KITA ADALAH UMAT GEMBALAANNYA
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 14/03/2020
Mazmur 95:7 (TB) Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
Psalms 95:7 (RWV) For he is our God; and we are the people of his pasture, and the sheep of his hand. To day if ye will hear his voice,
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Mazmur 23 ini sering kita nyanyikan, menyanyikan sungguh alangkah baiknya Tuhan itu untuk memelihara dan melindungi kehidupan kita umat gembalaanNya.
Kalau kita tuliskan kebaikan Tuhan, pasti buku setebal apapun tak akan muat untuk melukiskan kasih dan perbuatan tangan Tuhan. Sebagaimana digambarkan dalam bahwa dunia ini tak cukup untuk memuat satu-persatu kebaikan Tuhan.
Yohanes 21:25 (TB) Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Pertanyaan dalam renungan ini adalah, jika Tuhan sangat bagi kepada umatNya bagaimana respon umat gembalaan atas kebaikan Tuhan? Sejauh mana ketaatan(obidience) bersedia mengikuti suara Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik? Apakah kita masih mendengarkan suara Tuhan Yesus yang lembut memanggil dan membimbing kita di jalan yang dikehendakiNya?
Renungan hari ini mengajak kita sebagai umat gembalaanNya dua hal ini mesti kita lakukan:
1. Bersedia dituntun oleh Tuhan. Tuhan itu adalah gembala yang menuntuk kita kepada rumput yang hijau dan ke air yang tenang. Jangan menyimpang dari jalan yang ditunjukkan, tetapi ikutilah tuntunan tanganNya
2. Dengar suaraNya, di dunia ini banyak suara, ajakan dan mungkin berbagai suara-suara sumbang. Itu semua ibarat 'noice' (suara bising) yang mengganggu pendengaran kita untuk mengikuti dan mendengar Tuhan Yesus. Sebagai domba yang baik, kita harus sedia mendengar dan melakukan suara Yesus Kristus dalam hidup kita.
Yohanes 10:11, 14-16 (TB) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Sahabat yang baik hati! Mari berikan hidup kita dituntun oleh tangan Tuhan. Di dunia ini banyak hal yang menggoda dan mau menjatuhkan dalam perbuatan dosa. Kita harus mengenal dan mengikuti suara Tuhan Yesus. Dia mengajak kita untuk ke padang rumput yang hijau.
Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Jumat, 13 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
IMAN SUMBER KEKUATAN BAGI ORANG PERCAYA
IMAN SUMBER KEKUATAN ORANG PERCAYA
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Jumat, 13/03/2020
Ibrani 11:11 (TB) Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
Hebrews 11:11 (RWV) Through faith also Sarah herself received strength to conceive seed, and was delivered of a child when she was past age, because she judged him faithful who had promised.
Iman adalah kekuatan orang percaya. Di dalam iman kita percaya tiada yang mustahil bagi Tuhan. Hal ini telah terbukti dengan banyak kisah di dalam Alkitab dan orang percaya dalam sepanjang sejarah hingga kini. Kita percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Lihatlah bagaimana Nuh membangun bahtera dan selamat dari air bah? Kisah Abraham yang keluar dari Mesir, Kisah Yusuf yang dibuang saudaranya menjadi pemimpin besar di Mesir. Musa dipakai Tuhan membebaskan bangsa Israel, pertarungan Daud melawan Goliat dan banyak kisah lainnya. Kisah Saulus penganiaya jemaat akhirnya bertobat dan mempersembahkan diri kepada Tuan. Hal inilah yang diulang oleh penulis kita Ibrani dalam Pasal 11:1-40 iman itu memungkin orang-orang percaya menjalani hidupnya. Apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkinkan bagi Allah.
Kasus unik yang dialami oleh Sarah yang mandul melahirkan, Kisah Hanna ibu Samuel dan kisah Maria bunda Tuhan Yesus. Semuanya sesuatu yang tidak mungkin bagi alam pikiran manusia tetapi mungkin bagi Allah. Benar pengakuan Maria dalam Lukas 1:37 (TB) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Apa yang terjadi pada Sarah, dia sudah tua, sudah menopause menurut ukuran medis dan tak mungkin baginya melahirkan seorang anak bagi Abraham. Namun karena janji Tuhan semua itu mungkin. Saat Abraham berumur 100 tahun, Sarah melahirkan Ishak, anak perjanjian yang dinantikan oleh Abraham dan olehnya akan ada pewaris Abraham. Peristiwa Sarah sumber kekuatan bagi orang percaya bahwa sekalipun alam berpikir kita menyatakan tak mungkin lagi trjadi namun oleh iman mungkin bagi Tuhan. Sarah yang mandul melahirkan anak yang bernama Ishak dan menjadi ahli waris bagi Abraham.
Sahabatku! Jika ada pergumulan, tetaplah berpengaharapan: segala sesuatu mungkin bagi Tuhan. Dalam menjalani semua itu harus ada tiga hal yaitu, pengharapan, kesabaran dan ketekunan dalam doa. Roma 12:12 (TB) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Jumat, 13/03/2020
Ibrani 11:11 (TB) Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
Hebrews 11:11 (RWV) Through faith also Sarah herself received strength to conceive seed, and was delivered of a child when she was past age, because she judged him faithful who had promised.
Iman adalah kekuatan orang percaya. Di dalam iman kita percaya tiada yang mustahil bagi Tuhan. Hal ini telah terbukti dengan banyak kisah di dalam Alkitab dan orang percaya dalam sepanjang sejarah hingga kini. Kita percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Lihatlah bagaimana Nuh membangun bahtera dan selamat dari air bah? Kisah Abraham yang keluar dari Mesir, Kisah Yusuf yang dibuang saudaranya menjadi pemimpin besar di Mesir. Musa dipakai Tuhan membebaskan bangsa Israel, pertarungan Daud melawan Goliat dan banyak kisah lainnya. Kisah Saulus penganiaya jemaat akhirnya bertobat dan mempersembahkan diri kepada Tuan. Hal inilah yang diulang oleh penulis kita Ibrani dalam Pasal 11:1-40 iman itu memungkin orang-orang percaya menjalani hidupnya. Apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkinkan bagi Allah.
Kasus unik yang dialami oleh Sarah yang mandul melahirkan, Kisah Hanna ibu Samuel dan kisah Maria bunda Tuhan Yesus. Semuanya sesuatu yang tidak mungkin bagi alam pikiran manusia tetapi mungkin bagi Allah. Benar pengakuan Maria dalam Lukas 1:37 (TB) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Apa yang terjadi pada Sarah, dia sudah tua, sudah menopause menurut ukuran medis dan tak mungkin baginya melahirkan seorang anak bagi Abraham. Namun karena janji Tuhan semua itu mungkin. Saat Abraham berumur 100 tahun, Sarah melahirkan Ishak, anak perjanjian yang dinantikan oleh Abraham dan olehnya akan ada pewaris Abraham. Peristiwa Sarah sumber kekuatan bagi orang percaya bahwa sekalipun alam berpikir kita menyatakan tak mungkin lagi trjadi namun oleh iman mungkin bagi Tuhan. Sarah yang mandul melahirkan anak yang bernama Ishak dan menjadi ahli waris bagi Abraham.
Sahabatku! Jika ada pergumulan, tetaplah berpengaharapan: segala sesuatu mungkin bagi Tuhan. Dalam menjalani semua itu harus ada tiga hal yaitu, pengharapan, kesabaran dan ketekunan dalam doa. Roma 12:12 (TB) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Rabu, 11 Maret 2020
JANGAN MEMBALASKAN KEJAHATAN, BERDOALAH BAGI MEREKA
JANGAN MEBALAS KEJAHATAN ORANG MEMBENCI KITA TETAPI DOAKAN AGAR MEREKA KELAK AKAN BERIBADAH KEPADA TUHAN
Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 12/03/2020
Kisah Para Rasul 7:7 (TB) Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadahnya dan merenungkan kepada-Ku di tempat ini.
Acts 7:7 (RWV) And the nation to whom they shall be in bondage will I judge, said God: and after that they shall come forth, and serve me in this place.
Stefanus adalah salah satu tokoh alkitab yang mengagumkan, dia mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Sebagai diaken, Stefanus membantu rasul melayani orang miskin, janda yang orang yang terabaikan. Atas pelayan Stefanus dan diaken lainnya kekristenan semakin menyebar (Baca Kis 6:1-8).
Perbuatan Stefanus membuat orang Yahudi makin memushinya. Ini suatu passion bagi murid Tuhan Yesus semakin banyak perbuatan baik yang ddihasilkan semakin besar juga tantangan yang dihadapi. Konsekensi seorang murid dialami oleh Stefanus, dia ditangkap dan diadili di Mahkamah Agama hingga dihukum mati. Sebelum dieksekusi Stefanus memberikan pembelaan dan pembelaan yanitu adalah kesempatan untuk menceritakan kisah bangsa Israel. Bagaiama sejarahnya bangsa Israel tiba di Mesir dan diam disana, yakni oleh Yusuf yang menjadi pemimpin di perbudak di Mesir dan bangsa yang memperbudak umatNya akan dihukum Tuhan. Tuhan memakai Musa untuk membebaskan bangsa Israel membebaskan umat.
Inilah kasih yang terdalam dalam Stefanus, sedikit pun tak ada kebencian didalam hatinya. Dalam doanya Stefanus memohon kepada Tuhan: Kisah Para Rasul 7:59-60 (TB) Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Doa Stefanus ini meneladani Tuhan Yesus di kayu salib. Yesus mengampuni setiap yang membenci dan memukulinya serta mengampuni penjahat di sebelah kirinya yang menghujatNya.
Sahabat hang baik hati! Teladan Stefanus ini sangat baik kita terapkan dalam kehidupan kita. Jangan ada kebencian apalagi sikap untuk membalaskan karena pembalasan ada di tangan Tuhan. kita percaya kuasa Tuhan lebih kuat memelihara hidup orang percaya. Kita percaya Roh Kudus berkuasa mengubah setiap orang. Orang yang membenci dan menganiaya orang percaya dapat diubahNya menjadi beribadah kepada Tuhan bahkan menjadi pemberita Injil.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 12/03/2020
Kisah Para Rasul 7:7 (TB) Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadahnya dan merenungkan kepada-Ku di tempat ini.
Acts 7:7 (RWV) And the nation to whom they shall be in bondage will I judge, said God: and after that they shall come forth, and serve me in this place.
Stefanus adalah salah satu tokoh alkitab yang mengagumkan, dia mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Sebagai diaken, Stefanus membantu rasul melayani orang miskin, janda yang orang yang terabaikan. Atas pelayan Stefanus dan diaken lainnya kekristenan semakin menyebar (Baca Kis 6:1-8).
Perbuatan Stefanus membuat orang Yahudi makin memushinya. Ini suatu passion bagi murid Tuhan Yesus semakin banyak perbuatan baik yang ddihasilkan semakin besar juga tantangan yang dihadapi. Konsekensi seorang murid dialami oleh Stefanus, dia ditangkap dan diadili di Mahkamah Agama hingga dihukum mati. Sebelum dieksekusi Stefanus memberikan pembelaan dan pembelaan yanitu adalah kesempatan untuk menceritakan kisah bangsa Israel. Bagaiama sejarahnya bangsa Israel tiba di Mesir dan diam disana, yakni oleh Yusuf yang menjadi pemimpin di perbudak di Mesir dan bangsa yang memperbudak umatNya akan dihukum Tuhan. Tuhan memakai Musa untuk membebaskan bangsa Israel membebaskan umat.
Inilah kasih yang terdalam dalam Stefanus, sedikit pun tak ada kebencian didalam hatinya. Dalam doanya Stefanus memohon kepada Tuhan: Kisah Para Rasul 7:59-60 (TB) Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Doa Stefanus ini meneladani Tuhan Yesus di kayu salib. Yesus mengampuni setiap yang membenci dan memukulinya serta mengampuni penjahat di sebelah kirinya yang menghujatNya.
Sahabat hang baik hati! Teladan Stefanus ini sangat baik kita terapkan dalam kehidupan kita. Jangan ada kebencian apalagi sikap untuk membalaskan karena pembalasan ada di tangan Tuhan. kita percaya kuasa Tuhan lebih kuat memelihara hidup orang percaya. Kita percaya Roh Kudus berkuasa mengubah setiap orang. Orang yang membenci dan menganiaya orang percaya dapat diubahNya menjadi beribadah kepada Tuhan bahkan menjadi pemberita Injil.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Senin, 09 Maret 2020
JANGAN TAKUT: AKU MENOLONG ENGKAU
JANGAN TAKUT: AKU MENOLONG ENGKAU
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Selasa, 10/03/2020
Yesaya 41:13 (TB) Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
Isaiah 41:13 (RWV) For I the LORD thy God will hold thy right hand, saying to thee, Fear not; I will help thee.
Ibarat seseorang yang telah telah tertatih-tatih berjalan, tiba-tiba ada orang baik menawarkan untuk memberi tumpangan dalam mobilnya dan bersedia menghantarkan ke tujuan. Lebih dari itulah kebahagiaan yang digambarkan oleh Yesaya dalam Firman ini. Tuhan menolong umatnya dan akan menghantarkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem, tanah perjanjian.
Pertama, Tuhan memperkenalkan diri "Aku ini, Tuhan Allahmu". Allah yang mereka kenal dengan nama Allah Abraham, Ishak dan Yakub, yang memelihara umatnya. Sekalipun bangsa itu terbuang dalam pembuangan Babel, Allah tidak akan membiarkannya sengsara. Tuhan akan datang menolong dan membebaskan Israel.
Penantian selama 70 tahun dalam pembuangan tidak sia.-sia.
Kedua, bagaimanakah Tuhan menolong unatNya? renungan hari ini mengatakan: "memegang tangan kananmu". Suatu ungkapan yang sangat tulus dan penuh kuasa untuk menolong agar dapat bangkit dan berjalan ke tujuan.
Jika anda pernah melihat orang yang sakit, setelah sembuh diajak untuk mulai berjalan. Dia ditatah melalui tingkat dan setelah mulai melepaskan tongkatnya dakan ragu berjalan, butuh orang yang menopang agar percaya mampu berdiri dan berjalan. Demikianlah tangan Tuhan menopang dan menuntun umatNya dengan tangan kananNya agar namun bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Babelon menuju Yerusalem yang mereka impikan.
Sahabat yang baik hati! Tuhan menolong dan memegang tangan kita merupakan Firman Tuhan yang meneguhkan. Sering kali dalam hidup ini, kita tidak mampu berdiri apalagi berjalan untuk mencapai tujuan. Banyak apatis, stress dan memiliki disorientasi dalam hidupnya. Saat ini Tuhan bicara, Tuhan menolong dan menuntun kita dengan tangan kananNya.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Selasa, 10/03/2020
Yesaya 41:13 (TB) Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
Isaiah 41:13 (RWV) For I the LORD thy God will hold thy right hand, saying to thee, Fear not; I will help thee.
Ibarat seseorang yang telah telah tertatih-tatih berjalan, tiba-tiba ada orang baik menawarkan untuk memberi tumpangan dalam mobilnya dan bersedia menghantarkan ke tujuan. Lebih dari itulah kebahagiaan yang digambarkan oleh Yesaya dalam Firman ini. Tuhan menolong umatnya dan akan menghantarkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem, tanah perjanjian.
Pertama, Tuhan memperkenalkan diri "Aku ini, Tuhan Allahmu". Allah yang mereka kenal dengan nama Allah Abraham, Ishak dan Yakub, yang memelihara umatnya. Sekalipun bangsa itu terbuang dalam pembuangan Babel, Allah tidak akan membiarkannya sengsara. Tuhan akan datang menolong dan membebaskan Israel.
Penantian selama 70 tahun dalam pembuangan tidak sia.-sia.
Kedua, bagaimanakah Tuhan menolong unatNya? renungan hari ini mengatakan: "memegang tangan kananmu". Suatu ungkapan yang sangat tulus dan penuh kuasa untuk menolong agar dapat bangkit dan berjalan ke tujuan.
Jika anda pernah melihat orang yang sakit, setelah sembuh diajak untuk mulai berjalan. Dia ditatah melalui tingkat dan setelah mulai melepaskan tongkatnya dakan ragu berjalan, butuh orang yang menopang agar percaya mampu berdiri dan berjalan. Demikianlah tangan Tuhan menopang dan menuntun umatNya dengan tangan kananNya agar namun bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Babelon menuju Yerusalem yang mereka impikan.
Sahabat yang baik hati! Tuhan menolong dan memegang tangan kita merupakan Firman Tuhan yang meneguhkan. Sering kali dalam hidup ini, kita tidak mampu berdiri apalagi berjalan untuk mencapai tujuan. Banyak apatis, stress dan memiliki disorientasi dalam hidupnya. Saat ini Tuhan bicara, Tuhan menolong dan menuntun kita dengan tangan kananNya.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Minggu, 08 Maret 2020
PERJANJIAN KEKAL
PERJANJIAN KEKAL TURUN TEMURUN
Selamat Pagi sahabat yang baik hati! Marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 09/03/2020
Kejadian 17:7 (TB) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Genesis 17:7 (RWV) And I will establish my covenant between me and thee and thy seed after thee in their generations for an everlasting covenant, to be a God to thee, and to thy seed after thee.
Janji adalah hutang, sekali ingkar seumur hidup tak dipercaya. Demikianlah ungkapan yang sering kita dengar dalam kehidupan sosial kita. Kenyataannya, apakah manusia konsisten dengan janji-janjinya? Dalam hal-hal kecil misalnya berapa kala suami ingkar janji pada isteri, anak atau dengan mitra kerja kita. Janji itu sangat penting karena dengan janjikan Tuhan memulai rencana besar untuk keselamatan manusia yang dimulai dengan perjanjian Abraham. Karena itu jangan bermain-main dengan janji. Orang yang setia memelihara janji akan menghasilkan karya besar, sedangkan ingkar janji hanya menjadikan kita manusia berhutang.
Pemanggilan Allah kepada Abraham berisi janji (Kej 2:1-4). Ada empat janji Tuhan kepada Abraham: memberkati Abraham, membuat namanya masyur, menjadikan keturunannya menjadi bangsa yang besar dan tanah perjanjian. Tuhan memelihara janjiNya dengan setia, satu persatu janji itu diterima Abraham. Namun bagaimana Abraham menjadi bangsayang besar jika anak perjanjian belum lahir? Disinilah Tuhan menjanjikan Abraham keturunan.Kejadian 17:2-5 (TB) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."
Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Perjanjian Allah bukanlah hanya pada Abraham, tetapi kepada keturunannya turun-temurun, dari generasi ke generasi.
Allah sendirilah yang memberkati umatNya Israel menjadi berkat bagi seluruh bangsa. Kesetiaan Abraham yang teruji menjadikan Abraham disebut Bapa orang percaya. Allah yang mengikat perjanjian dengan Abraham disebut berulang-ulang: Allah Abraham, Ishak dan Jakub. Itu Allah orang Israel yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, Allah yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, Allah yang membentuk dan menjadikan umat Israel sebagai umat perjanjian.
Janji Allah kepada Abraham diwariskan bukan saja kepada keturunan Abraham secara genetik, tetapi kepada anak-anak Abraham karena dasar iman, yaitu orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselamat. Sebagaimana tertulis dalam Roma 4:16 (TB) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua,
Abraham adalah Bapa seluruh orang percaya iman melalui Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menjadikan segala bangsa di dunia ini menjadi "umat Israel yang baru" sebagai ahli waris melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Sahabat yang baik hati, janji Tuhan kekal selamanya, dan itu kita warisi turun-temurun dari generasi ke generasi. Kesetiaan pada janji akan melahirkan perbuatan besar, maka demikianlah kita sebagai pewaris janji marilah pelihara janji Tuhan dalam hidup kita dan kita akan diberkatinya dari generasi ke generasi. Janjinya kekal dari generasi ke generasi, dari abad ke abad, abadi selama-lamanya.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selamat Pagi sahabat yang baik hati! Marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 09/03/2020
Kejadian 17:7 (TB) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Genesis 17:7 (RWV) And I will establish my covenant between me and thee and thy seed after thee in their generations for an everlasting covenant, to be a God to thee, and to thy seed after thee.
Janji adalah hutang, sekali ingkar seumur hidup tak dipercaya. Demikianlah ungkapan yang sering kita dengar dalam kehidupan sosial kita. Kenyataannya, apakah manusia konsisten dengan janji-janjinya? Dalam hal-hal kecil misalnya berapa kala suami ingkar janji pada isteri, anak atau dengan mitra kerja kita. Janji itu sangat penting karena dengan janjikan Tuhan memulai rencana besar untuk keselamatan manusia yang dimulai dengan perjanjian Abraham. Karena itu jangan bermain-main dengan janji. Orang yang setia memelihara janji akan menghasilkan karya besar, sedangkan ingkar janji hanya menjadikan kita manusia berhutang.
Pemanggilan Allah kepada Abraham berisi janji (Kej 2:1-4). Ada empat janji Tuhan kepada Abraham: memberkati Abraham, membuat namanya masyur, menjadikan keturunannya menjadi bangsa yang besar dan tanah perjanjian. Tuhan memelihara janjiNya dengan setia, satu persatu janji itu diterima Abraham. Namun bagaimana Abraham menjadi bangsayang besar jika anak perjanjian belum lahir? Disinilah Tuhan menjanjikan Abraham keturunan.Kejadian 17:2-5 (TB) Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak."
Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Perjanjian Allah bukanlah hanya pada Abraham, tetapi kepada keturunannya turun-temurun, dari generasi ke generasi.
Allah sendirilah yang memberkati umatNya Israel menjadi berkat bagi seluruh bangsa. Kesetiaan Abraham yang teruji menjadikan Abraham disebut Bapa orang percaya. Allah yang mengikat perjanjian dengan Abraham disebut berulang-ulang: Allah Abraham, Ishak dan Jakub. Itu Allah orang Israel yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, Allah yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, Allah yang membentuk dan menjadikan umat Israel sebagai umat perjanjian.
Janji Allah kepada Abraham diwariskan bukan saja kepada keturunan Abraham secara genetik, tetapi kepada anak-anak Abraham karena dasar iman, yaitu orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselamat. Sebagaimana tertulis dalam Roma 4:16 (TB) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua,
Abraham adalah Bapa seluruh orang percaya iman melalui Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menjadikan segala bangsa di dunia ini menjadi "umat Israel yang baru" sebagai ahli waris melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Sahabat yang baik hati, janji Tuhan kekal selamanya, dan itu kita warisi turun-temurun dari generasi ke generasi. Kesetiaan pada janji akan melahirkan perbuatan besar, maka demikianlah kita sebagai pewaris janji marilah pelihara janji Tuhan dalam hidup kita dan kita akan diberkatinya dari generasi ke generasi. Janjinya kekal dari generasi ke generasi, dari abad ke abad, abadi selama-lamanya.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Sabtu, 07 Maret 2020
MASA DAN MERIBA: ADAKAH TUHAN DI TENGAH-TENGAH KITA
Kotbah Minggu Reminiscere, 8 Maret 2020
Nas: 2 Musa 17:1-7
MASA DAN MERIBA: ADAKAH TUHAN DI TENGAH-TENGAH KITA
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, secara singkat membaca nas ini, jika terjadi pertengkaran Tuhan jauh dari kita, jauh dari kedamaian, lupa akan rencana dan tujuan awal dan semuanya menjadi garing dan kacau balau. Pertengkaran tidak pernah menguntungkan apapun, namun ibarat bara yang membakar besi, besinya membandal tak jadi terbentuk. Apa jadinya habis arang besi tak jadi tertempa sesuai dengan rencana.
Peristiwa Massa dan Meriba menjadi peringatan bahwa saat bertengkar hati membara, isinya kemarahan dan egois. Pertengkaran ini membuat Musa menamao tempat itu Masa dan Meriba? artinya masih adakah Tuhan ditengah-tengah kita? Jangan bertengkar, tetapi berdoa karena Tuhan sanggup mengubah pahit jadi manis, mendatangkan air dari batu padas. Semua itu mungkin tak logis, namun nyata bagi orang beriman.
01. Saat manis bersyukur dan bermazmur saat bergumul bersungut-sungut.
Marasakan manis penuh bahagia, namun saat merasakan pahit hati memberontak mendatangkan bertengkar dan saling menyalahkan. Namun satu hal yang pasti, dalam pergumulan itu Tuhan hadir memberikan.
Setelah bangsa Israel telah berhasil menyeberang laut Merah, mereka bersyukur dan bersorak-sorai lewat Mazmur pujian yang dibawakan Musa (Kel 15:1-18). Bukannanya itu, Miriam saudaranya Musa juga mewakili kaummperemouan menyanyikan Mazmur bagi Tuhan atas peritiwa besar yang menyeberangkan bangsa Israel.keluar dari perbudakan Mesir (Kel 15:19-21). Segenap bangsa itu memuji Tuhan karena telah menyeberangkan mereka dan menghancurkan musuh mereka hingga tenggelam di Laut Merah. Suatu peristiwa yang besar yang tak terlupakan oleh bangsa Israel.
Namun pada hari ketiga saat mereka mulai bergerak mulailah satu persatu kesulitan itu terjadi. Saat mereka mulai berjalan lihatlah apa yang terjadi:
a. Air pahit menjadi manis
"tiga hari lamanya mereka berjalan di Padang Syur". Itu artinya baru tiga hari merasakaan sungguh luar biasanya perbuatan Tuhan yang mendatangkan tulah dan menyeberangkan mereka dari perbudakan Mesir, mereka telah mulai bersungut-sungut karena tidak ada air. Bahkan memulai pertengkaran dengan Musa. Mereka tak menemukan air. Haus dan sungguh mematikan memang jika tiga hari tak menemukan air. Jika pun ada pundi air yang dibawa masing-masing itu sudah habis. Saat tiba di Mara, mereka menemukan air namun sungguh malang, air itu pahit tak bisa diminum. Mereka marah dan beraungut-sungut kepada Musa. Musa berseru dan berdoa, atas petunjuk Tuhan kepada Musa, Mus melemparkan kayu ke dalam air itu dan air itu berubah menjadi manis.
Itulah pelajaran pertama di gurun, saat pahit jangan bersungut-sungut tetapi berdoa apa yang akan dilakukan mengubah kepahitan menjadi manis.
b. Manna (Tuhan memelihara)
Jika pada hari ketiga persoalan adalah hal apa yang di minum, maka pada pasal 16 persoalan adalah apakah yang harus mereka makan? Mereka bersungut-sungt dan marah kepada Musa. Kemarahan mereka pun sangat menyakitkan, dikatakan: Tuhan memberikan jaminan kepada bangsa Israel bahwa sepanjang perjalanan Tuhan akan memberikan Manna sebagai bekal dalam perjalanan di Padang gurun (Baca
Keluaran 16:3 (TB) dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
Tuhan pun menjawab bangsa itu dan memberikan jaminan akan mendatangkan makanan bagi mereka dari Sorga. Mereka diberi jaminan kehidupan selama perjalanan dengan memberikan Manna bagi mereka setiap pagi dan mengambilnya secukupnya setiap hari.
02 Pertengkaran: melupakan tujuan
Apakah tujuan bangsa Israel keluar dari Mesir? Jawabnya satu yaitu menuju tanah Kanaan. Namun atas pertengkaran karena kebutuhan melupakanntujuan keluar dari Kanaan. Saat kebutuhan terganggu mereka tak perdulimlagi akan Tanah perjanjian. Yang utama bagi mereka adalah bagaimana mendapatkan minum.
Peristiwa diatas merupakan pelajaran penting, mengapa harus saling menyalahkan, mengapa tidak berdisukusi dan mencari jalan keluar, mengatasi pergumulan yang sedang terjadi? Atau saling berkontribusi mengatasi persoalan yang ada?
Kelemahan kita sering pada peristiwa di Massa ini, saat ada permasalahan orang mengumpulkan massa untuk bertengkar, demonstrasi, protes sana dan sini bukan mencari jalan keluar tetapi saling menyalahkan yang satu dan lainnya.
Jangan bertengkar, tetapi mintakahnpetunjuk kepada Tuhan padaNya ada jalan keluar. Tuhan akan memakai orang yang dipilihnya memberikan solusi.
Musa adalah pemimpin yang bijak sana, memiliki daya tahan terhadap kritik dan sungut-sungut. Musa berdoa memohon petunjuk agar keluar dari persoalan ini. Atas petunjuk Tuhan, Musa memukul batu padas didepan bangsa itu dan dari Padas keluar air yang sedap.
03. Tuhan ada ditengah-tengah kita
Keluaran 17:7 (TB) Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"
Saat menghadapi krisis orang sering memahami bahwa Tuhan meninggalkan dirinya sendirian menghadapi persoalan hidupnya. Demikian refleksi Musa atas peristiwa Massa dan Meriba (Ayat 7). SeaunguhNya kasih Tuhan tetap, dan Tuhan telah berjanji menuntun umatNya berjalan di Padang gurun serta menuntun mereka menuju tanah Kanaan. Janji Tuhan itu pasti dan dia tidak pernah lmengingkari hal ini.
Jika ada perasaan kita Tuhan telah meninggalkan kita, sesungguhnya itu menunjukkan kekosongan hati menghadapi krisis. Tuhan tetap bekerja dan Tuhan tak pernah meninggalkan umatNya menghadapi gurun kehidupan yang ganas.
Selamat menikmati penyertaan Tuhan dalam menjalani kehidupan ini.
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Nas: 2 Musa 17:1-7
MASA DAN MERIBA: ADAKAH TUHAN DI TENGAH-TENGAH KITA
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, secara singkat membaca nas ini, jika terjadi pertengkaran Tuhan jauh dari kita, jauh dari kedamaian, lupa akan rencana dan tujuan awal dan semuanya menjadi garing dan kacau balau. Pertengkaran tidak pernah menguntungkan apapun, namun ibarat bara yang membakar besi, besinya membandal tak jadi terbentuk. Apa jadinya habis arang besi tak jadi tertempa sesuai dengan rencana.
Peristiwa Massa dan Meriba menjadi peringatan bahwa saat bertengkar hati membara, isinya kemarahan dan egois. Pertengkaran ini membuat Musa menamao tempat itu Masa dan Meriba? artinya masih adakah Tuhan ditengah-tengah kita? Jangan bertengkar, tetapi berdoa karena Tuhan sanggup mengubah pahit jadi manis, mendatangkan air dari batu padas. Semua itu mungkin tak logis, namun nyata bagi orang beriman.
01. Saat manis bersyukur dan bermazmur saat bergumul bersungut-sungut.
Marasakan manis penuh bahagia, namun saat merasakan pahit hati memberontak mendatangkan bertengkar dan saling menyalahkan. Namun satu hal yang pasti, dalam pergumulan itu Tuhan hadir memberikan.
Setelah bangsa Israel telah berhasil menyeberang laut Merah, mereka bersyukur dan bersorak-sorai lewat Mazmur pujian yang dibawakan Musa (Kel 15:1-18). Bukannanya itu, Miriam saudaranya Musa juga mewakili kaummperemouan menyanyikan Mazmur bagi Tuhan atas peritiwa besar yang menyeberangkan bangsa Israel.keluar dari perbudakan Mesir (Kel 15:19-21). Segenap bangsa itu memuji Tuhan karena telah menyeberangkan mereka dan menghancurkan musuh mereka hingga tenggelam di Laut Merah. Suatu peristiwa yang besar yang tak terlupakan oleh bangsa Israel.
Namun pada hari ketiga saat mereka mulai bergerak mulailah satu persatu kesulitan itu terjadi. Saat mereka mulai berjalan lihatlah apa yang terjadi:
a. Air pahit menjadi manis
"tiga hari lamanya mereka berjalan di Padang Syur". Itu artinya baru tiga hari merasakaan sungguh luar biasanya perbuatan Tuhan yang mendatangkan tulah dan menyeberangkan mereka dari perbudakan Mesir, mereka telah mulai bersungut-sungut karena tidak ada air. Bahkan memulai pertengkaran dengan Musa. Mereka tak menemukan air. Haus dan sungguh mematikan memang jika tiga hari tak menemukan air. Jika pun ada pundi air yang dibawa masing-masing itu sudah habis. Saat tiba di Mara, mereka menemukan air namun sungguh malang, air itu pahit tak bisa diminum. Mereka marah dan beraungut-sungut kepada Musa. Musa berseru dan berdoa, atas petunjuk Tuhan kepada Musa, Mus melemparkan kayu ke dalam air itu dan air itu berubah menjadi manis.
Itulah pelajaran pertama di gurun, saat pahit jangan bersungut-sungut tetapi berdoa apa yang akan dilakukan mengubah kepahitan menjadi manis.
b. Manna (Tuhan memelihara)
Jika pada hari ketiga persoalan adalah hal apa yang di minum, maka pada pasal 16 persoalan adalah apakah yang harus mereka makan? Mereka bersungut-sungt dan marah kepada Musa. Kemarahan mereka pun sangat menyakitkan, dikatakan: Tuhan memberikan jaminan kepada bangsa Israel bahwa sepanjang perjalanan Tuhan akan memberikan Manna sebagai bekal dalam perjalanan di Padang gurun (Baca
Keluaran 16:3 (TB) dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
Tuhan pun menjawab bangsa itu dan memberikan jaminan akan mendatangkan makanan bagi mereka dari Sorga. Mereka diberi jaminan kehidupan selama perjalanan dengan memberikan Manna bagi mereka setiap pagi dan mengambilnya secukupnya setiap hari.
02 Pertengkaran: melupakan tujuan
Apakah tujuan bangsa Israel keluar dari Mesir? Jawabnya satu yaitu menuju tanah Kanaan. Namun atas pertengkaran karena kebutuhan melupakanntujuan keluar dari Kanaan. Saat kebutuhan terganggu mereka tak perdulimlagi akan Tanah perjanjian. Yang utama bagi mereka adalah bagaimana mendapatkan minum.
Peristiwa diatas merupakan pelajaran penting, mengapa harus saling menyalahkan, mengapa tidak berdisukusi dan mencari jalan keluar, mengatasi pergumulan yang sedang terjadi? Atau saling berkontribusi mengatasi persoalan yang ada?
Kelemahan kita sering pada peristiwa di Massa ini, saat ada permasalahan orang mengumpulkan massa untuk bertengkar, demonstrasi, protes sana dan sini bukan mencari jalan keluar tetapi saling menyalahkan yang satu dan lainnya.
Jangan bertengkar, tetapi mintakahnpetunjuk kepada Tuhan padaNya ada jalan keluar. Tuhan akan memakai orang yang dipilihnya memberikan solusi.
Musa adalah pemimpin yang bijak sana, memiliki daya tahan terhadap kritik dan sungut-sungut. Musa berdoa memohon petunjuk agar keluar dari persoalan ini. Atas petunjuk Tuhan, Musa memukul batu padas didepan bangsa itu dan dari Padas keluar air yang sedap.
03. Tuhan ada ditengah-tengah kita
Keluaran 17:7 (TB) Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"
Saat menghadapi krisis orang sering memahami bahwa Tuhan meninggalkan dirinya sendirian menghadapi persoalan hidupnya. Demikian refleksi Musa atas peristiwa Massa dan Meriba (Ayat 7). SeaunguhNya kasih Tuhan tetap, dan Tuhan telah berjanji menuntun umatNya berjalan di Padang gurun serta menuntun mereka menuju tanah Kanaan. Janji Tuhan itu pasti dan dia tidak pernah lmengingkari hal ini.
Jika ada perasaan kita Tuhan telah meninggalkan kita, sesungguhnya itu menunjukkan kekosongan hati menghadapi krisis. Tuhan tetap bekerja dan Tuhan tak pernah meninggalkan umatNya menghadapi gurun kehidupan yang ganas.
Selamat menikmati penyertaan Tuhan dalam menjalani kehidupan ini.
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Jumat, 06 Maret 2020
IA MENJAGA NYAWAMU
IA MENJAGA NYAWAMU
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita.
Sabtu, 07/02/2020
Mazmur 121:7 (TB) TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
Psalms 121:7 (RWV) The LORD shall preserve thee from all evil: he shall preserve thy soul.
Mazmur 121 merupakan syair yang indah menjelaskan tentang Tuhan penjaga Israel. Penjagaannya non stop dua puluh empat jam dan tak pernah tertidur, bahkan ngantuk sekalipun tidak. Penjagaan Tuhan itu sempurna, tiada yang terluput sehingga umatnya terjaga dari apapun yang dapat membahayakan umatNya.
Jika kita baca keseluruhan ayat ini kita akan menemukan sungguh baiknya Tuhan itu menjaga kehidupan kita.
ay. 5: perlindungan ditangan kanannya, suatu pengawalan yang pasti
ay. 6: menjaga dari terik matahari dan sinar bulan (menjaga siang dan malam)
ay. 7: menjaga dari kecelakaan
ay. 8: menjaga saat masuk dan keluar, istilah ini dipakai saat seseorang masuk dan keluar dari kota. Namun lebih jauh lagi saat kita memulai hidup di dunia ini dan mengakhirinya. Dalam acara penguburan orang meninggal ayat ini dipergunakan sebagai liturgi tutup peti.
Saat ini, kita disapa dan diteguhkan dengan suatu penegasan, Tuhan menjaga kita dari kecelakaan. Siapakah yang tahu apa yang akan terjadi di perjalanan kita? Siapa yang tahu apa yang terjadi saat dia menggunakan transportasi publik? Kecelakaan itu tak dapat diprediksi. Ya, saat ini kita sudah mengenal SOP, suatu standar prosedur keamanan, itu baik untuk meminimalisir kemungkinan kecelakaan terjadi. Namun kita harus percaya diatas semua itu kita serahkan kepada Tuhan sang penjaga umatNya.
Kita juga saat ini, kuatir akan bahaya Covid-19, kaget dan mengejutkan. Apalagi dalam Minggu ini (3 Mar) dua orang warga Indonesia di Depok dinyatakan defected Corona. Mengingatkan bahwa di sekitar kita akan selalu ada bencana. Nats ini meneguhkan kita Tuhan menjaga.
Sahabat yang baik hati! Meyakini Tuhan menjaga umatNya bukan berarti semuanya kita serahkan kepada Tuhan, sama sekali tidak. Mari lakukan apa yang bisa kita lakukan menurut kemampuan, akal dan pikiran kita serta fasilitas yang ada untuk menjaga dan memproteksi diri dari segala kemungkinan bahaya yang menimpa. Di luar dari apa yang kita mampu, Tuhan akan melakukannya untuk kita.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Nekson M Simanjuntak
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita.
Sabtu, 07/02/2020
Mazmur 121:7 (TB) TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
Psalms 121:7 (RWV) The LORD shall preserve thee from all evil: he shall preserve thy soul.
Mazmur 121 merupakan syair yang indah menjelaskan tentang Tuhan penjaga Israel. Penjagaannya non stop dua puluh empat jam dan tak pernah tertidur, bahkan ngantuk sekalipun tidak. Penjagaan Tuhan itu sempurna, tiada yang terluput sehingga umatnya terjaga dari apapun yang dapat membahayakan umatNya.
Jika kita baca keseluruhan ayat ini kita akan menemukan sungguh baiknya Tuhan itu menjaga kehidupan kita.
ay. 5: perlindungan ditangan kanannya, suatu pengawalan yang pasti
ay. 6: menjaga dari terik matahari dan sinar bulan (menjaga siang dan malam)
ay. 7: menjaga dari kecelakaan
ay. 8: menjaga saat masuk dan keluar, istilah ini dipakai saat seseorang masuk dan keluar dari kota. Namun lebih jauh lagi saat kita memulai hidup di dunia ini dan mengakhirinya. Dalam acara penguburan orang meninggal ayat ini dipergunakan sebagai liturgi tutup peti.
Saat ini, kita disapa dan diteguhkan dengan suatu penegasan, Tuhan menjaga kita dari kecelakaan. Siapakah yang tahu apa yang akan terjadi di perjalanan kita? Siapa yang tahu apa yang terjadi saat dia menggunakan transportasi publik? Kecelakaan itu tak dapat diprediksi. Ya, saat ini kita sudah mengenal SOP, suatu standar prosedur keamanan, itu baik untuk meminimalisir kemungkinan kecelakaan terjadi. Namun kita harus percaya diatas semua itu kita serahkan kepada Tuhan sang penjaga umatNya.
Kita juga saat ini, kuatir akan bahaya Covid-19, kaget dan mengejutkan. Apalagi dalam Minggu ini (3 Mar) dua orang warga Indonesia di Depok dinyatakan defected Corona. Mengingatkan bahwa di sekitar kita akan selalu ada bencana. Nats ini meneguhkan kita Tuhan menjaga.
Sahabat yang baik hati! Meyakini Tuhan menjaga umatNya bukan berarti semuanya kita serahkan kepada Tuhan, sama sekali tidak. Mari lakukan apa yang bisa kita lakukan menurut kemampuan, akal dan pikiran kita serta fasilitas yang ada untuk menjaga dan memproteksi diri dari segala kemungkinan bahaya yang menimpa. Di luar dari apa yang kita mampu, Tuhan akan melakukannya untuk kita.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Nekson M Simanjuntak
Kamis, 05 Maret 2020
YESUS PENOLONG UMATNYA
YESUS PENOLONG UMATNYA
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 06/03/2020
Ibrani 2:18 (TB) Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Hebrews 2:18 (RWV) For in that he himself hath suffered being tempted, he is able to help them that are tempted.
Sebelum menjelaskan renungan ini ada baiknya saya mengundang anda mengingat kembali bagaimana para pramugari mengingatkan penumpang perihal standar keamanan sebelum terbang. Satu yang menarik dari penjelasan adalah jika terjadi turbulance dalam.pesawat makan secara otomatis akan keluar oksigen dan setiap orangtua yang membawa anak, terlebih dahulu memakai oksigen kepada dirinya lebih dahulu baru menolong anaknya. Itu logis dan rasional, karena harus dipastikan dulu ibunya mendapatkan oksigen untuk dapat menolong dan membantu anaknyanya memakaikan. Ditolong dulu kemudian menolong.
Analogi inilah yang dipakai oleh penulis Ibrani kepada pembacanya perihal peran Yesus Kristus menjadi Yuruselamat dan penolong bagi kita. Selama pelayanannya Yesus telah membuktikan banyak mujizat yang diperbuat: yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang bisu berbicara, yang aneh lumpuh dapat berjalan, badai tahluk hingga membangkitkan orang mati. Semua itu kuasa Yesus luar biasa yang dapat menolong kita.
Puncak dari pada kuasa Yesus adalah menahlukkan kematian. Dalam menahlukkan kematian itu Yesus Kristus telah melewati penderitaan, puncak penderitaan itu adalah kematian di kayu salib dan dikuburkan. Namun Yesus bangkit kembali pada hari yang ketiga. Sebagaimana disebutkan dalam pengakuan iman rasuli: "yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan dan pada hari yang ketiga bangkit pula dari orang mati."
Kematian dan kebangkitanNya menjadi buah sulung dari kebangkitan orang mati. Seperti Yesus yang bangkit dari kematian demikianlah orang akan mengalami kematian, menanggalkan tubuh yang fana dan memasuki tubuh yang baru. 1 Korintus 15:23-24 (TB) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
Yesus menderita untuk menyelamatkan orang yang menderita. Kesetiaannya telah terbukti hingga rela mati di kayu Salib. Dia mempersembahkan hidupnya untuk menjadi penolong bagi orang yang menderita. Itulah sebabnya tak sedikitpun kita ragu akan pertolongan Tuhan Yesus bagi orang menderita. Bahkan menyapa dan meneguhkan dengan perkataan:
Matius 5:10-11 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Sahabat yang baik hati! Demikilah dalam menghadapi kesulitan dan oendeeitaan yang kita alami, Yesus dapat melakukan apapun dalam.hiduo kita. Kuasanya besar dan dapat mengubah segalanya. Dialah penolong dan Yuruselamat kita.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selasa, 03 Maret 2020
AYUB: ORANG SALEH DAN JUJUR
AYUB: ORANG SALEH DAN JUJUR
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Rabu, 04/03/2020
Ayub 1:1 (TB) Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Job 1:1 (RWV) There was a man in the land of Uz, whose name was Job; and that man was perfect and upright, and one that feared God, and turned away from evil.
Harold Kushner pernah menuliskan buku yang menjadi Best Seller: "When Bad Things Happen to Good People". Judul ini jika diterjemahkan kira-kira begini, "Dikala hal buruk menimpa pada orang baik." Buku ada bermula dari pergumulan atas apa yang dialami oleh anaknya. Harold Kushner seorang Rabbi Yahudi, mempunyai anak bernama Aron sejak lahir menderita penyakit progeria; suatu penyakit langkah di dunia. Pada umur 14 tahun Aron akhirnya meninggal dunia. Aron anak yang baik namun harus mengalami kemalangan yang jarang terjadi pada umat manusia. Aron orang baik dan tak ada alasan yang dapat dipersalahkan dalam hidupnya sehingga dia menderita dan meninggal di usia muda.
Kejadian yang menimpa Aron ini membuat Harold Kushner mendalami kitab Ayub. Penderitaan tidaklah merupakan hukuman Tuhan. Ada kalanya orang baik mengalami penderitaan dan tidak ada alasan untuk menolaknya, hanya menjalaninya. Jadi hal buruk yang terjadi padanya tidaklah karena kesalahannya.
Kejadian ini menampik pemahaman teologi yang sering kita sering dianut dan dipahami bahwa orang baik diberkati dan orang jahat akan mendapat ganjaran pada waktunya. Orang baik akan dekat dengan Tuhan tidak akan mungkin ditimpa berbagai petaka atau hal buruk. Pandangan seperti ini sering menggiring kepada pemahaman jika ada hal buruk terjadi pada seseorang itu karena kesalahannya di hadapan Tuhan. Atau dengan kata lain: penderitaan disimpulkan sebagai hukuman Tuhan atau kutukan.
Inilah yang digugat oleh kehadiran kitab Ayub. Memberikan pencerahan dan pemahaman bahwa kejadian buruk yang menimpa seseorang bukankah karena hukuman Tuhan atas perbuatannya. Ada kalanya orang baik dan jujus seperti Ayub mengalami penderitaan dan harus menjalaninya dengan tabah. Itu bukan dosa dan kesalahannya, tetapi Tuhan menguji orang-orang terbaiknya dari godaan dan tantangan dunia yang jahat. Maka harus kita yakini, jika hal buruk terjadi pada orang baik, hanya satu yang jawabannya adalah menjalaninya dengan setia dan menunggu kehendak Allah atas kejadian itu.
Hal inilah yang dialami oleh Ayub. Lihatlah menurut keterangan 1:2 Ayub orang yang baik dan saleh, hidup bergaul dengan Tuhan selama hidupnya. Namun begitu banyak penderitaan yang menimpa hiduonya: seketika saja seluruh harta miliknya habis, anak-anaknya meninggal, dibeli isteri dan dihasut oleh sahabat-sahabatnya. Ayub tabah dan menjalaninya dan dalam semua penderitaan yang dijalani dicatat Ayub 1:22 (TB) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Sahabat yang baik hati! Membaca kitab Ayub tiada hentinya penghiburan yang kita terima, sungguh tak ada bandingnya berat pergumulan yang dihadapi Ayub dengan penderitaan dan pergumulan hidup yang menimpa kita. Kala kita telah berusaha menjadi orang baik, orang saleh dan tulus dihadapan Tuhan ditimpa kemalangan, jalanilah dengan setia. Tuhan akan menolong dan memberkati.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Rabu, 04/03/2020
Ayub 1:1 (TB) Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Job 1:1 (RWV) There was a man in the land of Uz, whose name was Job; and that man was perfect and upright, and one that feared God, and turned away from evil.
Harold Kushner pernah menuliskan buku yang menjadi Best Seller: "When Bad Things Happen to Good People". Judul ini jika diterjemahkan kira-kira begini, "Dikala hal buruk menimpa pada orang baik." Buku ada bermula dari pergumulan atas apa yang dialami oleh anaknya. Harold Kushner seorang Rabbi Yahudi, mempunyai anak bernama Aron sejak lahir menderita penyakit progeria; suatu penyakit langkah di dunia. Pada umur 14 tahun Aron akhirnya meninggal dunia. Aron anak yang baik namun harus mengalami kemalangan yang jarang terjadi pada umat manusia. Aron orang baik dan tak ada alasan yang dapat dipersalahkan dalam hidupnya sehingga dia menderita dan meninggal di usia muda.
Kejadian yang menimpa Aron ini membuat Harold Kushner mendalami kitab Ayub. Penderitaan tidaklah merupakan hukuman Tuhan. Ada kalanya orang baik mengalami penderitaan dan tidak ada alasan untuk menolaknya, hanya menjalaninya. Jadi hal buruk yang terjadi padanya tidaklah karena kesalahannya.
Kejadian ini menampik pemahaman teologi yang sering kita sering dianut dan dipahami bahwa orang baik diberkati dan orang jahat akan mendapat ganjaran pada waktunya. Orang baik akan dekat dengan Tuhan tidak akan mungkin ditimpa berbagai petaka atau hal buruk. Pandangan seperti ini sering menggiring kepada pemahaman jika ada hal buruk terjadi pada seseorang itu karena kesalahannya di hadapan Tuhan. Atau dengan kata lain: penderitaan disimpulkan sebagai hukuman Tuhan atau kutukan.
Inilah yang digugat oleh kehadiran kitab Ayub. Memberikan pencerahan dan pemahaman bahwa kejadian buruk yang menimpa seseorang bukankah karena hukuman Tuhan atas perbuatannya. Ada kalanya orang baik dan jujus seperti Ayub mengalami penderitaan dan harus menjalaninya dengan tabah. Itu bukan dosa dan kesalahannya, tetapi Tuhan menguji orang-orang terbaiknya dari godaan dan tantangan dunia yang jahat. Maka harus kita yakini, jika hal buruk terjadi pada orang baik, hanya satu yang jawabannya adalah menjalaninya dengan setia dan menunggu kehendak Allah atas kejadian itu.
Hal inilah yang dialami oleh Ayub. Lihatlah menurut keterangan 1:2 Ayub orang yang baik dan saleh, hidup bergaul dengan Tuhan selama hidupnya. Namun begitu banyak penderitaan yang menimpa hiduonya: seketika saja seluruh harta miliknya habis, anak-anaknya meninggal, dibeli isteri dan dihasut oleh sahabat-sahabatnya. Ayub tabah dan menjalaninya dan dalam semua penderitaan yang dijalani dicatat Ayub 1:22 (TB) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Sahabat yang baik hati! Membaca kitab Ayub tiada hentinya penghiburan yang kita terima, sungguh tak ada bandingnya berat pergumulan yang dihadapi Ayub dengan penderitaan dan pergumulan hidup yang menimpa kita. Kala kita telah berusaha menjadi orang baik, orang saleh dan tulus dihadapan Tuhan ditimpa kemalangan, jalanilah dengan setia. Tuhan akan menolong dan memberkati.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amen
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Senin, 02 Maret 2020
TONGKAT MUSA
TONGKAT MUSA:
Dari Padas Keluar Air Yang Segar
Selamat Pagi, sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 03/3/220
Bilangan 20:9 (TB) Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
Numbers 20:9 (RWV) And Moses took the rod from before the LORD, as he commanded him.
Musa adalah tokoh besar bagi bangsa Israel. Pemimpin yang dipakai Tuhan membawa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Musa dipersiapkan Tuhan dengan unik, ibunya menyembunyikan Musa dan menghayutkan ke sungai Nil pemandian putri raja agar terhindari dari pembunuhan bayi Ibrani di segenap Mesir. Musa pun akhirnya diangkat putri raja Firaun menjadi anak angkat. Selama 40 tahun Musa dibimbing di Istana Firaun, kemudian 40 Tahun di padang Gurun dilatih oleh mertuanya dan 40 tahun membawa Israel keluar dari Mesir sampai ke perbatasan tanah Kanaan.
Dalam memimpin bangsa Israel Tuhan memperlengkapi Musa, pertama dengan memperkenalkan nama Tuhan kepada Musa dan Israel: Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Musa dibekali dengan mujizat dan tongkat Musa memiliki kekuatan untuk melakukan mujizat melebihi sihir-sihir orang Mesir. Rencana Tuhan terhadap Musa sangat sempurna, sehingga Musa dapat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan emmbentuk.mereka.menjadi umat Allah yang harus hlsetia memelihara hukum Taurat.
Bangsa Israel adalah bangsa yang sulit dipimpin, mereka tegar tengkuk dan berulangkali membuat Musa marah. Sebagaimana di dalam Renungan hari ini. Bangsa itusedang berjalan di Padang gurun, mereka tidak menemukan air untuk diminum. Dapat.kita bayangkan bagaimana murkanya seorang yang haus, demikianlah bangsa itu bersungut-sungut keras terhadap Musa.
Maka Musa pun berdoa kepada Tuhan apa yang hendak dilakukan mengatasi keadaan tak ada air ini? Mau menggali sumur tak mungkin karena hanya batu padas. Musa berdoa dan jawaban Tuhan pada Musa adalah agar mengambil tongkatnya dan memukul batu padas tersebut. Bilangan 20:8 (TB) "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
Musa pun melakukannya dan bangsa Israel dapat minum demikian dnegan ternak mereka.
Sahabat yang baik hati! Kita tentu sudah mengentahui lagu: KJ 407:2 "Di jalanku ku diiring"
Di jalanku yang berliku dihiburNya hatiku;
bila tiba pencobaan dikuatkan imanku.
Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap,
dari cadas didepanku datang air yang sedap;
dari cadas didepanku datang air yang sedap.
Lagu ini mengenang kisah bangsa Israel yang memperoleh mujizat yang besar dari Tuhan. Pengalaman tak ada air, namun dari batu padas yang keras dan kering dapat menikmati air. Itulah hidup orang yang diiring oleh Tuhan. Perjuangan keras, garing dan sangat terbeban, percayalah pertolongan Tuhan nyata.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Dari Padas Keluar Air Yang Segar
Selamat Pagi, sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 03/3/220
Bilangan 20:9 (TB) Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
Numbers 20:9 (RWV) And Moses took the rod from before the LORD, as he commanded him.
Musa adalah tokoh besar bagi bangsa Israel. Pemimpin yang dipakai Tuhan membawa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Musa dipersiapkan Tuhan dengan unik, ibunya menyembunyikan Musa dan menghayutkan ke sungai Nil pemandian putri raja agar terhindari dari pembunuhan bayi Ibrani di segenap Mesir. Musa pun akhirnya diangkat putri raja Firaun menjadi anak angkat. Selama 40 tahun Musa dibimbing di Istana Firaun, kemudian 40 Tahun di padang Gurun dilatih oleh mertuanya dan 40 tahun membawa Israel keluar dari Mesir sampai ke perbatasan tanah Kanaan.
Dalam memimpin bangsa Israel Tuhan memperlengkapi Musa, pertama dengan memperkenalkan nama Tuhan kepada Musa dan Israel: Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Musa dibekali dengan mujizat dan tongkat Musa memiliki kekuatan untuk melakukan mujizat melebihi sihir-sihir orang Mesir. Rencana Tuhan terhadap Musa sangat sempurna, sehingga Musa dapat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan emmbentuk.mereka.menjadi umat Allah yang harus hlsetia memelihara hukum Taurat.
Bangsa Israel adalah bangsa yang sulit dipimpin, mereka tegar tengkuk dan berulangkali membuat Musa marah. Sebagaimana di dalam Renungan hari ini. Bangsa itusedang berjalan di Padang gurun, mereka tidak menemukan air untuk diminum. Dapat.kita bayangkan bagaimana murkanya seorang yang haus, demikianlah bangsa itu bersungut-sungut keras terhadap Musa.
Maka Musa pun berdoa kepada Tuhan apa yang hendak dilakukan mengatasi keadaan tak ada air ini? Mau menggali sumur tak mungkin karena hanya batu padas. Musa berdoa dan jawaban Tuhan pada Musa adalah agar mengambil tongkatnya dan memukul batu padas tersebut. Bilangan 20:8 (TB) "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
Musa pun melakukannya dan bangsa Israel dapat minum demikian dnegan ternak mereka.
Sahabat yang baik hati! Kita tentu sudah mengentahui lagu: KJ 407:2 "Di jalanku ku diiring"
Di jalanku yang berliku dihiburNya hatiku;
bila tiba pencobaan dikuatkan imanku.
Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap,
dari cadas didepanku datang air yang sedap;
dari cadas didepanku datang air yang sedap.
Lagu ini mengenang kisah bangsa Israel yang memperoleh mujizat yang besar dari Tuhan. Pengalaman tak ada air, namun dari batu padas yang keras dan kering dapat menikmati air. Itulah hidup orang yang diiring oleh Tuhan. Perjuangan keras, garing dan sangat terbeban, percayalah pertolongan Tuhan nyata.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Minggu, 01 Maret 2020
OLEH KETURUNANMU SEMUA BANGSA MENDAPAT BERKAT
OLEH KETURUNANMU SEMUA BANGSA DAPAT BERKAT
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 02/03/2020
Kejadian 22:18 (TB) Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
Genesis 22:18 (RWV) And in thy seed shall all the nations of the earth be blessed; because thou hast obeyed my voice.
Ada empat janji Tuhan kepada Abraham menurut Kejadian 12:1-4, yaitu: memberkati Abraham, nama yang mashyur, keturunan menjadi bangsa yang besar dan mewarisi tanah perjanjian. Konsekwensinya, Abraham harus meninggalkan orangtuanya, kampung halamannya dan segala yang memikat hatinya dalam dunia lamanya menuju kepada satu tujuan menurut panggilan Allah. Keputusan Abraham adalah mengikuti panggilan Allah. Satu persatu janji Tuhan diterima oleh Abraham: berkat yang belimpah, nama yang masyur, bersahabat dan disegani oleh raja Kota Salem. Terlebih sukacitanya semakin bertambah setelah kelahiran Ishak bagi Abraham.
Namun, Tuhan menguji Abraham dengan memerintahkan agar mempersembahkan Ishak kepada Allah di bukit pengorbanan Moria. Perintah ini adalah sangat berat bagi Abraham, karena anak yang lama ditunggu-tunggu harus diserahkan kepada Tuhan. Abraham lebih taat kepada Tuhan dari pada apa yang didapatkannya dari Tuhan. Maka Abraham pun menuruti perintah Allah dan mempersembahkan Ishak. Apa yang terjadi rupanya hal ini menguji iman Abraham. Abraham benar-benar tahan uji dan sungguh teruji. Kesediaan Abraham mempersembahkan Ishak sebagai bukti bahwa Abraham setia kepada Tuhan dari segala apa yang dimilikinya. Maka saat mau mengorbankan Ishak, Tuhan telah menyediakan kurban berupa anak domba sebagai ganti Ishak yang dipersembahkan bagi Allah.
Pada saat itulah Tuhan menyatakan rencana Tuhan atas keturunan Abraham. Tuhan bukan hanya hendak memberkati Abraham dengan banyak anak dan keturunan. Tetapi oleh keturunan Abraham Tuhan hendak memberkati bumi yang diciptakanNya. Ada banyak anak-anak Abraham namun dari Anak Perjanjian, yaitu Ishak, Tuhan akan memberkati semua bangsa di bumi ini. Narasi inilah yang diberitakan dalam Alkitab sejarah keselamatan dari pemanggilan Abraham, Ishak dan Yakub. Allah memakai keturunan Abraham menjadi berkat bagi dunia. Secara faktual, keturunan Yahudi telah mengubah peradaban dunia, melalui pengetahuan dan tehnologi banyak ditemukan oleh keturunan Yahudi.
Abraham adalah Bapa orang percaya, anak-anak Abraham bukan saja anak-anak genetik. Namun setiap orang percaya kepada Yesus Kristus secara iman kita juga adalah anak-anak Abraham. Maka prinsip hidup orang percaya juga harus ikut ambil bagian dalam panggilan ini diberkati untuk menjadi berkat bagi dunia.
Sahabat yang baik hati! Marilah menyadari panggilan ini. Harus kita pahami bahwa bukan hanya anak-anak Abraham secara genetik atau keturunan Yahudi yang dipanggil dan diberkati Tuhan menjadi berkat bagi dunia. Tetapi kita semua orang percaya dipanggil dan diutus Tuhan Yesus untuk menjadi berkat bagi segala bangsa dan segala mahkluk.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 02/03/2020
Kejadian 22:18 (TB) Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
Genesis 22:18 (RWV) And in thy seed shall all the nations of the earth be blessed; because thou hast obeyed my voice.
Ada empat janji Tuhan kepada Abraham menurut Kejadian 12:1-4, yaitu: memberkati Abraham, nama yang mashyur, keturunan menjadi bangsa yang besar dan mewarisi tanah perjanjian. Konsekwensinya, Abraham harus meninggalkan orangtuanya, kampung halamannya dan segala yang memikat hatinya dalam dunia lamanya menuju kepada satu tujuan menurut panggilan Allah. Keputusan Abraham adalah mengikuti panggilan Allah. Satu persatu janji Tuhan diterima oleh Abraham: berkat yang belimpah, nama yang masyur, bersahabat dan disegani oleh raja Kota Salem. Terlebih sukacitanya semakin bertambah setelah kelahiran Ishak bagi Abraham.
Namun, Tuhan menguji Abraham dengan memerintahkan agar mempersembahkan Ishak kepada Allah di bukit pengorbanan Moria. Perintah ini adalah sangat berat bagi Abraham, karena anak yang lama ditunggu-tunggu harus diserahkan kepada Tuhan. Abraham lebih taat kepada Tuhan dari pada apa yang didapatkannya dari Tuhan. Maka Abraham pun menuruti perintah Allah dan mempersembahkan Ishak. Apa yang terjadi rupanya hal ini menguji iman Abraham. Abraham benar-benar tahan uji dan sungguh teruji. Kesediaan Abraham mempersembahkan Ishak sebagai bukti bahwa Abraham setia kepada Tuhan dari segala apa yang dimilikinya. Maka saat mau mengorbankan Ishak, Tuhan telah menyediakan kurban berupa anak domba sebagai ganti Ishak yang dipersembahkan bagi Allah.
Pada saat itulah Tuhan menyatakan rencana Tuhan atas keturunan Abraham. Tuhan bukan hanya hendak memberkati Abraham dengan banyak anak dan keturunan. Tetapi oleh keturunan Abraham Tuhan hendak memberkati bumi yang diciptakanNya. Ada banyak anak-anak Abraham namun dari Anak Perjanjian, yaitu Ishak, Tuhan akan memberkati semua bangsa di bumi ini. Narasi inilah yang diberitakan dalam Alkitab sejarah keselamatan dari pemanggilan Abraham, Ishak dan Yakub. Allah memakai keturunan Abraham menjadi berkat bagi dunia. Secara faktual, keturunan Yahudi telah mengubah peradaban dunia, melalui pengetahuan dan tehnologi banyak ditemukan oleh keturunan Yahudi.
Abraham adalah Bapa orang percaya, anak-anak Abraham bukan saja anak-anak genetik. Namun setiap orang percaya kepada Yesus Kristus secara iman kita juga adalah anak-anak Abraham. Maka prinsip hidup orang percaya juga harus ikut ambil bagian dalam panggilan ini diberkati untuk menjadi berkat bagi dunia.
Sahabat yang baik hati! Marilah menyadari panggilan ini. Harus kita pahami bahwa bukan hanya anak-anak Abraham secara genetik atau keturunan Yahudi yang dipanggil dan diberkati Tuhan menjadi berkat bagi dunia. Tetapi kita semua orang percaya dipanggil dan diutus Tuhan Yesus untuk menjadi berkat bagi segala bangsa dan segala mahkluk.
Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Langganan:
Postingan (Atom)
DALAM KESUSAHAN TETAP BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN
Catatan Kotbah Minggu Misericordias Domini Minggu, 19 April 2026 Ev. Habakuk 3:10-19 DALAM KESUSAHAN BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN Selamat Har...
-
Sermon Jamita Minggu 7 Okt 2018 Turpuk : 2 Timoteus 4:1-5 SAHAT ULA TOHONANMI - TUNAIKANLAH TUGAS PELAYANANMU Patujolo/Pendahuluan ...
-
Mengawali Tahun Baru SADA DO HITA SALUHUTNA DI BAGASAN KRISTUS Galatia 3:26-28 Ai saluhut do hamu anak ni Debata marhitehite haporseaon...