnya serigala. Serigala lapar akan memuaskan rasa laparnya dengan melahap domba-domba. Peringatan ini disampaikan Yesus kepada murid-murid, karena murid-muridNya adalah gembala yang akan diutus. Kepada merekalah kawanan domba Allah diserahkan untuk digembalakan dengan baik, meneladani Yesus sang gembala yang baik.

Sahabat yang baik hati! Marilah tetap waspada dari segala tantangan dan godaan. Agama tidak dirusak oleh ajaran dari luar agama, tetapi dirusak dari dalam agama itu sendiri. Lihatlah berbagai aliran dalam gereja  suatu fakta sejarah bahwa telah banyak ajaran yang tersesat di sepanjang sejarah gereja. Seraching aja misalnya sekte sesat sepanjang jaman akan banyak kejadian-kejadian yang menyesatkan dari dalam agama itu sendiri.
Hal inilah yang harus diwaspadai, agar tetap memelihara iman yang tangguh dan kokoh berdiri teguh di dalam Yesus Kristus sampai akhir jaman.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen.

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 16 Juli 2020

MELAWAN BERHALA

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Jumat, 17 Juli 2020

MELAWAN BERHALA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunkan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Yesaya 44:10 (TB)  Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?

Isaiah 44:10 (RWV)  Who hath formed a god, or cast a graven image that is profitable for nothing?

Salah satu keprihatinan dari nabi Yesaya adalah berbaliknya bangsa Israel dari Allah yang mereka puja dan sembah. Mereka percaya kepada baal dan patung buatan tangan manusia yang ditempatkan di kuil. Anehnya patung yang ditempatkanndi kuil disembah dan diberi makan dengan sesembahan mereka.

Bagi Yesaya ini adalah suatu keanehan karena apa? Bukankah baal atau patung itu adalah dibuat oleh pandai atau dengan katanlain buatan tangan manusia? Jika dia dari kayu, seorang tukang kayu meneng pohon, mengukirnya seturut dengan jenis patung yang dibentuk tukang kayu dan ditempatkan di kuil. Jika terbuat dari tembaga, dia dibentuk oleh pandai besi dan ditempatkan di kuil. Maka pertanyaan siapakah yang membentuk patung dan mengapa mereka menyembah sebagai allah? Bagi nabi Yesaya ini adalah suatu keanehan bahkan disebutnya sebagai kebodohan.  Selengkapnya marilah kita baca penjrlasan Yesaya: Yesaya 44:11-13 (TB)  "Sesungguhnya, semua pengikutnya akan mendapat malu, dan tukang-tukangnya adalah manusia belaka. Biarlah mereka semua berkumpul dan bangkit berdiri! Mereka akan gentar dan mendapat malu bersama-sama. Tukang besi membuatnya dalam bara api dan menempanya dengan palu, ia mengerjakannya dengan segala tenaga yang ada di tangannya. Bahkan ia menahan lapar sehingga habislah tenaganya, dan ia tidak minum air sehingga ia letih lesu.  Tukang kayu merentangkan tali pengukur dan membuat bagan sebuah patung dengan kapur merah; ia mengerjakannya dengan pahat dan menggarisinya dengan jangka, lalu ia memberi bentuk seorang laki-laki kepadanya, seperti seorang manusia yang tampan, dan selanjutnya ditempatkan dalam kuil."

Jika demikian mengapa menyembah patuh dan menjadikannya allah?  Ini sungguh suatu kebodohan. Musa adalah pemimpin yang dipakai Tuhan memberikan perintahnya agar bangsa Isrsel tidak percaya pada berhala. Itu perintah yang sangat keras dan tegas pada Perintah Kedua disebutkan: Keluaran 20:4 (TB)  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Nabi Elia melawan Raja Ahab dan isterinya Isebel yang berbalik dari allah Israel kepada baal. Elia hadir meyakinkan Ahab dan seluruh banhsa Israel bahwa Allah Israel adalah Allah yang hidup, pencipta dan berkuasa atas segala ciptaanNya. Allah maha kuasa dan pemberi kehidupan seluruh ciptaannya. Ini membuktikan Allah Israel Allah yang hidup, Elia memintak tidak datangbhujan selama tiga gahun di Isrsel. Bukan hanya itu Elia menantang Ahab di bukit Karmel dimana siapakah Allah yang hidup apakah Allah Israel atau baal. Pertama diberi kesempatan kepada imam baal membuktikannya, mereka memberikan kurban di depan baal namun tak sedikit pun disentuh. Berikutnya setelah Elia menaruh kurban persembahan dan berdoa kepada Allah Israel dan lihatlah kurban itu diterima oleh Allah, seperti sambar petir membuat semua mereka tercengang dan heran. Kejadian ini.membuat Ahab dan isterinya murka pada Elia, mengejar dan ingin membuunuh Elia, tetapi Tuhan memelihara dan melindungi Elia. (baca kisahnya dalam 1 Raja-raja 18:20-48)

Allah Israel adalah Allah yang hidup yang tidak perlu direpresentasikan lewat ikon atau patung atau bentuk apapun. Karena Allah Israel adalah Allah yang maha kuasa, maha agung, maha besar dan tak terselami pikiran pikirannya. Tidak ada ikon atau bentuk apun yang daoat menggantikan gambar Allah. Tahktanya adalah langit dan pijakan kakinya adalah bumi. Yesaya 66:1 (TB)  Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?

Syukurlah kepada Tuhan yang memperkenalkan diri melalui kehadiran Yesus Kristus. Melalui janji keselamatanNya dalam kitab suci dan perjalanan bangsa Israel hingga penggenapan janji melalui Yesus Krstus kita mengenal kasih Allah dan keselamatannya yang besar membebaskan kita dari dosa mdan memberikan kita hidup yang kekal.

Sahabat yang baik hati! Jauhkanlah berhala dari hadpan kita, mari berpegangbteguh pada iman yang kita miliki di dalam diri Yesus Kristus. Tidak ada kekuatan apaou. Di dunia ini melebihi kuasa Tuhan, karena itu jika dunia ini menawarkan berhala-berhala baru, menjanjikan kebahagiaan dan keselamatan itu semua palsu. Kebahagiaan yang sejati dan keselamatan hanya di dalam dsri Allah yang kita terima dialam diri Yesus Kristus.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 15 Juli 2020

TAK SATUPUN TERSEMBUNYI BAGI TUHAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Kamis 16 Juli 2020

TAK SATUPUN TERSEMBUNYI BAGI TUHAN

Selamat Pagi! Sahabatyang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Ibrani 4:13 (TB)  Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Hebrews 4:13 (RWV)  Neither is there any creature that is hidden in his sight: but all things are naked and opened to the eyes of him with whom we have to do.

'Poligrafi' adalah alat detektor yang dipergunakan akhir-akhir untuk mengindikasikan seseorang apakah dia berbohong atau tidak.  Semuanya tersambung dengn kabel-kabel yang berujung ke sebuah kotak, yang terus melanjutkan data ke laptop Mordi. Poligraf, atau biasa dikenal sebagai pendeteksi kebohongan, bekerja dengan mengukur perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, misalnya jumlah helaan napas, detak jantung, tekanan darah dan reaksi mendadak pada kulit

Di Amerika, poligraf diterapkan dalam proses seleksi calon anggota CIA dan sejumlah jabatan di pemerintahan. Poligraf bermanfaat dalam membantu polisi melakukan investigasi. "Dengan poligraf, sangat cepat dan mudah bagi polisi untuk menentukan tersangka sebuah kejahatan dan memutuskan apakah perlu bagi polisi untuk menggali informasi lebih dalam tentang seseorang, atau mencari calon tersangka lain."

Diakui alat ini canghih namun alat ini masih banyak kelemahan. Seseoramg masih dapat menipu poligrafi, apalagi orang yang diinvenstigasi tahu dia dideteksi. Hingga saat ini pengadilan tidak menggunakan piligrafi sebagai bukti di pengadilan. Itulah kehebatan manusia masih ada bilik hati yang terdalam yang tidak dapat diketahui oleh orang lain. Benar ungkapan ini yang mengatakan: tingginya langit dapat diukur, dalamnya laut dapat diukur tapi siapakah yang mengetahui isi hati seseorang?

Renungan hari ini memberikan jawaban bahwa tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah. Tuhan itu maha tahu tentang semua ciptaannya, dan menatanya dengan baik dan tahu fungsinya masing-masing. Allah mengetahui seluruh ciptaannya dari mahkluk hidup dan benda mati, tanaman, hewan,  benda yang kecil hingga besar, dari yang terlihat sampai partikel kecil yang tidak terlihat. Semuanya terdata dengan baik dihadpan Allah dan tidak ada yang tersembunyi. Semuanya Tuhan tahu dan segala sesuatu tentang ciptaanNya diketahui dengan jelas.

Demikian dengan manusia, apa yang dikatakan,  dikerjakan dan lakukan semuanya terekam dan terdokumentasi dengan baik bahkan maksud hati yang tersimpan di bilik hati terdalam sekalipun diketahui oleh Tuhan. Sesungguhnya tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Tuhan terus mengamati setiap perbuatan seseorang. Yeremia 16:17 (TB)  Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan mereka pun tidak terlindung di depan mata-Ku.

Kemahatahuan Tuhan ini seharusnya membuat manusia semakin sadar diri akan perbuatan jahat, kebohongan, akal busuk dan segala perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jika manusia dapat berbohong dan menipu orang lain namun ingatlah semuanya diketahui oleh Tuhan. Waktunya Tuhan akan membuka semua yang diperbuat dalam pengadilan akhir. Manusia tidak dapat membuat pembelaan dihadapan Tuhan karena Tuhan mengetahui segalanya. Markus 4:22 (TB)  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

Sahabat yang baik hati, apakah yang mau disapa renungan ini pada kita? Hidup terbuka dihadapan Allah. Di dalam Tuhan tidak ada yang tersembunyi? Semuanya letak dan dimana Tuhan menempatkan seluruh ciptaannya teratur dengan baik. Jika manusia bisa menyembunyikan sesuatu dari orang lain, jika penjahat bisa membohongi hakim dan jika pelaku kejahatan bisa menghindar dari penyidik maka di dalam Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Semua ciptaannya dipakai berguna dan memberikan informasi tentang apapaun yang Tuhan. Jika jaman now ada dokumentasi CCTV yang merekam dan mengawasi sekitarnya bahkan dengan kamera satelit sekalipun. Maka lebih dari itulah Tuhan merekam segala perbuatan manusia. Karena itu marikah menempa diri hidup jujur, terbuka dan berusaha berterus terang dihadapan Tuhan.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selasa, 14 Juli 2020

BETAPA BESARNYA PEKERJAANMU

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
renungan Harian, Rabu, 15 Juli 2020

BETAPA BESARNYA PEKERJAANMU

Selamat Pagi! Sahabatbyng baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di oagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Mazmur 92:5 (TB)  (92-6) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.

Psalms 92:5 (RWV)  O LORD, how great are thy works! and thy thoughts are very deep.

"Maka jiwaku pun memujiMu:
"Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu:"
"Sungguh besar Kau, Allahku!"

Demikian reffrain syair KJ No 64 menggambarkan karya dan kebesaran  Tuhan atas ciptaanNya dan perbuatannya dalam sejarah umatNya.
Nyanyian seperti itu jugalah yangbkita temukan dalam Mazmur 92. Suatu pujian atas kebesaran Tuhan Maha Kuasa, Dia adalah hakim adil atas segala bangsa. Mazmur ini disebutkan nyanyian pada hari Sabath, sebagai lagu pujian yang umum dinyanyikan dalam ibadah setiap hari Sabath.  Dalam nyanyian ini,  kembali diingatkan bahwa Allah itu sungguh besar dan Maha mulia. Dialah pencipta segala sesuatu. Pada hari yang ketujuh Allh beristirahat dan oleh sebab itulah manusia beristirahat memuji dan memuliakan Tuhan.

Dalam.narasi penciptaan, Allah berhentinpada hari Sabatj dasar inilah yang dijadikan untuk beribadah ada hari Sabath. Namun usai mencipta Allah sesunghuhnya tidak berhenti tetapi terus bekerja dan berkarya memelihara ciptaanNya. Allah berkarya dalam sejarah manusia dan dalam sejarah bangsa-bangsa. Allah juga bekerja dan berkarya melalui sejarah umatNya. Dalam Alkitab kita menemukan sungguh banyak dan besar perbuatan Allah daam sejarah umat Israel. Allah membebaskan Israel dari perbudakan Mesir dengan mujizat-mujizat. Allah menuntun bangsa Isrsel swlama 40 tahun di padang gurun dengan keajaiban. Atas semua perbuatan Allah yang ajaib orang Israel mengingatkan dan mengajarkan perbuatan Allah dalam hidup mereka dengan rumusan Credo atau pengakuan iman. Ulangan 5:15 (TB)  Sebab haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Setiap orang Israel harus mengingat perbuatan Allah yang besar ini dan mengajarkannya kepada anak-anak. Atas perbuatan allah yang besar ini mereka tidak boleh melupakan sejarah. Mengingat semua itu mereka harus sungguh-sungguh setia kepada Allah dan mengasihi Allah dengan segenap akal, kekuatan dan jiwa mereka.

Sahabat yang baik hati! Perbuatan kecil yang terkesan yang pernah dilakukan orang pada kita pasti kita ingat. Alangkah malunya kita kalau seseorang lupa kebaikan. Lebih dari itulah bangsa Isrsel jika mereka luoa akan Tuhan. Tuhan telah melakukan peekara besar dan ajaib dalam sejarah mereka.

Senin, 13 Juli 2020

TUHAN PEDULI

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Selasa 14 Juli 2020

TUHAN PEDULI

Selamat Pagi! Sahabatbyang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Yeremia 49:11 (TB)  Tinggalkanlah anak-anak yatimmu, aku akan menghidupi mereka; biarlah janda-jandamu menaruh kepercayaan padaku!"

Jeremiah 49:11 (RWV)  Leave thy fatherless children, I will preserve them alive; and let thy widows trust in me.

Salah satu keunikan kitab Yeremia adalah bahwa Allah Israel, Allah Abraham, Ishak dn Yakub bukan hanya Allah atas umatNya Israel tetapi Dialah Allah pencipta semesta alam dan raja atas segala bangsa. Setelah Yeremia menyampaikan Firman Tuhan kepada umatNya, dalam asal 46-51 Yeremia menyampaikan nubuatan kepada bangsa-bangsa sekitarnya, yakni mengenai Mesir (46:1-28), nubuatan kepada Filistin (47:1-7), nubuatan kepada Moab (48:1-47), nubuatan kepada Amon (49:1-6), nubuatan kepada Edom (50:7-22), nubuatan kepada Damsyik (49:23-27), nubuatan kepada suku-suku Arab (49:28-33), nubuatan Kepad Elam 49:34-39, nubuatan kepada Babel (50:1-49) dan hukuman kepada Babel (51:1-64) kemudian menutup pasal 52 dengan kejatuhan Yehuda sampai mereka terbuang ke Babelonia.

Apa artinya ini, Allah bekerja dalam sejarah, bukan saja dalam bangsa Israel tetapi Allah bekerja dan berkarya dalam perjalanan sejarah umat manusia. Pekerjaan Allah dalam sejarah umat manusia dan bangsa-bangsa satu yang ditekankan oleh Yeremia adalah bahwa Allah itu peduli. Allah tidak tinggal diam terhadap penindasan dan kecongkakan. Allah akan menghukum orang yang sombong dan menundukkan orang yang angkuh. Jika kita baca nubutan-nubatan kepada bangsa-bangsa Allah yang Maha Kuasa akan memberikan ganjaran kepada setiap pelaku kesombongan.

Khusus renungan di pagi hari ini, Yeremia membuat suatu tantangan bahwa jika orang sudah tidak mau lagi peduli dengan kehidupan janda dan yatim karena manusia tidak lagi punya rasa kepedulian sosial, maka Allab sendiri yang memperhatikan mereka. Allah akan memelihara hidup mereka. Jika manusia telah kehilangan rasa iba, sympatik dan emphatik terhadap orang-orang yang tercecer, miskin dan papa, maka Allah sendiri yang menjadi gembala bagi mereka yang menuntun dan memberikan kebutuhan mereka. Allah sanggup memelihara mereka.

Tantangan ini sesungguhnya hendak mengugah umat Tuhan dan seluruh umat manusia bahwa sifat manusiawi kita harus tetap terpelihara yakni dengan peduli kepada orang lain. Jika dunia ini sudah tidak mau peduli namun Tuhan tetap peduli.

Sebagaimana kita kethui bahwa janda dan yatim menjadi kelompok masyarakat yang sering tertindas. Seorang janda tidak berhak mendapatkan warisan milik pusaka suaminya, jika dia punya anak laki-laki itu harus akil balik baru diberikan. Jika dia tidak punya anak laki-laki maka warisan milik pusaka beralih kepada saudaranya laki-laki. Realitas sosial demikian menjadi hal yang sering disingguh oleh para nabi dalam PL bahwa umat Allah wajib memperhatikan hak-hak janda dan kebutuhan serta perlindungan anak-anak yatim dan diaturkan dlm hukum Taurt.
Ulangan 10:18 (TB)  yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.
Kemudian ditegaskan dalam Ulangan 24:17 (TB)  Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.

Sahabat yang baik hati! Peduli terhadap sesama menjadi kewajiban orang percaya. Kewajiban ini bukan hanya sebagai rasa kemanusiaan, tetapi sebagai perintah Tuhan. Tuhan menghendaki kita peduli kepada orang-orang yang lemah, tersisih dan terpinggirkan seperti janda dan yatim. Kepedulian itu sebagai bukti ketaatan dn kesetian kita kepada Tuhan yang selalu peduli. Yesus lebih suka kepada orang yang peduli ketimbang banyak atribut religius namun tak ada rasa peduli. Hal itu dikisahkan lewat derita orang Samaria yang baik hati (Lukas 10:25-37).
Tetaplah peduli karwna Tuhan itu peduli.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 12 Juli 2020

MEMOHON KEPADA TUHAN

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan. Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Senin, 13 Juni 2020

MEMOHON PADA TUHAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Mazmur 142:2 (TB) Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN.

Psalms 142:1 (RWV)  Maschil of David; A Prayer when he was in the cave. I cried to the LORD with my voice; with my voice to the LORD I made my supplication.

Mazmur 142 ini merupakan seruan dan permohonan Daud saat mengalami kesulitan. Seruan ini berbeda dengan biasanya karena disampaikan dengan nyaring. Ibarat seseorang dalam situasi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat, demikianlah seruan permohonan Daud dalam Mazmur ini. Disebutkan di dalam ayat 1 saat Daud berada di gua. Ada dua gua dimaksud yakni gua Adulam (1 Sam 22) dan gua En Gedi (1 Samuel 24).  Konteks keduanya sama-sama berada dalam tekanan dan pengejaran Saul. Daud menghindar dari pengejaran Saul dan berulang-ulang pulu lolos.

Saul sangat membenci Daud dan hendak membunuhnya.  Dapat kita bayangkan bagaimana kesulitan yang dihadapi oleh Daud, karena orang yang mengejarnya adalah penguasa di negeri itu. Saul punya pasukan pelacak dimana Daud berada dan memiliki kemampuan khusus untuk menangkapnya. Tetapi dalam catatan Alkitab Daud selalu luput dari pengejaran dan penangkapan Saul. Bahkan sekalioun Daud sudah dikepung, Daud selalu luput.

Ketika masih di istana Saul,  Daud sudah dijebak dan akan dibunuh oleh Saul di rumahnya. Namun Yonathan anak Saul sahabat dekat Daud membela dan menolongnya. Yonathan  memberitahukan niat jahat Saul ayahnya pada Daud bahkan menjadi penolong bagi Daud lolos dsri rencana Saul yang hendak.membunuh Daud (Baca 1 Sam 19:1-24).

Setelah keluar dari istana Daud, Saul tak berhenti mengejar Daud, niat membunuh benar-benar bergelora. Berulang kali pengejaran dilakukan pada saat itu juga Daud merasakan pertolongan Tuhan. Bahkan pernah suatu kesempatan Daud memotong jubah Saul pertanda bahwa sesungguhnya Daud dapat membunuh Saul jika mau.Tetapi karena Saul adalah yang diurapi Tuhan dia tidak mau mengenakan pedanya untuk membunuh Saul. 1 Samuel 24:4-5 (TB)  (24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. (24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;

Dari pengalaman Daud ini ada beberapa hal penting yang dapat dipelajari:

Pertama, sehebat apapun usaha Saul untuk menghentikan langkah Daud, tapi hidup Daud ditentukan oleh Tuhan. Daud tak berdaya menghadapi Saul apalagi lengkap dengan pasukannya, namun dia bisa lolos dsri Saul karena Tuhan memiliki rencana yang indah bagi Daud.

Kedua, setiap menghadapi kesulitan Daud tidak berputus asa tetapi pasrah dan berserah. Pasrah bukan berarti menyerah,  ada langkah-langkah dan usaha kongkrit dari Daud, menghindari diri dengan bentrok fisik, mengaaingkan diri dengan pergi ke gua. Dia percaya waktunya akan ada yang aman baginya untuk bertindak.

Ketiga, saat pergumulan menekan saat itu pula Daud menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Bukan hanya memohon biasa tetapi disebutkan dengan dua istilah, yakni: "dengan nyaring berseru" dan "dengan nyaring ku memohon".

Jika seseorang memohon dengan nyaring dapat kita bandingkan seseorang yang menghadapi kebakaran, berteriak sekencang-kencangnya agar orang memperhatikan dan bersegera menolongnya.

Bisa juga dipahami bahwa Daud mengeluh dan mencurahkan isi hatinya kepada Allah. Ketika bahaya sudah lewat, ia tidak malu (seperti yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang berjiwa besar) untuk mengakui ketakutan yang dialaminya dan bagaimana ia berseru kepada Allah. Seperti seorang anak yang menjerit-jerit dan meminta kepada orangtuanya, demikian Daud memohon kepada Tuhan. Bagi Daud tidak tempat pengaduan lain kecuali kepada Tuhan atas semua pergumulan yang dihadapinya.  Daud mencurahkan keluhannya, yang menunjukkan sebuah keluhan yang bebas dan sepenuh-penuhnya

Sahabat yang baik hati! Renungan pagi ini memberikan jaminan pada orang percaya bahwa pada Tuhan adalah tempat terbuka untuk menyampaikan permohonan. Seberat apapun permasalahan yang dihadapi jangan pernah berputus asa, tetapi ada Tuhan yang maha kuasa memberikan jalan keluar dari situasi sulit yang dihadapi.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 11 Juli 2020

BELAJAR MEMPERBAHARUI DIRI

Kotbah Minggu V Stlh Trinitatis 12 Juli 2020
Lukas 6:39-42  Ep, Poda 4:1-9

*BELAJAR MEMPERBAHARUI DIRI*

Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita rasakan dapat menjadi pelajaran berharga untuk pengembangan diri. Benar peribahasa yang mengatakan: "pengalaman adalah guru yang berharga". Sungguh alangkah bodohnya jika pengalaman tak dipergunakan sebagai bahan evaluasi diri sehingga kesalahan yang sama terulang kembali. Mungkin agak terlalu kasar ungkapan ini: "hanya keledai yang jatuh di lobang ya g sama." suatu cmbuk bagi yang tak belajar dari pengalaman.

Hidup ini terus berjalan, hari demi hari harus dijalani dengan tantangan yang berbeda. Maka dalam menjalaninya butuh hikmat dan nasihat. Dalam Epistel minggu ini tertulis dlm Amsal 4:1-9, berisi bahwa hikmat itu ada dalam tiga dimensi pada diri manusia sekaligus yakni a) pengetahuan (kepintaran, parbinotoan), b) hati yang paham menimbang (pangantusion/hapantason) dan c) spiritualitas (iman, haporseaon) yakni takut akan Tuhan.  Ketiganya ini harus seimbang, kalau tidak seimbang bisa timpang.

Coba perhatikan premis berikut:
Seseorang pintar namun minus hikmat akan SOMBONG, Seseorang yang pintar minus spiritualitas akan jatuh pada ATHEIS
Seorang yang mengaku takut akan Tuhan namun minus pengetahuan bisa menjadi RADIKAL. Seorang yang takut akan Tuhan namun minus hati yang menimbang bisa MUNAFIK. Namun orang yang memiliki hikmat didalamnya sudah ada hati yang mengerti l, paham menimbang (hapantason)  dan takut akan Tuhan. Rumusan Amsal inilah yang hendak dimiliki oleh anak-anak Tuhan.

Yesus menasihati murid-muridNya menghadapi kemunafikan Farisi dan ahli Taurat. Mereka merasa lebih benar, lebih kudus dan sering jatuh untuk.menghakimi sesamanya. Yesus sangat membenci orang munafik dn sikap yang menghakimi.

Dalam kotbah ini, Yesus memberikan pengajaran yang keras terhadp Farisi dan cambuk yang keras bagi murid-muridNya agar tidak saling menghakimi. Semua orang harus mengoreksi diri dan mau belajar memperbaharui agar lebih berkenan dihadapan Allah.

*1. Bagaimana orang buta menuntun orang buta?*
Satu tegoran yang keras dari Tuhan Yesus: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?" 

Salah satu sikaf Farisi adalah menggurui,  seolah mereka lebih bijak sementara orang lain buta dan bodoh. Mereka lebih kudus dan berkenan bagi Allah semntara yang lain orang berdosa. Padahal mereka sendiri membutuhkan tuntunan.

Lihat doa orang Farisi yang mengangkat tangannya bersyukur karena dia diciotakan tidak sama dengan pemungut cukai. Suatu sikap sombong dan merasa lebih baik. Mereka telah menempatkan diri menjadi patron bagi orang lain padahal mereka sendiri harus lebih banyak lagi belajar. Lukas 18:11 (TB)  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

Sikap yang "sok" atau merasa lebih ini inilah yang diperingatkan oleh Tuhan Yesus dengan perumpamaan, bagaimana ornag buta menuntun temannya yang buta? Pasti mereka akan jatuh bersama.
Seorang penuntun tentu harus tahu jalan agar bisa melewati jalan yang mereka lalui. Yesuslah jalan kebenaran dan hidup, Dia datang mangajak kita untuk dituntun kepada kehidupan yang kekal di rumah Bapa di sorga.

*2. Tetaplah menjadi seorang murid.*
Semua guru pasti senang muridnya pintar dan melebihi gurunya. Namun jika murid lebih merasa pintar dari gurunya itu sudah lain ceritanya.

Lukas 6:40 (TB)  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya,
Disini Yesus mau mengingatkan, agar murid-muridNya jangan pernah merasa sudah cukup berpengatahuan. Tetapi tetaplah menjadi seorang murid yang mau belajar dan belajar.

Setuap rabi Yahudi harus diakui memiliki pengetahuan yang luas. Mereka ahli dalam hukum Taurat dan kitab suci. Disini Yesus mau mengingatkn murid-muridnya agar tetap menjadi seorang murid yang terus belajar.
Belajar dalam bidang akademik harus lulus dan memiliki kompetensi dalam bidang keilmuan namun belajar memahami kehidupan ini tidak ada tamatnya karena itu harus terus belajar.

Tetep menjadi seorang murid disuarakan oleh Yesaya : Yesaya 50:4 (TB)  Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Disini kita tidak menerima lidah seorang guru yang  fasih mengajar atau lidah yang lihai untuk mempesona setiap orang dengan mengolah kata-kata. Dengan kotbah minggu ini Yesus menghendaki muridnya-muridnya tetap belajar.

*3. Bercermin - lebih baik menghabiskan energi menghasilkan kebaikan daripada menghabiskan waktu untuk membicarakan kesalahan orang lain.*

Saya kutang tahu pakah "ngerumpi" adalah ciri masyarakat Indonesia. Dalam mengerumpi biasanya bukan membahas bagaimana menjadi manusia yang lebih produktif menghasilkan kebaikan, tetapi mengerumpi condong "mengatai" pekerjaan orang lain terlebih mengupas-ngupas berbagai kesalahan orang lain. Ngrumpi ini bukan hanya dikalangan kaum ibu-ibu tetapi juga digandrungi oleh kaum bapak-bapak. Enak mungkin bagi sebahahmgian orang mengupas keburukan dan kesalahan orang lain apalagi dengan media sosial sekarang ini. Semakin viral semakin baim. Namun mengapa kita menghabiskan waktu untuk membahas kekurangan orang lain, apakah tidak bisa lebih, mempegunakan waktu mengoreksi diri,  memergunakan energy yang ada untuk hal yang lebih produktif.  Inilah pesan Yesus yang berharga dari nas ini:

Lukas 6:41 (TB)  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Dengan nasihat ini, Yesus menghendaki murid-muridnya menjadi manusia yang korektif, mau memperbaiki diri sendiri, tidak munafik dan orang yang produktif menghasilkan kebaikan. Jangan habiskan waltu untuk mencari dan menganalisa kekurangan dan keburukan orang lain. Yesus memanggil kita menjadi murid untuk meghasilkan berbuah. Yohanes 15:16 (TB)  Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Sahabat yang baik hati! Kotbah minggu ini mengajak kita untuk menjadi manusia yang mau belajar memperbaharui diri. Dari epistel kita diajak untuk memiliki hikmat:  mengejar ilmu pengajaran, hati yang paham.menimbang dan takut akan Tuhan.

Mari jauhkanlah sifat yang menggurui, munafik dan mencari-cari kesahan orang lain. Tetapi mari pergunakan waktu dan energy untuk menghasilkan kebaikan.

Tuhan memberkati!
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...