Jumat, 10 September 2021

JANGAN BIARKAN ORANG LAIN BERDOSA

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6132448646827150/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 11 September 2021 


*JANGAN BIARKAN ORANG LAIN BERDOSA*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yakobus 5: 19-20 (TB)

Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.


James 5: 19-20 (NIV)

My brothers and sisters, if one of you should wander from the truth and someone should bring that person back, remember this: Whoever turns a  sinner from the error of their way will save them from death and cover over a multitude of sins.


Sahabat yang baik, dalam kehidupan sosial, biasanya orang sangat cepat menghakimi, memandang rendah bahkan mengucilkan orang yang berbuat jahat/dosa (menyimpang dari kebenaran). Sementara itu, justru tidak banyak dari kita yang merasa memiliki tanggungjawab untuk merubah orang jahat tersebut menjadi lebih baik dan meninggalkan kejahatannya. Kita cenderung lebih suka menghakimi orang berdosa daripada menegur dan menasehatinya agar berubah.

Mengapa demikian? Karena kita tidak mau susah dan direpotkan, kita juga tidak mau mengambil resiko ketika orang yang ditegur itu malah berbalik menjahati kita. 


Sahabat yang baik, sebagai orang Kristen seringkali kita berfikir bahwa tugas kita hanyalah menjaga diri sendiri agar selalu hidup kudus di hadapan Allah dengan rajin beribadah, berdoa, memberi persembahan dan melakukan kebaikan kepada sesama. Kita selalu fokus pada pertumbuhan spiritualitas diri sendiri dan tidak peduli pada kehidupan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan seringkali kita berkata: "yang penting saya hidup takut akan Tuhan, berlaku baik dan tidak melakukan dosa, kalau orang lain mau berdosa itu urusannya sama Tuhan, yang penting saya tidak seperti mereka". Apakah benar hal itu bukan urusan kita?


Sebagai orang Kristen, ternyata tugas kita bukan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tetapi juga harus memikirkan keselamatan orang lain di sekitar kita. Yakobus dalam suratnya ini mengingatkan orang-orang Kristen pada waktu itu untuk tidak egois, yang hanya memikirkan keselamatannya sendiri dan tidak peduli dengan keselamatan orang lain. Orang Kristen harusnya hidup tidak hanya memikirkan kekudusan hidupnya sendiri, tetapi juga harus mengajak orang lain untuk hidup kudus di dalam Tuhan agar semuanya beroleh keselamatan. Hidup kudus artinya hidup tidak menyimpang dari kebenaran dan kehendak Tuhan serta menjauhi segala kejahatan. Artinya, orang Kristen memiliki tanggungjawab untuk menjaga prilaku hidupnya benar dan juga orang-orang di sekitarnya. Kita  tidak boleh membiarkan orang lain hidup bahkan mati dalam dosanya. Jika kita melihat orang lain berbuat tidak benar, kita harus menegur dan menasehatinya untuk berubah. Dalam Yeheskiel 3: 18 Allah pernah mengingatkan demikian: "Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu". Di sini jelas ditekankan bahwa orang percaya memiliki tanggungjawab untuk memperingatkan orang yang ia dapati berbuat jahat dan bukan membiarkannya hidup dalam kejahatannya. 


Sahabat yang baik, pertanyaan kemudian adalah sejauh mana kita bertanggungjawab untuk tidak membiarkan orang lain berdosa? Dalam Yeheskiel 3: 19 Allah mengingatkan: "Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu". Artinya, setiap orang percaya tidak boleh membiarkan begitu saja orang berdosa melakukan kejahatannya, tetapi kita bertanggungjawab memperingatkannya dengan cara menegur dan menasehatinya. Tetapi jika orang berdosa tersebut tidak mau mendengar dan berubah dari perbuatannya yang jahat itu, maka ia akan mati di dalam dosanya, tetapi kita yang telah memperingatkannya telah melakukan tugas dan tanggungjawab sebagai orang percaya/orang Kristen. 


Sahabat yang baik, di ayat 20 Yakobus berkata: "barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa". Di ayat ini Yakobus dengan jelas menekankan bahkan  betapa berpengaruhnya sikap hidup orang benar yang tidak membiarkan orang lain berdosa karena peduli akan keselamatan orang berdosa itu. Seberapa besar pengaruhnya?

1. Dengan tidak membiarkan orang lain hidup dalam dosanya, ternyata setiap kita telah menyelamatkan jiwa orang itu. Kita telah membuka peluang baginya untuk ikut serta mendapatkan kehidupan kekal dan menjadi pewaris kerjaaan sorga.

2. Dengan tidak membiarkan orang lain hidup dalam dosanya, kita juga telah menutupi banyak dosa. Artinya, semakin banyak orang berdosa yang berbalik karena kita tegur dan nasehati, maka kita telah mengurangi jumlah kejahatan dan dosa di dunia ini. Semakin banyak orang berdosa yang berbalik kepada Allah, maka akan semakin berkurang jumlah orang jahat di muka bumi. Semakin banyaknya orang yang berbalik kepada Allah, maka akan semakin banyak orang benar yang hidup seturut kehendak Allah. Semakin banyak orang benar yang hidup seturut kehendak Allah maka bumi ini akan dipenuhi damai sejahtera Allah. 


Salam dari Tim penulis: MHS

Kamis, 09 September 2021

TUHAN MAHA KASIH YANG MENYELAMATKAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6126854544053227/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Jumat, 10 September  2021


*TUHAN YANG MENYELAMATKAN BUKAN MEMBINASAKAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yohanes 12:47

“Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”


John 12:47 

“If anyone hears my words but does not keep them, I do not judge that person. For I did not come to judge the world, but to save the world


Sahabat yang baik hati! Ketika anda berbuat dosa, siapakah Tuhan bagi anda pribadi? Bagaimanakah karakter Tuhan menurut anda dibalik keberdosaanmu? Pasti kita akan memberikan jawaban yang berbeda-beda, yang tentunya sesuai dengan pengalaman beriman kita masing-masing kepada Tuhan. Ada orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu adalah pengampun, penuh belas kasih kepada umatNya. Ada juga orang yang menganggap bahwa Tuhan itu sebagai Sosok yang “kejam dan seram,” penghukum bagi orang-orang yang berbuat dosa kepadaNya. Bahkan ada juga orang yang menganggap Tuhan itu sebagai Sosok yang jauh dan tidak dikenalnya. 

Namun satu hal yang harus kita ketahui berdasarkan ayat renungan hari ini, bahwa Tuhan itu adalah sosok yang penuh kasih.


Allah itu adalah kasih dan Ia bukan Allah yang jauh, tetapi Allah yang menampakkan diri sama seperti manusia, yaitu di dalam Yesus Kristus, Allah yang telah menjadi daging (manusia). Allah mengutus Yesus ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia, dan memulihkan hubungannya dengan Allah yang telah terputus sejak manusia pertama jatuh dalam dosa. Jadi jelas Allah menghadirkan Yesus ke dunia ini berdasarkan kasih. Ia tahu bahwa manusia memang berdosa, tetapi dengan kasihNya, Ia mengambil inisiatif untuk memulihkan hubunganNya dengan manusia yang telah terputus itu. Maka, Yesus datang ke dunia ini bukan untuk menghakimi, mencari kesalahan kita, dan lalu menghukumnya. Tetapi Yesus datang untuk menawarkan keselamatan bagi kita. Seberdosa apa pun kita; separah apa pun tindakan kita yang menolak firmanNya, Yesus tetap menawarkan keselamatan bagi kita, bukan untuk menghakimi bahkan membinasakan kita, sekalipun penghakiman itu tetap ada.  


Sahabat yang baik hati! Sangat jelas dikatakan dalam ayat renungan hari ini menekankan kepada kita bagaimana sikap Yesus akan penghakiman. Ia berkata, “Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkannya.” Hal ini berarti bahwa tugas utama Yesus bukanlah sebagai hakim atas dunia melainkan untuk menyelamatkan dunia. Yesus sendiri telah mengatakan bahwa yang menjadi hakim dan berhak menghakimi dunia adalah Bapa-Nya yang di Surga. Allah sendiri sebagai hakim atas dunia pun tidak ingin umatNya dihakimi. Karena itu, Ia mengutus AnakNya ke dunia sebagai terang untuk menerangi jalan hidup manusia menuju kehidupan yang kekal dan terhindar dari penghakiman. Dan itulah yang disebut dengan keselamatan. Perutusan Yesus ini kemudian dilanjutkan oleh para murid-Nya, sebagaimana sebagai murid-muridNya dan juga dilanjutkan kepada orang percaya saat ini.


Oleh karena itu, sebagai orang beriman yang percaya kepada Yesus Kristus, kita pun dipanggil untuk turut ambil bagian dalam tugas perutusan-Nya. Di mana, kita dipanggil dan diutus untuk menjadi pembawa terang keselamatan kepada dunia yang penuh dengan kegelepan dan keberdosaan. Namun ingat kita dipanggil bukan untuk menghakimi dunia, namun untuk menyembuhkan dunia ini. Jangan jadi hakim atas keberdosaan orang lain, tetapi sembuhkanlah dia supaya meninggalkan perbuatan dosa itu. Walaupun harus diakui bahwa dalam menjalankan tugas perutusan ini, bukanlah hal yang mudah. Sebab, sebagai utusan Kristus terkadang kita pun ditolak dan dihina oleh dunia ini. Percayalah bahwa melalui terang Kristus, kita sebagai pengikutNya pun dapat menjadi terang bagi dunia dan bukan menjadi hakim bagi dunia. Amin.


Salam dari tim penulis: FS

Rabu, 08 September 2021

JANGAN KUATIR: TETAPLAH BERDOA DAN BERHARAP

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6121405804598101/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi, dan Motivasi

Kamis, 09 September 2021


*JANGAN KUATIR: TETAPLAH BERDOA DAN BERHARAP*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, 

Marilah menggunakan waktu sejenak di 

pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan

merenungkan Firman Tuhan.


Pilipi 4:6 (TB) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur


Philippians 4:6 (KJV) Be careful for nothing; but in every thing by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known unto God 


Sahabat yang baik hati, Sebagai seorang manusia yang hidup didunia ini, sudah hal yang wajar sebuah masalah datang dalam kehidupannya tanpa terkecuali bagi kita orang Kristen. Permasalahan itu juga terkadang menjadi sebuah beban pikiran bagi orang itu sendiri. Terkadang masalah yang datang dalam setiap orang itu berbeda-beda, ada yang dikarenakan dirinya sendiri ataupun dikarenakan oleh orang lain. Demikian juga dengan jemaat yang ada di Filipi, mereka juga tidak lepas dari permasalahan dalam hidup mereka masing-masing. Dalam permasalahan ditengah-tengah jemaat Filipi, Paulus yang pada saat itu berada dalam penjara menasehati mereka agar mereka tetap kuat, tetap bersukacita, tetap sehati sepikiran dan tetap teguh hatinya meskipun sedang berada dalam permasalahan. Rasul paulus menasehatkan jemaat Filipi supaya tetap memelihara kesatuan dan kesehatian mereka di antara umat Tuhan. Dalam hal ini rasul Paulus ingin mengatakan agar mereka jangan sampai terpecah hanya karena permasalahan yang datang dalam kehidupan mereka. Paulus ingin mengajarkan supaya jemaat yang ada di Filipi tetap menjaga kesatuan diantara mereka dan saling memperhatikan satu dengan yang lain. Hal itu menunjukkan bahwa sebagai seorang yang telah mempercayai Yesus harus menunjukkan kasih terhadap sesama karena itu merupakan hal yang diajarkan Yesus sendiri kepada umatNya. Paulus juga tidak lupa menasehatkan bahwa didalam permasalahan yang sedang mereka hadapi, mereka diajak untuk memberitahukan segala yang mereka inginkan dalam doa mereka kepada Tuhan. 


Sahabat yang baik hati! Dalam kehidupan kita saat ini, kita terkadang dan bahkan ada yang sering mendapat permasalahan dalam hidupnya, mendapatkan pencobaan yang berat dan bahkan bisa membuat kita berselisih dengan orang-orang terdekat kita. Dan disetiap permasalahan yang sedang kita hadapi, terkadang kita juga mereka tidak sanggup dan ingin menyerah karena kita tidak tau lagi harus berbuat apa. Namun melalui nats kita pada hari ini, Paulus mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu kuatir akan setiap permasalahan kita, ada Tuhan yang akan menolong kita. Seorang yang kuatir dan bahkan terlalu kuatir akan setiap permasalahan dalam hidupnya, menunjukkan bahwa dia belum benar-benar mempercayai kebesaran Tuhan dalam kehidupan UmatNya. Setiap masalah yang datang kedalam hidup kita hari ini, cukuplah untuk hari ini saja dan setiap masalah yang datang itu hendaknya kita jadikan sebagai guru bagi diri kita untuk membuat kita semakin bertumbuh, semakin dewasa dan semakin menguatkan kita dalam iman kita. 


Sahabat yang baik hati kita jangan sampai dikalahkan oleh permasalahan yang datang hari ini, karena masih akan ada lagi yang lebih lagi untuk hari esok. Itu sebabnya, kita tidak perlu kuatir, minta pertolongan dari Tuhan, mari jadikan Tuhan yang mengarahkan kita, tetaplah berdoa kepada Tuhan untuk meminta pertolonganNya dalam hidup kita karena Tuhan akan memberikannya kepada kita. Sebab dikatakan mintalah maka akan diberikan kepadamu (Mat 7:7). Yang penting kita harus tetap percaya dan tetap mengimani bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita dalam setiap permasalahan kita, namun Allah akan menolong kita, Allah akan menopang kita menghadapi setiap pergumulan hidup kita. Ingat masih banyak lagi tantangan yang menanti kita dihari esok tetapi percayalah Allah akan tetap setia menemani kita. Ketika kita dapat menghadapi masalah tersebut kita akan semakin bertumbuh dewasa dalam menghadapi kesulitan/kesusahan lainnya. Oleh sebab itu, semangat menjalani hari ini, tetaplah bersukacita, tetaplah beriman kepada Allah, jangan kuatir dan jangan lupa tetap berdoa kepada Tuhan.  


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari tim penulis: BP

Selasa, 07 September 2021

RAMAH TERHADAP SEMUA ORANG

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6116019441803404/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 8 September 2021


*RAMAH TERHADAP SEMUA ORANG*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakàn waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Efesus 4:32 (TB)  Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 


Ephesians 4:32 (RWV)  And be ye kind one to another, tenderhearted, forgiving one another, even as God for Christ’s sake hath forgiven you.


"Senyum anda membantu kesembuhan pasien", tulisan ini mungkin pernah anda baca, bukan? Itu tulisan yang pernah juga saya baca saat besuk orang sakit. Keramahtamahan dan senyuman para medis: dokter, perawat dan seluruh pihak terkait membuat nyaman para pasien dan kenyamanan itu akan meyakinkan mereka bahwa pasien berada di tengah-tengah orang yang siap membantunya untuk sembuh dari penyakitnya. Amat berbeda jika yang terjadi sebaliknya, para medis berlaku sinis, begis dan galak. Mungkin para pasien akan stress dan menambah beban sehingga immun tubuhnya berkurang drastis bahkan menambah penyakitnya seperti darah tinggi.


Keramahtamahan juga telah menjadi perhatian utama kalangan bisnis, khususnya yang terkait dengan layanan publik. Misaln di front office bank, hotel, pegawai restoran dll. Keramah tamahan akan membuat orang senang dan betah. Layanan mereka yang ramah menjadi nilai tambah dari bisnis dan jasa yang mereka tawarkan. Kenyamanan kostumer akan menambah inkam mereka. 


Dalam renungan pagi ini, Rasul Paulus menasihatkan bahwa orang percaya harus ramah terhadap semua orang. Ramah berarti menyambut orang lain dengan senang hati, berpikir positip pada orang lain dan iklas untuk menolong dan membantu apa yang dibutuhkan oleh orang lain. 


Bagi Paulus Keramah tamahan adalah bahagian dari karakter anak-anak terang. Dahulu memang kita adalah anak-anak kegelapan, namun karena Kristus kita telah dijadikannya menjadi Anak-anak Allah, hidup dalam terang dan berperilaku sebagai pewaris kehidupan yang kekal. Bagaimana kita seorang anak terang tapi perangainya kejam, bengis dan songong? Sungguh sangat jauh dari sifat dan karakter orang Kristen. 


Ramah adalah kewajiban orang Kristen karena panggilan orang percaya adalah kesediaan hati untuk melayani orang lain. Bahkan dalam keadaan tidak senang di hati pun kita harus tetap mengutamakan kebaikan kepada orang lain. Itulah sebabnya Yesus berkata: kasihilah musuhmu. Matius 5:44 (TB) "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Bahkan orang percaya harus bisa memberkatilah orang-orang yang telah membenci dan mengutuki kita.

Selanjutnya Paulus berkata: jangan kalahkan kejahatan dengan kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan dengan perbuatan baik. Roma 12:21 (TB)  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! 


Ramah bukan berarti lemah, ramah bukan berarti tak berdaya. Tetapi ramah merupakan sikap hidup seseorang yang mampu mengutamakan orang lain dari pada dirinya sendiri. Mampu mengutamakan orang lain karena di dalam hatinya tiada dendam tetapi pengampunan dan maaf. Sebaliknya orang yang egois dan sombong akan cepat mengorbankan orang lain demi mencapai kepentingan dirinya sendiri. Orang yang ramah akan menghormati orang lain dan berkenan mengutamakan orang lain dari pada kepentingannya sendiri meneladani Kristus yang rela berkorban untuk menyelamatkan kita. 


Sahabat yang baik hati! Dengan nas renungan ini kita mengerti sekarang, bagaimana gereja mula-mula memenangkan hati para pembenci kekristenan atau musuh Injil. Sehebat apapun usaha mereka mengejar dan menganiaya orang percaya tetapi tetap ramah dan memancarkan karakter Kristiani.


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt. Nekson M Simanjuntak

Senin, 06 September 2021

BERDOA DAN BERNYANYI

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6110548945683787/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Selasa, 7 September 2021


*BERDOA DAN BERNYANYI*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yakobus 5:13 (TB)  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!


James 5:13 (RWV)  Is any among you afflicted? let him pray. Is any cheerful? let him sing psalms.


Ada tiga hal yang tidak boleh terlupakan dalam hidup orang percaya yaitu: sujud, syukur dan taat. Sujud berarti berdoa menundukkan diri dihadapan Allah. Aktifitas ini merupakan sikap berdoa dihadapan Tuhan. Syukur adalah menyampaikan pujian, nyanyian dan persembahan atas segala kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Sedangkan Taat adalah kesediaan kita untuk melakukan Firman Tuhan di dalam hidup kita. Taat dan setia di dalam iman yang kita percayai.


Dua dari tiga aktifitas ini ditekankan oleh rasul Yakubos kepada jemaat mula-mula. Saat ada penderitaan berdoalah, saat ada sukacita bernyanyilah. 


Mengapa kita berdoa saat mengalami penderitaan? Doa adalah nafas hidup bagi orang percaya dan doa adalah kekuatan bagi orang percaya. Dengan berdoa kita tidak berputus asa ketika mengalami penderitaan. Doa membuat orang tidak stress dan panik saat pikiran kita buntu dan tak mampu lagi mencari jalan keluar atas pergumulan yang dihadapi. Dengan berdoa dihadapan Tuhan kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan percaya Tuhan akan memberikan jalan keluar yang terbaik. 


Aktifitas kedua adalah bernyanyi, nyanyian adalah ekspresi jiwa dan ungkapan hati seseorang. Ada banyak manfaat bernyanyi bagi manusia. Mengungkapkan isi hati, menyampaikan pesan, menyingkapkan memori dan hal yang paling menggetarkan adalah dapat menggerakkan kita bisa menari. Tidak heran jika spontan seseorang bisa menari kegirangan karena iringan musik. Tidak sedikit orang menghibur diri dengan melantunkan lagu. Itulah kekuatan musik. 


The power of musik mengajak orang bergembira atas perbuatan Tuhan dalam hidup ini. Apa yang disampaikan rasul Yakobus ini adalah jika ada sukacita, kegembiraan dan hal-hal yang disyukuri dalam hidup ini bernyanyilah, memuji dan memuliakan Tuhan. Karena semua yang kita terima itu adalah karena kasih dannberkat dari Tuhan. Itulah sebabnya Mazmur 96:1 (TB)  Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 


Dari apa yang disampaikan oleh rasul Yakobus ini kita menemukan dua kunci rahasia mengatasi kesulitan besar. Sebagaimana dialami.oleh jemaat mula-mula, mereka memiliki pergumulan berat, tekanan-tekanan hidup yang mengancam mereka karena mempertahankan iman. Namun mereka kuat dan dapat memenangkan penderitaan itu dengan berdoa dan bernyanyi . Hal ini jugalah yang kita andalkan dalam menghadapi pandemi covid 19 ini. 


Sahabat yang baiknhati! Berdoa dan bernyanyi dan mendengarkan Firman-nya merupakan aktifitas yang tidak bisa terlepas dari kita. Mari membiasakannya akan menjadi habit dan karakter kita. Tuhan memberkati. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 05 September 2021

ANAK-ANAK TERANG AKAN BERAINAR

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6105562182849130/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 06 September 2021


*ANAK-ANAK TERAMG BERSINAR*


Selamat Pagi; Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Efesus 5:8 (TB) Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang


Ephesians 5:8 (KJV) For ye were sometimes darkness, but now are ye light in the Lord: walk as children of light


Firman Tuhan hari ini berbicara juga dengan hal yang sama yakni kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan, yang dahulu adalah hidup di dalam kegelapan, tetapi sekarang kita hidup di dalam terang Tuhan. Bahkan Alkitab pun mengatakan bahwa kita sendiri adalah terang di dalam Tuhan, karena kita sendiri sudah percaya kepada terang yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kita harus hidup sebagai anak-anak terang. Apa itu anak-anak terang?


Anak-anak terang adalah orang-orang yang memancarkan terang kasih Kristus dalam setiap kesempatan. Sebuah lampu misalnya, akan terus memancarkan terang dan tidak pernah memancarkan kegelapan, kecuali jika lampu tersebut mati. Ketika terang hadir, maka secara otomatis gelap akan menghilang. Oleh karena itu, anak-anak terang seharusnya memiliki buah-buah yang terang juga, yaitu kebaikan, keadilan, kebenaran, dan segala hal lain yang berkenan di hadapan Tuhan.


Anak terang yang bersinar, itulah panggilan bagi kita orang percaya melalui renungan hari ini. Kita yang sudah dipanggil dari kegelapan, ketika kita masih hidup di dalam dunia ini dan mengikuti cara hidup yang sia-sia, seharusnya tidak boleh kembali lagi ke dalam kegelapan. Bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang lain yang berada dalam kegelapan, melainkan justru kita harus bersinar terang di dalam kegelapan. Akan tetapi kita tidak boleh mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan, melainkan harus menerangi sehingga menelanjangi perbuatan-perbuatan tersebut. Perbuatan ini melambangkan dosa manusia yang begitu memalukan di hadapan Tuhan.


Sahabat yang baik hati! Sebagai anak terang, hidup kita juga harus bercahaya meskipun dunia sekeliling kita sangat gelap. Situasi dunia saat-saat ini sedang gelap, mungkin banyak yang mencari dan membutuhkan terang dan tugas kitalah sebagai anak Tuhan yang membawa harapan bagi mereka. Tidak peduli kebaikan apa yang akan kita lakukan asalkan itu sesuai dengan firman-Nya pasti memberi dampak bagi sekeliling. Sama seperti sebuah lilin kecil itu, meskipun tubuhnya kecil namun sinarnya mampu menerangi tempat yg begitu gelap sekalipun.


Terang sangat dibutuhkan manusia. Jika berada dalam gelap, yang dicari manusia yang pertama kali adalah terang. Manusia akan mencari lampu atau senter atau korek api atau lilin yang dapat mengubah kegelapan menjadi terang. Dalam kegelapan, semua aktivitas manusia mendadak akan terhenti, tidak dapat meneruskan pekerjaannya karena tidak melihat apa-apa. Misalnya pada waktu listrik padam, otomatis kita yang sedang membaca, menjahit atau menulis tidak dapat meneruskan pekerjaan sebelum lampu kembali menyala. Dan jika lampu tiba-tiba menyala, maka tanpa sadar kita akan berkata, “horee…” ini merupakan ungkapan lega dan senang karena lampu menyala kembali. Di sini kita melihat betapa besar arti terang itu bagi manusia. Jika berada dalam gelap, seseorang tidak berjalan karena ia tidak tahu jalan. Mungkin ia akan tersandung, terbentur lemari atau bahkan terjatuh. Dalam kegelapan orang  akan merasa kebingungan, tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi dengan adanya terang, seseorang dapat berjalan lagi, tanpa harus terbentur, tersandung atau terjatuh. Oleh karena itu Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia”. Perkataan ini memanggil kita agar kehadiran kita sebagai orang Kristen, dapat mengubah suasana yang diliputi kegelapan menjadi terang.


Sahabat yang baik hati! Sebagai terang kita harus mampu menjadikan orang lain melihat kebenaran oleh sinar dari terang Firman Tuhan. Jika seorang berada dalam kegelapan, maka ia akan berada dalam kebingungan tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kegelapan orang tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, semuanya diterjang saja, tersandung-sandung, terbentur-bentur dan jatuh. Melihat yang demikian itu, kita harus berfungsi sebagai terang yang menerangi, agar tidak ada orang yang berada dalam kebingungan dan kehilangan arah dalam hidupnya. Sebab terang yang kita bawa akan membuat orang melihat mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk. Dunia tidak dapat melihat kebenaran karena gelap. Karena itu, orang Kristen senantiasa dipanggil untuk membawa dan menyinarkan terang Kristus kepada dunia yang gelap ini, agar dunia tidak binasa tetapi memperoleh keselamatan yang berasal dari Kristus. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan segera memulihkan keadaan dunia ini. Amin


Salam dari  tim penulis: PS

Sabtu, 04 September 2021

TUHAN MULIHKAN UMATNYA

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6100304476708234/?sfnsn=wiwspmo

Kotbah Minggu XIII Stlh Trinitatis, 

Minggu, 5 September 2021

Nas: Yesaya 35:4-10


*TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA*


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah Minggu ini merupakan janji pemulihan atas umat Allah yang berada dalam pembuangan. Tuhan akan datang menyelamatkan dan memberikan kesejahteraan bagi umatNya. Mereka akan dipulangkan ke Sion dan mereka akan menikmati kasih karunia Tuhan. Pembuangan akan segera berlalu, derita selama ini akan terobati, mereka akan bersukacita kegirangan seperti rusa yang bebas dari kandang. Ini suatu analogi kegirangan, yang selama ini dibatasi, ditekan dan dipaksa namun karena pembebasan Tuhan mereka akan berjingkrak-jingkrak.


Pemulihan itu bukan hanya berupa pembebasan dan keluar dari Babilonia tetapi pemulihan harkat dan martabat umat Allah.  Dalam ayat 2 dijelaskan mereka akan melihat kemuliaan Tuhan. Jika yang lalu mereka kehilangan muka, dimana Bait Allah yang mereka banggakan dihancurkan tak satupun batu bertindi, namun mereka akan melihat kemuliaan Allah kembali. 

Selama di pembuangan mereka merasa hina, tak mampu mengangkat wajah terhadap bangsa asing dan dijadikan sebagai tawanan yang harus bekerja rodi. Maka oleh penyelamatan Tuhan kemuliaan mereka dipulihkan sebagai bangsa yang berdaulat. Jika selama pembuangan mereka merasa tidak kuat dan kaki mereka seolah tak dapat beranjak, namun pembebasan Tuhan akan menguatkan mereka.Yesaya 35:2-3 (TB)  seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 


Janji pemulihan ini merupakan perbuatan Tuhan yang maha baik bagi umatNya. Tuhan tetap setiap pada janjiNya dan Tuhan tidak akan meninggalkan mereka dalam semua derita yang dialami. Waktunya Tuhan bertindak memberikan apa yang dirindukan dan dicita-citakan. 


Bagaimana bentuk pemulihan yang Tuhan akan berikan kepada umatNya? Jika kita baca teks kotbah ini, pembebasan dan pemulihan umat Allah meliputi:


*1. Kesembuhan dan pemulihan kesehatan*

Kalau kita baca ayat 4-5 ada beberapa keterangan:

- yang buta melihat

- yang lumpuh berjala

- yang bisu dapat berbicara dan

- yang tuli mendengar


Buta, tuli, bisu dan lumpuh merupakan kelemahan fisik yang membuat seseorang terbatas beraktifitas. keempat disabilitas yang disebutkan disini membutuhkan topangan khusus agar mereka bisa beraktifitas. Dapat kita bayangkan bagaimana kerinduan seorang buta untuk melihat, kerinduan seorang tuli ingin mendengar, yang bisu bisa berbicara dan yang lumpuh dapat berjalan. Demikianlah kerinduan umat Allah mengharapkan pemulihan dari Tuhan, dan kerinduan itu akan terjawab. 


Keempat disabilitas bisa juga maknai buta, tuli, bisu dan lumpuh dalam semangat dan harapan untuk keadaan yang lebih baik. Maka dengan tindakan perbuatan Allah kegairahan untuk jeli melihat, peka untuk mendengar, rajin menyuarakan kebenaran dan bergegas melakukan berbagai perbuatan baik. 


Menyembuhkan keempat disabilitas ini merupakan janji Mesianis yang tertulis dalam Yesaya 61:1-3.

Dan ini dipenuhi Yesus dalam pelayanannya. Yesus membuka kita ini dan membacakannya dihadapan kaum Yahudi sebagaimana tertulis dalam Lukas Lukas 4:18-19 (TB)  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."


Setelah membaca nas itu, Yesus juga berkata: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Luk 4:21)


Ini penting bahwa Yesu adalah Mesias Anak Allah yang menggenapi pengharapan Mesianis. Yesus telah menggenapinya untuk memulihkan umatNya.


*2. Kesejahteraan dengan alam yang menyejahterakan.*

Pemulihan umat Allah bukan hanya kembali dari pembuangan, namun Allah sendiri akan memberikan kesejahteraan bagi mereka. 

Ada bebera hal disampaikan dalam Yesaya 35:6-7 (TB) 

- "sebab mata air memancar di padang gurun"

-  sungai di padang belantara; 

-  tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan 

-  tanah gersang menjadi sumber-sumber air; 

-  tempat serigala berbaring tumbuh pandan


Semua ini menunjukkan bahwa Tanah Kanaan akan dipulihkan menjadi tanah yang makmur dan mereka akan menikmati segala kesuburan tanah. 


Hal yang paling mahal di Padang gurun adalah air. Tapi lihatlah Allah sendiri yang memberikan mata air bukan hanya itu tetapi mengalirkan sungai. Ini suatu jaminan, umat Allah yang dipulihkan bukan hanya dipelihara dengan tersedianya kebutuhan sehari-hari, namun mereka dapat mengolah alam yang gersang menjadi produktif. Semua ini diberikan Tuhan untuk kesejahteraan umatNya. 


Hal ini jugalah yang perlu kita yakini di masa-masa sulit ini? Mungkinkah ada pemulihan ekonomi paskah pandemi covid 19? Bagaimana mereka yang kehilangan pekerjaan, inkam yang menurun dll. Semua dampak covid 19 ini telah menghantar kita kepada krisis. Dengan kotbah ini kita percaya akan janji pemulihan Allah. Dia akan memulihkan kita. 


*3. Kenyamanan dan ketentraman, jauh dari kegaduhan dan saling memangsa*


Janji pemulihan Tuhan atas umatNya dilengkapi dengan rasa aman dan damai. Bisa saja kita sehat, kesejahteraan ekonomi lumayan namun kalau tidak nyaman bagaimana? Disinilah kelebihan rencana Allah atas umatNya. Tuhan memberikan ketentraman dan kenyamanan. Sehingga setiap orang merasa nyaman dan aman dalam melakukan aktifitas sehari-hari. 


Yesaya 35:8-9 (TB)  Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 

Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 


Setipa orang akan hidup menuruti jalan yang dikehendaki Tuhan. Penduduknya nyaman dan tidak ada yang saling bermusuhan. Setiap orang dapat melaksanakan aktifitasnya tanpa diganggu oleh orang lain. 


Dari ketiga janji pemulihan Tuhan ini, mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu takut menjali kehidupan ini. Allah setia pada janjiNya. Jika ada kesusahan dan penderitaan yang kita alami mati koreksi diri, itu bukan hukuman, bisa saja pelajaran dari Tuhan. Kita harus percaya dibalik kesusahan yang kita alami, Tuhan telah mempersiapkan yang terbaik bagi kita.


Sahabatku, mari jalani pandemi Covid 19 ini dengan penuh pengharapan, dibalik semua ini ada rencana Tuhan yang terbaik bagi kita. Jangan takut apalagi berputus asa, tetap setia dan berharap pada Tuhan. Amin



Salam: Pdt. Nekson M Simanjuntak

Jumat, 03 September 2021

TETAPLAH BERJUANG DAN AWMANGAT DI DALAM TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6095076627231019/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu , 4 September 2021


*TETAPLAH BERJUANG DAN SEMANGAT DALAM TUHAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


I Timoteus 4: 10 “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.


I Timoteus 4:10 For therefore we both labour and suffer reproach, because we trust in the living God, who is the Saviour of all men, specially of those that believe. 


Sahabat yang baik hati, ada ungkapan yang menyebutkan “tidak ada keberhasilan atau kesuksesan tanpa adanya perjuangan". Itulah realita kehidupan, bahwa keberhasilan tidak datang dengan sendirinya tetapi melalui suatu proses. Seperti dikatakan oleh kitab Ayub 7:1. ’’Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?’’. Artinya, setiap hari kita dihadapkan pada pergumulan demi pergumulan yang tidak ringan. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan perjuangan. Tidak ada keberhasilan atau kesuksesan yang datang secara tiba-tiba turun dari langit. Bagi mereka yang memiliki cita-cita atau impian besar, mustahil dapat meraihnya jika hanya bermalas-malasan atau berpangku tangan saja. 


Salah satu contoh adalah  Thomas Alpha Edison penemu terbesar di dunia. Ketika menemukan Bola lampu dia harus berulang-ulang sampai seribu kali melakukan eksperimen. Atas kegigihannya pada akhirnya Thomas Alpha Edison  berhasil. Dia sebagai penemu yang paling produktif dalam sejarah kehidupan manusia. Ia menyatakan, kunci keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh tingkat kecerdasan atau kejeniusan seseorang. Tapi faktor terbesar yang menunjang keberhasilan seseorang adalah kerja keras dan tidak berhenti berjuang.


Sahabat yang baik hati, Rasul Paulus menasehati Timotius, anak rohaninya yang masih muda. Sebagaimana tertulis dalam surat 1 Timotius 4:10. "Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup. Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya."Demikian juga tentunya bagi kita semua. Jangan pernah berhenti berjuang. Sebab itu adalah kehendak Allah, ada saatnya kita akan meraih keberhasilan, ada saatnya kita menang, kita akan melihat pelangi sehabis hujan, keindahan setelah proses penderitaan yang kita lalui. 


Sahabat yang baik hati. Lalu, kita harus berjuang dalam hal apa? Berjuanglah menghadapi masalah atau penderitaan yang sedang kita hadapi dalam kehidupan ini. Selama kaki kita masih berpijak di atas muka bumi ini, selama nafas masih di badan, selama matahari masih terbit kita harus berjuang. Sampai kapan pun kita tidak dapat menghindarkan diri dari masalah, kesukaran atau penderitaan hidup, persoalan bisa kapan saja datang, dalam bentuk apa saja, dan kita tidak tau berapa besar, berapa sulit peroalan itu menghapiri kita dan orang-orang yang kita cintai. Meski demikian, kita tidak perlu berkecil hati dan berputus asa. Karena kita punya Tuhan yang sangat peduli dan mengerti. Tuhan berjanji tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita sendiri.  "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Bahkan sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu." (Yesaya 46:4a). 


Sahabat yang baik hati! Banyak orang tidak dapat menerima keadaan yang tidak menyenangkan dalam hidupnya.  Mereka mulai mengomel, memberontak dan menyalahkan Tuhan atas apa yang dialami.  Hal ini berlanjut pada tindakan dan tekad keluar dari permasalahan yang ada, apa pun caranya, tidak peduli apakah jalan yang ditempuhnya nanti berujung pada kesia-siaan, seperti tertulis:  "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."  (Amsal 14:12).  Mereka mengira bahwa jalan yang ditempuhnya itu sudah benar dan pasti akan memberikan jalan keluar.  Alkitab menegaskan,  "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!"  (Yeremia 17:5).  Sekuat dan sehebat apa pun manusia, kemampuan dan kekuatannya ada batasnya.  Tapi jika kita mau menyikapi setiap permasalahan yang ada dengan tetap berharap pada kuasa Tuhan, tidak ada yang perlu diragukan lagi seperti pengakuan Daud,  "Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi."  (Mazmur 121:2).


Penderitaan dan hal-hal yang tidak mengenakkan diibaratkan orang yang sedang sakit bersalin dan menantikan bayinya segera lahir;  harus ada perjuangan dan ketekunan dalam menanti sesuatu yang kita harapkan itu, sebab jika kita tekun iman kita akan kuat dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh keadaan apa pun, sehingga pengharapan kita di dalam Tuhan tidak mengecewakan.  Seringkali ketika pergumulan terasa berat dan sepertinya tidak ada jalan keluar kita mulai membuat perhitungan dengan Tuhan.  Kita berkata,  "Aku sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun;  aku sudah terlibat dalam pelayanan dan banyak berkorban harta untuk membantu pekerjaan Tuhan, tapi mengapa Tuhan seakan tidak adil padaku?"


Setiap kita pasti selalu berharap bahwa perjalanan hidup kita baik-baik saja tanpa hambatan yang merintangi.  Demikian pun Tuhan selalu ingin kita menjadi kuat seperti rajawali, yang meskipun harus melewati badai tetap mampu terbang tinggi.


Tuhan tidak pernah membiarkan kita bergumul seorang diri, Dia sangat peduli dan sanggup memberikan pengharapan yang pasti dan tidak pernah mengecewakan! ’Tidak ada yang terlalu sukar bagi Tuhan, karena itu jalanilah hidup dengan iman dan jangan pernah berhenti berjuang!


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin.


Salam dari tim penulis: RS

Kamis, 02 September 2021

AKU AKAN MENANTINANTIKAN TUHAN DAN BERPWNGHARAPAN HANYA PADA TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6089561637782518/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Jumat, 03 September 2021


*AKU HENDAK MENANTI-NANTIKAN TUHAN DAN HENDAK MENGHARAPKAN DIA*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yesaya 8: 17 (TB) “Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia.”


Isaiah 8: 17 (KJV) And I will wait upon the LORD, that hideth his face from the house of Jacob, and I will look for him. 


Sahabat yang baik hati.

Kata Menantikan sama dengan menunggu. Menantikan atau menunggu tentulah suatu pekerjaan yang membosankan dan menjenuhkan. Misalnya ketika kita hendak mengurus SIM atau KTP, lalu kita disuruh untuk menantikan atau menunggu, maka kita akan merasa jenuh dan bosan apalagi kalau harus menunggu antrian sampai berjam-jam. Sekalipun harus mengorbankan waktu berjam-jam menantikan atau menunggu, ada sesuatu yang kita harapkan yaitu KTP dan SIM akan segera kita terima. Kita rela bersabar, menanti atau menunggu berjam-jam untuk memperoleh apa yang kita harapkan segera kita terima yaitu KTP dan SIM ada ditangan kita. Lalu, bagaimana cara mengatasi kebosanan atau kejenuhan dalam menantikan atau menunggu? Dalam hal ini tentulah kita harus mengatasi kebosanan atau kejenuhan itu dengan bermain HP atau Gadget, baca buku atau koran, berkenalan atau bertegur sapa dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, dan mungkin bisa ke kantin untuk sekedar minum kopi, dan lain sebagainya. Artinya, dalam menantikan atau menunggu, kita harus kreatif mengatasi kejenuhan atau kebosanan itu. Lakukanlah tindakan atau perbuatan atau pekerjaan yang bisa mengatasi rasa jenuh dan bosan dengan sesuatu yang membangkitkan semangat. Dan sekaligus tetap mawas diri agar tidak kehilangan momentum ketika yang dinantikan telah tiba. Artinya jangan terlelap dengan kegiatan itu. 


Sahabat yang baik hati.

Renungan hari ini merupakan bagian dari pergumulan iman nabi Yesaya yang mengharapkan pertolongan dan tindakan Tuhan atas ketidak adilan dan kelaliman yang sedang terjadi pada zamannya. Yesaya gelisah karena kejahatan, kecurangan, manipulasi, tirani atau kesewenang-wenangan yang merajalela, yang berdampak pada kekeringan rohani pada umat Tuhan.  


Yesaya tahu bahwa Tuhan akan segera datang untuk menolong umat dan dirinya. Ia berharap kepada Tuhan yang adil dan benar yang akan menyelamatkan mereka. Yesaya menanti-nantikan serta mengharapkan Tuhan, walaupun pada saat itu perasaan tertindas, susah, tertekan menyelimuti kehidupan umat, seolah-olah Tuhan sedang menyembunyikan wajah-Nya atau meninggalkan mereka. Tetapi Yesaya tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah ceroboh meninggalkan mereka yang dikasihi-Nya. 


Sahabatku, mungkin kita pernah mengalami masa-masa sulit, tertekan dan tertindas atau mengalami keterpurukan. Tapi ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Marilah kita tetap berkeyakinan bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan kita. Sebagaimana Yesaya yang menantikan-nantikan Tuhan dan berharap pada-Nya, demikianlah juga penantian dan pengharapan kita akan pertolongan Tuhan. Pertolongan Tuhan tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat tetapi tepat pada waktunya. Oleh karena itu, dalam masa-masa penantian kita kepada-Nya marilah kita mengisi waktu penantian itu dengan kreatif, yaitu melakukan hal-hal yang berkenan di hadapan Tuhan. Menantikan pertolongan Tuhan tidak melulu berpangku tangan atau bersikap pasif, tetapi harus dengan aktif dan sekreatif mungkin untuk melakukan banyak hal bagi diri kita dan juga untuk orang lain. Sahabatku, marilah kita menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan Dia di sepanjang perjalanan hidup kita. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim Penulis Renungan:JZ

Rabu, 01 September 2021

ALLAH BERKSRYA LEBIH DARI APA YANG KITA PIKIRKAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6084122878326394/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 02 September 2021


*ALLAH BERKARYA LEBIH DARI APA YANG KITA PIKIRKAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Efesus 3:20-21 (TB)  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.


Ephesians 3:20-21 (KJV)  Now unto him that is able to do exceeding abundantly above all that we ask or think, according to the power that works in us,  Unto him be glory in the church by Christ Jesus throughout all ages, world without end. Amen.


Martin Luther berkata: "Menjadi seorang Kristen tanpa doa, tidak lebih dari hidup tanpa bernapas." Dengan kata lain, Doa adalah nafas hidup orang Kristen. Lalu, apakah makna doa bagimu? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang doa. Bagi seseorang doa merupakan ucapan syukur, media memohon berbagai permintaan kepada Tuhan, cara berkomunikasi dengan Tuhan dan lain sebagainya. Tetapi yang paling utama adalah doa merupakan sumber kekuatan bagi orang percaya. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan, meyakini bahwa melalui doa-doa yang disampaikannya kepada Tuhan, ia akan memperoleh kekuatan dalam menjalani berbagai situasi hidupnya, baik dalam sukacita maupun dukacita. Dalam berbagai situasi yang dihadapi oleh Rasul Paulus di tengah-tengah pelayanannya, ia menyaksikan bahwa Kristus adalah satu-satunya sumber kekuatan baginya. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 Kor.12:10). Melalui doa-doanya, Paulus memperoleh kekuatan di dalam Tuhan. 

 

Dalam nas ini, Paulus berdoa. Ia tidak mendoakan dirinya sendiri, melainkan mendoakan jemaat Efesus. Doa ini merupakan doa syafaat Paulus untuk jemaat di Efesus. Paulus berdoa agar Allah menguatkan jemaat Efesus melalui Roh KudusNya, agar jemaat Efesus memperoleh pemahaman dan pengenalan terhadap kasih Kristus dan agar jemaat Efesus dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (ay.16-21). Melalui pengalaman Paulus, kita menyaksikan bahwa tujuan doa adalah memohon kekuatan dari Allah untuk menjalani kehidupan di dunia ini seturut dengan kehendakNya. Sebab hidup tidak untuk dipikirkan, tetapi untuk dijalani. Hanya Tuhan Allah saja sumber kekuatan kita dalam menjalani kehidupan ini. Meskipun sedang di dalam penjara, Paulus tetap mengingat Tuhan dan berseru kepadaNya. Kesulitan yang dialaminya dalam misi pemberitaan Injil, tidak membuat semangatnya surut, justru ia pantang menyerah. Paulus memotivasi jemaat Efesus dan bersaksi bahwa Tuhan Allah senantiasa bekerja dan berkarya dalam kehidupan orang percaya, bahkan Dia melakukan jauh lebih banyak dari pada apa yang kita doakan atau pikirkan. 


Apa yang sering kita pikirkan? Apa yang sering kita doakan? Tentu kita akan mendoakan hal-hal yang sering kita pikirkan, yang berarti hal-hal yang sering muncul dalam pikiran kita tentang diri kita sendiri maupun orang lain. Jika seseorang sedang sakit, maka ia mendoakan kesembuhannya. Jika seseorang sedang berdukacita, maka ia mendoakan agar sukacita menghampirinya. Jika seseorang sedang gagal, maka ia mendoakan agar kelak ia memperoleh kesuksesan. Jika seseorang sedang dalam beban hidup yang sangat berat, maka ia mendoakan agar Allah meringankan bebannya dan lain sebagainya.


Rasul Paulus melalui nas renungan hari ini, menyaksikan bahwa Allah akan bertindak melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan. Allah jauh terlebih dahulu bertindak dari pada kita sendiri. Sebelum kita berdoa dan berpikir, Allah sudah mengetahui apa yang menjadi prioritas dalam kehidupan manusia ciptaanNya dan segera bertindak. Allah mengetahui dan memberikan kebutuhan manusia itu sendiri lebih dari apa yang kita pikirkan. Allah senantiasa menyediakan apa yang kita perlukan. Kebutuhan dan keinginan manusia itu berbeda. Tidak semua keinginan seseorang itu merupakan prioritas sesuai dengan kebutuhan dalam hidupnya. Sebagai orang percaya, kita yakin bahwa Allah telah menyediakan kebutuhan hidup kita selama di dunia ini. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Kor.2:9). 


Allah senantiasa berkuasa, bekerja dan berkarya dalam kehidupan orang yang percaya kepadaNya. Firman Tuhan hari ini berkata bahwa Dialah Allah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan. 


Mari sejenak kita menyaksikan bukti dari firman ini. Raja Salomo pernah berdoa berdoa memohon hikmat dari Allah dan Allah memberikan lebih dari apa yang ia doakan dan ia minta. Allah tidak hanya memberikan hikmat kepada raja Salomo, tetapi juga kuasa, tahta dan harta (1 Raja-raja 3:5-14). Raja Hizkia pernah sakit parah dan hampir mati, lalu ia berdoa kepada Allah agar disembuhkan. Allah tidak hanya menyembuhkan raja Hizkia, tetapi juga memperpanjang hidupnya lima belas tahun lagi (2 Raja-raja 20:1-7). Hana, istri Elkana yang awalnya mandul, ia berdoa dan memohon kepada Allah agar memberikannya seorang anak laki-laki. Allah mendengar doanya bahkan memberkati anak itu bertumbuh menjadi pelayan Tuhan di Bait Suci dan masih banyak lagi bukti nyata yang disaksikan dalam Alkitab bahwa Allah melakukan jauh melebihi apa yang kita pikirkan. Jadi, jangan pernah khawatir tentang apapun juga di dalam hidupmu, karena Tuhan Allah menyediakan apa yang kita butuhkan dan Dia berkarya melebihi dari apa yang kita pikirkan. Sebab rancangan Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu (Yesaya 55:8-9). Amin.


Salam dari tim penulis: RN

Selasa, 31 Agustus 2021

HANYA SATU FONDASI IMAN YAITU YESUS KRISTUS

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6078478725557476/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 01 September 2021


*HANYA SATU DASAR IMAN YAITU YESUS KRISTUS!*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


1 Korintus 3:11 (TB) Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.   


1 Corinthians 3:11 (NKJV) For no other foundation can anyone lay than that which is laid, which is Jesus Christ.


Dasar atau fondasi gereja (semua orang percaya) adalah Yesus Kristus. Tidak ada sesuatu atau orang lain yang bisa menjadi dasar itu, tulis Paulus. Sebuah bangunan tanpa dasar atau yang dibangun secara sembarangan tidak akan bertahan lama. Material terbaik yang dipergunakan dalam membangun rumah akan segera rusak dan runtuh jika material itu hanya bertumpu di atas tanah. Dan sebuah bangunan hanya akan sekokoh dasar atau fondasinya. Fondasi kehidupan kita adalah Yesus Kristus; Dia adalah dasar kita, alasan keberadaan kita hingga saat ini. Segala keberadaan kita dan segala yang kita lakukan harus cocok dengan pola yang diberikan olehNya. Apakah kita saat ini sedang membangun kehidupan kita di atas satu-satunya dasar yang nyata dan kekal tersebut? ataukah kita sedang membangun di atas dasar yang salah, seperti kekayaan, kesuksesan, atau ketenaran? Mari kita perhatikan dengan seksama bagaimana kita membangun kehidupan ini. 


Jika Paulus berbicara tentang membangun kehidupan iman dengan menetapkan dasar yaitu hanya Yesus Kristus, bukan bermaksud hanya mementingkan pertumbuhan iman kita sendiri. Tetapi bagaimana kita sebagai sesama orang percaya saling membangun dan mengarahkan sesama kita bukan kepada seseorang atau diri kita sendiri tetapi mengarahkan hidup sesama kita juga bertumbuh dalam dasar atau fondasi yang sama yaitu Yesus Kristus. Dengan dasar iman yang sama yaitu Yesus Kristus maka akan mudah terjadi kesatuan di dalamnya. Kesatuan adalah sangat penting terlebih dalam kehidupan bergereja atau kehidupan orang percaya. Walaupun untuk menjaga kesatuan tersebut membutuhkan usaha yang lebih. 


Pada saat itu terjadi perselisihan di tengah-tengah jemaat Korintus karena ada beberapa mengklaim dirinya sebagai satu aliran yang paling benar dan tidak mengakui aliran yang lainnya sehingga muncul beberapa aliran yang menganggap aliran masing-masing sebagai aliran yang paling benar. Sehubungan dengan perselisihan yang ada di jemaat Korintus maka rasul Paulus merasa sangat penting untuk menasihati mereka melalui gambaran yang disampaikannya melalui firman Tuhan ini. Pertama dia menggambarkan dirinya sebagai ahli bangunan yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Yesus Kristus yaitu meletakkan dasar yang kokoh yaitu Yesus Kristus itu sendiri, dan mendirikannya serta bertanggungjawab atas apa yang dikerjakannya. Yesus Kristus lah yang menjadi dasar dari bangunan itu, dan hanya Dialah satu-satunya, tidak ada yang lain. Kita tidak akan mendapat pembaharuan iman jika dasar iman kita itu bukan Yesus Kristus. Kemudian dilanjutkan dengan menggambarkan pengajaran dengan emas, perak dan batu permata sebagai pengajaran yang sungguh-sungguh berasal dari Allah. Sebaliknya pengajaran yang kurang baik, yang tidak berasal dari Yesus Kristus digambarkan seperti kayu, rumput kering atau jerami. Yang merupakan pengajaran yang tidak kokoh dan tidak berdasarkan kepada Firman Tuhan yang gampang terbakar dan tidak tinggal tetap. Jika dalam ujiannya nantinya pekerjaannya tetap maka mereka akan mendapatkan upahnya. Sebaliknya jika hasil dari ujiannya bagaikan yang gampang terbakar tersebut ia akan menderita kerugian, dia diselamatkan tetapi sudah bagaikan baru dilepaskan dari dalam api. 


Persekutuan orang Kristen itu di gambarkan oleh Paulus seperti satu bangunan. Seorang ahli bangunan, jika ingin membangun satu bangunan rumah pastilah mempertimbangkan dasar atau fondasi dari bangunan tersebut. dan dalam proses pengerjaannya yang pertama dikerjakan tentulah dasar dari bangunan tersebut. setelah dasarnya kokoh dan kuat maka ahli bangunan itu akan melanjutkan pekerjaannya mendirikan bangunan itu hingga keatas sesuai dengan rancangannya. Paulus melanjutkan gambarannya tentang jemaat setelah dia menggambarkan sebelumnya bahwa jemaat dan pelayan itu bagaikan ladang. Jika Firman Tuhan kita ini menggambarkan satu jemaat itu bagaikan bangunan bukanlah hanya jemaat itu, tetapi ikut juga para pelayannya di dalamnya. Karena jemaat itu adalah Bait Allah dan Roh Allah tinggal di dalamnya, karena itu tidak boleh siapapun dapat membinasakan bait Allah. Sebagai bait Allah yang benar, seharusnya mereka menjauhi roh duniawi yaitu perselisihan dan juga kesombongan/tinggi hati yang tidak dikehendaki oleh Allah. 

Tetaplah hidup dalam kesatuan sebagai persekutuan umat Allah. Jika ada perbedaan dalam berbagai hal, maka jangan kita izinkan memunculkan perselisihan dan perpecahan  tengah persekutuan kita. Mari kita mengusahakan dan menjaga kesatuan kita di tengah persekutuan kita. jika ada masalah, perbedaan atau hal lain tetaplah kesatuan kita yang kita prioritaskan yaitu kesatuan persekutuan yang berdasarkan Yesus Kristus. Sebab itulah yang dikehendakiNya bagi kita.


Sahabat yang baik hati, Tuhan Mahakasih menolong kita semua bertumbuh dalam iman dengan dasar yang benar yaitu Yesus Kristus. Mari arahkan hidup kita hanya kepada Yesus, dan jadilah alat Tuhan dalam menolong orang lain untuk mengarahkan dan mendasarkan imannya hanya kepada Yesus Kristus. Amin.


Salam dari tim penulis: MP

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...