Kotbah Minggu XIV Stlh Trinitatis
Minggu, 21 September 2025
Ev. Amos 9:11-15
TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, Amos adalah salah satu nabi yang sangat kritis, bersuara keras melihat persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah umat Allah. Dia seorang nabi dari desa, namun memiliki keberanian menyampaikan persoalan sosial yang terjadi ditengah-tengah bangsa Israel. Dia seorang dari desa Tekoa, dan hampir dipastikan dia lahir dari keluarga orang pinggiran karena Tekoa 16 KM dari kota Bethlehem. Identitas itu tak membuatnya gentar menyampaikan kritik sosial karena Tuhan yang memanggil dan memakai Amos.
Tema dalam kitab Amos adalah kiritk sosial atas Ketidak adilan, penindasan dan penyelewengan kebenaran menjadi realitas sosial yang harus diterima oleh masyarakat. Artinya hidup di dalam ketidak benaran dan ketidak adilan akan membawa masyarakat kepada kemerosotan moral. Bagi Amos ini adalah suatu keadaan yang kritis yang menuju kematian. Satu-satunya jalan untuk hidup adalah "mencari Tuhan, semboyan Amos yang sangat terkenal: Carilah Tuhan maka kamu akan hidup (5:4) selanjutnya Amos berseru: "biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." (5:24).
Kotbah Minggu ini tertulis pada Amos 9:11-15 tentang janji keselamatan bagi Israel yang telah terbuang dan terhukùm. Ini sangat menarik jika kita baca kitab Amos pasal 1-10 semuanya tentang hukuman dan kemarahan Tuhan atas perilaku, perbuatan dan pelanggaran umat Israel. Tuhan sangat marah atas swgala keadaan dan realitas sosial jaman Amos: penindasan, kesengsaraan karena perampasan hak orang miskin: yatim, janda dan orang asing, ibadah yang tidak tulus dan berbagai kebijakan raja yang menindas rakyat dengan pajak yg tinggi dan memakmurkan pihak istana saja. Hal ini menjadi sorotan dan alasan kemarahan Tuhan yang tak dapat tertentu, ibarat singa telah mengaum dan kurban sudah didepan mata, demikianlah umat Israel akan mendapat hukum dari Allah atas segala pelanggarannya. Hukuman ini tak tanggung-tanggung, mereka musnah oleh pedang, rebah dan tinggal meratap.
Namun bagian penutup dari kita Amos ini adalah janji keselamatan dan rencana pemulihan Allah atas siasia yang terbuang. Allah akan memulihkan keadaan mereka dan menanam ulang umat Israel ditanah yang subur. Mereka akan kembali dari pembuangan dan hidup di rumah sendiri dan mendirikan pondok Daud. Disini dibalik hukuman yang menimpa umat Allah atas ketidak adilan dan kebenaran, Allah berkenan memulihkan umatNya. Allah sendiri akan mendirikan kembali pondok Daud. Disini Amos hendak mengingatkan kejayaan Daud yang mempersatukan umat Allah dan berhasil menjadikan Sion sebagai pusat pemerintahan dan peribadahan. Totalitas kehidupan umat Allah dipimpin oleh Allah sendiri.
1. Mendirikan kembali pondok Daud.
Pemulihan Allah disampaikan pada Amos 9:11 (TB) "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
Mendirikan Pondok Daud mengingatkan strategi Daud yang membangun kota Zion sebagai pusat kehidupan bangsa Israel. Daud membangun pondok atau istana di Sion untuk mempersatukan seluruh suku-suku Israel dan membangun kerajaan Isrel yang didukung oleh seluruh masyarakat. Selain itu Daud membawa kembali Tabut perjanjian di Sion sebagai simbol Allah hadir di tengah-tengah umatNya. Kehadiran Tabut Perjanjian di Sion menjadi kesatuan Israel sebagai bangsa dan umat Allah. Allah adalah raja dan pemimpin umat Allah.
Maka janji pemulihan yang sisampaikan oleh Amos, membangun kembali pondok Daud adalah menggambarkan rencana Allah memulihkan keutuhan Israel yang berpusat kepada Allah. Allah sendiri pusat kehidupan pspiritualitas bangsa Israel dan Pusat aqq¹qpemerintahan bangsa Israel. Israel yang sudah hancur dan rata dengan tanah akan dipulihkan dan dibangun kembali oleh Allah. Pemulihan sebagai bangsa Israel yang bersatu, tidak tererai berai namun menjadi satu bangsa. Kedua pemulihan kehidupan rohani atau spiritualitas umat Allah.
2. Kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi
Selanjutnya pemulihan yang direncanakan oleh Allah adalah pemulihan kesejahteraan. Disebutkan dalam Amos 9:14 (TB) Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
Bukan hanya sebagai bangsa yang dipulihkan namun akan dibangun ekonomi yang lebih baik dan kemakmuran bagi umat Israel. Mereka akan menikmati hasil dari pekerjaan mereka. Bagi orang Yahudi, arti ya g di erkati bukan banyaknya harta yang dikumpulkan namun orang yang menikmati hasil dari pekerjaannya.
Seperti ungkapan orang Batak: "hadumaon", maduma berarti gabe na niula sinur na pinahan: hasil pertanian berlimpah dan ternak mereka gemuk. Hadumaon juga berarti hidup di dalam damai dan tiada ancaman. Pemulihan seoerti itulah yang akan dihadirkan oleh Tuhan di rengah-tengah umatNya.
Alangkah ngerinya jika petani bekerja dan berlelah namun tidak menikmagi hasilnya karena gagal panen. Demikian juga alangka sia-sia rasanha jila para gembala memelihara ternak namun ternaknya disambar penyakit yang mematikan. Janji Tuhan dalam Amos 9: 14 ini adalah kemakmuran dimana para petani menimmati pertaniannya dan peternak menikmati hasil jerih mereka.
Pemazmur menjelaskan bahwa kebahagiaan seseorang jika fia menikmati hasil pekerjaannya. Mazmur 128:1-2 (TB) Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3. Pertumbuhan yang berakar kuat: budaya dan iman
Pemulihan dan keselamatan Israel tidak sementara, namun tetap dan tidak akan tercabut lagi dari akarnya. Mereka akqnnhidup dalam.akar budaya dan iman yang kuat dan tidak mudah dioengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai asing.
Amos 9:15 (TB) Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman Allahmu.
Apa yang kita baca pagi ini merupakan hal yang sangat menarik, umumnya kita memahami Allah itu pengasih dan penyanya, panjang sabar dan penuh kasih sayang, namun marah dan menghujum bagimorang yang taat. Kitab Amos memulai hukuman dan kemarahan atas pelanggaran yang dilakukan, namu tetap mengasihi, menyelamatkan dan memulihkannya. Tuhanntak selamanya menghukum, Diam penuh kasih sayang dan memberkati, memulihkan bahkan lebih dari yang semula.
Melekatnya tradisi dan pengakuan iman (Credo) Israel adalah salah satu yang membuat Israel bertahan. Penulis Isac Max Dimont, dalam bukunya: Yahudi, Tuhan dan Sejarah menjelaskan bangsa Israel merupakan salah satu bangsa yang paling berpengaruh dan mempengaruhi peradaban. Mereka bisa bertahan 200 tahun tanpa raja, tanpa wilayah namun tradisi Yahudi yang kuat membuat mereka bertahan. Peradaban Mesir, Babelonia, Syria yang sangat terkenal di jaman PL telah hilang ditelan jaman. Namun Yahudi tetap eksi dan berakar di dalam budaya, keyakinan dan tradisi yang kuat.
Alar yang kuat telah tertanam karena dipelihara oleh Firman Tuhan yang bertumbuh dan berbuah. Maka peradaban manusia bergeser, nilai-nilai berubah ubah namun Firmannya tetap. Firman Tuhan yang tertanam, berakar dan bertumbuh memelihara mereka di dalam iman.
Sahabat yang baik hati! Nabi Amos meyakinkan kita juga di jaman kita ini. Dalam jaman yang berubah-ubah, Tuhan memberikan pegangan yang kita yang tidak dapat diubah oleh perubahan peradaban. Amin
Salam:
Pdt Nekson M Simanjuntak
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1TTckpnBu9/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar