Sabtu, 27 Januari 2024

JANGAN MENJADI BATU SANDUNGAN

 Kotbah Minggu IV Stlh Ephipanias

Minggu, 28 Januari 2024

Ev. 1 Korintus 8:1-13



JANGAN MENJADI BATU SANDUNGAN


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah minggu ini mengajak kita agar tidak menjadi bagu sandungan bagi orang lain. Saya coba merenungkan sejanak apa jadinya jika kaki anda tersandung saat berjalan? Anda bisa jatuh, kaki luka dan rasa sakit yang tidak tertahankan. Bagaimana pula kalau tersandung di depan orang banyak, sakitnya tak seberapa namun malunya tak bisa ditahankan. Pokoknya janganlah kita tersandung dalam menjalani kehidupan ini karena itu sangat menyakitkan dan menyedihkan. Apalagi menjadi batu sandungan, sungguh merupakan penyesalan yang tidak bisa disesali jika oleh kita orang lain terjerumus dalam berbagai kesusahan hidup.


Kotbah minggu ini berbivara tentang jangan menjadi batu sandunga. Suatu ajakan bagi orang percaya agar memelihara sikap keagamaannya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Orang percaya dipanggil untuk menjadi berkat bukan kutikan, meratakan jalan bukan memutus jembatan sehingga orang lain bisa merasakan nikmatnya hidup. Kita dipanggil menjadi terang, agar setiap orang yang berjalan dalam kegelapan dapat melihat dengan jelas krikil atau lubang di jalan yang dilalui. 

Orang percaya dipanggil menjadi garam agar orang lain merasakan nikmat anugerah Tuhan dalam kehidupan ini. Itulah panggilan mulia menjadi seorang murid Kristus. Hadirlah untuk memberkati bukan untuk mengutuki, hadirlah untuk memotivasi bukan untuk mematikan harapan, hadirlah untuk menginspirasi bukan mengecam hingga membekukan pikiran orang lain.


Untuk mengembangkan kehidupan menjadi berkat bukan menjadi batu sandungan ini, marilah kita ambil beberapa pelajaran berharga dari kotbah minggu ini.


1. Akar pengetahuan yang benar

"Cogito ergo sum", aku berpikir maka aku ada. Demikian Descartes menjelaskan bahwa manusia itu adalah apa yang dipikirkan. Pandangan ini menekankan pengetahuan seseorang menentukan keberadaannya. Manusia adalah apa yang diketahuinya. Bagi Descartes pengetahuan adalah fakta, kebenaran atau informasi yang diperoleh melalui pengalaman atau pembelajaran disebut posteriori, atau melalui introspeksi disebut priori. Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang.


Harus disadari pula pengetahuan akan menentukan sikap seseorang. Dalam dunia pendidikan pengetahuan akan memandu orang dalam kebenaran. Artinya semakin banyak pengetahuan semakin luas pemahamannya akan sesuatu hal, namun sebaliknya apabila pengetahuan seseorang dangkal maka pikirannya sempit memaknai sesuatu. 


Dalam kotbah minggu ini, Paulus memperlihatkan pengetahuan berkaitan dengan sikap seseorang. Ada hubungan pengetahuan seseorang dan sikap keagamaan. Pemahaman keagamaan yang dangkal bisa menjadikan seseorang pemganut agama yang radikal, menganggap pemahamannya yang benar yang lain keliru, dia halal yang lain haram, dia saleh yang lain nazis. Sikap keagamaan yang radikal dipengaruhi oleh pengetahuan yang dangkal?


Peristiwa yang terjadi di jemaat Korintus sangat unik. Jemaat ini terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, ada Kristen Yahudi, ada Yunani dan adan juga diluar keduanya. Jemaat Korintus hidup dalam masyarakat majemuk, seharusnya mereka kaya akan berbagai pandangan karena bisa berasimilasi dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Namun apa yang terjadi sentimen kelompok sangat tinggi dan lahir sikap radikal yang menafikan kelompok lain.


Di Korintus ada satu agenda tahunan, dimana masyarakat memotong korban yang dipersembahkan di kuil. Pesta semacam itu menjadi hari bahagia bagi setiap orang karena dapat menikmati daging. Namun sukacita mereka berubah karena ada kecaman sebagaian dari kaum fundamentalisme Kristen Yahudi. Mereka melarang dan menganggap memakan daging korban itu adalah haram karena itu sudah bahagian dari berhala. Mereka melarang keras dan mengecam sikap Kristen Non Yahudi. 


Sementara kaum non Yahudi itu tidak mempermasalahkan hal ini. Bagi.mereka tidak ada berhala disitu. Pesta itu adalah agenda tahunan yang mendatangkan sukacita, makan daging korban yang dipersembahkan di kuil tidak ada kaitannya dengan berhala atau haram atau halal namun mereka mengetahui dan memahami ini adalah agenda tahunan dimana masyarakat umum mendapatkan daging yang melimpah. Paulus memahami pikiran kaum non Yahudi bahwa tidak ada hubungan hal makan dengan berhala. Disebutkan 1 Korintus 8:4, 6 (TB) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 


Berbeda dengan sikap kaum Kristen Yahudi, itu adalah sesuatu yang sangat sensitif karena terkait drngan berhala. Pemahaman Kristen non Yahudi yang demikian membuat sikap terhadap daging korban adalah tidak boleh dimakan. Sikap yang menyalahkan ini dari Kristen Yahudi terhadap non Yahudi telah membuat kekeruhan dalam jemaat. Kaum Yahudi mengganggap dirinya kudus sementara non Yahudi dianggap nazis. Kristen Yahudi menganggap diri lebih dekat pada Tuhan dan lebih saleh karena menaati apa yang boleh dan tidak boleh di makan. Akhirnya persekutuanpun tak sedap dan saling menyalahkan dan terpecah belah.  


Paulus hadir memberikan penjelasan pengetahuan yang benar akan hal makan atau tidak boleh dimakan . Paulus menyadari bahwa sikap kaum fundamentalis Kristen Yahudi yang demikian karena pemahaman keagamaan Yahudi yang dianutnya. Pengetahuan seperti itu tidak boleh dipaksakan untuk non Yahudi karena soal makan daging bukanlah soal halal atau soal haram. Kita tidak diselamatkan oleh pantangan makanan ini dan itu. Maka iman mereka tidak terganggungu oleh makan atau tidak karena makanan tidak menyelamatkan, tetapi Kristuslah yang menyelamatkan.1 Korintus 8:8 (TB) "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."


Transfer pengetahuan inilah modal besar untuk berdialog melihat dan mendalami sikap orang lain. Pelajaran ini pula yang harus kita kembangkan dalam kehidupan ini jangan paksakan apa yang kau tahu untuk orang lain namun belajarlah dari apa yang diketahui orang lain. Inilah kehidupan yang dialogis, kehidupan demikian membuat kita tidak mudah menghakimi dan mejudge orang lain. 


2. Kebebasan yang dewasa


Tidak menyalahkan kaum non Yahudi yang makan daging bukan berarti menjadi kemenangan kaum non Yahudi. Ada tujuan yang lebih utama dari Rasul Paulus yang sangat berharga yaitu kedewasaan. Setelah Paulus menjelaskan akan pengetahuan yang membebaskan, dia menawarkan agar mereka memiliki sikap kebebasan yang dewasa. Nan Yahudi tidak terganggung imannya, tetapi melihatnya pesta tahunan itu adalah sukacita yang disyukuri. Mereka yang memakan daging yang dipersembahkan kepada berhala tidak mengubah iman mereka dan mereka tidak terlibat dalam ibadah berhala. Pada saat yang sama Paulus menasihati kaum.non Yahudi agar jangan menyalahkan kaum Kristen Yahudi yang tidak makan. Baiklah sikap mereka diterima dan dihormati karena pemahaman yang dimiliki dari agama Yudaisme. Tidak perlu diperdebatkan hal makanan bagi mereka karena itu sensitif. Namun satu oemahaman pemahaman, makanan tidak membuat kita dekat kepada Tuhan. Paulus mengharapkan kaum Yahudi jangan menyalahkan mereka yang non Yahudi karena bagi non Yahudi memakan daging atau tidak itu tidak ada kaitannya dengan berhala. Karena bagi non Yahudi di Korintus 1 Korintus 8:4 (TB) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." Mereka percaya sepenuhnya segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah yang harus disyukur. 

Dan selanjutnya disebutkan 1 Korintus 8:6 (TB) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 


Disinilah Paulus berperan agar jemaat menyadari perbedaan masing-masing. Perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan. Kedewasaan itu lahir dari pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang membuat seseorang semakin terbuka, memahami sikap orang lain dan menghormatinya


Apa yang terjadi di jemaat Korintus adalah cross culture, pertemuan dua pemahaman keagamaan yang berbeda. Perjumpaan dua budaya yang berbeda dan akhirnya saling menerima dan saling menghargai. "Cross culture", menerima dan memahami budaya orang lain menurut pemahamannya. Cross culture tidak boleh menggu akan kaca mata kita menulai praktek kehidupan orang lain dsri sudut pandang kita. Namun praktek budaya orang lain harus dipahami dari dalam budaya mereka; bukan sebagai outsider (orang luar) namun dipahami dari persektip dari dalam (insider). Memang ada kecenderungan setiap budaya menonjolkan mereka yang benar dan orang lain salah. Untuk menghindari sikap yang membenarkan diri dan menyalahkan orang lain maka dibutuhkan bagaimana kita memasuki alam pengetahuan orang lain dan belajar terhadap orang lain. 


Sikap dewasa menghadapi perbedaan sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia. Kita hidup dalam perbedayaan yang tajam dan perbedaan itu bisa sangat sensitip karwna perbedaan budaya, ras, suku, agama dan lokalitas yang berbeda. Puji Tuhan Indonesia memiliki satu perekat yang mempersatukan yaitu prinsip "bhinneka tunggal ika". Bereda-beda tetapi tetap satu merupakan sikap yang dewasa menyatukan bangsa Indonesia menjadi negara yang majemuk. 


Di Korintus ada Yahudi, ada non Yahudi, ada kalangan atas ada kalangan bawah, ada yang kuat dan ada yang lemah. Mereka semua diajak untuk dewasa, perbedaan itu adalah dakta yang harus diterima, namun jangan samoai perbedaan yang ada diantara mereka mengacaubalaukan persekutuan. Kristus adalah perekat yang mempersatuhan, Dia adalah Tuhan yang telah menebus dan menjadikan setiap orang percaya dalam persekutuan orang kudus. Maka baiklah kita semakin dewasa dalam setiap perbedaan. Miliki atmosfer yang luas jangan picik dan sempit, berpikir yang dalam jangan dangkal seperti sumbu pendek. Dengan demikian kita akan memiliki kedewasaan iman dan terbebas dari fundamentalisme yang radikal. 


3. Jangan menjadi batu sandungan:


Kedewasan iman seseorang akan melahirkan sikap hormat pada orang lain, bukan sebaliknya sebagai batu sandungan bagi orang lain. 


Dalam Perjanjian Baru ada dua istilah yang dipergunakan untuk menjelaskan kata "batu sandungan, yaitu: proskomma (tou lithou), artinya 'batu sandungan' (Rom 9:32-33; 1 Kor 8:9; 1 Ptr 2:8) kata ini dipakai mengenai setiap bentuk penghalang. Kedua adalah "skandalon" (Rm 11:9, perangkap; 1 Kor 1:23, 1 akor 8:13 batu sandungan; Why 2:14, untuk menyesatkan). (TBI Rm 9:33 menerjemahkan yg pertama batu sentuhan, dan yg kedua batu sandungan.) Batu sandungan juga bisa diartikan sebagai jerat, perangkap atau 'penyulut maut dalam suatu jerat mara' (bnd Mzm 69:23; 140:5). Bnd juga Mat 16:23, 'engkau suatu batu sandungan (skandalon) bagi-Ku'. 


Hal yang menarik bahwa di dalam 1 Korintus 8 ini Paulus menggunakan kedua kata tersebut: "proskomma" di ayat 9 dan "skandalon" di ayat 13. Hal ini menjelaskan bahwa batu sandungan yang dimaksudkan Paulus adalah bukanlah suatu jerat atau perangkap yang menjatuhkan orang lain, tetapj suatu tindakan 

penyesatan, kejahatan, batu sandungan. Atau hal yang menyebabkan orang lain jatuh dosa atau memberikan kesempatan untuk berdosa;

batu sandungan menyesatkan). 


Saya kurang tahu di jaman sekarang ini. Bagaimana kita menyikapi bagian ketiga ini dalam era digital. Sebagai contoh, jika ada status yang baik-baik saja, hanya sedikit orang yang nimbrung mengapresiasi hal-hal baik. Tetapi sebaliknya jika ada hak buruk terlepas dari benar atau tidaknya suatu berita akan ramai dan menjadi viral.

Mungkin benar idiologi dari era informasi sekarang: the bad news is the good news. Berita buruk adalah berita paling bagus. 

Harus kita sadari bahwa dalam perjuangan iman, the good news is Good News. Berita Baik adalah berita Injil. 


Sahabat yang baik hati! Janganlah menjadi batu sandungan, banyak hal yang harus kita kendalikan dari diri kita:


Pertama, mari periksa diri siapa tahu ada yang merasa diri benar, dan secara terus menerus menyalahkan orang lain? Jika semua salah dan diri kita yang benar jangan-jangan kita sendirilah yang telah salah dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Semua orang pasti memiliki ego, namun jika sudah menjadi egois waspadalah itu menjadi bibit subur menjadi bantu sandungan bagi orang lain. 


Kedua, Jangan menjadi batu sandungan merupakan suatu ajakan dari rasul Pulus untuk berhenti mengecam, menilai dan menghakimi orang lain salah, berdosa dan haram dsri sudut pandang.kebenaran kita sendiri. Mungkin karena kita melihat dan menilai dari luar (out sider). Kotbah minggu ini mari mulai melihat dari pengetahuan yang benar dengan mempelajari dari dalam (insider). Metode baru ini akan melahirkan suatu pengetahuan dan pemahaman baru akan arti sikap orang lain. 


Ketiga, jangan menjadi batu sandungan merupakan peringatan keras bagi orang percaya. Kita dipanggil untuk hadir di tengah-tengah orang lain menjadi berkat. Jangan sampai oleh karena ulah kita sendiri orang lain tersandung. Amin


Tuhan memberkati!


Salam: Pdt. Nekson M Simanjuntak





Sabtu, 20 Januari 2024

ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA

 Kotbah Minggu III Setelah Ephipanias

Minggu , 21 Januari 2024

Ev. Mazmur 62:6-13




ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, setiap.orang membutuhkan rasa nyaman, ndaman dalam bepergian, nyaman dalam bekerja, nyaman di rumah dan nyaman dalam pertemanan. Jika rasa nyaman terusik orang pasti menghindar dan mencari tempat yang lebih nyaman. Demikian juga dalam suatu komunitas dan pertemanan: seseorang yang tidak nyaman dalam komunitas waktunya akan mencari komunitas yang lebih nyaman baginya atau memilih untuk silent dan berdiam diri.


Dalam kehidupan kita dijaman ini ada banyak yang dapat kita inventarisir tindakan manusia untuk memperoleh rasa nyaman. Pertama, cobalah anda masuk ke komplek.perumahan anda, pasti di gerbang ada pos penjaga. Bukan saja itu ada rumah yang dijaga oleh satpam. Selain itu dikelilingi oleh cctv. Itulah mahalnya rasa nyaman.  Kedua, demikian dalam pekerjaan dan masa depan anak tidak sedikit orang mengeluarkan biaya untuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan pendidikan anak. Semua itu dilakukan untuk terli dung dari hal-hal yang tidak terpikirkan dan antisipasi apa yang tidak ketahui di masa mendatang.  Ketiga, Saya kurang tahu bagaimana anda membeli suatu produk, selain harga dan kualitas tentu juga hal yang diperhatikan adalah masa garansi, jika barang rusak maka dia merasa nyaman bisa diganti. 

Rasa nyaman agar manusia terlindungi dari kerugian dan mengantisipasi hal apa ha g akan terjadi esok menjadi bisnis yang sangat penting dan menentukan.


Pertanyaan, apakah semua jaminan peindungan (garansi) yang ditawarkan seperti yang diharapkan? Tidak sedikit orang kecewa, saat minta garansi barang yang rusak misalnya ada banyak persyaratan yang diajukan bahkan tidak semudah janji saat memberikan garansi. Itulah hidup kita banyak yang sangat kecewa  karena yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.


Kotbah Minggu ini memberikan kepada kita suatu kepastian bahwa hanya di dalam Tuhanlah tempat perlindungan yang nyaman dan tidak mengecewakan. Perlindungan Tuhab itu pasti, tidak temporer karena Allah setia melindungi kita sepanjang waktu. Inilah yang dapat kita temukan dalam kotbah Minggu ini. Allah adalah tempat perlindungan kita yang paling nyaman. 


Sekarang baiklah kita ambil beberapa pesan penting dari kotbah Minggu ini. 


1. Hanya Dekat Allah saja aku tenang

Saya masih ingat film tahun 1994, berjudul "The Body Guard From Beijing", film yang dibintangii Jet Li. Film ini menceritakan seorang pengusaha kaya raya Hongkong yang sangat terkenal memiliki kekasih bernama Michele.  Untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dari gangguan rupanga polisi di negaranya tak sanggup memberikan perlindungan. Maka dihadirkanlah seorang pasukan khusus dari China menjadi pengawal pribadi Michelle. Setelah tiba di rumah, Jet Li mengubah rumah dengan berbagai peralatan pengamanan sehingga rumah seperti penjara.  Kemanapun dikawal dan akhirnya merasa terpenjara dan terkekang karena pengawalan yang ketat dari sang Body Guard. Memang Jet Li membuktikan bahwa semua tindakannya benar untuk memberikan perlindungan dan keselamatan Michele namun dia merasa tak aman. Di akhir film, Michele menyadari sekalipun dia terkekang, tidak nyaman dan tidak bebas semuanya untuk melindungi dirinya dari seorang bodyguard yang terlatih.


Ini satu contoh tang sering terjdi dalam kehidupan ini, untuk mencari rasa aman pada akhirnya apa yang dirasakan justru ketidak nyamanan. Mengapa bisa seperti itu, tentu karena keterbatasan manusia melindungi dirinya dari segala bahaya dan ancaman. Indra kita terbatas untuk mengetahui dan mengantisipasi apa yang akan terjadi dalam hidup ini. Pemazmur berkesimpulan hanya dekat Tuhan saja dia merasa tenang dan nyaman.


Apa yang disampaikan pemazmur ini menjadi pegangan hidup kita. Dalam kehidupan sehari hari ada baiknya kita menaati peraturan atau standar keselamatan kerja yang ditetapkan. Namun dalam semua kita harus percaya bahwa hanya dekat dengan Tuhan saja kita tenang dan rasa aman. Mazmur 62:5 (TB)  Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 


2. Allah adalah Gunung Batu dan Tempat 


Mazmur 62:6-7 (TB)  (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 

(62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 


ALLAH adalah gunung batu,  benteng pertahanan dan tempat perlindungan. Ketiga istilah sering disebutkan dalam Alkitab yang memiliki makna bahwa Allah adalah benteng pertahanan, tempat perlindungan paling aman dan tempat berdiri kokoh.  Mengapa Allah disebut sebagai gunung batu. Tentu dalam dunia PL gunung batu menjadi tempat perlindungan yang nyaman. Hal itu berkaitan dengan peradaban jaman PL. Dimana Kota-kota dalam Perjanjian Lama biasanya di kelilingi oleh tembok. Bangsa-bangsa berlomba jaya dengan merebut dan menahlukkan kota lainnya, jaman yang penuh peperangan. Maka kota yang dibangun tembok yang disebut juga kubu pertahanan. Kuatnya kota  sering diukur dari bagaimana kekuatan tembok dan benteng pertahanan yang dibangun untuk melindungi kota dari musuh. Gerbang pintu masuk kota dijaga ketat dan tembok yang kokoh yang terbuat dari bahan-bahan batu padas. Dibalik tembok mereka aman berlindung dan posisi aman untuk menyerang musuh yang datang. Dengan gambaran konstruksi kota di jaman itu kita semakin memahami arti makna Allah gunung batu. Selain menggambarkan kekokohan juga sebagai perlindungan paling aman.


Inilah nyanyian pemazmur, baginya tidak ada benteng pertahanan dan tempat perlindungan yang paling aman di dunia ini. Bagi pemazmur hanya Tuhan Allah sebagai gunung batu bagiNya. Pengakuan pemazmur ini menyadarkan kita sehebat apapun tembok kota yang dibangun terbatas  kekuatannya. Sehebat apapun penjaga mengawal kota, mereka memiliki keterbatasan. Bagi pemazmur Tuhan adalah gunung batu paling aman dan Dia pelindung dari segala rencana jahat musuh-musuhnya. 


3. Hidup orang fasik seperti angin

Mazmur 62:10-11 Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 


Pada bagian ketiga Kotbah minggu ini pemazmur mengingatkan mencari kebahagian dan kesenangan diri tidak dapat ditemukan dengan cara orang fasik. Orang fasik mencari kekayaan dengan mengorbankan orang lain, melakukan kejahatan, penindasan dan pemerasan untuk meraih impian. Kotbah ini mengingatkan: swsuatu yang dicapai dengan kejahatan tidak akan mendatangkan kesejahteraan, malah menjerumuskan orang dalam berbagai kesusahan. Mungkin dimata orang bisa saja orang fasik berhasil namun keberhasilan orang fasik seperti angin, hanya sesaat dan waktunya akan tiba diterbangkan seperti debu.


Dengan kotbah ini mengingatkan kita jauhilah jalan fasik, apalagi bendak  menjadi kaya dengan cara memeras. Itu adalah kekejian bagi Tuhan. Alkitab sangat kritis terhadap kekayaan. Bukan berarti Alkitab mengajarkan anti kekayaan sama sekali tidak. Alkitab mengajarkan kekayaan bersumber dari Allah (Amsal 10, 22 dan 1 Taw 29:12). Jika kekayaan bersumber dari Allah mengapa Alkitab kritis terhadap kekayaan? 


Menurut Alkitab ada beberapa alasan; pertama kekayaan bisa berubah menjadi berhala. Kekayaan yang dimiliki berupa uang, harta dan jabatan dapat menjadi berhala dalam diri seseorang.  Kekayaan bisa menjadi mammon yang menyesatkan hidup (Mat 6:24). Kekayaan bersumber dari Allah, namun manusia melupakan pemberiNya. Alasan kedua, uang adalah berkat dan kekayaan adalah pemberian Tuhan, namun karena mencintai uang orang tak akan puas dengan uang, bahkan dasar dari segala kejahatan adalah cinta uang (1 Tim 6:10). Demi menginginkan uang dan kekayaan orang bisa lupa diri dan kehilangan harga diri, menyiksa diri dalam berbagai rupa-rupa kegelisahan. Dengan demikian Alkitab hendak mengajarkan  dalam hal kekayaan harus ada penguasaan diri. 


Menurut Alkitab kebahagiaan bukan diukur dari banyaknya uang yang dimiliki, namun bagaimana seseorang bersyukur atas apa yang Tuhan beri. Itulah sebabnya Alkitab mengajarkan: "Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: 

Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 

Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:7-9)


Dengan demikian pada bagian ketiga ini, pemazmyt hendak mengingatkan kita akan dua hak ini: 

Pertama: jangan percaya pemerasan dan perampasan dapat menambah kekayaan. Ini jalan pintas yang sangat menyesatkan, dengan menindas dan merampas seolah dapat menjadi kaya. Alkitab mengingatkan hal ini bahwa jalan pintas seperti itu tak diberkati Tuhan bahkan akan mengalami berbagai penderitaan yang tak terperikan.

Kedua, Mazmur ini mengingatkan jika harta semakin bertamba jangan melekat hatimu kepadanya. Ini sejajar dengan apa yang disampaikan oleh Yesus: Matius 6:21 (TB)  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 


Selamat hari minggu, Tuhan memberkati kita semua. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak


 

Sabtu, 13 Januari 2024

YESUS ANAK ALLAH DAN RAJA

 Kotbah Minggu II Stlh Ephipanias

Minggu, 14 Desember 2024

Ev. Yohanes 1:43-51



YESUS ANAK ALLAH DAN RAJA


Selamat Hari! Sahabat yang baik hati, judul diatas merupakan tema yang ditetapkan Minggu ini, mengajak kita untuk.mengenal lebih dalam mengenai Yesus. Yesus bukanlah hanya guru atau rabbi tetapi Yesus adalah Anak Allah dan Raja sebagaimana dinubuatkan oleh Kitab Musa dan Para Nabi. Hal ini diangkat dari pengakuan Natanael. Yohanes 1:49 (TB) Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" 


Dalam kotbah minggu ini juga menerangkan tentang pemanggilan murid-murid Tuhan Yesus yang pertama, yakni Andreas, Simon Petrus, Filipus dan Natanael menurut Injil Yohanes. Natanael hanya disebutkan di dalam Injil Yohanes, di Injil Matius dia disebut dengan Bartomeleus (Mat 10:3).


Percakapan singkat dan mengejutkan antara Tuhan Yesus dan Natanael membuat Natanael percaya. Natanael orang yang sulit percaya bahkan memelihara prasangka buruk. Saat Filipus menyebut mereka telah melihat Mesias sebagaimana yang disebutkan oleh Musa dan kitab para Nabi yaitu Yesus dari Nazareth. Spontan Natanael berkata: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (1:46). 


Natanael sendiri berarti: "pemberian Allah", dia dipanggil menjadi murid setelah Simon Petrus (Kefas), Andreas dan Filipus. Mereka menceritakan bahwa mereka telah berjumpa dengan Yesus, Dialah orang yang disebutkan oleh Musa dalam Taurat dan para nabi yaitu, Yesus, anak Yusuf dari orang Nazaret. 


Natanael seorang yang tahu akan sejarah Israel, spontan berkata: apakah ada sesuatu yang baik dari Nazareth? Dalam kitab para nabi disebutkan bahwa Mesias datang dari keturunan Yehuda (Kej 49:10), lahir di Bethlehem (Mikha 5:1), tentulah dia protes dari pengetahuannya itu jika ada orang berkata Mesias orang Nazaret. Pastilah dari Yudea dan keturunan Yehuda. Dia tidak.paham bahwa sekalioun Yesus dari Nazaret namun dia lahir di Betlehem dan sari keturunan Yehuda, yakni dari keturunan Daud.


Namun Filipus dan Andreas tidak mau berdebat panjang lebar dengan Natanael, mereka langsung mengajaknya berjumpa langsung dengan Yesus. Natanael pun ikut Filipus dan Andreas berjumpa dengan Yesus. Apa yang terjadi setelah Nathanael berjumpa Yesus langsung menyapa Natanael dengan kalimat ini: Yohanes 1:47 (TB) Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"


Natanael heran baru berjumpa dengan Yesus namun telah memuji Natanael orang yang tidak ada basa basi, orang jujur dan Israel sejati. Maka Natanael pun sujud dan berkata: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"


Bukankah Natanael baru berkata berkata: adakah sesuatu yang baik dari Nazareth? Namun ketika berjumpa dengan Yesus Natanael berubah 180 derajat bahkan keluar pengakuan yang luar biasa bahwa Yesus adalah Raja orang Israel. Itulah buah perjumpaan dengan Tuhan Yesus. 


Sahabat yang baik hati! Kotbah minggu ini memberikan arti yang sangat dalam bagi kita:


1. Yesus mengenal dan mengetahui siapa kita. 

Yesus itu maha tahu. Itulah yang harus kita sadari, Yesus mengenal pribadi kita; baik dsri luar, tutur kata dan bahkan dari hati terdalam kita. Yesus mengenal bukan hanya pada saat ini, tetapi mengenal siapa kita dulu, kini dan ke depan. Yesus adalah perancang masa depan kita. 


Setelah Simon, Andreas dan Filipus dipanggil menjadi murid Yesus, mereka menjumpai Natanael untuk memperkenalkan Yesus kepada mereka. Natanael sempat sinis setelah mendengar Mwsias sejati yang diberitakan Andreas dan Filipus berasal dari Nazaret. Namun setelah berjumpa, dan Yesus mengetahui apa hang ada di dalam pikiran Natanael serta tahu apa yang dikerjakan Natanael sebelumnya. Natanaelpun sujud tersungkur. 


Yesus adalah Mesias Anak Allah sebagaimana disebutkan Musa dan kitab para nabi. Dialah Yuruselamat yang ditentukan Allah dan kepadaNya Allah berkenan. Berbahagialah orang yang mengikut Yesus.


Yesus Mesias Anak Allah mengetahui siapa kita, apa yang kita kerjakan dan rencana di dalam hati kita. Sehebat apapun manusia dapat menyembunyikan dirinya dari orang.lain, namun dihadapan Mesias Anak Allah tidak ada yang tersembunyi. Yesus mengetahui siapa kita apa adanya. 

Kesadaran demikian perlu kita tingkatkan.


2. Berubalah dari berburuk sangka menjadi berbaik sangka. 

Natanael menjadi contoh hidup kita, mengubah prasangka buruk dengan berbaik sangka. Setelah mengenal Yesus, Natanael berubah pikiran dari berprasangka buruk menjadi murid Yesus. Dia mungkin saja tahu kulit luar tentang sejarah Israel namun tidak memahami rencana Allah dalam sejarah Israel. Sesungguhnya pengetahuan harus membawa kita kepada pemahaman. Pengetahuan harus membawa kita kepada hikmat dan pengenalan terhadap rencana Allah.


Natanael orang yang berprasangka buruk akan orang Nazareth setelah perjumpaannya dengan Yesus menjadikan dia berubah dan menjadi murid sejati. Kiranya kita juga demikian, mengaku menjadi murid Yesus harus merubah prasangka buruk kepada pengenalan yang klar agar kita tidak tersesat di jalan karena prasangka buruk.


Prasangka burik adalah sifat manusiawi kita yang harus dirubah. Mari kita inventarisir apa sifat dan perilaku apa yang harus kita rubah? Yesus maha baik berkenan juga menolong dan membantu kita menanggalkan sikap dan perilaku hang kurang baik itu kepada perilaku dan perbuatan yang seturut dengan murid Kristus. 


3. Bonus menjadi murid Tuhan Yesus

Seorang murid Tuhan Yesus menerima pengajaran dan kotbah Tuhan Yesus yang menakjubkan, etika dan jalan hidup yang penuh kasih dan menjadi teladan dalam berbuat baik. Kemana Yesus pergi disana dia menyembuhkan orang. Itu semua menjadi milik orang percaya. Keteladanan hidup Yesus adalah keunggulan moral menjalani hidup di dunia ini. 


Dalam ayat terakhir ini, diperkenalkan bonus utama bagi orang yang mengikut Yesus disebutkan adalah mengetahui dan melihat jalan menuju sorga. Yohanes 1:51 (TB) Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." 


Inilah bonus yang dipersiapkan oleh Yesus kepada murid-muridNya. Siapapun kita, Yesus telah memanggil kita menjadi muridnya. Pemamggilan menjadi murid adalah anugerah. Sebagai murid Kristus kita beroleh anugerah untuk melihat dan menikmati Kerajaan Allah. 


Sahabat yang baik hati, saat ini Yesua mengundang kita menjadi murudNya. Jangan sia-siakan, berubahlah dan menjadi muridNya. Tidak usah berdalih dan memberikan berbagai alasan karena Yesus mengetahui semuanya dalam hidup kita baik mas lalu dan kini dan Yesus pula yang merancang kehidupan kita di masa mendatang. Amin

Tuhan memberkati kita semua!


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak



Sabtu, 06 Januari 2024

TUHAN YANG MEMBEBASKAN

 Kotbah Minggu I Setelah Ephipanias

Minggu, 7 Desember 2024

Ev. Keluaran 6:1-8



ALLAH YANG MEMBEBASKAN


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah minggu ini adalah kabar sukacita tentang rencana Allah untuk membebaskan bangsa Isrsel dari perbudakan Mesir. Allah sendiri telah mendengar jeritan umatNya dalam perbudakan Mesir, Allah menyatakan diri kepada Musa dan memanggilnya untuk membebaskan Israel dari penindasan Firaun. Allah tidak tinggal diam atas penindasan, tetapi Allah telah mendengar jeritan umatNya.


Pada awalnya bani Israel sangat dihormati di Mesir, itu disebabkan oleh Yusuf yang ditetapkan menjadi Perdana Menteri di Mesir karena dapat menafsirkan mimpi Raja Firaun dan strategi mengelola kemakmuran tujuh tahun dan mengantisipasi kelaparan tujuh tahun yang hendak melanda Mesir (Kej 41) dengan membangun lumbung-lumbung pangan. Mesir menjadi satu-satunya negara yang memiliki stok pangan di seluruh dunia pada saat itu. Masa krisis pangan itu pula yang mempertemukan Yusuf dengan saudara-saudaranya termasuk Ishak ayahnya. Saudara-saudara Yusuf membeli stop makanan ke Mesir dan cerita selanjutnya Yakub dan anak-anaknya menetap di Mesir. Gosyen ditetapkan menjadi kampung untuk bani Israel (Kel 46)


Kemudian, kisah kehebatan Yusuf di Mesir terlupakan seturut perjalanan waktu. Hal ini menjadi peringatan penting, tiada yang abadi semuanya akan berlalu, kuasa, jabatan dan popularitas bisa pudar seturut perjalanan waktu. Raja-raja Firaun berikutnya tidak mengingat jasa Yusuf, bahkan menganggap bani Israel menjadi tantangan di Mesir, populasi mereka semakin banyak dan bisa saja menjadi menguasai Mesir. Ketakutan seperti itu membuat Firaun menekan populasi bani Israel dengan membekali setiap bidan agar membunuh setiap bayi laki-laki dari bani Israel. Bani Israel semakin mendapat tekanan dan tertindas di Mesir. Firaun menindas mereka dengan berat dan berbagai pekerjaan paksa yang harus dijalani Israel (Kel 1:1-15). Mereka bukan lagi menjadi komunitas yang dihormati tetapi mereka dianggap sebagai ancaman dan akhirnya menerima perbudakan yang menyakitkan. Bangsa Israel tinggal selama 430 tahun di Mesir (Kel 12:40). Dalam keadaan tertindas mereka berseru-seru dan Tuhan mendengar mereka yang mengerang kesakitan atas penindasan dan perlakuan Mesir atas bani Israel (Kel 2:23-25). 


Penderitaan bani Israel di Mesir sudah cukup memprihatinkan. Hari-hari mereka diliputi duka dan ketakutan, kesewenangan dan pemaksaan yang menindas. Musa sendiri sebagai orang yang dibesarkan di istana tidak tega melihat semua penderitaan ini hingga satu ketika membela kaumnya. Hal itulah membuat Musa lari dari israna Firaun dan menggembara di padang gurun. Lari dari maslaah di istana bukan berarti bisa melarikan diri dari persoalan ya g dihadapi Musa, justru dalam penggembaraannya Allah memanggil Musa untuk suatu maksud membebaskan bangsa Israel dan menuntun mereka kembali ke tanah Perjanjian.


Inilah kabar baik dalam Kotbah minggu ini: Allah menyatakan diriNya kepada umatNya, Allah yang maha kuasa dan memberitahukan pembebasan bagi bani Israel.


1. Tuhan Yang Maha Kuasa setia dengan janjiNya (Ayat 1-3)


Keluaran 6: 1-2 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. 


Allah yang mendengar dan hendak membebaskan umatNya adalah Allah leluhur mereka yang mengikat perjanjian dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Itulah YHWH, Allah yang maha kuasa. YHWH telah berjanji menjadikan keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar. Allah tidak akan membiar mereka ditindas, namun akan menjadi bangsa yang besar, seperti bintang di langit dan pasir di pantai. Mereka akan memiliki wilayah sendiri yaitu tanah perjanjian, Kanaan. Mesir bukanlah tempat yang menetap bagi umatNya. Umat Allah bukanlah sub etnis yang boleh diperlakukan sewenang-wenang oleh bangsa asing. Mereka akan menjadi bangsa yang berdaulat, yang memiliki wilayah sendiri dan pemerinrahan sendiri dimana Allah menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umatNya. 


Untuk mengingat sejarah, Allah sendiri menyatakan kesetiannya dengan menyebut leluhur Israel: Abraham, Ishak dan Yakub. Hal ini mengingatkan bahwa Allah tetap setia Allah setia pada janjiNya. Apa yang dijanjikanNya kepada leluhur Isrsel tetap berlaku pada generasi ke generasi. Inilah perjanjian kekal Tuhan kepada umatNya. Dalam penderitaan yang dialami di Mesir, Allah telah memperhatikan dan akan mengakhiri segaka kesengsaraan ini. Tuhan akan bertindak untuk membebaskan umatNya.


2. Allah mendengar jeritan umatNya (Ayat 5)


Hal kedua yang menarik dari kotbah ini adalah Allah hadir dalam penderitaan yang umatNya. Allah turut menderita. Allah hadir dan menyatakan diri kepada umatNya. Ini penting, Allah tidak membiarkan umatNya tertindas, sengsara dan menderita di negeri asing. Allah tidak meninggalkan mereka. Allah akan bertindak dan tindakannya tidak akan pernah terlambat.


Keluaran 6:5 tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.


Istilah erang perlu kita dalami untuk menunjukkan begitu sakit apa yang mereka alami. "Erang" artinya sakit luka yang membuat seseorang mengerang kesakitan dengan mengeluarkan suara keras. Erang bisa juga menjelaskan "luka memar" atau "luka hitam" yang sangat menyakitkan. 

Penderitaan semacam inilah yang dialami oleh Israel di Mesir, jeritan merwka karena luka yang dalam relag terdengar kepada Tuhan. Tuhan mendengar dan telah memperhatikan penderitaan mereka, maka Allah akan bertindak. 


Allah memanggil Musa dan menjelaskannya untuk rencana pembebasan umatNya. kebebasan itu bukan hanya melepaskan mereka dari erang yang menyakitkan, namun mempersiapkan mereka menjadi merdeka, bangsa yang berdaulat memiliki tanah dan pemerintahan sendiri.  


Kepeduliaan Allah mendengar jeritan umat Allah menjadi garapan bagi kita. Kita percaya bahwa Tuhan tidak meninggalkan, namun Tuhan hadir, memperhatikan dan menjawab seruan minta tolong kita. Kita harus percaya firman Tuhan dalam Yesaya 49:8 ini: "Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,"


Sering dalam kehidupan orang percaya, penderitaan menjadi alarm mengingatkan

 orang akan Tuhan. Sejauh kebaikan dan kesuksesan ada, seolah hidup ini adalah otomatis berjalan tanpa campur tangan Tuhan. Baru setelah ada kesulitan ingat akan Tuhan, apa yang kita pikirkan dan rencanakan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kotbah minggu ini mengingatkan bahwa Tuhan selalu ingat umatNya. Tuhan peduli dan terus menjaga hidup kita. Pertolongannya tepat pada waktunya. Hal ni menimbulkan pengharapan bagi kita, jangan berputus asa ketika penderitaan menerpa hidup kita. Namun percayalah pada pertolonganNya. Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita.


3. Tuhan membebaskan umatNya dan membenci penindasan.


Hal ketiga dari kotbah ini adalah Tuhan membebaskan dan membenci penindasan. Manusia memiliki kecenderungan di dalam dirinya "will to power", keinginan untuk berkuasa. Kuasa bisa positip dan bisa juga negatip, kuasa yang melayani akan mendatangkan kesejahteraan. Namun kuasa yang negatip akan disalahgunakan untuk lepentinganndiri. Dengan kekuasaan seseorang dapat bertindak sewenang-wenang atas nama kekuasaan. ltulah sebabnya kekuasaan itu apabila disalahgunakan akan menindas orang lain. 


Firaun adalah contoh kuasa yang menindas. Firaun sudah dianggap sebagai dewa yang menentukan apapun di Mesir. Atas nama kekuasaan Firaun, mereka menindas bani Ibrani, membunuh anak-anak laki-laki kaum Ibrani dan memaksa mereka kerja paksa. Itulah erang yang meyakitkan bagi kaum Israel. Tuhan membenci kuasa yang menindas dan akan bertindak dengan kuasa yang maha besar membebaskan umatNya dari penindasan.


Allah tidak bekerja dengan memakai para hambaNya. Dalam membebaskan bani Israel dari penindasan Mesir, Tuhan memanggil Musa. Siapakah Musa harus berhadapan dengan Firaun, bukankah Firaun itu sudah dianggap dewa di kalangan Mesir, apa yang diperintahkannya semuanya akan jadi di Mesir. Kuasa manusia yang sehebat itulah yang akan ditahlukkan oleh Allah. Allah lebih berkuasa dari apa yang palung berkuasa di dunia ini. Inah kuasa Allah yang akan ditunjukkan Kepada Mesir dan seluruh Umat. 

Musa dipanggil dan dipakai Tuhan untuk membebaskan umat. Allah membekali Musa dengan kekuatan yang luar biasa dan atas petunjuk Tuhan Musa melakukan mujizat-mujizat besar di Mesir. Mulai dari pertarungan keahlian para tabib Mesir, 10 tulah dan berjalan membelah laut Merah. Itu semua kuasa Allah ya g ditunhukkan kepada Mesir dan Israel, sesungguhNya Allah Israel itu Allah yang Maha kuasa. 


Seperti Musa, kita dipakai oleh Tuhan dalam melakukan pekerjaan dan missi kita di dunia ini. Apapun yang kita kerjakan hendaklah seturut dengan perintah Tuhan. Orang percaya menerima kuasa, namun bukan kuasa untuk menindas tetapi kuasa untuk mewartakan Kerajaan Allah, kuasa untuk menyaksikan perbuatan Tuhan yang ajaib dan kuasa untuk melayani Tuhan (Kis 1:8). Tuhan tidak memberikan kepada kita kuasa ketakutan, tetapi kuasa membebaskan kita dari ketakutan. 2 Timotius 1:7 (TB) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.


Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan 2024 ini. Mungkin ada analisa bahwa jalan kita licin. Berkelok dan sulit percayalah Tuhan akan menyertai kira dalam menjalani tahun ini. Mungkin kita akan berhadapan dengan penguasa, yang seolah berkuasa menentukan hidup kita seperti Firaun di jaman modern. Kotbah minggu ini meyakinkan kita: Jangan takut akan Firaun masa kini, Tuhan yang maha kuasa akan menjadikan mereka hanya sebagai mummi. Mayat yang awet tak punya kuasa apapun.


Tuhan tetap peduli dalam hidup kita. Tuhan tidak membiarkan hidup kita ditimpa beban penderitaan. Tuhan mendengar seruan minta tolong dan datang untuk membebaskan kita. 


Sahabat yang baik hati, dimana pun saudara berada kiranya segala kebaikan dan kasih karunia Kristus menyertai saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 30 Desember 2023

TUHAN PEMIMPIN DAN SUMBER PENGHIBURAN

 Kotbah Minggu Setelah Natal 2023

Minggu, 31 Desember 2023

Ev.: Yeremia 31:7-9




TUHAN PEMIMPIN DAN SUMBER PENGHIBURAN


Selamat Hari Minggu dan menyongsong Tahun Baru! Sahabat yang baik hati Kotbah pada Minggu ini tertulis pada Yeremia 31:7-9. Pesan yang sangat menghibur bagi umat Allah yang pada saat itu berada dalam Pembuangan Babel. Allah melalui nabi Yeremia memberikan penghiburan bahwa Allah akan bertindak memberika sukacita yang besar, Allah akan mengumpulkan sisa-sisa Israel dan Allah sendiri akan memimpin umatNya.


Sisa-sisa Israel yang dimaksudakan disini adalah orang-orang yang tetap setia memelihara hukum Tauray dan tetap beribadah kepada Tuhan di dalam pembuangan. Banyak orang yang tidak bertahan atas pahitnya pembuangan sehingga mereka berbalik, berbailur dengan kepercayaan agama lain dan meninggalkna Tuhan. Sedangkan sisa-sisa Israel adalah mereka yang teruji dan akhirnya terpuji. Sisa-sisa inilah orang-orang yang telah teruji dengan berbagai kepahitan hidup dalam pembuangan. Buah dari kesetiaan mereka adalah terpuji, karena Allah sendiri yang menebus, membebaskan dan memberi sukacita bagi umatNya.


Bagaimana bentuk penghiburan yang dijanjikan Allah itu:


1. Bersorak-sorailah dan bersukacitalah karena Tuhan menyelamatkan UmatNya.

Bagaimana bersukacita dalam pembuangan dan keterasingan? Dalam situasi menderita dan seolah tak ada jalan keluar dari.persoalan hidup tentu sulit menerima penghiburan. namun itu sangat dibuthkan. Penfhiburan ini afalah tindakan Allah untuk mengjibur dan memulihkan umatNya. Ratap dan duka selama ini akan digantikan dengan sukacita dan sorak-sorai. 


Mungkin sulit mwnghibut orang yang terluka, bisa saja tak percaya atau mungkin ini suatu penghiburan sialan. Namun Yerwmia menegaskan bahwa umat Allah di dalam pembuangan akan bersukacita karena Allah seniri datang menghibur mereka. Allah mengumpulkan dan mempersatukan mereka. 


2. Allah mengumpulkan dan mempersatukan umatNya.

Perpecahan dan tercerai-berai dialami oleh Bangsa Israel. Pertama sekali Kerajaan Israel Raya terpecah menjadi dua Kerajaan: Israel Utara (Samaria) dan Israel Selatan (Kerajaan Yehuda). Israel Utara pada akhirnya dihancurkan oleh Assyur dan Kerajaan Yehuda ditahlukkan oleh Babelonia. Seluruh penduduk Yerusem diangkut ke pembuangan Babel. Di pembuangan Babel mereka tercerai-berai, ada yang tidak menerima kenyataan pahit ini dan akhirnya tidak setia memelihara H. Taurat. 


Syukurlah masih ada sisa-sisa Israel yang setia memelihara H. Taurat dan menantikan Allah menyelamatkan UmatNya. 


Seruan nabi Yeremia ini menjadi energy baru bagi mereka bahwa Tuhan sendiri akan mengumpulkan dan mempersatukan umatnya, dari utara sampa ke selatan, dari timur sampai ke barat dan dari ujung bumi Allah memanggil, mengumpulkan dan mempersatukan umatNya. Orang yang teruji dalam pembuanganlah yang memperoleh sukaria yang besar karena Tuhan bertindak! Yang tercerai berai waktunya akan dipersatukan.


Disebutkan dalam ayat 8 ini beberapa yang cacat (buta dan lumpuh) menunjukkan tidak ada lagi mereka yang sempurna, Allah yang penuh rahmat menerima umatNya apa adanya. Tidak.memperhitungkan kekurangan dan cacat mereka. Allah hendak membangun kembali umatNya yang bersatu.  Semuanya dikumpulkan dan dipersatukan Tuhan menjadi umatNya dan akan kembali menjadi bangsa yang besar. Serta akan lahir generasi baru yang lahir membawa nama besar Israel. 


3. Allah sendiri memimpin umatNya.

Mungkin sulit untuk.menjawab pertanyaan ini: Siapakah yang akan memimpin mereka keluar dari pembuangan ini? Mereka kehilangan tokoh dan figur untuk memimpin mereka. MungkinnTuhan sudah membuat mereka terbekalai di pembuangan. Mereka komunitas yang lemah,dibuang, diasingkan dan dipekerjakan paksa. Apakah ada pemimpin seperti.Musa, Yosua, Daud, Salomo atau pemimpin lainnya gang membawa kejayaan mereka kembali?


Disinilah nabi Yeremia meyakinkan umat Allah dalam pembuangan, berhentu berduka dan meratap karena Allah sendiri memplimpin mereka dan membawa mereka kembali ke Yerusalem. Sebenyak apapun sungai gang akan mereka lalui, Tuhan menyeberangkan mereka. Tuhan menyertai.mereka dijalan yang rata dan Tuhan sendiri akan menjagai.mereka agar tidak tersandung.


Yeremia 31:9 (TB)  Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. 


Sahabat yang baik hati! Kotbah Minggu terakhir dan hari terakhir pada 31 Desember 2023 ini menjadi penghiburan bagi kita.


Pertama, banyak hal yang kita syukur dalam menjalani tahun 2023 ini. Banyak berkat dan penyertaan Tuhan yang dirasakan. Jika pun ada duka atau pergumulan percayalah Tuhan sendiri akan memimpin kita mengakhiri tahun 2023 dan menyeberangkan kita memasuki Tahun 2024. 


Kedua, jangan merasa terasing dalam.hiduo ini jika menghadapi pergumulan dan beban. Tuhan menyertai kita. Dia tidak meninggalkan kita sendirian dalam.menghadapi pergumulan.


Ketiga, percayalah kepada Tuhan pemandunhiduo kita. Dia akan memimpin perhalanan hidup kiata, Dia panda dan pendamping yang setia. Tak akan membisrkan kita tersandung. Amin


Selamat hari Natal dan selamat menyongsong tahun baru 2024


Salam dari kami: 

Pdt Nekson M Simanjuntak and Family

Kamis, 28 Desember 2023

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Jumat, 29 Desember 2023




SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA: 

(merobek - menjahit, berdiam - bicara)


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untum berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Pengkhotbah 3:7 (TB) ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; 


Ecclesiastes 3:7 (UKJV) A time to rend, and a time to sew; a time to keep silence, and a time to speak; 


Segala sesuatu ada waktunya, itu benar suatu nasihat dari sang Pengkotbah yang harus terus dimaknai dalam kehidupan ini. Segala sesuatu ada waktunya mengajak kita untuk dapat merenungkan sejenak bagaimana manusia memperlakukan waktu dalam beraktifitas. 


Pengkotbah pada renungan harian ini. Apalagi nas ini di penghujung tahun, hanya tinggal tiga hari lagi kita di tahun 2023 ini. Pengkotbah mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita mempergunakan waktu sepanjang tahun ini. Pengalaman Pengkotbah ini mengajak kita melakukan refleksi dalam kehoduoan kita masing-masing. 

Pengkhotbah 3:10-11 (TB) Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.


Bagaimana kita memperlakukan waktu dalam bekerja dan beraktifitas. Tentu setiap orang memiliki sikap pribadi yang unik. Namun ada dua hal ekstrim tang hendak dikoreksi oleh Pengkotbah dalam mempergunakan waktu:


Pertama: ada orang yang begitu ambisius, dia mengejar keinginannya hingga melakukan ini dan itu. Waktu akan segera habis dan dia harus berjuang dan berusaha, melelahkan bahkan menyiksa dirinya dengan berbagai target dan impian yang hendak digapai. Namun kenyataannya tidak semua dapat meraih apa yang dicita-citakan; ada diantaranya yang gagal, ada yang melenceng dan ada yang meraihnya namun setelah meraihnya dia tidak menemukan kebahagiaan pada hidupnya. Inilah yang disebutkan oleh Pengkotbah ini "kehampaan" atau kesiasiaan. Sekalipun sudah mengejar kesana ke mari, semua hanya untuk melelahkan diri dan kesiasiaan. Padahal jika direnungkan dalam meraih itu telah banyak yang dikorbankan. Memgorbankan waktu, materi, keluarga dan apa yang dimilikinya. Ada manusia begitu ambisius, melelahkan diri bahkan mengorbankan persahabatan demi mencapai keinginan diri, padahal apa yang dicapainya tidak memberikan kebahagiaan pada hidupnya justru kehilangan banyak hal dalam hidupnya.


Kedua, ada orang yang memahami hidup telah diatur oleh Tuhan, rejeki itu datang dengan sendirinya dan ditentukan oleh Tuhan yang kuasa sehingga tidak perlu untuk upaya ini dan itu. Orang seperti ini slow dan santai seolah rejeki itu ada sepenuhnya pada yang kuasa. Ekstrimnya pandangan ini tidak ada ambisi, biarlah waktu yang menentukan. Didorong tidak tergerak, dimotivasi tidak bergairah, dia seolah mengharapkan nasib ini ditentukan oleh waktu. 


Pandangan ini kita sebutlah adalah "pesimisme yang passif". Dia tidak ada upaya dari dirinya sendiri untuk mengubah keadaan namun menjalani keadaan. Sikap seperti ini hendak diingatkan oleh Pengkotbah. Hidup ini adalah kesempatan untuk bekerja. Kita diberi waktu dan kesempatan serta kemampuan untuk melakukan sesuatu. Tuhan memberi kita akal dan pikiran yang harus dipergunakan dalam mengubah keadaan 


Dengan demikian dengan dua aktifitas yang diingatkan oleh pengkotbah dalam renungan ini, merobek dan menjahit , berdiam diri dan berbicara. Pengkotbah menasihati orang ambisius dan pesimis passif di dalam hidup ini. Menasihati yang ambisius: menggapai hidup yang lebih baik adalah baik namun jangan korbankan kebahagiaan. Demikian halnya dengan orang yang pesimis passif hidup ini bergerak dan Tuhan hendak memanggil kita untuk menghadirkan kebaikan.


Nasihat ini sangat penting karena ada saatnya merobek dan ada saatnya menjahit. Ada saatnya berdiam dan ada saatnya untuk bicara. Ini suatu hal yang harus kita renungan ingatlah saat merobek atau menjahit tujuannya untuk membangun kebaikàn. Ada baiknya diam saat menghadapi orang dan ada saat bicara untuk memperbaiki keadaan. baik. Demikianlah aktifitas lainnya yang disebutkan oleh Pengkotbah dari ayat 1-10 ini. 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M. Simanjuntak

Senin, 25 Desember 2023

IMMANUEL: TUHAN MENYERTAI KITA

 Kotbah Malam Natal (Natal Umum) 2023

Minggu, 24 Desember 2023

Ev. Matius 1:18-23



*IMMANUEL: TUHAN MENYERTAI KITA*


Selamat Natal bagi sahabat sekalian yang sebentar lagi akan bersuka cita merayakan Malam Natal. Jangan lupakan momen malam Natal untuk beribadah mensyukuri keselamatan yang Tuhan beri. Malam ini merupakan momen yang sangat indah bersukacita merayakan kelahiran Yesus Kristus. Tuhan datang mengisi kesunyian dunia dengan kelahiran Yesus. Ladang Efrata yang sepi menungg berlalunya malam tiba-tiba dihentakkan dengan Berita Sukacita, Malaikat dan gembala bersukacita menari-nari dan memuji Tuhan: Kemuliaan Bagi Allah ditempat yang Maha tinggi dan damai sejahtera bagi orang yang berkenan kepadaNya (Luka 2:14)


Dunia ini boleh saja semakin ramai, sempit dan macet. Namun kesunyian hati menjadi tantangan kehidupan. 


Baru-baru ini viral di medsos dimana kru BBC News mengunjungi seorang bernama lansia bernama Terrence yang telah menceritakan hidupnya sepi selama 20 tahun sendiri merayakan natal, tiada teman, tiada sahabat dan keluarga menyertainya. Duduk sendiri di kursi sepi dan pekatnya malam sunyi. Saat kru BBC News mengunjunginya Terrence berusrai air mata sukacita, karena sejak 20 tahun menyampaikan natal dan paduan suara menyanyikan malam natal sungguh haru yang luar biasa dalam usia yang senja dia benar-benar merasakan perhatian orang lain. BBC ini telah menginspirasi kita Natal haruslah menyentuh orang-orang yang kesepian dan kesunyian hati. Siapa tahu dibalik keramaian dan hiruk pikuk yang kita rayakan orang bersembunyi sendirian di lubuk hatinya yang terdalam. 


Alkitab memberikan kepastian, setiap orang telah memperoleh keselamatan karena kehadiran Yesus Kristus di dunia ini. Dia datang melawat manusia dalam semua, Dia hadir bersama-sama umat yang mengalami penderitaan. Dia hadir hendak menyertai kita dalam apa yang akan terjadi esok. Tuhan datang, menjadi manusia menyertai perjalanan ini daei peralihan hidup di dunia i isampai memasuki kehidupan yang kekal. Itulah yang kita rayakan di hari Natal. Allah itu Immanuel, Dia tidak jauh, tetapi ada bersama-sama dengan kita.


Berita kelahiran Yesus menurut versi Matius ini diuraikan cerita yang sangat menarik. Allah hadir dalam hidup Yusuf dan Maria, dan kedua hamba Tuhan ini mau mengabdi untuk maksud Allah. Injil Matius tidak meniadakan kekuatiran Maria dan Yusuf, namun dalam sisi kemanusiaan mereka Firman Tuhan bekerja meneguhkan merekan dan oleh kuasa Firman Tuhan mereka mau melalukan firman Tuhan dalam hidupnya. Jadilah kehendak Allah lewat peristiwa natal. Maria dan Yusuf menjadi abdi Allah yang mulia, hidup mereka telah menjadi saluran kasih karunia bagi seluruh bangsa di bumi.


*1. Natal: Allah menggenapi janjiNya*

Pengakuan Iman rasul mengutip Matius 1:18 ini menjadi peristiwa penting. Lahirnya Yesus Kristus bukanlah peristiwa biologis tetapi peristiwa ilahi. Bukan peristiwa kodrati, tetapi peristiwa adikodrati. Kata dikandung Roh Kudus menegaskan bahwa bayi Yesus ada bukanlah buah genetik Maria dan Yusuf, tetapi peristiwa ada dari ciptaan Ilahi. Allah mencipta ada dari yang tidak ada. Demikianlah kelahiran Yesus bukanlah peristiwa kelahiran yang harus ditangani oleh bidan tetapi karya Allah melalui Roh Kudus. Allah menciptakan keselamatan manusia dari dunia yang jatuh ke dalam dosa kepada kehidupan yang penuh kasih karunia.


Matius memakai kata perawan Maria dalam bahasa Yunani disebut "parthenos" berarti perawan secara manusia belum bersetubuh. Kata parthenos dalam PB ini sepadan dengan kata "almah " dan bahasa Ibrani sebagaimana dinyatakan dalam Yesaya 7:14 (TB) Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Immanuel. 


Kelahiran Yesus bukanlah semata-mata merayakan peristiwa lahirnya bayi Yesus, tetapi merayakan perbuatan Allah memenuhi janjiNya membebaskan umatNya dari segala penindasan, dosa dan maut. Nubuatan 700 tahun masa Proto-Yesaya dipenuhi Allah di peristiwa Natal.


Jadi Injil Matius menegaskan, ada tiga kata yang dipakai menunjukkan kelahiran Yesus bukan peristiwa biologis dengan:

- dikandung oleh Roh Kudus (ay 18,20)

- lahir dari anak dara Maria (ayat 23)

- tidak bersetubuh (ay 25)

Peristiwa Natal adalah Peristiwa Ilahi. Kelahiran Yesus hendak menciptakan manusia hidup dalam kasih karunia Allah.


*2. Kesalehan dan ketulusan Yusuf*

Penulis Injil Matius sangat realistis atas apa yang dialami oleh Yusuf. Wajar saja dia tak menerima ada perubahan pada diri Maria. Dia akan mengandung dan melahirkan satu anak yang akan diberi nama Yesus sesuai dengan pesan malaikat (baca Lukas 1:26-38). 


Jika pada malam Natal kita diperkenalkan pribadi seorang perempuan berhati mulia, maka kotbah di Natal I ini kita diperkenalkan tokoh pria yang baiknhati. Yusuf adalah pribadi yang saleh, taat beragama dan juga tidak mau mempermalukan Maria. Dia berencana dengan diam-diam akan memutuskan hubungan dengan Maria. Tampak kematangan pribadi Yusuf, dia tidak temperamen dan dengan emosi yang meledak-ledak merespon perubahan pada diri Maria. Tapi dengan sikap dewasa secara perlahan akan undur dari Maria.


Tuhan campur tangan. Tuhan mengerti apa perasaan laki-laki seperti Yusuf. Tuhan meyakinkan Yusuf bahwa apa yang terjadi pada Maria adalah kehendak Allah. Matius 1:20 (TB) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 


Natal merubah suatu peristiwa yang sulit diterima oleh akan namun dimainkan oleh orang yang memahami dan mengerti maksud Allah.


*3. IMMANUEL: Tuhan menyertai kita*

Bangsa Israel adalah umat yang merasa terasing dan terbuang, mereka menantikan kejayaan Israel, namun bangsa-bangsa asing silih berganti menjajah mereka. Mereka hanya negara boneka dan jajahan negara asing sejak kembali dari pembuangan Babelonia. Pada jaman Perjanjian Baru, Yahuda berada dibawah jajahan Romawi. Mereka menderita dan memimpikan orang yang menyertai mereka merasakan pahitnya dibawah jajahan bangsa asing.


Tentu kebutuhan orang yang terasing adalah pendamping yang menyertai mereka dalam keadaannya yang merasa terasing. 


Yesus adalah Immanuel, Allah menyertai kita menjadi sejarah baru. Tuhan tidak membiarkan mereka terasing, terbuang dan terjajah, tetapi Tuhan mendampingi, menyertai dan bersama-sama umatNya. Dengan kata Immanuel Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan orang-orang yang dikasihiNya. 


Orang Batak mengenal ungkapan sakitnya yang terasing sendirian dengan "songon tandiang na hapuloan", artinya terdampar sendirian di pulau terasing. Keadaan demikian pasti hampa dan kosong, tiada sahabat, tiada teman yang mengerti, memahami dan merasakan kesedihan. Semuanya dialami sendirian. Dosa telah membuat kita terasing dari Tuhan, dari sesama. 


Sahabat yang baik hati! Kini Natal mengingatkan kita tentang Immanuel: Tuhan menyertai kita dalam suka dan duka dan dalam segala keadaan. Yesus lahir di dunia ini hendak menyertai kita. Kita punya sahabat yang setia mendampingi dan menghantarkan kita sampai ke tujuan hidup kita.


Selamat Malam Natal 2023

Pdt Nekson M Simanjuntak and Family




BETA HITA TAIDA MA NA MASA ON

 Kotbah Natal I, 25 Desember 2023

Ev. Lukas 2:15-20




Selamat Natal Bagi Kita Semua!

Dalam Pesta Natal Hari ini, saya membuka laptop saya rupanya ada catatan kotbah Saya tahun 2002 dan kemudian saya nats yang sama kotbah tahun 2009. Saat itu saya pendeta Ressort disana dan melayani 4 tahun.  Ijinkan  saya di Natal 25 Desember 2023 ini saya share Kotbah  Natal I ini, dalam Bahasa Batak dan sekaligus menyapa Jemaat HKBP Parpulungan Nauli yang pernah saya layani. 


Bagi yang kesulitan menerjemahkan bahasa Batak, inti kotbah ini adalah seperti Gembala yang bersuka cita menerima kabar Baik, mereka mengajak temannya dan orang-orang yang mereka kenal untuk datang ke Bethlehem menyaksikan Yesus sebagaimana  diberitahukan para malaikat kepada mereka. Yesus lahir di kandang Bethlehem.


BETA HITA TAIDA MA NAMASA ON (Ayo kita berangkat dan melihat apa yang terjadi di Bethlem sebagaimana diberitahukan para malaikat ). Jadi berita natal ini para gembala mengajak semua orang untuk datang ke Bethlehem menyaksikan Yesus telah lahir. 


Pesan dari kotbah ini,

1. Jangan diam saja, pro aktiflah untuk ikut dalam pelayanan. 

2. Meniru gembala ikut memberitakan  kabar baik. Para gembala ikut memberitakan kelahiran Yesus dan mengajak orang datang kepada Yesus

3. Hadirlah untuk memuliakan Allah. Tugas orang percaya adalah hadir untuk memuliakan Allah. 


Berikut saya sampaikan kotbah lengkap dalam bahasa Batak. 


BETA MA HITA, TAIDA MA NAMASAON!


Patujolo:

Aha do respon ni jolma molo adong masa sada kejadian na so hea masa di sada luat isara ni masa banjir bolon, lalo bolon manang matutung sada huta dlna? Tontu muncul do rasa penasaran naeng humatop nian mamboto dohot marnida na masai. Hira songoni do na masa di diri ni angka parmahan na binaritahon ni Lukas di turpuk on. Dipabotohon pardisurgoi do paboa naung tubu Jesus di portibion; jala dipuji Debata na mandok: “Hasangapon ma di Debata na di Ginjang, dame ma di tano on, di angka jolma halomoan i.” 


Sada hasurungan doi di angka parmahan, ala nang pe status sosial nasida hira dietong halak lea, pogos jala dangol gariade tahe ndang dipaloas sahalak parmahan di tingkii mambahen sada kesaksian di pengadilan, ima ala ni mansai toru do status sosialnasida. Halak nasongoni dihasiati Debata, baliksa tahe halak na parjolo dapotan barita nauli di hatutubu ni Tuhan Jesus. Laos ido nang tujuan ni haroro ni Tuhan Jesus mengangkat harkat dan martabat manusia yang hina manjalo hamulian dohot hasangapon. Ima sada transformasi di peristiwa natal asa uang n adong b na marro ni lea tu angka donganna ai sude do hita niasian ni Debata. Songon halak naung tibopot dohot niasian ni Debata adong do na ingkon siulahononta manang responta di asi ni roha ni Debata!


Angka dia ma siulahonon ni halak naung dapotan barita nauli manang naung niasian ni Debata, ima:


1. Beta ma Hita, taida ma na masa on na pinabotohon ni Tuhani tu hita!

Taida pintor adong do respon ni angka parmahani dung dibarita angka surusuruan i. Sanga do ro biar ni roha nasida, alai pintor diboto surusuruani do: gabe didok unang ho mabiar…! (ay 10). Pos do rohanasida di hata ni surusuruan i, Ndang be mabiar nasida, manang tahutan manang mate busesaon sambing ala ni na masai tu nasida. Alai dung dipabotohon barita halalas ni roha godang i humalaput do nasida masibetabetaan asa laho marnida Jesus naung tubu i di bara ni pinahan hombar tu na nidok ni surusuruani. Ndang marpainte jo manang maralasan be nasida, alai tung pintor dihalaputi do mandok: beta ma hita tu Bethlehem. Laho do nasida tu Bethlehem ladang Efrata, jala jumpang nasida ma songon na nidok ni surusuruan i disi do si Josep dohot Si Maria dohot Jesus na tubu i. Peak di panggagatan ala so adong inganan parmianan na asing di nasida. Hahinsaon ni roha ni angka parmahan i mangoloi dohot mangulahon na nidok manang na pinataridahon ni Tuhani suang songoni ma nia hita, ruas nang parhalado ni huria asa masibetabetaan hita manopot Jesus, ai nunga ro Ibana mamboan haluaonta. Manang boi ma dohononta diigil turpuk on do haringgasaon, habuluson dohot hinsa ni roha mangoloi Debata sian hita saluhutna na marpesta natal on. Unang ma hinsa hita holan na naeng manjalo paruntungan ni diri, alai anggo joujou na parjolo di natal on, ima hinsa ma hita borhat, tabetabeta angka donganta ro manopot Jesus. Halak na olo manopot Jesus ima halak na olo pasesahon dosana. Halak na olo ro manopot Jesus iama halak naeng malungundohot manghasiholi asi ni roha ni Debata. Hala na olo manopot ima na rade mangido pasupasu dohot ragam ni angka las ni roha sian Tuhani.

 

2. Parmahan gabe Parbarita

Songon dia do jadi ni i parmahan gabe siboan barita? Dia ma nueng sidohonon ni panurat Lukas on disi? Tontu ima ise pe na boi do ditopa Debata gabe siboan barita manang mamboan barita ni Tuhani di ngolu on, alai tontu di angka halak na ungkap jala rade rohana do. Songon parmahan i, gabe siboan barta ibana ala rade do ibana. Ia parmahan nang pe holan di ladang nasida nasailaon jala hira jarang berkomunikasi dohot donganna. Alai gabe siboan barita nasida tu na humaliang. Dipanghatahon nasida do nabinaritahon ni surusuruani tu ganup haak na nijumpangannasida. Pola torop halak longan ala parmahan mambaritahon barita bolon.


Alanii sada kata kunci na ringkot marhite natal on, ima unang ma holan panonton, pamunten dohot komentator hita di na marpesta natal on. Ala jotjot do masa songoni di angka natal na pinatupa ni huria, punguan dohot lunggu pe: dia ma angka na marsalaan, naso pas dohot na mambahen mengkel ido dihatahon jala na jinalahan ni angka na deba molo marnatal. Adong muse do na holan panghilalaan na tabo marhite snack manang sipanganon na di pesta natal pola sampe so dohot deba marnatal ala na padokdok hu gugu tu natal dohot ragam-ragam ni angka hariburon. Ido na jotjot dibaritahon dohot diholsohon halak molo marpesta natal, hape molo di turpuk on, molo marpesta natal hita ingkon Jesus na tubui do sibaritahonon dohot sipabotohonta asa sude halak ro tu Tuhan Jesus naung mamboan haluaonta.


3. Dipasangap jala dipuji nasida Debata!

Ndada holan mambaritahon sambing angka parmahani, alai laho do nasida manopot Jesus na tubu di bara i. Dung diida nasida mulak ma nasida gabe dipuji jala dipasangap Debata. Laos ido naeng ondolhononta din a marpesta natal on, ingkon lam tamba ma nian bilangan ni na mamuji dohot pasangaphpn Debata ala nunga tapestahon hatutubuna. Ai molo marnatal hita nuaeng ima parningotan do paboa naung tubu Jesus i, antong tarsunggul ma hita saluhutna laho mamuji Debata naung mangalehon haluaonta marhite Jesus i. 


Hata baga-baga naung diuarihon di angka padan na robi, nunga diida angka parmahani din a tubu Jesus i. Alanii do ndada holan hata dohot bagabaga be na hinaporseaan ni nasida ali hasasaut ni bagabagi nunga langsung diida nasida. Marhitei dipuji jala dipasangap nasida Debata. 


Panutup

Dipataridahon turpuk evangelium on do, paboa sude do hita niasiuan ni Debata. Gariade tahe parmahan na leai do parjolo dapotan barita nauli jala gabe laos nasida paboahon dohot pabotohon Barita halalas ni roha godang i tu situan natorop. Alanii ingkon sude do ita ruas ni huria dapotan las ni roha ala ni barita halalas ni roha godang on, ima: nunga tubu Jesus. Di natubu Jesus tajangkon ma Ibana di ngolunta, tapahinsa ma parlojongonta mangoloi Tuhani, tabaritahon ma angka pambahenanna jala tapasangap ma Debata ai nunga taida hasasaut ni bagabagai. Ima nian silua na umbalga dihita ganup hita manghalashon haluaon naung binoan ni Jesus na tubui. Amen


Selamat Natal I bagi kita semua!

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...