Minggu, 07 November 2021

MENGAKU ANAK, IA MEMILIKI BAPAK

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6450600181678660/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 08 Nopember 2021


*MENGAKU ANAK, IA MEMILIKI BAPA*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


1 Yohanes 2: 23 (TB) “Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.”


1 John 2: 23 (KJV) Whosoever denieth the Son, the same hath not the Father: he that acknowledgeth the Son hath the Father also. 


Sahabat yang baik hati! Setiap anak-anak Tuhan perlu diuji, siapapun dia. Pengujian merupakan satu syarat untuk pemurnian. Di dalam ke-Kristenan, sebelum Tuhan Yesus datang untuk yang kedua kalinya, umat-Nya perlu mengalami api pengujian. Salah satu bentuk dari api pengujian itu adalah anti-Kristus. Antikristus adalah orang yang memusuhi Tuhan, dan mereka adalah musuh Tuhan! Orang yang memusuhi Tuhan, memusuhi kebenaran, orang yang membenci kebenaran, membenci Tuhan, dan yang sama sekali membenci apa pun yang positif, mereka adalah musuh Tuhan sebab Tuhan adalah Kebenaran itu sendiri. 


Antikristus bukanlah orang bodoh dan lemah, tetapi mereka adalah orang-orang pintar dan hebat yang awalnya masuk dalam persekutuan pengikut Yesus Kristus, namun pada akhirnya mereka keluar dari persekutuan itu sebab mereka membenci kebenaran dan membenci esensi serta watak Tuhan Yesus Kristus.  Antikristus bukanlah hanya sekedar memiliki watak yang rusak seperti kecongkakan, keras hati, atau  melakukan kecurangan, tetapi mereka adalah orang-orang memiliki karakter yang penuh dengan kejahatan, keganasan, kekejaman dan kebencian terhadap kebenaran. Watak ini adalah ciri khas Iblis dan selalu bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus. Mereka adalah Pendusta yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Antikristus menyangkal Bapa dan Anak. Dalam Yohanes 8: 44 mengatakan: “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Antikristus menyangkal Bapa dan juga menyangkal Anak. 


Sahabat yang baik hati! Dalam renungan hari ini mengingatkan untuk menjadi yakin dan percaya bahwa kita berjalan dalam Terang, kita harus menolak anti-Kristus dan tetap teguh dalam iman dan dalam apa yang diajarkan oleh iman kita dalam kebenaran Firman Tuhan. Janganlah kita menolak Yesus Kristus dan tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jika kita menolak Yesus dan tidak percaya kepada-Nya maka kita sama dengan anti-Kristus yang telah menolak kebenaran. Yohanes berkata, orang yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus sudah menjadi anti-Kristus.


Sebagai umat Kristen, kita harus percaya dan beriman kepada Allah Bapa dan Percaya juga kepada Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Tentu kita harus mengakui bahwa Tuhan adalah Bapa kita, dan Dia adalah Juruselamat kita yang hidup dan kekal serta yang menuntun langkah hidup kita. Pengakuan iman ini sangat penting bagi umat percaya, sebab dalam pengakuan ini kita mengetahui segala sesuatu yang dapat kita harapkan dan terima dari Allah. Pengakuan iman ini mengajar kita untuk mengenal Dia sepenuhnya. Firman Tuhan pada hari ini berkata: “Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.” 


Dalam hal ini, kita mau diingatkan agar jangan menyangkal Anak yaitu Yesus Kristus, tetapi kita harus percaya dan mengakui iman kita bahwa Dia adalah Anak Allah, sehingga dengan demikian kita juga beroleh status menjadi anak-anak Allah karena pengakuan iman percaya kita dan anugerah keselamatan yang diberikan-Nya. Seperti yang tertulis dalam Matius 10: 33  “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."


Sahabatku, marilah kita mengakui iman Percaya kita dengan kesungguhan hati bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, Dialah yang menyertai, memberkati dan menyelamatkan kita. Jika kita mengakui iman percaya kita, maka kita memiliki Bapa Yang Hidup, Yang Kekal, dan Yang Berkuasa atas seluruh alam semesta. Marilah kita mengasihi Allah Bapa dengan setia dan taat melakukan kebenaran Firman-Nya. Amin. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam : Tim Renungan (JZ)

Sabtu, 06 November 2021

TUHAN PENOLONG YANG SEJATI

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6445354782203200/?sfnsn=wiwspmo

Kotbah Minggu XXIII Stlh Trinitatis

Minggu, 7 Nopember 2021

Nas: Mazmur 146:1-7


*PUJILAH TUHAN PENOLONG YANG SEJATI*


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, saat ditanya siapakah penolong sejatimu? Jawaban kita mungkin ada yang berbeda-beda mungkin ada yang menyebut isteri, anak, sahabat terdekat atau orang yang baik yang pernah menolong kita saat situasi sulit.  Tapi cobolah periksa kembali siapakah penolong sejati? Menjawab hal ini bisa anda evaluasi saat anda pergi ke acara pemakaman.  Biasaya saya dalam memimpin acara pemakaman diakhir acara saya selalu mengajak hadiri menyanyikan 

BE 219:1-3

Ise do alealenta, na so olo muba i?

Aleale na sumurung, i ma Tuhan Jesus i

Ai torop pe aleale, na di hasiangan on

Saluhutna i mansadi, molo mate daging on


Hahaanggi dohot tondong, na marholong roha i

Aleale dohot dongan, tading do sudena i

Nang pe dipataru hita, sahat tu udean i

Laho do muse nasida, ditadingkon bangke i.


Anggo Jesus, sai diingot do alealeNa i

Nang tondinta pe diingot, sahat tu ajalta i.

Tatadingkon pe luhutna, na di hasiangan on

Dapotonta di lambungNa, hasonangan na tongtong


Lagu ini sangat menyentuh saat kematian tiba orang iba dan bisa sampai menghantar kita ke liang lahat namun satu persatu sahabat yang penghantar ke pemakaman mundur teratur dan tak seorang pun yang tinggal hanya tinggal orang yang dimakamkan. 


Ini suatu realita yang patut direnungkan secara mendalam bahwa semuanya akan berlalu.  Persahabat didunia ini tidak ada yang abadi, saat semua kepentingan berakhir semuanya akan meninggalkan. Memang masih ada tersimpan hati yang emphaty namun saat suasana hati berubah, tentu siatuasi pun berubah. 


Benar apa yang dikatakan dalam Mazmur 146:3-4 (TB)  Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 

Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 


Sahabat yang baik hati!

Kotbah Minggu ini, mengingatkan kita dalam perjalan hidup ini bisa saja ada orang yang menolong dan membantu kita, kerabat dan handai tolan tampak seolah penuh solidaritas. Namun ingatlah saat kepentingannya sudah berakhir semuanya akan mundur teratur. Pertolongan sejati dalam hidup kita hanya datang dari Tuhan. Yesus sahabat yang sejati bukan hanya menyertai kita sampai akhir jaman, namun sampai memasuki kehidupan kekal pun, Yesus menyertai kita di rumah Bapa di Sorga.  


Pertolongan yang sejati dari Tuhan, patutlah disyukuri. Tuhan itu setia dan kasih sayangnya tak pernah terputus. Tuhan melindungi dan menjagai kita bukan karena sikap baik kita atau respon kita terhadap Tuhan. Tuhan ininkonsisten dengan kasih sayangnya. 


Bacalah sekali lagi keseluruhan Mazmur 146 ini, sungguh indah, pemazmur memberikan pengenalan akan siapa Tuhan Allah. Dia pencipta, pemelihara, penolong, pembebas dan penyelamat. Dia menyembuhkan dan memberikan keadilan bagi orang yang lemah, miskin dan papa. Sungguh berbahagialah orang yang percaya kepada Allah Yakub. Pemazmur mengajak kita bersyukur dan memujiNya karena beberapa hal yang dikemukakan: 


*1. Tuhan peduli dan pembela pada orang lemah*

Pemazmur memperkenalkan Allah sebagai penegak keadilan, peduli terhadap orang yang lapar dan pembebas bagi orang tertawan. 


Penindasan salah satu hal yang ditentang oleh Alkitab. Penindasan biasanya dilakukan oleh kaum yang memiliki kuasa atau power untuk menekan, meminggirkan bahkan menghabisi hak-hak orang lemah. Dalam pertarungan seperti ini biasanya kaum lemah akan selalu kalah berhadapan dengan yang memiliki kekuasaan atau yg dekat dengan lingkaran kekuasaan. Siapakah yang peduli jika terjadi ketidak adilan? Inilah kelebihan orang percaya, Tuhan itu adil dan melihat segala perbuatan manusia. Dalam sejarah Alkitab Tuhan selalu hadir mengingatkan agar berlaku adil, melalui hambanya nabi-nabi akan memperingati para penindas dan waktunya akan bertindak memberikan penghakiman. Allah hadir melawan penindasan, kesewenangan dan menghukum para pelaku ketidak adilan. Allah menghendaki keadilan dan kebenaran. Amos 5:24 (TB)  Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." 


*2. Tuhan pencipta dan pemelihara/penjamin kehidupan*

Hal kedua dari renungan ini, Tuhan itu adalah orang yang memelihara kehidupan: memberikan roti bagi orang yang lapar. Dalam teologi penciptaan Allah menyediakan makanan bagi manusia. Namun karena manusia jatuh dalam dosa manusia harus bekerja untuk mencari nafkah. Manusia seolah berlomba untuk mengeruk hasil bumi dan tidak semua yang beruntung dalam hidup ini. Ada yang memiliki banyak makanan bahkan berlebihan, namun ada pula yang berkekurangan bahkan harus hidup dalam sokongan dan dukungan orang lain. Yesus pernah berkata: bahwa orang miskin akan selalu ada padamu. Renungan hari ini mengingatkan bahwa Allah itu berbelas kasihan kepada orang yang lapar. Tuhan menafkahi mereka yang tidak mendapat makanan. Sifat Allah yang berbelas kasihan mesti ada pada orang percaya. Allah selalu menyediakan roti kepada setiap orang yang mau datang kepadaNya. Yesaya 55:1 (TB)  Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 


Manusia harus pula berbelas kasihan kepada sesama meneladani Allah yang penuh belas kasih. Allah memberkati kita menjadi saluran berkat bagi sesama. Gereja yang hidup adalah gereja yang memberikan perhatian bagi orang miskin, haus dan lapar. Jika dunia ini tidak peduli, Allah memakai umatNya untuk memperdulikan hidup mereka. Orang yang memberi tak akan kehabisan, karena Tuhan sumber segala pemberian.  Prinsip ini yang disampaikan oleh pengkotbah.

Pengkhotbah 11:1 (TB)  Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. 


*3. Tuhan pembebas tawanan.*

Ketiga dari kotbah ini adalah Tuhan pembebas bagi orang tawanan. Tiada kehidupan yang paling ngeri dari seorang tahanan. Apalagi di jaman konteks PL. Kita tidak bisa bayangkan bagaimana mereka diperlakukan. Ditawan, disesah bahkan bagaimana mereka hidup tidak ada yang perduli. Tidak ada yang perduli bagaimana mereka makan dan minum. Tidak sedikit korban tawanan meninggal karena disiksa, tidak makan dan minum atau dibunuh karena dianggap tak koperatif dengan pihak penawan. Jika dianggap membebani tak segan pula dilenyapkan. Tiada kehidupan yang paling ngeri dari tawanan perang. Ini adalah kabar gembira bahwa  Allah itu adalah pembebas bagi orang yang tertawan. Baca juga Lukas 4:28


Kotbah Minggu ini meyakinkan kita akan sifat Allah dari tindakanNya: pemberi keadilan bagi yang diperas, memberi makan bagi yang lapar dan pembebas bagi orang-orang yang tertawan. Tindakan Allah ini meyakinkan kita bahwa Tuhan satu-satunya penolong sejati dalam hidup ini. Dia memperhatikan, Dia peduli dan bertindak pada waktunya. Marilah tetap percaya padaNya. 


Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati!

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 05 November 2021

YESUS ADALAH JAWABAN BAGIMU

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6439838599421485/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 06 November 2021


*YESUS ADALAH JAWABAN BAGIMU*


Selamat Pagi; Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


2 Korintus 1:20 (TB) “Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.”  


2 Corinthians 1:20 (KJV) For all the promises of God in him are yea, and in him Amen, unto the glory of God by us.


Sahabat yang baik hati! Semakin berkembangnya zaman, tekhnologi semakin canggih membuat kebutuhan manusia juga semakin meningkat. Sejalan dengan berbagai kebutuhan yang semakin bertambah tersebut semakin bertambah pula beban fikiran dan kesulitan yang menghampiri kehidupan manusia. Oleh karena itu, banyak orang bertanya dimana Tuhan saat mereka berada didalam kesulitan. Masihkah janji-janji keselamatan Allah dapat dipercaya dan dihidupi? Atau janji keselamatan Allah itu hanya sebatas teori?


Seringkali orang mengatakan bahwa, teori itu gampang daripada prakteknya. Benarkah demikian? Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang mudah berkata-kata atau bicara tapi sulit untuk melakukannya? Terkadang memang mudah untuk berkata-kata namun tidak mudah untuk melakukannya.


Demikian halnya dengan kata janji. Seringkali orang mengungkapkan kata janji, tapi bagaimana dengan menepati janji itu? Tidak sedikit orang yang menjadi kecewa sebab apa yang diharapkan tidak sesuai, alias ingkar janji. Media televisi mempertontonkan bagaimana kehidupan orang di luar sana, dengan mudahnya mereka berjanji untuk hidup bersama, sehidup semati dalam susah dan senang, namun kenyataannya mereka susah untuk menepati janji itu dan pada akhirnya berpisah. Itulah janji yang diucapkan manusia. Bagaimana dengan janji Tuhan kita Yesus?


Bersyukur bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang seperti kebanyakan manusia. Dia tidak pernah kesulitan atau gagal untuk menepati janji yang pernah diucapkanNya. Saat Ia berkata “Datanglah kepadaku yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” itu artinya ketika Anda datang dalam keadaan tidak berdaya atau membutuhkan semangat kepada Tuhan, Anda pasti memperoleh kelegaan dariNya. Inilah panggilan dari renungan kita hari ini, ketika hidup kita semakin terasa sulit, datanglah kepada Yesus, sebab Yesus adalah jawaban bagi setiap cerita kehidupan kita.


Melalui surat Rasul Paulus kepada Jemaat Korintus telah menegaskan hal ini. Di dalam Tuhan Yesus hanya ada “ya”, Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Dengan kata lain, Tuhan Yesus pasti menepati semua yang telah diucapkanNya. Apakah anda sudah menerima janji dari Tuhan bagi kehidupan anda? Jika ya, apakah ada keraguan tentang semua yang telah dijanjikanNya kepada anda? Apakah anda yakin semua itu akan terjadi ke dalam kehidupan anda? Janganlah sekali pun bimbang karena apa yang sudah dinyatakanNya, itu pasti digenapinya di dalam kehidupan kita. Yes, Jesus Will do it for us! Yesus adalah jawaban bagi kita.


Sahabat yang baik hati! Janji Tuhan adalah Ya dan Amin. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya” (2 Ptr 3:9a). Tuhan itu pasti, Dia tidak pernah lupa atau ingkar dengan janji-Nya. Kita patut bersyukur, Dia telah memberikan yang terbaik bagi kita sehingga kita dapat berkata, “Yesus adalah jawaban bagiku". Maka janganlah gelisah dan kecut hati melainkan kita harus benar-benar percaya bahwa Dia akan memberikan kita kekuatan dalam menghadapi itu semua.  Amin


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan segera memulihkan keadaan dunia ini. Amin


Salam dari Tim: PS

Kamis, 04 November 2021

YESUS KRISTUS YURUSELAMAT PENUNTUN SEJATI

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6434275559977789/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Jumat, 5 November 2021 


*YESUS KRISTUS JURUSELAMAT SANG PENUNTUN SEJATI*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Galatia 3: 25

Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.


Galatians 3: 25 (NIV)

Now that this faith has come, we are no longer under a guardian.


Sahabat yang baik, pernahkah saudara tersesat di jalan hingga tidak bisa menemukan jalan tujuan saudara? Ya, biasanya, jika kita pergi ke suatu tempat dan tiba-tiba tersesat di jalan, biasanya kita akan meminta orang yang paham jalan tersebut untuk menuntun kita hingga tiba di tempat yang kita tuju dengan selamat. Sang penuntun, pasti dengan sabar akan memberikan petunjuk jalan yang benar, dan jika orang tersesat tersebut mentaati petunjuk tersebut, maka ia dipastikan akan sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. 


Bagi bangsa Yahudi, Hukum Taurat yang diberikan Allah melalui Musa kepada bangsaNya merupakan buku Penuntun yang menuntun bangsa itu untuk hidup benar seturut kehendak Tuhan. Hukum Taurat berisi perintah Allah yang mengatur cara hidup umat Tuhan. Hukum Taurat yang tertulis di 2 Loh Batu itu juga melambangkan kehadiran Allah yang menuntun hidup umatNya. Hal ini membuat bangsa Yahudi sangat mengagungkan Hukum Taurat dalam kehidupannya sehari-hari sehingga akhirnya mereka menganggap orang Yahudi lebih kudus dari bangsa-bangsa yang lain. Itulah juga sebabnya mengapa orang Kristen Yahudi merasa dirinya lebih kudus dari hidup orang Kristen non Yahudi yang ada di Galatia pada waktu itu sehingga dengan gampangnya mereka mengatakan bahwa orang Kristen non Yahudi tidak akan selamat karena tidak hidup menjalankan Hukum Taurat. 


Untuk itulah Paulus bersuara dan menekankan ayat harian hari ini. Bagi Paulus, Hukum Taurat hanyalah buku Penuntun hidup orang Yahudi, namun bukan penentu keselamatan hidup mereka. Sementara kelahiran Yesus Kristus ke dunia adalah bukti nyata kasih setia Allah bagi dunia ini. Yesus Kristus adalah Juruselamat yang menyucikan dan menyelamatkan umatNya dari belenggu dosa. Yesus Kristus adalah Penuntun hidup manusia yang sesungguhnya. Hanya dengan percaya dan meneladani Yesus Kristuslah kita akan selamat dan mendapatkan kehidupan yang kekal di surga kelak. Oleh karena itu, jika orang Kristen non Yahudi tidak hidup mentaati hukum taurat Yahudi namun memiliki iman teguh kepada Yesus Kristus dan hidup benar seturut teladan Yesus, maka mereka pun juga pasti akan diselamatkan.


Sahabat yang baik, Yesus Kristus adalah Juruselamat yang menuntun kita kepada jalan keselamatan. Oleh karena itu, selagi masih diberi nafas hidup, maka berilah dirimu dituntun oleh Tuhan. Jadilah pengikut Kristus yang beriman teguh dan senantiasa menjaga hidupnya benar seturut perintah Tuhan (yang tertulis dalam hukum taurat). Dengan beriman kepada Tuhan, maka kita akan mempercayakan hidup sepenuhnya dalam tuntunan Tuhan. Melakukan hukum taurat haruslah merupakan buah dari iman kita kepada Tuhan dan bukan karena kewajiban semata namun tidak menghidupinya. Sebab kita diselamatkan bukan oleh hukum taurat, tetapi oleh karena iman kepada Yesus Kristus Sang Juruselamat yang datang untuk menyempurnakan hukum taurat itu.


Salam dari tim: MHS

Rabu, 03 November 2021

MURAH HATI

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6428949753843703/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 04 November 2021


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


*ORANG YANG MURAH HATI*


Amsal 11:17 (TB) Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.    


Proverbs 3:11 (NKJV The merciful man does good for his own soul, But [he who is] cruel troubles his own flesh.


Apa sebenarnya yang dimaksud dengan murah hati? Kebanyakan orang berpikir bahwa murah hati itu sama dengan royal alias suka bersedekah, tidak pelit dalam memberi. Itu memang bentuk dari murah hati, tetapi murah hati tidaklah secara sempit berbicara hanya mengenai memberi dalam bentuk material saja. Kalau kita lihat dalam kamus, murah hati didefenisikan dengan sebuah perilaku yang mudah memberi, tidak pelit, tapi juga penyayang, penuh kasih, suka menolong dan baik hatinya. Artinya sebuah kemurahan hati menyangkut banyak aspek dalam kehidupan dan dalam interaksi antar manusia.


Pandemi Covid-19 membuat Sebagian orang lebih peduli dan mau mengulurkan tangannya untuk membantu sesama dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Kita melihat bagaimana munculnya “makanan gratis” dengan konsep dibebaskan orang untuk meletakkan makanan yang siap untuk dimakan dan dibebaskan orang untuk mengambil sesuai kebutuhan, atau “warung gratis” yang memiliki konsep yang sama yaitu dibebaskan orang berbagi dengan meletakkan sembako secara sukarela dan dibebaskan orang yang merasa kurang mampu untuk mengambilnya secara gratis. Hati yang tergerak oleh kasih, hati yang bermurah hati mendorong seseorang untuk peduli dan membantu orang lain sesuai dengan kemampuan masing-masing dan dengan keikhlasan hati. 

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, seharusnyalah karakter murah hati ada dalam diri kita masing-masing. Sebab kita telah terlebih dahulu menerima kemurahan hati Allah di dalam Yesus Kristus. kita juga melihat bagaimana teladan yang dilakukan oleh Yesus melalui Injil, kita juga membaca berbagai cerita dalam Alkitab tentang kemurahan hati. Misalnya: kisah orang Samaria yang murah hati, atau perkataan Yesus dalam Lukas 6:36 "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 


Kitab Amsal mengatakan orang yang murah hati, berbuat baik kepada diri sendiri, bukan dalam artian keegoisan atau hanya mementingkan diri sendiri. Dengan karakter murah hati yang ada dalam diri orang percaya, sejatinya kita sedang mendatangkan kebaikan kepada diri kita sendiri. Dengan peduli kepada orang lain, menolong orang lain, atau apapun yang menjadi tindakan kita dalam menunjukkan kemurahan hati kita adalah suatu kebahagiaan yang mendatangkan kebaikan kepada diri kita sendiri. orang yang murah hati tentulah karena kita melihat teladan yang disampaikan oleh Firman Tuhan bagi kita dan dasarnya adalah karena kita telah menerima kemurahan hati Allah. Kita tidaklah menjadi tiba-tiba menjadi seorang yang murah hati dari diri kita sendiri. Kemurahan hati yang ada dalam diri orang yang percaya adalah karena kita telah menerima kemurahan hati Allah yang telah menyelamatkan kita, yang telah mengasihi kita, yang telah mengampuni dosa kita dan segala tindakan perbuatan Allah bagi kita adalah karena kemurahan hati Allah, bukan karena hak atau kelayakan kita menerimanya. 


Murah hati yang ada dalam diri orang percaya juga menunjukkan keberadaan dari Allah yang kita sembah. Jadi bukan untuk mencari pujian bagi diri sendiri maka kita bermurah hati, tetapi kita sedang menyatakan melalui tindakan kemurahan hati kita bahwa Allah nyata di dunia ini sebagai Allah yang murah hati. Sebagai anak Allah, kita mewarisi sifat yang ada dalam diri Bapa kita. Seperti seorang anak terhadap ayahnya tidak akan berbeda jauh dan bahkan pasti ada kesamaannya. Jika Bapa kita yang di Sorga adalah Bapa yang murah hati, maka kita sebagai anakNya juga adalah murah hati. 


Sementara orang yang kejam menyiksa badannnya sendiri, dalam hal ini kata kejam tidaklah melulu kepada tindakan yang mencelakakan orang lain. Tetapi orang yang kejam yang tidak mengasihi dirinya sendiri sebagai kebalikan dari orang yang murah hati yaitu orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan cenderung kepada orang yang susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah, sifat iri hati ada padanya sehingga dia menyiksa dirinya sendiri dengan tidak dapat mensyukuri apa yang ada padanya. Untuk bersyukur akan apa yang ada padanya susah apalagi untuk berbagi atau peduli kepada orang lain. Bersyukur dengan apa yang ada pada kita dapat membuat kita terbebas dari menyiksa diri dan dapat menikmati apa yang ada pada kita dan tahap berikutnya kita akan menyadari bahwa apa yang ada pada kita adalah karena kasih karunia Tuhan, dimana Tuhan juga menginginkan kita menjadi saluran berkat bagi sesama kita, jadilah pribadi yang murah hati. Berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan (Matius 5:7).

Tuhan Allah memampukan kita menjadi pribadi yang murah hati yang peduli dan mau bertindak menolong sesama sesuai dengan berkat yang ada pada kita. Amin


Salam dari Tim 12 Renungan (MP)

Selasa, 02 November 2021

TUHAN TAHU HIDUP KITA

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6423376771067668/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi, dan Motivasi

Rabu, 03 November 2021


*TUHAN TAHU HIDUP KITA*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, 

Marilah menggunakan waktu sejenak di 

pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan

merenungkan Firman Tuhan.


Ayub 23 : 10 (TB) Karena Ia tahu jalan hidupku, seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas


Job 23 : 10 (KJV) But He knoweth the way that I take: when He hath tried me, I shall come forth as gold


Sahabat yang baik hati, cerita hidup tentang Ayub adalah hal yang sangat familiar bagi kita. Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (1:1) dan ia memiliki harta yang sangat banyak (1:2-3). Tetapi meskipun Ayub adalah seorang yang saleh, ia tetap mengalami penderitaan. Hal ini mengajarkan kita bahwa mengikut Yesus bukan semata-mata yang terjadi hanyalah kesenangan. Tetapi saat terjadi penderitaan atau kesulitan tersebut apa yang akan kita lakukan? Mungkin kita akan memberontak dan bertanya dimanakah Tuhan, atau berfikir apakah Tuhan telah meninggalkan kita? Ayub memberikan contoh yang sangat baik kepada kita, walaupun penderitaan yang sangat mendalam terjadi kepada Ayub, ia tidak pernah berbalik meninggalkan Tuhan, meskipun sahabat-sahabatnya mengejek bahkan isterinya meninggalkannya, ia tidak berputus asa. Bahkan dari semua ejekan sahabatnya dan perkataan isterinya, Ayub dengan tegas menjawab seperti Firman hari ini “Karena Ia tahu jalan hidupku, seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas”. Ayub yakin bahwa apapun yang terjadi didalam kehidupannya Tuhan pasti tahu. Ayub mmeberikan istilah menguji seperti emas, kita tahu bahwa untuk mendapatkan emas yang murni dibutuhkan proses yang lama, emas akan dibakar dengan suhu yang sangat panas supaya zat-zat asing yang bercampur dengan emas tersebut dapat dipisahkan, dan dengan proses itu emas murni dapat dibentuk untuk mendapatkan perhiasan yang indah. Begitu jugalah keyakinan Ayub terhadap Tuhan Allah atas penderitaan yang sangat mendalam yang terjadi padanya. Dan memang benar pada akhirnya Ayub mendapatkan berlipat ganda apa yang telah hilang dari hidupnya.


Sahabat yang baik hati apa yang sangat penting kita hidupi dari kehidupan Ayub? Ada yang mengatakan bahwa penderitaan atau kesulitan yang terjadi dapat membawa kita kepada pengenalan dan kuasa Allah. Bukan mengatakan bahwa harus mengalami penderitaanlah maka seseorang akan semakin percaya kepada Allah. Tetapi kadang kala didalam kelemahan akan semakin jelas kekuatan dan kuasa Allah yang menolong kita. Kita tidak akan tahu akan rencana Allah didalam kehidupan kita, tetapi Tuhan tahu apa yang terjadi kepada kita, bahkan apa yang akan terjadi. Untuk itu sahabat yang baik hati, ketika kita mengalami kesulitan atau penderitaaan apapun itu. baiklah kita tetap memuji Tuhan, dan didalam kelemahan,kita boleh semakin nyata melihat kuasa Allah yang tidak dapat kita salami. Kita semakin yakin bahwa Tuhan tahu apa yang terjadi didalam kehidupan kita, sehingga kita akan semakin berserah kepada Tuhan yang empunya kehidupan kita. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari tim: BP

Minggu, 31 Oktober 2021

TIDAK BOLEH BERTENGKAR

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6412632828808729/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 1 November 2021


*Tak Boleh Bertengkar!*

*RAMAH, SABAR DAN CAKAP MENGAJAR*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


2 Timotius 2:24 (TB)  sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar


2 Timothy 2:24 (RWV)  And the servant of the Lord must not quarrel; but be gentle to all men, apt to teach, patient, 


Apakah ada orang yang tidak pernah bertengkar di dalam hidupnya? Jika ada dapat kita bayangkan alangkah bahagianya keluarga dan orang yang mengenalnya. Rumah tangga yang dibangun di dalam kasih kadang bisa saja terjadi pertengkaran. Dalam persekutuan jemaat, Paulus menasihatkan bahwa seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar. 


Mengapa Paulus menyampaikan bahwa hambat Tuhan tidak boleh bertengkar? Hal ini sangat penting karena seorang hamba Tuhan merupakan alat Tuhan untuk menyampaikan kehendaknya di bagi jemaat. Hamba Tuhan adalah wakil Kristus (Batak: Sikkat ni Kristus) di dunia ini untuk menyampaikan rahmat dan anugerah. Peran hamba Tuhan yang demikianlah membuat Paulus memberikan nasihat agar dalam menetapkan pelayan di jemaat selektif. Syarat-syarat menjadi pelayan dapat kita baca keseluruhan dalam 2 Timotius 2:24-26 dan Titus 1:5-16


Dari sekian banyak nasihat Paulus tentang syarat seorang pelayan atau hamba Tuhan, dalam renungan pagi ini ada empat hal, yakni: 


Dalam renungan pagi ini, ada empat hal yang diingatkan oleh Paulus akan sikap dan pribadi seorang hambat Tuhan, satu hal negatif yaitu: tidak boleh bertengkar dan tiga hal positif: ramah, sabar dan cakap mengajar. Keempat sikap pribadi ini sekaligus menjadi renungan bagi oara hamba Tuhan. Pada sisi lain karakter demikian dikehendaki Tuhan dan setiap orang percaya. 


1. Tidak boleh bertengkar

Bertengkar adalah salah satu dari kata yang menjelaskan perseteruan. Jika seseorang bertengkar tentu yang terjadi adalah kegaduhan dan jauh dari keharmonisan dan kerukunan. Bukankah kita sudah dijadikan "anak-anak Tuhan". Kita adalah anak-anak Alalh yang hidup dalam damai. Hidup dalam damai bukan berarti tidak bisa berbeda. Alkitab sangat menghargai perbedaan, selisih pendapat dan berbeda opini. Namun hal yang dilarang adalah bertengkar. Jika seseorang bertengkar maka semua tenaga dan kekuatannya diarahkan untuk melumpuhkan lawan. Orang lain dianggap musuh yang harus dijatuhkan. Orang yang bertengkar pasti melukai dan saat luka akan ada tersimpan dendam yang siap dibalaskan. Dengan pemahaman demikian kita mengerti bahwa dalam pertengkaran, seseorang menempatkan orang lain sebagai musuh. 


2. Ramah

Jika dalam bertengkar orang lain dianggap musuh, maka dalam sikap ramah memperlakukan orang lain secara positip. Seorang yang ramah menganggap orang lain sebagai orang yang harus dihormati dan dilayani dengan penuh ketulusan dan kelemah lembutan. Di dalam sikap ramah, seseorang menempatkan orang lain lebih tinggi. Ramah berarti juga bersedia mempersembahkan apa yang ada padanya untuk menyenangkan orang lain. 


3. Sabar 

Sabar dapat diartikan dalam dua sikap, sikap pertama dari segi waktu. Seseorang yang sabar menunggu hingga waktu yang ditentukan tiba. Arti kedua arti sabar adalah  keuletan hati yang dapat menerima keadaan yang terjadi. Sabar berarti suasana batin yang tenang dan teduh. Sekalipun diperlakukan tidak baik, ditindas dan berbagai hal buruk ditimpakan, tidak ada slniat untuk membalaskan. Namun di dalam hatinya. 


4. Cakap mengajar

Seorang hamba Tuhan pasti mengajar, mengajarkan Firman Tuhan bagi warganya. Dalam mengajar ini seorang hamba Tuhan harus membenahi dirinya agar dapat mengajarkan kehendak Allah. Yesus menjadi guru dan teladan yang baik dalam mengajar, sederhana namunendalam, berumpama sehingga mudah dimengerti. 

Sebagai pendeta saya menyadari bahwa tidak mudah mengajar; sering saya menyadari bahwa jemaat yang mendengar bosan dan boring, tetapi tetap berusaha agar setiap mengajar mempersiapkan bahan ajar sebaik mungkin. Cakapengajar bukan dipahami sebagai keterampilannya sih, namun kemurnian, kejujuran dan ketulusan. 


Keempat hal diatas tentu bukanlah ditujukkan hanya pada hamba Tuhan, namun semua orang percaya. Mari tetap mengasah dan menempa diri untuk menjadi pribadi yang mulia dan berkenan dihadapan Tuhan.


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 30 Oktober 2021

INJIL KEKUATAN ALLAH YANG MEMPERBAHARUI

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6407653322640013/?sfnsn=wiwspmo

Kotbah Minggu XXII Setelah Trinitatis

Minggu, 31 Agustus 2021

Nas: Roma 1:16-17


*INJIL YANG MEMPERBAHARUI*


Selamat hari Minggu! Sahabat yang baik hati, keyakinan seseorang akan mempengaruhi etos kerja. Jika seorang petani yakin bahwa bibit yang dia tanam akan bertumbuh dan menghasilkan panen, maka dia akan memiliki semangat yang sungguh-sungguh merawatnya sampai menunggu hasil panen. Demikian halnya salam berbagai pekerjaan lainnya. Maka dalam melakukan pekerjaan awalilah dengan keyakinan bahwa apa yang dikerjakan akan menghasilkan sesuatu yang baik.  


Dari apa yang disampaikan oleh Paulus dalam kotbah Minggu ini, benar-benar menjawab, kenapa Paulus begitu gigih dalam pemberitaan Injil? Kuncinya adalah keyakinannya akan Injil sebagai kekuatan Allah yang memperbaharui. Paulus yakin dan percaya bahwa Injil di dalam Yesus Kristus adalah kekuatan yang memperbaharui dunia ini. Injil akan memperbaiki hidup manusia. Injil akan membawa dunia lebih baik. Sehingga semangat memberitakan Injil itu terus membara dalam hidupnya. 


*1. Keyakinan Paulus.*

Berangkat dari keyakinan. Itu hal penting dalam setiap melaksanakan tugas dan pekerjaan. Demikianlah Paulus bahwa keyakinannya di dalam Injil akan memperbaharui dunia. Dia percaya dan seyakin-yakinnya kepada Injil Yesus Kristus.


Paulus sebelum bertobat memiliki keyakinan yang legalis dalam agama Yahudi. Bahkan dari segi ketaatannya kepada Taurat dia seorang Farisi, tetapi keyakinan lama itu tidak ada berartinya ketimbang keuntungan yang didapatkan di dalam keyakinan baru yaitu di dalam Injil.

Filipi 3:5-8 (TB)  disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 

tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.  

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 


Apa yang dianggap oleh Paulus dalam keyakinan lamanya keuntungan namun setelah mengenal Kristus semuanya dianggap sampah yang tak berguna. 

Paulus ditangkap oleh Kristus dan mengubahnya dari pengejar dan penganiayaan Jemaat menjadi pemberita Injil. Jika dahulu dia berlari mengejar jemaat, namun setelah keyakinannya di dalam Injil dia tetap berlari untuk memberitakan Injil dna mendirikan gereja.  


Keyakinan Paulus ini juga mesti menjadi dasar bagi kita dalam menjalani hidup ini dan dalam melakukan pekerjakan sehari-hari. Kita yakin bahwa Tuhan telah menyediakan kehidupan yang kekal bagi kita, maka keadaan apapun yang terjadi kita tetap setia dan percaya pada Tuhan.


*2. Injil Kekuatan Allah yang memperbaharui*

Mengapa Injil sebagai kekuatan Allah yang memperbaharui? Hidup Paulus menjadi contoh yang kongkrit. Hidupnya lebih berguna dan mempengaruhi sejarah dunia. Gereja-gereja yang bertumbuh dari hasil pemberitaan Paulus telah menjadi saksi sejarah bahwa Injil memperbaharui kehidupan manusia. 


Paulus diperbaharui dari keyakinan yang lama menjadi manusia baru di dalam Yesus Kristus. Apa yang dahulu dia anggap keuntungan justru dianggap sampah yang tidak berguna dibandingkan dengan upah yang akan diwarisi di dalam Injil, yaitu: mahkota kehidupan. 


Di dalam Injil hidup Paulus berubah dan berguna. Dahulu melukai namun di dalam Injil dia menyembuhkan. Dahulu dia menjadi air mata bagi orang lain, namun setelah di dalam Kristus Paulus menjadi mata air yang mengalirkan kehidupan. Keyakinan dulu membuat dia menjadi orang yang menakutkan bagi orang namun di dalam Injil dia menjadi seorang sahabat yang menyenangkan dan memberitakan damai sejahtera.


Kehadiran Injil mempeebaharui. Contoh adalah orang Batak. Orang Batak lebih maju setelah kehadiran Injil. Jaman sebelum Injil, tanah Batak hidup dalam kegelapan, namun setelah kehadiran Injil orang Batak menjadi bangkit karena kehadiran Injil bukan semata-mata untuk mendirikan gereja tetapi ikut juga aspek pendidikan, kesehatan dan manfaat ekonomi. 


Bagi Paulus Injil di dalam Yesus Kristus adalah transformasi: transformasi hubungan Allah dengan manusia, manusia dengan sesama dan alam. Itulah simbol salib, Salim Kristus memperbaharui hubungan manusia dengan Allah (vertikal) dan memperbaharui hubungan manusia dengan sesama dan alam (horizontal). Paulus menyadari sepenuhnya bahwa keyakinannya yang lama tak menyelamatkan, akhirnya dia semakin mendalami dan menyadari bagaimana rencana Allah menyelamatkan manusia di dlaam salib Kristus.  Di dalam Salib Paulus menemukan jawaban, Kristus adalah penggenapan janji. Manusia berdosa seharusnya mati oleh dosa, namun salib Kristus menebus dan menyelamatkan. 

Bagi Paulus peristiwa salib sangan penting dimana Allah menerima manusia berdosa, mengampuni dan menyelamatkan karena korban penghapusan dosa.  Pengampunan ini mendamaikan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesama.


Kejatuhan manusia dalma dosa telah merusak citra kesegambaran manusia dengan rupa Allah. Oleh dosa Citra manusia yang segambar dengan rupa Allah rusak, terasing dan hidup dalam saling menyalahkan dan mengalahkan (Kej 3). Didalam Kristus kita diperbaharui dan diciptakan menjadi manusia baru. Jadi tugas manusia baru adalah memperbaharui dirinya secara terus meneru menuju kesempurnaan dan kehendak Allah.


*3. Sola Fide: orang benar hidup oleh iman*

Hal ketiga dari kotbah Minggu ini yang perlu kita rayakan adalah iman.  Sola Fide mengingatkan kita pada tokoh reformator Marthin Luther. Pada tanggal 31 Oktober Marthin Luther menempelkan 95 dalil-dalil lnya di pintu gerbang katedral Wittenberg - Jerman. Dalil Marthin Luther merupakan suatu gerakan pembaharuan gereja yang telah menyimpang dari ajaran Alkitab. Marthin Luther memasuki keprihatin mendalam atas praktek yang keliru akan ajaran dan praktek gereja yang menindas. Ajaran reformasi Marthin Luther terinspirasi dari nas kotbah Minggu ini: orang benar akan hidup oleh iman. 


Gerakan reformasi Marthin Luther ini telah mempengaruhi kehidupan gereja dan masyarakat di seluruh Eropa. Ada arus perubahan yang besar di kalanga masyarakat. Otoritas iamam akan penafsir tunggal Alkitab diruntuhkan dengan gencarnya pencetakan dan penyebaran Alkitab. Oleh reformasi dunia Erop di bidang politik menjadi semakin demokratis. 


Ada tiga istilah yang pakai M. Luther sebagaimlandasan reformasi: Sola gratia (keselamatan hanya oleh anugerah). Dalam ajaran ini manusia tidak hidup oleh Budi baik atau pekerjaan baik, keselamatan itu adalah anugerah Allah.  Sola Fide (hanya oleh iman). Keselamatan dan oengampunan dosa kita terima di dalam iman.  Sola Scriptura (hanya oleh Alkitab), sumber kebenaran hanya di dalam Alkitab. Kekuasaan dan otoritas Paus atau imam tidak boleh melebihi dari kebenaran didlaam Alkitab. 


Bukan karena kebetulan pada hari minggu reformasi ini kita diingatkan akan tugas gereja yang harus senantiasa memperbaharui diri (semper reformanda). Pembaharuan itu didasarkan pada landasan iman. Maka sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita terpanggil melakukan perubahan apalagi di masa PANDEMI dan era digital ini. 


Bisa saja nilai-nilai kehidupan bergeser, apa yang dulu dianggap benar namun oleh perbuahan nilai dianggap usnag DNA tak berguna.  Perubahan sosial begitu cepat dan kecepatan-kecepatan lainnya yang dialami oleh umat manusia di era digital ini. Kotbah ini mengingatkan kita landasan kita melakoni kehidupan di masa PANDEMI dan era digital 4.0 ini semuanya harus dilandaskan pada iman. Dalam kondisi apapun iman dapat menjawab tantangan. Orang benar akan hidup oleh iman. 


Hidup orang percaya berdiri diatas iman, dan dipimpian oleh iman menuju kehendak Allah yang sempurna.  Maka dalam Minggu reformasi ini perlu merenungkan: perubahan apakah yang telah kita rubah dalam hidup kita? 

Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati!


Salam: Pdt. Nekson M Simanjuntak

Jumat, 29 Oktober 2021

HATI YANG GEMBIRA

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6402120693193276/?sfnsn=wiwspm

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 30 Oktober 2021 


*HATI YANG GEMBIRA*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Amsal 15: 13 (TB) “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.”


Proverbs 15:13 (KJV) A merry heart maketh a cheerful countenance: but by sorrow of the heart the spirit is broken. 


Sahabat yang baik hati.

Para peneliti mengatakan bahwa walaupun pola hidup berubah lebih sehat dan teratur seperti: makan makanan yang bergizi, memulai olah raga, tidur 6-8 jam setiap malam, berpantang pada alkohol, rokok dan obat-obatan berbahaya lainnya, tetapi jika tingkat stres tetap tinggi, maka untuk menjadi lebih sehat sangatlah lambat. 


Dalam renungan ini mengatakan: “kepedihan hati mematahkan semangat.” Berarti roh, jiwa, batin dan pikiran sedang mengalami tekanan berat yang membuatnya patah semangat bahkan hancur hatinya. Keadaan ini menggambarkan tentang seseorang yang telah kehilangan gairah hidup. Ia merasakan kesusahan, kekecewaan, kekhawatiran, kepedihan hati, kepahitan, dan lain sebagainya. Terhadap situasi ini, Raja Salomo menyebutkan akibatnya, yaitu dapat mematahkan semangat atau kehilangan gairah hidup. 


Raja Salomo mengungkapkan bahwa kepedihan hati yang diakibatkan berbagai duka, tekanan dan pergumulan serta kehilangan, membuat seseorang bisa kehilangan semangat. Tetapi apabila orang tersebut tetap mau memelihara suasana hatinya dengan tetap bergembira, beriman dan berpengharapan sekalipun sedang menanggung beban berat, maka dia akan mampu menjalani liku-liku perjalanan hidupnya dengan muka yang berseri-seri. 


Sahabat yang baik hati.

Apa yang kita pikirkan dan rasakan dapat mempengaruhi semangat dan gairah hidup kita. Banyak penyakit bermunculan dalam tubuh seseorang karena diawali dengan penyakit pikiran dan menjadi korban perasaan. Situasi pikiran dan batin kita juga berpengaruh terhadap kinerja kita. Salomo menuliskan dalam Amsal 15: 15 “Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta” Orang yang suasana hatinya sedang buruk, biasanya melakukan banyak kesalahan dalam pekerjaannya, dan biasanya sulit untuk fokus melakukan apapun. Orang yang suasana hatinya sedang buruk dan kelabu mukanya tidak memancarkan sukacita atau tidak berseri-seri tetapi muram dan masam. 


Sahabat yang baik hati.

Orang yang bergembira bukan berarti orang itu bebas dari persoalan hidup. Mereka juga mengalami berbagai masalah hidup dan penderitaan, tetapi mereka memandang semuanya sebagai bagian dari prsoes pertumbuhan rohani. Oleh karena itu, agar kita dapat terus menjadi orang yang berbahagia walaupun sedang mengalami banyak pergumulan, maka kita harus: 


Membuang segala kekuatiran.

Kekuatiran tidak akan membuat kehidupan kita semakin baik dan beban semakin ringan, justru sebaliknya akan semakin memperberat beban dan membuat keadaan semakin buruk. Kekuatiran tidak ada gunanya. Oleh karena itu, kita harus menenangkan hati dan pikiran, serta lebih fokus melakukan pekerjaan dan aktivitas lain, agar kita mampu keluar dari persoalan dan percaya pada pertolongan dan pemeliharaan Tuhan. 


Memakai Kacamata Kekekalan. 

Kita memandang bahwa segala sesuatu yang kita alami tidak pernah lepas dari pandangan Allah. Kita menjalani penderitaan itu dengan tabah dan dilandasi keyakinan bahwa Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita. 


Menerima Kenyataan.

Kita tidak bisa mengatur semua hal di dunia ini supaya sesuai dengan keinginan kita. Ada hal-hal tertentu, terutama faktor yang ada di luar diri kita, yang tidak dapat kita ubah. Terhadap kenyataan yang tidak dapat kita ubah, kita sebaiknya bersikap pasrah dan menerima kenyataan dengan perasaan damai. 


Tetap Bersyukur.

Bersyukur berarti berterima kasih dan menghargai apa yang kira miliki saat ini. Kita kadang-kadang kurang menghargai orang, benda, atau kemudahan dan pencapaain yang kita miliki, namun setelah kita kehilangan semuanya itu, barulah kita sadar bahwa betapa pentingnya menghargai dan mengucap syukur. Rasa syukur memenuhi perasaan hati kita dengan rasa gembira karena merasa diberkati dengan banyak karunia dan berlimpah kasih Tuhan dalam hidup kita. 


Sahabatku, bukanlah berapa banyak yang kita miliki dan yang kita raih dalam hidup ini, tetapi berapa banyak yang kita nikmati dan yang kita beri kepada saudara-saudari terkasih. Hal inilah yang membuat hati kita tetap terpelihara dengan suka cita dan gembira sehingga muka kita tetap berseri-seri.


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim: JZ

Kamis, 28 Oktober 2021

TIDAK ADA YANG DAPAT MEMISAHKAN KITA DARI KASIH KRISTUS

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6396477923757553/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Jumat, 29 Oktober 2021


*“TAK ADA YANG DAPAT MEMISAHKAN KITA DARI KASIH KRISTUS”*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan:


Roma 8:35 (TB)  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?


Romans 8:35 (UKJV)  Who shall separate us from the love (o. agape) of Christ? shall tribulation, or distress, or persecution, or famine, or nakedness, or peril, or sword?


Setiap orang tentunya memiliki pergumulan yang berbeda-beda dalam hidupnya. Ada orang yang sedang bergumul tentang kesehatannya, pekerjaan, pendidikan, keluarga dan sebagainya. Bagaimanakah kita menghadapi semua itu? Orang percaya, senantiasa menyakini bahwa Tuhan Allah akan menolongnya dalam menghadapi segala pergumulan hidupnya. Orang yang tidak percaya, cenderung akan bimbang dan menjadi putus asa ketika ia menghadapi berbagai pergumulan hidup, dan mungkin saja ia akan menyerah pada keadaan. Orang Kristen, tidak boleh menyerah pada keadaan. Apakah yang senantiasa menguatkan dan meneguhkan iman kita ketika kita menghadapi berbagai pergumulan hidup itu? Kasih Kristus, ya hanya kasih Kristus saja menjadi dasar dan kekuatan bagi kita untuk tetap teguh dan kuat ketika menghadapi berbagai pergumulan hidup.


Rasul Paulus dalam nas hari ini, menyatakan “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” Ini merupakan pertanyaan yang menantang jemaat di Roma pada saat itu. Mengapa Paulus berkata demikian? Apakah yang sedang terjadi pada jemaat di Roma? Paulus menuliskan surat kepada orang Roma ini dari Korintus menjelaang akhir dari perjalanan missi pekabaran injil ketiganya. Surat ini ditujukannya kepada anggota jemaat di Roma. Pada saat itu, jemaat Kristen di Roma sedang menghadapi banyak tekanan dari orang Yahudi maupun orang Roma. Di samping itu, pada saat itu sedang terjadi konflik di tengah-tengah jemaat di Roma. Itulah sebabnya Paulus sangat menekankan pentingnya menjaga kesatuan di tengah-tengah jemaat, sebagai anggota tubuh Kristus. Kasih adalah dasar hidup pengikut Kristus. Melalui suratnya kepada jemaat di Roma ini, Paulus ingin mengajarkan tuntutan-tuntutan praktis kehidupan orang Kristen yang seharusnya. Apapun yang terjadi dalam kehidupan para pengikut Kristus, baik itu pergumulan hidup seperti penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang, semuanya itu tidak dapat memisahkan mereka dari kasih Kristus. 


Kasih manusia ada batasnya.  Kasih Phileo (kasih antara saudara dan sahabat), kasih Eros (kasih antara lawan jenis) dan kasih Storge (kasih orangtua kepada anak dan sebaliknya) ada batasnya, kasih itu dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Kasih antara sesama manusia, baik antara orangtua dan anak, anak dan orangtua, sesama saudara dan sahabat serta kasih antara suami dan istri ada batasnya. Kasih seseorang terhadap orang lain ada batasnya, dapat dipisahkan oleh ruang dan waktu. Namun, ada kasih yang tiada batas, yaitu kasih Allah yang disebut sebagai kasih Agape. Kasih Agape adalah kasih tanpa syarat, Ia akan tetap mengasihi sekalipun tidak dikasihi. Kasih ini adalah kasih Allah. 


Mengapa tak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus?


a. Karena Allah adalah kasih

Allah mengasihi manusia karena Allah itu adalah kasih itu sendiri dan Ia telah terlebih dahulu mengasihi kita dengan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita manusia (1 Yohanes 4:8-10).


b. Kasih Allah bersifat kekal

Kasih Allah tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, kasih Allah itu bersifat kekal. Ia akan tetap mengasihi dunia ini beserta isinya termasuk manusia selama dunia ini masih ada. Berulang kali Allah murka karena dosa-dosa manusia, namun ia tetap mengasihi manusia itu.  Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup… (Yehezkiel 33:11).


c. Allah adalah sumber kekuatan kita

Ketika kita menghadapi berbagai Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang saat menjadi pengikut Kristus, yakinlah Ia akan menguatkan dan meneguhkan iman kita. Allah yang adalah kasih itu, menjadi sumber kekuatan kita yang utama. KasihNya sebagai dasar bagi kita untuk bertahan dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup. Allah senantiasa setia dan menjadi tempat perlindungan paling aman bagi kita. 


Jadi, jangan takut! Percayalah bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Selamat mensyukuri kasih Allah dalam hidupmu. Amin.


Salam dari tim penulis: RN

Rabu, 27 Oktober 2021

HIDUP UNTUK MENYENANGKAN TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6390727724332573/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 28 Oktober 2021 


*HIDUPLAH UNTUK MENYENANGKAN TUHAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Mazmur 147: 11 

TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.


Psalm 147: 11 (NIV)

the LORD delights in those who fear him, who put their hope in his unfailing love.


Sahabat yang baik, pernahkah saudara menyenangkan hati orang? Ya, dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dituntut untuk bisa menyenangkan hati orang yang ada disekitar kita, apakah itu orang tua, pasangan, anak, keluarga, saudara, tetangga dan lain sebagainya. Ketika kita mampu menyenangkan hati orang melalui perkataan dan perbuatan baik kita, maka orang itupun pasti akan meresponnya dengan sukacita dan akan menyenangkan hati kita pula. Namun, jujur saja kenyataannya kita justru lebih sering menuntut orang lain untuk menyenangkan hati kita, namun lupa atau bahkan tidak mau menyenangkan hati orang lain.


Sahabat yang baik, demikian juga dengan Allah Tuhan kita. Sebagai manusia, kita tentu sangat senang diperlakukan baik oleh Tuhan, namun pernahkah kita berfikir untuk menyenangkan hati Tuhan? Ya, terkadang kita lupa menyenangkan hati Tuhan, karena lebih sering hanya menuntut ingin disenangkan oleh Tuhan. Pemazmur dalam nyanyiannya di pasal 147 menyaksikan betapa banyaknya perbuatan Tuhan yang Ia lakukan untuk menyenangkan hati umat kesayanganNya. Di ayat 2-4 Pemazmur memaparkan beberapa kebaikan Tuhan yang ia saksikan, spt: ketika Allah membangun Yerusalem yang megah dan indah yang menjadi kebanggan bangsa Israel, ketika Allah menyelamatkan bangsa Israel dan mengumpulkan orang-orang yang tercerai-berai, menyembuhkan banyak orang yang sakit fisik maupun sakit mental, dan ketika Tuhan menciptakan segala ciptaanNya secara detail untuk kepentingan manusia, dll. Sungguh tak terbilang banyaknya perbuatan baik Tuhan yang menyenangkan hati kita umatNya. Pertanyaannya, sudahkah selama ini kita juga menyenangkan hati Tuhan? 


Apakah yang menyenangkan hati Tuhan? Pemazmur dalam pasal 147 ini justru dengan lantang mengatakan bahwa Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Tuhan kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Dalam hal ini, pemazmur menyadari bahwa untuk bisa menyenangkan hati Tuhan, maka kita harus menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan. 

1. Takut akan Tuhan adalah sebuah bentuk prilaku hidup yang selalu memuliakan dan menghormati Allah sebagai Tuhan, sebagai yang Mahakuasa pencipta segala yang ada yang senantiasa melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita.

2. 2. Takut akan Tuhan adalah sebuah prilaku hidup yang senantiasa berserah dan berharap pada kasih setia Tuhan (ay.11b). Artinya orang yang takut akan Tuhan adalah mereka percaya penuh pada kemahakuasaan Allah, yang menyadari dan merasakan besarnya kasih setia Tuhan dalam sepanjang hidupnya, yang percaya bahwa hanya karena kasih setia Tuhanlah mereka dapat hidup dan diselamatkan. Oleh karena itu irang yang takut akan Tuhan tidak akan pernah mengandalkan kekuatan dan pikirannya sendiri tetapi mengandalkan kekuatan Tuhan dalam segala pergumulannya, mereka tidak akan  pernah pesimis dalam hidupnya sebab senantiasa bergantung dan berharap pada kekuatan Tuhan. 

3. 3. Hidup takut akan Tuhan adalah prilaku hidup yang meneladani Tuhan. Artinya, orang yang takut akan Tuhan adalah mereka yang senantiasa menjaga hidupnya benar seturut dengan kehendak Tuhan dan menjauhi segala laranganNya. Mereka adalah orang yang mewujudnyatakan kasih setia Allah yang mereka rasakan melalui perbuatan baiknya kepada sesama dan seluruh ciptaan.


Sahabat yang baik, jika kita sudah mengetahui apa yang Tuhan senangi dari hidup kita, maka hiduplah untuk menyenangkan hati Tuhan dan bukan untuk menyenangkan hati manusia semata. Jangan karena ingin menyenangkan hati manusia, kita justru menyakiti hati Tuhan dengan menghalalkan perbuatan-perbuatan yang tidak disenangi Tuhan. Ingatlah sahabat, sudah tak terhitung banyaknya berkat dan kebaikan Tuhan yang Ia nyatakan sebagai bentuk kasih setiaNya bagi hidup kita pribadi lepas pribadi. Semua itu Tuhan lakukan tentulah untuk menyenangkan kita semua umatNya. Oleh karena itu, sudah saatnya kita memberi hati, pikiran dan waktu kita untuk menyenangkan hati Tuhan yang Mahabaik itu dengan hidup benar dan takut akan Tuhan. Amin


Salam dari Tim Penulis: MHS

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...