Minggu, 07 Juli 2019

TUHAN MENJAGA NYAWAKU

TUHAN MENJAGA NYAWAKU Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi dalam beraktifitas. Senin, 08/07/2019 Ayub 10:12 (TB) Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku. Job 10:12 (RSV) Thou hast granted me life and steadfast love; and thy care has preserved my spirit. Apakah orang baik akan tetap saleh dan setia kepada Tuhan dikala kebahagiaan berubah menjadi kesusahan dan penderitaan? Inilah yang dijawab oleh kisah Ayub. Orang baik tak akan meninggalkan Tuhan sekalipun akan menderita dan kehilangan segala apa yang dimilikinya. Apa yang kita miliki adalah pemberian Tuhan dan kapan saja Tuhan bisa mengambilnya. Kehilangan pemberian Tuhan tak menjadi alasan meninggalkan Tuhan, karena Tuhan bisa saja mendatangkan apa saja yang kita butuhkan menurut kehendakNya. Jika kita baca Ayub 1:10-13, penulis kita Ayub hendak menjawab asumsi bahwa orang setia kepada Tuhan, karena Tuhan mamagari hidup orang saleh, memberkati mereka dengan kebahagiaan dan apa yang dikerjakannya berhasil. Jadi mereka setia karena mendapatkan yang baik dan manis dari Tuhan. Coba hal itu tiada apakah orang saleh akan tetap setia kepada Tuhan? Hipotesa inilah yang mau dibuktikan oleh penulis kita Ayub bahwa orang setia kepada Tuhan bukan karena diberkati dan memperoleh berbagai hal baik dari Tuhan. Tokoh Ayub hadir sebagai orang percaya kepada Tuhan dan teruji di dalam segala keadaan: susah dan duka, untung dan malang atau dalam manis dan pahit. Dia setia kepada Tuhan bukan karena telah menerima berbagai berkat dan kebaikan dari Tuhan tetapi dalam segala keadaan dia tetap setia. Sekalipun harus kehilangan segala apa yang dimiliki dia tetap setia. Sekalipun dia harus menderita sakit dan tubuhnya meleleh, dia tetap setia kepada Tuhan dan sekalipun sahabat dan kerabatnya telah menyalahkan dan meninggalkan Ayub, namun tetap setia kepada Tuhan. Lihatlah jawaban Ayub setelah kehilangan segala yang dia punya dalam sekejab, Ayub menjawab: Ayub 1:21 (TB) katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Kesetiaan orang percaya terletak pada keyakinan dan iman yang terpatri di dalam hati. Rahasia dibalik kesetiaan Ayub adalah terletak pada iman. Di dalam iman ada suatu kepastian, yaitu kepastian pemeliharaan Tuhan. Harta benda, ternak, ladang dan segala miliknya adalah pemberian Tuhan, jika itu diambil Tuhan akan dapat memberikan itu berlipat kali. Selagi ada nyawa, selagi bisa bernafas itu suatu bukti pemeliharaan Tuhan. Ayub sadar semua kesusahan yang dialaminya bukanlah kesalahannya, namun dia juga tidak menyalahkah Tuhan dalam deritanya. Ayub memasuki perenungan yang mendalam akan hikmat Tuhan di balik semua derita. Dia tetap setia dalam kesusahan yang dialaminya karena percaya Tuhan tetap menjaga nyawanya. Sehebat apapun cobaan yang dialami layak akan mengubah keyakinannya terhadap pemeliharaan Tuhan. Sahabat yang baik hati, pengalaman Ayub menjadi contoh bagi kita. Kesetiaan kita kepada Tuhan tidak boleh ditentukan dengan apa yang kita terima dari Tuhan. Hal utama adalah percayalah kepada pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Apapun yang terjadi dan keadaan apapun yang menimpa kita percayalah pemeliharaanNya. PertolonganNya tak pernah terlambat. Jangan takut kehilangan karena Tuhan mampu memberi melebihi apa yang kita pikirkan. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 05 Juli 2019

EBENEZER : Sampai Saat Ini Tuhan Menolong Kita

EBEN HAEZER (Ebenezer): Sampai Saat Ini Tuhan Menolong Kita Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, insparsi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 06/07/2019 1 Samuel 7:12 (TB) Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 1 Samuel 7:12 (RWV) Then Samuel took a stone, and set it between Mizpeh and Shen, and called the name of it Ebenezer, saying, Thus far hath the LORD helped us. Samuel adalah tokoh yang sangat terkenal di tengah-tengah bangsa Israel. Dia adalah hakim terakhir di tengah-tengah bangsa Israel setelah memasuki Tanah Kanaan. Setelah Samuel, sistem pemerintahan Israel menjadi Kerajaan. Samuel sendiri yang melantik Saul menjadi raja dan kemuan Roh Tuhan undur dari Saul dan Tuhan menyuruh Samuel mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Dalam sistem Kerajaan tentu keadaan Israel sudah stabil, karena mereka telah memiliki raja yang menetap untuk melindungi dan membawa kesejahteraan bangsa Israel. Berbeda dengàn zaman hakim-hakim, mereka hanyalah komunitas suku yang tinggal menetap di Kanaan. Sering kali bangsa-bangsa sekitar merampas hasil pertanian mereka. Dalam keadaan demikian mereka berseru kepada Tuhan. Maka Tuhan pun mengutus hamba-hambanya yakni Hakim-hakim, seorang pemimpin yang diberi karunia Allah dengàn kekuatan dan karisma tertentu dapat menghalau bangsa asing yang menindas dan merampas hasil pertanian mereka. Dalam renungan hari ini Samuel memimpin bangsa Israel melawan orang Flistin. Menurut keterangan 1 Sam 7:2 nampaknya kejadian itu sudah berlangsung 20 tahun bahwa bangsa Israel tak berdaya menghadapi kekuatan Flistin. Bahkan Tabut Perjanjian yang diagung-agungkan oleh bangsa Israel pernah dikuasai oleh bangsa Flistin (1 Sam 5:1-2). Itu membuktikan bangsa Israel tidak mampu menghadapi bangsa Flistin sampai Tabut Perjanjian pernah dikuasai mereka. Padahal keyakinan dan kepercayaan bangsa Israel setiap mereka maju berperang mereka mengusung tabut Perjanjian dan pun memperoleh kemenangan. Penindasan Flistin ini membawa kesengsaraan bagi Bangsa Israel, sehingga kehadiran Samuel adalah harapan baru bagi mereka untuk membebaskan diri dari penindasan bangsa Flistin. Bangsa Israel.meminta Kepada Samuel agar Tak berhenti berdoa Kepada Israel. 1 Samuel 7:8 (TB) Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu." Samuel pun maju memimpin bangsa Israel. Hal pertama yang dilakukan adalah mengembalikan Tabut Perjanjian di dalam penguasaan bangsa Israel (1 Sam 7:1). Kedua, Samuel memerintah mereka bertobat. Mereka harus meninggal Baal yang mereka puja dan kembali kepada Allah Ketiga, mengkordinir kekuatan bangsa Israel untuk memimpin mereka menghadapi Flistin. Apa yang terjadi, Tuhan menolong umatNya mengalahkan Flistin. Samuel benar-benar seorang pemimpin dan berhasil membebaskan Israel dari penindasan Flistin. Untuk mengenang peristiwa kemenangan ini Samuel membuat suatu Batu adalah membuat tmsatu Batu antara Mizfa dan Yesana semacam tugu peringatan dengàn bertuliskan "EBEN - HAEZER" , artinya "sampai saat Ini Tuhan menolong kita." Apa yang dilakukan oleh Samuel ini agar seluruh bangsa Israel mengingat pertolongan Tuhan dalam mereka. Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka selama-lamanya. Tuhan Alan selalu hadir dalam setiap detik perjalanan umatNya Sahabat yang baik hati! Ebenezer, adalah suatu kata yang mudah diingat bahwa Tuhan Akan selalu menolong umatNya. Keyakinan seperti itu yang Ada pada diri kita sesungguhnya, tak berkesudahan kasih setia Tuhan dan pertolongan Tuhan akan tetap menyertai Kita sepanjang sejarah. Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Selamat berakhir pekan. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntk

Rabu, 03 Juli 2019

DIUTUS PEMBAWA DAMAI

DIUTUS PEMBAWA DAMAI Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 04/07/2019 Yohanes 20:21 (TB) Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." John 20:21 (RWV) Then said Jesus to them again, Peace be to you: as my Father hath sent me, even so I send you. Ada dua kata yang menarik untuk menjelaskan utusan. Pertama adalah delegasi. Artinya seseorang atau tim yang menerima penugasan dari atasannya atau lembaganya untuk melaksanakan missi. Seorang delegasi merupakan orang kepercayaan mewakili orang atau lembaga yang mengutusnya baik itu dalam suatu rapat, konvent, pertemuan formal atau non formal. Seorang delegasi tidak diperkenankan melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan lembaga yang mengutusnya. Seorang delegasi harus berusaha secara maksimal membawa misi orang atau lembaga yang mengutusnya. Kedua adalah duta. Kata "duta" (duty) terkait dengan pekerjaan kenegaraan. Negara yang menjalin hubungan kerjasama atau "bila teral" biasanya mengutus duta negaranya ke negara mitranya. Seperti di Indonesia misalnya seluruh negara yang menjalin kerjasama dengan Indonesia pasti memiliki duta-duta negara sahabat. Seorang duta biasanya diberi tugas dan wewenang atas nama negaranya untuk keperluan negaranya. Tak ada duta yang bekerja untuk dirinya sendiri, duta itu bertugas dan bertindak atas nama otoritas negeranya. Penjelasan kata "delegasi" dan "duta" diatas memperkaya kita akan makna kata utusan bagi orang percaya. Kita adalah delegasi Kristus dan duta Kristus di dunia ini melalui pekerjaan dan professi apapun yang kita geluti. Yesus Kristus telah mengutus murid-muridNya di dunia ini untuk melakukan Missi Agung sebagaimana tertulis dalam Injil (Mat 28:19; Mark 16:15; Lisah 1:8 dan You 21:15-19). Semuanya tugas itu diemban oleh Rasul-rasul dan orang yang percaya sebagai panggilan rasuli di dunia ini. Maka sebagai delegasi dan duta Kristus maka murid-murid dan orang percaya tidak boleh melakukan apa yang diluar kehendak Kristus. Missi kita terikat dengan missi yang diemban oleh Yesus di dunia ini, yakni menghadirkan damai sejahtera dan tanda-tanda Kerajaan Allah. Di luar kehendak Kristus tidak dapat seseorang mengklaim diri sebagai delegasi atau duta Kristus. Damai kutinggalkan bagi kamu! Menjalankan misi Kristus di dunia ini tidak terlepas dari predikat Kita sebagai Anak-anak Allah yaitu pembawa damai (Mat 5:8). Disini secara eksplisit utusan Kristus me eritakan Injil harus didasarkan dengan penuh damai sejahtera. Dari seluruh catatan Injil, Yesus tidak pernah mengutus murid-muridNya di dunia ini dengan cara kekerasan. Yesus menyampaikan jika murid tidak diterima dalam suatu kota jangan paksa mereka menerimanya, tetapi kebaskanlah debu kaki dan tinggalkanlah kota itu. Matius 10:14 (TB) Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Pesan Yesus ini meneguhkan Salam pemberitaan Injil tidak pemaksaan, tetapi kerelaan. Sahabat yang baik hati! Marilah menyadari diri sebagai utusan Kristus di dunia ini tugas utama Kita adalah mendatangkan damai Dan memelihara damai. Demikianlah hugs para hamba Tuhan dalam menunaikan tugas memberitakan Injil tugas pastoral haruslah dengan cara yang damai. Yesus tidak pernah mendelegasikan tugas orang percaya di dunia ini dengan cara paksa apalagi kekerasan, tetapi baiklah setiap orang ikut melayani dengan pengabdian diri yang tulus dan kerelaan hati.1 Petrus 5:2 (TB) Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen. Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selasa, 02 Juli 2019

STATUS BARU UMAT PILIHAN

STATUS BARU UMAT PILIHAN Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi Kita semua. Selasa, 02/07/2019 1 Petrus 2:10 (TB) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. 1 Peter 2:10 (RWV) Who in time past were not a people, but are now the people of God: who had not obtained mercy, but now have obtained mercy. Yang namaya pilihan pasti ada keunggulannya. Demikianlah orang percaya harus menyadari kelebihannya bahwa kita dahulu tidak mengenal Allah namun di dalam Yesus Kristus kita menjadi umat pilihan Tuhan selengkapnya kita baca 1 Petrus 2:9-10 (TB) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Dari ayat diatas status baru umat pilihan Allah adalah transformasi hidup (perubahan). Dahulu dan sekarang, ada suatu perubahan bagi orang percaya. Dahulu tidak mengenal Allah, kita adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan. Panggilan ini sangat berharga, karena berjalan dalam kegelapan akan berakhir pada kelam dan kematian. Namun sekarang dipanggil keluar dari jalannya yang gelap kepada terang dan kepada kehidupan. Sekarang marilah kita lihat beberapa istilah yang menarik dari rasul Petrus tentang status baru sebagaimana dalam ayat 9-10 yaitu: bangsa pilihan, imamat yang rajani, umat yang kudus dan milik kepunyaan Allah serta beroleh kasih karunia a) Bangsa pilihan, ini suatu status baru bagi kita. Bukan keturunan Abraham secara lahiriah atau Israel saja yang disebut sebagai pilihan. Kita yang ditebus didalam diri Yesus Kristus menjadi anak-anak Abraham. Di dalam diri Yesus Kristus kita menjadi Israel yang baru. Yesus menetapkan dua belas murid sebagai representasi keduabelas suku Israel. Yesus membentuk umat pilihan dan hendak membentuk KerajaanNya melalui kedua belas murid. b) Imamat yang rajani, imam adalah wakil Allah menyampaikan firman dan berkat bagi manusia dan sekaligus wakil manusia menyampaikan persembahan dan permohonan bagi Tuhan. Peran ini sangat penting agar setiap orang percaya menyadari bahwa dirinya adalah imam yang menyampaikan berkat bagi sesama. Sama seperti panggilan kepada Abraham dipanghil untuk menjadi berkat bagi dunia. Ini panggilan yang sangat berarti bagi setiap diri orang percaya; imam bukanlah hanya mereka yang memiliki tugas pelayanan (partohonan), pastor, pendeta atau yang menerima tahbisan. Namun imamat yang rajini menjadi panggilan bagi seluruh orang percaya hendak melayani Allah di dunia ini melalui berbagai pekerjaan dan professi setiap orang percaya. c) Umat yang kudus. Kita kudus bukan karena kita sendiri yang kudus, namun Kristus telah menguduskan kita melalui pengorbanannya di kayu salib. Biarpun dosa kita merah seperti kain kesumba namun oleh pengudusan Kristus akan putih seperti salju. Itulah pengampunan bagi kita. Jangan asingkan dirimu dan menghukum diri menjadi orang berdosa sehingga jauh dari Tuhan, tetapi mendekatlah pada salibNya yang telah menguduskan kita d) Umat kepunyaan Allah. Kita harus menyadari bahwa kita ini asalah milik Allah. Kristus telah menebus Kita dengan harga yang mahal dari perbudakan dosa. Maka sama seperti hamba yang ditebus oleh tuan yang baru, maka statusnya berubah dibawah kepemilikan tuan yang baru. Demikian dengan manusia dahulu kita adalah hamba dosa dan diperbudak oleh dosa. Namun Tuhan telah menebus kita Dan Kita dijadikan melikNya. Untuk memahami ini sangat menarik jika kita membaca Galatia 2:20 (TB) namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. e) Beroleh belaskasihan: Didalam Kristus kita beroleh kasih karunia. Sebagaimana kita tahu, manusia lama (Adam) telah melanggar perintah Allah maka dia pun diusir dari Taman Eden. Oleh satu manusia yaitu Adam dosa telah masuk ke dunia ini. Tetapi oleh satu orang yaitu Kristus kasih karunia Allah telah kita terima. Kini bagi orang yang percaya dan menerima Yesus sesungguhnya dia telah menerima kasih karunia Allah. Sahabat yang baik hati! Kita adalah manusia yang memperoleh keselamatan dan kasih karunia Tuhan. Di dalam Kristus kita memiliki status baru. Mari tinggalkan status lama, tetapi hidupilah status baru dengan menjalani kehidupan ini seturut dengan kasih karunia Tuhan. Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

LIDIA: ORANG KAYA YANG MELAYANI

LIDYA: ORANG KAYA YANG MELAYANI Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 03/07/2019 Kisah Para Rasul 16:14 (TB) Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Acts 16:14 (RWV) And a certain woman named Lydia, a seller of purple, of the city of Thyatira, who worshipped God, heard us: whose heart the Lord opened, that she attended to the things which were spoken by Paul. Status sosial kadang bisa membuat gap dalam masyarakat. Hal itu wajar karena aktifitas dan gaya hidup yang berbeda. Namun inilah kelebihan persekutuan orang percaya dalam jemaat dengan konsep tubuh Kristus, semua sama fungsi yang berbeda-beda, tidak ada yang utama namun semuannya sama sebagai anggota tubuh Kristus dan dalam satu kesatuan yang utuh Jemaat mula-mula umumnya terdiri dari kalangan bawah, mereka hanya komunitas yang miskin dan tidak diperhitungkan dalam masyarakat. Namun seturut dengàn perjalanan waktu ada saja hal-hal yang mengejutkan dimana orang yang memiliki jabatan dan status sosial mau menerima Injil. Seperti Letnan Cornelius, Sida-Sida Etiopia dan dalam renungan hari ini adalah Lidia. Lidia mendengar pemberitaan Paulus dan percaya kepada Yesus Kristus, dia bersedia bergabung dalam Persekutuan Gereja dan penopang Penginjilan yang dilakukan oleh Paulus dan kawan-kawannya. Kekayaan dan jabatan kadang bisa membatasi seseorang untuk merakyat namun tidaklah demikian dengàn Lidia. Dia orang kaya namun sangat merakyat. Lidia seorang wanita dari Tiatira tinggal dan mengembangkan usaha di Filipi. Dia seorang yang kaya, pengusaha dan pedagang kain ungu. Kain ungu dijamannya menjadi barang dagangan yang sangat terkenal waktu itu. Hanya kalangan terbatas yang dapat mengenakannya. Selain kaya dan pengusaha Lidia adalah orang yang sangat ramah dan Ia memberi tumpangan kepada Paulus, bersama Silas dan Lukas (Lihat Kis 16:14-15, 40). Ternyata ia adalah wanita yg menjadi tokoh (bnd Kis 17:4, 12), ia adalah kepala rumah tangga, jadi ia adalah seorang janda atau tidak menikah. Sebelumnya Ia adalah penganut agama Yahudi, yang terlibat dalam doa-doa dan penyucian pada hari Sabat di tempat di tepi sungai; hubungannya dengan agama Yahudi mungkin berasal dari kontak dengan suatu permukiman di Tiatira. Tetapi Setelah Penginjilan Paulus Lidia menerima Kristus (1Kisah 17:16). Paulus sangat mengagumi keramah tamahannya dan menjadi penopang dalam pelayanan Paulus. Apa yang dilakukan Lidia ini adalah contoh yang sangat baik orang kaya yang memberi hati, orang yang memiliki status sosial yang tinggi namun merakyat. Hal ini menjakan Lidia benar-benar kaya. Kekayaan Lidia bukanlah terletak pada jumlah harta benda yang dimiliki dan status sosial yang tinggi, tetapi hati Dan tindakannya yang kaya. Lidia tergerak hatinya untuk menerima Injil dan mempersembahkan apa yang ada padanya untuk menopang pekerjaan pelayanan Injil. Lidia sangat ramah, membuka rumahnya untuk para pemberita Injil. Bukan hanya sekedar mengundang. Kisah Para Rasul 16:15 (TB) Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. Sahabat yang baik hati, apa yang yang dilakukan Lidia ini adalah contoh yang sangat baik bagi kita. Dia memiliki status sosial yang tinggi namun berbaur dengan kaum awam atau merakyat. Selain memiliki keramah-tamahan, Lidia membuka rumahnya bagi Paulus dan rasul lainnya. Lidia dengan suka rela menjadi penopang Penginjilan yang dilakukan oleh Paulus. Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 30 Juni 2019

SUJUDLAH KEPADA TUHAN DALAM HATI YANG KUDUS

SUJUDLAH KEPADA TUHAN DALAM HATI YANG KUDUS Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi Kita. Senin, 01/07/2019 Mazmur 29:2 (TB) Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! Psalms 29:2 (RWV) Give to the LORD the glory due to his name; worship the LORD in the beauty of holiness. Selamat memasuki bulan Juli bagi kita semua. Ada hal yang harus kita syukuri setiap tanggal 1 Juli yaitu setengah perjalanan tahun ini sudah kita jalani. Maka sungguh tepat jika di pertengahan perjalanan kita tahun 2019 ini untuk membuat evaluasi sudah sejauh mana kita melangkah, apa yang sudah kita kerjakan dan mana yang belum. Terhadap yang belum perlu, mari menyusun rencana dengàn baik, masih ada waktu enam bulan lagi untuk mengerjakannya. Pergunakan waktu yang ada karena hari-hari kita semakin berkurang. Salah satu evaluasi yang menarik sehubungan dengàn nas renungan hari ini adalah: apakah yang telah Kita berikan bagi Tuhan dan sejauh mana hidup kita telah memuliakan Tuhan dan sejauh mana ketaatan Kita kepadaNya? Jika kita baca Mazmur 29 ini secara keseluruhan adalah satu pengakuan dari pemazmur sungguh bagi Tuhanlah kemuliaan selama-lamanya. Seluruh alam raya merupakan memancarkan kemuliaan Tuhan. Mazmur ini mengemukakan bahwa langit menceritakan kemuliaanNya, air bersuara yang berderu memuji Tuhan, pohon dan tumbuhan ternak dan mahkluk hidup. Bagaimana dengàn orang percaya? Pemazmur mengajak semua orang percaya untuk memberi kemuliaan bagi Allah. Memberi kemuliaan kepada Allah berarti mengagungkan Dia dalam hidup kita. Sebagai contoh jika ada tokoh besar hadir ke suatu kota maka masyarakat mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik memyambutnya: dekorasinya terbuat dari hiasan terbaik, hidangan terbaik, parade terbaik sebagai ungkapan hati dan ekspressi menghormatinya. Pemazmur mengajak Kita untuk memberikan kemuliaan bagi Tuhan dengàn cara yang berbeda. Jika dalam masyarakat mengagungkan tokoh yang dihormati dengàn semarak kemewahan dan kemegahan dekorasi terluar dari hidup kita, maka orang percaya Mengagungkan Tuhan dari hati yang terdalam dengàn "sujud dihadapan Tuhan dengàn berhiaskan kekudusan." Hidup kudus adalah hiasan terbaik untuk memuliakan. Kudus dalam bahasa Ibrani diterjemahkan dari kata 'qadosh' berarti "dipisahkan dari" atau "dikhususkan untuk". Kata ini hendak menjelaskan bahwa kita adalah yang dipisahkan dari dunia ini, berbeda dengàn dunia ini. Kita memang tinggal di dunia ini tetapi Kita berbeda dengàn dara dunia ini. Kita adalah anak-anak Tuhan yang dikhususkan untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Sahabat yang baik hati! Mari berikan kemuliaan bagi nama Tuhan dengàn memancarkan sinar kasih. Muliakan Dia dalam kehidupan kita masing-masing dengan cara hidup yang mulia. Memuliakan Tuhan bukan dengàn semarak asesoris dan dekorasi terluar tetapi dengàn bersedia memelihara kekudusan. Mari semakin sujud di hadapan Tuhan melalui ketaatan kita kepada Tuhan. Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan berkat dan kasih karunia dalam hidup saudara. Amen Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 29 Juni 2019

BERBAHAGIA ORANG YANG DIAMPUNI DOSANYA

Kotbah Minggu II Setelah Trinitatis Nas: Mazmur 32:1-11 BERBAHAGIA ORANG YANG DIAMPUNI DOSANYA Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah Minggu ini berbicara mengenai kebahagiaan orang yang mendapat pengampunan. Ada ungkapan orang Batak yang mengatakan: "Jujur mula ni bada, bolus mula no dami." (Menuturkan kesalahan dan kekuarangan orang lain mendatangkan permusuhan, mengampuni mengawali perdamaian). Pandangan ini sangat betul, siapapun orangnya pastilah kita tidak suka jika kekurangan dan kesalahan kita dibeberkan oleh orang lain, apalagi forum Dan konteksnya tidak tepat. Bisa mendatangkan kegaduhan. Jika menegor kesalahan ada ruangnya ada juga metode yang lebih tepat agar orang lain dapat mengasihi sesamanya. Mazmur 32 ini melakukan perenungan yang mendalam sungguh alangkah bahagianya dan bersukacitanya seseorang yang ditutupi pelanggaranNya dan diampuni dosanya. Siapakah yang sanggup berdiri dimuka umum, Sementara seluruh kekurangannya telah diketahui publik? Mazmur 32 merupakan nyanyian atas kebaikannTuhan yang berkenan mengampuni Dan berkenan menutupi kekurangan. Tuhan itu baik yang tetap terbuka menerima Permohonan maat atas kesalahan dan dosa. Kita sering mendengar orang berkata begini: "jangan segan-segan menegor jika ada kesalahan kami agar bisa kami perbaiki." Sesungguhnya prinsip demikian sangat baik dalam managemen, ingatlah usaha akan semakin maju jika mau mendengarkan evaluasi dan memperbaiki kekuarangan. Namun bagaimana kalau ini berkaitan dengàn pribadi kita? Orang yang berpikir maju akan menerima hal yang sama, namun tunggu dulu tidak semua orang suka ditegor dikala salah, malah dalam berbagai keselahan orang sering menuntut untuk mendukungnya sekalipun dalam keadaan yang salah. Dari kotbah minggu ini Ada banyak pelajaran yang berharga yang dapat Kita petik. Kebaikan Tuhan yang berkenan mengampuni, kegelisahan jiwa orang yang menutupi kesalahannya. Ketenangan bathin akan datang bagi orang yang mau mengakui dosanya di hadapan Tuhan. 1. Berbahagialah orang yang ditutupi dosanya (ayat 1-2). Dunia medsos saat ini telah menembus ruang private setiap orang. Seolah hidup ini semua transparan, sangat cepat viral, apalagi kabar buruk, nampaknya menjadi kabar yang akan tercepat tersebar. Bagaimana kalau kesalahan seseorang dibahas Dan dibombarder dalam media: kita tidak bisa bayangkan perasaan atau keadaan psikologi yang bersangkutan. Apa yang terjadi ketika Adam Dan Hawa jatuh ke dalam dosa? Mereka itu takut dan malu (Kej 3:20). Demikian juga dengàn Kain yang membunuh adiknya Habel, Setelah Tuhan memanggil dan menanyakan dimana Babel adiknya itu? Awalnya Kain berusaha menutupi dosanya. Namun ketika Tuhan membuka kasus itu Kain akhirnya takut brrtemu orang karena Hal yang sama akan orang lakukan kepadaNya. Dia menggangap hidupnya sebagai seorang pelarian. (Kej 4:14). Demikian dengàn Daud, ketika Natan mengingatkannya, Daud sangat malu dan menangisi kesalahannya berhati-hati.(Baca 2 Samuel 12:11-12) Ketakutan dan malu serta tak sanggup berhadapan dengàn orang lain. Itulah yang terjadi kala setiap kesalahan orang terbongkar. Tuhan itu baik, masih menutupi kekurangan dan pelanggaran. Namun bukan berarti Tuhan mengabaikan dan mengijinkan kita berdosa sama sekali tidak. Justru Mazmur ini menuntun agar Kita sendiri dengàn segala kesadaran mengakui kesalahan itu secara terbuka di hadapan Allah. 2. Mengakui kesalahan dan kepuasan batin (ayat 5) Di tas telah dibahas kebaikan Tuhan yang berkenan mengampuni Dan menutupi kesalahan. Itu bukan berarti mendiamkan disa Dan pelanggaran itu terjadi dalam diri kita. Mazmur 33 ini sesungguhnya may berkata alangkah baiknya Dan bijak Jika kesalahan dan dosa yang diperbuat secara sadar diungkapkan dihadapan Tuhan. Tuhan itu baik mau mendengarkan pengakuan dosa Kita dan berkenan Memaafkan dan mengampuni. Mazmur 32:5 (TB) Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela Pemazmur sendiri hendak berbagi pengalaman, ketika dosa dan kesalahan itu disimpan dalam hati justru akan menekan dirinya sendiri. Jiwanya tidak tenang, tulang-tulangnya kering dan tak sanggup berdiri. Semakin menutupi kesalahan semakin gelisah sepanjang hari. Mazmur 32:3 (TB) Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; Dari ayat 3 ini sesungguhnya dapat juga kita buat perbandingan seseorang yang menyimpan kesalahan dalam hatinya sama seperti seseorang yang membungkus gas dalam plastik, gas terus menekan dan lama kelamaan akan meletus juga. Dengàn demikian tak ada gunanya menyimpan dosa dan kesalahan. Lebih baik memlngakuinya dihadapan Tuhan Dan memohon pengampunan. 3. Hidup akan lega tanpa tekanan: Mengakui dosa dihadapan Tuhan akn melegakan dan mendatangkan ketenangan bathin. Pemazmur hendak mengajak Kita alangkah baiknya dan bijak Jika Ada kesalahan dan dosa datanglah bersujud dihadapan Tuhan dengàn ketulusan dan dorongan dari hati. Jika berusaha terus menerus menutupinya akan mendatangkan kegelisahan (guilt feeling) yang mengganggu ketenangan jiwa kita Mazmur ini berkata: Mazmur 32:9 (TB) Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. Hal diatas hendak menjelaskan bahwa mengakui dosa hendaknya dsri hati tulus jangan karena ditekan dipaksa atau dikendalikannoleh orang lain. Itu tidak memperbaiki itu sebabnya Tetapi alangkah melegakan jika pengakuan dosa itu aralah dari dorongan hati dari orang yang bersalah. Itu akan lebih cepat memulihkan dan memperbaiki dirinya. Sahabat yang baik hati! Petunjuk dan jalan keluar akan selalu terbuka bagi siaoa saja yang mau memperbaiki diri. Itulah kebaikan Tuhan yang berkenan mengampuni Kita. Bersukacita dan berbahagialah karena Tuhan itu baik. Jika Tuhan tidak langsung menegor dan mengingatkan kita atas dosa dan pelanggaran bukan berarti Tuhan mengabaikannya sama sekali tidak. Tapi Tuhan sedang menunggu kapan kita datang kehadapanNya untuk mengakui dosa kita. Tuhan memberkati kita semua. Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 28 Juni 2019

DI DALAM KRISTUS KITA BEROLEH KEBERANIAN MENGHADAP ALLAH

DI DALAM KRISTUS KITA BEROLEH KEBERANIAN Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 29/06/2019 Efesus 3:12 (TB) Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. Ephesians 3:12 (RSV) in whom we have boldness and confidence of access through our faith in him. Kita semua pasti memgetahui kisah Adam dan Hawa ketika jatuh dalam dosa. Apa Anda mengetahui ala yang terjadi ketika Allah memanggil Adam? Alkitab mencatat Adam: takut dan tahu bahwa dia telanjang sehingga dia bersembunyi (Kej 3:10). Itulah dampak dosa, Adam takut dan menghindar dari panggilan Tuhan. Ini suatu fakta bahwa dosa membuat kita takut, malu dan bersembunyi dari hadapan Tuhan. Itulah dosa, melanggar perintah Tuhan, namun takut dan hendak bersembunyi dari Tuhan. Apakah gunanya bersembunyi dihadapan Tuhan, bukankah segala sesuatu diketahui Tuhan. Kita harus menyadari bahwa tidak ada yang tersembunyi dihadapan Tuhan. Dosa telah merusak hubungan kita dengan Tuhan dan menjatuhkan martabat kita yang segambar dengan rupa Allah. Wajah yang diciptakan segambar dengan rupa Allah, dulu bersahaja dan memancarkan sinar kemuliaan Allah, setelah jatuh dalam dosa bersembunyi dan malu. Itulah dampak dosa dalam diri manusia tidak ada keberanian menghadap hadirat Allah. Manusia yang jatuh ke dalam dosa harus di asingkan dari Eden. Allah membuka jalan keluar dan dikawal oleh para malaikat meninggalkan firdaus. Manusia berdosa menjalani hidupnya dengan segala konsekwensi hukuman dosa. Bagaimanakah manusia memperoleh keberanian berhadapan muka dengan Allah, dan adakah jalan masuk bagi manusia yang telah dikeluarkan dari Eden untuk kembali memasuki kasih karunia Allah? Hal inilah yang menarik dari penjelasan Paulus tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah jalan yang ditentukan Allah agar manusia memperoleh keberanian berjumpa dengan Allah dan memeperoleh jalan masuk kepada kasih karunia. Di dalam Kristus keberanian kita berjumpa dengan Allah dipulihkan, oleh dosa kita terasing dan diasingkan Allah dari kasih karuniaNya. Maka oleh Kristus kita masuk dalam rangkulan kasih sayangNya. Nats renungan pagi ini merupakan titik balik dari peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa. Ketika manusia jatuh dalam dosa, bersembunyi dan takut kepada Tuhan. Pembenaran di dalam diri Yesus Kristus kita memperoleh keberanian; berani berjumpa dengan Allah bahkan memiliki kerinduan seumur hidupnya untuk berjumpa dengan Allah. Bandingkan nyinyian-nyanyian Mazmur yang menggubah kerinduan orang beriman berjumpa dengan Allah dan tinggal di Bait Allah. Manusia yang dipulihkan di dalam Yesus Kristus hidup dan beribadah, bersekutu dan berjumpa dengan Allah lewat doa dan ibadah kita. Hidup orang percaya yang telah menerima pembenaran di dalam Yesus Kristus kita memperoleh jalan masuk. Jika dulu dikeluarkan dari lewat pintu keluar yang dikawal para malaikat Allah. Di dalam Yesus Kristus kita memperoleh jalan masuk. Yohanes 14:6 Yesus berkata: "Akulah jalan, kebenaran dan hidup, tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku." Sahabat yang baik hati, mari bersyukur atas kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Mari terus memelihara iman yang kokoh dalam hidup ini. Jalan keselamatan telah nyata bagi orang percaya, jalan masuk telah dipastikan bagi kita untuk memperoleh kehidupan yang kekal. Mari berjalan di jalan Tuhan, kuat dan kokoh menghadapi godaan dan tantangan. Sahabatku, di manapun saudara berada biarlah segala kebaikan dan kasih karunia Yesus Kristus menyertai saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 27 Juni 2019

KASIH MENUTUPI KEKURANGAN

KASIH MENUTUPI KEKURANGAN Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 28/06/2019 1 Petrus 4:8 (TB) Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 1 Peter 4:8 (RWV) And above all things have fervent charity among yourselves: for charity shall cover a multitude of sins. Tentu sudah banyak kisah-kisah haru dan menakjubkan yang pernah kita dengar, baca atau alami sendiri mengenai kekuatan kasih sayang atau jaman now kita sebut: " the power of love". Jika kita daftar banyak sekali karya sastra, novel, film, lagu dll tentang kisah kekuatan cinta. Mungkin benar kata sastrawan, jika air laut menjadi tinta dan langit adalah kertasnya maka itu kurang untuk menuliskan kisah cinta. Alkitab juga merupakan salah satu yang mengisahkan kekuatan cinta, yaitu kasih Allah menyelamatkan manusia. Kasih Allah yang besar itu diungkapkan dalam Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Selanjutnya kita yang memperoleh keselamatan diperintahkan untuk saling mengasihi: Yohanes 15:17 (TB) Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." Mendalami arti kasih yang besar dalam Alkitab, salah satu kekuatan cinta yang kita temukan dalam renungan hari ini adalah kasih mampu menutupi kekurangan. Kasih menutupi banyak dosa bukan berarti kasih itu buta, membiarkan kesalahan dan melegalkan dosa. Sama sekali tidak. Kasih menutupi banyak dosa adalah suatu tindakan kasih, kesalahan tidak menjadi penghambat bagi siapapun untuk memperbaiki diri. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, tetapi jangan karena kesalahannya segala kebaiknnya sirna. Kasih menutupi banyak dosa berarti juga adalah pengampunan. Memaafkan kesalahan dan menorehkan Masa depan yang lebih baik. Kerelaan melupakan adalah inisiayif Allah. Karena kasihNya Allah tidak mengingat-ingat lagi kesalahan umatNya. Hal itu dijelaskan oleh Yesaya 1:18 berbunyi: (TB) Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Sahabat yang baik hati! Kasih menutupi banyak dosa. Setidaknya Ada dua hal yang dapat Kita maknai: - pengampunan terbuka bagi setiap orang yang menyadari dan mengakui kesalahannya. - jangan terpenjara oleh kesalahan, namun pergunakan kesempatan yang ada untuk memperbaiki kesalahan agar hidup ini lebih baik. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 26 Juni 2019

MENGASIHI MUSUH

MENGASIHI MUSUH Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi Kita. Kamis, 27/06/2019 Lukas 6:27 (TB) "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; Luke 6:27 (RWV) But I say to you who hear, Love your enemies, do good to them who hate you, Mengasihi musuh mungkinkah? Dalam berbagai pelayanan sermon atau pendalaman Alkitab untuk pembinaan rohani jemaat topik ini merupakan diskusi yang panjang. Banyak anggota jemaat berterus terang sulit dan tak mampu melakukan ini dalam hidupnya? Bagaimana kita mengasihi musuh kita atau orang yang pernah melukai hati kita? Sulit bukan berarti tidak mungkin, bukan? Tapi cobalah Kita dalami Bagaimana dalamnya nilai moral yang dikandung Salam ajaran Injil ini. Mengasihi musuh adalah suatu ajaran agung dalam Injil yang mungkin tak ditemukan dalam kitab suci lain. Jika kita perhatikan dari pengajaran Yesus tentang mengasihi musuh setidaknya ada tiga hal yang pokok: 1. Jangan membalaskan kejahatan dengàn kejahatan tetapi kalahkanlah kejahatan dengàn perbuatan baik. Dengàn ajaran ini kita diajarkan untuk penyebar perdamaian dan menjauhkan segala sikap dendam dan pembalasan benci balas kebencian, curang dibalas curang. Jika pembalasan ini terus menerus maka kejahatan semakin bertambah-tambah dan dunia ini akan dipenuhi kerusuhan. Apa sikap kita terhadap orang yang melukai kita? Ingatlah pembalasan adalah milik Allah, kita tidak boleh menggantikan hak Allah untuk membalaskan luka di hati dengàn melukai orang lain. 2. Berdoa dan memberkati musuh: jangan mengutuk musuh dan orang yang telah melukai kita tetapi berdoalah untuk mereka dan ampunilah. Ajaran ini mengingatkan kita tidak ada pikiran buruk apapun yang keluar dari diri kita terhadap orang yang membenci dan memusuhi kita. Justru kita mendoakan kiranya damai sejahtera Tuhan menyertai musuh sehingga mereka merasakan nikmat karunia Tuhan. 3. Lakukan lebih dari pada apa yang minta: jika ditampar pipi kanan berilah pipi kiri, jika diminta berjalan satu mill berjalanlah dua mill. Ajaran ini suatu kerelaan hati melakukan lebih dari apa yang diminta oleh orang lain dari diri kita. Jika dunia ini mengajarkan hukum balas namun ajaran Injil ini satu kerelaan hati melakukan lebih dari apa yang dipikirkan atau diminta oleh musuh. Bagaimana mungkin kita bisa melakukan ini? Anda mungkin ikut bagi kelompok yang berkata mengasihi musuh sulit dan tak mungkin itu saya lakukan dalam hidup? Tunggu dulu, jangan langsung ingat sakit dan luka yang pernah anda alami dan membayangkan wajah orang yang pernah menyakiti anda. Tapi coba anda pandang wajah Yesus yang lembut ketika dia diadili Pilatus, fivonnis mati sekalipun tidak bersalah dan berjalan membawa salib sendiri ke Golgata yang penuh derita hingga mati di Kayu salib. Sekalipun sekeliling orang penuh kebencian, kegeraman dan amarah yang menyala-nyala serta berbagai tindakan yang sungguh tak pantas diterima oleh Yesus. Bukankah mereka selama ini mendengar pengajaran Yesus bahkan melihat dan merasakan perbuatan baik Yesus dengàn berbagai pelayanan yang dilakukan. Itulah balas yang harus diterimanya? Yesus tidak pernah menyesali apa yang pernah Dia lakukan untuk orang banyak. Dari seluruh kebencian yang diterimaNya, Yesus mendoakan mereka: ya Bapa, Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Dengàn memandang Yesus pasti kita merasakan ada keteduhan dan keagungan sikap mengampuni dan mengasihi musuhyang Sangat minor Kita temukan dalam nasihat-nasihat hikmat di belahan dunia mana pun. Apa yang diajarkan dan dilakukan Yesus adalah suatu moralitas baru yang mengubah dunia yang penuh permusuhan dan mewariskan dendam dan kebencian menjadi dunia yang penuh kedamaian Dan saling mengampuni. Sahabat yang baik hati! Bagaimana Kita menerapkan ini dalam hidup sehari-hari? Tentu secara jujur sulit untuk dilakukan. Namun sekalipun sulit namun bukan berarti tidak mungkin. Bahkan jika ini kita lakukan hidup kita akan lebih damai, lebih tenang dan lebih bahagia akannkita miliki. Ingatlah jika Luka di hati dibalaskan dengàn luka maka luka di hati kita akan semakin parah dan membawa kita hidup dalam penyakit akut yang lebih parah. Tetapi dengàn mengampuni akan mempercepat pemulihan dan penyembuhan. Kedua, kita harus bangga memiliki ajaran Yesus yang mengharuskan kita hidup di dalam kasih terhadap sesama dan mengasihi musuh harus diikuti oleh kekristenan. Suatu ajaran tersulit dilakukan namun justru itu yang diperintahkan Yesus. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selasa, 25 Juni 2019

KASIH TAK BERBUAT YANG JAHAT

KASIH TAK BERBUAT YANG JAHAT Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 26/06/2019 Roma 13:10a (TB) Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, Romans 13:10a (RWV) Love worketh no ill to one’s neighbour: Verne H. Fletcher seorang teolog yang sangat terkenal menuliskan satu buku menarik berjudul: "Lihatlah Sang Manusia." Buku ini adalah suatu ulasan tentang Etika Kristen untuk mengajak setiap orang until memandang hidup Yesus Kristus yang penuh kasih. Yesus Kristus adalah etika hidup manusia baru. Yesus melakukan perubahan melalui teladan dirinya yang bebas, adil dan rendah hati. Sikap, tindakan dan pribadi Yesus merupakan gugatan terhadap moralitas yang melanggengkan penindasan, diskriminasi, ketimpangan sosial, kemunafikan dan arogansi. Mengenal dan menerima Yesus sebagai Yuruselamat berarti membuat kita mengalami transformasi moral yang sesuai dengàn kodrat kemanusiaan Kita. Apa yang disampaikan oleh Fletcher benar adanya. Yesus telah menunjukkan teladan hidupnya yang penuh cinta kasih. Apa yang diajarkannya tentang kasih diterapkanNya di dalam hidupNya. Sekalipun banyak orang yang membenci Yesus, namun Dia tidak pernah membalas. Farisi dan ahli Taurat merencanakan untuk menjatuhkan dan membunuh namun Yesus tak membenci mereka sedikit pun. Ajaran Yesus tentang cinta kasih, tidak membalas dan pengampunan serta anti kekerasan dipraktekkan dalam hidupNya. Dia memulihkan kuping Malkus tentara yang menangkap Yesus di Taman Getsemane karena dihunus oleh pedang Petrus. Yesus mengampuni orang-orang yang memukul, meludahi dan mencaciNya sepanjang via dolorosa. Hidup Yesus yang penuh dengàn kasih tidak pernah sedikitpun yang melukai atau yang merencanakan hal buruk bagi orang lain. Ajaran Yesus tentang kasih telah mengubah cara berpikir manusia yang ego centris kepada Kristosentris. Ego sentris manusia yang berpusat pada diri sendiri, apa yang menyenangkan diri, krmegahanndiri ketenaran diri hingga mungkin harus mengorbankan orang lain demi kepuasan diri harus berubah. Dengàn memandang Sang Anak Manusia kita meneladani hidup Yesus yang menuh dengàn cinta kasih. Mengikut Yesus, bukanlah sebagai simbol, tetapi konsekwensi hidup untuk ikut tinggal dan hidup di dalam kasih Sahabat yang baik hati! Firman Tuhan bagi kita hari ini, mengingatkan kita yang menerima ajaran kasih. Kasih tak pernah melakukan apa yang jahat bagi sesamanya sebagaimana telah ditunjukkan oleh Yesus dalam hidupNya. Di dalam kasih kita memiliki moralitas yang rela berkorban: apa yang ada pada kita dipersembahkan untuk kepentingan dan kebaikan orang lain. Mari hasilkan kasih yang terbaik dalam hidup kita. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengàn melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu XVI S. TRINITATIS Minggu, 20 September 2026 Ev. Filipi 4:10-19 SEGALA PERKARA DAPAT KUTANGGUNG DI DALAM TUHAN Selama...