Sabtu, 01 November 2025

TUHAN MENDENGAR SERUAN HAMBANYA

 Kotbah Minggu XX Stlh Trinitatis

Minggu, 2 Nopember 2025

Ev. Nehemia 1:1-11



TUHAN MENDENGAR SERUAN HAMBANYA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, pernahkah hati anda tersayat melihat suatu kenyataan yang memperihatinkan? Dulu, saya senang menonton program channel TV tentang bedah rumah, kru membedah rumah orang yang keadaannya memprihatinkan dan dirubah menjadi layak huni. Program seperti itu mendapat dukungan yang positip dari masyarakat karena bentuk kongkrit peduli terhadap suatu realitas yang memprihatinkan.  


Kembali kepada pertanyaan bagaimana sikap kita terhadap suatu keadaan yang memperihatinkan? Setidaknya ada tiga sikap orang terhadap kondisi yang memperihatinkan:

Pertama, exit permit artinya setelah tahu keadaan berat dan sulit diperbaiki maka dia akan tidak mau tahu atas keadaan, menghindar dan tidak mau terlibat untuk memperbaikinya. 

Kedua, sikap prihatin namun tidak berbuat apa-apa untuk memperbaiki keadaan. Banyak komentar, banyak menganalisa dan ide-ide namun tidak ada action plan yang dilakukan

Ketiga, praxis, prihatin dan berbuat sesuatu untuk merubah keadaan.


Tentu masih banyak yang dapat kita identifikasi tentang sikap seseorsng terhadap situasi yang memperihatinkan namun umumnya bermuara pada ketiga arus diatas. 


Kotbah minggu ini memberikan contoh pemimpin pembangunan yaitu Nehemia. Dia memiliki jabatan di kerajaan Persia namun sangat peduli terhadap bangsaNya. Dia mengamati dan memonitoring perintah Raja yang memulangkan umat Allah dari pembuangan. Proses kembalinya dari pembuangan diawalnya tidak seperti yang dibarapkan karena mereka yang kembali merasakan penderitaan. Kotbah ini menginspirasi kita tentang tokoh Nehemia. 


1. Nehemia tokoh pembaharuan dan pembangunan.


Nehemia adalah salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan Keprihatinan disertai dengan tindakan kongkrit menjawab keadaan yang memprihatinkan. Dia seorang pejabat di pemerintahan persia dan mempergunakan jabatannya untuk memberikan penjrlasan kepada raja bahwa umat Allah yang telah pulah dan yang masih berada dalam.pembuangan sangat memprihatinkan. Dia berdoa dan berkabung setelah tahu keadaan umat yang kembali ke Yerusalem. Kemudian Nehemia melakukan banyak apalagi setekah dutetapkan menjadi gubernur dia melakukan banyak hal membangun tembok Terusalem, membangun Bait Allah dan kesejahteraan umat Allag setelah pembuabgan. 


Kitab Nehemia adalah salah satu bentuk keprihatinan yang mendalam atas keadaan yang dialami oleh umat Allah. Nehemia hadir menangis melihat realitas dan berdoa memohon kepada Tuhan untuk berkenan memperbaiki umatNya. 


Nehemia adalah seorang juru minum raja Persia yang hidup makmur di Susan. Namun, ia tidak melupakan bangsanya yang berada di Yerusalem. Ketika ia mendengar kabar dari saudaranya, Hanani, bahwa orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan berada dalam keadaan sengsara, tembok Yerusalem runtuh, dan gerbangnya terbakar, Nehemia sangat terpukul. Nehemia 1:3 (TB) Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." 

Nehemia sujud berdoa atas keadaan yang memprihatinkan ini. 


Kotbah minggu ini mengajak kita belajar dari apa yang dilakukan olrh Nehemia. Apa yang dilakukan Nehemua adalah contoh kongkrit bagi seirang pemimpin yang menyuarakan keprihatinan dan melakukan upaya kongkrit memperbaiki keadaan.


2. Kepedulian Nehemia dan tindakan nyata terhadap keadaan bangsanya.


Nehemia memiliki kepekaan yang mendalam terhadap penderitaan bangsanya, meskipun ia hidup nyaman di Istana namun hatinya melekat dengan keadaan bangsanya. Saat Raja Persia mengumumkan kembalinya Israel dari pembuangan dia terus memonitoring dan memintai keterangan dari sahabat dan informan yang dipercaya. Berdasarkan itulah Nehemia mengehtahui gelombang pertama yang kembali ke Yerusalem sangat memprihatinkan, tembok Yerusalem runtuh, Bait Suci jadi puing dan mereka yang kembali mengalami kesulitan yang besar. Dia prihatin yang mendalam, dia berdoa, berpuasa atas keadaan umat Allah. Keprihatinan yang mendalam inilah membuat Nehemi tergerak untuk memberanikan diri menghadap raja untuk membangun kembali Yerusalem. Ini menjadi teladan bagi orang percaya untuk tidak egois dan memiliki beban bagi orang lain.


Mari.kita lihat bagaimana Nehemia meminta kepada Raja agar dia diberi tugas untuk membangun Yerusalem.


Nehemia 2:2-5 (TB) bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.

Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" 

Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, 

kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."


Keteladanan Nehemia ini menggugah kita bahwa panggilan untuk membangun Yerusalem tertanam dihati. Kenyamanan dan kemapanan tidak boleh membuat kita melupakan tanggung jawab terhadap sesama dan pekerjaan Tuhan.


Nehemia adalah contoh berdoa untuk pekerjaannya dan mengerjakan doanya. Dia digerakkan dengan roh yang menyala untuk membangun kembali Yerusalem. Doa dia berikan Tuhan raja oun mengijikna Nehemia menjadi gubernur dan menata Yerusalem bersama imam Ezra. Doa Nehemia menjadi contoh doa yang didengar Tuhan karena didasarkan pada hati yang hancur, pengakuan dosa, dan keyakinan akan janji Tuhan.


3. Pengakuan dosa awal perubahan:


Di atas sudah saya singgung spiritualitas Nehemia. Dia berdoa untuk keadaan yang memprihatinkan umat Allah yang kembali ke Yerusalem dan Nehemia mengerjakan doanya dengan turun langsung melakukan perencanaan, mengorganisir pelaksanaan sampai pembangunan tuntas.


Dalam doa ini ada hal menarik dari Nehemia, dia menyadari sepenuhnya bahwa keadaan ini adalah buah dari pelanggaran dan dosa umat Allah. Nehemia tidak membela umatnya atas semua kesengsaraan ini, namun memohon pengamounan dosa agar Tuhan berkenan mengampuni dan memberi kesempatan untuk berubah.

Nehemia 1:7 (TB) Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.


Apa yang dilakukan oleh Nehemia ini adalah transformasi dari diri sendiri. Ada orang dalam menghadapi kenyataan sulit selalu membenarkan diri dan menyalahkan pada pihak lain. Menyalahkan pihak lain tidak akan mengubah apa apa, mengubah keadaan diri sendiri harus dimulai dengan melihat letak kesalahan diri. Orang yang menyadari kesalahan dan berkenan merubahnya akan meraih masa depan. Karena dengan melihat kesalahan dan mengakui dihadapan Tuhan akan mengubah diri san menatap visi. 


4. Iman dan keyakinan Nehemia: Ya Tuhan berilah telinga kepada hambaMu ini!


Setelah mengaku dosa ada hal menarik dari Nehemia, yaitu keyakinan Nehemia atas janji Allah. Bukankah Allah sudah berjanji dengan umatNya. Mereka adalah milik Allah dan Tuhan akan setia di dalam janjinya.


Dengan keyakinan ini, Nehemia menyampaikan doa didalam keyakinan bahwa Tuhan akan mendengarkan doaya.

Nehemia 1:10-11 (TB) Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?

Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. 


Keyakinan seseorang melakukan pekerjaan akan berpengatuh kepada etos kerja. Semakin yakin seseorang dapat melakukan pekerjaannya maka possibiltas tuntasnya pekerjaan itu semakin tinggi. Sebaliknya jika seseorang ragu dan tidak yakin untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan maka possibiltas tuntasnya pekerjaan tersebut akan rendah. 


Nehemia sujud dihadapan Tuhan menyampaikan harapannya. Nehemia yakin bahwa Tuhan akan membebaskan umat Allah atas segala kesalahan dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tuhan mendengar doa Nehemia dan Nehemia mengerjakan doanya. Nehemia seorang gubernur ahli dalam pemerintahan bersama imam Ezra bersama-sama membangun tembok Yerusalem dan Bait Allah. 


Nehemia adalah firgur leader yang prihatin atas keadaan, dia berdoa dan mengerjakan doanya karena percaya Tuhan mendengar seruanNya. Amin


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...