Kamis, 14 Oktober 2021

BEKERJA KERAS MENGHASILKAN BUAH

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6321358741269472/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Jumat, 15 Oktober 2021


*BEKERJA KERAS MENGHASILKAN BUAH*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Efesus 4: 28 “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."


Efesus (KJV) 4:28 Let him that stole steal no more: but rather let him labour, working with his hands the thing which is good, that he may have to give to him that needeth. 


Sahabat yang baik hati ! Tahun lalu ada satu berita yang viral seorang kakek berusaha masuk ke kebun seseorang dan kepergok oleh pemilik kebun ingin mengambil singkong. Sang kakek cerita dia mau mengambil singkong karena tidak ada beras di rumahnya. Lalu sang pemilik kebun merasa ibu mempersilahkan untuk mengambil singkong dan bukan hanya itu pemilik kebun mengambil membuka dompetnya dan memberi 100 ribu. Kejadian itu viral dan banyak yang memuji perbuatan pemilik kebun.  Memang kalau sudah berurusan dengan perut kejadian semacam itu banyak yang iba dan berbelas kasihan. Perbuatan itu bukanlah mau membenarkan perbuatan mencuri, namun memaafkan karena soal kebutuhan.  


Rasul Paulus dalam Firman Tuhan hari ini, secara terang benderang mengingatkan pengampunan. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi. Terkesan Paulus memaafkan perbuatannya namun menegaskan jangan lagi mencuri.  Suatu pesan, mencuri tak baik bahkan dilarang oleh perintah Tuhan. Sebaiknya setiap orang harus bekerja keraslah dan melakukan yang baik dengan tangannta sendiri. Bahkan dengan hasil kerja keras kita dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan


Firman Tuhan dalam Ayat tersebut adalah bagian pengajaran, nasehat dan ajakan kepada orang-orang Kristen yang telah mengalami hidu baru, hidup baru artinya mengenal dengan benar bahwa Allah dalam Yesus kristuslah sumber dari kesuksesan, keberhasilan yang nyata. Paulus menekankan bahwa orang yang sudah menerima Kristus sebagai juruselamat hendaknya berperilaku yang benar, benar di hadapan Allah juga benar di hadapan manusia. Benar di hadapan Allah adalah melakukan segala aktifitas/pekerjaan sebagai bagian dari ibadah (kerja adalah rahmad), bekerjalah untuk dirimu dan Tuhan, melakukan banyak hal bukan untuk mencari puji-pujian dari manusia, tetapi bekerja karena Allah adalah Allah yang bekerja sampai saat ini. Allah bekerja mendatangkan kebaikan (Roma 8: 28) berbeda dengan Iblis, salah satu karakter dari Iblis adalah mencuri. Mencuri adalah karakternya iblis “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10)


Tuhan melarang kita untuk mencuri karena mencuri itu karakternya iblis. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri danseorang perampok. (Yoh 10:1).


Yesus mengumpamakan dirinya seperti pintu dan fungsi pintu untuk orang yang masuk dan keluar. Kalau kita tidak masuk melalui pintu dan keluar dengan melompat jendela dan lompat pagar itu diumpamakan seperti pencuri. Pencuri disejajarkan dengan kejahatan dan dosa yang lain, ”Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Mark 7: 21-22).


Mencuri itu menajiskan orang. Posisi seorang pencuri sama dengan kejahatan yang lain, yang sumbernya dari dalam hati. Hati semua manusia yang belum diperbaharui cenderungnya ingin mencuri dan dosa yang lainnya:

- Alasan pertama orang mencuri karena terpaksa, kekurangan. Apakah semua orang yang terpaksa dan kekurangan itu harus mencuri, itu bukan jawabannya. Karena banyak orang yang berkelimpahan pun masih tetap mencuri. 

- Alasan kedua adalah bahwa orang mencuri karena orang itu tidak merasa puas dengan apa yang ada dalam dirinya. Makanya kalau hidup kita merasa tidak puas akan memiliki kecenderungan untuk mencuri dengan berbagai macam cara bentuknya. Puas disini seseorang bisa bersyukur dengan berkat yang ia terima. 


Sahabat yang baik ada beberap hal yang bisa kita cermati dan kita gumuli dari ayat tersubut terlebih dalam  dalam hal pekerjaan. Pekerjaan yg diambil adalah pekerjaan yang harus disepakati sebagai pekerjaan yang baik, bukan pekerjaan yg membawa kita kepada dosa, seperti kehidupan lama kita. “Orang yang mencuri janganlah ia mencuri lagi, tetapi ....... melakukan pekerjaan yang baik...."


Renungan hari ini mengingatkan kita akan pengampunan dan memperbaiki diri. Paulus sama sekali tidak memaklumi ornag yang mencuri, tetapi mendorongnya untuk memperbaiki diri. Orang percaya harus melakukan pekerjaannya dengan etos kerja yang Kristiani. Etos kerja kristiani berarti melakukan pekerjaan dengan professional, dengan teliti, dengan kemauan dan kapasitas yang sungguh-sungguh, dengan niatan dan semangat untuk kemandirian hidup. “,tetapi baiklah ia bekerja dengan keras dan melakukan ... dengan tangannya sendiri".  Hasil dari pekerjaan yang baik bukan semata bagi pemenuhan kebutuhan dirinya tetapi berbuah bagi orang lain. Hasil dari pekerjaan harus dipandang orang percaya sebagai modal dan sarana dari TUHAN, untuk berbagi bagi sesama yang mengalami kekurangan, sebagai bukti bahwa kita mengasihi mereka, “supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan".  


Sahabat yang baik, jika kita sudah melakukan apa yang menjadi identitas manusia baru yaitu melakukan pekerjaan sesuai dengan kehendak Allah maka kita adalah manusia yang paling berbahagia, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin.


Salam dari Tim: RS

Rabu, 13 Oktober 2021

HIDUP DAN MELAYANI DENGAN KASIH

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6315812545157425/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 14 Oktober 2021


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan:


*HIDUP DAN MELAYANI DENGAN KASIH*


1 Korintus 13:8 (TB)  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 

1 Corinthians 13:8 (UKJV)  Love (o. agape) never fails: but whether there be prophecies, they shall fail; whether there be tongues, they shall cease; whether there be knowledge, it shall vanish away.


Apa itu kasih? Kasih adalah kebaikan atau kebajikan. Kasih dalam bahasa Inggris disebut Charity dan dalam bahasa Latin disebut Caritas.. Thomas Aquinas seorang teolog Kristen mengatakan bahwa kasih adalah persahabatan manusia dengan Allah, kasih mempersatukan manusia dengan Allah. Kasih bukan hanya mengasihi Allah, tetapi juga mengasihi sesama manusia (bnd.Mat.22:37-39). Menurut pemahaman Kristen, ada 4 jenis kasih yaitu:


-Kasih Agape, yaitu kasih yang tidak bersyarat, rela mengorbankan dirinya demi orang lain yang dikasihi, meskipun dirinya tidak dikasihi. Umat Kristen biasanya menggambarkan kasih Allah sebagai kasih Agape.

--Kasih Philia, yaitu kasih yang biasanya terjadi di lingkungan persaudaraan atau persahabatan. Kasih ini terjalin biasanya karena saling menguntungkan, menyenangkan, dan saling mengagumi. 

-Kasih Storge, yaitu kasih yang terjadi karena adanya ikatan kekeluargaan dan hubungan darah seperti kasih orangtua terhadap anaknya dan sebaliknya. 

--Kasih Eros, yaitu kasih terhadap lawan jenis, yang terjadi karena ada perasaan saling menginginkan. Kasih Eros lebih sering digunakan untuk menggambarkan cinta kasih kepada lawan jenis. Secara konteks iman kristen, eros merupakan kasih yang perlu dijaga dalam hubungan suami istri. 


Kasih Philia, Storge dan Eros adalah kasih yang biasanya terjadi antara sesama manusia, kasih yang masih mengharapkan pamrih, imbalan dan balas jasa. Seseorang akan mengasihi saudara, sahabat, orangtua, anak, suami dan istri karena ada sesuatu yang diharapkan atau yang diinginkan dari orang-orang tertentu. Tetapi kasih Agape, yatu kasih yang tidak mengharapkan pamrih sama sekali justru rela mengorbankan segalanya demi mereka yang dikasihi. Kasih itu ada di dalam diri Allah. Allah adalah kasih… Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita..(1 Yoh.4:8-10). Allah jauh terlebih dahulu mengasihi kita manusia dengan kasih Agape, sebelum kita mengasihiNya. Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita dan mengampuni segala dosa-dosa kita di dalam Yesus Kristus AnakNya. 


Nas renungan hari ini dalam 1 Korintus 13:8 menyatakan bahwa Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Kasih siapakah yang tidak pernah berkesudahan itu? Tentu kasih Allah. Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23). Artinya, kasih Allah tetap dan kekal untuk selama-lamanya. Ia selalu setia mengasihi manusia setiap waktu. Ketika manusia itu memulai segala aktifitasnya di pagi hari, Allah sudah terlebih dahulu mengasihi manusia itu dengan menganugerahkan mentari di pagi hari. Terbitnya matahari di pagi hari menyatakan kasih Allah yang selalu baru bagi seluruh ciptaanNya, termasuk manusia. 


Apakah yang terjadi di jemaat Korintus sehingga rasul Paulus menyatakan: Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap?  Paulus bersama dengan Priskila dan Akwila mendirikan jemaat Korintus selama lebih delapan belas bulan. Ada berbagai persoalan yang dihadapi oleh jemaat Korintus saat itu. Jemaat Korintus terdiri dari orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi yang berlatar belakang penyembah berhala. Disamping itu, telah terjadi perpecahan di tengah-tengah jemaat Korintus. Ada yang mengatakan bahwa mereka golongan Paulus, Apolos, Kefas dan golongan Kristus (1 Kor.1:12). Oleh karena itu, Paulus sangat menekankan pentingnya kasih di tengah-tengah jemaat Korintus sebagai pengikat dan mempersatukan umat tersebut. Kasih melebihi segala karunia rohani dan talenta yang dimiliki oleh masing-masing jemaat. Tanpa kasih, semuanya itu akan menjadi sia-sia. Karunia rohani tersebut berasal dari Roh Kudus dan berguna untuk memperlengkapi pelayanan. Itulah sebabnya karunia diberikan kepada orang tertentu untuk tugas tertentu. Karunia roh itu akan berakhir seiring berjalannya waktu. Tetapi kasih tidak pernah berakhir. Kasih itu hendaknya tertanam dalam diri pengikut Kristus, kasih itu bertumbuh serta berbuah dalam kehidupannya setiap hari. 


Paulus juga menjelaskan karakteristik kasih itu. Semua karakteristik itu didasarkan pada sifat dan perbuatan Allah, terutama dalam karya keselamatan yang telah diterima manusia di dalam diri Kristus. Karakteristik kasih itu adalah sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran, kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu (1 Kor.13:4-7). 


Kasih itu jauh lebih utama dari karunia-karunia rohani. Karunia-karunia rohani yang dapat ditemukan dalam jemaat Korintus kala itu diantaranya: nubuat, bahasa roh dan pengetahuan-pengetahuan. Jemaat tidak boleh terlalu mengangungkan karunia rohani tanpa melakukan kasih. Kasih itu bersifat sempurna dan kekal, sementara karunia rohani itu bersifat sementara. Yang kekal itu jauh bernilai daripada yang sementara. Jadi, Paulus ingin mengarahkan jemaat Korintus untuk hidup dengan mengutamakan kasih. Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti dan pengetahuan akan lenyap. Artinya: nubuat, bahasa roh dan pengetahuan yang ada pada diri manusia itu bersifat sementara dan akan berakhir pada waktunya, tetapi kasih Allah itu tidak akan berakhir, kasih Allah itu kekal. Kasih dari Allah inilah hendaknya memenuhi hati, pikiran dan perbuatan setiap orang percaya. Umat Kristen memiliki tanggungjawab untuk melakukan kasih terhadap orang lain, keluarga, sesama anggota jemaat dan masyarakat. 


Kasih adalah yang terbesar dari iman dan pengharapan (1 Kor.13:13). Umat Kristen terpanggil dan memiliki tanggungjawab untuk saling mengasihi dalam kehidupan sehari-hari. Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan segenap akal budi serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Mat.22:37-39). Praktek kasih di tengah-tengah jemaat dapat kita tunjukkan dengan saling melayani, tidak mementingkan diri sendiri namun mementingkan kebutuhan orang banyak, tidak memegahkan diri dan tidak sombong dan lain sebagainya seperti yang telah diuraikan Paulus dalam 1 Kor.13:4-7. Jadi, pengikut Kristus harus hidup dan berbuat berdasarkan kasih Allah sebab kasih adalah hakikat kekal Allah. Kasih Yesus Kristus adalah dasar kita untuk melakukan kasih dalam setiap eksistensi kehidupan dan pelayanan kita di tengah-tengah gerejaNya. Amin.


Salam dari tim: RN

Selasa, 12 Oktober 2021

KERJAKANLAH SEGAKA SESUATU SEPERTI UNTUK TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6309491005789579/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 13 Oktober  2021


*LAKUKAN DENGAN SEGENAP HATI SEPERTI UNTUK TUHAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 


Colossians 3: 23 (NKJV) And whatever you do, do it heartily, as to the Lord and not to men,


Dalam melakukan sesuatu pastilah kita mengharapkan hasil yang terbaik, bahkan kita mendoakan segala sesuatu yang kita kerjakan supaya diberkati Tuhan dan dapat menjadi berhasil atas perkenanan Tuhan. Contohnya kita membuka satu usaha, di awal usaha yang kita buka kita memohon kepada Tuhan supaya usaha tersebut dapat berhasil dengan baik. Tentu harapan kita akan keberhasilan yang pastinya keberhasilan itu merupakan berkat Tuhan melalui setiap usaha yang kita lakukan maka kita melakukan usaha yang terbaik dari kita. harapan akan hasil yang terbaik menuntun kita untuk melakukan hal yang terbaik juga dari diri kita sendiri. Ketika kita telah melakukan hal yang terbaik dari diri kita sendiri dan mengandalkan kasih Tuhan maka kita akan merasa senang hati dalam menerima hasil dari apa yang kita lakukan. 

Melakukan dengan segenap hati apapun yang kita kerjakan dalam hidup kita ini akan mendatangkan hal yang berguna baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang yang ada di sekitar kita. 


Sejak penciptaan, Allah telah memberi kita pekerjaan yang harus dilakukan. Jika kita bisa menganggap pekerjaan kita sebagai suatu tindakan ibadah atau pelayanan kepada Allah, sikap itu akan menyingkirkan rasa terpaksa dan bosan dari pekerjaan. Kita dapat bekerja tanpa mengeluh atau jengkel jika kita menganggap masalah-masalah pekerjaan kita sebagai harga kemuridan. Keluhan dan rasa jengkel hanya akan menguras energi kita sebelum melakukan pekerjaan yang harus kita kerjakan sebaliknya melakukan dengan senang hati, dengan segenap hati akan menambah semangat dan tenaga bagi kita dalam melakukan hal yang harus kita kerjakan. 


Seperti contoh: Desi adalah seorang guru sekolah minggu, awalnya dia hanya karena tertarik dan senang dengan anak-anak. Seiring berjalannya waktu, Desi semakin menikmati dalam dunia pelayanan anak sekolah minggu walau dia harus menghadapi banyak tantangan baik dari dirinya sendiri maupun dari rekan sepelayanan yang terkadang ada gesekan. Ketika ada masalah terkadang hatinya ragu untuk melanjutkan pelayanan tersebut, namun dia selalu menyemangati dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa dia sedang melakukan pelayanan ini adalah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, walau ada gesekan atau tantangannya dia tetap melakukan pelayanannya dengan segenap hati sehingga jauh dari rasa jengkel dan keluhan terhadap teman sesama pelayan. 


Demikianlah kita dalam segenap profesi yang Tuhan anugrahkan bagi kita, bahwa kita sedang melayani Tuhan melalui profesi kita masing-masing.

Allah tidak pernah membeda-bedakan profesi kita. Apapun yang dianugrahkan oleh Tuhan bagi kita sebagai pekerjaan yang harus kita lakukan maka mari memandang pekerjaan kita sebagai berkat Tuhan yang harus dikerjakan dengan segenap hati dan senang hati seperti melakukan untuk Tuhan. Penuh dengan kesungguhan dan bukan dengan kejengkelan dan keluhan. 


Mungkin kita dapat tergoda untuk mengeluh dan jengkel karena rekan sekerja, karena pimpinan atau banyak hal yang dapat membuat kita jengkel jika pertama sekali kita memandang pekerjaan itu hanya sebatas kewajiban dan bukan sebagai berkat Tuhan. Orang-orang yang ada di sekitar pekerjaan atau usaha kita mari kita pandang mereka sebagai orang yang Tuhan kirimkan menolong kita semakin lebih baik dan lebih bersungguh-sungguh melakukan segala sesuatu yang harus kita lakukan.  

Dikatakan kemudian melakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sebab jika pandangan kita hanya dibatasi oleh sesama manusia maka kita hanya berusaha membuat orang lain senang atau bahkan ketika mereka tidak kita sukai maka akan memengaruhi kita juga dalam melakukan apa yang harus kita lakukan. Hati kita cendenrung berubah-ubah dalam melakukan sesuatu jika kita melakukan hanya untuk manusia. Kita cenderung menghalalkan segala cara jika hanya sebatas membuat pimpinan atau orang lain senang. Seperti seorang budak terhadap tuannya. Karakter budak adalah mau bekerja jika ada tuannya, melakukan segala sesuatu hanya karena sebagai budak bukan karena merasa bahwa itu adalah tanggung jawab yang harus dilakukan baik jika ada atau tidak ada tuannya. 


Tetapi jika kita melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, maka kita akan melakukannya dengan kesungguhan. Mengerjakannya dengan senang hati dan penuh rasa syukur kepada Tuhan yang memberikan pekerjaan tersebut. Apapun pekerjaannya asal tetap berada dalam kebenaran, maka lakukanlah dengan senang hati, dengan segenap hati, dengan kesungguhan dan ketulusan hati maka Tuhan yang akan membuat apa yang kita kerjakan menjadi berhasil dan berguna baik bagi kita yang melakukannya maupun bagi orang lain yang ada di sekitar kita. 

Amin


Salam Tim: MP

Senin, 11 Oktober 2021

JANGAN MENUNTUT PEMBALASAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6303871096351570/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Selasa, 12 Oktober 2021


*JANGAN MENUNTUT PEMBALASAN*


Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Roma 12:19 (TB) : Saudara-saudaraku yang kekasih janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku,. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.


Romans 12:19 (KJV) : Dearly beloved, avenge not yourselves, but rather give place unto wrath: for it is written, Vengeance is mine; I will repay, saith the Lord.


Sifat kemanusiaan kita cenderung secara otomatis ingin membalaskan kejahatan orang yang menyakiti kita, apakah dia teman dekat, ataupun saudara, apalagi musuh bebuyutan kita. Banyak orang membalaskan setimpal dengan perbuatan jahat lawannya, bahkan kalau bisa melebihinya agar orang jahat tersebut kapok dan sekaligus hati yang membalaskan puas. Fenomena inilah yang sering terjadi di kehidupan ini sehingga melahirkan lingkaran setan kejahatan tak putus-putusnya yang menyebabkan penderitaan banyak orang. Hinaan dibalas dengan hinaan, ejekan dengan ejekan, tamparan dengan tamparan, bahkan pembunuhan dibalas pembunuhan. Namun Rasul Paulus lewat perikop hari ini kepada jemaat di Roma yang sedang menghadapi situasi kebencian oleh karena iman mereka kepada Kristus, menyerukan agar jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah dengan kebaikan dengan memberi mereka makan atau minum jika mereka lapar atau haus. Pembalasan atas  perbuatan jahat adalah hak Tuhan, dan berilah tempat untuk murka Allah. Artinya, jangan mencuri Hak Tuhan!


Pertanyaannya, mungkinkah kita bisa memiliki kepribadian yang membalaskan kejahatan dengan kebaikan? Pertama, perlu disadari bahwa umat kristiani terpanggil untuk saling mengasihi dan mengampuni sesama sekalipun terhadap musuh. Karena karakter itulah yang diteladankan oleh Tuhan Yesus sehingga Ia rela menderita dan mati di kayu salib demi pengampunan dan pendamaian kita kepada Allah Bapa. Bahkan kita diangkat menjadi anak sekaligus pewaris kerajaan sorga, yang seharusnya kita mati dalam siksaan kekelaman kekal. Kedua, kita umat kristiani terpanggil untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Dengan membalaskan kebaikan atas kejahatan orang lain memungkinkan hatinya tersentuh menuju pertobatan serta berubah menjadi sosok baik dan kembali ke jalan Tuhan. Hal inilah yang dikehendaki Tuhan agar tak satu ekor domba pun hilang. Inilah pembalasan yang sempurna, yaitu membalas kejahatan dengan kebaikan sehingga mata rantai kejahatan diputus oleh kebaikan. Contoh Yusuf tidak mendendam dan terus berbuat baik terhadap saudara-saudaranya yang menjahatinya (Kej.45:3-4) Ketiga, Allah adalah Hakim Maha Adil yang memiliki hak mutlak untuk menuntut pembalasan serta menghakimi kesalahan orang berdosa setimpal perbuatannya, sehingga adalah dosa jika kita mencuri Hak Allah tersebut. Keempat, perlu dipahami bahwa kadangkala Tuhan mengijinkan perbuatan jahat orang lain terjadi atas kita untuk kebaikan kita. Contoh Daud yang dijahati oleh Saul yang terus memburu ingin membunuhnya (1 Sam 19), sehingga Daud semakin mendekat dan mengandalkan pertolongan Tuhan untuk keselamatannya dari kejaran Saul. Kelima, menyimpan amarah dan dendam menyebabkan stres yang merusak kesehatan tubuh sendiri. Kita harus berfikir positif dan mengeluarkan aura tubuh posif. Ini sejalan dengan Efesus 4:31 yang mengatakan: "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang  dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."


Sahabat yang baik, mari kita imani firman Tuhan yang diserukan Paulus untuk tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi justru harus melakukan apa yang baik dan berusaha untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Meskipun disakiti, dihina atau dianiaya, pengikut Kristus sejati tidak diperkenankan menuntut balas. Biarkan Tuhan sendiri yang akan berperkara dan menyatakan keadilan-Nya. Sebaliknya kita dipangil untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, dan itulah yang dikehendaki Tuhan.


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin.


Salam dari Tim Penulis: TEM

Jumat, 08 Oktober 2021

LEBIH DARI SEORANG PEMENANG

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6287785957960084/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi, dan Motivasi

Sabtu, 09 Oktober 2021


*LEBIH DARI SEORANG PEMENANG*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, 

Marilah menggunakan waktu sejenak di 

pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan

merenungkan Firman Tuhan.


Roma 8 : 37 (TB) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita


Romans 8 : 37 (KJV) Nay, in all these things we are more than conquerors through him that loved us.


Pemenang dalam suatu lomba atau pertandingan merupakan impian dari para atlet. Mereka menjalani tahapan demi tahap, mulai dari seleksi sampai ke final. Pokoknya menjadi pemenang merupakan jalan panjang, namun setelah menang semua peluh berubah menjadi sukacita. 

Paulus menggambarkan perjuangan iman melebihi dari seorang pemenang. Kita berjuang menjalani kehidupan ini lewat tantangan, hambatan, penderitaan dan godaan namun saatnya tiba menerima klmahkota kehidupan sukacita kita melebihi dari seorang pemenang karena kemenangan kita kekal dan kebahagiaan yang diperoleh abadi. 


Perjalanan hidup orang percaya adalah perjuangan menuju kemenangan. Paulus tidak menolak kenyataan bahwa hidup orang Kristen pasti menghadapi musuh (si iblis) dan masalah Ayat 36 (bandingkan Mazmur 44:23, mengenai jeritan bangsa yang tertindas “oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami dianggap sebagi domba-domba sembelihan”). Tetapi meskipun kesulitan terjadi dalam hidup orang percaya, kita harus bisa melihat bahwa pencobaan dan penderitaan bukan merupakan tanda bahwa Allah telah meninggalkan kita. karena itu Paulus mengemukakan fakta yang jauh lebih penting yaitu, Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Ay 31). Maka tidak ada satupun yang dapat menggugat orang-orang percaya dihadapan Allah. 


Kita juga harus mengingat bahwa salib telah mendemonstrasikan anugerah Allah yang begitu besar bagi manusia. Allah bersedia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, tentu Allah juga tidak akan menahan segala sesuatu untuk kebaikan umat-Nya. Karya keselamatan yang telah dilakukan oleh Allah seharusnya meyakinkan kita bahwa tak ada seorangpun yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. Sehingga walaupun kita mengalami penderitaan, kita tidak akan lagi dikuasai ketakutan atau keraguan karena Tuhan Allah ada dipihak kita yang akan memenangkan kita. sehingga penderitaan yang terjadi akan menjadi jalan untuk pertumbuhan iman kita.  Maka bagi orang-orang percaya yang rela menderita dengan Kristus telah disediakan suatu kemenangan yang melebihi apa yang kita bayangkan, dan dia akan menjadi ahli waris kerajaan sorga. Seperti tertulis dalam wahyu 3:21 “barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku diatas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhtaNya”. 


Sahabat yang baik hati ada lirik lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak Sekolah minggu:


Kumenang kumenang didalam Yesus Tuhan, 

kumenang kumenang didalam peperangan, 

kumenang kumenang atas segala setan,

haleluya haleluya kumenang. 

Haleluya Dia mati,

haleluya Dia Bangkit, 

Haleluya Dia naik, 

Roh kudus turun


Lirik lagu ini sangat sederhana bila dinyanyikan begitu saja, tetapi ketika kita membaca dan menyanyikan berulang kali. Mungkin akan dapat kita katakan bahwa nyanyian ini juga pengakuan Iman kita. bahwa kemenangan atas peperangan (keberagaman perjalanan kehidupan/ Sukacita ataupun Dukacita), dan kemenangan atas segala setan (godaan iblis) hanya kita dapatkan didalam Tuhan. untuk itu tugas kita sebagai orang-orang percaya ialah hidup didalam Allah yang telah memenangkan kita.


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim: BP

Kamis, 07 Oktober 2021

TERANG YANG SESUNGGUHNYA TELAH DATANG

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6282456101826403/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP 

Kekuatan,Inspirasi,dan Motivasi

Jumat, 8 Oktober 2021 


*TERANG YANG SESUNGGUHNYA SEDANG DATANG KE DALAM DUNIA*


Selamat Pagi ! Sahabat yang baik hati,marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa,membaca,dan merenungkan Firman Tuhan. 


Yohanes 1:9 (TB): Terang yang sesungguhnya,yang menerangi setiap orang,sedang datang ke dalam dunia. 


John 1:9 ( NKJV ): That was the true Light which gives light to every man coming into the world 


Kata terang sebagai lawan kata gelap ialah suatu kata yang bermakna luas yang sudah barang tentu setiap manusia bermartabat ingin hidup dalam suasana terang pada semua aktifitas kehidupannya. Coba kita bayangkan apabila listrik padam pada waktu malam hari pasti kita akan mencari dimana masalah atau penyebabnya dan akan berusaha untuk memperbaikinya sebelum kita melaporkan ke bagian gangguan PLN agar memperbaikinya. Demikian juga dalam suatu perkara yang melibatkan para penegak hukum untuk menyelesaikannya harus memakan waktu dan proses berliku untuk menjadikan perkara itu terang atau jelas sehingga dapat diambil suatu keputusan yang berlandaskan aturan atau hukum yang berlaku. Berbeda dengan uraian diatas dan yang ingin diletakkan pada Nat Firman tersebut ialah terang yang diberikan Allah kepada manusia yang hidup di dunia lewat putra tunggalNya yaitu Yesus yang menerangi setiap manusia yang percaya akan misi keselamatan yang diberikan Allah sebagaimana tertulis dalam Kitab Injil. Kehidupan yang diliputi terang oleh Tuhan Yesus ialah dimana manusia tunduk dan taat melakukan kehendak Allah seturut Firman dan hukum-hukumNya. Mazmur 119 ayat 105 berkata: Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Daud sebagai orang yang diurapi Tuhan memiliki kekuatan dan kuasa sebagai raja,namun juga memiliki kekurangan bahkan musuh-musuhnya menginginkan dia lenyap termasuk raja Saul yang sangat dihormatinya dan kepadanya dia mengabdi secara tulus tanpa pamrih. Dalam hal inilah Daud menyadari bahwa tanpa pertolongan Tuhan dia tidak dapat memimpin umat Israel yang besar itu serta menjadikan kerajaannya jaya-makmur,hingga dia menulis mazmur atau pujian/nyanyian yang amat terkenal pada Kitab Mazmur,serta ingin membangun Bait Suci di Yerusalem walau tidak direstui Allah sehingga anaknya dari keturunan isterinya Batsyeba yaitu Salomo yang diijinkan Tuhan membangun Bait Suci itu.


Kepada setiap orang yang percaya akan penebusan Tuhan Yesus bahwa menjadi suatu anugerah terbesar tidak hanya terberkati di dunia akan tetapi yang terutama ialah memiliki jaminan hidup kekal di sorga dengan syarat mau dan tunduk akan kehendakNya yaitu hidup dalam kebenaran dan menjauhi perbuatan dosa. Tuhan Yesus menyampaikan FirmanNya yang terangkum dalam Kitab Injil yang sulit dilakukan tanpa pertolongan Roh Kudus seperti Matius 5 ayat 44 berkata: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Sebagai orang percaya atau beriman kepada Tuhan Yesus betapa akhir-akhir ini makin terasa goncangan dan perilaku intoleran dengan dipersulitnya membangun gereja, penistaan agama Kristen yang secara terang-terangan dilakukan lewat media sosial oleh pemuka agama lain atau masyarakat,padahal kebebasan beragama dan beribadah menurut agama dan kepercayaan yang dimiliki setiap warga negara dijamin UUD 1945. Penawar perbuatan tidak baik yang dialami umat percaya baiklah kita sikapi atau hadapi dengan Sabda Tuhan Yesus sesuai Khotbah di Bukit yang disebut "Ucapan Bahagia" yang dalam segala aniaya dan perlakuan tidak baik itu hendaklah selalu "Berbahagia" (Mat.5:3-12). Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat Galatia menulis: hiduplah  oleh Roh,maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging; dan buah Roh ialah: kasih,sukacita,damai sejahtera,kesabaran,kemurahan,kebaikan,kesetiaan,kelemah lembutan,penguasaan diri(Gal.5:22-23). Oleh karenanya setiap umat percaya harus memancarkan atau meng-implementasikan terang Kristus lewat sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari,dan melalui itulah tampak jelas bahwa Roh Tuhan diam dalam diri kita sebagaimana Firman Tuhan berkata: Memang dahulu kamu adalah kegelapan,tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran (Ef.5:8-9).


Tidak terasa kita telah memasuki minggu pertama bulan Oktober 2021 dan tidak lama lagi akan merayakan Natal memperingati  lahirnya Sang pembawa terang kepada manusia di dunia ini ditengah masih belum usainya pandemi virus corona (covid-19). Marilah kita tetap percaya dan mengandalkan terang kehidupan yang oleh pengorbanan Tuhan Yesus telah dan akan menyelamatkan kita dari kuasa dosa sebagai kehendak iblis.


Keinginan Tuhan ialah agar setiap umat percaya terus bersinar dalam terang dan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus sebagaimana syair nyanyian rohani HKBP No.720 berkata :

Yesus inginkan hidupku bersinar bagiNya/ Dimana,kapanpun aku,'ku merenungkan-nya.

Reff: Bersinar selalu,itulah kehendak Yesus/ Bersinar selalu,aku bersinar terus. 


Sahabatku,Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup Saudara. Amin ! 


Salam dari Tim: LLT

Rabu, 06 Oktober 2021

SUKACITA PEWARIS KERAJAAN ALLAH

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6277010375704309/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 07 Oktober 2020


*SUKACITA PEWARIS KERAJAAN ALLAH*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Lukas 10 : 20 (TB) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."


Luke 10 : 20 (KJV) “Notwithstanding in this rejoice not, that the spirits are subject unto you; but rather rejoice, because your names are written in heaven.”

‭‭

Sahabat yang baik hati.

Terpujilah Tuhan yang sampai saat ini masih memberikan kita kesehatan bahkan dalam perjuangan bangsa dan dunia ini menghadapi Pandemik Covid-19. Disaat beberapa kota sudah semakin pulih dari berbagai penutupan kegiatan masyarakat karena pandemik ini, patutlah kita bersyukur karena roda kehidupan dan perekonomian kembali bergerak. Bagi mereka yang harus terhenti kebutuhan hidupnya selama PPKM dibulan lalu tentu bukan hal yang mudah untuk tetap berjuang menjalani kehidupan ini. Namun apapun itu kondisinya saat ini bangsa kita kembali pulih dengan semakin digalakkannya proses vaksinasi dan tetap menjaga protokol kesehatan. 


Kiranya semakin pulihnya bangsa dan dunia ini tidak mendorong kita untuk melakukan euforia yang berlebihan, kebanggaan yang kelewat batas sampai lupa bahwa kita masih harus berjuang dengan kondisi pandemik ini dengan tetap menjaga protokol kesehatan. 

Agar kita tidak tenggelam dengan kebanggaan yang berlebihan itulah yang ingin diingatkan bagi kita pada hari ini. Dalam nats hari ini Yesus mengutus 70 murid secara berpasang-pasangan untuk berangkat kepada kota-kota yang akan dituju Yesus nantiNya. Para murid diberikan kuasa dan untuk mengingatkan kepada kota kota yang akan dituju para murid bahwa kerjaaan Allah sudah dekat.

Dan akhirnya kemudian para murid pun kembali setelah tugas yang diberikan oleh Yesus dan menyatakan “bahkan setan-setanpun takluk kepada kami demi nama-Mu”. Segala kuasa dunia ini takluk oleh para murid didalam nama Yesus Kristus.


Pencapaian itu kemudian diikuti dengan peringatan agar para murid tetap fokus kepada Tugas Pelayanannya dan tidak tenggelam kepada kebanggaan berlebihan euforia yang tidak terkontrol, sehingga Yesus mengingatkan “…janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."


Bersukacita bukan karena pencapaian dan apa yang telah digapai, namun bersukacita karena kita adalah pewaris kerajaan Allah. Maka hal ini harus diikuti dengan kesetiaan untuk tetap setia kepada tugas yang telah diberikan menyampaikan kerjaan Allah sudah dekat. Melaui kehidupan, keluarga, bahkan keberadaan kita nama Tuhan harus dipermuliakan, dan janganlah sampai kita tenggelam dengan kebanggaan yang berlebihan namun berlakulah setia dan layanilah Tuhan. 


Maka Tuhan yang baik yang telah memberikan kuasa kepada kita memanggil kita untuk menjadi berkat bagi dunia ini. HKBP dalam ulang tahunnya ke 160 tahun layaklah kita bersyukur untuk itu dan tetaplah setia bagi setiap jemaatnya untuk melayani Tuhan. Apapun yang boleh dilalui suka duka pahit manis sedih dan suka menjadi cara Tuhan untuk menguatkan kita dan menguatkan gerejaNya.


Kiranya kita bersyukur dan semakin bersemangat lagi untuk melayani dan menjadi berkat bagi sekitar kita. Selamat ulang tahun ke 160 bagi gerejaNya HKBP (7 Oktober 1861 - 7 Oktober 2021)


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim: AT

Selasa, 05 Oktober 2021

BENAR-BENAR PERCAYA

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6271866099552070/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 06 Oktober 2021


*BENAR-BENAR PERCAYA*


Selamat Pagi; Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yohanes 14:1 (TB) “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."


John 14:1 (KJV) "Let not your heart be troubled: ye believe in God, believe also in me."


Sahabat yang baik hati! Mengapa orang Kristen sering disebut sebagai orang percaya? Tidak lain dan tidak bukan karena setiap orang Kristen adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh iman percaya nya (Sola Fide), yakni iman percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah sang juruselamat dunia. Maka ketika kita telah menjadi orang percaya, itu berarti kita benar-benar mempercayakan totalitas kehidupan kita ke dalam tangan pengasihan Tuhan Yesus Kristus.


Dalam perjamuan malam terakhir, Tuhan Yesus mengatakan secara tersirat bahwa melalui Yudas, Dia akan dijual; ditangkap; diadili; disiksa; dan disalibkan. Pada saat yang sama Dia menyatakan bahwa Petrus akan menyangkalNya sebanyak tiga kali. Apa yang Dia katakan pada malam itu sudah pasti membuat hati para murid menjadi sedih dan gelisah membayangkan siapa yang akan menjadi giliran berikutnya disingkapkan kesalahannya dan apa yang akan terjadi setelah Tuhan Yesus tak ada. Dia paham betul bagaimana perasaan para murid ketika mendengar Dia menunjukkan perlakuan yang dilakukan oleh beberapa orang diantara mereka dan di saat yang sama mereka harus mendengar bahwa Tuhan Yesus yang selalu bersama dengan mereka akan segera pergi meninggalkan mereka. 


Kata “percayalah” yang diucapkanNya sebanyak dua kali, menunjukkan bahwa Dia tidak hanya menguatkan hati tetapi juga memerintahkan kepada mereka untuk benar-benar percaya. Dengan percaya, mereka dapat memandang jauh ke depan bahwa memang benar kepergianNya untuk menyediakan rumah bagi mereka hingga pada waktu yang telah ditentukanNya, mereka bisa kembali bersama-sama dengan Dia selamanya.


Seperti para murid yang sedang gelisah dan galau, banyak hal yang membuat kita galau dalam hidup ini: pekerjaan, kesehatan, anak-anak, dan sebagainya. Itupun yang dialami oleh murid-murid Tuhan Yesus dalam kisah ini. Mereka telah mengikut Tuhan Yesus setiap hari selama sekitar tiga tahun. Namun tiba-tiba Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia akan pergi. Pernyataan itu membuat mereka gelisah. Bahkan Tuhan Yesus tidak memberikan jaminan bahwa di dunia ini, murid-murid-Nya akan mengalami kehidupan yang serba lancar. Bahkan, mereka akan mengalami penganiayaan (Yoh 16:33). Tetapi mereka diingatkan bahwa Dia datang mengatasi dunia. Di tengah kegelisahan, mereka diajar untuk percaya. Percaya bukan mengerti kebenaran, tetapi menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.


Sahabat yang baik hati! Di tengah kegelisahan kita, seberapa jauh kita memercayai Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat? Di tengah ketidakpastian kita dalam menghadapi hidup ini, Dia menyediakan tempat bagi kita (ay. 2-3). Tuhan Yesus tidak menjaga kita di dunia ini saja, tetapi bahkan hingga di dunia masa mendatang (kekekalan). Tuhan Yesus meyakinkan bahwa “di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (ay. 3). Kerinduan-Nya bukan hanya supaya kita melewati segala permasalahan, tetapi juga tinggal bersama-sama dengan Dia. Pikirkanlah realitas yang ada di atas dunia ini (Kol. 3:1-2) sehingga kita mendapatkan kepuasan yang sejati.


Charles de Foucauld menasihati bahwa ketika kita menghadapi permasalahan, ingatlah dua hal ini: 1) Dunia ini akan berakhir dan 2) Allah sungguh mengasihi kita. Kehadiran Tuhan Yesus sejatinya adalah kehadiran Allah itu sendiri (ay. 6). Tuhan Yesus telah pergi ke surga, tetapi Dia akan datang kembali untuk membawa kita (ay. 3).  Maka janganlah gelisah dan kecut hati melainkan kita harus benar-benar percaya bahwa Dia akan memberikan kita kekuatan dalam menghadapi itu semua. Dia mengasihi kita dan tak ingin jika pada akhirnya kita tidak bisa menempati rumah yang sudah Dia siapkan bagi kita di surga. Selamat benar-benar percaya kepada Yesus Kristus. Amin


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan segera memulihkan keadaan dunia ini. Amin


 Salam  dari Tim: PS

Senin, 04 Oktober 2021

ALLAH DI PIHAK KITA

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Selasa, 05 Oktober 2020


ALLAH DI PIHAK KITA!


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Roma 8:31 (TB) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 

Rome 8: 3 (KJV) What shall we then say to these things? If God be for us, who can be against us?


Sahabat yang baik hati.

Masihkah Anda percaya bahwa Iman Kristen sungguh sangat kuat dan berdaya, bahkan mengentarkan dunia? Kalau menjadi kurang percaya, kita perlu mengasah kembali pemahaman akan keyakinan kita. Mengapa? Karena Iman Kristen sesungguhnya karunia terbesar bagi kehidupan manusia. Kristus yang adalah Allah rela menjadi manusia agar kita menemukan jawaban pasti bahwa Allah itu ada dan hidup, bahkan peduli dan mengasihi kita. Allah bukan sekadar konsep pikiran manusia, melainkan nyata hadir dalam segala keberadaan dan kelemahan kita. Kasih Allah menyelamatkan kita dari ketakutan kita akan maut, karena kebangkitan Kristus mengalahkan kuasa maut. Maut tidak lagi menjadi ketakutan bagi Orang Percaya. Ini telah dibuktikan oleh Gereja Mula-mula, ketika orang-orang percaya diperhadapkan dengan kuasa maut dengan cara dipertandingkan dengan hewan buas, menjadi obor di tepi jalan, disiksa dan diintimidasi. Tetapi sekali pun demikian, Iman kepada Kristus adalah “Iman Yang Tidak Takut Mati”, sekali pun dibuat menderita mereka semakin bergiat memberitakan Injil Kerajaan Allah.  Dunia menjadi gentar dengan keberanian seperti ini. Apa yang membuat Orang Percaya tetap berani dan kuat menghadapi setiap tantangan dan kesulitan? Jawabannya adalah karena Allah ada dipihak orang percaya. 


Dalam hal ini Paulus mengungkapkan dan meyakinkan setiap umat Kristen yang ada di Roma yang sedang mengalami penganiayaan, penindasan dan terintimidasi bahwa Allah sangat mengasihi umat-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, namun tetap melindungi, menyertai dan memberkati. Allah pencipta dan penguasa alam semesta berkuasa penuh atas segala sesuatu terlebih dalam kehidupan umat yang mengasihi dan dikasihi-Nya. Dalam hal ini Paulus menekankan bahwa Allah dipihak kita. Demikian jugalah kiranya yang diserukan oleh Pemazmur dalam Mazmur 118:6 “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Dalam hal ini Pemazmur berkeyakinan penuh akan pertolongan dan keberpihakan Tuhan kepada setiap orang benar yang berseru memohon pertolongan dan perlindungan dari Tuhan. 


Sahabat yang baik hati. 

Demikian halnya dengan kita. Kita percaya bahwa Allah selalu berpihak kepada kita selama kita tetap setia hidup dalam kebenaran Firman-Nya. Keberpihakan Allah telah dinyatakan dengan pengorbanan Putera-Nya Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita. Allah dipihak kita, Allah beserta kita, itulah yang menjadi keyakinan kita. Sekalipun banyak hal yang telah terjadi dalam kehidupan kita, yang pasti di dalam Tuhan semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Seperti yang tertulis dalam Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Dalam hal ini kita dapat menyaksikan bahwa yang menjadi tujuan akhir karya Allah untuk keselamatan manusia adalah supaya Kristus tetap dipermuliakan dalam segenap aspek kehidupan kita. 


Kalaupun dalam ayat renungan ini ada pertanyaan, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Jawabannya, Tidak ada yang akan dapat mampu melawan kita. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa umat Kristen sejati mempunyai banyak lawan yaitu para penindas, penganiaya, pedang, dan lain sebagainya, dan dalam hal ini Paulus sendiri pun telah mengalami semuanya itu, bahkan Tuhan Yesus pun telah menang atas semua ketidak adilan dan gelapnya kejahatan yang terjadi di tengah dunia ini. Tuhan Yesus telah menang atas semua yang terjadi di tengah-tengah dunia yang penuh onak duri. Sahabatku, Terpujilah Tuhan dalam segenap aspek kehidupan kita. Dia sangat mencintai dan mengasihi kita. Tidak ada hal apapun yang terjadi dalam kehidupan kita yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Tuhan. Semua yang terjadi dan kita alami tidak mampu merenggut pemberian Allah dari tangan kita. Inilah yang meneguhkan iman percaya kita bahwa ALLAH DI PIHAK KITA! 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim Renungan: JZ


Minggu, 03 Oktober 2021

PERCAYA DAN HIDUP YANG KEKAL

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6262448147160532/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 04 Oktober  2021


*PERCAYA DAN MEMPUNYAI HIDUP YANG KEKAL*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yohanes 6:47 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal


John 6:47 (NKJV) "Most assuredly, I say to you, he who believes in Me has everlasting life.


Matahari dan cahaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, matahari memiliki cahaya yang dapat menyinari dan memberi terang kepada sekelilingnya. Kemudian dari cahayanya akan memberikan panas kepada sekelilingnya. Jika saya gambarkan seperti matahari dengan cahaya atau terangnya atau bahkan panasnya maka demikianlah gambaran percaya dan hidup yang kekal merupakan hal yang tidak terpisahkan. 


Percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat maka saat itulah kita mempunyai kehidupan yang kekal. Tetapi apakah kehidupan kekal itu bisa hilang? Bukan kehidupan yang kekalnya yang hilang tetapi hati kita yang sering tergoda untuk ragu beriman sepenuhnya kepada Yesus Kristus. mungkin karena tawaran duniawi atau bahkan karena pergumulan yang datang kepada kita menuntun kita mengandalkan kekuatan duniawi dan bersandar kepada kekutan dan kemampuan kita sendiri. saat itu kitalah yang hilang dari jalan yang seharusnya kita tempuh di dalam Yesus. oleh karena itu Percaya bukanlah hanya untuk beberapa waktu, tetapi sepanjang perjalanan kehidupan kita di dunia ini, hingga akhir hayat kita adalah sebagai orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. orang yang percaya kepada Yesus tidak hanya sekedar perkataan tetapi juga melakukan perintah dari yang dipercayai. Siapa yang percaya, dialah yang mempunyai kehidupan yang kekal. 


Kehidupan kekal adalah anugerah Allah yang datang hanya "dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Anugerah ini di kontraskan dengan "maut" yang merupakan akibat alami dari dosa. Anugerah kehidupan kekal diberikan pada mereka yang percaya pada Yesus Kristus, sebab Yesus adalah "kebangkitan dan hidup" (Yohanes 11:25). Kehidupan kekal bukan semata-mata berjalannya tahun demi tahun. Istilah Yunaninya berarti "kekal" yang mengandung ide kuantitas (jumlah) serta kualitas. Oleh karena ini, kehidupan kekal perlu dianggap sebagai sesuatu yang dapat dialami umat Kristen sejak dari sekarang. Kehidupan kekal dimulai ketika seseorang beriman pada Kristus. Yohanes 3:36 mengajar, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal..." Perhatikan bahwa orang percaya "beroleh" (bentuk waktu sekarang) hidup ini (bentuk waktu sekarang). Kita juga menemukan bentuk waktu sekarang dalam ayat Yohanes 5:24 dan Yohanes 6:47 “Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal”. Tidak dikatakan ia akan, melainkan ia mempunyai hidup yang kekal. 


Di saat seseorang percaya kepada Yesus Kristus, menerima Yesus Kristus Juruselamat manusia pada saat itulah dia telah terjamin berada dalam hidup yang kekal. Fokus kehidupan kekal bukan di masa depan, melainkan posisi kita sekarang di dalam Kristus, posisi kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus.  


Alkitab secara jelas menghubungkan kehidupan kekal dengan Pribadi Yesus Kristus. Yohanes 17:3 merupakan ayat kunci yang menekankan hal ini, dimana Yesus berdoa, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Di dalam ayat ini, Yesus menyamakan “kehidupan kekal” dengan pengetahuan akan Allah dan Putra-Nya. Tidak ada pengetahuan Allah tanpa Anak-Nya, karena melalui Anak-Nya sang Bapa mengungkapkan Diri kepada umat terpilih (Yohanes 17:6; 14:9). Pengetahuan yang menghidupkan akan sang Bapa dan sang Putra adalah pengetahuan yang bersifat pribadi, bukan pengetahuan akademis saja. Pada Hari Penghakiman akan ada mereka yang mengklaim sebagai pengikut Kristus namun kenyataannya tidak pernah mempunyai hubungan dengan-Nya. Kepada pengikut-pengikut palsu ini Yesus akan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). 


Bagaimana caranya memastikan bahwa kita mempunyai kehidupan kekal? Pertama, akuilah dosa pada Allah kita yang kudus. Kemudian terimalah Juruselamat yang telah Allah sediakan. “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Yesus Kristus, Anak Allah, mati bagi dosa kita, dan Ia bangkit pada hari yang ketiga. Percayalah kabar baik ini; percayalah Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, dan kita akan selamat. Yohanes menyederhanakan semua ini: “Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup” (1 Yohanes 5:11-12).


Sahabat yang baik hati, tetaplah teguh beriman kepada Yesus Kristus, berserah hanya kepada Yesus Kristus, sebab Dialah Juruselamat kita, Yesus adalah segalanya bagi kita. Di dalam Yesus adalah kehidupan yang kekal. 


Tuhan Yesus menolong kita selalu kuat, kokoh, teguh dan dewasa di dalam iman. 

Amin


Salam  dari Tim:  MP

Jumat, 01 Oktober 2021

JAGA MATA, HATI DAN PIKIRAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6251992544872759/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 02 Oktober 2021


*“JAGALAH MATA, HATI DAN PIKIRANMU!”*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan:


Matius 5:29 (TB)  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Matthew 5:29 (UKJV)  And if your right eye offend you, pluck it out, and cast it from you: for it is profitable for you that one of your members should perish, and not that your whole body should be cast into hell.


Ada ungkapan: Mata adalah permata tubuh (Henry David Thoreau) dan Dunia ini hanya ada di matamu, kamu bisa membuatnya sebesar atau sekecil yang kamu inginkan (F. Scott Fitzgerald). Ungkapan-ungkapan ini menyatakan bahwa mata adalah organ tubuh yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Dengan mata, manusia dapat melihat segala ciptaan Tuhan, melihat segala yang baik dan sekaligus yang buruk. “Dari mata turun ke hati”, yang berarti segala sesuatu berawal dari mata, lalu turun ke hati, berproses ke pikiran manusia dan mempengaruhi perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dilakukan manusia itu bersumber dari mata, hati dan pikirannya. Itulah sebabnya kita harus menjaga mata, hati, pikiran dan organ-organ tubuh kita, agar senantiasa hidup dalam kekudusan, bukan dalam kecemaran dan dosa.


Dalam nas ini, Yesus menjelaskan bagaimana penerapan Hukum Taurat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya mengenai perzinahan. Yesus berkata: Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya (Mat.5:28). Melalui pernyataan Yesus ini kita dapat melihat bagaimana hubungan mata dan hati. Apa yang dilihat oleh mata dan apa yang dipikirkan dalam hati sangat berkaitan erat. Dosa perzinahan bukan sebatas tindakan lahiriah, tetapi lebih dalam dari itu. Orang yang memandang seorang perempuan dan menginginkannya di dalam hatinya, itu berarti merupakan ciri orang yang tidak dapat mengendalikan penglihatannya dan pikirannya sehingga ia disebutkan telah berzinah di dalam hatinya. Hal ini merupakan awal dari tindakan lahiriah perzinahan itu sendiri. Jadi, marilah kita menjaga hati kita masing-masing agar tidak terjatuh dalam tindakan perzinahan di dalam hati. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Dengan kata lain, hati adalah pusat kehidupan manusia. Jika hati telah dinodai dengan pikiran-pikiran kotor, maka tindakan kita pun akan tercemar. Sumber dosa dalam kehidupan manusia adalah hati dan pikirannya. Jika hatinya kudus, maka tindakannya akan menjaga kekudusan. Tetapi, jika hatinya cemar, maka tindakannya pun akan tercemar.


Dalam nas renungan hari ini, Yesus secara tegas mengatakan: Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (Mat.5:29). Dengan ini, Yesus menyoroti dosa perzinahan yang sering kali terjadi secara tersembunyi namun dapat menggerogoti moral manusia. Tindakan perzinahan dapat terjadi karena telah ada niat di dalam hati seseorang, kemudian ia hanya akan menunggu kesempatan untuk melakukannya. Ingatlah, dosa terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan. Pernyatan Yesus tentang mata yang menyesatkan harus dicungkil dan dibuang ini ingin mempertegas kepada kita bahwa Allah menginginkan kita hidup dalam kekudusan. “Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus” (Imamat 19:2). Kekudusan atau kesalehan seseorang bukan saja yang tampak dari luar, tetapi yang terpenting dimulai dari hati yang terdalam. Ini membutuhkan komitmen. Seseorang harus rela menyingkirkan segala sesuatu yang dapat membawanya kepada dosa perzinahan seperti membaca dan melihat situs-situs pornografi/pornoaksi di internet dan media lainnya. Sebaliknya, melalui nas hari ini, kita diarahkan untuk mengisi hati dan pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan membangun moral yang lebih terpuji. 


Jika kita mengamati tayangan TV, apakah yang sering ditonton oleh masyarakat Indonesia, khususnya kaum ibu? Mungkin sebagian besar ibu-ibu lebih tertarik untuk menonton sinetron yang bertemakan perselingkuhan, perceraian, perebutan harta warisan dan yang senada dengan itu. Sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi hati dan pikiran mereka dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dengan kaum Adam dapat menjadi kecanduan situs-situs yang bertemakan pornografi. Sehingga, hal ini sangat mempengaruhi mata, hati dan pikirannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya itu, generasi muda bangsa kita ini, secara khusus generasi muda gereja dapat terjerumus dalam perbuatan yang menjurus kepada perzinahan. Tidak sedikit kaum muda yang terjerumus dalam perbuatan pergaulan bebas (free sex), pelecehan seksual, perselingkuhan, perzinahan, pornografi dan pornoaksi serta perbuatan buruk lainnya yang memalukan.

Oleh karena itu, melalui nas renungan hari ini, Tuhan menginginkan kita agar hidup dalam kekudusan. 


Orang Kristen harus hidup kudus dan memandang sesamanya manusia sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan, bukan memandang sesamanya manusia, khususnya lawan jenis sebagai objek seksual semata. Jadi, marilah kita menjaga mata, hati dan pikiran kita dari dosa perzinahan, marilah kita hidup kudus di dalam Tuhan dengan senantiasa hidup bersekutu denganNya di dalam firmanNya. FirmanNya akan mengantarkan kita kepada pikiran dan perbuatan kudus. FirmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105). Amin.


Salam dari tim: RN

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...