Kamis, 10 Mei 2018

JANGAN TAKUT

JANGAN TAKUT

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 11/05/2018

Lukas 12:32 (TB)  Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Luke 12:32 (RSV)  "Fear not, little flock, for it is your Father's good pleasure to give you the kingdom.

Semua kita terkejut dengan peristiwa Mako Brimob dua hari lalu, tahanan penjara teroris di Mako Brimob melakukan aksi teror menewaskan 6 orang korban; 5 aparat kepolisian dan 1 tahanan. Aparat memang kewalahan menghadapi karena membutuhkan waktu 36 jam untuk menguasai dan mengevakuasi seluruh tahanan Mako Brimob.  Kita berduka atas korban yang meninggal dunia dan kejadian ini sangat mengejutkan kita. Teroris masih bisa terjadi dimana saja dan kapan saja yang dapat memakan korban. Kita berdoa, biarlah kejadian semacam itu semakin dijauhkan dari negeri kita yang kita cintai ini. Kita berdoa agar pemerintah tetap waspada dan kuat menghadapi berbagai tantang yang dapat merongrong negara Indonesia ini.

Tak dapat dipungkiri kejadian teror semacam itu sontak pula membuat orang was-was bahkan mungkin takut. Sedangkan Markas Brimob  bisa diteror bagaimana dengan kita masyarakat kecil, masyarakat biasa yang melakukan aktifitas sehari-hari tanpa ada perlindungan diri? Sungguh menyejukkan nas renungan di pagi hari ini, Yesus berkata: "JANGAN TAKUT, HAI KAWANAN KECIL". Saat ini seolah langsung Tuhan mengetahui isi hati dan apa yang kita alami dalam berbagai ketakutan dan  kejadian yang menakutkan Tuhan Yesus memberikan perlindungan. Dalam ketidaknyamanan Tuhan Yesus datang memberi kenyamanan.

Jika kita perhatikan nas ini, Tuhan Yesus memberikan nasihat kepada murid-murid agar mereka tidak kuatir dalam hidup dan masa depan. Tuhan telah menyediakan segala kebutuhan kita. Jangan takut menghadapi pembesar-pembesar, sekalipun mereka dapat menghilangkan nyawa, Yesus berpesan: jangan takut jumlah rambut kita telah dihitung oleh Tuhan Yesus. Matius 10:30 (TB)  Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

Yesus memberikan alasan agar kita jangan takut! Allah yang rahmani bersedia memberikan semuanya itu kepada kita. Inilah kebaikan Tuhan dalam hidup ini, tak perlu  kuatir karena segala sesuatu tersedia di hadapan Bapa. Tak perlu takut dan kuatir karena Tuhan melindungi kita semua.

Sahabat yang baik hati! Jangan takut! Seruan Tuhan Yesus ini menjadi kekuatan bagi kita dalam melakukan segala aktifitas kita. Tuhan menyediakan apa yang kia butuhkan  Tuhan menyediakan  segala kebutuhan kita.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak


JANGAN TAKUT

JANGAN TAKUT

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 11/05/2018

Lukas 12:32 (TB)  Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Luke 12:32 (RSV)  "Fear not, little flock, for it is your Father's good pleasure to give you the kingdom.

Semua kita terkejut dengan peristiwa Mako Brimob dua hari lalu, tahanan penjara teroris di Mako Brimob melakukan aksi teror menewaskan 6 orang korban; 5 aparat kepolisian dan 1 tahanan. Aparat memang kewalahan menghadapi karena membutuhkan waktu 36 jam untuk menguasai dan mengevakuasi seluruh tahanan Mako Brimob.  Kita berduka atas korban yang meninggal dunia dan kejadian ini sangat mengejutkan kita. Teroris masih bisa terjadi dimana saja dan kapan saja yang dapat memakan korban. Kita berdoa, biarlah kejadian semacam itu semakin dijauhkan dari negeri kita yang kita cintai ini. Kita berdoa agar pemerintah tetap waspada dan kuat menghadapi berbagai tantang yang dapat merongrong negara Indonesia ini.

Tak dapat dipungkiri kejadian teror semacam itu sontak pula membuat orang was-was bahkan mungkin takut. Sedangkan Markas Brimob  bisa diteror bagaimana dengan kita masyarakat kecil, masyarakat biasa yang melakukan aktifitas sehari-hari tanpa ada perlindungan diri? Sungguh menyejukkan nas renungan di pagi hari ini, Yesus berkata: "JANGAN TAKUT, HAI KAWANAN KECIL". Saat ini seolah langsung Tuhan mengetahui isi hati dan apa yang kita alami dalam berbagai ketakutan dan  kejadian yang menakutkan Tuhan Yesus memberikan perlindungan. Dalam ketidaknyamanan Tuhan Yesus datang memberi kenyamanan.

Jika kita perhatikan nas ini, Tuhan Yesus memberikan nasihat kepada murid-murid agar mereka tidak kuatir dalam hidup dan masa depan. Tuhan telah menyediakan segala kebutuhan kita. Jangan takut menghadapi pembesar-pembesar, sekalipun mereka dapat menghilangkan nyawa, Yesus berpesan: jangan takut jumlah rambut kita telah dihitung oleh Tuhan Yesus. Matius 10:30 (TB)  Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

Yesus memberikan alasan agar kita jangan takut! Allah yang rahmani bersedia memberikan semuanya itu kepada kita. Inilah kebaikan Tuhan dalam hidup ini, tak perlu  kuatir karena segala sesuatu tersedia di hadapan Bapa. Tak perlu takut dan kuatir karena Tuhan melindungi kita semua.

Sahabat yang baik hati! Jangan takut! Seruan Tuhan Yesus ini menjadi kekuatan bagi kita dalam melakukan segala aktifitas kita. Tuhan menyediakan apa yang kia butuhkan  Tuhan menyediakan  segala kebutuhan kita.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak


Rabu, 09 Mei 2018

DUDUKLAH DI SEBELAH KANANKU

DUDUKLAH DI SEBELAH KANANKU
Nats: Ibrani 1:5-13
Kotbah hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus

Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus! Sahabat yang baik hati, Hari Kenaikan merupakan perayaan besar bagi umat Kristiani. Dalam peristiwa ini kita mengenal sepenuhnya keilahian Yesus Kristus dan missi Yesus Kristus bagi orang percaya; mempersiapkan tempat dalam Kerajaan Sorga.  Dengan peristiwa kenaikan Yesus Kristus orang percaya semakin teguh berpengharapan pada kehidupan kekal.

Nats kotbah Minggu ini dari Kitab Ibrani 1:5-13 tentang Yesus Kristus Anak Allah yang Naik ke Sorga dan duduk di sebelah Kanan Allah. Penjelasan ini dirasa sangat penting  karena ada kalangan yang hanya mengakui Yesus sebagai rabbi, ada yang mengakui hanya sebagai nabi bahkan ada pula yang memahami Yesus hanya sebagai salah satu dari malaikat Allah. Pemahaman sepenggal-sepenggal demikian membuat sebahagian keliru mengenal Yesus Kristus. Apalagi dikalangan Yahudi (bani Ibrani) yang terkesan sering membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh besar dalam PL dan dalam sejarah leluhur mereka: Musa, Yosua, Abraham dan Melkisedek serta penjelasan Yesus sebagai perantara dan Yesus dan Imam besar.

Jika kita baca kitab Ibrani ini tema-tema seperti ini dijelaskan agar mereka dapat membandingkan dan memberikan pemahan tentang Yesus Kristus sebagai Anak Allah melebihi dari tokoh-tokoh PL. Jika para imam memberi korban penghap setjap tahun, maka Yesus menjadi korban keselamatan sekali untuk selama-lamanya. Dengan pengorbanan Yesus Kristus, manusia dengan Allah diperdamaikan. Ibrani 7:26-27 (TB)  Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. 

1. Yesus Kristus Anak Allah
Penulis Ibrani memberikan penjelasan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan status ini memberikan penjelasan bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat. Yesus Kristus adalah Anak Allah; Dia datang dari Sorga datang ke bumi melakukan missi Allah dan setelah semua itu dilakukanNya kembali ke Sorga.
 Ibrani 1:5 (TB)  Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"

Untuk meyakinkan jemaat mula-mula akan hakekat Yesus Kristus lebih tinggi penulis Ibrani memberikan beberapa pokok penting  tentang keunggulan-keunggulan Yesus dalam perikop ini dapat kita lihat beberapa hal:

- Yesus Anak Allah (ay 5-6)
- seluruh malaikat menyembah Yesus (ay 6)
- Peran Yesus dalam Tahta Kerajaan Allah (ay 8)
- Mesias yang diurapi (ay 9)
- Yesus dalam penciptaan (ay 10)

Dari kutipan-kutipan ayat di atas; Yesus mendapatkan pengakuan/pengesahan dari Allah langsung bahwa Ia adalah Putra-Nya. Malaikat adalah pelayan yang harus menyembah-Nya, sedangkan Yesus duduk di sebelah kanan Allah, pemegang pemerintahan, Raja di atas segala raja untuk selama-lamanya. Pemberi tongkat kerajaan adalah Allah sendiri sebagai Pemilik Kerajaan Sorga. Dengan demikian, berarti pengesahan ini diberikan kepada Yesus dari Allah yang memiliki kuasa dan berhak memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Tak seorang pun memiliki kuasa dan kedudukan lebih tinggi dari pada Yesus.

Seluruh penjelasan ini meyakinkan jemaat mula-mula agar mereka teguh dan percaya kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus telah menyelamatkan dan menjamin setiap orang yang percaya kepadaNya telah mendapatkan tempat dalam kerajaan Sorga.

2. Duduklah Sebelah Kanan-Ku (Ay 13)
Kenaikan Yesus Kristu ke Sorga merupakan bahagian dari rencana Allah untuk menobatkan Yesus duduk dalam tahta Kerajaan Allah. Yesus Kristus memerintah atas seluruh ciptaan dan padanya diberi kuasa untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Nats ini merupakan puncak Doxologi Kristus (kemuliaan Kristus) yang memerintah atas kerajaan Allah. Ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan hal ini sangat banyak kita temukan dalam Alkitab; Maz 110:17, Mat 22:44, Mark 12:36, Luk 20:42-43,  Kis 2:34-35, 1Kor 15:25,  Ef 1:20, Kol 3:1, Ibr 1:31; 8:1; 10:12-13

Penjelasan-penjelasan Alkitab atas pemerintahan Kristus memiliki arti:
a). Penobatan Yesus atas Raja diatas segala raja; segala yang ada akan bertekuk lutut di dalam Yesus Kristus. Tak ada kuasa lain yang dapat mengatasi kuasa Kristus
b). Penghakiman kelak atau parusia: Kerajaan Allah bukan hanya berkaitan dengan pemerintahan  dalam arti kuasa yang menahkukkan segal kuasa yang ada namun berkaitan dengan parusia. Setiap orang akan mempertanggungjawabkan hidupnya kelak di hadapan Allah. Setiap pribadi harus mempersiapkan diri di dunia ini agar dalam penghakiman kelak ikut dalam bagian yang dibenarkan oleh Kristus
c). Jika Kristus memerintah atas segala ciptaannya, sejauhmana hidup kita dipimpin dan diperintah oleh Yesus Kristus.

Duduklah disebelah KananKu! Kalimat penobatan Kristus sebagai raja yang memerintah atas segala mahkluk dan hidup orang percaya. Berikanlah dirimu diperintah oleh Kristus

3. Kenaikan Kristus dan Jaminan Orang Percaya!
Peristiwa kenaikan merupakan lanjutan dari peristiwa Paskah, Yesus yang bangkit itu Naik ke Sorga dan duduk di sebelah Kanan Allah Bapa. Selain memahami hakekat Yesus Kristus Anak Allah yang kembali ke sorga, Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus membuka  pengharapan baru bagi orang percaya. Kenaikan Kristus bertujuan mempersiapkan tempat dan kebahagiaan kekal bagi orang-orang yang diselamatkan. Ini penting, bahwa pahit manisnya kehidupan di dunia ini akan kita lalui, kelak semua orang akan menuju kehidupan yang kekal. Barang siapa yang percaya kepada Yesus Kristus telah digaransi ikut bersama Yesus Kristus dalam kebahagiaan. Dengan demikian peristiwa kenaiman Yesus Kristus adalah kegembiraan bagi orang percaya: kita memperoleh kepastian untuk memperoleh hidup kekal dalam kerajaan Sorga.

Sahabat yang baik hati! Hari bahagia pada peringatan hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ini membukan pengharapan dan kegembiraan bagi kita. Ada sesuatu yang pasti yang akan diwariso.oleh orang percaya.
Pahit manisnya hidup kita, bahagia susahnya hidup kita, mulia hinanya hidup yang kita alami di dunia ini. Tuhan Yesus telah mempersiapkan kehidupan mulia, bahagia dan kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Hidup di dunia ini bukanlah tujuan tetapi marilah kita mempersiapkan diri untuk menuju kehidupan Sorgawi yang disediakan oleh Yesus Kristus

Sahabatki! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin!

Salam
Nekson M Simanjuntak

Selasa, 08 Mei 2018

KEKUATAN JEMAAT MUKA-MULA

KEKUATAN JEMAAT MULA-MULA: Bertekun, Bersekutu, Berbagi dan Berdoa

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 09/05/2018

Kisah Para Rasul 2:42 (TB)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Acts 2:42 (RSV)  And they devoted themselves to the apostles' teaching and fellowship, to the breaking of bread and the prayers.

Berkembangnya gereja mula-muka merupakan suatu mistery yang sangat menakjubkan. Seorang penulis sejarah gereja Ira C, PhD menyebutkan judul buku menjelaskan penganiayaan dan  perkembangan sejarah gereja mula-mula adalah: "Semakin Dibabat Semakin Merambat". Pertanyaan, jika sudah sedemikian hebatnya pengejaran, penganiayaan, kebencian yang diderita jemaat mula-mula mengapa mereka tidak lenyap? Tapi lihatlah setiap hari semakin bertambah orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Semakin ada berita tentang orang yang mati martyr semakin berlipat ganda orang yang mengutuki perbuatan sadis kekaisaran Romawi dan semakin tambah orang yang solider dan emphaty terhadap orang-orang Kristen. Semakin dikejar-kejar orang percaya, semakin menyebar pula Injil ke seluruh penjuru dunia. Semakin gencarnya Yahudi membenci kekristenan jaman itu, semakin menebal cinta kasih di antara persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. Tantangan telah menjadi kekuatan bagi mereka.

Dari apa yang disampaikan di atas, renungan pagi ini kita menemukan suatu keindahan dan sekaligus menjawab mistery kekuatan jemaat mula-mula. Sekalipun mereka menghadapi penderitaan yang besar namun mereka bisa bertahan dan semakin bertambah orang yang menerima Yesus Kristus dalam hidupnya.

1. Bertekun dalam pengajaran rasul: jemaat mula-mula hidup didalam firman dan pengajaran rasul. Mereka menerima pengajaran rasul sebagai firman dan kekuatan bagi mereka. Firman yang disampaikan oleh rasul dilakukan dengan sepenuh hati. Mereka tidak mau menyimpang dari ajaran rasul.

2. Bersekutu: ada pertemuan rutin mereka, semua anggota persekutuan saling mengenal dan menguatkan.  Persekutuan di dalam jemaat merupakan kebahagiaan bersama dan persekutuan itu telah menjadi media bagi mereka untuk peduli satu dengan lainnya.  Persekutuan bukan lah ajang peninjolan diri tetapi hidup bersama dengan rukun. Dua kata untuk menjelaskan persekutuan jemaat mula-mula adalah: BERSATU dan SEHATI (ay 46 dan ay 48).  Semuanya mendengar yang satu dengan yang lain dan berlomba-lomba berbuat yang terbaik bagi sesamanya. Tidak ada yang diutamakan dan dikesampingkan namun semuanya itu terlibat dan berperan dalam pelayanan, merasakan kehidupan bersama yang indah.

3. Berbagi: memecahkan roti dan berbagi disini dua makna  penting. Pertama dalam artimliturgis;  perjamuan kudus sebagaimana dilakukannoleh gereja, kita menerima darah dan tubuh Kristus.  Makna kedua adalah praksis hidup yang berkenan memecahkan rotinya dan berbagi dalam persekutuan jemaat. Setiap pribadi bersedia memberikan apa yang dimilikinya untuk dibagikan kepada sesama. Dalam pertemuan rutin jemaat apa yang mereka bawa masing-masing berupa makanan  dapat dinikmati bersama, sehingga tidak ada yang kekurangan dan tidak ada yang berlebihan. Semuanya merasakan indahnya persekutuan.

4. Berdoa: suatu karakter yang melekat pada diri orang percaya. Mereka hidup dan aktif melakukan doa, baik doa pribadi maupun doa bersama dalam persekutuan jemaat. Doa adalah kekuatan orang percaya. Doa orang benar sangat besar kuasanya. Hal itu telah nyata dalam hidup gereja mula-mula yang saling mendoakan.

Sahabat yang baik hati; Roh Kudus bekerja dalam keempat hal di atas merupakan rahasia dibalik kesuksesan gereja mula-mula. Sekalipun banyak tekanan, penderitaan, pengejaran dan penganiayaan yang mereka alami orang yang menerima Yesus Kristus terus bertambah-tambah.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Senin, 07 Mei 2018

PENDOA SYAFAAT BAGI SEMUA ORANG

PENDOA SYAFAAT UNTUK SEMUA ORANG

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 08/05/2018

1 Timotius 2:1 (TB)  Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

1 Timothy 2:1 (RSV)  First of all, then, I urge that supplications, prayers, intercessions, and thanksgivings be made for all men,

Aktifitas berdoa merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dari hidup orang percaya. Coba kita ingat berapa kali anda berdoa sejak pagi hingga malam hari. Tentu banyak bukan? Selain doa pribadi kita juga ikut aktif dalam doa melalui aktifitas persekutuan gereja. Sekarang jika ditanyakan dari sekian banyak aktifitas doa, coba kita buat review apa sajakah permohonan dan doa yang kita sampaikan kepada Tuhan? Sejujurnya pasti yang paling banyak kuta doakan adalah kebutuhan pribadi dan keluarga kita. Kita berdoa mengutamakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan kita, jika pun kita berdoa untuk masyarakat dan pemerintah terkadang hanya sebatas kondisional.

Renungan di pagi hari ini, mengingatkan kita akan tugas orang percaya, yaitu menjadi pendoa syafaat bagi semua orang.  Paulus mengajari Timoteus anak rohaninya itu yang memimpin dan melayani jemaat agar berdoa bukan hanya memohon apa yang dia perlukan dalam hidupnya dan pelayanannya tetapi harus menjadi pendoa syafaat bagi semua orang, pemerintah, bangsa dan negaranya. 1 Timotius 2:1-2 (TB)  Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Menjadi pendoa syafaat sebagaimana dipesankan Paulus sekaligus juga menunjukkan akan tugas dan tanggungjawab orang percaya dalam masyarakat. Orang percaya hsrus menghadirkan kebaikan dan kebahagiaan bagi semua orang tanpa membedakan agamanya, sukunya dan daerahnya. Berdoa syafaat bagi semua orang bukan dalam hal kata-kata atau catatan pokok doa dalam buku catatan harian.  Namun apa yang kita doakan itu harus kita lakukan. Jika kita berdoa untuk kebaikan orang banyak semestinya pula dalam  praktek hidup kita mendatangkan kebaikan bagi sesama.

Selain berdoa bagi semua orang,  Paulus juga mengingatkan agar mendoakan pemerintah, raja dan pembesar-pembesar agar seluruh peran mereka benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Banyak kalangan memakai nats ini menjadi dasar keterlibatannya dalam dunia politik. Warga jemaat terpanggil ikut mwlakukan perubahan dengan memasuki jabatan politik agar dalam kapasitanya sebagai pejabat publik dapat mendatangkan kebaikan dan transformasi di tengah-tengah masyarakat. Secada pribadi baiklah setiap orang yang memiliki hak politik memanfaatkan hak politiknya dengan sebaik-baiknya dan beddoa kelak dia dapat mendatangkan kesejahteraan dan perubahan di tengah masyarakat. Namun gereja sebagai persekutuan orang kudus harus memelihara kekudusan gereja dengan tidak terlibat ikut berpolitik praktis. Gereja harus menjadi rumah bagi semua orang yang berbeda pandangan politik dannjangan sampai gereja menjadi alat politik dari lembaga politik. Politik gereja adalah mrnghadirkan kehendak Allah di dunia ini dalam cara yang setueuk kehendak Allah.

Sahabat yang baik hati! Marilah kita berdoa syafaat untuk beberapa Kota, Kabupaten dan Propinsi yang sedang melaksanakan Pilkada. Mari pergunakanlah hak politik sebaik-baiknya sebagai bahagian dari tugas kita  yang berdoa syafaat untuk kota, bangsa dan masyarakat. Biarlah kita berdoa kepada pemimpin-pemimpin publik agar benar-benar menjadi abdi Allah mendatangkan kebaikan bagi masyarakat, kota dan bangsa kita.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda.

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Minggu, 06 Mei 2018

KUMPULKANLAH KAMI DARI BANGSA-BANGSA

KUMPULKANLAH KAMI DARI ANTARA BANGSA-BANGSA

Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 07/05/2018

Mazmur 106:47 (TB)  Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.

Psalms 106:47 (RSV)  Save us, O LORD our God, and gather us from among the nations, that we may give thanks to thy holy name and glory in thy praise.

Mazmur 106 ini merupakan salah satu mazmur yang menceritakan perjalanan bangsa Israel. Dari suatu kejayaan namun karena perbuatannya sendiri Tuhan menghukum dan menjadikan umatNya hidup di negeri asing sebagai orang buangan.  Mereka telah merasakan perbuatan-perbuatan besar Allah dalam sejarah perjalanan mereka, namun Mazmur 106:13 (TB)  Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya;

Dari isi uraian yang disampaikan Mazmut 106 ini meruoakan suatu pengakuan dosa umat Israel dan permohonan agar Tuhan tidak menghukum umatNya namun berbelas kasihan terhadap mereka. Maka hampir dipastikan bahwa konteks Mazmur 106  adalah zaman pembuangan. Mereka hidup dan menderita di negeri asing. Dalam ayat ini disebut dengan "kumpulkanlah kami di negeri asing". Sebagaimana kita tahu, kerajaan Israel Utara hancur dibawah kekuatan Assyur tahun 722 SM.  Sedangkan Kerajaan Selatan, yang kita sebut dengan Kerajaan Yehuda hancur dibawah kekuasaan Babelonia tahun 653 SM. Seluruh penduduk  Yerusalem diangkut ke pembuangan Babel.

Apakah cerita umat Tuhan telah berakhir? Para aktifis keagamaan membuka suatu harapan baru dengan munculnya Pengharapan Mesianis dengan ide gerakan Zionisme. Tuhan tidak akan membiarkan umatnya hilang di negeri asing. Namun Tuhan sendiri akan datang untuk menyelamatkan umatNya. Tuhan akan mengumpulkan anak-anaknya dari berbagai penjuru mata angin untuk dihimpun dan dikembalikan ke Yerusalem atau Sion. Hal ini jugalah yang diyakinkan oleh nabi-nabi yang bekerja di jaman pembuangan: Yesayasa, Yeremia, Yehezkiel dan nabi lainnya.  Dua contoh ayat bagaimana jawaban Tuhan untuk menghimpun umat Allah yang tercerai berai:
Yesaya 43:5 (TB)  Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.

Yehezkiel 11:17 (TB)  oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menghimpunkan kamu dari bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri di mana kamu berserak, dan Aku akan memberikan kamu tanah Israel.

Sahabat yang baik hati! Tuhan murka atas dosa dan pelanggaran, namun tetap mengampuni. KasihNya lebih besar dari amarahNya. Tuhan tidak membiarkan umatNya   hilang di negeri bangsa asing, waktunya Tuhan akan mengumpulkan mereka dan mengembalikan mereka ke negeri mereka sendiri yaitu di Yerusalem. Itulah yang dialami oleh umat Allah dan membangun kembali Yerusalem di jaman Ezra dan Nehemia. Sunguh keselamatan itu nyata dalam kehidupan umatNya.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 05 Mei 2018

DOA PEMIMPIN YANG MELUNAKKAN HATI TUHAN


DOA PEMIMPIN YANG MELUNAKKAN HATI TUHAN
(Keluaran 32:7-14)

Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah minggu ini sangat menarik dan menjadi perenungan yang sangat berharga bahwa doa adalah kekuatan orang beriman untuk melunakkan hati Tuhan. Murka Tuhan yang menyala-nyala yang hendak membinasakan Israel dapat berubah karena doa permohonan seorang pemimpin yang meminta belas kasihan dari Tuhan.  Itulah yang dilakukan Musa dihadapan Allah, doa Musa ini dapat melunakkan hati Tuhan.

1. Dosa Ketidaksabaran:  "Mari buatlah bagi kami, allah" (ay 8 )
Ketidak sabaran adalah salah satu dosa yang paling berbahaya yang dapat menjerumuskan orang pada keputusan yang keliru. Bangsa Israel sedang menunggu Musa yang diperintahkan menghadap Tuhan ke gunung Sinai. Namun berselang beberapa waktu tak ada kabar berita tentang Musa.  Umat itu justru     berpikir lain, Musa dianggap mengulur-ulur turun gunung (Kel 32:1) dan Musa tidak ada kabar berita serta hal yang paling fatal adalah mereka memutuskan untuk membuat berhala bagi mereka. Anehnya Harun seorang juru bicara terbaik tak punya prinsip dan ikut dalam desakan massa membuat berhala bagi mereka. Secara aktif dia memerintahkan mereka mengumpulkan emas dan menempa bagi mereka patung berbentuk lembu emas. Patung lembu emas ini ditetapkan menjadi Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir.
Keluaran 32:1, 8 (TB)  Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."
Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."

Ini adalah dosa besar, menyangkut kebenaran yang meniadakan perbuatan Tuhan, mereka hendak membuat sejarah palsu atas ilah yang mereka buat. Bukankah mereka sendiri telah menyaksikan dan mengalami langsung mujizat dari Allah, melepaskan mereka dari Firaun?  Mengapa mereka berkeinginan membuat berhala dan mengangkatnya jadi Tuhan atas mereka? Ini benar-benar situasi emergency di tengah-tengah orang Israel.
Musa terpaksa turun dari gunung Sinai. Umat Israel sudah tidak sabar menunggu kedatangan Musa sehingga membuat keputusan keliru. Emosi yang tidak stabil dan ketidak-sabaran menunggu akan menjerumuskan orang mepada kesalahan. Itulah sebabnya nasehat orang bijak jangan  mengambil keputusan ketika  sedang dalam keadaan emosi. Namun buatlah keputusan dalam pikiran yang jernih dan tenang di dalam doa.

2. Murka Tuhan yang menyala-nyala: "Aku akan membinasakan mereka." (Ay 10)
Atas keadaan bangsa Israel yang begitu cepat berbalik dari Tuhan, Tuhan sendiri telah memutuskan untuk membinasakan bangsa Israel. Allah hendak membinasakan umat itu dan akan membuat rencana lain dengan menetapkan keturunan Musa menjadi umatNya.
Keluaran 32:10 (TB)  Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."
Bukan hanya sekali dan duakali bangsa Israel membuat sikap yang mendatangkan murka Tuhan. Mereka benar-benar bangsa yang tegar tengkuk. Sekalipun mereka telah mengalami mujizat dan perbuatan Allah yang begitu besar, namun tantangan kecil dan sepele saja mereka sudah langsung membuat penilaian agar mereka kembali ke Mesir dari pada mati di padang gurun bahkan dalam kotbah ini melupakan Tuhan dan membuat berhala bagi mereka.
Tuhan benar-benar menetapkan murka atas umatNya.  Allah tidak mau menjadikan umatNya dari bangsa yang tegar tengkuk, meniadakan sejarah dan penyembah berhala. Tetapi Tuhan hendak membentuk umatNya yang setia dan memelihara kehendak Allah.

3. Doa Melunakkan Hati Tuhan:
Siapa yang berani menghadap murka Tuhan? Dalam murka yang menyala-nyala Musa sebagai pemimpin datang menghadap dan mencoba melunakkan hati Tuhan.
Keluaran 32:11 (TB)  Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?

Disini kita menemukan suatu pelajaran berharga, bahwa kita memiliki suatu pengharapan bahwa doa dapat melunakkan hati Tuhan. Inilah doa syafaat Musa yang mengubah keoutusan Tuhan yang hendak membinasakan umatNya. Marilah kita lihat apa yang disampaikan oleh Musa:

A. Musa kembali memohon kasih karunia Tuhan. Tuhan sendirilah yang membawa umatNya keluar dari Mesir. Mereka keluar bukanlah kehendak mereka bebas dari Mesir tetapi merupakan rencana Allah. Atas perbuatan Allah yang besar kepada umatNya masakan Tuhan akan menghentikan perjalanan ini sampai digurun. Perbuatan Allah dalam sejarah itulah yang disampaikan oleh Musa dihadapan Allah. Sejarah besar telah terjadi mengapa harus berakhir. Apakah kata orang Mesir atas semua yang terjadi pada Israel?

B. Musa memohon pengampunan Tuhan atas umatNya dengan mengingatkan perjanjian. Jika bangsa ini binasa bagaimana janji Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Jakub. Disini Musa kembali mengingatkan sejarah leluhur. Sejarah Israel bukan dimulai dari Pembebasan dari Mesir, namun diikat oleh perjanjian kepada leluhur mereka.

Musa menyadari bahwa umat Israek adalah bangsa yangbtegar tengkuk dan Musa sendir telah mengalaminya bagaimana susahnya memimpin bangsa ini, perilaku dan sikap yang senantiasa mereka tunjukkan kepada Musa. Namun Musa seorang pemimpin besar dalam segala dynamika kehidupan umat Allah. Musa hadir sebagai mediator Allah menyampaikan kehendak Allah dan mediator umat menyampaikan permohonan belaskasihan.

4. Tuhan Mengampuni
Keluaran 32:14 (TB)  Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.
Tuhan menyesal telah merencanakan kebinasaan atas umatNya. Istilah menyesal disini bukanlah suatu sikap kekeliruan, tetapi sikap membuka diri terhadap pengampunan. Allah membuka kesempatan baru dengan membatalkan rencana murkanya. Sekalipun Tuhan telah merencanakan murka atas umatNya hendak membinasakan mereka karena dosa dan pelanggarannya. Namun kasihNya lebih besar dari amarahNya.
Kasih Allah besar atas umatNya, itu juga yang kita kenal di dalam Yesus Kristus. Tuhan mengutus anakNya yang tunggal untuk menebus kita dari dosa dan kematian. Kasih Allah lebih besar dari murkanya.

Sahabat yang baik hati! Inilah doa seorang pemimpin yang melindungi umatNya. Sekalipun Tuhan telah merencanakan kebinasaan umat yang telah berbalik dari Allah dengan membuat bagi mereka patung lembu emas. Namun Musa sebagai pemimpin menghadap Tuhan dan berdoa syafaat untuk menyelamatkan umatNya. Usaha seorang pemimpin mengabdikan diri untuk umatNya. Keberanian Musa memohon pengampunan Tuhan terkandung juga tanggungjawab untuk memperbaiki laku mereka.

Dalam kotbah ini kita menemukan suatu tugas baru seorang pemimpin yaitu melunakkan hati Tuhan agar tidak murka atas segala dosa dan pelanggaran mereka. Jika Tuhan telah mengampuni mereka tentu tugas Musa bertanggungjawab untuk menuntun mereka memelihara kehendak Tuhan.

Sahabatku. Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda.

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Jumat, 04 Mei 2018

TUHAN MENGHIBUR SION

TUHAN MENGHIBUR SION

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 05/05/2018

Yesaya 51:3 (TB)  Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

Isaiah 51:3 (RSV)  For the LORD will comfort Zion; he will comfort all her waste places, and will make her wilderness like Eden, her desert like the garden of the LORD; joy and gladness will be found in her, thanksgiving and the voice of song.

Ten Hui penulis buku "Kunci Kebahagiaan" (Gradmedia 2017) menuliskan kisah inspiratif tentang satu kelurga.  Dia pernah menyaksikan suatu kehidupan yang memilukan hati: satu keluarga pemilik perusahaan besar namun mengalami kerugian besar karena suatu keadaan; seluruh asset sudah terjual namun belum bisa menutupi hutang-hutangnya, anak-anak yang selalu diantar sopir harus naik angkot, yang terbiasa dimanja dan tinggal memilih makan-makanan enak di restoran mana untuk makan siang atau malam namun mereka harus memasuki masa sulit untuk sekedar makan pun akan sulit. Keluarga meratapi keadaan, itu menyakitkan bagi anak-anak namun keadaan itu telah mengubah anak-anak mereka. Sekalipun masih SD Anak-anak harus bekerja agar bisa melanjutkan sekolah agar bisa membiayai hidup dan dapat sekolah. Setelah berpuluh tahun kemudian anak-anaknya semua telah berhasil dan punya perusahaan lebih dari yang dimiliki ayah mereka.

Kasus yang berbeda demikianlah dialami oleh bangsa Israel; mereka sangat bangga dengan sebutan umat pilihan dan bangsa yang diberkati Tuhan namun mereka menjadi budak dan terbuang di negeri asing. Mereka bangga dengan Yerusalem kota  ramai dan disegani, tetapi telah tinggal puing. Mereka bangga dengan megahnya Bait Allah, namun lihatlah tak satu batu pun bertindih semuanya telah rata dengan tanah dihancurkan oleh Babelonia. Semua penduduknya diangkut ke pembuangan Babel. Mereka sangat terpukul bangsa yang besarbharus menerima suatu kenyataan jadi orang buangan di negeri asing. Mereka meratapi nasib mereka dan kota mereka. Yeremia meratapi Yerusalem, Sion kota Daud: Yerusalem, Yerusalem aku menangisi engkau. Ratapan 2:10-11 (TB)  Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion; mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah.
Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota.

Keadaan terpuruk bukan berarti tak ada masa depan. Yesaya dan nabi-nabi pembuangan terus melakukan penghiburan dan penguatan bagi umatNya. Sebagaimana disampaikan dalam renungan ini: Tuhan menghibur Sion. Suatu tindakan Tuhan mengembalikan sukacita umatNya. Tuhan tidak membiarkan mereka terus terpuruk oleh keadaan, Tuhan akan menolong dan memulihkan keadaan umatNya.
Pemulihan Tuhan akan mencengangkan karena padang guruan akan diubah menjadi Taman Eden, taman dimana manusia pertama menikmati keadaan terindah ciptaan Tuhan belum dirusak oleh perbuatan dosa. Padang gurung mengingatkan kita akan tantangan yang mematikan; terik yang sangat panas, serangan binatang buas dan serangga mematikan, badai gurun dan berjalan tanpa kepastian karena tak ada petunjuk jalan. Berjalan di padang gurun kering dan haus. Namun Tuhan akan mengubahnya menjadi Taman Eden. Demikianlah pemulihan Tuhan atas Sion dannatas umatNya

Sahabat yang baik hati! Apa yang disampaikan renungan ini, bahwa Allah itu peduli dan mau mengubah keadaan buruk menjadi baik. Jika keadaan buruk menimpa, jangan berputus asa,  tetaplah berpengharapan, Tuhan akan membuka jalan. Tuhan memulihkan Sion, Tuhan mengembalikan keadaan umatNya menjadi teguh dan jaya.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Kamis, 03 Mei 2018

NYANYIAN KESELAMATAN BAGI SELURUH SUKU BANGSA

NYANYIAN KESELAMATAN BAGI SELURUH BANGSA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 04/05/2018

Wahyu 5:9 (TB)  Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 

Revelation 5:9 (RSV)  and they sang a new song, saying, "Worthy art thou to take the scroll and to open its seals, for thou wast slain and by thy blood didst ransom men for God from every tribe and tongue and people and nation,

Kitab Wahyu dituliskan bertujuan untuk menghibur dan meneguhkan jemaat mula-mula yang menghadapi kesusahan. Berbagai penderitaan mereka alami; pengejaran, penganiayaan dan tidak sedikit yang martyr. Dalam kitab ini dijelaskan akan adanya kepastian keselamatan bagi orang yang setia kepada Tuhan Yesus Kristus. Lebih baik setia mengahadapi penderitaan tahap demi tahap namun kelak akan bahagia kekal dari pada murtad tapi akan menderita selamanya. Bertahanlah dan setialah waktu kemenangan akan segera tibu.

Renungan di pagi ini merupakan nyanyian keselamatan bagi bangsa-bangsa. Dalam penglihatan ada kitab gulungan yang ditutup dengan tujuh materai. Jika kita baca pasal 5 sampai pasal 10 baru kita memahami bahwa kitab gulungan dimaksud adalah firman Tuhan sebagai sumber kehidupan (10:9-11). Firman Tuhanlah sebagai sumber kekuatan bagi orang percaya dalam menjalani penderitaan.  Sedangkan tujuh meterai yang dimaksudkan adalah tahapan-tahapan penderitaan yang dialami oleh orang percaya (pasal 6) sampai meterai ke 10. Dari meterai pertama hingga ketujuh semuanya menceritakan penderitaan yang dialami oleh orang percaya dan kejadian-kejadian alam yang akan terjadi sebelum kedatangan Kristus. Semuanya itu disampaikan menyakinkan orang percaya akan kemenangan yang dirayakan oleh orang percaya yang setia kepada Yesus Kristus.

Sebelum ayat renungan hari ini disampaikan ada satu hal hang harus disyukuri yaitu hanya kepada Anak Manusia diberi kuasa untuk membuka meterai dari kitab gulungan itu. Hal ini menegaskan kedaulatan Yesus Kristus sebagai firman yang hidup. Wahyu 5:5 (TB)  Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." 

Orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan memperoleh keselamatan (Markus 16:16). Tidak ada lagi keraguan, jika dunia ini seolah berkuasa melakukan kejahatan dan membuat orang-orang percaya menderita, jalanilah dengan setia. Waktunya akan tiba, penderitaan akan berakhir dan  Kristus akan menang, mengalahkan segala kuasa jahat dan menyelamatkan semua oran. Yesus Kristus akan membawa orang percaya dari kaum Israel dan dari segala suku bangsa dan segala bahasa kepada kehidupan kekal dalam kerajaan Allah. Disinilah orang percaya merayakan keselamatan yang kekal dalam Kerajaan Allah.

Sahabat yang baik hati! Hari ini kita diajak untuk menyanyikan keselamatan bagi seluruh bangsa, suku dan bahasa. Keselamatan itu pasti bagi orang yang percaya dan setia kepada Yesus Kristus. Sebagaimana dipahami bahwa melalui baptisan kita telah dimeteraikan di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Pengorbanan Kristus yang kita terima melalui perjamuan kudus menjadi jaminan bagi kita bahwa Tuhan telah mengampuni dan menghapuskan dosa kita. Mari nyanyikan keselamatan yang kita terima dalam hidup ini hari demi hari sampai maranatha. Maranatha datanglah ya Tuhan.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan di dalam hidup anda. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Rabu, 02 Mei 2018

NYANYILANLAH NYANYIAN SYUKUR

NYANYIKANLAH NYANYIAN SYUKUR

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenhngkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis 03/05/2018

Mazmur 147:7 (TB)  Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!

Psalms 147:7 (RSV)  Sing to the LORD with thanksgiving; make melody to our God upon the lyre!

Ada hal menarik dalam terjemahan bahasa Batak renungan harian ini, kalimat: bernyanyilah bagi Tuhan dengan nyanyian syukut"  diterjemahkan dalam kalimat: "marende taripar ma hamu umpuji Jahowa". "Marende" artinya bernyanyi, "taripar" berarti menyeberang atau sampai ke seberang. Maka "marende taripar ma hamu", suatu ajakan agar orang percaya yang telah menikmati kasih karunia Tuhan diajak untuk menyanyikan nyanyian syukurnya sampai ke seberang, tetangga dan orang lain. Sampai ke seberang berarti bukan hanya untuk diri sendiri dan sekitar kita, tetapi perbuatan Tuhan yang kita alami dan kebaikan Tuhan yang kita terima sampai ke orang lain.

Nyanyian syukur disini dapat kita berikan gambaran seperti seorang yang merayakan sorak-sorai kemenangan. Sorak-sorai kegembiraan, seperti merayakan seorang pahlawan yang memenanhi peperangan. Dapat juga kita bandingkan dengan kemenangan tim sepak bola yang meraih kemenangan di final. Jika anda penonton sepak bola, dalam pertandingan final suatu even besar seperti champion atau piala dunia pemenangnya akan merayakan kegembiraan dan sorak-sorai yang menggembirakan. Suatu ekpressi yang sangat gembira dan mengagungkan kehebatan timnya yang bisa memenangkan pertandingan. Sukacita demikian dapat juga kita bandingkan dengan apa yang diajak oleh pemazmur, yaitu menyanyikan dengan gembira atas segala perbuatan Tuhan. Penekanannya adalah Tuhan, bukan diri pemazmur, karena semua uang terjadi dalam hidup pemazmur adalah karya dan perbuatan Tuhan.

Hal kedua "marende taripar" dapat juga kita jelaskan dengan sikap dan perbuatan baik kita sampai ke seberang melalui tkndakan kasih. Bagi yang menerima berkat dari Tuhan di dalam hidupnya dapat disalurkan kepada orang yang membutuhkan. Panggilan ini melekat pada diri orang percaya dipanggil untuk menjadi Berkat (Kej 12:4). Sebagai contoh:  Tahun 2005 saya melayani di Kantor Pusat, kala itu ada kiriman dari No Name dengan judul: Samaritan Parcel. Samaritan Parcel ini berbentuk gift yang dikhususkan kepada pelayan pensiun. Nama Samaritan Parcel ini mengingatkan saya akan Orang Samaria yang baik hati. Perbuatannya yang tulus dan iklas benar-benar menolong orang lain. Perbuatan baiknya bukan untuk dirinya sendiri atau orang orang didekatnya namun menyeberang dan sampai kepada orang lain yang sama sekali tidak dikenalnya. Dia menolong dengan iklas dan tulus karena menyadari kasih dan anugerah Tuhan dalam hidupnya.

Sahabat yang baik hati! Nyanyikanlah nyanyian syukur kepada Allah merupakan ajakan dari pemazmur untuk kita semua agar menjadi orang yang bersyukrlur. Bersyukur karena  perbuatan besar Allah dan segala kebaikannya yang telah dialami orang percaya. Nyanyian syukur itu dapat kita lakukan dengan berbagai ekspressi dengan  Allah sendiri sebagai subyek. Perbuatan Allah yang kita beritakan melalui tindakan kasih yang nyata bagi sesama.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak


Selasa, 01 Mei 2018

BERAKAR DAN DIBANGUN DI DALAM KRISTUS

BERAKAR DAN DIBANGUN DI DALAM KRISTUS

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu 02/05/2018

Kolose 2:7 (TB)  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Colossians 2:7 (RSV)  rooted and built up in him and established in the faith, just as you were taught, abounding in thanksgiving.

Ada dua istilah yang digabungkan Paulus dalam nats renungan di pagi hari ini untuk menjelaskan hidup orang percaya, yaitu: berakar ( istilah tumbuhan dan tanaman) dan dibangun (istilah bangunan, kokohnya bangunan tentu sangat ditentukan fondasi). Kedua istilah ini memperkaya pemahaman orang percaya bagaimana dirinya hidup seseorang yang beriman di dalam Kristus.

Berakar di dalam Kristus! Akar pada tumbuhan merupakan hal yang sangag penting: fungsinya sangat banyak: mencari sari-sari makanan, alat pernafasan dan penyanggah yang kuat bagi pohon. Tanaman yang bertumbuh dengan baik diawali dengan bertumbuhnya akar. Tanaman yang berakar dengan baik akan menumbuhkan pohon yang bagus, bertumbuh segar, punya ranting dan dahan hingga berbuah lebat.  Dari sekian banyak fungsi akar pada tanaman, demikian Paulus menggambarkan hidup orang percaya tang berakar di dalam Kristus.  Demikian orang percaya berakar dalam Kristus berarti sumber hidupnya adalah Kristus, dia akan bertumbuh dan berdiri kokog atas badai.  Gambaran ini diungkapkan pada Mazmur 1:3 (TB) " Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Istilah kedua yang digunakan Paulus adalah bangunan. Sebagaimana kita tahu hal menentukan kokohnya suatu bangunan adalah fondasi atau dasar. Design dan warna bentuk dan segala keunikan suatu bangunan pasti akan dihubungkan pada peletakan fondasi yang kuat, karena kekuatan bangunan itu bertumpu pada fondasi. Demikianlah hidup orang percaya agar tidak goyah dan tenggelam oleh badai masalah kita harus berdiri diatas fondasi yang kuat yaitu di dalam Yesus Kristus. Tidak ada dasar lain yang dapat menggantikan Kristus (Band 2 Kor 3:11)

Berakar dan dibangun di dalam Kristus hidupnya berkelimpahan karena dengan dengan sumber kehidupan yaitu Kristus itu sendiri. Seiring dengan itu hidup yang berakar da dibangun di dalam Kristus akan senantiasa  hidup di dalam ungkapan bersyukur dan berterima kasih.

Sahabat yang baik hati! Berakar dan dibangun di dalam Kristus merupakan dasar kehidupan orang beriman; bertumbuh dan menghasilkan buah yang banyak tentu harus berakar pada Kristus.  Sumber kehidupan kita adalah Kristus sang Air Kehidupan yang senantiasa memberikan kesegaran bagi kita.

Ketika saya melayanai 8 tahun di Tarutung, satu kota yang rentan gempa. Pada awalnya setiap gempa saya langsung berlari ke luar rumah, karena takut rumah runtuh. Demikian juga ketika berada di kantor setiap ada gempa langsung cemas dan berlari keluar. Namun kekuatiran itu semakin lama semakin pudar bahkan setiap ada gempa kita tidak kuatir lagi, bukan karena biasa gempa. Namun ketika saya tahu bahwa bangunan itu dibuat dengan fondasi konstruksinya kuat dan anti gempa.
Demikianlah hidup kita menghadapi segala tantangan kita akan berdirimkuat dannteguh karena berakar dan dibangun di dalam Kristus.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda.

Salam
#Nekson M Simanjuntak




SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu XVI S. TRINITATIS Minggu, 20 September 2026 Ev. Filipi 4:10-19 SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN Selama...