Sabtu, 06 September 2025

PERBAIKILAH TINGKAH LANGKAH DAN PERBUATANMU

 Kotbah Minggu XII Stlh Trinitatis

Minggu, 7 September 2025

Ev. Yeremia 18:1-11


MEMPERBAIKI TINGKAH LANGKAH DAN PERBUATANMU


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik kotbah Minggu ini mengajak kita untuk menyadari bahwa segala sesuatu terjadi adalah atas otoritas Allah. Saat susah dan senang, saat disukai atau dibenci, saat berbeban berat dan bersukaria semuanya terjadi atas sekehendak Allah. Tentulah kita semua bahagia saat kita mengalami kegembiraan dan merasakan kehendak Tuhan. Bagaimana dengan sebaliknya? Saat terjadi kesusahan pasti ada perasaan perenungan ada apa yang terjadi, mungkin Tuhan marah atas tingkah dan perbuatan? Refleksi seperti itu sangat dibutuhkan sehingga setiap orang dapat memperbaiki diri.


Demikianlah pengalaman Yeremia saat menjawab pertanyaan umat Allah di dalam pembuangan, dimanakah Allah? Apakah dia tidak bekerja untuk umatNya? Yeremia disuruh pergi ke tukang periuk untuk belajar sesuatu dari sana. 


Yeremia 18:6 (TB) "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!


Inilah ajakan dari kotbah Minggu ini, Yeremia dioanggil Tuhan untuk belajar dari tungka periuk, daei pelajarannitu dia akan diberikan pemahaman yang mendalam otoritas Allah dalam hidup umatNya. 


Berikut ini marilah kita ambil beberapa pokok penting dari perikop kotbah Minggu ini. 


1. Belajar dari tukang periuk

Jika anda pernah berkunjung ke pengerajin tembikar, maka sangat mudah memahami teks renungan di pagi hari ini. Tembikar adalah berbagai karya yang terbuat dari tanah liat seperti: periuk, kendi air, pot bunga atau vas bunga, dan keperluan lainnya. Tulang tembikar memilih tanah liat, mengolahnya dan membentuknya sesuai dengan keinginan tukang tembikar, jika tidak sesuai dia segerah mememecahkannya da mengulang lagi sampai sesuai dengan yang diinginkannya. Tembikar jadi menurut kehendak pembuatnya. Tidak ada tembikar yang menginginkan bentuknya yang begini dan begitu tetapi sepenuhnya tergantung kepada pembuatnya. Kuasa mutlak atau otoritas sepenuhnya tergantung pada tukangnya.


Demikianlah Yeremia dipanggil Tuhan untuk belajar ke tukang periuk dan pelajaran itu dijelaskan kepada Umat Allah di dalam pembuangan. Mungkin ada pertanyaan dari mereka, mengapa.mereka harus terbuang, bukankah mereka umat Allah, umat lilihan dan umat yang diberkati? Firman Tuhan memberi contoh tentang otoritas Tuhan pada umatnya seperti tukang periuk atau tembikar atas tanah liat demikian otoritas Allah membentuk umatNya. 


Jaman Yeremia hal ini sangat mudah dicernah, karena alat alat rumah tangga sepeti periuk, gendi air dll masih banyak terbuat dari tanah liat. Semua peralatan ini dibentuk menurut kehendak tukang periuk: mulai dsri pemilihat jenis tanah, menumbuknya sampai halus, membentuk melalui suatu seni khusus hingga pengeringan sehingga menjadi brntuk jadi. Menurut Yeremia, demikian Umat Allah yang tidak setia terus dalam pembentukan. Dengan contoh ini pembentukan Israel menjadi umat Allah dan Allah menjadi Allah mereka terus menerus terjadi, bukan hanya jaman bapak leluhur Abraham, Ishak dan Yakub, zaman Musa hingga raja-raja sàmpai ke pembuangan masih terus dalam upaya pembentukan umatnya yang sesuai dengan kehendak Allah.


Penjelasan Yeremia hal situasi pembuangan menimbulkan harapan baru, bahwa situasi ini adalah bahagian dari rencana Allah untuk membentuk umatNya seturut dengan kehendakNya. Pembuangan bukanlah penghangusan atas umat Israel. Dengan contoh ini pembuangan bukanlah kisah akhir perjalanan umatNya, tetapi bagian dari tahapan rencana Allah.


Baiklah kita mengambil beberapa catatan pentinf sesuai dengan topok minggu ini: Perbaikilah Tingkah dan lakumu? Bererti ada sesuatu yang dikoreksi dan diperbaiki. 


2. Dosa dan pelanggaran umatNya dalam Pasal 17


Memahami pasal 18 tidak terlepas dari pasal 17. Sehingga menjawab pertanyaan umat Allah mengapa mereka harus terbuang? JIka kita baca pasal 17 ada 3 dosa besar umat Allah.


- ay 1. penyembahan berhala dan mereka telah membangun mezbah-mezbah kepada ailah Lain. Disini Yeremia menyebutkan beberqpa mezbahbyangvtelah dibangun untuk berhala. Yeguda ridak lagi oercaya kepqda aqllah, tetapi mengandalkan kekuatan asing yang berdampak buruk pada kehiduoan spiritualutas mereka harua membangun mezbah kepada ilqh lain..


- ay 9: hati yang licik dab sudah membatu. Apapun cwritanya pwkerjaan licim adalah pekerjqqn iblis yang melqkukan tioudaya, menyebarkan kebohongan sehjbgga korban diperdaya. 


- ay 11: dosa kekayaan, mengejar dan melakukan berbagai tindakan untuk memperkaya diri sehingga dinasihati.

Yeremia 17:11 (TB) Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal. 


3. Teologi Daur ulang.

Satu pertanyaan adalah mengapa Allah membiarkan umat Allahb dalam pembuangan Babel yang menyengsarakan? Bukankah umat Allah adalah umat pilihan? pertanyaanninondijawab dengan pemanggilan nabi Yeremia untuk datang belajar kepada tikang periuk. 


Gambaran Allah sebagai Tukang Periuk memberikan gambaran Allah terus bekerja mendatangkan kebaikan umatNya. Gambaran tukang periuk ini semakin jelas dimana lelah dan jerih untuk menjadikan sesuatu baik dan berguna kadang yang sudah terbentuk dirusak dan dibentuk ulang sesuai dengan kehendak Tukan Periuk. Agar ada hasil yang terbaik.


Teologi daur ulang ini juga bisa kita contohkan seperti tukang emas, emas batangan qkqn dipanaskan pada suhu tertentu hingga meleleh, kemudian sang pengerajin emas akan membentuknya sesuai dengan yang dirancangnya. 


Allah telah mengasihi umatNya, memberikan apa yang terbaik bai mereka namun pelanggaran demi pelanggaran membuat Allah membentuk mereka menyadari akan pelanggarannya. Pembuangan bukanlahbakhir hiduo mereka, namun Allah hendak membentuk ulang mereka, sisa-sisa yang setia akan menjadi dasar untuk.pwmbentukan umat Allah. 


3. Otoritas Allah: Allah yang membangun dan Allah yang meruntuhkan, Allah meninggikan dan merendahkan. 


Kata Yeremia di dalam bahasa Ibrani berarti: Allah meningikan dan Allah merendahkan atau dapat juga diartikan Allah yang membangun dan Allah meruntuhkan. Seperti namanya demikianlah isi kitab Yeremia segala sesuatu yang ada berada pada otoritas Allah sendiri. Apa yang terjadi adalah sepenuhnya dibawah oritas kekuasaan Allah. Alkah yang mengangkat umatnya dari segaka bangsa yang ada setinggi-tingginya mengalahkan segala bangsa namun Allah sendiri yang membuang mereka ke pembuangan Babelonia karena dosa dan pelanggaran.


Kalau mereka mmterpukul dan terpuruk bukan berarti Allah tidak mengaaihi, kasih Allah tetap dan tidak berubah. Allah tetap setia pada janjinya dan tidak akan berubah. Allah tetap membuka jalan bagi umatNya yaitu pertobatan. Allah mengampuni mereka asalkan mereka mau berubah. Sebagaimana diserukan topik minggu ini: perbaikilah tingkah lakumu. 


Jalan maaih terbuka bagi unat Allah meraih kejayaan mereka. Allah sesungguhnya menghendaki mereka menjadi bangsa yang besar dan diberkati Tuhan karwna Tuhan sendiri hendak memakai merwka m3njadi berkat bagi dunia. 


4. Perbaikilah tingkah dan lakumu: apa yang harus kita perbaiki? 


Berangkat dari kritik nabi Yeremia yang manyebutkan perilaku dan perbuatan umat Allah sebagaimana disebutkan dalam pasal 17 maka jika ingin diperbaiki dan dibentuk kembali maka aalah satu syarat adalah berubah atau bersedia dibentuk dan diciptakan ulang oleh Allah menjadi ciptaan baru.  


Kotbah ini mengajak pertobatan, perubahan dan perbaikan tingkah laku. Melanjukan sikap lama akan menuju kebinasaan.

Kotbah ini menuntun ketaatan, taat dan kembali hidup di dalam otorutas kehendak Allah. Memang manusia memiliki kehendak bebas, namun Allah memiliki orotitas jika taat akan diperbaiki jika tetap bertahan dalam tingkah laku lama akan diruntuhkan dan diaur ulang.


Perbaikilah tingkah lakumu:

- jauhi dosa dan pelanggaran

- berubah dsri hati keras menjadi lembut, hati licik kepada hagi yang tulus

- berubah dari tamak, haus dan rakus akan kekayaan dengan sengala cara menjadi hiduo baru, yang hidup dari penghasilan masing-masing.


Tentu selain dari ketiga hal di atas masih banyak perbuatan dan tingkah laku kita yang harus kita perbaiki: egoisme kepada kebersamaan, kesombongan kepada kerendahan hati, tidak peduli kepada solidaritas. 


Kotbah minggu ini adalah cermin untuk menemukan hal-hal mana yang harus kita perbaiki. Jika sudah menemukannya, berubahlah. Percayalah Allah menghendaki.kita lebih baik dari keadaan kita sekarang ini. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak

Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1NE1NnnmNc/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...