Minggu, 11 Agustus 2019
TUHAN MELUPUTKAN KITA DARI KESESAKAN
TUHAN MELUPUTKAN KITA DARI KESESAKAN
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 12/08/2019
Ayub 5:19 (TB) Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.
Job 5:19 (RWV) He shall deliver thee in six troubles: yea, in seven there shall no evil touch thee.
Jika kita diberi kesempatan menyampaikan kata-kata penghiburan, sedapat-dapatnya haruslah membebaskan atau meringankan beban penderitaan orang yang bersangkutan. Bukan malah sebaliknya kata-kata penghiburan yang disampaikan semakin menimpa beban, menyudutkan serta semakin bersalah dalam pergumulan yang dihadapi. Hal itu sangat penting dalam berbagai penghiburan sering sekali muncul pemahaman yang menekankan bahwa hal buruk menimpa seseorang adalah hukuman Tuhan. Allah benar dan maha baik, tak mungkin Tuhan mendatangkan hal buruk pada orang yang saleh dan berbuat baik. Pandangan seperti itu disebut dengan paham "theodise", ajaran yang menekankan Allah itu baik dan benar serta seluruh ciptaanNya diciptakan baik adanya. Adanya penderitaan, kejahatan dan hal-hal buruk adalah akibat dosa dan perbuatan manusia. Dengan pandangan ini penderitaan manusia selalu dianggap sebagai buah dari perbuatan manusia.
Kitab Ayub adalah sastra hikmat yang memberikan pencerahan. Jika kita baca keseluruhan kitab ini meruoakan suatu essey perdebatan teologis antara pandangan yang membebaskan dan penganut paham theodisi. Kitab Ayub hadir membuktikan bahwa penderitaan Ayub bukanlah karena dosa atau hukuman Tuhan. Jika kejadian buruk menimpa Ayub itu bukanlah hukuman karena Ayub tak bersalah dalam semua penderitaan yang dialaminya. Orang yang setia di dalam Tuhan mendapat ujian, jika penderitaan yang dialami dijalani dengan penuh kesetiaan, Tuhan akan membebaskannya dan menganugerahkan berkatNya berlipat ganda.
Kitab Ayub memberikan pencerahan terhadap pandangan theodise yang sempit yang dikembangkan oleh sahabat-sahabat Ayub baik Elifas, Zofar, Bildad dan Elihu. Mereka sama-sama menekankan bahwa penderitaan yang Ayub alami pastilah karena kesalahan Ayub sendiri. Penghiburan yang mereka sampaikan mendorong Ayub memohon maaf dan mendorong Ayub agar segera memohon pengampunan dari Tuhan. Itulah cara agar Ayub lepas dari segala penderitaan yang dialami. Mereka tidak menerima jika Ayub merasa benar atas semua dalam hidupnya. Pastilah penderitaan yang Ayub alami merupakan teguran Tuhan. Jika kita baca pasal 4-5 Elifas dengan tegas menekankan bahwa penderitaan yang Ayub alami merupakan teguran Allah. Allah akan memulihkan Ayub dari penderitaannya asalkan Ayub memohon pengampunan. Ayub 5:17-19 (TB) Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.
Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.
Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.
Apa yang disampaikan oleh Elifas ini bisa diterima jika manusia menderita karena perbutannya. Namun dalam kasus Ayub ini sungguh suatu kekeliruan. Penderitaan yang terjadi pada Ayub bukanlah karena perbuatan karena kesalahannya.
Ayub pun menjawab Elifas dengan berkata: Ayub 6:28-30 (TB) Tetapi sekarang, berpalinglah kepadaku; aku tidak akan berdusta di hadapanmu.
Berbaliklah, janganlah terjadi kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar.
Apakah ada kecurangan pada lidahku? Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?"
Sahabat yang baik hati! Allah pasti akan memulihkan orang yang mengalami penderitaan percaya terlepas dari kesalahannya atau bukan. bukan hanya dari satu dua kesalahan, tetapi dibebaskan dari enam kesesakan bahkanntujuh kesesakan sekalipun. Allah menolong kita bukan karena baik burikna kita. Allah itu bukanlah Allah yang mendendam, sehingga harus membalaskan kesalahan lewat kesalahan. Allah itu penuh Rahmat, pengasih. Tuhan memberikan anugerah dan pengampunan bukan karena kebaikan manusia tetapi karena Allah itu adalah kasih. Maka jika ada penderitaan tugas kita bukan untuk mencari-cari kesalahan atau menjawab siapa yang salah tetapi marilah kita sampaikan penghiburan bahwa Tuhan akan menolong dan melepaskan setiap orang yang setia datang berseru kepadaNya.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Sabtu, 10 Agustus 2019
JANGAN TAKUT! PERCAYALAH YESUS PENOLONG
Kotbah Minggu VIII Stlh Trinitatis
Nas: Matius 8:23-27
JANGAN TAKUT! PERCAYALAH YESUS PENOLONG
Selamat hari Minggu! Sahabat yang baik hati, menjadi murid Tuhan Yesus tidak semulus yang dibayangkan. Ada saja hambatan yang membuat kita tergoncang bahkan harus berurai air mata. Penderitaan itu seolah dibiarkan Tuhan kita alami untuk menempa diri menjadi orang yang tekun, setia dan berharap pada Tuhan.
Demikianlah kotbah Minggu ini, usai mengajar Yesus mengajak murid-muridNya untuk mengikuti Dia dan bertolak lewat perahu. Suatu pekerjaan enteng dan biasa mereka lakukan karena sebahagian dari mereka adalah nelayan. Tapi di luar dugaan, mereka menghadapi angin ribut atau badai yang tergolong keras, sampai-sampai nelayan yang mahir dalam berperahu itu ketakutan. Badai itu terjadi saat Yesus tidur, suatu settingan penulis Injil Matius (Yesus tidur juga kita temukan dalam Markus 4:38 dan Lukas 8:23). Ketiga Injil menuliskan ini untuk melihat bagaimana respon murid-murid terhadap bahaya yang hendak menimpa mereka. Injil Matius menuliskan mereka takut, bahkan ketakutan sekali sampai-sampai mengatakan : "kita binasa". Akhirnya mereka datang kepada Yesus dan Yesus pun berkenan untuk meredakan angin tersebut dan danau kembali teduh.
Jika kita simak narasi kotbah ini ada beberapa hal yang menjadi pelajaran berharga dalam hidup kita:
1. Mengikut Yesus bukanlah tanpa badai kehidupan
"Guru kita binasa!" Demikian salah seorang murid membangunkan Yesus karena mereka ketakutan atas ombak dan badai besar yang hampir mengkaramkan kapal yang mereka tumpangi. Mengapa takut, bukankah mereka bersama Yesus?
Ada ungkapan: jika takut badai janganlah berlayar! Ungkapan ini menunjukkan setiap opsi memiliki konskekwensi atau resiko, tidak ada pilihan apapun yang tidak memiliki resiko. Memang kita memiliki akal dan pikiran agar opsi yang kita pilih memiliki risiko sekecil mungkin. Namun lihatlah, murid-murid yang berlayar bersama Yesus dalam narasi ini juga takut dan gemetar. Bukankah selama ini mereka telah bersama dengan Yesus, bukankah selama ini mereka telah menyaksikan kuasa, tanda ajaib dan berbagai hal yang meyakinkan mereka bahwa mereka akan aman dan tenteram bersama Yesus.
Dimanakah kepercayaanmu, hai kamu yang kurang percaya? Pertanyaan yang menghentakkan mereka. Mereka bersama Yesus yang telah melakukan mujizat besar namun khawatir dan takut badai. Mereka bersama Tuhan Yesus yang menghidupkan orang mati (membangkitkan pemuda di Nain Lukas 7) namun takut karam dan binasa.
Pelaut hebat lahir dari badai yang besar. Itu ungkapan para pelaut sama dengan makna orang kuat ketika teruji menghadapi tantangan yang berat. Demikianlah pesan kotbah ini bahwa kita menjadi murid-murid Tuhan Yesus memiliki iman kepercayaan ditempa lewat tantangan. Kita harus menyadari pada saat kita menyatakan komitmen untuk sungguh-sungguh berubah dalam hidup pada saat itu juga godaan dan tantangan ada. Kalah terhadap godaan kita kalah mencapai perubahan diri. Maka sekalipun badai menerpa, tetaplah berjalan didalam percaya karena Tuhan ada bersama kita dan akan menghantarkan kita sampai ke tujuan masing-masing.
2. Kuasa Yesus atas alam
Penulis Injil Matius, Markus dan Lukas sama-sama memuat peristiwa ini. Yesus menghentikan badai bertujuan mengingatkan kita akan kuasa Yesus atas alam. Ini sangat penting bahwa menjadi pengikut Yesus juga memiliki resiko. Tentu akan selalu ada tantangan, ancaman dan apa saja yang dapat membuat kita khawatir dan gentar dalam menjalani hidup ini. Namun kita harus percaya ada kuasa Yesus yang menentramkan semuanya itu.
Sebelum perikop kotbah ini, Yesus telah melakukan berbagai pelayanan, mengajar hal Kerajaan Sorga. Kemudian Yesus beberapa kali meyembuhkan dan mengusir roh jahat. Semua itu kuasa yang dimiliki Yesus bertujuan untuk membebaskan manusia dari beban dan hambatan hidup. Bahkan dalam hal ini Yesus berkuasa atas alam, lihatlah angin ribut diredakan hanya dengan satu hlkata: "diamlah!" Maka seketika itu angin ribut pun diam.
Semua kita, tanpa terkecuali pasti ada rasa takut dan khawatir. Namun bagaimanakah kita menghadapi badai ini? Disinilah kelebihan orang percaya, kita harus mengandalkan iman dalam menghadapi semua itu. Kita percaya kepada kuasa Yesus akan menghardik badai kehidupan yang kita jalani, Yesus akan mengangkat tanganNya dan memberikan ketentraman dan ketenangan atas pergumulan dan badai permasalahan yang menerpa hidup kita.
3. Jangan takut! Kamu yang kurang percaya?
Bagian yang ketiga ini adalah mempertanyakan diri sendiri: apakah kita percaya atau kurang percaya? Di dalam diri Yesus sudah ada kepastian, Yesus berkuasa atas apa saja dalam kehidupan kita. Permasalahannya adalah bagaimana dengan iman kepercayaan kita apakah kita penuh keyakinan, percaya, kurang percaya atau hanya seolah-olah percaya saja? Saat ini keraguan harus kita buang tetapi peganglah kepastian percaya kepada kuasa Tuhan Yesus.
Baiklah kita contohkan emas yang sering dipergunakan oleh kaum ibu sebagai perhiasan. Jika emas memiliki kadar kemurnian, ada imitasi, ada 22 karat dan ada 24 karat. Emas yang bercampur dengan unsur lain akan mudah kusam, sekalipun nampak seolah lebih mengkilat namun akan cepat buram. Emas murni akan tetap awet bagaimana warna awal maka demikian juga pada akhirnya. Itulah emas murni yang teruji.
Seruan Yesus yang menyapa hai kamu yang kurang percaya hendak menyapa kita agar memiliki iman yang murni, tak akan pernah goyah dan ragu akan pertolongan Tuhan dalam hidup. Apapun yang terjadi dalam hidup tetap percaya kepada Yesus.
Mengikut Yesus harus mengambil keputusan dengan iman yang tangguh. Kita tinggal dan diam di dalam Kristus. Paulus menjelaskan bahwa iman yang tangguh itu adalah tergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Yakin dan percaya kita akan selalu hidup di dalam kasih karunia Tuhan. Roma 8:38-39 (TB) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Sahabat yang baik hati! Perjalanan murid ini amat penting, siapa pun kita badai dan ombak kehidupan akan selalu ada. Jangan takut, percayalah Yesus ada di tengah-tengah kita. Maka mintalah pertolongan dari Tuhan Yesus, maka Dia akan memberikan lebih dari apa yang kita minta. Ada badai siapa takut? Pastikan Anda berlayar dengan Yesus Kristus yang berkuasa atas segala-galanya. Amen
Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati kita semua.
Pdt Nekson M Simanjuntak
Jumat, 09 Agustus 2019
AKU TERHIBUR KARENA KAMU
AKU TERHIBUR KARENA KAMU
Selamat Pagi! Sahabat yang baik, hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 10/08/2019
2 Korintus 7:4 (TB) Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah.
2 Corinthians 7:4 (RWV) Great is my boldness of speech toward you, great is my glorying concerning you: I am filled with comfort, I am exceeding joyful in all our tribulation.
Paulus tergolong rasul pekerja keras, dia berlari dari satu kota ke kota lain. Seolah energinya tak pernah habis dengan satu tujuan yaitu: memberitakan Injil Yesus Kristus. Benar apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya bahwa orang percaya laksana raja wali terus menerus mendapat kekuatan baru. Yesaya 40:31 (TB) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Rasul Paulus sering dihadang dalam memberitakan Injil, dia ditangkap dan dipenjara namun beberapa kali pula lepas oleh kuasa Allah. Tantangan Paulus bukan saja datang dari kaumnya Yahudi, tapi juga dari kalangan Romawi yang tidak menginginkan Injil tersebar. Bahkan yang paling menyusahkan Paulus adalah tantangan dari gereja sendiri, adanya perpecahan, keegoisan dan kesombongan diri di mana ada saja orang-orang yang memegahkan pekerjaannya. Lain lagi dengan guru-guru palsu yang menghasut jemaat untuk meninggalkan ajaran kekristenan. Namun Paulus tetap tekun melaksanakan tugas pelayanannya sebagai pemberita Injil.
Paulus tak pernah memegahkan diri atas pelayanannya. Sekalipun banyak kesusahan yang dialami namun Paulus semakin bersyukur. Dalam semua kesusahan yang dialami disitu juga kesempatan untuk merasakan pertolongan Tuhan. 2 Korintus 6:4, 8-10 (TB) Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Selain ketabahan, hal yang membuat Paulus semakin kuat menjalani kesusahan adalah iman jemaat yang bertumbuh. Sukacita Paulus adalah pertumbuhan iman jemaat. Semakin bertumbuh iman jemaat yang didirikan dan dilayani Paulus menjadi kekuatan baginya untuk melayani. Semakin kuat persekuatuan jemaat semakin bersukacita Paulus melakukan missi pemberitaan Injil. Paulus bahagia bukan karena menerima persembahan dari Korint, tetapi Paulus mendengar ada perubahan di kalangan jemaat, dari perpecahan menuju kesatuan, dari sikap memegahkan diri menuju kerendahan hati.
Sahabat yang baik hati! Menjadi sumber sukacita bagi orang lain adalah sifat pribadi yang mulia. Sama seperti pertumbuhan iman jemaat Korintus menjadi sukacita bagi Paulus. Maka demikianlah orang percaya, hendaknya menjadi sukacita bagi orang lain. Jika selama ini kita berharap orang lain berbuat sesuatu agar kita bahagia, maka kini harus berubah mengabdikan diri menjadi sumber sukacita bagi orang lain.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Kamis, 08 Agustus 2019
IA TIDAK MEMBIARKAN AKU SENDIRI
IA TIDAK MEMBIARKAN AKU SENDIRI
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 09/08/2019
Yohanes 8:29 (TB) Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
John 8:29 (RWV) And he that sent me is with me: the Father hath not left me alone; for I do always those things that please him.
Siapapun orangnya pasti menghindarkan diri dari yang namanya ditinggal sendirian. Hal paling sederhana coba anda perhatikan group-group WA yang anda ikuti, jika seseorang "left" dari group rasanya penasaran? Kenapa keluar dari group? Apa ada sesuatu yang kurang kenapa group ini ditinggal? Itu masih ditinggal rame-rame, bagaimana jika ditinggal sendirian? Benar juga ungkapan lagu tahun 80an dari Diana Nasution : 'Jangan Biarkan Aku Seorang Diri', lagunya enak dan sangat menyentuh dinhati suatu jeritan hati sakitnya ditinggal sendiri oleh orang diharapkan mendampingi dia dalam hidupnya. (...jangan langsung bernyanyi? Lanjutkan dulu pembacaan renungan ini ya...)
Renungan hari ini, merupakan pengajaran Yesus kepada murid-muridNya bahwa Yesus bukan berasal dari dunia ini. Yesus hadir di dunia ini diutus Bapa sesuai dengan missi Allah dalam Yohanes 3:16. Agar kita menemukan, marilah kita rekonstruksi penjelasan Yesus ini dengan pertanyan:
Siapakah Yesus? Yesus adalah Anak Allah yang diutus ke duni ini untuk menyelamatkan dunia ini dari kegelapan. Yesus adalah terang dunia, yang menerangi dan menelanjangi segala perbuatan kegelapan sebelum kedatangan Kriatus, dunia ini digambarkan dipenuhi kegelapan dan dibawah dicengkraman kuasa kegelapan. Maka kedatangan Yesus melepaskan dunia ini dari kuasa kegelapan menjadi milik Allah dalam kuasa terang.
Bagaimana Yesus melakukan itu? Yesus tidak sendirian, Allah menyertainya dalam melaksanakan missi ini dengan sempurna (penuh). Yesus tidak pernah ditinggalkan sendirian dalam seluruh pelayananNya. Apa yang dilakukan oleh Yesus semuanya bersumber pada kuasa penyertaan Allah Bapa. Itulah sebabnya kaum Yahudi khsusunya Farisi mempertanyakan kuasa apa yang dimiliki oleh Yesus sehingga dia bisa menyembuhkan dan mengusir roh jahat? Sesungguhnya mereka menyadari seluruh mujizat itu terjadi tidak mungkin terjadi kalau bukan karena kuasa Allah.
Allah tidak pernah membicarakan Yesus sendirian dalam melaksanakan missiNya. Mungkin kita sponta bertanya: ketika Yesus disalib, bukankah Yesus berseru-serua: "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Markus 15:34). Sesungguhnya formula kalimat ini adalah doa dalam tardisi Yahudi ketika mengalami pergumulan berat. Mazmur 22:1-2 (TB) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
(22-3) Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.
Jadi, Allah tidak meninggalkan Yesus sendirian, Allah tidak akan membiarkan sendirian tetapi Yesus berdoa dalam menghadapi pergumulan berat hingga harus mati di kayu salib.
Sahabat yang baik hati! Renungan hari ini meneguhkan kita semua bahwa Allah tidak pernah meninggalkan orang yang dikasihinya sendirian. Walaupun dalam pengalaman dan perjalanan hidup ini ternyata semua itu dibiarkan terjadi agar kita mengalami penyertaan Tuhan.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Rabu, 07 Agustus 2019
LAHIR DAN MATI TAK MEMBAWA APA-APA
LAHIR DAN MATI TAK MEMBAWA APA-APA
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejanak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 08/08/2019
1 Timotius 6:7 (TB) Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
1 Timothy 6:7 (RWV) For we brought nothing into this world, and it is certain we can carry nothing out.
Ayat ini sering dikutip sebagai nasihat agar tidak takabur akan kekayaan dan harta. Kita hidup membutuhkan uang namun bukan uang segalanya, apalagi sampai kehilangan martabat dan rasa kemanusiaan demi uang. Nasihat ini sangat berharga karena sudah banyak orang yang menyusahkan diri demi mencapai kekayaan. Lihatlah apakah yang tidak dilakukan orang demi uang? Dari cara yang halal sampai yang haram, dari cara yang halus sampai kasar seolah uang segala-galanya.
Hal kedua Ayat renungan hari ini menawarkan hidup realistis, apa yang kita miliki adalah anugerah Tuhan untuk memperlengkapi kita menjalani kehidupan ini. Jika kelak semua itu hilang dan meninggalkan kita tanpa kesalahan dan kekurangan kita jangan sampai mengutuki diri hingga stress dan depressi yang mendalam apalagi sampai kehilangan iman dan pengharapan. Ingatlah; kita lahir tak membawa apa-apa ke dunia ini dan kita akan pergi tak akan membawa apa-apa juga. Mari bersyukur atas berkat yang Tuhan berikan, jika ada bagi kita itu adalah anugerah Tuhan untuk memperlengkapi kita menjalani kehidupan ini.
Memaknai hidup ini penting juga merenungkan kisah hidup Alexander Agung, dia seorang ahli strategi hebat, pemikirannya dalam.militer hingga kini di aku dia seorang pemimpin dunia yang hebat yang menyatukan Makedonia. Dia menjadi enderal besar dalam usia relatif muda. Namun entah apa yang terjadi di usia 32 tahun dia harus meninggal oleh demam dan sakit perut yang menimpanya. Menurut ceritanya, sebelum dia meninggal di berpesan tiga hal kepada jenderal kepercayaannya sebelum meninggal, yakni: a) yang mengusung peti matinya adalah dokter terbaik di negeri Makedonia, b) dalam prosesi ke penguburan uang yang menjadi miliknya tidak diwariskan tetapi diberikan kepada orang miskin dan c) peti matinya dirancang agar tangannya bisa keluar. Alexander pun meninggal dimakamkan sesuai dengan pesannya dan semua orang menyadari bahwa ketiga pesan ini sangat bermakna dalam hidup. Dokter sehebat apapun tidak akan dapat memperpanjang hidup, harta kekayaan akan ditinggalkan di dunia ini dan tak ada yang dapat dibawa itu dibuktikan dengan tangannya yang kosong tak membawa apa-apa ketika memasuki liang kubur.
Anda pernah baca tulisan BJ Habibie ketika ditinggal isterinya? Dia merasa kesepian, dia mengakui punya harta kekayaan, jabatan terbaik, punya anak-anaknya sudah bekerja dan hebat-hebat, dia punya cucu yang lucu-lucu namun waktu baginya tak cukup untuk bermain karena kesibukannya. Sepeninggal isterinya dia merasa kesepian: kekayaan, jabatan dan prestasi terbaik apapun tak dapat menemani hidupnya. Seolah dia ditinggal sendirian, apa yang dia miliki tak akan mengisi kesendirian dalam kehidupannya yang semakin ujur. Kala ujur sudah tiba seolah satu persatu meninggalkannya tak ada yang dapat mendampingi sampai ke gerbang sorga. Hanya iman dan pengharapan.
Sahabat yang baik hati! Pengalaman realistis demikianlah yang diingatkan oleh Paulus kepada Timotius agar dia kuat untuk mengajarkan dan menasihati jemaat yang dilayani. Jangan sampai demi memiliki apa yang kita butuhkan di dunia ini kita kehilangan segala-galanya. Atau jangan karena kehilangan apa yang kita miliki selama ini membuat kita kehilangan iman dan pengharapan kita datang ke dunia ini tak membawa apa-apa dan kita pun pergi tak akan membawa apa-apa.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selasa, 06 Agustus 2019
KUASA DOA DAN IBADAH
KUASA DOA DAN IBADAH
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 07/08/2019
Kisah Para Rasul 3:1 (TB) Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
Acts 3:1 (RWV) Now Peter and John went up together into the temple at the hour of prayer, being the ninth hour.
Dalam menemukan makna ayat renungan hari ini ada baiknya dibaca secara keseluruhan dalam satu perikop Kisah 3:1-10, disini kita menemukan Petrus dan Yohanes yang saleh, rajin berdoa menurut tradisi Yahudi berbuat sesuatu bagi orang yang membutuhkan pertolongan. Sekalipun mereka tak punya uang untuk disedekahkan bagi orang yang meminta-minta sepanjang pintu masuk Bait Allah, namun Petrus memiliki hal yang berharga yaitu berdoa untuk kesembuhan orang yang lumpuh.
Bagi orang Yahudi ada tujuh kali diwajibkan berdoa yakni: prima (06.00), tersia (09.00), sexte (sketsa 12.00) , none (minhah 15.00), vesper (18.00), completarium (doa sebelum tidur) dan noctura (doa tengah malam). Penulis kitab Kisah Rasul ini menunjukkan bahwa Petrus dan Yohanes hendak berdoa ke Bait Allah pukul tiga petang atau doa "none" (minhah). Itu pertanda Petrus dan Yohanes adalah orang-orang yang saleh, taat berdoa menurut jam-jam doa dalam spiritualitas Yahudi. Namun mereka bukan hanya orang saleh dan berdoa, tetapi kesalehan mereka dibuktikan dengan perbuatan menolong dan menyembuhkan orang yang lumpuh. Disini kita menemukan bahwa doa dan ibadah itu adalah berkaitan dengan perbuatan.
Dalam berbegai diskusi, ketika menghadapi kesulitan orang sering berkomentar begini: "tak cukup hanya berdoa" atau bahkan dalam situasi emergency kadang orang beranggapan "tak butuh doa seolah yang penting tindakan cepat". Ini suatu tantangan juga bagi para kaum agamawan, ada degradasi dari pemahaman orang membutuhkan pertolongan, doa tidak cukup harus disertai dengan langkah-langkah kongkrit untuk menolong. Karena memang dalam banyak hal, doa-doa kita sering tidak kita kerjakan. Atau doa kita tidak kita tindaklanjuti dengan apa yang bisa kita lakukan untuk menolong orang lain.
Di Bait Allah banyak orang miskin, biasanya mereka berjejer meminta belaskasihan dari orang-orang yang datang berdoa dan beribadah ke Bait Allah. Petrus juga mengalami hal yang sama, ketika dia mau berdoa ada orang yang lumpuh berseru minta tolong dan agar memperhatikan hidupnya. Petrus tak punya uang untuk diberi tetapi dia punya iman untuk dibagi dan melakukan doa untuk kesembuhan mereka. Petrus pun mendoakan orang yang lumpuh tersebut dan seketika itu orang lumpuh itu dapat berdiri dan berjingkrak-jingkrak, penuh sukacita dan kegirangan.
Sahabat yang baik hati! Ibadah dan doa besar kuasanya, jika tidak ada yang dapat kita beri, dan tidak ada langkah-langkah solusi yang dapat kita pikirkan. Iman dan doa yang kita miliki dapat kita bagi orang lain. Tuhan akan mendengar dan memberikan pertolongan.
Sahabtku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Senin, 05 Agustus 2019
MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL
MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejanak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 06/08/2019
1 Tesalonika 5:18 (TB) Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Thessalonians 5:18 (RWV) In every thing give thanks: for this is the will of God in Christ Jesus concerning you.
Sering saya menganjurkan dalam kotbah, jika anda merasa paling paling menderita di dunia ini pergilah sesekali ke rumah sakit, lihatlah pergumulaan yang berjuang demi kesehatan. Apa yang mereka hadapi mungkin tak seberapa kesusahan yang engkau alami. Jika saudara merasa termiskin, pergilah ke panti asuhan atau panti jompo yang hidup hanya karena pertolongan dan kasih sayang orang lain. Pasti anda sudut pandang yang lain untuk senantiasa mengucap syukur. Kesusahan kita sungguh tak seberapa dibanding dengan mereka. Dari perjumpaan dengan mereka tentu anda akan bersyukurlah dalam segala keadaan. Benar nasihat para guru kehidupan, jangan hanya melihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah kesusahan yang kita alami tak seberapa dengan kesusahan yang diderita oleh orang lain.
Demikianlah nasihat Paulus dalam renungan pagi ini, mengajak jemaat untuk bersyukur dalam segala hal dan bersyukur dalam segala keadaan. Memang dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengarkan bahwa selalu ada yang harus kita syukuri. Disaat terjadi kecelakaan orang berkata, syukur masih bisa selamat sekalipun harus dirawat. Kala terjadi musibah naas kecelakaan bis dalam mudik lalu, ya untuk masih ada yang selamat. Saat pesawat jatuh tahun lalu, masih untung kerangka pesawatnya bisa ditemukan walaupun manyat tak semua dapat diidentifikasi. Itulah logika manusia dibalik kerugian, dibalik musibah, dibalik keprihatinan yang mendalam jangan pernah hanya melihat sisi negatipnya saja. Mengucap syukur dalam segala hal hendak mengajak kita lebih jauh melihat makna dibalik keadaan yang kita alami. Paulus mengajak hntuk menggali lebih dalam apa makna positipnya dibalik semua keadaan agar kita dapat melanjutkan kehidupan ini lebih baik sehingga kita benar-benar bersyukur dalam segala keadaan.
Bagaimana kita bisa bersyukur? Pertama setiap kesusahan yang kita alami ada hikmat yang berharga. Kedua setiap ada keadaan yang sulit kita terima bersyukurlah karena kita bisa menjalaninya. Ketiga, ingatlah jika kesusahan menimpa kita, kita bukanlah yang paling malang dari setiap orang di dunia ini, tapi masih ada yang yang lebih bergumul dari kesusahan kita. Itulah salah satu implikasi dari nas renungan harian kita: bersyukur dalam segala keadaan. Pengajaran ini sangat penting dalam konteks jemaat mula-mula. Sebagaimana kita tahu bahwa sangat banyak kekerasan, pengejaran Dan penganiayaan yang terjadi kepada orang Kristen. Tidak sedikit dari antara mereka yang mati martyr: dimasukkan ke gua singa sebagai tontonan, ditangkap dan dipenjarakan tanpa proses peradilan serta ada yang dibakar hidup-hidup sebagai obor di jalan. Maka jika bisa hidup, bersekutu dan berdoa itu adalah suatu keadaan yang harus disyukuri.
Dan diatas semua itu yang membuat kita harus bersyukur dalam segala keadaan adalah Tuhan telah menyelamatkan kita melalui pengorbanan Yesus Kristus. Hidup kita telah dijamin ikut dalam keselamatan yaitu memperoleh kehidupan yang kekal.
Sahabat yang baik hati! Mengucap syukur dalam segala hal merupakan hal mutlak yang harus Kita lakukan sebagai orang percaya. Tuhan itu baik memberikan apa yang kita butuhkan, menyertai kita dalam segala keadaan dan malah Tuhan memberikan sebelum Kita meminta, Kita menemukan sebelum kita mencari dan pintu telah dibukakan bagi kita sebelum kita mengetok. Itulah kebaikan Tuhan bagi kita.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Minggu, 04 Agustus 2019
BERTAMBAH BEBAN PIKIRAN BERTAMBAH PENGHIBURAN DARI TUHAN
BERTAMBAH BEBAN PIKIRAN BERTAMBAH PENGHIBURAN DARI TUHAN
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita, Senin 05/08/2019
Mazmur 94:19 (TB) Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.
Psalms 94:19 (RWV) In the multitude of my thoughts within me thy comforts delight my soul.
Ketika duduk di bangku SMU ada pelajaran yang saya ingat dari Archimedes. Suatu hukum Fisika yang menyatakan bahwa setiap benda yang tercelup baik keseluruhan maupun sebagian dalam fluida, maka benda tersebut akan menerima dorongan gaya ke atas (atau gaya apung). Besarnya gaya apung yang diterima, nilainya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh benda tersebut (berat = massa benda x percepatan gravitasi) dan memiliki arah gaya yang bertolak belakang (arah gaya berat kebawah, arah gaya apung ke atas).
Ide dasar hukum Arhimedes ini bolehlah kita ambil pelajaran menarik hampir sama dengan gagasan pemazmur. Jika beban dan tekanan bathin kita berat, maka besar pula penghiburan yang kita peroleh dari Tuhan untuk menenangkan jiwa kita. Jika beban pikiran batin bertambah-tambah, maka bertambah-tambah pula penghiburan dari Tuhan. Semakin berat beban yang kita pikul maka semakin besar juga pertolongan Tuhan yang dirasakan. Inilah pengakuan yang sangat menarik dari pemazmur, dia tidak berdoa agar Tuhan menjauhkan beban pikiran dan pergumulan bathin dari hidupnya, tetapi jika ada beban bathin biarlah pertolongan dan penghiburan Tuhan bertambah-tambah baginya.
Maka berangkat dari pemahaman Mazmur ini, kita harus semakin bertekun jika Tuhan mengijinkan kita berjalan di jalan yang berliku dan seolah Tuhan menimpakan beban yang berat. Berbahagialah dan semakin tekunlah jika kita menghadapi pergumulan yang bertambah-tamba, jalanilah dengan setia waktunya kita akan merasakan bertambah-tambah kasih karunia dari Tuhan. Itulah sebabnya tokoh-tokoh besar, bukan lahir tanpa beban, tetapi mereka dibesarkan oleh pergumulan yang besar. Nakhoda tangguh lahir dari badai yang besar.
Seperti Dietrich Boenhoffer seorang pendeta Jerman yang sangat berani melawan Hitler. Sekalipun ada peluang baginya untuk pergi meninggalkan Jerman, namun dia tetap berada di Jerman melawan kejahatan Adolf Hitler. Akhirnya dia ditangkap dan dipenjara. Sebelum dihukum mati di Holocaust (camp pembunuhan massal kaum Yahudi yang dirancang oleh Hitler). Dipenjara dia banyak menuliskan kotbah, nasihat dan berbagai teologi dan motivasi berapi-api melawan kejahatan. Kemudian rekan-rekan Boenhoffer membukuannya diberi judul "The Ethich". Bagaimana Boenhoffer bisa menjalani penderitaan yang hebat ini yang hanya tinggal menunggu eksekusi mati Hitler? Jawabnya kita temukan dalam doa Dietrich Boenhoffer sbb:
Ya Allah, di awal pagi ini aku berseru kepada-Mu
Tolonglah aku untuk berdoa
Dan untuk memusatkan hatiku kepada-Mu
Aku tidak dapat melakukan ini sendiri
Di dalam diriku ada kegelapan
Tetapi bersama-Mu ada terang;
Aku seorang diri, tetapi Engkau tidak meninggalkanku;
Hatiku lemah, tetapi bersama-Mu ada pertolongan;
Aku gelisah, tetapi bersama-Mu ada kedamaian.
Di dalam diriku ada kepahitan, tetapi bersama-Mu ada kesabaran;
Aku tidak dapat memahami jalan-jalan-Mu,
Tetapi Engkau menunjukkan jalan bagiku.
Pulihkan aku ke dalam kebebasan
Dan mampukan aku untuk dapat hidup di saat ini
Sehingga aku dapat bertanggung jawab di hadapan-Mu dan kepada diriku.
Tuhan, apa pun yang terjadi hari ini,
biarlah nama-Mu dipuji.
Sahabat yang baik hati! Isi doa Boenhoffer ini menginspirasi kita menjalani beban pikiran dan pergumulan bathin. Mengikut Tuhan bukan berarti tiada beban, tetapi dalam menjalani semua itu, percaya ada kekuatan dan pertolongan Tuhan.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Sabtu, 03 Agustus 2019
TUHAN KEKUATAN DI TENGAH PERGUMULAN
Kotbah Minggu VII Stlh Trinitatis, 4 Agustus 2019
Nas: Habakuk 3:14-19
TUHAN KEKUATAN DI TENGAH PERGUMULAN
Selamat hari Minggu! Sahabat yang baik hati! Kotbah Minggu ini mengisahkan kan pengalaman Habakuk yang yang mendeklarasikan bahwa Tuhanlah kekuatan orang percaya dalam menjalani hidup ini. Dalam segala keadaan orang percaya tidak boleh meninggalkan Tuhan. Ketika beban hidup kita berat dan kaki kita seolah tak sanggup untuk berjalan lihatlah pengakuan Habakuk dalam ayat berikut: "ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku." (Ay 19)
Arti nama "habakuk" dalam bahasa Ibrani berarti "merangkul". Kata ini mengingatkan kasih Allah yang merangkul dan memeluk umatNya. Dalam keadaan yang menimpa hidup ini: Tuhan tetap merangkul umatNya dalam kasih setia.
Kitab Habakuk berisi peneguh umat Israel dalam keadaan yang tersesak. Ada perasaan yang tidak bisa diterima atas perlakuan Kasdim yang tidak Adil (1:5-11), namun Habakuk teguh berpendirian: orang benar akan hidup oleh iman (2:4). Karena itu orang percaya harus hidup setia di dalam Tuhan.
Pikiran keberagamaan kita juga sering muncul bahwa hanya kala Tuhan memberkati dan menganugerahkan kita keberhasilan dan kemakmuran disitulah Tuhan hadir. Saat kesusahan menimpa hidup ini seolah beranggapan: Tuhan telah meninggalkan kami.
Habakuk menggugah umat Allah dan membuat suatu bentangan refleksi yang sangat dalam? Apakah kita masih setia di saat matahari tak bersinar? Apakah kita akan tetap setia kala sungai kering dan tiada air? Apakah kita masih setia jika kekeringan terjadi? Apakah kita tetap percaya kepada Tuhan kala bencana bertubi-tubi, bumi goncang dan gunung-beranjak? Kitab Habakuk hadir meneguhkan umat Allah bahwa kuasa Tuhan lebih kuat melindungi dan merangkul umatNya. Jangan pernah berpikir meninggalkan Tuhan. Tuhan adalah kekuatan dan keselamatan itu hanya ada di dalam nama Tuhan
Itulah sebabnya dalam nas renungan ini Habakuk menyanyikannkuasa Tuhan dannkesetiaannorang beriman. Dalam deru perangbyang mematikan, situasi dan kondisi yang memusingkan dan terjadinya musim kelaparan orang yang percaya akan tetap takut akan Tuhan dan setia kepadaNya.
a) Sekalipun bangsa-bangsa datang menyerang dan mengamuk serta berkuasa meremukkan Ay 16. Lebih takutlah kepada kuasa Tuhan karena kuasa Tuhan itu melebihi dari apapun, Dia sungguh mulia dan agung. Dengan tenang orang percaya akan menjalani segala kesusahan yang menimpa.
b) Sekalipun petani gagal panen (ay 17): apa yang dikerjakan mengecewakan, ladang tak menghasilkan, pohon ara tak berbuah, hasil anggur mengecewakan, tiada gandum untuk dipanen. Demikian dengan ternak menghasilkan apa-apa. Orang lercaya tidak akan meninggalkan Tuhan. Tetaplah percaya, ingatlah waktunya akan bersorak-sorai bersama Tuhan. Tuhan itu akan menolong Dan menyelamatkan.
c) Tuhan adalah kekuatan kita. Dia tidak akan membiarkan orang yang dikasihiNya larut dalam duka dan ratapan. Tuhan itu akan meneguhkan kaki kita seperti rusa (ay. 19) itu berarti Tuhan akan memampukan kita melakukan sesuatu agar dapat keluar dari situasi sulit yang kita hadapi. Tuhan akan membuat orang percaya melangkah seperti kaki rusa meninggalkan pemangsanya. Amin
Selamat hati Minggu bagi kita semua dan selamat beribadah. Tuhan memberkati!
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Jumat, 02 Agustus 2019
MENCURAHKAN ISI HATI KEPADA TUHAN
MENCURAHKAN ISI HATI KEPADA TUHAN
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejanak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 03/08/2019
1 Samuel 1:15 (TB) Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
1 Samuel 1:15 (RWV) And Hannah answered and said, No, my lord, I am a woman of a sorrowful spirit: I have drunk neither wine nor strong drink, but have poured out my soul before the LORD.
Adu dua nama Hana dalam Alkita yang sangat terkenal. Pertama adalah Ibu Samuel (1 Sam 1) dan kedua adalah Hana seorang janda yang setia menantikan Mesias di Bait Allah (Lukas 1). Keduanya sama-sama memiliki imannyang tangguh, bergumul dalam hidup dan berkomitmen meminta kepada Tuhan dan konsekwen melaksanakan nazarnya kepada Tuhan.
Hana awalnya kurang beruntung dalam keluarga Elkana, dia tidak punya anak sementara isteri kedua Elkana sudah memiliki anak. Hana merasakan hak-haknya dalam rumah tangga disingkirkan, lain lagi perlakuan isteri kedua suaminya yang sering menghina dan perbuatannya menyanyat hatinya (1 Sam 1:6-7). Hari-hari Hana penuh dengan air mata kesedihan tahun demi tahun. Pokoknya hidupnya penuh dengan kesusahan.
Kemanakah Hana menyampaikan kesalusahannya dannkeluh hatinya? Disinilah Hana pergi ke Solo, pusat peribasahan, bait suci orang Isrsel pada saat itu. Memang sudah ada timur yang tak sehat bahwa anak-anak imam Eli yakin Hofni dan Pinehas telah mencemari tugas-tugas imam. Namun bagi Hana bukan melihat kehidupan anak-anak imam Eli, tetapi dia datang ke bait suci Solo untuk berdoa dan memohon berkat.
1 Samuel 1:9-11 (TB) Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN,
dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
Permintaan Hana dalam doanya sangat serius, sampai gemetar dan terus memohon dalam uraian air mata. Sampai imam Eli menganggap Hana orang yang kemabukan. Akhirnya Hana menjelaskan kesusahan hidupnya yang tidak memperoleh anak dan kejadian yang dialaminya di rumah. Hana bukanlah orang mabuk, mengenal anggur saja dia tidak apalagi meminumnya. Hanna berdoa meminta kepada Tuhan agar memberikan anak baginya, jika anak itu lahir maka akan di persembahkan menjadi imam. Akhirnya Imam Eli memberkatinya bahwa apa yang dimohon akan diberikan Tuhan.
Hanna yang mencurahkan isi hati dan segala kesusahannya di hadapan Tuhan akhirnya memperoleh kasih karunia. Tuhan menganugerahkan seorang anak laki-laki baginya bernama Samuel. Setelah disapih Hana pun menyerahkan anak itu ke bait Allah diasuh oleh imam Eli menjadi imam besar di tengah-tengah bangsa Israel.
Sahabat yang baik hati! Kisah Hana ini menjadi inspirasi bagi kita, pengalaman pahit, kesusahan dan seluruh pergumulannya tidak dioleh sendiri oleh akalnya, tetapi datang sujud kehadapan Tuhan dan mencurahkan segala isi hatinya. Tuhan pun memberkatinya dan memberikan permintaan Hana. Setelah menerima yang baik dari Tuhan, Hana tak lupa nazarnya. Dia konsisten mempersembahkan anak tersebut menjadi hamba Tuhan.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Kamis, 01 Agustus 2019
JANGAN MENABUR BENIH DI LAHAN BERDURI
JANGAN MENABUR BENIH DI LAHAN BERDURI
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah mengambil waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan di pagi hari ini. Senin 02/08/2019
Yeremia 4:3 (TB) Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: "Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh.
Jeremiah 4:3 (UKJV) For thus says the LORD to the men of Judah and Jerusalem, Break up your fallow ground, and sow not among thorns.
Bagi seorang petani tentu nats ini sungguh menarik karena pengalamannya berkenaan langsung dengan apa yang diperintahkan Tuhan kepada umatNya Yehuda. Seorang petani tentu akan sia-sia menaburkan benih di ladang yang penuh duri dan lalang. Benih itu tak akan tumbuh, kalau pun tumbuh akarnya akan terjepit dan terhimpit, kurus dan akhirnya akan mati. Tentu akan sia-sia belaka menabur benih di tanah yang berduri. Lebih baik baginya membuka lahan baru yang hendak diolah sehingga akan ada harapan bahwa benih dapat bertumbuh dengan baik dan kelak bisa panen. Hal ini dapat kita bandingkan perumpamaan Tuhan Yesus hal penabur. Benih yang tumbuh di jalan diinjak dan mati, benih yang tumbuh ditempat berbatu, tumbuh sesaat namun segera mati, benih yg jatuh di semak, akan tumbuh namun terhimpit dan mati. Harus di ladang subur benih akan tumbuh dengan baik.
Apa hubungannya membuka ladang baru dan menanam benih dengan umat Allah. Umat Allah Yehuda sudah meninggalkan Tuhan. Mereka mencari ilah yang mereka anggap dapat menyelamatkan mereka dan yang dapat memberikan kesejahteraan mereka. Apa hasilnya sungguh keadaan mereka semakin terpuruk. Hidup mereka bukan lebih baik, namun semakin terpuruk dan semakin buruk. Nasib mereka akan sama seperti Israel Utara telah jatuh di tangan asing dan terbuang ke Assyur.
Bagi nabi Yeremia satu-satunya jalan harus melepaskan diri dari hukuman Tuhan yang akan segera datang, seperti singa yang telah keluar dari semak hendak menerkam dan memangsa demikian hukum Tuhan segera tiba dan mereka akan naas. Adakah keselamatan?
Yeremia menyerukan: bukalah ladang baru dan jangan menabur benih di lahan berduri. Ini berarti seruan untuk perubahan sikap dan pembaharuan budi. Jadikan hati menjadi ladang yang subur tempat benih yang bertumbuh baik. Tidak mungkin firman akan bertumbuh dengan baik di hati yang penuh duri dan semak. Benih itu akan sia-sia karena duri dan semak, hal itu akan menghimpit benih yang ditabur.
Ungkapan ini disampakan agar Yehuda benar-benar bertobat dan berubah sikap. Meninggalkan hidup lama mereka, mereka harus meninggalkan ilah mereka dan berbalik kepada Allah dengan hati yang baru. Hanya jalan demikian Yehuda memperoleh harapan. Hati yang baru yang siap menerima firman dan firman akan bertumbuh dengan baik.
Sahabatku, renungan pagi ini menyapa kita? Apa gunanya melanjutkan kebiasaan buruk? Misalnya seorang ayah memiliki kebiasaan buruk; miras, marah-marah pada anak dan isterinya, kebahagiaan hilang dari rumah. Setiap sang ayah pulang ke rumah anak-anak takut dan suasana rumah mencekam dan tak bahagia? Apa hasilnya situasi seperti ini dilanjutkan? Kebahagiaan akan tiba jika ada perubahan sikap ayah, bertobat kebiasaan burik dan sikap baru. Meninggalkan kebiasaan buruk, merangkul anak-anak dan bahagia bermain dengan mereka. Contoh lain misalnya jika anda mengalami usaha yang terus memburuk, cash flow menunjukkan angka defisit terus menerus setiap bulannya apa gunanya melanjutkannya. Tentu anda akan mengambil langkah-langkah baru, mengelola pengeluaran untuk mengatasinya bahkan harus memulai usaha baru yang menjanjikan.
Demikian juga dengan mengelola hidup jika hidup yang kita jalani tak bahagia, gersang dan kering. Hidup anda gersang, jauh dari kebahagiaa dan hampa rasanya melewati hari-hari yang kita lalui? Periksalah kebiasan buruk anda, periksa kebiasaan anda terhadap sesama dan periksa hubungan personal anda dengan Tuhan. Siapa tahu hati kita penuh dengan kebencian, iri dan dengki dan berbagai "semak dan duri" berumbuh disana. Bukalah hati yang baru, buat sikap baru agar benih yang baru yaitu firman Tuhan dapat bertumbuh dan berbuah kebaikan.
Sahabatku! Marilah kita jadikan firman di pagi ini sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita.
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Langganan:
Postingan (Atom)
SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN
Catatan Kotbah Minggu XVI S. TRINITATIS Minggu, 20 September 2026 Ev. Filipi 4:10-19 SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN Selama...
-
Sermon Jamita Minggu 7 Okt 2018 Turpuk : 2 Timoteus 4:1-5 SAHAT ULA TOHONANMI - TUNAIKANLAH TUGAS PELAYANANMU Patujolo/Pendahuluan ...
-
Mengawali Tahun Baru SADA DO HITA SALUHUTNA DI BAGASAN KRISTUS Galatia 3:26-28 Ai saluhut do hamu anak ni Debata marhitehite haporseaon...