Sabtu, 08 November 2025

MEMELIHARA DIRI DI DALAM KASIH ALLAH

 Kotbah Minggu XXI Stlh Trinitatis

Minggu, 9 Nopember 2025

Ev. Yudas 1:17-23 


MEMELIHARA DIRI DALAM KASIH ALLAH 


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, tiga hal yang menetap didalam diri orang percaya adalah: iman, pengharapan dan kasih (1 Kor 13;13). Ketiga hal ini merupakan nasihat dari rasul Paulus agar setiap orang percaya tidak meninggalkan ketiga hal di atas. Dengan iman kita memiliki dasar kehidupan, yaitu percaya kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselaman. Berpengharapan mengajak kita bahwa kita memiliki masa depan dan hidup di dalam kasih adalah prinsip hidup orang percaya. Kasih adalah gaya hidup orang percaya menjalani kehidupan ini sampai marantha.  


Jika kita baca surat-surat dalam Perjanjian Baru, kita menemukan nasihat para rasul pada bagian akhir surat. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan surat serta urgensinya surat menurut pengamatan dan analisis rasul terhadap apa yang terjadi di tengah-tengah jemaat. Maka di bagian akhir surat-surat Perjanjian Baru  akhirnya rasul memberikan nasihat untuk dipedomani dan dipelihara oleh jemaat.


Khusus surat Yudas ini sangat singkat merupakan surat terpendek dari beberapa surat di dalam Perjanjian Baru karena hanya satu pasal. Namun sekalipun satu pasal isinya benar-benar menyapa secara konferehensip tentang eksistensi iman kekristenan. Surat ini melihat adanya tantangan zaman yang mengancam dan menggoncangkan iman jemaat, kemudian menasihati agar tetap berdiri kokoh di dalam iman sebagaimana diajarkan oleh rasul serta menunjukkan kasih kepada sesama dan semua orang sebagai bukti hidup orang yang telah dikasihi oleh Tuhan.


Sebelum menjelaskan beberapa pokok penting dalam kotbah Minggu ini, ada baiknya sa jelaskan mengenai surat Yudas. 

Mendengar kata Yudas mungkin kita terpikir tentang murid yang menghianati Tuhan Yesus, namanya Yudas Iskariot. Yudas Iskariot mati bunuh diri karena menyesali telah menjual dan menghianati Tuhan Yesus. Yudas dalam Perjanjian Baru ada beberapa kali disebutkan, yaitu: Yudas disini adalah seorang murid Tuhan Yesus bukan Judas Iskariot merujuk kepada catatan-catatan Injil Yudas disini ada dua yakni: Yudas anak Yakobus yakni salah satu murid Tuhan Yesus (Baca Lukas 6:16 atau Yohanes 14:22). Yudas murid Tuhan Yesus ini juga disebut dengan Tadeus (baca Mat 10:3 dan Markus 3:18). Satu lagi Yudas adalah juga saudara Yesus dari ibunya Maria (Mat 13:55 dan Markus 6:3). 

Menurut keterangan Yudas 1:1 Penulis Surat Yudas adalah saudara Yakobus yang adalah murid Kristus.  


Salah satu keprihatinan rasul Yudas adalah keprihatinan yang mendalam atas hadirnya guru-guru palsu dan penyesat yang mengacaukan iman jemaat mula-mula. Guru-guru palsu ini datang dari dalam kekristenan sendiri yang mengajarkan rupa-rupa ajaran menyesatkan yang sama sekali berbeda dengan ajaran rasul-rasul. Mereka adalah orang-orang yang menyalah gunakan kasih karunia Allah, mengatasnamakan pelayanan Allah namun pelayanannya bukan untuk tujuan pelayanan Allah tetapi hanya melampiaskan hawa nafsu mereka (1:4). Rasul Yudas sangat mengecam guru-guru palsu dan meyakinkan jemaat mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan dan hukuman terhadap mereka akan sama seperti hukuman Tuhan terhadap Sodom dan Gomora (1:7). 


Atas keganasan guru-guru palsu yang menyesatkan ini secara massif rasul Yudas menyampaikan nasihat kepada jemaat mula-mula dengan menekankan: 


1. Mengantisipasi tantangan zaman - kehadiran guru-guru palsu yang menyesatkan. 


Yudas sangat keras terhadap pengajar-pengajar palsu ini, selain menyelewengkan kasih karunia bagi Yudas mereka adalah seperti binatang (ayat 10), mereka menyusup ke persekutuan jemaat, melayani dengan gaya Bileam yang memburu upah. Bileam adalah bernubuat karena uang, demikian guru-guru palsu ini mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri. Apapun rencana mereka yang menyesatkan dan mengacaukan jemaat bagi Yudas mereka akan mendapatkan hukuman yang berat seperti Sodom dan Gomora. Sekalipun mereka lihai dan cerdik namun Yudas menegaskan mereka itu seperti awan kekring yang tidak berair. Awan biasanya datang dan menghadirkan embun dan menjadi hujan yang membasahi bumi, namun guru palsu adalah awan yang kering dan tertiup angin. Selanjutnya Yudas menjelaskan guru-guru palsu sama seperti pohon di musim gugur yang tidak menghasilkan buah. Mereka adalah pohon yang akarnya telah mati tinggal menunggu waktu kematian dan membusuk (ay 11-12). Guru palsu akan tiba waktunya dihukum oleh Tuhan.


Nasehat inilah yang disarankan oleh Yudas agar jemaat mula-mula berhati-hadi dan mewaspadai mereka. Apalagi mereka pintar menjilat, pandai menggunakan kata-kata untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri (16). Yudas menegaskan agar jangan mudah goyah tetapi tetap memelihara ajaran para rasul yang telah mengorbankan hidupnya untuk membangun iman jemaat. Jika kita baca ayat 11-16 Yudas secara rinci menjelaskan akhir hidup orang-orang yang menyesatkan. Mereka akan berakhir dengan hukuman terhadap orang fasik.


Dalam kehidupan gereja di masa kini, kita harus memiliki hikmat dan dapat memfilter mana ajaran yang benar yang didasarkan oleh kebenaran Firman Tuhan, agar kita tidak terjebak didalam rupa-rupa ajaran palsu yang menyesatkan. Mengatasnamakan pelayanan Tuhan namun melayani diriya sendiri, mengatasnamakan Tuhan namun dirinya dikuasai roha jahat dan hawa nafsu. Benar apa yang dikatakan oleh Paulus: "ujilah segala sesuatu dan peganglah apa yang baik. (1 Tes 5:21). Sebelum teruji baiklah kita tetap hati-hati agar tidak tertipu oleh tipu muslihat.  


2. Membangun diri diatas dasar iman


Yudas 1:17 (TB)  Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.


Setelah menjelaskan tentang bahaya dan sifat-sifat guru-guru palsu, Rasul Yudas memberikan nasihat agar jemaat bertumbuh di dalam iman. Setiap orang percaya harus berdiri di atas dasar iman yang kokoh. 


Bagaimana berdiri diatas dasar iman yang kokoh, Yudas menyarankan agar hidup menurut ajaran rasul yang telah mereka terima. Iman mereka harus bertumbuh diatas pengajaran para rasul. Menegaskan pembangunan iman ini baiklah kita kutip juga nasihat dari Paulus.


2.1. Berdiri kokoh diatas dasar: iman kepada Yesus Kristus

1 Korintus 3:11 (TB)  Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.


2.2. Berakar dan bertumbuh

Kolose 2:7 (TB)  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.


2.3. Berdiri kokoh jangan mau diombangambingkan

Galatia 5:1 (TB)  Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.


Ketiga ayat diatas dapat kita kembangkan bagaimana keinginan Yudas untuk pertumbuhan iman jemaat. Yudas menghendaki agar pengajaran rasul tetap dipelihara dan berakar, bertumbuh serta berbuah ditengah-tengah jemaat. Setia dan konsisten, tidak berubah-ubah. 


3. Memelihara diri di dalam kasih Allah dengan menunjukkan kasih


Bagi Rasul Yudas, beriman tidak hanya terpelihara di dalam batin, tetapi tampak dalam praksis khidup orang percaya. Iman itu dibuktikan dengan buahnya. Orang yang beriman hidup di dalam kasih karunia Allah, namun sekaligus menghasilkan kasih karunia kepada sesama. 

Itulah sebabnya rasul Yudas menasihatkan kasih Allah yang telah kita terima disalurkan melalaui tindakan kesih kepada sesama. 


Dua kali Rasul Yudas menekankan agar orang percaya menunjukkan kasih kepada sesama. Yudas 1:22-23 (TB)  Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 

selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. 


Penekanan ini sangat penting, menunjukkan kasih kepada orang-orang yang telah tertawan oleh guru-guru palsu. Mereka itu harus ditarik segera sama seperti merampas mereka dari api. Jika mereka tetap di dalam pengaruh guru palsu mereka akan  musnah terbakar. Bukti solidaris dan kasih sayang orang percaya tidak boleh membiarkan orang tersesat dan mati di jalan yang sesat, mereka harus diselamatkan ibarat merampas mereka dari api


Saya pernah melihat seorang ibu merampas korek api dari anak-anak, dia sudah mulai membuka korek api dan mencoba menyalakannya tiba-tiba siibu merampas korek tersebut dari anak. Anaknya menangis dan meronta, dimata anak mungkin itu tindakan yang tidak mengenakkan, namun dimata semua orang tindakan ibu adalah bukti kasih sayang agar anak tidak terbakar. 


Kadan dalam hidup ini seperti itu, sering merasa risih dengan kometar dan nasihat yang mungkin tidak nyaman dan tidak enak, namun jika dianalisa dengan pikiran sehat justru harusnya bersyukur karena tindakan seperti itu telah menyelamatkan dirinya dari kesalahan yang fatal. 


Sahabat yang baik hati, nasihat Yudas ini membakar semangat kita untuk menunjukkan kasih kepada semua orang, baik berupa dukungan atau sokongan ataupun kritikan yang pedas demi merampas kita dari api yang menghanguskan. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses D.18 Jabartengdiy


Sabtu, 01 November 2025

TUHAN MENDENGAR SERUAN HAMBANYA

 Kotbah Minggu XX Stlh Trinitatis

Minggu, 2 Nopember 2025

Ev. Nehemia 1:1-11



TUHAN MENDENGAR SERUAN HAMBANYA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, pernahkah hati anda tersayat melihat suatu kenyataan yang memperihatinkan? Dulu, saya senang menonton program channel TV tentang bedah rumah, kru membedah rumah orang yang keadaannya memprihatinkan dan dirubah menjadi layak huni. Program seperti itu mendapat dukungan yang positip dari masyarakat karena bentuk kongkrit peduli terhadap suatu realitas yang memprihatinkan.  


Kembali kepada pertanyaan bagaimana sikap kita terhadap suatu keadaan yang memperihatinkan? Setidaknya ada tiga sikap orang terhadap kondisi yang memperihatinkan:

Pertama, exit permit artinya setelah tahu keadaan berat dan sulit diperbaiki maka dia akan tidak mau tahu atas keadaan, menghindar dan tidak mau terlibat untuk memperbaikinya. 

Kedua, sikap prihatin namun tidak berbuat apa-apa untuk memperbaiki keadaan. Banyak komentar, banyak menganalisa dan ide-ide namun tidak ada action plan yang dilakukan

Ketiga, praxis, prihatin dan berbuat sesuatu untuk merubah keadaan.


Tentu masih banyak yang dapat kita identifikasi tentang sikap seseorsng terhadap situasi yang memperihatinkan namun umumnya bermuara pada ketiga arus diatas. 


Kotbah minggu ini memberikan contoh pemimpin pembangunan yaitu Nehemia. Dia memiliki jabatan di kerajaan Persia namun sangat peduli terhadap bangsaNya. Dia mengamati dan memonitoring perintah Raja yang memulangkan umat Allah dari pembuangan. Proses kembalinya dari pembuangan diawalnya tidak seperti yang dibarapkan karena mereka yang kembali merasakan penderitaan. Kotbah ini menginspirasi kita tentang tokoh Nehemia. 


1. Nehemia tokoh pembaharuan dan pembangunan.


Nehemia adalah salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan Keprihatinan disertai dengan tindakan kongkrit menjawab keadaan yang memprihatinkan. Dia seorang pejabat di pemerintahan persia dan mempergunakan jabatannya untuk memberikan penjrlasan kepada raja bahwa umat Allah yang telah pulah dan yang masih berada dalam.pembuangan sangat memprihatinkan. Dia berdoa dan berkabung setelah tahu keadaan umat yang kembali ke Yerusalem. Kemudian Nehemia melakukan banyak apalagi setekah dutetapkan menjadi gubernur dia melakukan banyak hal membangun tembok Terusalem, membangun Bait Allah dan kesejahteraan umat Allag setelah pembuabgan. 


Kitab Nehemia adalah salah satu bentuk keprihatinan yang mendalam atas keadaan yang dialami oleh umat Allah. Nehemia hadir menangis melihat realitas dan berdoa memohon kepada Tuhan untuk berkenan memperbaiki umatNya. 


Nehemia adalah seorang juru minum raja Persia yang hidup makmur di Susan. Namun, ia tidak melupakan bangsanya yang berada di Yerusalem. Ketika ia mendengar kabar dari saudaranya, Hanani, bahwa orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan berada dalam keadaan sengsara, tembok Yerusalem runtuh, dan gerbangnya terbakar, Nehemia sangat terpukul. Nehemia 1:3 (TB) Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." 

Nehemia sujud berdoa atas keadaan yang memprihatinkan ini. 


Kotbah minggu ini mengajak kita belajar dari apa yang dilakukan olrh Nehemia. Apa yang dilakukan Nehemua adalah contoh kongkrit bagi seirang pemimpin yang menyuarakan keprihatinan dan melakukan upaya kongkrit memperbaiki keadaan.


2. Kepedulian Nehemia dan tindakan nyata terhadap keadaan bangsanya.


Nehemia memiliki kepekaan yang mendalam terhadap penderitaan bangsanya, meskipun ia hidup nyaman di Istana namun hatinya melekat dengan keadaan bangsanya. Saat Raja Persia mengumumkan kembalinya Israel dari pembuangan dia terus memonitoring dan memintai keterangan dari sahabat dan informan yang dipercaya. Berdasarkan itulah Nehemia mengehtahui gelombang pertama yang kembali ke Yerusalem sangat memprihatinkan, tembok Yerusalem runtuh, Bait Suci jadi puing dan mereka yang kembali mengalami kesulitan yang besar. Dia prihatin yang mendalam, dia berdoa, berpuasa atas keadaan umat Allah. Keprihatinan yang mendalam inilah membuat Nehemi tergerak untuk memberanikan diri menghadap raja untuk membangun kembali Yerusalem. Ini menjadi teladan bagi orang percaya untuk tidak egois dan memiliki beban bagi orang lain.


Mari.kita lihat bagaimana Nehemia meminta kepada Raja agar dia diberi tugas untuk membangun Yerusalem.


Nehemia 2:2-5 (TB) bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.

Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" 

Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, 

kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."


Keteladanan Nehemia ini menggugah kita bahwa panggilan untuk membangun Yerusalem tertanam dihati. Kenyamanan dan kemapanan tidak boleh membuat kita melupakan tanggung jawab terhadap sesama dan pekerjaan Tuhan.


Nehemia adalah contoh berdoa untuk pekerjaannya dan mengerjakan doanya. Dia digerakkan dengan roh yang menyala untuk membangun kembali Yerusalem. Doa dia berikan Tuhan raja oun mengijikna Nehemia menjadi gubernur dan menata Yerusalem bersama imam Ezra. Doa Nehemia menjadi contoh doa yang didengar Tuhan karena didasarkan pada hati yang hancur, pengakuan dosa, dan keyakinan akan janji Tuhan.


3. Pengakuan dosa awal perubahan:


Di atas sudah saya singgung spiritualitas Nehemia. Dia berdoa untuk keadaan yang memprihatinkan umat Allah yang kembali ke Yerusalem dan Nehemia mengerjakan doanya dengan turun langsung melakukan perencanaan, mengorganisir pelaksanaan sampai pembangunan tuntas.


Dalam doa ini ada hal menarik dari Nehemia, dia menyadari sepenuhnya bahwa keadaan ini adalah buah dari pelanggaran dan dosa umat Allah. Nehemia tidak membela umatnya atas semua kesengsaraan ini, namun memohon pengamounan dosa agar Tuhan berkenan mengampuni dan memberi kesempatan untuk berubah.

Nehemia 1:7 (TB) Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.


Apa yang dilakukan oleh Nehemia ini adalah transformasi dari diri sendiri. Ada orang dalam menghadapi kenyataan sulit selalu membenarkan diri dan menyalahkan pada pihak lain. Menyalahkan pihak lain tidak akan mengubah apa apa, mengubah keadaan diri sendiri harus dimulai dengan melihat letak kesalahan diri. Orang yang menyadari kesalahan dan berkenan merubahnya akan meraih masa depan. Karena dengan melihat kesalahan dan mengakui dihadapan Tuhan akan mengubah diri san menatap visi. 


4. Iman dan keyakinan Nehemia: Ya Tuhan berilah telinga kepada hambaMu ini!


Setelah mengaku dosa ada hal menarik dari Nehemia, yaitu keyakinan Nehemia atas janji Allah. Bukankah Allah sudah berjanji dengan umatNya. Mereka adalah milik Allah dan Tuhan akan setia di dalam janjinya.


Dengan keyakinan ini, Nehemia menyampaikan doa didalam keyakinan bahwa Tuhan akan mendengarkan doaya.

Nehemia 1:10-11 (TB) Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?

Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. 


Keyakinan seseorang melakukan pekerjaan akan berpengatuh kepada etos kerja. Semakin yakin seseorang dapat melakukan pekerjaannya maka possibiltas tuntasnya pekerjaan itu semakin tinggi. Sebaliknya jika seseorang ragu dan tidak yakin untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan maka possibiltas tuntasnya pekerjaan tersebut akan rendah. 


Nehemia sujud dihadapan Tuhan menyampaikan harapannya. Nehemia yakin bahwa Tuhan akan membebaskan umat Allah atas segala kesalahan dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tuhan mendengar doa Nehemia dan Nehemia mengerjakan doanya. Nehemia seorang gubernur ahli dalam pemerintahan bersama imam Ezra bersama-sama membangun tembok Yerusalem dan Bait Allah. 


Nehemia adalah firgur leader yang prihatin atas keadaan, dia berdoa dan mengerjakan doanya karena percaya Tuhan mendengar seruanNya. Amin


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak



Sabtu, 25 Oktober 2025

MEMPERLENGKAPI ORANG PERCAYA MELAKUKAN PERBUATAN BAIK

 Kotbah Mingu XIX Stlh Trinitatis

Minggu, 26 Oktober 2025

Ev. 2 Timotius 3:10-17



MEMPERLENGKAPI ORANG PERCAYA.


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, saya yakin kita semua mengenal ungkapan ini: "ingkarso sung tulodo". Ungkapan ini berasal dari Sansekerta jika diterjemahkan berarti pemimpin menjadi contoh di depan. Dengan contoh pemimpin di depan tersebut maka orang yang dibelakangnya akan mengikutinya.


Saya kurang tahu apakah prinsip ingkarso sung tulodo ini akan tetap berlaku, jika misalnya contoh pemimpinnya tidak bagus? Sikap arogan dan ugal-ugalan? Kata jaman now: no way. Tidaklah. Sedangkan contoh yang baik saja kadang tidak selalu diikuti oleh follower karena berbagai alasan. Bagaimana pula kalau pemimpin tidak memberikan contoh yang baik? Maka kacau balaulah yang akan terjadi. Dalam ketiadaan contoh Pengkotbah mengingatkan: Amsal 29:18 (TB) Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. 

Jika pemimoin tidak tekahah, aturan dan hukjm tak jalan maka akanbterjadi anarkhisme, liar dan tidak terkontrol. 


Sahabat yang baik hati, dalam kotbah minggu ini kita diajak memperlengkapi orang percaya. Suatu nasihat rasul Paulus kepada Timotius. Firman Tuhan adalah kebenaran, yang bermanfaat bagi orang percaya: menegor kesalahan, menasihagi, memperbaiki kesalahan dan memperlengkapi orang percaya. 


Prinsip inilah juga yang mendorong saya menuliskan renungan harian: Firman Tuhan adalah sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi dengan tujuan agar Firman memperlekapi orang percaya agar memiliki displin rohani dan diperlengkapi melakukan perbuatan baik. Dalam memperlengkapi orang percaya. Paulus mengajak anak rohaninya Timotius untuk tetap melanjutkan visi Tuhan Yesus yang telah diteruskan kepada para rasul. Maka tugas rasuli ini harus terus diemban dalam keadaan apapun, baik atau tidak baik waktunya pelayan harus memberitakan Injil Kerajaan Allah. Orang-orang yang telah menerima Kristus harus diperlengkapi dengan Firman Tuhan. 


Apa yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada Timotius dalam kotbah Minggu ini menjadi tugas gereja dalam pelayanannya di masa kini. Gereja harus memperlengkapi jemaat dengan memberi keteladanan, berpegang teguh kepada kebenaran. Setiap orang percaya mengajarkan Firman Tuhan dan segala manfaatnya bagi kehidupan ini.


Berikut ini baiklah kita ambil beberapa pokok penting dalam kehidupan kita:


1. Memberi keteladanan bagi semua orang


2 Timotius 3:10 (TB) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 


Hal pertama yang kita temukan dalam kotbah ini adalah Paulus telah memberikan keteladanan. Paulus asalah guru dan bapak bagi Timotius. Paulus telah memberikan contoh yang baik dalam kehidupannya, tentang pengajaran, cara hidup (gaya hidup), pendirian (prinsip), iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dalam menjalani perlnderitaan.


Hidup yang telah ditunjukkan oleh Paulus adalah pengajaran bagi Timotius. Cara hidup yang ditampilkan oleh Paulus telah menjadi contoh dan panduan dalam hidup Timotius. Dengan demikian, Timotius memiliki figur yang dapat ditekadani di dalam pengajaran dan prinsip hidup. 


Apa yang disampaikan ini menjadi koreksi dalam kehidupan kita para pelayan yang tergolong pengajar (edukator dan pengkotbah), terkadang kita mengajarkan sesuatu pada orang lain namun kita sendiri tidak menghidupi ajaran yang kita ajarkan. Jadi hanya seperti selokan yang hanya mengalirkan saja. Bahkan ada juga dengan bangga mengatakan jangan lihat saya namun dengarkan apa yang saya katakan. Bagaimana kita bisa mendengarkan nasihatnya dia sendiri tidak menghidupi nasihatnya. 


Dalam tradisi Rabbi Yahudi, seseorang pengajar yang sudah dinobatkan menjadi rabbi adalah yang mengahayati kebenaran dan penghayatan kebenaran menyatu dalam hidupnya dan apa yang dihidupinya itulah yang diajarkan. Jadi dia bukan hanya penyalur ajaran tetapi benar-benar teladan dan menghidupi apa yang diajarkannya.


Dalam kaitan memperlengkapi orang percaya bagaimana kita memperlengkapi orang percaya namun kita sendiri sebagai "guru" atau pelayan atau hamba Tuhan tetapi tidak memberikan contoh hidup yang baik? Kotbah ini mengingatkan kita, pengajaran kita harus didahului dengan keteladanan diri, sebelum mengajarkan kepada orang lain maka dimulai dengan diri sendiri. Mengajarkan prinsil hidup harus dengan contoh, bagaimana mungkin seorang mengajarkan karakter namun tidak berkarakter, mengajarkan moral namun perilaku lnya tidak bermoral, mengajarkan kenenaran namun hiduo tidak benar, menuntut keadilan namun dia sendiri berlaku tidak adil bahkan menindas?


Kita saat ini miskin teladan, berorasi nyaring dan garing tentang anti korupsi namun kena OTT, berkoar-koar zero korupsi tetapi sangat koruptif. Hari ini firman Tuhan ini mengingatkan berilah keteladanan. Bukan kata-kata manis yang dibutuhkan atau orasi yang mempesona tetapi contoh hidup yang nyata. Jika kita kehilangan teladan dalam pemimpin publik berhaflrap dalam pelayanan gereja masih ada keteladanan. 


2. Berpegang teguh pada kebenaran


2 Timotius 3: 14 (TB) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.


Paulus adalah contoh paling kuat dalam memegang kebenaran. Sebelum pertobatannya karena pemahamannya tentang kebenaran agama Yahudi dia mengejar dan menganiaya jemaat mula-mula. Dia tidak mau kebenaran agama Yahudi diselewengkan. Namun setelah ditangkap dan menerima kebenaran hakiki di dalam Yesus Kristus dia dangat gigih dalam memberitakan Injil dan mendirikan jemaat. 


Berpegang teguh di dalam kebenaran tidak mengenal takut, itulah tuntutan Paulus kepada Timotius, sekalipun muda ada banyak guru-guru hebat, penguasa-penguasa dan berbagai kekuatan lain yang anti Injil menekan dan menolak kehadiran Injil, apapun yang terjadi harus tetap berpegang pada Kebenaran Injil. 


Kebenaran Injil adalah “kebenaran hakiki” kebenaran universal. Kebenaran yang dianut setiap orang mungkin saja berbeda, karena nilai yang dianut dan diyakini dibentuk oleh pengalaman hidup sejak dalam kandungan. Nilai kebenaran selalu diuji dan dibaharui seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman. Kebenaran di dalam Yesus Kristus adalah universal. Kasih diterima oleh semua orang, sehabat apapun kebencian orang kepada kebensran Injil orang percaya harus berpegang teguh di dalamnya. 

 

Paulus menasehati Timoteus agar berpegang kepada kebenaran yang sudah pernah diajarkan kepadanya sejak dia masih kecil. Kebenaran hakiki mengenai keyakinan kepada TUHAN, yang diajarkan oleh ibunya, yang bernama Eunike, melalui Kitab Suci. Sekali pun dia hidup di lingkungan berkebudayaan Yunani, dan ayahnya sendiri adalah Yunani, tetapi ibunya mengajarkan Timoteus untuk mengenal Kitab Suci. Kemungkinan besar menjelang dewasa Timoteus harus kehilangan ayahnya, dan dia hidup bersama ibunya. Dalam perjalanan missionarisnya Paulus bertemu dengan ibu Timoteus dan meminta agar Paulus mengajarkan Iman Yahudi kepada Timoteus. Paulus yang pernah juga mempergumulkan “kebenaran” yang diyakininya mengenai Judaisme, akhirnya mengenal bahwa Kristus adalah Sang Kebenaran itu. Maka Paulus mengajar Timoteus untuk melihat Sang Kebenaran itu dan membawa serta Timoteus untuk mengabarkan Injil.


Di dalam Yesus Kristus kita dapat mengenali kebenaran hakiki mengenai YANG ILAHI. Ajaran Yesus, perbuatanNya, keteguhan hati-Nya yang mengasihi, ketaatan-Nya, dampak dari kebangkitan-Nya, dan segalanya mengenai Kristus perlu kita pelajari. Kitab Suci akan menuntun kita. Meyakini dan mengatakan kebenaran tanpa pengetahuan sama dengan fanatisme sempit yang akan membawa hanya kepada perdebatan dan perselisihan. Kebenaran Allah yang dinyatakan dalam realitas hidup Kristus yang melayani dan rela berkorban demi keselamatan menyatakan kepada kita bahwa kita harus rela melayani dengan Kasih. Kita akan dimampukan melayani dengan kasih hanya jika kita mau meneladani Kristus yang rela mengosongkan diri. 


3. Firman Tuhan memperlengkapi orang percaya.


Jika kita baca 2 Timotius 3:16 Paulus menjelaskan tentang apa itu Firman Tuhan dan manfaatnya bagi orang percaya. Firman Tuhan yang tertulis dalam alkitab dapat kita baca dan teruskan bagi orang lain.


3.1. Alkitab adalah Firman Tuhan, tulisan dalam kitab suci bukanlah huruf dan kata-kata semata, tetapi tulisan hang diilhamkan oleh Allah melalui orang-orang yang dipilihnya menyampaikan kehendak Allah. Jadi kitab suci bukanlah teks-teks biasa ansih tetapi di dalamnya ada maksud dan kehendak Allah yang dinyatakan. 


3.2. Manfaat Firman Tuhan,

Dalam Paulus secara rinci menjelaskan manfaat Firman Tuhan dalam hidup orang percaya. Di dalam 2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.


- Mengajar: firman Tuhan mengajarkan tentang kebenaran dan kehendak Allah. Manusia membutuhkan keberan dalam menjalani kehiduoan ini agar tidak tersesat dan kebenaran itu ada di dalam Alkitab.

- Menyatakan kesalahan: Firman Tuhan mengingatkan manusia atas kesalahan, pelanggaran dan ketidak setiaan. Firman Tuhan menyadarkannkita akan dosa maka kita membutuhkan keselamatan.

- Memperbaiki kelakuan, manusia yang salah dan menyimpang jalannya diperbaiki melalui Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah petunjuk hidup baru. Firman Tuhan adalah pandu baginorang percaya.

- Mendidik orang dalam kebenaran: dengan Firman Tuhan orang percaya terdidik dan terlatih serga memiliki displin rohani. Displin rohani ini menimbulkan spiritualitas yang tinggi pada diri seseorang.


3.3. Firman Tuhan Memperlengkapi orang kudus melakukan perbuatan baik. 

Merangkumkan semua manfaat Firman Tuhan dalam penjelasan Paulus adalah memperlengkapi orang percaya melakukan perbuatan baik. Kita adalah manusia yang tidak sempurna, memiliki kelemahan dan berbagai kesalahan. Namun dengan Firman Tuhan orang percaya diperlengkapi.

Tugas memperlengkapi ini bagi saya ini penting, sehebat apapun seseorang dalam hidupnya tidak akan lengkap jika tidak digarami dengan Firman Tuhan. Sehina apapun seseorang dalam berbagai kesalahan dan pelanggarannya akan memperlengkapi jika menerima Firman Tuhan. 

2 Timotius 3:17 (TB) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. 


Mari jadikankah Firman Tuhan menjadi pedoman dalam hidup. Firman Tuhan akan memperlengkapi dan menyemournakan segala kekurangan dan kelebihan hidup kita. Amin


Salam

Pdt Nekson M Simanjuntak



Minggu, 19 Oktober 2025

AKU MELIHAT TUHAN NAMUN AKU MASIH HIDUP

 Kotbah Minggu XVIII Stlh Trinitatis

Minggu, 19 Oktober 2025

Ev. Kejadian 32:22-32


*"Aku Telah Melihat Allah dan Nyawaku Tertolong"*


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, ada banyak orang terhambat memasuki masa depan karena tidak mau meninggalkan masa lalu yang kelam. Misalnya seperti kebiasaan buruk, tidak mau berubah dan memperbaiki diri akhirnya tidak maju-maju. Istilah teologisnya adalah tidak mau bertobat, pada akhirnya mati dalam dosanya. Perilaku buruk terus terbawa-bawa dan akhirnya menghambat dia untuk berubah atau bertransformasi.


Contoh hidup Yakup adalah cerita yang menarik, bagaimana masa lalu sudah berlalu dan masa lalu itu harus ditinggalkan dengan hiduo yang baru sebelum memasuki tanah Kanaan. Setelah mapan di rumah Laban mertuanya fia kembali ke kamoung halaman orangtuanya Ishak, namun dia harus bergulat dan bergumul hebat di tepi sungai Yabok. Malaikat tidak membiarkan Yakub masuk, baru setelah namanya berubah. Nama "Yakub" tidak akan disebutkan lagi tetapi telah berubah menjadi "Israel". Yakub berubah dari "menipu" menjadi Israel berarti "berjalan bersama Tuhan" atau dan bisa juga diterjemahkan dengan "hamba Tuhan".


Baiklah kita ambil beberapa pokok penting pesan kotbah minggu ini khususnya pergulatan Yakub di sungai Yabok? Saya mencoba mendeskripsikan tiga hal berikut ini: 


*1. Yakub harus bergerak: dikejar bayang-bayang Laban dan kekuatiran menhadapi luka dan amarah Esau.*


Kisah Yakub ini merupakan novel yang sangat menarik. Kisah hidupnya dapat kita pelajari dan ada segment-segment kehidupan yang memberikan pesann yang sangat berarti. Penulis Kitab Kejadian ini menempatkan Jakub dalam bayang-bayang masa lalu. 


Yakub berangkat ke negeri pamannya Laban dengan menipu ayahnya dan meninggalkan luka bagi Esau dengan "mengambil" hak kesulungan. Di rumah pamannya juga dia pekerja keras akhirnya mendapatkan isteri dan anak-anak. Selain keturunan untuk mendapatkan ternak yang lebih banyak dia punya cara atau "strategi khusus" sehingga ternak yang berbintik-bintik. Dia telah sepakat dengan pamannya, jika ternak domba hitam, berbintik dan berbelang adalah milik Yakub dan domba putih adalah milik Laban (Kej 31:32-37). Dengan "cara tertentu" Yakub melakukan suatu cara, dia mengumpulkan dahan, pohon dan kulit kayu mungkin semacam zat pewarna dalam getah kulit kayu. Saat mau minum domba putih melewatinya maka kelihatan berbelang sehingga lebih banyak yang berbintik dan berbelang dibandingkan milik pamannya yang putih polos (Ay 37-38). 

Intinya Yakub mendapat keuntungan besar dari pamannya lama dapatt isteri, keturunan, ternak dan kekayaan. Setelah itu dia ingin kembali ke Kanaan karena disana kampung halamannya. 


Laban memang telah merelakan kepergian Yakub, karena apa yang didapatkannya legal sekalipun dengan cara khusus dan dengan perjanjian. Namun keterangan ini membuktikan bahwa Laban memiliki pikiran yang tidak biasa terhadap Yakub. Kejadian 31:1-2 (TB) Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: "Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya."

Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya. 

Maka atas petunjuk Tuhan Yakub pamit dan meninggalkan Laban dengan segala yang menjadi miliknya. Laban pun mengejar Yakub dan bagi Laban pelarian Yakub tidak dapat diterimanya. Hasilnya pun akhir mereka bernegosiasi Yakub mempertahankan miliknya dan apa yang dibawanya adalah sesuai dengan perjanjian. 


Di seberang ada juga tantangan yaitu luka Esau. Karena Yakub meninghalkan luka bagi Esau mencurinhak kesulungan kakaknya itu. Jika kita perhatikan ayat 23, Yakub mengantisipasinya dengan cerman, awalnya dia menyeberangkan Isteri dan anak-anaknya, setelah semua menyeberang dia berangjat belakangan dan pada saat itulah Yakub bergulat hebat dengan malaikat. Yakub tidak bisa menyeberang dan dihambat. Yakub orang yang kuat pergulatan Yakub dan makaikat itu sampai fajar menyingsing. Berarti pertarungan semalam dan pergulatan yang sangat panjang. Dalam memyeberangi sungai Yabok: Yakub mendapat perlawanan dari malaikat sebagaimana nas cerita yang kita bacakan dalam evangelium minggu ini. Malaikat tidak membiarkan Yakub menyeberang dengan mulus, dia dihambat dan bergulat hebat seharian. Sampai akhirnya dua konsekwensi dari Yakub harus diterimanya, yaitu nama Yakub dirubah menjadi Israel dan pangkal pahanya dipukul dan pincang.


Peristiwa di sungau Yabuk ini memiliki catatan sejarah perubahan dalam Yakub dan juga peraturan bagi Israel tidak bisa memakan langkal paha dsri daging yang disembelih. Peristiwa pergulatan di Yabok adalah keoutusan Yakub untuk melanjutkan kehidupannya dan anak-anaknya. 


*2. Transformasi Yakub menjadi Israel*

Hal kedua mengambil makna dan pesan Kisah pergulatan Yakub ini sesungguhnya merupakan kisah perubahan - transformasi, Yakub dan segala masa lalunya harus dirubah menjadi Israel. "Yakub" dalam bahasa Ibrani "penipu", menjadi "Israel": Allah bergulat bersamanya atau ada juga yang menerjemahkan "hamba Allah". 


Jadi kisah Yakub ini adalah sikap mengambil keputusan dan mengambil resiko, berangkat dari Laban dengan segala resika sikap Laban padanya, kemudian berani berhadapan dengan Esau dengan segala resiko yang dihadapinya. Bagaimana pun kalau Yakub tetap di rumah Laban akan terjadi konflik dan ketidak sukaan terhadap kemajuan yang dimiliki Yakub dari anak-anak Laban. Maka keputusan pun harus dijalankan dengan bersngkat membawa segala apa yang menjadi miliknya. 


Yakub sadar akan ada perjumpaan dengan Esau yang dulu sempat terluka. Yakub tidak menghindarinya tetapi memiliki keberanian untuk kembali sekalipun resiko berjumpa Esau tidak terhindarkan, apakah buruk atau baik. Yakub menyeberang.


Ada banyak orang takut kalah sebelum bertanding, tidak memiliki langkah apa pun dan tidak bergerak karena dihantui oleh asumsi-asumsi negatip. Berbeda dengan cerita Yakub di dwlam kotbah minggu ini. Dalam bayang-bayang pengejaran Laban dan murka Esau yang meneninya, Yakub berjalan. Inilah pergumulan di sungai Yabok. Konsekwensinya penyelesaiannya adalah bertransformasi. Yakub bukan lagi Yakub tetapi menjadi Israel. Yakub adalah cara hidup lama, dengan kerja keras dan segala upaya untuk memenangkan diri sendiri dan keuntungan sendiri harus berubah menjadi berjalan bersama Allah, bekerja dan mengoptimalkan segala potensi diri untuk kemuliaan Tuhan.


Yakob adalah presentasi kehadiran manusia yang ingin memenangjan keuntungan diri sendiri, berubah atau bertransformasi menjadi pribadi yang memenangkan dan memuliakan Tuhan. 


Janji dan komitmen Yakub: Aku tidak membiarkan Engkau pergi sebelum Engkau memberkati aku.

Kejadian 32:26 (TB) Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."


Kalimat ini merupakan kunci yang memahami lebih dalam pergulatan Yakub. Dia memiliki kekuatiran masa lalu, Apakah ancaman Esau yang menghambat dia, atau suruhan Laban yang tidak rela melepaskan Yakub? Representasi kehadiran kekuatiran masa lalu Yakub inilah yang dihadirkan dipergulatan Yakub berjuang sampai fajar. Yakub hafus menyelesaikan masalah masa lalu ini sebelum menyambut hari yang baru. 


*3. Konsep Anugerah: Aku telah melihat Tuhan, namun aku masih hidup.*


Mengapa Yakub spontan mengatakan: Aku telah melihat Tuhan namun aku hidup? ini adalah suatu hal menarik karena ada satu pemahaman dalam tradisi PL gambaran tetang Allah k itu kudus, mulia dan agung, tidak seorang pun yang dapat melihat Allah. Bandingkan cerita Musa di sinai, Musa menutupi wajahnya (Kel 3:6) maka Musa menutup matanya, membuka kasutnya untuk datang menghmpiri tempat Kudus. Kemudian dalam kisah berikutnya Tuhan berfirman kepada Musa: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup. (Kel 32:20). Bandingkan juga pengalaman Yesaya (Yes 6:3-4), menyadari Allah yang Maha Kudus menampakkan diri dan dia orang yang najis bibir. 


Inilah pengalaman Yakub: Aku melihat Tuhan namun aku hidup. Semestinya dia sudah berakhir namun Tuhan memberikan kesempatan. Dia bergulat dengan Tuhan namun dia diberi kesempatan untuk hidup. Inilah anugerah atau waktu untuk berubah. Cerita ini hendak menyampaikan pesan; Allah memberikan kesempatan bagi Yakub untuk hidup, namun konsekwensiny adalah berubah. Allah tidak membiarkan Yakub menyeberang sebelum namanya berubah menjadi Israel. '


Disini kita mengembangkan anugerah, kesempatan untuk hidup ada. Allah memberikannya kepada kita. Allah tidak mebalaskan kejahatan kita setimpal dengan perbuatan kita, namun Allah membiarkan kita hidup. Maksud Allah besar pada orang yang diberikan kesempatan hidup, yaitu menjadi saluran rencana Allah bagi manusia. Itulah hidup Yakub yang berubah menjadi Israel. 


Yakub bisa mengalami semua apa yang terjadi dalam hidupnya adalah anugerah, Yakub bisa menyeberang ke Kanaan karena Tuhan memberikan kesempatan dan membiarkan kita hidup. 


Demikianlah hidup kita, hidup ini adalah anugerah, maringunakan kesempatan untuk menghasilakan sesuatu yang nerguna melanjutkan kehidupan ini. Akan selalunada tantangan yangbterbentsng, akan selalu muncul.kecemasan yang mengkuatirkan. Namun pengalam Yakub ini meyakinkan kita untuk terus berjalan. Di dalam perjalanan ini harus ada yang yang kita pelajari dan harus kuta ubah dalam hidup ini. Amin

Tuhan


memberkati.


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak



Rabu, 15 Oktober 2025

Memuji Tuhan Yang Memulihkab

 FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 15 Oktober 2025


"Memuji Tuhan yang Memulihkanku"


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Efesus 5:7 (TB) Sebab Allah berfirman:

"Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka"


Ephesians 5:7 (NKJV) Therefore do not be partakers with them.”


Plato, seorang Filsuf Yunani pernah berkata: "Jangalah engkau berteman dengan orang jahat karena sifatmu akan mencuri sifatnya tanpa engkau sadari." Namun kebaikan akan menyatukan orang-orang yang mencintainya, meskipun mereka dalam keadaan saling memarahi dan membenci.


Sahabat yang baik hati, dalam banyak situasi yang buruk di dalam kehidupan ini terkadang kita dengan percaya diri menyatakan bahwa kita tidak akan terpengaruh dan tidak akan dirusak karena kita sudah menemukan jati diri dan mampu menguasai diri. Namun seiring waktu berjalan, kita mulai memaklumi lalu mentoleransi kemudian tanpa kita sadari kita pun tanpa keberatan diikut-sertakan menjadi bagian dari kejatahan tersebut tanpa keberatan sama sekali. Mungkin kita dengan percaya diri mampu membentengi diri dan tidak akan sama dengan mereka yang tidak baik, dan memutuskan untuk tidak menegur karena rasa sungkan atau merasa tidak enak. Orang-orang yang baik yang menjaga perasaaan orang-orang yang jahat memutuskan tetap duduk bersama dalam sebuah lembaga yang sama, namun tanpa disadari ketika kejahatan semakin tidak terbendung, orang-orang baik akhirnya tidak berdaya melakukan apapun dan terseret kedalam situasi buruk tersebut. Bukankah demikian yang sedang terjadi di lembaga-lembaga di dunia saat ini? Tidak terkecuali, di Gereja pun saat ini sedang memasuki fase yang tersebut di atas, yang membuat banyak orang-orang luar menjadi apatis dan kehilangan simpati terhadap kelembagaan Gereja/ kelembagaan Agama di dunia ini. Padahal kenyataannya, hanya segelintir orang yang tidak baik yang melakukan hal buruk namun karena didiamkan label buruk itu menjadi menyeluruh kepada satu kelembagaan. Maka jangan diam, jangan merasa tidak tersentuh, atau tidak mampu dirusak oleh sijahat. JIka kejahatan sudah menjadi terlalu besar untuk dibendung atau sudah melembaga, maka orang baik yang ada di lembaga tersebut pun sudah ikut jahat oleh karena kejahatan mereka. Masih kah anda merasa baik-baik saja? Masihkah anda tidak tersentuh oleh kejahatan itu? Bangunlah, sahabat yang baik hati, semua tidak baik-baik saja!


Firman Tuhan hari ini adalah peringatan awal dari Rasul Paulus untuk semua orang-orang percaya dan semua orang-orang baik di seluruh Gereja di segala masa: Janganlah kamu berkawan dengan mereka! Mereka yang dimaksud dijelaskan di ayat 3-6 untuk segala perilaku buruk, segala hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, termasuk hal-hal yang menyesatkan dan perkataan-perkataan kosong: tidak bermuatan rohani dan kebenaran, yang menyesatkan. 'Jangan Berteman' berarti agar jangan mengambil bagian atau ikut serta dalam perilaku/kegiatan yang mereka kerjakan, ikut dalam perencanaan, atau dalam bagian tertentu ikut dalam mengeksekusi tujuan yang dimaksud mereka. Ambil sikap yang tegas: Menjauh! Tidak ikut di dalam mereka! Menyingkirlah dari mereka! Anda tidak sekuat itu! sadar atau tidak, jika selalu sejalan dengan mereka, maka awalnya mungkin hanya sekedar toleransi, namun di kemudian hari bisa saja membenarkan apa yang mereka kerjakan apalagi ketika suatu saat bisa saja pekerjaan mereka menolong finansial lembaga kita, atau memberi kelonggaran bagi keberadaan


kita. Amin (FH)

Sabtu, 11 Oktober 2025

MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI

 Kotbah Minggu XVII Stlh Trinitatis

Minggu, 12 Oktober 2025

Ev. Rom 1:8-15



MEMBERITAKAN INJIL DENGAN SEGENAP HATI


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, di era yang sangat prakmatis dan transaksional kini mungkin amat jarang kita menemukan ketulusan hati. Seseorang yang mengabdikan dirinya untuk melakukan suatu missi dengan sukarela dan dilakukan dengan segenap hati tanpa mengharapkan balas jasa. Pelayanan yang tulus hati, itulah yang dilakukan Paulus setelah pertobatannya. Paulus berlar-lari dari satu desa ke desa lain, dari kota ke kota lain untuk memberitakan Injil dan mendirikan jemaat. Dari seluruh rasul Paulus merupakan memberitakan Injil yang paling gigih dan paling banyak mendirikan jemaat sangat banyak. Selain itu ada juga jemaat yang berdiri hasil dari pemberitaan Injil rasul lainnya semua itu membuat Paulus bersukacita karena apa ya g ditabur bertumbuh dan jemaat-jemaat berdiri di Yerusalem, Yudea, Asia hingga ke Eropa. 


Sebagai pemberita Injil Paulus bersukacita dan berdoa kepada Tuhan kalua mengingat jemaat Roma. Selain itu ada kerinduan yang mendalam untuk mengunjungi mereka, bertemu dan bersekutu. Satu alasan mengapa Paulus bersukacita dan ingin mengunjungi jemaat Roma dituliskan dalam kotbah ini, yaitu: Iman Yang Tersiar. Iman jemaat Roma bertumbuh dan terberita kemana-mana, dalam konteks now Jemaat Roma viral karena iman mereka. Pertumbuhan iman mereka telah menjadi kesaksian bagi banyak orang. 


Keistimewaan Jemaat Roma bagi Paulus mendorong Paulus menuliskan pengajaran Iman Kwkwristenan lebih lengkap dibandingkan dengan surat-surat lain. Paulus memberikan penjelasan yang leboh menyeluruh tentang iman Kekristenan yang berpusat pada Kristus sampai pada etika orang Kristen di dalam kehidupan sosial masyarakat. Jika di dalam surat-surat lain Paulus menjawab beberapa persoalan yang dihadapi jemaat lokal, namun dalam surat Roma Paulus menuliskan secara menyeluruh tentang iman Kekristenan. Para ahli Perjanjian Baru menyebutkan, lengkapnya Surat Roma dengan pengajaran kekristenan hingga surat ini disebut dengan Testamentum. Artinya surat Roma ibarat surat wasiat yang berharga yang ditinggalkan orangtua pada anak-anaknya. Demikianlah juga Surat Roma, wasiat yang berharga dari Paulus menjelaskan pokok-pokok pengajaran iman kekristenan.


Sekarang marilah kita mengambil beberapa pelajaran oenting dari kotbah minggu ini:



1. Iman yang tersiar - kualitas iman jemaat Roma menjadi kesaksian, inspirasi dan motivasi bagi orang lain.


Paulus memulai surat ini menjelaskan sukacitanya kepada Tuhan karena iman jemaat Roma. 

Roma 1:8 (TB) Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.


Iman jemaat Roma bertumbuh, disatu sisi Roma Pusat pemerintahan kekaisaran Romawi, namun disitu juga ketatnya pengawasan terhadap agama-agama baru. Di luar agama resmi kekaisaran akan mendapat tantangan.

Penderitaan jemaat Roma pada masa Gereja mula-mula terutama disebabkan oleh penganiayaan oleh kekaisaran Romawi, yang mengakibatkan kematian, penolakan sosial, dan penderitaan lainnya karena penolakan umat Kristen untuk menyembah dewa-dewa Romawi atau Kaisar. Penganiayaan ini terjadi selama berabad-abad dan menjadi bagian dari perjuangan umat Kristen untuk mempertahankan iman mereka. 


Salah satu peristiwa memedihkan adalah Kebakaran Besar Roma tahun 64 M terjadi di sekitar Circus Maximus dan berlangsung selama enam hari, menghanguskan sebagian besar kota, namun tidak ada bukti Kaisar Nero membakarnya, meskipun ia kemudian disalahkan dan menjadikan orang-orang Kristen sebagai kambing hitam. Sejarawan kuno seperti Tacitus dan Suetonius menulis tentang kejadian ini, menuduh Nero, tetapi cendekiawan modern meragukan keterlibatannya karena tidak ada bukti langsung.  


Penganiayaan yang begitu pahit, diusir, dianiaya bahkan banyak yang dieksekusi mati namun tetap mempertahakan iman. Inilah yang disebutkan oleh Paulus iman yang tersiar. Iman yang tersiar berdampak pada:


1.1. Paulus bersyukur dan berdoa kepada Tuha, dalam.penganiayaan hang luar biasa ada iman yang luar biasa. Ini adalah sukacita bagi seorsng pemberita Injil. Injil yang mereka beritakan bertumbuh dengan baik, tangguh dan berbuah besar yang akhirnya berdampak bagi orang lain. 


1.2. Iman yang tersiar memmbuat Paulus semakin termotivasi (dapotan hiras ni roha). Sekalipun dia dipenjara namun semangatnya menyala-nyala karena ada iman yang tangguh dari jemaat Roma. Paulus berkata. Roma 1:12 (TB) yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. (Bahasa Batak: "dapotan hiras ni roha"). Iman yang tangguh dwri jemaat Roma menjadi motvasi yang menyala-nyala bagi Paulus untuk memberitakan Injil.


1.3. Iman yang tersiar dari Roma menyemangati Paulus membina persekutuan. Paulus rindu untuk bertemu dan bersekutu bersama jemaat Roma. Dia ingin berbagi kesaksian dan oengalaman. Apa ysng mereka alami akan menjadi kekuatan bagi Paulus dan apa yang dialami Paulus akan menjadi inspirasi bagi mereka. Iman yang tersiar akan membuat orang semakin rindu dalam persekutian jemaat. Bukan sebaliĺlknya, ada orang yang mengaku bertumbuh imannya namun kekuar dari persekutuan induknya, memisahkan diri dan akhirnya jatuh pada kesombongan rohani dan merasa kebih benar? Lebih suci dan lebih saleh dari yang lain. Paulus berbeda, iman yang tersiar itu membuat dia semakin rindu ingin bersekutu dan berdiam di tengah-tengah mereka. 


2. Pemberitaan Injil adalah hutang


1 Korintus 9:16 (TB) Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.


Mengutip pandangan Paulus, TB Simatupang mengangkatnini menjadi judul buku ukang tajun ke 70: Saya Adalah Orang Yang Barhutang. Sebagai kesaksian pemberian dan kasihbkarunia Tuhan adalah hutang hang harus dioersembahkan melalui pelayanan dan pengabdian. 


Hidup Paulus sebekum pertobatannya gigih menganiaya dan mengejar jemaat. Namun setelah pertobatannya, Paulus benar-benar menyerahkan hifuonya sebagai persembahkan kepada Tuhan. Dia melayani dengan tulus hati. Dia benar-benar menyerahkan totalitas hidupnya kepada Injil. Dia meninggalkan masa lalunya, dan berjalan menuju ke depan meraih mahkota kehidupan. 


Paulus menyadari bahwa duku dia menganiaya jemaat, mengejar hingga menerima legitimasi dari Mahkamah Agama Yahudi untuk menganiaya jemaat mula mula. Namun setelah ditangkap oleh Kristus dia merasa berhutang karena berada dijalan yang keliru. Membanyar hutang itu dia bangkit dan berlari dari satu desa ke desa lain, dari satu kota ke kota lain untuk memberitakan Injil. 


Bagi Paulus waktu kedatangan Tuhan itu singkat dan segera. Maka dia berlari terus memberitakan Injil sampai ke ujung bumi sebelum Kristus datang. Itulah sebabnya Paulus begitu gigih berjuang pergi memberitakan Injil. 


Bagi Paukus segaka waktu dan segala keadaan tetap memberitakan Injil. Saat dia terpenjara dia memberitakan Injil melalui surat dan nasihatnya kepada para sioir penjara. Saat kapalnya terhempas di pulau Kreta menjadi jalan Bagi Pulaus memberitakan Injil. Itulah sebabnya Paulus berkata: Aku adalah orang yang berhutang.


Roma 1:14 (TB) Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.


Injil harus sampai ke ujung bumi sebelum Kristus datang. 


3. Memberitakan Injil tanpa membeda-bedakan - Injil milik semua orang.


Memberitakan Injil dengan segenap hati, topik di atas mengajak kita untuk meneladani Paulus dalam memberutakan Injil Kristus. Kristus yang telah mati dan bangkit adalah keselamatan universal milik semua orang. 


Hal pertama adalah spirit pemberitaan Injil dari Paulus. Paulus yang memiliki kesungguhan hati, baginya pemberitaan Injil adalah hutang hang harus dibanyar dengan sungguh-sungguh. Injil sudah harus diberitakan sebelum Kristus datang. 


Hal kedua, untuk siapa Injil diberitakan? 

Paulus rindu mengunjungi Roma karena posisi strategis Romawi yang mempengaruhi peradaban di jaman kekaisaran Romawi. Maka bagi Paulus Injil harus diberitakan kepada orang Yunani. Karena setelah Yahudi tentulah Yunani orang yang berpengaruh jaman kekaisaran Romawi. Selain kepada Yunani, Injil juga harus diberitakan kepada non Yunani, suku-suku bangsa yang ada di kekaisaran Romawi. Hal ini hendak menekankan tidak ada element masyarakat yang tidak menjadi perhatian Paulus.


Pembedaan kedua memberitakan Injil kepada orang terpelajar maupun tidak terpelajar. Pembedaan terpelajar dan tidak terpelajar hendak menjelaskan status sosial dan kemampuan intelektualitas. Injil tidak membedakan mereka yang berpendidikan dan yang tidak memiliki pendidikan. Injil adalah milik semua orang secara universal; yangbterpelajar, yang biasa-bisa dan awam sekalipun ada ruang bagi Injil. Artinya Injil bukan hanya milik cendikian, menerima Kristus bukan harus didasari tingkat pemahaman intelektual tertentu. Tetapi Injil itu milik semua orang baik yang berpendidikan dan tidak berpendidikan. Kristus diterima bukan karena kemampuan intelektual tetapi diterima melalui iman dan keyakinan. 


Inti dari semua itu, Injil ada untuk semua orang dan harus sampai sebelum Kristus datang. Injil adalah milik semua orang: milik Yahudi dan non Yahuni, Yunani dan non Yunani, kaum terpelajar dan non terpelajar, orang kaya atau miskin, orang merdeka atau hamba, perempuan dan laki-laki. Di dalam Injil semuanya sama.

Dalam surat Galatia Paulus menyampaikan: "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." (Galatia 3:28).


Sahabat yang baik, memberitakan Injil afalah turas rasuli orang percaya. Memberitakan Injil bukan hanya tigas rasul, pastor atau pendeta, atauntugas evangelis atau pengerja gereja semata. Namun memberitakan Injil adalah tugas semua orang. Mari mengikuti teladan Paulus dalam memberitakan Injl dengan segenap hati. Tuhan memberkati. Amin


Salam : Pdt Nekson M Simanjuntak




Sabtu, 04 Oktober 2025

TUHAN MAHA KUDUA DAN MAHA TAHU

 Kotbah Minggu XVI Stlh Trinitatis

Minggu, 5 Oktober 2025

Ev. Habakuk 1:12-17



TUHAN ALLAH MAHA KUDUS DAN MAHA TAHU


Selamat Hari Minggu! Mengapa Tuhan membiarkan ketidak adilan terjadi? Masakah Tuhan berdiam atas kelaliman? Para penjahat bebas melakukan kejahatannya? Sebaliknya orang benar tertindas dan tidak ada yang menolong. Inilah pergumulan nabi Habakuk.

Habakuk 1:2-3 (TB) Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? 

Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi.


Demikianlah perasaan hati Habakuk dituangkan dalam kitab ini. Disatu sisi dia meronta dan tidak berterima atas keadaan, tetapi pada akhirnya Habakuk menyadari bahwa mata Tuhan terlalu suci untuk melihat kejahatan dan tak akan membiarkannya. Orang benar akan hidup oleh iman, orang fasik akan menerima hukuman atas perbuatannya. 


Kotbah Minggu ini tertulis pada Habakuk 1:12-17 berisi tentang konfrontasi bathin Habakuk atas realitas yang dialami. Melalui kotbah ini kita diajak merenungkan bagaimana Habakuk membuat refleksi teologis atas realitas yang tidak dapat diterima tetapi harus dijalani. Memberontak dan terus berseru Tuhan seolah tidak mendengar, apatis dan tidak mau tahu berlawanan dengan hati nurani. Habakuk tahu Allah itu merangkul semuanya dan reqlitas yang tidak dapat diterima pada akhirnya ada makna yang dalam. Allah tetap setia dalam janjinya, Allah mengasihi umatNya dan Allah tidak membuarkan kejahatan tetapi pada waktunya Tuhan akan menghukum kejahatan. Jika realitas yang terjadi tidak dapat kita terima, jalani dan ambil makna yang berguna bahwa Allah hadir menunjukkan maksudNya dan menunjukkan kuasaNya


Habakuk 3:4-6 (TB) Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. 

Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 

Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad. 


Sahabat yang baik hati! Jika ada realitas kehidupan yang memprihatinkan, ada ketidak adil dan rasa bathin memberontak, marilah kita belajar dari nabi Habakuk. Dari kotbah ini kita mendapatkan pelajaran berharga, yaitu: 


1. Tetap percaya - Tuhan setia di dalam perjanjianNya.


Sekalipun ada kegundahan nabi Habakuk dan ada konfrontasi di dalam hatinya terhadap situasi dan keadaan yang terjadi bahkan protes terhadap Tuhan, namun satu hal yang diperlihatkan nabi Habakuk adalah dia tetap percaya kepada Tuhan. Semua keadaan ini dapat berubah oleh Tuhan. 


Bagi Habakuk, Tuhan maha kuasa, adil dan benci terhadap penindasan. Tuhan berkuasa atas segala ciptaan dan ditetapkan untuk menghukum semua orang menurut perbuatannya. 

Habakuk 1:12 (TB) Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami. Ya TUHAN, telah Kautetapkan dia untuk menghukumkan; ya Gunung Batu, telah Kautentukan dia untuk menyiksa. 


Keyakinan terhadap Tuhan tetap terpelihara, Allah adalah gunung batu dan perlindungan dan oleh kuasa Tuhan umat yang tertindas tidak akan mati. 


Berbeda sekali dengan banyak orang, ada orang memberontak di dalam batinnya namun akhirnya sama sekali putus asa dan tidak memiliki harapan. Kalau Habakuk berbeda, dia memberontak di dalam bathin tetapi masih tetap memiliki iman dan harapan kepada Tuhan. 


2. Berapa lama lagi: Apakah Tuhan membiarkan kejahatan dan manusia hidup diatas hukum rimba?


Hal kedua dari Habakuk, mengeluhkan san protes lebih jauh yaitu keyakinanya terhadap Tuhan akan nyata. Nabi Habakuk percaya bahwa Tuhan yang Maha Kudus tidak membiarkan ketidak adilan, penindasan dan kejahatan ini berlarut-larut. 


Ada analogi yang dipakai oleh Habakuk tentang eksistensi manusia menjal!ni kehidupannya. Disebutkan di dalam Habakuk 1:14-15 (TB) Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya? 

Semuanya mereka ditariknya ke atas dengan kail, ditangkap dengan pukatnya dan dikumpulkan dengan payangnya; itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai.


Ini adalah keluhan Nabi habakuk kepada Tuhan kejahatan itu ibaratkan seperti ikan akan berenang dalam.habitatnya di air, mereka menjalani kehidupannya dalam siatuasi apapun. Namun nelawmyan sewaktu-waktu datang untuk menangkap dan mengumpulkannya. Atau seperti binatang liar yang hidup di atas prinsio hukum rimba: berkeliaran sesuka hatinya, berjuang dan hidup dalam prinsip "survival of the fittest". 


Survival of the fittest: Frasa ini adalah terjemahan dari konsep "hukum rimba" dalam bahasa Inggris, yang berarti "bertahan hidup bagi yang terkuat". Ungkapan ini menggambarkan kondisi di mana yang kuat dan berkuasa menggunakan kekuatannya untuk menguasai dan mengalahkan yang lemah, yang merupakan inti dari makna hukum rimba. Yang lemah akan menjadi mangsa dan tinggal menunggu kematian.


Kita manusia seharusnya m3mbela yang lemah dan menjadi penolong. Rasa kemqnusiaan kita berbicara jangan karena kekuasan hukum diabailan. Benar ungkapan ini: Salus populi suprema lex: Ini adalah ungkapan Latin yang berarti "keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi". Ungkapan ini sering digunakan untuk menunjukkan keadaan darurat atau situasi hukum yang tidak biasa di mana tindakan yang mungkin tidak sesuai dengan norma hukum biasa diperlukan demi keselamatan umum,


Apakah kejahatan akan menang? Nabi Habakuk yakin dan menaruh harapanNya kepada Tuhan, tak akan membiarkannya. Allah hadir sebagai penyelamat dan menjadi perlindungan bagi orang yang dikasihinya dan Allah sebagai penghukum atas kejahatan. 


3. Mata Tuhan terlalu suci untuk melihat kejahatan.


Habakuk 1:13 (TB) Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia? 


Jika kita baca bagian-bagian berikutnya dalam kitab Habakuk, maka kita temukan Allah itu memberikan hukuman kepada kejahatan.

Meskipun kejahatan orang fasik mungkin menang untuk sementara waktu, tetapi Allah adalah Allah yang kudus, dan tidak menyetujui kejahatan itu (ay. 13): Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Setelah melihat betapa orang Kasdim itu sangat keji dan tidak takut akan Tuhan, namun betapa mereka berhasil menang melawan Israel milik Allah, sang nabi merasa tergoda untuk mengatakan bahwa sia-sia saja melayani Allah, dan bahwa Ia masa bodoh terhadap perilaku manusia. 


Namun, ia segera menepis pemikiran tersebut, dengan memegang kembali dasar pandangannya, bahwa Allah bukanlah, dan tidak bisa menjadi, sumber atau penyokong dosa. Sama seperti Dia sendiri tidak dapat melakukan kejahatan, demikian pula mata-Nya terlalu suci untuk melihat kejahatan dengan membiarkan atau menyetujuinya. Tidak, kejahatan adalah kejijikan yang dibenci Tuhan. Ia melihat semua dosa yang dilakukan di dunia, dan hal itu menyakitkan hati-Nya, menjijikkan di mata-Nya, dan orang-orang yang melakukannya sebagai akibatnya harus berhadapan dengan keadilan-Nya. Allah pada hakikatnya tidak menyukai segala kecenderungan hati dan perilaku yang bertentangan dengan hukum-Nya yang kudus. 


Dan, walaupun ada jalan yang secara membahagiakan ditemukan untuk memperdamaikan Dia dengan orang berdosa, namun Ia tidak akan pernah, dan tidak akan dapat, berdamai dengan dosa itu sendiri. Inilah dasar pandangan yang harus kita pegang teguh, meskipun terkadang dispensasi penyelenggaraan-Nya mungkin untuk sementara waktu, dan dalam hal-hal tertentu, kelihatannya tidak selaras dengan dasar pandangan tersebut. Perhatikanlah, apabila Allah membiarkan dosa, itu bukan berarti Dia menyetujuinya, sebab Ia bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan (Mzm. 5:5-6). Kelaliman yang di sini dikatakan tidak dipandang Allah itu mungkin terutama merujuk pada kejahatan yang diperbuat terhadap umat Allah oleh para penganiaya mereka. Sekalipun Allah melihat alasan untuk mengizinkannya, namun Ia tidak menyetujuinya. 


Jika kita baca pada pasal dua, Habakuk menguraikan dua hal.

3.1. Orang benar akan hidup oleh iman. Sekalipun ada tekanan, ancaman, intimidasi dan perlakuan yang menindas orang benar akan menjalani kehidupannya di dalam iman. Iman menuntun dia hidup di dalam kebenaran. 


2. Orang fasik akan mendapat hukuman. Tuhan tidak akan tidur, Tuhan adalah hakim yang adil, orang yang benwr tidak akan mati oleb kefasikan. Tuhan sendiri mwnegakka keadilan dan hukuman bagi k3fasikan. 


Habakuk 2:4-5 (TB) Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. 

Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya." 


Sahabat yang baik hati, Tuhan menghendaki kita hidup menurut jalanNya. Orang benar akan menjalani hidup ini dengan kebenaran. Tetaplah percaya dan jangan melirik kejahatan yang seolah berkuasa dan berkeliaran serta sesuka hatinya melakukan kejahatan. Tuhan adalah gunung baru dan perlindungan bagi orang benar dan penghukum atas kejahatan. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak 





Sabtu, 27 September 2025

Segala sesuatu diciotakan oleh Kristus

 Kotbah Minggu XV Stlh Trinitatis

Minggu, 28 September 2025 

Ev. Kolose 1:15-20



SEGALA SESUATU DICIPTAKAN DI DALAM KRISTUS


Selamat Hari Minggu! Kotbah Minggu ini merupakan ajaran tentang keutamaan Kristus, Kristuslah pusat kehidupan. Kristus menciotakan dan telah menebus kita, dan oleh Dia segala sesuatu telah dijadikan baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Kristus adalah pusat - Kristo Centris. Keutamaan Kristus itu dijelaskan oleh Paulus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kaum gnostim atau pemahaman filsafat Yunani seputar keilahian dan peran Kristus di dalam tatapan kosmos, hidup manusia, ciptaan dan eskatologi. Paulus menjawab bahwa di dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, baik yang ada di sorga dan yang ada di bumi, , yang kelihatan dan yang tidak kelihata, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 


Karena kotbah ini bersifat uraian penjelasan maka untuk memudahkan memahami dan menagkap pesan bagi kita saat ini. Baiklah kita ambil tiga sub tema yang kita pelajari dari kotbah ini. 



1. Kristo Centris: segala sesuatu diciptakan oleh Kristus


Kristo centris intinya bermakna segala sesuatu oleh Kristus dan untuk Kristus. Hal ini hendak menjelaskan tidak ada sesuatu apapu yang ada tanpa Kristus, dan semuanya untuk Kristus. Dengan demikians egala eksistensi berpusat pada Kristus. Penjelasan ini sangat penting karena ada pemahaman bahwa setiap elemen=elemnt dunia ini dimiliki oleh penguasa-penguasa dan penghuninya tunduk pada penguasa. Dengan pandangan Kristo centris, Paulus menjelasakan keutamaan dan kemahakuasaan Kristus atau kedaulatan Kristus atas segala sesuatu yang ada. 


Dengan penjelasan ini bagi kita jelas, kita ada karrean Kristus dan perjalanan ini pada akhirnya menuju pada Kristus. Cosmos ini adalah buatanNya dan tidak satu pun planet yang tidak dalam kekuasaan Kristus. 


Kepenuhan Kristus atas segala.ciptaan ini penting karena rupatupa pengajaran yang menyesatkan. Mungkin telah dipengatyhi oleh filsafat atau qjaran gnostik yang mengajarkan tentang kosmos ini dihuni dan dikuasai penguasa-penguasa atau dalam bahasa Yunani - τα στοιχεια του κοσμου (ta stoieha tou kosmou). Setiap planet dikuasai oleh penguasa-penguasa atau dewa-dewi tertentu atau setiap elemen-elemen dunia ini ada penguasanya. Krostuslah penguasa alam ini. Untuk itulah Paulus menasihatkan 

Kolose 2:8 (TB) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.


Bagi Paulus semua yang ada, planet dan unsur-unsur dunia ini ada oleh Kristus dan untuk Kristus. Pemenuhan Krostus atas semua itu dijelaskan melalaui penciotaan, penebusan dsn pendamaian yang dilakukan Kristus. Dalam penciptaan segala sesuatu diciptakan oleh Kristus. Ajaran tentang pebusan menjelaskan manusia yang jatuh kedalam dosa telah ditebusn oleh Yesus Kristus dengan penghapusan surat hutang. Sedangkan pendamaian menjelaskan Kristus telah melucuti penguasa-penguasa dan pemulihan hubungan dan dalam pemenuhan Kristus. 

Kolose 2:13-15 (TB) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 

Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.


Tindakan Allah yang berpusat pada Kristus ini merangkumkan ketiga ajaran ini manusia telah diciptakan menjadi manusia baru. Manusia yang baru harus mematikan manusia lama dan membuang perbuatan yang sia-sia dan tidak berguna.


Kembali kepada Kristo centris, tindakan Allah yang berpusat pada Kristus dan kepenuhan segala sesuatu ada di dalam Kristus dijelaskan:


- Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Kristus adalah Allah yang kekal.sejak semua dan sebelum segala sesuatu ada Dia sudah ada.


- Kristus yang sulung dan lebih utama dari seluruh ciptaan dan tidak ada segala sesuatu tanpa Dia. Kristus bukanlah ciptaan, tetapi pencipta. Segala ciptaan ada di dalam Dia dan dalam Dia segala sesuatu ada.



02. Kristus sebagai kepala: gereja adalah tubuh Kristus yang tunduk dan taat kepada Kristus


Hal kedua adalah Kristus sebagai kepala jemaat. Persekutuan orang percaya adalah persekutuan dimana segalanya dipimpin oleh Kristus dan tunduk kepada kepala yaitu Kristus. 


- Kristus kepala jemaat: jemaat adalah persekutuan orang kudus. Persekutuan orang kudus terdiri dari bebagai orang-orang yang memiliki berbagai kasih (rupa-rupa karunia). Dari pengertian ini juga dipakai istilah bahwa gereja adalah tubuh Kristus. Kristus adalah kepala kita adalah anggota tubuh Kristus.


Dari penjelasan-penjelasan ini Paulus mau meneguhkan agar tidak ada lagi keraguan jemaat percaya dan menerima Yesus sebagai Yuruselamat. Dia adalah Allah yang kekal yang merencenakan segala sesuatu sejak semula. Di dalam Kristuslah segala sesuatu dipenuhi. Kolose 1:23 (TB) Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.


Kotbah ini hendak meneguhkan iman jemaat iman karena masih ada rupa-rupa ajaran yang mau menggoncangkan iman jemaat. Apalagi mitologi-mitologi Yunani kuno di jamannya. Mereka percaya setiap planet ada penguasanya dan memiliki kekuatan-kekuatan. Mereka maaih percaya adapa penghuni atau penghulu-penghulu di setiap unsur-unsur alam ini.


Dengan penjelasan keutamaan Kristus, Paulus menjelaskan bahwa tak ada satupun elemen-elemen dunia ini yang tidak diciptakan oleh Kristus dan tidak ada satupun yang tidak dalam kekuasaan Kristus. Kristus memenuhi segalanya, Kristus memenuhi segala alam. Semua ciptaan tunduk di dalam kuasa Kristus. Di dalam Kristus segala sesuatu ada dan tidak ada sehala sesuatu tanpa Dia. 


3. Pendamaian Kristus: mendamaikan manusia - Allah, mendamaikan bumi - sorga.


- Di dalam Kristus manusia diperdamaikan degan Allah. Peran Kristus sebagai pendamaian dengan Allah. Kenapa didamaikan, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa.


Pendamaian Kristus di dalam salib sekali untik selamanya. Jika dalam pemahaman Yahudi imam besar hadir membawa kurban keselamatan atau kurban penghapusan dosa setiap tahunnya maka Kristus melakukannya sekali untuk selamanya. 


Konsep pendamaian di dalam Surat Kolose ini lebih luas lagi, pendamaian bukan hanya rekonsiliasi manusia dengan Allah. Tetapi pendamaian atas seluruh alam, bumi dan sorga.


Kolose 1:19-20 (TB) Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 

dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 


Dari pandangan sains, salah satu ancaman terhadap penduduk bumu adalah jatuhnya benda-benda angkasa untuk menghanguskan bumi. Pandangan-pandangan semacam.ini ada dalam cerita-cerita rakyat dan mitologi Yunani. Kita di manusia modern ini juga ada pansangan semacam itu, jatuhnya benda langit yang dapat menghangurkan penduduk bumi. Dengan penjelasan ini Paulus menghubungkannya dengan peristiwa salib. Salib Kristus telah mendamaikan bumi dan sorga. 


Jika Allah telah mendamaikan bumk dan sorga melalui peristwa salib, maka kehidupan yang berdamai menjadi milik semua orang. Jauh dari ancam mengancam dan segala tindakan yang menindas dan mengintimidasi. Praktek kehidupan yang demikian harus tunduk di dalam kedaulatan Kristus. Tindakan Allah melalui peristiwa salib harus dipahami sebagai perbuatan Allah yang menghadirkan damai sejahtera, jauh dari oermusuhan, pertentangan dan segala tindakan hang mengancam dan mengintimidasi. Pendamaian Kroatus benar-benar menghadirkan kehidupan yang penuh damai, harmonis dan jauh dari penindasan. 


Sahabat yang baik hati! Untuk merangkumkan kotbah ini saya simpulkan kembali:

a. Kristus sebagai yang sulung atas segala ciptaan, segala sesuatu ada dialam Dia dan oleh Dia segala alam ini ada dalam kedaulatan Kristus. 

b. Kristus adalah kepala atas jemaat; persekutuan orang percaya harus tunduk dan taat kepada Kristus.  

c. Peristiwa salib adalah pendamaian Allah atas bumi dan sorga, pendamaian Allah dan manusia. Pendamaian Kristus membuang segala permusuhan, ancaman dan tekanan yanv meni das kepada kehiduoan yang harmoni dan penuh damai. 


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak


Sabtu, 20 September 2025

TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA

 Kotbah Minggu XIV Stlh Trinitatis

Minggu, 21 September 2025

Ev. Amos 9:11-15



TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, Amos adalah salah satu nabi yang sangat kritis, bersuara keras melihat persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah umat Allah. Dia seorang nabi dari desa, namun memiliki keberanian menyampaikan persoalan sosial yang terjadi ditengah-tengah bangsa Israel. Dia seorang dari desa Tekoa, dan hampir dipastikan dia lahir dari keluarga orang pinggiran karena Tekoa 16 KM dari kota Bethlehem. Identitas itu tak membuatnya gentar menyampaikan kritik sosial karena Tuhan yang memanggil dan memakai Amos.


Tema dalam kitab Amos adalah kiritk sosial atas Ketidak adilan, penindasan dan penyelewengan kebenaran menjadi realitas sosial yang harus diterima oleh masyarakat. Artinya hidup di dalam ketidak benaran dan ketidak adilan akan membawa masyarakat kepada kemerosotan moral. Bagi Amos ini adalah suatu keadaan yang kritis yang menuju kematian. Satu-satunya jalan untuk hidup adalah "mencari Tuhan, semboyan Amos yang sangat terkenal: Carilah Tuhan maka kamu akan hidup (5:4) selanjutnya Amos berseru: "biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." (5:24).  


Kotbah Minggu ini tertulis pada Amos 9:11-15 tentang janji keselamatan bagi Israel yang telah terbuang dan terhukùm. Ini sangat menarik jika kita baca kitab Amos pasal 1-10 semuanya tentang hukuman dan kemarahan Tuhan atas perilaku, perbuatan dan pelanggaran umat Israel. Tuhan sangat marah atas swgala keadaan dan realitas sosial jaman Amos: penindasan, kesengsaraan karena perampasan hak orang miskin: yatim, janda dan orang asing, ibadah yang tidak tulus dan berbagai kebijakan raja yang menindas rakyat dengan pajak yg tinggi dan memakmurkan pihak istana saja. Hal ini menjadi sorotan dan alasan kemarahan Tuhan yang tak dapat tertentu, ibarat singa telah mengaum dan kurban sudah didepan mata, demikianlah umat Israel akan mendapat hukum dari Allah atas segala pelanggarannya. Hukuman ini tak tanggung-tanggung, mereka musnah oleh pedang, rebah dan tinggal meratap. 


Namun bagian penutup dari kita Amos ini adalah janji keselamatan dan rencana pemulihan Allah atas siasia yang terbuang. Allah akan memulihkan keadaan mereka dan menanam ulang umat Israel ditanah yang subur. Mereka akan kembali dari pembuangan dan hidup di rumah sendiri dan mendirikan pondok Daud. Disini dibalik hukuman yang menimpa umat Allah atas ketidak adilan dan kebenaran, Allah berkenan memulihkan umatNya. Allah sendiri akan mendirikan kembali pondok Daud. Disini Amos hendak mengingatkan kejayaan Daud yang mempersatukan umat Allah dan berhasil menjadikan Sion sebagai pusat pemerintahan dan peribadahan. Totalitas kehidupan umat Allah dipimpin oleh Allah sendiri. 



1. Mendirikan kembali pondok Daud.


Pemulihan Allah disampaikan pada Amos 9:11 (TB) "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 


Mendirikan Pondok Daud mengingatkan strategi Daud yang membangun kota Zion sebagai pusat kehidupan bangsa Israel. Daud membangun pondok atau istana di Sion untuk mempersatukan seluruh suku-suku Israel dan membangun kerajaan Isrel yang didukung oleh seluruh masyarakat. Selain itu Daud membawa kembali Tabut perjanjian di Sion sebagai simbol Allah hadir di tengah-tengah umatNya. Kehadiran Tabut Perjanjian di Sion menjadi kesatuan Israel sebagai bangsa dan umat Allah. Allah adalah raja dan pemimpin umat Allah.  


Maka janji pemulihan yang sisampaikan oleh Amos, membangun kembali pondok Daud adalah menggambarkan rencana Allah memulihkan keutuhan Israel yang berpusat kepada Allah. Allah sendiri pusat kehidupan pspiritualitas bangsa Israel dan Pusat aqq¹qpemerintahan bangsa Israel. Israel yang sudah hancur dan rata dengan tanah akan dipulihkan dan dibangun kembali oleh Allah. Pemulihan sebagai bangsa Israel yang bersatu, tidak tererai berai namun menjadi satu bangsa. Kedua pemulihan kehidupan rohani atau spiritualitas umat Allah. 


2. Kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi


Selanjutnya pemulihan yang direncanakan oleh Allah adalah pemulihan kesejahteraan. Disebutkan dalam Amos 9:14 (TB) Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 


Bukan hanya sebagai bangsa yang dipulihkan namun akan dibangun ekonomi yang lebih baik dan kemakmuran bagi umat Israel. Mereka akan menikmati hasil dari pekerjaan mereka. Bagi orang Yahudi, arti ya g di erkati bukan banyaknya harta yang dikumpulkan namun orang yang menikmati hasil dari pekerjaannya. 


Seperti ungkapan orang Batak: "hadumaon", maduma berarti gabe na niula sinur na pinahan: hasil pertanian berlimpah dan ternak mereka gemuk. Hadumaon juga berarti hidup di dalam damai dan tiada ancaman. Pemulihan seoerti itulah yang akan dihadirkan oleh Tuhan di rengah-tengah umatNya. 


Alangkah ngerinya jika petani bekerja dan berlelah namun tidak menikmagi hasilnya karena gagal panen. Demikian juga alangka sia-sia rasanha jila para gembala memelihara ternak namun ternaknya disambar penyakit yang mematikan. Janji Tuhan dalam Amos 9: 14 ini adalah kemakmuran dimana para petani menimmati pertaniannya dan peternak menikmati hasil jerih mereka. 


Pemazmur menjelaskan bahwa kebahagiaan seseorang jika fia menikmati hasil pekerjaannya. Mazmur 128:1-2 (TB) Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 



3. Pertumbuhan yang berakar kuat: budaya dan iman


Pemulihan dan keselamatan Israel tidak sementara, namun tetap dan tidak akan tercabut lagi dari akarnya. Mereka akqnnhidup dalam.akar budaya dan iman yang kuat dan tidak mudah dioengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai asing. 


Amos 9:15 (TB) Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman Allahmu. 


Apa yang kita baca pagi ini merupakan hal yang sangat menarik, umumnya kita memahami Allah itu pengasih dan penyanya, panjang sabar dan penuh kasih sayang, namun marah dan menghujum bagimorang yang taat. Kitab Amos memulai hukuman dan kemarahan atas pelanggaran yang dilakukan, namu tetap mengasihi, menyelamatkan dan memulihkannya. Tuhanntak selamanya menghukum, Diam penuh kasih sayang dan memberkati, memulihkan bahkan lebih dari yang semula.


Melekatnya tradisi dan pengakuan iman (Credo) Israel adalah salah satu yang membuat Israel bertahan. Penulis Isac Max Dimont, dalam bukunya: Yahudi, Tuhan dan Sejarah menjelaskan bangsa Israel merupakan salah satu bangsa yang paling berpengaruh dan mempengaruhi peradaban. Mereka bisa bertahan 200 tahun tanpa raja, tanpa wilayah namun tradisi Yahudi yang kuat membuat mereka bertahan. Peradaban Mesir, Babelonia, Syria yang sangat terkenal di jaman PL telah hilang ditelan jaman. Namun Yahudi tetap eksi dan berakar di dalam budaya, keyakinan dan tradisi yang kuat. 


Alar yang kuat telah tertanam karena dipelihara oleh Firman Tuhan yang bertumbuh dan berbuah. Maka peradaban manusia bergeser, nilai-nilai berubah ubah namun Firmannya tetap. Firman Tuhan yang tertanam, berakar dan bertumbuh memelihara mereka di dalam iman. 


Sahabat yang baik hati! Nabi Amos meyakinkan kita juga di jaman kita ini. Dalam jaman yang berubah-ubah, Tuhan memberikan pegangan yang kita yang tidak dapat diubah oleh perubahan peradaban. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak

Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1TTckpnBu9/




Sabtu, 13 September 2025

SUKACITA MENYAMBUT ANAK YANG HILANG

 Kotbah Minggu XIII Stlh Trinitatis

Minggu, 14 September 2025

Ev. Lukas 15:11-32



Sukacita Atas Kembalinya Anak Yang Hilang


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati cerita anak hilang merupakan satu cerita yang sangat menarik dan sarat makna. Kisah ini mungkin terjadi sebagai pengalaman real dalam hidup kita sehari-hari, khususnya pengalaman orang tua terhadap anak. Mungkin kita sudah lelah menasihati namun tidak berobah, dia mengikuti kehendaknya seturut keinginanya. Namun waktu berjalan dan oleh pengalaman tertentu akhirnya menyesal dan bertobat. Mungkin juga pengalaman dalam keluarga di mana ada suami atau isteri yang tidak peduli dengan pasangannya sudah berulang kali berdiskusi dengan konselor rasanya pernikahan sukit untuk mempertahankan rumah tangganya, namun suatu ketika ada pertobatan hubungan-hubungan pulih dan kembali berbaik. Jika ada pertobatan semacam itu apa yang kita rasakan? Mungkin saja seseorang tidak langsung percaya, tunggu dulu apakah pertobatannya sungguh-sungguh? Alangkah bahagia rasanya jika pertobatan terjadi. Pertobatan mengembalikan seseorang kepada hidupnya sekaligus di dalamnya pemulihan hubungan yang rusak oleh karena kesalahan dan keinginan diri yang meninggalkan relasi-relasi sebelumnya. Alangkah sukacitanya penghuni sorga jika ada orang yang berrobat dan kembali ke pangkuan bapa.


Kotbah minggu ini tertulis dari Lukas 15:11-32. Judulnya sering dikenal dengan 'anak yang hilang" namun ada juga yang mememahi ini "kemurahan bapa yang tiada batas". Tergantung kepada anda dari mana memaknai cerita ini. Dari pengalaman real kita mungkin lebih tepat dengan judul kembalinya anak yang hilang namun dari segi pengajaran iman Kristen menggambarkan kasih Allah maka tepat juga dengan topik: kemurahan bapa yang tanpa batas.


Kisah ini menggambarkan seorang anak bungsu yang meminta warisan dari ayahnya sebelum waktunya, lalu pergi ke negeri jauh dan menghabiskan semua hartanya dalam hidup yang penuh dosa. Setelah jatuh dalam kehinaan—bekerja sebagai penjaga babi, pekerjaan yang hina bagi orang Yahudi—dia akhirnya menyadari keadaan tragisnya setelah terpuruk di kandang babi. Dalam keputusasannya, ia memutuskan untuk kembali kepada ayahnya dan memohon pengampunan. Apapun yang terjadi kemarahan atau belaskasihan namun berani kembali ke rumah bapa. Pertobatan harus berani mengambil resiko, kalau tidak tetap terpuruk.   


Baiklah kita mengambil beberapa pokok pentjng yang kita pelahari dsri kotbah ini dalam kehidupan kita.


1. Anak yang hilang - mencari kebebasan dan kepuasan diri.


Hal pertama dari kotbah ini yang menjadi pelajaran penting menurut saya adalah peringatan akan dosa. Setiap orang memiliki kehendak bebas, keinginan untuk bebas, mencari sesuatu yang belum pernah dimiliki atau dialami. Namun dalam mencari kenginan dan kepuasan diri justru disitu dekat dengan jurang kejatuhan manusia di dalam dosa.


Dalam kisah ini salah satu anak diceritakan memiliki perilaku ingin bebas. Dia tahu haknya dan meminta haknya itu dari ayahnya. Haknya itu akhirnya dihambur-hamburkan, bersenang-senang, mabuk-mabukan bersama teman-temannya hingga jatuh miskin. Selama persediaan kekayaannya ada dia masih pongah dan bangga akan kebodohannya dan melanjutkan dosanya. Akhirnya tibalah kemiskinan menimpanya, sahabatnya semasa bersenang-senang tidak ada lagi disampingnya, semuanya meninggalkannya. 


"Godang dongan mengkel, dongan tangis soada"

Ini suatu nasihat yang dikenal oleh orang Batak artinya: ada banyak teman merayakan sukacita, namun hanya sendirian yang menanggung pilu dan dltangis".


Sang anak yang mencari kepuasan diri jatuh kepada kemiskinan bahkan untuk makan pun tidak ada. Bekerja di kandang babi dan karena tidak tahan merasakan kelaparan akhirnya makanan babi pun dia makan. Sungguh suatu pengalaman yang memilukan hati, dirinya memberontak di dalam keterpurukan dan keputusasaan. Keadaan ini tidak dapat dilanjutkan maka muncullah ingatan akan kebaikan yang dimiliki dan ingatan itu menjadi titik awal untuk bertobat.


Kedaan ini hendak menasihatkan, penyesalan selalu datang terlambat. Jangan sampai jatuh sedemikian jauh. Maka kelolalah hidup kita dengan bersyukur. Jangan mencari kepuasan diri yang menghepaskan kita kepada situasi yang membuat kita sulit diperbaiki. Jika terlanjur salah mari perbaiki diri. Penyesalan memang terlambat, namun sekalipun terlambat lakukanlah pertobatan, Bapak yang murah hati menunggu kita. 


2. Beranjak dari kandang babi - bangkit dari keterpurukan


Adi sini ada dua kalimat yang mengharukan, pengakuan atas apa yang terjadi di dalam dirinya. Kedua kaliman ini menggambar pengakuan atas kesalahan dan keinginan untuk memperbaikinya. 


2.1. "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku"


Kalimat ini menunjukkan kesadaran akan kebutuhan untuk berubah. Sang anak menyadari bahwa hidup dalam dosa tidak memberikan kepuasan, tetapi justru membawa penderitaan. Dia tidak hanya menyesali kesalahannya tetapi mengambil keputusan untuk bertindak kembali ke rumah Bapaknya. 


Hal menarik adalah ada kesadaran akan keadaan, jika tetap disitu hanya menunggu kematian. Mungkin pula ada pikiran, jika kembali dua konsekwensi akan terjadi, kemarahan atau penolakan dan resiko terburuk pun sudah dipikirkan, kalaupun tidak diterima kembali sebagai anak, menjadi hamba di rumah bapaknya juga sudah jauh lebih baik dari pada menunggu kematian di kandang babi. Maka dia pun melangkah untuk kembali.


Pertobatan sejati dimulai dari kesadaran. Kita harus menyadari bahwa tanpa Allah, hidup kita akan kehilangan arah dan damai sejahtera. Seperti anak yang hilang, kita seringkali tidak menyadari kehancuran spiritual akibat dosa. Namun, ketika kita merenungkan firman Tuhan, Roh Kudus menyingkapkan kesalahan kita dan mendorong kita untuk kembali kepada Allah.  


2.2. "Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap Bapa"


Dia menyadari kesalahannya, dan membayangkan bagaimana sikap sang bapa atas perbuatannya. Maka untuk memperoleh pengasihan dia secra terbuka menyampaikan kesalahan di hadapan Bapa. 


Ini mencerminkan pengakuan dosa. Ini merupakan pesan yang sangat berharga sang anak memahami bahwa dosa utamanya adalah melawan Allah (“sorga”) sebelum melukai sesama (dalam hal ini, ayahnya). Doa memyadari sepenuhnya bahwa hidupnya tidak akan berakhir di kandang babi, maka dengan penuh keberanian untuk mengaku dosa. Dia tidak mempertahankan egonya, tetapi dengan membuang segala rasa malu, mau mengakui kesalahan yang telah dilakulannya di dalam hidupnya. Dia juga tidak menganggap dirinya sebagai anak dihadapannya, tetapi seorang yang sadar akan dosa dan perbuatan.


Dalam kehidupan kita, dosa bukan hanya pelanggaran terhadap sesama, tetapi terutama terhadap Allah. Pengakuan ini menunjukkan kerendahan hati yang diperlukan dalam pertobatan. Mengakui dosa kesalahan adalah siarat mutlak untuk memperoleh pengampunan. Tidak semua orang yang menyadari dosanya berani untuk kembali. Ada rasa malu, takut ditolak, atau merasa tidak layak. Tapi Lukas 15:20 menunjukkan bahwa sang ayah berlari menyambut anaknya dengan pelukan, bahkan sebelum sang anak berbicara. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu lebih dahulu menyambut kita dengan kasih-Nya.  


Sang bapa tidak mengingat kesalahannya, berapa kerugian yang ditimbulkan dan murkanya sudah dihapus dengan kesediaan kembali kerumahnya. Dari cerita ini kita menerima suatu penjelasan tentang hakekat Allah yang murah hatoi, terbua memaafkan dan mengampuni. Benar seperti yang disampaikan dalam oleh nabi Yesaya: 

Yesaya 1:18 (TB) Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 


3. Sukacita Sorgawi atas pertobatan*


Pengampunan tersedia, Allah dan penghuni sorgawi bersukacita menyambut orang yang berbalaik sebagaimana digambarkan dalam mazmur ini. 

Mazmur 103:8-13 (TB) TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 

Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, 

tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; 

sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. 

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. 


Dalam perumpamaan ini dapat kialta ambil pelajaran sang ayah menggambarkan Allah, dan anak yang hilang melambangkan kita manusia yang seringkali menjauh dari kasih-Nya. Tindakan sang anak untuk kembali menggambarkan pertobatan, dan respons sang ayah yang penuh kasih menunjukkan sifat Allah yang siap mengampuni.  

  

Pengampunan Allah yang Penuh Kasih, Allah tidak menutup pintu untuk anaknya, namun rindu dan rasa haru yang mendalam. Begitulah sifat Allah yang menantikan pertobatan kita. Dalam ayat-ayat berikutnya (Lukas 15:20-24), sang ayah tidak hanya menerima anaknya kembali tetapi juga merayakan kedatangannya dengan pesta besar. Ini menunjukkan bahwa pertobatan satu orang berdosa membawa sukacita besar di surga (Lukas 15:7). 


Jangan takut untuk berbalik, Yesus sendiri menyambut dan menyatakan kepada orang berdosa: pada hari ini aku bersama-sama dengan engkau di dalam Firdaus. Dari pihak Allah tidak ada penghalang atau yang menghambat kita datang kepadaNya. Allah menunggu pertobatan kita. 


Salam dari Bandung: 

Pdt Nekson M Simanjuntak


FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...