Kamis, 13 Agustus 2020

TETAP SETIA MEMBERKATI UMATNYA

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Renungan Harian, Jumat, 14 Agustus 2020


TETAP SETIA MEMBERKATI UMATNYA


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Roma 10:21 (TB)  Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."


Romans 10:21 (RWV)  But to Israel he saith, All day long I have stretched forth my hands to a disobedient and contrary people.


Sekalipun bangsa Israel disebut dengan bangsa yang "tegar tengkuk" tetapi Tuhan tetap memberkati umatNya. Itulah satu kalimat penting memahami renungan hari ini.


Dalam PL kata ini muncul sebanyak 10 kali semuanya menunjukkan kepada karakter bangsa Israel yang tegar tengkuk. Sebutan itu diawali dari Musa dapat kita baca dalam Keluaran 32:9 (TB)  Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

Hal ini cukup beralasan sekalipun mereka telah menyaksikan perbuatan Allah yang besar, 10 tulah di Mesir, Kuasa Tuhan uang dahsyat menyeberangkan Israel di Laut Merah dan berbagai tanda ajaib lainnya di padang gurun. Namun jika ada kesulitan sedikit mereka bersungut-sungut dan tak segan mengatakan kepada Musa agar mereka kembali ke Mesir. 

Raja Hizkia menegor bangsa Israel agar umat Allah jangan tegar tengkuk seperti leluhur mereka (2 Taw 20:8) dan Selain tegar tengkuk nabi Yesaya menyebutkan mereka kwras kepala dn kepala batu. Yesaya 48:4 (TB)  Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu. 


Tegar tengkuk berarti keras kepala, tidak mau menurut. Dengan kata lain, tidak taat, tidak setia dan tidak patuh. Sikap tegar tengkuk ini terjadi dalam sejarah perjalanan bangsa Israel. Mereka sering kali menolak hamba-hamba Tuhan yang menyampaikan maksud Allah namun tidak percaya.  Menurut nabi Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel bahwa dampak penolakan dan ketidak setiaan bangsa Israel membuat Tuhan murka dan menjadikan Israel terbuang ke Babel. 


Tuhan memberikan hukuman atas ketidak setiaan umat Israel, namun kasihNya tidak pernah putus. Tuhan menegor dan memberi ganjaran kepada kedegilan hati dan ketidak percayaan mereka namun Tuhan tetap setia menyanyangi dan memberkati umatNya. Tuhan memulangkan bangsa Israel dan memulangkannya ke Yerusalem dan memulihkan Sion.


Ada catatan yang menarik dari Paulus tentang kedegilan hati bangsa Israel. Allah telah mengutus Yesus Kristus memenuhi janji keselamatan bagi umatNya Israel. Semasa hidupNya Yesus telah mengajar, melayani dan melakukan tanda-tanda mujizat. Dari apa yang dilakukan oleh Yesus sampai kematian dan kebangkitannya namun mereka tidak percaya dan menolak Yesus. Disinilah Paulus melihat suatu maksud Allah di alik ketidak percayaan Israel. 


Pertama: ketidak percayaan Israel tidak membuat Tuhan membatalkan kasihNya kepada Israel. Tuhan tetap sayang dan memberkati umatNya. Dalam renungan ini disebut: "Aku telah mengulurkan tanganku seoanjng hari". Allah itu senantiasa memberkati umatNya. Allah murka terhadap pelanggaran dan ketidak percayaan umatNya. Sekalipun Tuhan murka kepad umatnya namun kaaih Tuhan lebih besar dari amarahNya. Tuhan tetap mengangkat tangannya memberkati Israel.

Kebaikan Tuhan kepada umatnya bukan tergantung kepada respon atau balasan umat kepada Tuhan. Tuhan mengasiho dan membeekati umatNya karena Tuhan itu Maha Baik, penyanyang dan setia pada janjiNya yang telah menetapkan bangsa Israel menjadi umat pilihan dan kepunyaan Allah. 


Kedua, penolakan Israel menjadi kesempatan bagi bangsa-bangsa menerima kasih karunia Allah. Memang berkat itu dijanjikan kepada Israel agar mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Namun karwna pwnolakan banhsa Israel keselamatan itu disampaikan kepada bangsa-bangsa di luar Yahudi. Bagi mereka yang menyambut dan menerimanya mereka memperoleh keselamatan. Dijelaskan dalam  Roma 11:6, 10-11 (TB)  Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk."  Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.


Keselamatan bagi bangsa-bangsa tidak menjadikan bangsa Israel tersandung, namun telah membuat mereka cemburu, yang seharusnya mereka menikmati kasih karunia Allah, namun berkati itu menjadi milik semua banhsa. Pada akhirnya mereka akan cemburu dn kembali kepada Allah. 


Sahabat yang baik hati! Kebaikan yang kita lakukan dalam hidup ini sering kali kita dilakukan sebagai balas jasa atas kebaikan yang kita terima. Renungan hari ini kita belajar dari Firman.  Tuhan itu baik, mengasihi dan memberkati tidak didasarkan pada kebaikan umat itu kepada Tuhan. Tuhan tetap mengasihi dan memberkati karena Tuhan setia pada janjiNya. Mengenal kasih Allah yang demikian seharusnya membuat kita semakin cepat menyadari kasih Allah, percaya dan setia kepada Tuhan. 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak



Rabu, 12 Agustus 2020

BERKAT BAGI ORANG RUKUN

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Renungan Harian, Kamis 13 Agustus 2020


BERKAT TUHAN BAGI ORANG RUKUN


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Mazmur 133:3 (TB)  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. 


Psalms 133:3 (RWV)  As the dew of Hermon, and as the dew that descended upon the mountains of Zion: for there the LORD commanded the blessing, even life for evermore.


Orang yang mengedepankan hidup rukun akan tenteram menikmati berkat Tuhan. Sebaliknya orang yang selalu rebut dan ribut akan kehilangan apa yang ada padanya. 


Hal inilah yang dijelaskan dalam renungan hari ini suatu kepastian bahwa berkat akan mengalir kepada  orang yang memelihara hidup rukun. Berkat itu disimbolkan dengan dua gunung yang disebutkan pemazmur yaitu gunung Hermon dan Gunung  Sion. Gunung Hermon merupakan gunung tertingi di Palestina   dan   perbatasan   Israel   ke   Libanon   dengan   ketinggian   2.814M. Gunung Hermon ini juga sekaligus batas wilayah utara dengan orang Amori. 


Jaman   Alkitab   gunung   Hermon   ini   selalu   ditutupi   dengan   salju   sepanjangtahun.   Hal   ini   membuat   lereng   bukit   Hermon   menjadi   daerah   subursepanjang   tahun   karena   dialiri   dengan   tetesan   es   dari   puncak   gunungHermon.   Jika   daerah   lain  sudah   kering   dan   gersang   dimana   tanaman  takdapat tumbuh maka di lereng gunung Hermon petani akan menikmati berkatluar biasa, tanaman tetap bisa tumbuh karena tetesan es gunung Hermon.


Fakta ini dipakai oleh Mazmur 133 ini menjadi inspirasi bahwa orang yang memeliharan hidup rukun berkat akan mengalir sepanjang masa. Tiada henti berkat Tuhan bagi orang yang diam dengan rukun. Tetesan gunung Hermon tak cukup, berkat bagi orang yang hidup danrukun dihubungkan dengan gunung Sion. 


Sion adalah kota Daud. Sion adalah symbol   kejayaan   Daud   yang   berhasil   menyatukan   seluruh   bangsa   Israel. Selain pusat kekuasaan Daud membangun Sion menjadi pusat peribadahan dengan mengangkat Tabut Perjanjian ke sana, kemudian di jaman Salomo diSion   dibangun   Bait   Allah.   


Apa   yang   mau   disampaikan   oleh   pemazmur? Kebahagian   itu   bukan   hanya   dalam   bentuk   kemakmuran   dan   panen (ekonomis)   tetapi   juga   kejayaan   dan   kebahagiaan   yang   bersumber   dari kerohanian, keyakinan dan kepercayaan. Sebanyak apapun kekayaan yang didapatkan,   kejayaan   yang   dicapai   semuanya   akan   gersang   kalau   tidak disertai spiritualitas yang baik. Sion adalah bukit di mana Allah Hadir. Maka ketenangan, kebahagiaan dan kejayaan akan menjadi berkat saat Allah hadir dalam kehidupan kita. 


Sahabat yang baik hati! Gunung Hermon dan Sion menjadi simbol penting mmelengkapi berkatbagi orang yang hidup   bersama   dengan  rukun. Mari pelihara  hidup  rukun dalam   kehidupan   keluarga   dan   bermasyarakat.   Tuhan   mengalirkan   akan berkat,   kejayaan   dan   sukacita   bagi   kita   semua.   


Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen.  


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak


Selasa, 11 Agustus 2020

AKU INI, JANGAN TAKUT

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Renungan Harian, Rabu, 12 Agustus 2020


AKU INI, JANGAN TAKUT!


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak dipagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Yohanes 6:20 (TB)  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"


John 6:20 (RWV)  But he saith to them, It is I; be not afraid.


Takut adalah perasaan gentar menghadapi sesuatu. Rasa takut membuat seseorang tak berdaya dan kehilangan akal. Menurut para psikolog ada banyak faktor yang membuat seseorang takut (fobia): diantaranya: takut karena ada penolakan situasi baru, takut gagal, takut kesepian, takut atas ketidak pastian, takut dihakimi dan takut karena ketidak mampuan. Semua ketakutan membaut orang kehilanga percaya diri, pesimis bahkan yang paling arah ketakutan ini adalah fobia. Fobia adalah ketakutan berlebihan pada sldiri seseorang.


Demikianlah pengalaman murid-murid sebagaimana diceritakan dalam Yohanes 6:16-21. Ada dua ketakutan para murid, pertama mereka takut karena badai, badai bisa saja menghempaskan perahu mereka. Kedua di dalam badai yang mengamuk mereka takut ada sosok banyakan yang berjalan diatas danau, perlahan demi perlahan mendekati perahu mereka.  Apa yang mereka takutkan justru telah memengubah ketakutan mereka.


"Aku Ini" suatu sapaan lembut dari Tuhan Yesus menenangkan hati murid yang mengalami ketakutan. Aku ini mengubah ketakutan. Pertama, Yesus menghardik badai dan danau berubah tenang. Seketika itu pun laut tenang dan mereka bisa berlanyar. Yesus berkuasa atas alam sampai angin dn badai bisa diredakan. Keberadaan Yesus bagi orang yang percaya akan menenangkan badai kehidupan. 


Kedua, banyangan yang menakutkan para murid. Banyangan yang menakutkan menghampiri para murid yang seharusnya tidak perlu ditakutkan. Bayakan ketakutan itu adalah imajinasi manusia. Yesus mengatakan Aku ini, berarti menjadikan segala sesuatu jelas. 


Dalam hidup ini ada saja banyangan yang menghantui dan menakut-nakuti pemikiran sehingga kita tidak mengenal apa dan siapa di sekitar kita. Ketakutan membuat peluang jadi terbuang. Bayangan yang menakutkan membuat orang tak melakukan apa-apa dan mengabaikan kesempatan. Ketakutan memadamkan prakarsa. Ide-ide kreatif menjadi sirnah. Setiap ada ide dan gagasan ketakutan menekan dan mengancam. Kini dengan sapaan Yesus: Aku ini, membuat segala sesuatu jelas, percaya diri dan berjalan dalam penyertaanNya. Yesus tak membiarkan murid-muridNya dalam bayang-bayang ketidak-pastian.


Sahabat yang baik hati! "Aku ini" adalah suatu kepastian bahwa Tuhan Yesus hadir ditengah-tengah pergumulan dan ketakutan murid. Yesus hadir bukan hanya mendampingi murid semata tetapi ketegangan menjadi ketenangan, mengubah ketakutan dengan kepastian. Aku ini meyakinkan semua murid bahwa Yesus akan selalu hadir memberikan jalan keluar atas pergumulan yang dihadapi. 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 10 Agustus 2020

IKAN ITU MEMUNTAHKAN YUNUS

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Renungan Harian, Selasa 11 Agustus 2020


IKAN ITU MEMUNTAHKAN YUNUS


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkn Firman Tuhan


Yunus 2:10 (TB)  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat. 


Jonah 2:10 (RWV)  And the LORD spoke to the fish, and it vomited out Jonah upon the dry land.


Seorang hamba Tuhan harus taat pada panggilan dan pengutusan yang diterimanya. Tugas hamba Tuhan adalah menyampaikan pesan. Dalam PL ada banyak penderitaan yang ditanggung oleh hamba Tuhan dalam menyampaikan FirmanNya. Salah satunya adalah kisah Yunus. Kisah Yunus ini telah dikenang dalam nyanyian anak Sekolah Minggu: " Yunus di perut ikan." 


Yunus diperintahkan Tuhan untuk memberitakan seruan pertobatan kepada kota Ninive. Suatu kota yang dianggap paling rawan dan sangat terkenal kejahatannya (Yunus 1:1). Nabi Nahum sendiri menyebutkan bahwa Ninive sebagai "kota penumpah darah" (Nahum 3:1). 


Bagaimana menyampaikan tegoran kepada orang lalim? Bagaimana menasihati orang fasik dan jahat? Sama saja menghantarkan nyawa sendiri. Demikian pikiran Yunus dan akhirnya memutuskan berlayar ke Damsyik menghindari panggilan. Dalam perjalanan ini terjadi badai yang hebat.  Mungkin semacam kebiasan nelayan di jaman itu, goncangan ini meminta korban maka mereka mengundi siapa yang dicampakkan ke laut dan sesuai pilihan itu jatuh kepada Yunus (1:7). Setelah diinvestigasi Yunus pun mengakui bahwa dia seorang pelarian, yang mengelak perintah Tuhan. Yunus pun dicampakkan ke laut dan akhirnya ditelan ikan besar selama tiga hari dan dimuntahkan ke darat. Semua adalah rencana Tuhan agar Yunus tetap memberitakan pertobatan kepada Ninive. Yunus akhirnya pergi memberitakan pertobatan, apa yang terjadi Ninive bertobat dan memperbaiki diri dan akhirnya penduduk kota Ninive selamat dari murka Tuhan.


Kisah Yunus telah menjadi contoh bahwa pamanggilan dan pengutusan sepenuhnya kuasa mutlak Tuhan. Tidk ada alasan apapun untuk tidak melakukan panggilan Tuhan. Tuhan sendiri memiliki kuasa agar FirmanNya terjadi seturut dengan kehendak Tuhan. Penolakan Yunus tak menjadikan maksud Tuhan batal, Allah dengan caranya sendiri akan tetap menjadikan Yunus menyampaikan FirmanNya.


Banyak penasfir mengambil makna dari kisah Yunus. Salah satu yang menarik adalah bahwa penolakan perintah Tuhan adalah kematian. Yunus ditelan ikan adalah metafora (gambaran) kematian. Manusia yang jatuh ke dalam dosa akan ditelan maut. Namun kuasa kematian dan kebangkitan Kristus menyeberangkan kita kepada kehidupan. Jika ikan memuntahkan Yunus ke darat adalah karunia dan kesempatan bagi Yunus hidup. Demikianlah kuasa Tuhan yang  besar membebaskan manusia dari kuasa maut kepada kehidupan yang kekal. 1 Korintus 15:54-55 (TB)  Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.  

Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 


Sahabat yang baik hati! Tanda Yunus menjadi pelajaran beeharga yang luar buasa, pertama setiap hamba Tuhan harus taat panggilan dan pengutusan Tuhan. Dalih apapun yang dibuat boleh seorang hamba Tuhan mengelak dari panggilannya namun kehendak Tuhan akan nyata. Ninive yang bertobat akhirnya memperoleh keselamatan dari Tuhan. Penolakan manusia tak membatalkan rencana Tuhan. 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 09 Agustus 2020

TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Renungan Harian, Senin 10 Agustus 2020


TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Yesaya 52:10 (TB)  TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. 


Isaiah 52:10 (RWV)  The LORD hath made bare his holy arm in the eyes of all the nations; and all the ends of the earth shall see the salvation of our God.


Saat musibah Tsunami melanda Banda Aceh banyak orang mengalami trauma.  Mereka meratapi kesedihan yang mendalam karena anggota keluarga mereka hilang ditelan tsunami. Pedih, pilu dan banyak yang mengalami pukulan berat. Dalam rangka pemulihan korban tsunami, selain pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi, salah satu program penting adalah 'traumatic healing", suatu pelatihan untuk mengembalikan goncangan seseorang yang mengalami trauma. Program ini sangat menolong untuk memulihkan goncangan jiwa dan frustrasi mendalam dari korban tsunami.


Kehadiran Yesaya dalam pembuangan Babel memberitakan penghiburan dan pemulihan Israel ibarat program traumatik healing bagi bangsa Israel. Kisah pahit di pembuangan membuat umat Allah terpukul dan terpuruk.  Mereka menjadi bangsa tawanan dan terbuang di negeri orang asing. Segala kejayaan, kemuliaan dan kemegahan bangsa Israel sirnah, bathin mereka terluka parah dan sulit dipulihkan. Mereka bertanya akan adalah kemurahan Tuhan bagi umatNya? Mungkinkah Tuhan akan datang memulihkan umatNya? Pertanyaan ini dijawab oleh nabi Yesaya: Allah memulihkan keadaan umatNya Israel. Tuhan datang sebagai Raja Kemuliaan dan akan berdiam di Sion. Allah memulihkan umatNya bahkan dari sion Tuhan akan menunjukkan tanganNya dan segala bangsa akan melihat keselamatan dari Tuhan. 


Nabi Yesaya mewartakan  bahwa Tuhan kembali Ke Sion. Sion adalah kota yang ditetapkan Daud menjadi pusat pemerintahan karena di Sion Daud membangun istana. Sion adalah pusat peribadahan karena di Sion Daud merencanakan pembangunan Bait Allah. Pembangunan Bait Allah kemudian terwujud pada jaman Salomo. 


Bangsa Israel akan kembali ke Sion suatu oenghiburan bagi mereka yang terbuang di Babel. Karena itu Yesaya menghibur mereka: Bersukacitalah dan bersorak-sorailah karena Tuhan akan menghantarkan mereka kembali ke Sion. Tuhan sendiri akan menebus umatNya dari pembuangan Babel.  Yesaya 52:9 (TB)  Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 


Allah telah menunjukkan tanganNya yang kudus di depan semua bangsa! Suatu jaminn bahwa Allah itu adalah Allah universal yang mengatasi segala bangsa. Allah memakai raja Koresh mengumumkan pembebasan bangi bangsa Israel agar kembali ke Sion dan membekali mereka untuk mrmbangun tembok Yerusalem dan pembangunan kembali Bait Allah. Yesaya 45:1 (TB)  Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup."


Sahabat yang baik hati! Renungan hari ini menguatkan kita dalam menghadapi pergumulan. Allah tidak membiarkan kita anak-anakNya tetap dalam keterpurukan.   Jika ada beban dan pergumulan batin kita, jangan takut dan gentar, percayalah Tuhan datang dan memulihkan keadaan kita. Tuhan dapat memakai siapa saja menjadi alatNya menyampaikan pertolongan dalam hidup ini.


Salam Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 08 Agustus 2020

BEKERJA DENGAN ETOS KERJA KRISTIANI

 Kotbah Minggu IX Stlh Trinitatis 9 Agustus 2020

Ev: Koloses 3:22-25 dan Ep Amsal 6:6-11


BEKERJA DENGAN ETOS KERJA KRISTIANI


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati.  Dalam leadership selain kemampuan (skill) keberhasilan ditentukan dua hal ini, pertama motivas dan kedua etos kerja. Motivasi adalah apa yang mendorong dia melakukan sesuatu. Biasanya semakin tinggi motivasi seseorang maka semakin tinggi juga keinginannya untuk mencapainya. Sedangkan Etos kerja adalah bagaimana seseorang mencapai tujuannya, apakah displin, tekun, rajin dan telaten dll. Seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi mencapai sesuatu tetapi tidak disertai dengan etos kerja biasanya akan mudah bergeser dari tujuan. Sebaliknga seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi mencapai sesuatu namun tidak disertai dengan etos kerja yang baik biasanya pada akhirnya orang lain akan kecewa.


Bagaimana orang Kristen memahami pekerjaan dan sikapnya terhadap upah? Inilah yang menjadi pokok penting dalam kotbah minggu ini.


Kolose 3:24 (TB)  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.


Menerima upah adalah saat bahagia bagi setiap pekerja. Untuk mendapat upah seorang pekerja harus melakukan tugas dan pekerjaannya dengan baik dan sebaliknya pemberi kerja harus memberikan penghargaan atau imbalan bagi setiap orang yang dipekerjakan. 


Gereja sejak awal telah memperlengkapi warga jemaat agar memiliki etos kerja yang baik. Bekerja bukanlah hanya sekedar menerima upah dari tuannya, namun bekerja adalah panggilan dan bahagian dari kesempatan melayani Tuhan. Pekerjaan bukanlah dipahami sebatas menuntut hak, tetapi mendapatkan bahagian yang ditentukan Tuhan dalam hidup ini.


Sebagaimana kita tahu, yang menjadi Kristen pada awalnya adalah banyak dari kalangan sederhana, pekerja atau hamba (budak) dan orang asing. Bagaimana sikap hidup seorang hamba dalam melakukan pekerjaan terhadap tuannya? Apakah dimotivasi untuk menerima upah?


Dari Kolose 3:22-25 ada tiga hal yang harus dilakukan oleh seorang hamba pada tuannya. Ketiga hal ini menjadi dasar etika kerja bagi orang Kristen.


Pertama, taat dan tuntuk kepada tuan pemberi kerjanya. Ketaatan ini bukan karena didasarkan upah atau karena takut kepada tuannya tetapi karena didasarkan ada takut akan Tuhan. Pekerjaan adalah anugerah dan pembeeian Allah, karena itu seorang hamba harus melakukan kewajibannya sebagai buah tanggung jawab kepada Tuhan. Dia melakukan tugas dan tanggung jawabnya bukan juga karena takut pada tuannya saja, tetapi didorong oleh kesadaran takut kepada Tuhan. Etos kerja demikian akan menghasilkan pekerjaan yang baik. Sekalipun tuannya tidak mengawasinya namun tetap bekerja dan menghasilkan buah pekerjaan terbaik. Sejalan dengan itulah Rasul Petrus berkata: Kisah Para Rasul 5:29 (TB): "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia."


Kedua, tulus bekerja dan mengabdikan pelayanan yang terbaik bagi tuannya sama seperti kepada Tuhan. Bekerja bukan untuk mengambil hati tuannya atau agar disenangi tuannya tetapi karena memang menyadari sebagai tugas dan tanggungjawab.  Satu ciri orang Batak adalah sangap marhula-hula. Setia ada upacara adat maka pihak boru tehadap hula-hulanya harus berupaya melakukan yang terbaik dan menyenangkan hari pihak hula-hulanya. Demikian dalam aktifitas kantor atau rekan kerja yang baik akan selalu dilayani dengan service terbaik. Maka lebih dari itulah sikap etis Kristen memahami pekerjaannya. Setiap mandat yang diberikan mesti dilakukan seperti melayani Tuhan. Firman Tuhan minggu ini mengajak kita semua, lakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan pengabdian kita sama seperti kepada Tuhan.


Ketiga, bertanggung jawab dalam segala pekerjaan dan bersedia menanggung kesalahan. Dalam segala usaha dan pekerjan yang dilakukan seorang pekerja pasti memiliki kesalahan atau kelemahan atau mungkin sudah berusaha yang terbaik tapi kurang dimata orang. Dalam segala kelemahan yang ada, Terimalah itu sebagai masukan, evaluaai dan perbaiki. Orang yang memperbaiki kesalahan akan menghasil pekerjaan yang lebih baik. Pekerja seperti itu akan bertanggung jawab dalam semua pekerjaannya. 


Seorang hamba harus bersedia mengganggung segala kesalahan. Seorang hamba yang baik akan bekerja sampai tuntas dan tidak akan pernah mengelak dari tanggung jawab.


Sahabat yang baik hati! Mendapat bahagian dari hasil pekerjaannya adalah hak setiap hamba.  Namun bahagian yang paling dinantikan oleh orang percaya jauh lebih penting yakni melakukan tugas sebagai panggilan Tuhan akan mendapat bahagian dari yang lebih berharga dari Tuhan. Sekali lagi arti bekerja bagi orang Kristen bukan hanya sebatas mendapatkan upah. Pekerjaan adalah anugerah dan pemberian Allah maka dengan bekerja dapat mengabdi dan melayani orang lain sebagai panggilan dari Tuhan. Bagi orang percaya pekerjaan adalah anugerah Allah, maka dalam melakukan semua pekerjaannya harus diikuti dengan etos kerja yang Kristiani. Amin


Selamat hari minggu, Tuhan memberkati!


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 06 Agustus 2020

TIDAK LAPAR DAN HAUS

https://www.facebook.com/216559085082832/posts/4195174663887901/?sfnsn=wiwspmo&extid=XT012BhmvQYZ1G1Y
FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Jumat, 7 Agustus 2020

*TIDAK LAPAR DAN HAUS*

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Yohanes 6:35 (TB)  Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

John 6:35 (RWV)  And Jesus said to them, I am the bread of life: he that cometh to me shall never hunger; and he that believeth on me shall never thirst.

Lapar - makan - kenyang - lapar lagi, demikianlah siklus kehidupan manusia sehari hari yang membutuhkan makanan. Demikian halnya kebutuhan air: Haus-minum-puas dahaga - kemudian haus lagi. Itu terus menerus yang terjadi dalam hidup kita. Makanan yang kita makan hanya sementara saja membuat kita kenyang, makanan diolah oleh tubuh ada yang menjadi energy dalam tubuh dan ada yang menjadi sampah dan berguna bagi alam. Demikianlah cara kerja tubuh ini diciptakan Tuhan. Tidak ada makanan satupun di dunia ini sekali makan kenyang selama-lamanya atau sekali minum tidak akan haus lagi. 

Bangsa Israel mewarisi sejarah pengalman yang luar biasa, saat mereka berjalan di padang gurun Tuhan menyediakan "manna" srtiap hari. Saat mereka bangun pagi manna telah tersedia. Pengalaman itu membuat bangsa Israel menyebutkan "manna" di padang gurun adalah roti sorgawi yang diberikan Tuhan sebagai sumber kehidupan umat Allah yang berjalan di padang gurun (Baca Kel 16:4). Namun apakah nenek moyang Israel setelah makan manna tak lapar lagi? Ya mereka lapar namun setiap hari disediakan Tuhan bagi mereka. Itu adalah bukti bahwa Tuhan menjamin kebutuhan sehari-hari.

Saat Yesus mengatakan: "Akulah roti hidup", orang Yahudi tidak berterima, karena pemahaman mereka hanya manna yang dimakan leluhur mereka dinpadang gurunlah roti sorgawi. Manna itu tidak akan pernah ada lagi. Pertanyaan, Mengapa mereka tidak berterima karena mereka memahami bahwa roti adalah makanan yang membuat kenyang. Padahal Alkitab telah mengingatkan bahwa orang percaya tidak hidup hanya dari roti saja. Ulangan 8:3 (TB)  "Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN."  
Percaya kepada Firman Tuhannitulah yang mendatangkan kehidupan.

Roti sebagai makanan biasa hanyalah energy yang kita gunakan untuk bekerja sehari hari. Namun Yesus Roti Kehidupan adalah "makanan rohani" yang kita terima dalam iman dan menjadi jaminan bagi kita menerima kehidupan yang kekal. Yesus adalah Firman yang menjadi daging dan menjadi keselamatan bagi orang percaya.

Sahabat yang baik hati! Kita percaya Tuhan telah mempersiapkan kebutuhan kita sehari-hari. Dalam teologi penciptaan, Allah menciptakan alam dan segala isinya di dalamnya tersedia kebutuhan hidup. Dalam menafkahi hidup ini kita diperintah untuk mengelola dan mengusahakannya. Dalam PB, Yesus juga mengajari murid-muridNya berdoa: "berikanlah kami pada hari ini makanan kami secukupnya". Suatu doa yang mengajarkan bahwa Tuhanlah yang menyediakan kehidupan sehari-hari. Kita percaya akan hal itu, Bapa yang rahmani menyediakan kebutuhan manusia bahkan lebih dari kebutuhan sehari-hari Tuhan persiapkan bagi kita.

Dengan kehadiran Yesus sebagai Roti Hidup, kehidupan kita semakin sempurna. Bukan hanya kebutuhan sehari-hari kita yang fana ini diberikan Tuhan, tetapi kehidupan yang kekal. Dalam kehidupan kekal orang percaya tidak akan haus dan lapar lagi, tidak ada ratap dan tangis semuanya penuh sukacita, pujian dan kemuliaan bagi Tuhan. 

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dlam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 05 Agustus 2020

BERIKAN MEREKA MAKAN

https://www.facebook.com/216559085082832/posts/4190388991033135/?sfnsn=wiwspmo&extid=sFxnAs878BSTlTyK
FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Kamis, 6 Agustus 2020

*BERIKAN MEREKA MAKAN*

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, mwmbaca dn merenungkn Firman Tuhan

2 Raja-raja 4:43 (TB)  Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."

2 Kings 4:43 (RWV)  And his servant said, What, should I set this before an hundred men? He said again, Give the people, that they may eat: for thus saith the LORD, They shall eat, and shall have some left.

Orang yang humanis akan peka dan meiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. Tidak sedikit orang langsung merasa iba jika seseorang membutuhkan pertolongan apalagi menyangkut hal kebutuhan hidup. Lihatlah misalnya selama pandemi Covid 19 ini, banyak kegiatan spontan yang tidak terorganisir, yang teroroganisir, lembaga pemerintah, swasta dn terkhusus gereja melakukan berbagai aksi peduli dengan pembagian sembako bagi yang masyarakat berdampak Covid.

Berilah mereka makan! Perintah ini pernah disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid, saat orang banyak mendengar kotbah dan pengajaran Tuhan Yesus. Hari sudah lewat siang, mereka belum makan. Murid-murid meminta agar Yesus menyuruth mereka pulang. Namun Tuhan Yesus memerintahkan kepada murid-murid: "berilah merekan makan!" Matius 14:16 (TB)  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

Demikianlah dalam renungan pagi ini, Nabi Elisa memeritahkan kepada pelayannya agar memberi makan seratus rombongan para nabi padahal makanan bagi mereka tidak ada.  Hanya 20 biji roti jelai dalam kantongan itu pun merupakan pemberian orang. Pelayan itu pun menyela bagaimana dia memberikan orang makan sebanyak itu dengan stok makanan yang sedikit? Namun Elisa memerintahkan pelayannya memberi rombongan itu makan. Makan pelayan itu pun membagibagikan roti jelai tersebut. Mujizat pun terjadi semua mereka makan dan lihatlah masih ada sisa. 2 Raja-raja 4:44 (TB)  Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.

Berilah mereka makan adalah amanat Firman Tuhan kepada setiap orang percaya untuk peduli kepada sesama. Mungkin hal yang sama akan terpikir bagi kita bagaimana kita bisa memberi dan peduli sementara kita masih orang yang perlu diperhatikan. Berikan apa yang ada pada kita saat ada orang lain membutuhkan pertolongan, jangan mengeluhkan apa yang bukan ada pada kita. Doakan dan berikan apa yang ada pada kita, yakin dan percaya orang yang lain akan banyak tertolong. Itulah yang terjadi dalam nas ini dan juga mujizat Tuhan Yesus memberi makan 5.000 orang dengan keiklasan seorang anak memberi dua roti dan lima ikan.

Sahabat yang baik hati! Sesulit apapun kehidupan ini, Tuhan ada menolong dan membantu kita. Dalam kehidupan sosial dan masyarakat Tuhan menghendaki kita untuk peduli terhadap sesama. Beri dan persembahkan apa yang dapat diberi untuk menolong orang lain, selanjutnya urusan Tuhan untuk melakukan perbuatan ajaib atas rasa kepedulian kita.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selasa, 04 Agustus 2020

JANGANLAH TAKUT

https://www.facebook.com/216559085082832/posts/4185759648162736/?sfnsn=wiwspmo&extid=53M2O4KhxtsgXB2Z
FIRMAN TUHAN SUMBER KEKUATAN
kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, 5 Agustus 2020

*JANGAN TAKUT*

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

2 Raja-raja 19:6 (TB)  berkatalah Yesaya kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku.

2 Kings 19:6 (RWV)  And Isaiah said to them, Thus shall ye say to your master, Thus saith the LORD, Be not afraid of the words which thou hast heard, with which the servants of the king of Assyria have blasphemed me.

Ketika Hizkia memerintah di Yehuda, salah satu tekanan politik luar negeri adalah munculnya negara Assyur sebagai negara adi kuasa.  Raja Assyur bernama Shanherib telah berhasil memerangi beberapa kota dan menahlukkan banhsa-bangsa lain. Termasuk Israel Utara (Samaria) telah ditahkluklan oleh Assyur tahun 720 SM.

Keberhasilan menahlukkan Samaria tentu menjadi ancaman serius bagi Yehuda. Apalagi negara Asyur berhasil mencapai puncak kekuasaannya menjadi negara terkuat di jaman itu melebihi Babel dan Mesir. Raja Assyur sendiri menyurati Yehuda melalui pesuruh-pesuruhnya. Pada Tahun 701 Sanherib berusaha mengepung Yerusalem, raja Hizkia kewalahan menghadapi Asyur.  Raja Asyur menghina Yehuda dan menghujat Allah Israel. Hizkia sangat takut dan meminta nasihat dari nabi Yesaya.

Yesaya hadir meyakinkan dan meneguhkan Hizkia. 2 Raja-raja 19:6-7, 36 (TB)  berkatalah Yesaya kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku.
Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri."
Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

Peneguhan Yesaya ini sangat menguatkan Raja Hizkia. Hizkia pun berdoa dihadapan Tuhan. 2 Raja-raja 19:16-19 (TB)  Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup. Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka  dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN."

Kuasa doa itu luar biasa, pengepungan Assyur terhadap Yerusalem gagal. Hizkia mengerahkan pasukannya untuk melindungi Yerusalem bahkan memukul mundur pasukan Sanherib yang sombong itu. Malaikat Tuhan ikut berperang melawan Assyur dan disebutkan dalam 2 Raja-raja 19:35-36 (TB)  Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!
Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

Dalam keterangan selanjutnya diceritakan bahwa Sanherib mati dibunuh oleh anaknya sendiri dalam suatu pemberontakan (baca 2 Raj 19:37).

Sahabat yang baik hati! Pengalaman raja Hizkia melawan kekuasaan Asyur sangat penting. Hizkia tidk mengandalkan kekuatan perang melawan Asyur, tetapi percaya dan yakin kepada Tuhan. Pertama dia meminta petunjuk kepada  Tuhan melalui nabi Yesaya, kemudia Hizki berdoa dan menyerahkannya sepenuhnya kepada Tuhan untuk.mengjadpi Asyur dan Tuhan pun mengabulkan doa Hizkia. Tuhan mengirim malaikatNya memukul mundur pasukan Sanherib. Itulah kekuatan doa, bis mengalahkan orang kuat.
Narasi Alkitab seperti Musa menghadpi Firaun, Daud melawb Goliat demikianlah Hizkia melawan Asyur. Tuhan menjaga, melindungi dan menjawab doa Hizkia.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 03 Agustus 2020

KEBAIKAN BOAS

https://www.facebook.com/216559085082832/posts/4181165295288838/?sfnsn=wiwspmo&extid=GDEz9ePg72waVvbG
FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi
Renungan Harian, Selasa, 4 Agustus 2020

*KEBAIKAN BOAS*

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Rut 2:12 (TB)  TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

Ruth 2:12 (RWV)  The LORD recompense thy work, and a full reward be given thee of the LORD God of Israel, under whose wings thou hast come to trust.

Kitab Rut berisi kisah yang sangat mengharukan, namun penuh makna dan tercatat dalam sejarah bangsa Israel. Ada satu keluarga bernama Elimelek isterinya bernama Naomi hendak mengadu nasib pergi merantau ke tanah Moab. Mereka telah menjual segala miliknya di Bethlehem dan tinggal di Moab. Mereka punya anak bermama Mahlon dan Kilion, kedua anaknya ini menikah dengan perempuan Moab, yang satu bernama Orpa dan satunya Rut. Maksud hati memperbaiki kehidupan, namun kenyataan lain. Mereka terpuruk  habis dan dirundung kesedihan di negeri asing. Elimelek meninggal dan tak lama kemudian kedua anaknya Mahlon dan Kilion pun meninggal sebelum memiliki anak. Habis dan apes, pahit dan sungguh tak terkatakan. Naomi memanggil kedua mantunya itu agar meninggalkan dirinya dan membebaskan mereka karwna tak ada lagi yang mau ditungguh dan diharapkan dari Naomi. Naomi hendak pulang ke kampungnya. Orpa setuju dan meninggalkan Naomi namun mantunya bernama Rut tidak mau meninggalkan. Dia orang yang berbudi baik snnhati yang tulus tak tega meninggalkan mertuanya sebatang kara. Didorong oleh rasa kasih yang tulus Rut berjanji: kemana Naomi pergi kesitu dia pergi, selengkapnya dikatakan.
Rut 1:16-17 (TB)  Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Setelah pulang dari tanah Moab, Di Betlehem mereka hidup miskin, ibarat gelandangan tak memiliki apapun. Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari Rut harus mencari bulir-bulir gandum yang tercecer dari pemanen. Itu dia kumpulkan dan dijadikan untuk bekal. Demikianlah hari-hari Rut hidup dari belas kasihan orang menghidupi dirinya dan mertuanya Naomi.

Sepahit apapun keadaan jika dijalani selalu akan ada pertolongan. Itulah yang dirasakan Rut saat mengambil bulir-bulir gandum di ladang bernama Boas. Boas menanyakan siapa pemulung itu? Maka para pemanen menceritakan kepada Boas siapa Rut. Rut adalah mantunya Naomi yang baik hati dan telah berjanji memperhatikan hidup mertuanya. Dia tidak tega meninggalkan mertuanya yang sudah lanjut usia sendirian, namun telah berjanji untuk memperhatikan kehidupannya.

Mendengar kebaikan hati Rut, maka Boas tertegun dan ada rasa salut dan hormat pada Rut. Dia pun memerintahkan kepada pemanen di ladangnya agar tidak mengambil sisa-sisa bulir gandum yang tercecer agar ada untuk Rut. Selanjutnya Boas berkata kepada Rut.
Rut 2:12 (TB)  TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

Disini Boas berdoa kepada Rut agar Tuhan mendengar kebaikan hati Rut yang memperhatikan hidup mantunya. Dalam kisah selanjutNya Boas benar-benar memperhatikan hidup Rut dan Naomi. Boas mencari keluarga Elimelek terdekat yang dapat menolong dan membantu mereka namun memang sudah tiada lagi. Bacalah kisah Kitab Rut ini keseluruhan, diakhir cerita akhirnya Boas mengambil Rut menjadi isterinya menuruti hukum Yahudi. Rut 4:17 (TB)   "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud."

Sebagaimana kita ketahui Daud adalah raja bagi bangsa Israel. Kisah pahit kehidupan Naomi dan Rut namun mereka telah tercatat dalm sejarah cucu mereka bernama Daud menjadi raja bagi bangsa Israel.

Sahabat yang baik hati! Hidup ini penuh misteri yang tidak dapat ditebak jalannya. Saat berharap ada yang manis justru kepahitan yang datang dan sebaliknya saat pahit dimana orang semuanya telah berkata kasihan dia, namun justru ada buah yang manis melebihi dari apa yang dioikirkan. Itulah kisah kitab Rut memberi pelajaran. Appun yang terjadi dalam hidup ini saat manis dan pahit semuanya dijalani dengan setia kepada Tuhan. Pahit manis adalah ditentukan Tuhan, tugas kita adalah menjalaninya dengan setia kepada Tuhan.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 02 Agustus 2020

TUHAN ME JAWAB SUNGUT-SUNGUT UMATNYA

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN
Kekuatan, Inspirasi dn Motivasi
Renungan Harian, Senin, 3 Agustus 2020

TUHAN MENJAWAB SUNGUT-SUNGUT UMATNYA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Keluaran 16:12 (TB)  "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."

Exodus 16:12 (RWV)  I have heard the murmurings of the children of Israel: speak to them, saying, At evening ye shall eat flesh, and in the morning ye shall be filled with bread; and ye shall know that I am the LORD your God.

Alkitab elektronik sekarang sangat membantu kita mencari kata dalam Alkitab. Kita tidak lagi membutuhkan Konkordansi sebagai buku wajb bagi pendeta salam mencari kata dalam ayat-ayat Alkitab. Kini dengan mudah kita mencarinya.

Selama perjalanan Bangsa Israel di Padang Gurun (Kitab Keluaran - Ulangan), kita menemukan ada sebnyan 16 kali kata "bersungut-sungut". Itu menunjukkan sifat yang ditentang Musa dari bangsa Israel selama perjalanan di padang gurun. Sungut-sungut mereka itu semacam keluhan cengeng, tidk dewasa dan tidak ada daya juang. Namanya masih dalam perjalanan wajar ada tantangan, namun merwka bersungut sungut bahkan memberontak kepada Musa. Saat tidak menemukan air, mereka bersungut-sungut bahkan menuduh Musa akan menguburkan mereka di Padang Gurun. Sungut-sungut mereka itu berlebihan aampai-samapai mereka mengatakan lebih baik mati di Mesir.

Selama perjalan di padang gurun sesungguhnya Tuhan telah menyediakan Manna sebagai makanan bagi mereka. Manna tersedia setiap pagi untuk mereka, tetapi mereka bersungut-sungut, mereka hendak makan daging. Musa pun dengan sabar memohon kepada Tuhan atas sungut-sungut bangsa Israel. Maka Tuhan mendatangkan burung punyuh, sehingga mereka dengan lahapnya.
Keluaran 16:12-13 (TB)  "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."
Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

Ada catatan menarik dari kitab bilangan tentang daging puyuh di Kibrat-Taawa. Mungkin saking rindunya makan daging bangsa Israel makan tak beretika, sehingga membuat Tuhan murka. Mereka makan berlebihan, meraka tak menguyah makanannya lagi dan melahap dengan rakus. Orang-orang yang rakus mati dan dikuburkan di situ.(Baca Bilangan 11:31-32)

Tuhan selalu menjawab bangsa Israel atas aoa yang mereka keluhkan. Sesungguhnya bangsa aIsrael tidak peelu bersungut-sungut karwna jauh sebelum.mereka mengeluh Tuhan telah menyediakan jawaban dan solusinya.  Rencana Tuhan atas pembebasan bangsa Isrsel sesungguhnya sangat terencana dengan baik. Selama perjalanan Tuhan sesungguhnya mau membentuk bangsa Israel menjadi umat pilihan. Dsei segi jarak, Mesir ke Israel hanya 860 km lebih. Namun mereka berjalan sampai 40 tahun. Semua itu adalah proses pembentukan bagi bngsa Israel agar mereka benar-benar tangguh, kuat dannterlatih dalam segala persoalan kehidupan.

Sahabat yang baik hati! Demikianlah dalam perjalanan hidup kita, saat sudah mengambil.keputusan untuk menjalani kehidupan ini bersama Tuhan, setialah! Jika ada kesulitan dan tantangan, yakin dan percayalah Tuhan telah memberikan jawaban dan solusi. Tinggal bagaimana kita menjalani suka duka, tantangan dan hambatan bersama Tuhan.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin

Slam: Pdt Nekson M Simanjuntak

FIRMAN TUHAN MENJAFI KEGIRANGAN BAGIKU

  Catatan Kotbah Minggu XIII S.Trinitatis Minggu, 30 Agustus 2026 Ev. Yeremia 15:15-21 FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU Selamat hari M...