Minggu Akhir Tahun/Peringatan Orang Meninggal
Minggu, 23 Nopember 2025
Ev: Wahyu 20:11-15
Penghakiman Terakhir: Tercatat Dalam Kitab Kehidupan
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki akhir tahun gerejawi. Satu tahun kalender gerejawi kita sudah lalui mulai dari Advent I Tahun lalu hingga Minggu Ujung Gahun gerejawi ini. Dalam kalender HKBP dihubungkan akhir tahun gerejawi dengan peringatan orang meninggal. Biasanya gereja-gereja membacakan nama-nama anggota jemaat yang meninggal dunia sepanjang tahun ini. Hal ini mengingatkan bahwa hidupnkita akan berakhir kepada kematian, namun syukur bagi Tuhan yang menerima orang percaya memasuki kehidupan yang kekal oleh penebusan Yesus Kristus.
Sahabat yang baik hati, kematian selalu menyeramkan bagi kita. Oleh kematian relasi manusia terputus, mungkin masih banyak harapan kita akan orang yang kita kasihi namjn kematian telah merampas dia dari kita. Namun inilah kelebihan orang percaya memahami kematian, siapun kita akan menghadap kematian, kita tidak tahu kapan kematian tiba. Hanya satu yang pasti bagi orang percaya bahwa Kristus telah menebus kita dari kematian dan dalam kebangkitan kelak nama kita telah tertulis di dalam kitab kehidupan.
Kotbah minggu ini mengingatkan kita akan penghakiman akhir. Barang siapa yang setia sampai akhir dialah yang akan menerima mahkota kehidupan.
1. Sadar cara hidupmu: suatu kotbah dari lagu group musik Black Brother.
Sejalan dengan pesan kotbah minggu ini, saya mengutip lagu yang sangat bagus dari kelompok musik Black Brother dengan judul: "Hari Kiamat"
Di tepi jalan,
si miskin menjerit
Hidup meminta dan menerima
Yang kaya tertawa, berpesta pora
Hidup menumpang di kecurangan
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Kutipan ladi atas merulaka pesan penting dalam realitas kehidupan yang amat memprihatinkan. Orang memperlakukan orang lain seenaknya karwna kuasa atau apapun kekuatan dirinya yang membuat orang terpinggir. Lagu ini mengingatkan ada penghakiman Tuhan, setiap orang akan mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat di dalam hidupnya. Lagu ini sekaligus kritik keras terhadap orang yang berlaku curung, penindas dan telah menjadikan orang lain melarat dan terpinggirkan.
Diakhir lagu ini penyair menyerukan kesadaran
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Diakhir berpesan bahwa pengadilan akan datang.
Demikian di Minggu akhir tahun gereja dan peringatan orang meninggal ini kita diingatkan ada kelak penghakiman. Sehingga setiap orangbhatus menyadsri cara hidupnya memperlakukan orang. Karena Tuhan akan menghakimi setiap orsng menurut perbuatannya.
2. Semuanya akan berlalu
Wahyu 20:11 (TB) Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
Kemarin dalam ibadah pemberangkatan Pdt Dr Robinson Rajagukguk saya mengutip kotbah dari Ibrani 13:14 bahkwa disini kita tidak ada kota yang menetap, tetapi kita mencari kota yang akan datang.
Nas ini mengingatkan dunia yang kita jalani sekarang ini adalah sementara, itu hanya sementara. Begitu susahnya seseorang mencari kehidupan yang lebih baik dan layak, berpindah dari satu kota ke kota lain, disertai dengan dinamika kehidupan baik suka dan duka. Ada mungkin yang puas dan bangga namuna ada pula yang berkeluh dan pilu. Namun satu hal bahwa manusia pada akhir mengeluh karena secara alamia mata semakin rabun, pendengaran semakin berkurang, gigih satu persatu copot dan tak kuat menguyah makanan, pikiran makin beku dan sering lupa, kaki goyah dan semakin sulit berjalan. Itu semua tanda yang harus kita terima bahwa semuanya akan berlalu.
Jika dulu masih muda, melihat jadwal sana sini, menceritakan akan apa yang telah didapatkan atau prestasi yangbdapat ditunjukkan namun setelah semakin tua yang didiskusikan adalah obat ini dan itu serta jadwal ke dokter sana sini. Itulah bukti bahwa hidup kita akan berlalu. Namun ada satu yang menetap yaitu takhta putih yang kita percayai yang menentukan memasuki keabadian, Dialah Yesus Kristus yang datang kelak untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
3. Setialah sampai kedatanganNya - penghakiman akhir akan datang
Setialah sampai kedatangan Kristus, bila waktunya datang kita siap dan ditemukannya tetap di dalam iman. Apapun yang menimpa kehidupan kita tetaplah setia: disaat mendapat kemujuran atau diaaat berkeluh, disaay banyak cerita yang membanggakan atau disaat kita ditimpa cerita yang menyedihkan. Ketika hal baik atau hal buruk menimpa tetaplah setia dan percaya.
Seringkali kita bertanya dalam hati mengapa orang-orang di luar Tuhan sepertinya hidup mujur tanpa masalah meski mereka hidup tidak sesuai dengan firman Tuhan (hidup dalam daging dan mengumbar hawa nafsu); sedangkan perjuangan kita setiap hari untuk hidup dalam kebenaran, menabur kebaikan, setia melayani Tuhan rasa-rasanya tidak ada hasil alias sia-sia. Hal ini juga pernah dirasakan oleh pemazmur yang berkata, "Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi." (Mazmur 73:13-14). Namun kita diingatkan: "Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;" (Mazmur 37:1).
Tetaplah setia menjadi kunci karena setiap ayang yang terjadi dalam hidup kuta dan apa sikap dan respon kita semuanya tercatat dalam pengawasan Tuhan. Secara terperinci Tuhan mencatatnya dalam sebuah buku yang disebut dengan kitab kehidupan. Tertulis: "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu." (Wahyu 20:12). Bukan saja dicatat di dalam kitab kehidupan, namun segala perbuatan yang kita lakukan di bumi ini juga akan mendapat hukuman yang menurut penghakimanNya.
Jika kita di jaman modern ini memiliki tehnologi canggih mencatata fenomena setiap apa yangvterjadi.lewat satelit atau lewa cctv l3bih dari itulah Tuhan mencatat dan merecord segala perbuatan kita. Jika satelit dan cctv merekam apa yang kelihatan saja, Tuhan mengetahui apa motivasi dan isi hati yang terdalam dalam setiap orang.
Kesetiaan di dalam iman menuntuk buah-buah yang baik. Oleh karena itu, selama kita masih hidup di dunia ini dan memiliki banyak kesempatan, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)
4. Namamu telah ditulis dalam buku kehidupan
Mengingatkan bagian keempat ini saya mengutip BE HKBP No 146:6 yang biasanya dinyanyikan setelah menerima Baptisan disebutkan:
Asi rohaM o Tuhan, di angka on sude
Tu buku hangoluan, surathon ma sude.
(Kasinilah ya Tuhan semua umatMu ini, ke Kitab Kehidupan, tuliskanlah semua)
Nyanyian ini berangkat dari makna Sakrament Baptisan. Oleh baptisan kita telah dimateraikan di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Rohb
Kudus. Barang siapa yang percaya dan dibaptis beroleh keselamatan. Inilah garansi oenebusan Yesus Kristus atas orang percaya. Kita diselamatkan oleh karena iman kepada Yesus Kristus.
Iman inilah yang kita pegang teguh, bahwa kita ikut terdaftar dalam pewaris kehiduoan yang kekal. Melalui pengorbanan yesus Kristus yang kita iman kita memperoleh kepastian keselamatan.
2 Tesalonika 2:13-14 (TB) Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kepastian keselamatan inilah kita mengenal satu lagu yang mengajak kita bahwa dalam pengadilan kelak klnama kita ikut serta:
BE No 544:1
Molo ro panjou ni Tuhan, molo salpu tingki on,
Molo binsar bintang sipaias i, Jala sahat ma tu ginjang angka na tinobus i,
Dohot au dibaen Tuhanta lao tusi.
Molo jouon ni Tuhanta angka goar di pustaha, dibaen asi ni rohana, alusanku: O Tuhanku, au dison.
Salam:
Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar