Minggu, 03 Oktober 2021

PERCAYA DAN HIDUP YANG KEKAL

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6262448147160532/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 04 Oktober  2021


*PERCAYA DAN MEMPUNYAI HIDUP YANG KEKAL*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yohanes 6:47 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal


John 6:47 (NKJV) "Most assuredly, I say to you, he who believes in Me has everlasting life.


Matahari dan cahaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, matahari memiliki cahaya yang dapat menyinari dan memberi terang kepada sekelilingnya. Kemudian dari cahayanya akan memberikan panas kepada sekelilingnya. Jika saya gambarkan seperti matahari dengan cahaya atau terangnya atau bahkan panasnya maka demikianlah gambaran percaya dan hidup yang kekal merupakan hal yang tidak terpisahkan. 


Percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat maka saat itulah kita mempunyai kehidupan yang kekal. Tetapi apakah kehidupan kekal itu bisa hilang? Bukan kehidupan yang kekalnya yang hilang tetapi hati kita yang sering tergoda untuk ragu beriman sepenuhnya kepada Yesus Kristus. mungkin karena tawaran duniawi atau bahkan karena pergumulan yang datang kepada kita menuntun kita mengandalkan kekuatan duniawi dan bersandar kepada kekutan dan kemampuan kita sendiri. saat itu kitalah yang hilang dari jalan yang seharusnya kita tempuh di dalam Yesus. oleh karena itu Percaya bukanlah hanya untuk beberapa waktu, tetapi sepanjang perjalanan kehidupan kita di dunia ini, hingga akhir hayat kita adalah sebagai orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. orang yang percaya kepada Yesus tidak hanya sekedar perkataan tetapi juga melakukan perintah dari yang dipercayai. Siapa yang percaya, dialah yang mempunyai kehidupan yang kekal. 


Kehidupan kekal adalah anugerah Allah yang datang hanya "dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Anugerah ini di kontraskan dengan "maut" yang merupakan akibat alami dari dosa. Anugerah kehidupan kekal diberikan pada mereka yang percaya pada Yesus Kristus, sebab Yesus adalah "kebangkitan dan hidup" (Yohanes 11:25). Kehidupan kekal bukan semata-mata berjalannya tahun demi tahun. Istilah Yunaninya berarti "kekal" yang mengandung ide kuantitas (jumlah) serta kualitas. Oleh karena ini, kehidupan kekal perlu dianggap sebagai sesuatu yang dapat dialami umat Kristen sejak dari sekarang. Kehidupan kekal dimulai ketika seseorang beriman pada Kristus. Yohanes 3:36 mengajar, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal..." Perhatikan bahwa orang percaya "beroleh" (bentuk waktu sekarang) hidup ini (bentuk waktu sekarang). Kita juga menemukan bentuk waktu sekarang dalam ayat Yohanes 5:24 dan Yohanes 6:47 “Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal”. Tidak dikatakan ia akan, melainkan ia mempunyai hidup yang kekal. 


Di saat seseorang percaya kepada Yesus Kristus, menerima Yesus Kristus Juruselamat manusia pada saat itulah dia telah terjamin berada dalam hidup yang kekal. Fokus kehidupan kekal bukan di masa depan, melainkan posisi kita sekarang di dalam Kristus, posisi kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus.  


Alkitab secara jelas menghubungkan kehidupan kekal dengan Pribadi Yesus Kristus. Yohanes 17:3 merupakan ayat kunci yang menekankan hal ini, dimana Yesus berdoa, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Di dalam ayat ini, Yesus menyamakan “kehidupan kekal” dengan pengetahuan akan Allah dan Putra-Nya. Tidak ada pengetahuan Allah tanpa Anak-Nya, karena melalui Anak-Nya sang Bapa mengungkapkan Diri kepada umat terpilih (Yohanes 17:6; 14:9). Pengetahuan yang menghidupkan akan sang Bapa dan sang Putra adalah pengetahuan yang bersifat pribadi, bukan pengetahuan akademis saja. Pada Hari Penghakiman akan ada mereka yang mengklaim sebagai pengikut Kristus namun kenyataannya tidak pernah mempunyai hubungan dengan-Nya. Kepada pengikut-pengikut palsu ini Yesus akan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). 


Bagaimana caranya memastikan bahwa kita mempunyai kehidupan kekal? Pertama, akuilah dosa pada Allah kita yang kudus. Kemudian terimalah Juruselamat yang telah Allah sediakan. “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Yesus Kristus, Anak Allah, mati bagi dosa kita, dan Ia bangkit pada hari yang ketiga. Percayalah kabar baik ini; percayalah Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, dan kita akan selamat. Yohanes menyederhanakan semua ini: “Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup” (1 Yohanes 5:11-12).


Sahabat yang baik hati, tetaplah teguh beriman kepada Yesus Kristus, berserah hanya kepada Yesus Kristus, sebab Dialah Juruselamat kita, Yesus adalah segalanya bagi kita. Di dalam Yesus adalah kehidupan yang kekal. 


Tuhan Yesus menolong kita selalu kuat, kokoh, teguh dan dewasa di dalam iman. 

Amin


Salam  dari Tim:  MP

Jumat, 01 Oktober 2021

JAGA MATA, HATI DAN PIKIRAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6251992544872759/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 02 Oktober 2021


*“JAGALAH MATA, HATI DAN PIKIRANMU!”*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan:


Matius 5:29 (TB)  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Matthew 5:29 (UKJV)  And if your right eye offend you, pluck it out, and cast it from you: for it is profitable for you that one of your members should perish, and not that your whole body should be cast into hell.


Ada ungkapan: Mata adalah permata tubuh (Henry David Thoreau) dan Dunia ini hanya ada di matamu, kamu bisa membuatnya sebesar atau sekecil yang kamu inginkan (F. Scott Fitzgerald). Ungkapan-ungkapan ini menyatakan bahwa mata adalah organ tubuh yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Dengan mata, manusia dapat melihat segala ciptaan Tuhan, melihat segala yang baik dan sekaligus yang buruk. “Dari mata turun ke hati”, yang berarti segala sesuatu berawal dari mata, lalu turun ke hati, berproses ke pikiran manusia dan mempengaruhi perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dilakukan manusia itu bersumber dari mata, hati dan pikirannya. Itulah sebabnya kita harus menjaga mata, hati, pikiran dan organ-organ tubuh kita, agar senantiasa hidup dalam kekudusan, bukan dalam kecemaran dan dosa.


Dalam nas ini, Yesus menjelaskan bagaimana penerapan Hukum Taurat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya mengenai perzinahan. Yesus berkata: Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya (Mat.5:28). Melalui pernyataan Yesus ini kita dapat melihat bagaimana hubungan mata dan hati. Apa yang dilihat oleh mata dan apa yang dipikirkan dalam hati sangat berkaitan erat. Dosa perzinahan bukan sebatas tindakan lahiriah, tetapi lebih dalam dari itu. Orang yang memandang seorang perempuan dan menginginkannya di dalam hatinya, itu berarti merupakan ciri orang yang tidak dapat mengendalikan penglihatannya dan pikirannya sehingga ia disebutkan telah berzinah di dalam hatinya. Hal ini merupakan awal dari tindakan lahiriah perzinahan itu sendiri. Jadi, marilah kita menjaga hati kita masing-masing agar tidak terjatuh dalam tindakan perzinahan di dalam hati. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Dengan kata lain, hati adalah pusat kehidupan manusia. Jika hati telah dinodai dengan pikiran-pikiran kotor, maka tindakan kita pun akan tercemar. Sumber dosa dalam kehidupan manusia adalah hati dan pikirannya. Jika hatinya kudus, maka tindakannya akan menjaga kekudusan. Tetapi, jika hatinya cemar, maka tindakannya pun akan tercemar.


Dalam nas renungan hari ini, Yesus secara tegas mengatakan: Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (Mat.5:29). Dengan ini, Yesus menyoroti dosa perzinahan yang sering kali terjadi secara tersembunyi namun dapat menggerogoti moral manusia. Tindakan perzinahan dapat terjadi karena telah ada niat di dalam hati seseorang, kemudian ia hanya akan menunggu kesempatan untuk melakukannya. Ingatlah, dosa terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan. Pernyatan Yesus tentang mata yang menyesatkan harus dicungkil dan dibuang ini ingin mempertegas kepada kita bahwa Allah menginginkan kita hidup dalam kekudusan. “Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus” (Imamat 19:2). Kekudusan atau kesalehan seseorang bukan saja yang tampak dari luar, tetapi yang terpenting dimulai dari hati yang terdalam. Ini membutuhkan komitmen. Seseorang harus rela menyingkirkan segala sesuatu yang dapat membawanya kepada dosa perzinahan seperti membaca dan melihat situs-situs pornografi/pornoaksi di internet dan media lainnya. Sebaliknya, melalui nas hari ini, kita diarahkan untuk mengisi hati dan pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan membangun moral yang lebih terpuji. 


Jika kita mengamati tayangan TV, apakah yang sering ditonton oleh masyarakat Indonesia, khususnya kaum ibu? Mungkin sebagian besar ibu-ibu lebih tertarik untuk menonton sinetron yang bertemakan perselingkuhan, perceraian, perebutan harta warisan dan yang senada dengan itu. Sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi hati dan pikiran mereka dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dengan kaum Adam dapat menjadi kecanduan situs-situs yang bertemakan pornografi. Sehingga, hal ini sangat mempengaruhi mata, hati dan pikirannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya itu, generasi muda bangsa kita ini, secara khusus generasi muda gereja dapat terjerumus dalam perbuatan yang menjurus kepada perzinahan. Tidak sedikit kaum muda yang terjerumus dalam perbuatan pergaulan bebas (free sex), pelecehan seksual, perselingkuhan, perzinahan, pornografi dan pornoaksi serta perbuatan buruk lainnya yang memalukan.

Oleh karena itu, melalui nas renungan hari ini, Tuhan menginginkan kita agar hidup dalam kekudusan. 


Orang Kristen harus hidup kudus dan memandang sesamanya manusia sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan, bukan memandang sesamanya manusia, khususnya lawan jenis sebagai objek seksual semata. Jadi, marilah kita menjaga mata, hati dan pikiran kita dari dosa perzinahan, marilah kita hidup kudus di dalam Tuhan dengan senantiasa hidup bersekutu denganNya di dalam firmanNya. FirmanNya akan mengantarkan kita kepada pikiran dan perbuatan kudus. FirmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105). Amin.


Salam dari tim: RN

Kamis, 30 September 2021

BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6245921842146496/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivas

Jumat, 1 Oktober 2021


*MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL*


Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan. 


1 Tesalonika 5:18 (TB)  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.


1 Thessalonians 5:18 (RWV)  In every thing give thanks: for this is the will of God in Christ Jesus concerning you.


Ada satu tradisi warga Amerika yaitu "Thanksgiving Day" yaitu setiap kamis keempat di bulan Nopember. Perayaan ini dirayakan sebagai bentuk ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan. Awalnya thanksgiving day adalah ucapan syukur atas hasil panen yang mereka terima dan seluruh rakyat berkumpul bersama keluarga menikmati hidangan terbaik.   Di toko-toko sebenarnya ada dijual kartu thanksgiving day, namun mereka tidak suka membelinya, mereka lebih suka membeli makanan baik hasil pertanian, apalagi kalkun yang lezat dan produk makanan lainnya yang dapat dinikmati bersama anggota keluarga. Thanksgiving day merupakan hari libur nasional mengingatkan seluruh warga Amerika bersyukur menikmati berkat dari Tuhan dengan berkumpul bersama keluarga. Itulah cara warga Amerika mengingatkan untuk bersyukur kepada Tuhan.


Umumnya orang nersyukur dan berterima kasih ketika memperoleh sesuatu. Dengan rwnungan hari ini bersyukur bukan hanya sekali setahun atau hanya syukur dalam bentuk persembahan yang kita berikan setiap hari minggunya, tetapi kita harus bersyukur kepada Tuhan setiap saat dan dalam setiap keadaan. Karena setiap saat kita masih merasakan berkat dan kasih karunia Tuhan. Kita bisa menghirup udara hingga saat ini itu adalah karunia Tuhan yang harus kita syukuri.


Saya sering menyampaikan dalam kotbah jika ada orang yang merasakan hidupnya gersang, sulit bersyukur seolah Tuhan tidak pedulikan hidupnya. Dianjurkan pergilah ke rumah sakit, bukan untuk berobat namun pergi melihat keadaan orang yang sakit. Dengan melihat orang yang bersusah payah mengahadapi sakit penyakit dan bergulat dengan sakit. Pasti akan menginspirasi dan mengubah cara pandang kita akan kehidupan ini. Hidup sehat saja sudah mewajibkan kita bersyukur. Kita bersyukur, hidup sehat sudah merupakan karunia yang sangat besar yang mewajibkan kita bersyukur.


Mengapa orang susah bersyukur? Periksalah karena mereka tidak pernah menghitung berkat yang Tuhan berikan bagi dari hal-hal kecil dan sederhana. Berkat Tuhan yang disyukuri seolah hanya ketika mendapat berkat; sembuh dari sakit,  kenaikan jabatan, dapat prestasi dan dapat proyek serta hidup  berkelimpahan. Kedua,  Kesulitan orang bersyukur adalah ketika orang membanding-bandingkan apa yang diterima dengan orang lain, seolah apa yang ada padanya gak ada nilainya. Apa yang diberikan Tuhan padanya seolah tidak berharga karena dibandingkan dengan hal-hal yang besar pada orang lain.


Mengucap syukur dalam segala hal! Disini kita bersyukur tidak dengan membandingkan ketika situasi baik atau buruk, ketika mendapat banyak atau sedikit, ketika mendapat pekerjaan kering dan basah atau job empuk atau biasa. Semuanya harus kita jalani dengan penuh syukur karena itulah yang dikehendaki oleh Tuhan. Siapa tahu Tuhan menguji kita ketika hal kecil kita tidak syukur padahal dengan jalan itu Tuhan menguji hati kita. Sebagaimana pesan Yesus. Lukas 16:10 (TB)  "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.


Sahabat yang baik hati! Marilah kita mengucap syukur dalam segala hal, jalani hidup ini setiap saat dengan perpedoman dan tergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Pada saat itulah kita menikmati kehendak Tuhan dalam hidup ini. Orang yang tidak mampu bersyukur dalam segala keadaan baginya akan terhalang menikmati rencana Tuhan yang indah dalam hidupnya.


Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 29 September 2021

ALLAH TURUT MENDATANGKAN KEBAIKAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6240611229344224/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 30 September 2021


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


*ALLAH TURUT BEKERJA MENDATANGKAN KEBAIKAN*


Roma 8:28 (TB) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


Rome 8:28 (KJV) And we know that all things work together for good to them that love God, to them who are the called according to his purpose. 


Sahabat yang baik hati.

Seorang pemilik kebun buah-buahan yang sudah cukup tua dan hampir meninggal dunia, memanggil dua orang putranya. Ia memberi pesan kepada mereka, “Sudah bertahun-tahun kebun kita selalu menghasilkan buah-buahan yang baik. Lihatlah tanganku ini. Kasar karena sering mencangkul kebun kita. Dan kamu berdua tak pernah bekerja membantuku. Sekarang aku akan memberitahukan kepadamu. Aku telah menyembunyikan harta karun di kebun kita. Harta karun itu milikmu berdua. Cangkullah dan galilah tanah di sekitar pohon buah-buahan!” Tak lama lagi, pemilik kebun itu pun meninggal dunia. 


Sekarang kebun buah-buahan itu menjadi milik kedua putranya. Tanpa menunda-nunda lagi, mereka berangkat ke kebun untuk menggali harta karun yang diceritakan oleh Bapak mereka. Mereka menggali dan mencangkul setiap hari. Sekitar beberapa bulan mereka bekerja keras, datanglah musim buah-buahan. Tapi kedua orang bersaudara itu belum juga menemukan harta karun yang tersembunyi. 


Datanglah seorang pedagang ke kebun. Ia heran, “Baru kali ini, saya melihat buah-buahan yang amat baik. Saya akan membeli semua buah-buahan hasil kebun ini!” Kedua saudara itu mendapatkan banyak uang hasil dari penjualan buah-buahan. Baru kali ini, mereka memperoleh banyak uang. Mereka saling memandang, dan sambil melihat tangan mereka yang kasar, dengan tersenyum, salah seorang dari mereka berkata, “Aku kira, inilah harta karun yang telah kita gali berbulan-bulan”


Sahabat yang baik hati.

“Usaha tidak membohongi hasil”, inilah ungkapan yang sering kita dengar atau kita baca yang diungkapkan atau dituliskan oleh mereka yang gigih dan bertekun bekerja serta berusaha dengan semangat yang tinggi karena ada tujuan atau pencapaian yang diharapkan. Umat Kristen adalah umat yang bertekun, yang bersemangat dan yang berpengharapan bahwa dibalik segala kesusahan, dibalik segala usaha dan jeri lelah, selalu ada yang baik, yang indah, yang membawa sukacita serta kesuksesan yang menanti. Sekalipun awalnya kedua bersaudara itu bekerja karena harta karun yang diceritakan oleh bapaknya, namun pada akhirnya mereka menyadari bahwa harta karun yang dimaksud adalah hasil dari ketekunan dan kerja keras mereka. Tuhan Allah selalu mengasihi dan memberkati setiap orang yang mau bertekun dan berusaha melakukan yang terbaik dalam hidupnya sekalipun harus mengalami kesusahan. 


Hal inilah yang ditegaskan oleh Paulus kepada umat Kristen yang ada di Roma bahwa mereka harus tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam hidupnya sekalipun sedang menanggung banyak kesusahan dan pergumulan. Paulus mengatakan bahwa mereka yang mengasihi Allah, dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya, mengetahui dengan benar-benar bahwa Allah ikut campur dalam segala sesuatu demi untuk kebaikan mereka. Itulah pengalaman hidup orang Kristen, yaitu Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Kita tidak perlu merasa jemu, bosan, lelah dan bersungut-sungut untuk melihat kembali dan meneliti betapa hal-hal yang kita anggap bencana telah dibuat menjadi kebaikan bagi kita. Hal-hal yang kita anggap tidak menyenangkan menjadi berkat yang lebih besar yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. 


Sahabat yang baik hati. 

Sekalipun banyak kesulitan yang kita alami dalam menjalani kehidupan ini, bahkan tangan kita menjadi kasar dan terluka ketika melakukan pekerjaan, kita harus berpeluh bahkan berurai air mata, ingatlah bahwa Tuhan sesungguhnya sedang memproses jerih lelah, peluh dan air mata kita menjadi butiran-butiran mutiara yang membawa kebahagiaan bagi kita. Tuhan tidak sedang meninggalkan kita kalau kita mengalami pergumulan dan derita. Oleh karena itu, hendaklah kita tetap setia kepada Tuhan dan mengasihi-Nya dengan sepenuh hati. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 126:5-6 “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” Oleh karena itu sahabatku, hendaklah kita hidup untuk selalu mengasihi Tuhan dalam keadaan apapun, dan selalu bertekun melakukan pekerjaan dan pelayanan setiap hari, sebab Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam rencana dan rancangan-Nya. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam : Tim Renungan Pdt. Nekson M Simanjuntak (JZ)

Selasa, 28 September 2021

NYANYIKAN SYUKUR BAGI TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6234992343239446/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 29 September 2021


*NYANYIAN SYUKUR BAGI TUHAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan:


Mazmur 92:2 (TB) Adalah baik untuk menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Nya, ya Yang Mahatinggi,


Psalm 92:2 (UKJV) It is a good thing to give thanks unto the Lord, and to sing praises unto Your name, o most high,


Sebagai umat Kristen, kehidupan beribadah kita sangat erat dengan nyanyian. Setiap kita mengikuti ibadah minggu atau kebaktian lainnya, tentu kita akan bernyanyi. Nyanyian merupakan unsur ibadah sejak dahulu kala sampai sekarang. Bahkan bangsa Israel kuno telah terlebih dahulu melakukannya. Mereka bernyanyi untuk mensyukuri dan menyaksikan kasih dan kesetiaan Tuhan yang telah mereka terima. Ketika Israel, umat yang dikasihi Allah itu keluar dari perbudakan Mesir selama 430 tahun lamanya (Kel.12:40), Musa bersama dengan umat Israel bersorak-sorai bernyanyi menaikkan syukur bagi Tuhan. Nyanyian itu diawali dengan rasa syukur yang sangat dalam “Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur…” (Kel.15:1). Melalui nyanyian tersebut, Musa bersama dengan bangsa Israel menyaksikan kemuliaan Allah, Allah yang kudus dan penuh kuasa telah membebaskan umatNya. 


Di dalam Nas Mazmur 92 ini, pemazmur menyaksikan bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil. Mazmur ini merupakan nyanyian yang dinyanyikan oleh umat pada hari Sabat di Bait Allah. Melalui Mazmur ini, pemazmur menyaksikan karya penciptaan dan pemeliharaan Allah atas ciptaanNya. Segala yang diciptakan Allah sangat baik dan Allah berhenti dari pekerjaanNya pada hari yang ke tujuh. Hari itu disebut hari Sabat, sebagai hari perhentian Allah dari pekerjaanNya setelah selesai menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Allah memberkati hari Sabat dan menguduskannya (Kej.2:1-3). 


Mengingat dan menguduskan hari Sabat adalah salah satu isi hukum Taurat dan umat Israel sangat menjunjung tinggi pengudusan hari Sabat. Mengapa pada hari Sabat yang disebut hari ketujuh adalah hari yang diberkati dan dikuduskan oleh Allah? Karena segala pekerjaan Allah dalam menciptakan dunia ini telah diselesaikanNya dalam enam hari. Demikian manusia ciptaanNya melakukan pekerjaannya di dalam enam hari dan beristirahat pada hari yang ketujuh yaitu hari Sabat (Kel.20:8-11). Lalu, apakah yang boleh kita lakukan pada hari Sabat? Setiap hari Sabat hendaknya merupakan hari pengucapan syukur bagi kita. Kita bersyukur atas karya dan pekerjaan Allah terutama dalam menciptakan dunia ini dan segala isinya. Kita bersyukur atas kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Oleh sebab itu, melalui nas hari ini kita dipanggil dan diarahkan untuk memuliakan Allah Sang Khalik. Mazmur 92:2 Adalah baik untuk menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Nya, ya Yang Mahatinggi. 


Apakah maksud dan tujuan pemazmur melalui nyanyiannya tersebut? 


a. Memuji Allah adalah pekerjaan baik

Memuji nama Allah merupakan kewajiban bagi setiap orang percaya. Mengapa kita wajib memuji Allah? Karena Allah patut dipuji dan disembah. Dia adalah Allah Sang Pencipta dan hanya kepadaNya saja kita patut sujud menyembah. Allah adalah tinggi luhur dan tiada bandingannya, penuh kuasa dan kemuliaan di atas segala ciptaanNya. 

b. Mensyukuri perbuatan Allah adalah kewajiban orang percaya

Bersyukur adalah buah dari iman setiap orang percaya. Orang yang percaya kepada Allah harus senantiasa bersyukur dalam hidupnya dan menjauhi sikap bersungut-sungut. Mengapa kita harus bersyukur kepada Allah? Karena tak terhitung perbuatan-perbuatanNya yang besar dan ajaib dalam kehidupan kita, karena kita telah menyaksikan kebaikan, kasih, dan kesetiaan Allah.  Kita dipanggil untuk menaikkan nyanyian syukur kepada Allah setiap waktu. 

“Telah banyak kebaikan yang kita terima dari Allah, maka jangan berhenti untuk bersyukur. Lakukanlah dengan segenap hati, maka hidupmu akan penuh berkatNya.” 


Saudaraku! Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya, berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya. Amin.


Salam dari tim: RN

Senin, 27 September 2021

PERGUNAKANLAH WAKTU

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6229307580474589/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Selasa, 28 September 2021


*PERGUNAKANLAH WAKTU*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Efesus 5:16 (TB)  dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.  


Ephesians 5:16 (RWV)  Redeeming the time, because the days are evil.


Waktu merupakan hal yang sangat berharga dalam hidup manusia. Waktu itu terus berjalan detik demi detik tanpa bisa diputar mundur. Waktu tidak menunggu kita berkerja, tetapi waktu akan berlalu. Waktu akan sia-sia terbuang begitu saja jika tidak dipergunakan. Jika dipergunakan dengan baik maka akan banyak hasil dan sejarah yang tercatatkan.


Waktu itu konsisten, dia tidak pernak lebih lebih lambat atau lebih cepat. Hitungannya pasti, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Waktu diberikan kepada semua orang dengan peluang yang sama yang berbeda adalah bagaima setiap orang dapat mempergunakan dan mengelola waktu yang tersedia kepada hal yang berdaya guna dan menghasilkan.


Iman berkaitan dengan waktu, masa lalu sering digambarkan dengan masa lalu, masa kekelaman sebelum mengenal Kristus. Masa kini diajak untuk menjawab tantangan dan apa yang harus dilakukan dalam hidup sedangkan masa depan adalah pengharapan, dimana orang percaya mewarisi janji Allah mewarisi kehidupan yang kekal yang dipersiapkan Tuhan bagi orang percaya. 


Paulus menjelaskan bahwa orang percaya harus mempergunakan waktu dengan baik karena hari-hari ini jahat. Mempergunakan waktu berarti menghasilkan sesuatu. Ibarat seorang pedagang, dia akan mengetahui apa yang aku dipasar. Alangkah siasianya jika seorang saudagar menyediakan barang dagangannya tidak sesuai dengan kontek. Misalnya menjual jas hujan di musim panas atau sebaliknya. Mempergunakan waktu berkaitan dengan etos kerja dan produktifitas. Seorang pekerja bangunan dapat memasang keramik 10 M dalam satu hari jam kerja, namun ada yang kurang dan ada yang lebih. Siapa yang lebih produktif tentu orang yang hasilnya lebih maksimal. Pergunakanlah waktu, merupakan pesan yang berharga agar setiap orang percaya produktif dalam hidupnya. 


Mengapa Paulus mengatakan hari ini jahat? Hari ini jahat karena bisa saja berupa tantangan, derita dan penganiayaan.  Semua itu bisa mempengaruhi orang agar tidak setia karena tidak dapat bertahan. Hari-hari ini jahat bisa saja mengingatkan akan banyaknya godaan, dunia ini menawarkan kenikmatan tetapi kenikmatan yang mematikan. Dunia ini terlalu nikmat dan sangat sayang untuk tidak dinikmati, saat manusia mengejarnya justru semua kenikmatan duniawi membuat kita jauh dari jalan Tuhan. 


Sahabat yang baik hati, renungan hari ini mengajak kita untuk mempergunakan waktu. Jika orang Inggris menyebut "time is money" (waktu adalah uang) suatu ungkapan bahwa kita harus produktif. Demikian dengan ungkapan: "don't wait until tomorrow what can you do today." (Jangan tunggu sampai esok apa yang dapat engkau kerjakan hari ini).  Demikianlah orang percaya harus produktif menghasilkan buah yang baik dalam setiap waktu yang ada. Semakin banyak waktu yang kita gunakan untuk menaburkan kebaikan semakin banyak pula kebaikan yang bertumbuh dan berkurangnya kejahatan. Sebaliknya jika kita hanya menaburkan sedikit kebaikan dalam waktu yang ada maka sang si jahat akan mempergunakan waktu untuk menaburkan kejahatan. Jangan menyai-nyiakan waktu yang ada, jadilah produktif menghasilkan buah yang harum bagi Tuhan.


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 26 September 2021

MENJADI PENCARI SOLUSI

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6217951171610230/?sfnsn=wiwspmo

Kotbah Minggu XVI Stlh Trinitatis

Minggu, 26 September 2021

Nas: Filemon 1:8-15


*MENJADI PENCARI SOLUSI*


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah Minggu merupakan suatu contoh hidup orang percaya menjadi pencari solusi atas pergumulan hidup seseorang. Tidak diceritakan bagaimana Paulus berjumpa dengan Onesimus. Dia seorang budak yang melarikan diri dari tuannya bernama Filemon. Filemon ini seorang Kristen yang kaya, taat dan dikenal baik oleh Paulus serta beberapa kali dalam perjalanan Penginjilan, Filemon ikut serta bersama Paulus melaksanakan Perjalanan PI


Dari isi surat Filemon ini Paulus menelusuri hidup Onesimus, mengajarinya dan menjadi Kristen. Hal yang luar biasa adalah Paulus akhirnya mengetahui kehidupan Onesimus yang telah melarikan diri dari Filemon. Onesimus lari karena menicuri sesuatu barang berharga dari Filemon. Satu-satunya cara menyelamatkan Onesimus adalah pengampunan dari Filemon.


Dalam zaman kekaisaran Romawi diatur secara ketat tentang perbudakan. Seorang budak harus menuruti tuannya, budak tidak memiliki hak sipil dan budak dianggap sebagai barang milik tuannya. Seorang budak yang melawan dan melarikan diri dari tuannya akan menerima sanksi yang berat. Jika mereka ditangkap maka budak itu akan dicap dengan tanda F (fugitivus, artinya 'pelarian') dengan besi yang dipanasi. Siapa saja yang menemukannya sah untuk dianiaya dan dibunuh. Konsekwensi demikianlah membuat Paulus bergerak melakukan sesuatu terhadap Onesimus, agar dia memperoleh kebebasan dan pengampunan dari tuannya Filemon. Paulus memberanikan diri meminta kepada Filemon agar dapat memaafkan Onesimus. 


Apa yang dilakukan Paulus terhadap Onesimus? Merupakan kotbah yang sangat menarik untuk kita kembangkan dalam kehidupan kita sehari-hari.


*1. Pengampunan dan kasih Kristus*

Dasar permintaan pengampunan dari Paulus adalah kasih dan pengampunan Kristus. Kristus telah mengampuni segala dosa dan pelanggaran manusia dengan rela mati di kayu salib. Sungguh suatu pengorbanan yang luar biasa demi menyelamatkan umat manusia. Kristus taat hingga mati di kayu salib demi menebus dosa manusia.


Hidup di dalam pengampunan Kristus menjadi dasar bagi setiap orang untuk mengampuni dan memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Tidak ada dosa atau pelanggaran yang terlalu besar untuk dimaafkan diampuni, semuanya itu dapat dilakukan karena kasih. Inilah yang sering dilupakan oleh orang percaya, beriman pada Kristus ya, namun tidak mampu mengampuni dan berdamai dengan orang lain. 


Paulus mengetahui iman Filemon yang hidup di dalam kasih Kristus. Itulah yang menjadikan Paulus berani memohon untuk pengampunan bagi Onesimus.


*2. Terimalah Onesimus sebagai anakku ("buah hati")*


Filemon 1:12 (TB)  Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku —. 


Pertama Paulus tidak memandang Onesimus sebagai budak, namun dijadikan sebagai buah hati. Buah hati adalah ungkapan yang berarti anak. Paulus menjadikan Onesimus menjadi anaknya, karena dialah yang mengajari dan membimbing dia menerima Kristus. 


Hal menarik adalah, mengapa Paulus menyampaikan hubungan ini kepada Filemon? Tentu, sebagai seorang sahabat dan kawan lama pastilah akan senang dan memperlakukan dengan baik anak dari sahabat lama. Demikianlah harapan Paulus terhadap Filemon memperlakukan Onesimus.  Onesimus bukankah siapa-siapa, tetap buah hati dari sahabat dan gembalanya. Dengan demikian tidak ada keraguan untuk menerima dan memaafkannya. Sebagai buah hati Paulus pasti Filemon memperlakukannya dengan baik.


*3. Terimalah Onesimus sebagai aku sendiri*


Selain menyatakan Onesimus sebagai buah hati pada bagian berikutnya Paulus memohon agar menerimanya sebagai teman seiman dan Paulus sendiri. 

Filemon 1:17 (TB)  Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 


Permohonan itu bukanlah suatu perintah atau diterima dengan paksa namun sebagai permintaan seorang sahabat dekat, teman seiman, seorang gembala dan seorang yang sudah mengenal iman Filemon. Secara hukum, sah saja Filemon mengabaikan permintaan Paulus, karena konsekuensi budak yang melarikan diri harus mati dianiaya. Jika melihat Onesimus Filemon berat memaafkannya, maka Paulus meminta agar mengingat hubungannya dengan Paulus. Paulus menjadi garansi atas pertobatan dan layaknya pengambilan bagi Onesimus. Paulus menyelamatkan Onesimus dari hukuman dengan meminta pengampunan. 


Sampai akhir surat ini, kita tidak melihat jawaban Filemon. Namun penetapan Filemon menjadi Kanon merupakan contoh kongkrit bahwa gereja mula-mula melakoni Firman Tuhan dengan hidup dalam seperasaan, saling mengampuni dan komunitas yang saling memperhatikan yang satu dengan lainnya.


Onesimus bukanlah hanya sebagai budak pelarian dari tuannya, tetapi seorang yang telah menerima Kristus. Memang dia pernah salah terhadap Filemon, namun keberaniannya menceritakan semua itu dihadapan Paulus membuat Paulus tergerak melakukan sesuatu menyelamatkan Onesimus.


Onesimus adalah satu contoh dalam banyak kehidupan orang percaya pada jaman gereja mula-mula. Dengan nilai-nilai Injil, gereja harus ikut berperan melepaskan setiap orang dari perbudakan dan ancaman kematian. 


Tuhan memberkati


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

BERMEGAH ATAS KELEMAHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6223507757721238/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 27 September 2021 


*BERMEGAH ATAS KELEMAHAN*


Selamat Pagi ! Sahabat yang baik hati,marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa,membaca,dan merenungkan Firman Tuhan 


2 Korintus 11:30 (TB): Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.

2 Corinthians 11:30(NJKV): If I must boast,I will boast in the things which concern my infirmity. 


Ada satu nyanyian pujian liriknya berkata: Yang lemah dikuatkan/yang miskin diperkaya/yang buta pun melihat/semua Dia buat bagiku.

Ref. Hosana,hosana,Yesus mati bagiku/Hosana,hosana,Dia bangkit bagiku.


Dalam lirik lagu itu ada dua kata yang berlawanan dari yang bermakna negatif menjadi positif; demikian juga ayat Firman Tuhan sebagai pernyataan iman rasul Paulus bahwa jikalaupun dia harus bermegah maka akan bermegah atas kelemahannya.


Nas Firman Tuhan diatas dipertegas lagi atas penglihatan dan peryataan Paulus  pada 2 Korintus 11 ayat 9 berkata: Tetapi jawab Tuhan kepadaku:"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu,sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna". Sebab itu lebih suka aku bermegah atas kelemahanku,supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.


Alkitab PB mencatat bagaimana Paulus yang punya latar belakang sebagai seorang yang memburu dan menganiaya orang yang percaya Tuhan Yesus berbalik seratus delapan puluh derajat menjadi pengikut Tuhan Yesus, lalu memberitakan Injil kepada orang Yahudi dan sampai ke penjuru Yunani dan Asia Kecil (termasuk ke jemaat di Korintus) melewati bermacam rintangan/hambatan yang secara logika manusia tidak masuk akal dilakukannya, tetapi dengan penyertaan dan kuasa Tuhan dapat dijalaninya.  Di Israel dia dihukum atas pemberitaan Injil dan atas kehendaknya dia memohon banding kepada kaisar Romawi, namun vonis yang dijatuhkan kaisar Nero kepadanya bahwa dia dijatuhi hukuman mati sama seperti rasul Petrus dihukum mati sekitar tahun 67/68 M.


Bagaimanakah dari kehidupan rasul Kristus ini kita sebagai umat percaya dapat mengambil suatu makna bahwa Paulus punya keberanian mempertaruhkan nyawanya guna pekabaran Injil. Berbeda dengan manusia biasa yang menghitung untung-rugi termasuk tidak mau ambil risiko bahkan sering berusaha mengatasi masalah yang dihadapi dengan mengandalkan kekuatan atau kemampuannya,padahal manusia memiliki kemampuan yang amat terbatas. Suatu saat saya pernah bertemu teman sekerja menceritakan kepada saya bagaimana dia bisa selamat atas musibah tenggelamnya kapal penumpang KMP Tampomas-2 di perairan Masa lembo-laut Jawa pada tanggal 27 Januari 1981 yang membawa ribuan penumpang dan ratusan kendaraan mobil dan sepeda motor rute Tanjung Priok-Jakarta menuju Ujung Pandang, dimana salah seorang penumpangnya ialah rekan saya itu. Beliau bercerita bahwa karena kecerdasan otaknya dan insting bertindak cepat dapat selamat atas musibah itu. Sambil saya menyimak ceritanya yang panjang-lebar dalam hati saya terbersit betapa sombong dan angkuhnya orang ini sebab bagaimana mungkin manusia pada saat kritis ditengah lautan bebas dengan api membara diatas kapal sambil diayun gelombang laut dapat berpikir cerdas-rasional dan tidak panik, tentu kalau bukan karena pertolongan tangan Tuhan menyelamatkannya atas musibah itu.


Situasi hampir mirip cerita ini dialami murid-murid Yesus pada saat berlayar di danau Galilea dan oleh taufan yang mengamuk perahu mereka kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Untung Yesus bersama mereka dalam perahu lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu lalu reda dan danau itupun menjadi teduh. Melalui peristiwa itu murid-murid berkata siapakah gerangan orang ini sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air   dan taat kepadaNya (Luk.8:22-25). Gambaran yang bisa kita peroleh dari kejadian tersebut diatas ialah bahwa dalam situasi yang amat sulit dihadapi manusia diperlukan suatu kekuatan supra natural yaitu kuasa Allah yang merubah keadaan dari hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dan itu dinamakan Mujizat sebagai  suatu hal diluar kemampuan logika berpikir manusia. 


Demikian halnya rasul Paulus dalam memberitakan Injil sungguh banyak mengalami kelemahan bahkan penderitaan sebagaimana pernyataannya bahwa dia lebih sering didalam penjara dan kerap kali dalam bahaya maut,lima kali disesah orang Yahudi,tiga kali mengalami karam kapal serta sehari-semalam terkatung-katung ditengah laut,dalam perjalanan sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun,lapar dan dahaga,kedinginan dan tanpa pakaian(2 Kor.11:23-27).Walau amat perih penderitaan jasmani yang dialaminya namun tidak menyurutkan misinya untuk memberitakan Injil Kristus sebab dia memperoleh kekuatan dari Tuhan hingga dia menulis Firman Tuhan pada 2 Korintus 5 ayat 7 berkata: sebab hidup kami ini adalah hidup  karena percaya,bukan karena melihat; bahkan Paulus menulis Firman Tuhan kepada jemaat di Filipi bunyinya: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan(Fil.1:21).


Kepada Timotius sebagai anak rohaninya dalam iman dalam memberitakan Injil ketika mereka saling berjauhan dimana Paulus saat itu berada di Makedonia sedangkan Timotius sebagai wakil rasuli melayani jemaat di Efesus berkirim surat penggembalaan seakan merupakan pernyataan terakhir menjelang kematiannya yang makin mendekat berkata:  Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik,aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman(2 Tim.4:7).


Sesungguhnya Paulus sadar bahwa Tuhan memakai dia untuk suatu tujuan yaitu membawa jiwa-jiwa pengenalan akan Kristus Yesus lewat Injil Keselamatan,sehingga apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya sekarang dianggap rugi karena Kristus bahkan dianggap sampah sebab baginya pengenalan akan Kristus Yesus jauh lebih dari semuanya itu(Fil.3:7-8).

Di era kemajuan sekarang ini dalam segala aspek kehidupan manusia sering kita diperhadapkan dengan situasi yang membuat kita lemah,takut,kuatir,bimbang dan ragu baik menyangkut kehidupan sehari-hari yang kadang terasa makin sulit,berkecamuknya penyakit yg mengancam hidup oleh pandemi covid-19 dan penyakit lainnya,masa depan generasi berikutnya yang tampak samar-samar,hujat-menghujat hal keyakinan atau agama,pertentangan kelompok mayoritas dengan minoritas dan berbagai hal lainnya.


Dalam situasi demikian maka kekuatan Roh Tuhan lah yang menopang kita sehingga dapat melewati masalah,goncangan sebesar apapun sebab kita percaya bahwa Roh Allah yang diam dalam diri kita lebih besar dari pada roh yang ada didalam dunia ini(1 Yoh.4:4b).


Demikian juga karena Allah yang kita percayai didalam Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Immanen(hadir di tempat dimana kita berada),Omnipresent(hadir disegala tempat),Imanuel (hadir selalu menyertai kita),Transenden(diam di tempat yang Maha Tinggi).


Sahabatku ! Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup Saudara... Amin. 


Salam dari Tim Penulis : LLT

Jumat, 24 September 2021

EMPHATI DAN SEPERASAAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6211925482212799/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 25 September 2021


*EMPATI DAN SEPERASAAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Roma 12:15 (TB)  Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 


Romans 12:15 (RWV)  Rejoice with them that rejoice, and weep with them that weep.


Seperasaan mungkin satu sikap yang paling sulit dilakukan oleh orang di jaman now. Bukan berarti tidak ada, ada namun mungkin sangat minor atau langkah untuk ditemukan. Lihatlah fakta bahwa orang yang sudah tinggal satu rumah saja seperti suami isteri, adek kakak, ayah anak masih banyak yang belum menyatu. Suami tidak mau mengerti akan isterinya dan sebaliknya. Anak kakak tidak ada yang mengalah dan anak sering menyakiti orang tua. Tetap bersama ya, namun apakah sudah seperasaan: sama-sama menanggung beban dalam penderitaan dan sama-sama tersenyum saat ada suka cita.


Saat saya melayani di daerah desa, ada banyak ayah makan di Lapo dengan lauk yang sedia, namun di rumah istri dan anak-anak makan apa adanya. Itu hanya contoh kecil saja, masih banyak dalam komunitas terkecil sering tidak terjadi empatik dan sepwlerasaan. 


Sulitnya ada sikap seperasaan tentu karena manusia itu mengejar ego. Manusia ingin dimengerti tapi tak mau mengerti. Hanya ingin dipahami tanpa mau memahami. Hanya ingin dihormati dan dihargai tanpa terlebih dahulu menghargai dan menghormati orang lain dan dikasihi tanpa mau mengasihi. Saat terjadi perbedaan jangankan ada seperasaan, yang terjadi adalah SMS: senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.


Syukurlah sikap hati manusia di jaman now disapa oleh kelembutan Firman Tuhan. Orang yang terpanggil menghayati imannya di dalam Yesus Kristus justru harus ada empati dan seperasaan. Orang percaya merasakan kesusahan dan kesulitan orang lain. Memberi bantuan dan pertolongan sebisa mungkin agar orang lain terlepas dari beban hidupnya yang menekan. Saat ada sukacita ikut merasakan sukacita, bahagia bersama dan orang lain dianggap menjadi mitra yang menolong dia merasakan suka cita.


Jaman ini terus memacu kita untuk menggapai keinginan, dan disitulah meningkat ego dan mengejar kebahagiaan diri sendiri. Ironisnya demi mencapai kebahagiaan sendiri rela mengorbankan orang lain. Firman ini menyapa kita, dalam segala tindakan orang percaya hendaklah ada empatik dan seperasaan, mengerti dan memahami orang lain dalam segala keadaan yang dialaminya.


Dengan adanya seperasaan ini, gereja mula-mula menjadi komunitas yang kuat. Beban sama dipikul, ringan sama dijinjing. Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi karena semua anggota komunitas merasakan apa yang dirasakan orang lain. Itulah kommunion: suatu komunitas dimana semua orang merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dalam suratnya ke Korintus Paulus memakai istilah komunitas orang percaya sebagai tubuh Kristus. Ibarat tubuh, jikala anggota tubuh satu sakit maka anggota tubuh yang lain merasakannya. Tak pernah mata berkata itu buka urusanku saat kaki terantu. Justru sakitnya di hati dan air mata keluar dari mata dan tangan pun mengelus dan mengulurkan tangannya (Baca 1 Kor 12:12dyb).  Komunitas yang berbagi dan menekankan hidup bersama yang harmoni. Seberat apapun penderitaan yang dialami oleh gereja mula-mula, seperasaan menjadi sumber kekuatan yang tiada batas melampaihi kepahitan.


Sahabatku! Di jaman yang kompetitif ini dan semua menuju pada sektor ego maaing-masing saat ini diajak untuk seperasaan bukti kepedulian terhadap orang lain. 


Salam dari penulis: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 23 September 2021

TUHAN PERISAIKU

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6206057719466242/?sfnsn=wiwspmoFIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi, dan Motivasi

Jumat, 24 September 2021


TUHANLAH PERISAI DAN KEMULIAAN


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, 

Marilah menggunakan waktu sejenak di 

pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan

merenungkan Firman Tuhan.


Mazmur  3 : 4 (TB): "Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku."


Psalms 3:4 (KJV) : "I cried unto the Lord with my voice, and he heard me out of his holy hill."


Sahabat yang baik hati, peristiwa yang dialami oleh Daud dalam pasal ketiga ini ialah ketika dia menghadapi pemberontakan dari Absalom anaknya sendiri yang menginginkan kedudukan raja dari ayahnya. 

Tetapi jika kita membaca keseluruhan pasal ketiga ini, kita menemukan sikap Daud sebagai orang percaya. Pertama, Daud menyadari bahwa hidupnya penuh pergumulan (ay 1-3), pergumulan yang merupakan bagian dari hidup, dan ia tetap menjalani kehidupannya dengan mau menerima dan bersedia menghadapi kenyataan. Kedua, Daud menyadari bahwa Allahlah perlindungannya yang selalu memberikan kekuatan dalam situasi sulitnya sehingga ia tidak pernah gentar dalam menghadapi musuh-musuhnya (ay 4-7). Ketiga, Daud benar-benar berharap kepada Allah, dia secara total menaruh kepercayaan kepada Allah, dia percaya bahwa Allah akan mendengar suara hamba yang berseru kepada-Nya (ay 8,9). Kita sudah tahu bahwa Daud adalah orang yang perkasa dan kuat, dia merupakan orang yang piawai dalam perang dan dalam hal lain. Tetapi dia selalu memerlukan dan memohon perlindungan Tuhan.

 

Sahabat yang baik hati, pemazmur dalam Firman Tuhan hari ini menyerukan beberapa hal yang mungkin akan kita hadapi selama kita masih bernafas, yaitu gambaran kesulitan dan penderitaan yang dialami oleh orang-orang percaya. Tetapi di dalam kesulitan dan penderitaan tersebut pemazmur juga menyuarakan/memberikan pengakuan tentang kepercayaannya terhadap pertolongan Allah, dan pujian atau ucapan syukur kepada Allah, sehingga pemazmur mengatakan bahwa Tuhanlah perisai yang melindunginya.

Perisai merupakan alat yang digunakan untuk melindungi diri dari serangan musuh di dalam peperangan, biasanya digunakan pada tangan dan juga didampingkan dengan senjata yang lain.

Sebagai perisai, Tuhanlah yang melindungi kita dan memadamkan segala serangan musuh. Peperangan tidak akan pernah usai dan serangan musuh tidak akan berhenti selama bumi masih ada, karena iblis akan selalu mencari cara dan waktu untuk menyerang orang-orang percaya (Luk 4:13: “Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya untuk menunggu waktu yang baik”). 


Sahabat yang baik hati, Firman Tuhan hari ini mengajak dan menguatkan kita bahwa didalam setiap lika-liku kehidupan kita, apakah itu sukacita, kesulitan dan dukacita, kita hanya akan mengandalkan pertolongan dari Tuhan. Efesus 6: 16: “dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat”. Karena Tuhanlah perisai kita, maka kita tetap terlindungi dan tak mudah ditaklukan oleh sijahat. Untuk itu tetaplah di dalam iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Sehingga ketika perjalanan kehidupan terkadang begitu berat kita tidak langsung menyerah dan berputuas asa. Tetapi kita yakin dan percaya Tuhan akan menolong, dan di dalam keyakinan dan kepercayaan itu kita akan mampu memuliakan Tuhan sesulit apapun keadaan kita sekarang ini.  


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin.


Salam dari Tim Penulis: BGP.

Rabu, 22 September 2021

BERAKAR DAN BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6200100126728668/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 23 September 2021


*HIDUP BERAKAR DAN BERTUMBUH DALAM KRISTUS*


Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Kolose 2:7 (TB) : "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."


 (KJV) : "Rooted and built up in him, and stablished in the faith, as ye have been taught, abounding therein with thanksgiving."

Nas hari ini berkenaan dengan seruan Rasul Paulus kepada jemaat Kolose ketika kehidupan mereka diperhadapkan dengan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan pengajaran Yesus sehingga membuat iman mereka terombang-ambing dan goyah. Rasul Paulus melalui suratnya menasihatkan agar iman jemaat tetap teguh di dalam Yesus Kristus, yaitu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia dengan hati yang melimpah dengan syukur. Seruan Paulus tersebut berlaku juga untuk kita umat percaya masa kini. Kita juga tidak jarang menghadapi persoalan hidup serupa serta berbagai masalah pelik lainnya, bahkan kadangkala berkepanjangan yang bisa menggoyahkan iman percaya kita. Rasul Paulus tidak menginginkan iman jemaat Kolose termasuk kita terperosok ke dalam jeratan pengajaran palsu dunia ini, tetapi hendaknya memenangkan iman percayanya di dalam Kristus Yesus. Pertanyaannya, bagaimana cara kita memenangkan pergumulan iman kita dalam kehidupan ini? 


Paulus tegas menyerukan hendaklah berakar dan bertumbuh di dalam Kristus Yesus Sang Pohon Kehidupan. Pertama, dengan hidup berakar di dalam Kristus Sang Firman Allah yang hidup, yaitu beriman kepada Yesus Kristus sebagai landasan atau fondasi dan sandaran serta sumber kehidupan yang menyiapkan serta memberikan kehidupan melalui berkat-berkat-Nya yang tersedia melimpah. Artinya, kita harus terus melekat dan terpaut kepada Kristus, berakar kuat dan kokoh di dalam-Nya agar badai kehidupan tidak membuat kita tercerabut dari tangan kasih Kristus. Dalan konteks itulah Paulus meminta jemaat Kolose agar iman mereka tetap berakar teguh kepada ajaran Yesus yang menjadi sebuah jaminan akan pertumbuhan kehidupan seperti yang dikehendaki Allah Bapa.  Kedua, hidup kristiani kita harus  bertumbuh dan dibangun di atas Kristus. Artinya, seluruh aspek kehidupan kita berpusat pada Kristus dan Kerajaan Allah, bukan pada diri kita sendiri. Perilaku kita harus sejalan dengan kehendak Allah Bapa yang tercermin dalam hidup yang melayani, hidup yang peduli, hidup yang memuliakan Allah, hidup yang berdoa, serta hidup yang mengampuni dalam kerendahan hati seraya bersyukur atas karunia dan berkat-berkat Tuhan yang tak terhitung dan selalu baru setiap harinya. Untuk itu mutlak memerlukan pengenalan sejati akan Kristus sekaligus memiliki keeratan hubungan dengan-Nya. Dengan demikian, dalam menapaki kehidupan ini di setiap bertindak haruslah melangkah bersama Kristus yang menjadi sosok teladan kristiani kita. Niscaya menghasilkan buah-buah kehidupan yang berkenan dan menyenangkan hati Allah. 


Sahabat yang baik!  Perjalanan hidup yang berakar di dalam Firman dan dibangun diatas Kristus membuat kita semakin teguh dan terus bertumbuh di dalam kematangan iman menuju keserupaan dengan Kristus. Itu merupakan panggilan hidup kristiani kita.  Oleh karenanya, mari kita sambut dengan memperteguh iman percaya kita seraya penuh ucapan syukur dalam ketaatan dan kesetiaan agar kita beroleh hidup yang berkemenangan di dalam Kristus. Percayalah akan janji Allah yang dalam kasih setia-Nya turut bekerja di dalam seluruh proses kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan.


 Kiranya Tuhan melimpahkan berkat-Nya atas kita semua. Amin.

 

Salam dari tim Penulis: TEN

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...