Sabtu, 02 September 2017

HIDUP DI DALAM KASIH

HIDUP DI DALAM KASIH

Selamat Hari Minggu! Kotbah minggu ini dari Rom 12:9-21 merupakan nasihat Paulus tentang dasar Etika Hidup Kristiani yaitu berlandaskan kasih. Segala tindakan, perbuatan dan perkataan didasarkan pada kasih. Jika kita baca teks kotbah ini sangat kaya akan nasihat dan hal-hal apa saja tugas dan tanggungjawab orang beriman. Dari sekian banyak nasihat Paulus ini marilah kita ambil 3 pelajaran berharga menurut saya dapat juga merangkumkan semua pengajaran Paulus dalam Rom 12 ini.

1. Hidup di dalam kasih melawan kemunafikan:
"He agape anhupokritos" demikian teks Yunani pada ayat 9a. Terjemahan lebih tepat  adalah "kasih itu tidak munafik". Hupokritos (munafik atau hypocriate) salah satu dosa yang ditentang Yesus dari perilaku orang beragama (baca Farisi), hal itu dapat kita lihat dari berbagai perakapan Yesus dengan Farisi dan Ahli Taurat. Atas nama agama mereka menutupi perbuatan mereka yang tidak murni. Atau atas nama formalisme agama mereka "mengkuduskan" ("mengalimkan") segala perbuatan mereka seolah-olah kudus namun sesungguhnya tidak kudus, seolah-olah penuh kasih namun sesungguhnya tidak berbuat apa-apa. Itulah hupokritos, bedak penutup wajah jelek agar seolah-olah cantik dan elok. Demiiian juga kotbah minggu ini mengajarkan kepada kita hidup di dalam kasih harus hidup murni dalam kasih (genuine), tidak pura-pura, menjauhi kejahatan dan melakukan perbuatan baik.
Kasih tidak munafik dibuktikan dengan sikap mengasihi sesama sebagai saudara,  menghormati orang lain tanpa membeda-bedakan atau memandang bulu, rela dan iklas membantu tanpa pamrih. Kita mengasihi karena kita hidup karena kasih. Allah telah lebih dahulu mengasihi kita.

2. Hidup menghadapi tantangan: bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan dan bertekun dalam doa.
Berpengharapan identik dengan menunggu. Jika kita menunggu dengan rasa cemas akan menjengkelkan. Wajah muram apalagi yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Bisa membuat jengkel dan kehilangan mood. Amat berbeda jika kita menunggu dengan bersukacita, waktu tidak berlalu.
Dalam hal iman berpengharapan harus di dalam sukacita, kita bergembira karena kita tunggu pasti datang dan segera datang. Itulah iman, kepastian akan apa yang kita harapkan (Ibrani 11:1).
Ketidak sabaran adalah sikap yang senantiasa digarami dan diterangi. Dari 7 perumpamaan Tuhan tentang Kerjaaan Allah menyangkut kesabaran menjalani proses: biji sesawi, sekalipun biji terkecil diantara sayuran namun lihatlah dia berumbuh hingga burung-burung diudara berteduh. Demikian halnya dengan ragi: ubi yang keras setelah ragi ditaburi, dalam proses tertentu berubah menjadi tape yang empuk dan lembut.  Berpengharapan adalah proses, mari bertekun dan bersabar hingga kepenuhan apa yang kita harapkan.

3. Sikap Terhadap Kejahatan: Kalahkan kejahatan dengan berbuat baik. Orang Kristen tidak dipersenjatai dengan senjata untuk memeramgi kejahatan. Namun hanya diperlengkapi dengan senjata rohani (Efesus 6) dan pedang kita adalah firman yang mengubah hati manusia, menegor kesalahan dan meperbaiki kelakuan (2 Tim 3:16)
Dalam berbagai Pendalam Alkitab dan Diskusi dalam hal keunggulan ajaran kekristenan. Ajarab kasih merupakan keunggulan namun sekaligus sebagai hal yang tersulit untum dilakukan. Bagaiaman kita memberi pipi kiri untuk ditampar orang yangvtelah menampar pipi kanan kita? Bagaimana mungkin kita hanya melempar senyum atau bahkan memberi roti bagi yang telah melempar kita dengan batu? Bagaimanalah kita mungkin berdoa dan memberkati orang yang telah menyakiti dan membuat kita luka di hati yang membekas? Haruslah kita akui bahwa ajaran ini merupakan paling sulit dilakukan, namun sesungguhnya ajaran ini sangat indah untuk dilakukan. Membenci orang yang melukai kita akan menambah luka hati anda semakin parah. Namun berdoa dan memberkati orang yang membenci kita akan memulihkan dan menyembuhkan luka kita. Kita berdamai, hati tenang dan tak ada akar pahit dalam diri kita. Semuanya telah berubah manis oleh penebusan Yesus Kristus.
Dampak semacam inilah yang dilihat oleh Paulus bahwa jangan kalahkan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan perbuatan baik.

#pdt nekson m sjuntak

Jumat, 01 September 2017

KASIHANILAH AKU ORANG BERDOSA INI

KASIHANILAH AKU ORANG BERDOSA INI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah mempergunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu 02/09/2017

Lukas 18:13 (TB)  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Luke 18:13 (RSV)  But the tax collector, standing far off, would not even lift up his eyes to heaven, but beat his breast, saying, `God, be merciful to me a sinner!'

Nats renungan ini, merupakan bahagian dari pengajaran Yesus tentang dua pribadi yang sangat berbeda: farisi dan pemungut cukai.

Di kalangan masyarakat kaum Farisi adalah ulama yang dihormati. Hidup mereka sehari-hari dinilai saleh dan bergaul dengan Tuhan dengan mencintai Taurat. Mereka taat taurat, apa yang diperintahkan didlaam taurat mereka lakukan dengan setia, seperti: sabbat, berpuasa, memberi perpuluhan, dan merasa lebih dekat kepada Tuhan dibanding yang lain. Mungkin karena merasa sudah melakukan Taurat mereka ini sering berdiri sebagai orang yang memeriksa hidup orang lain apakah sudah atau belum melakukan Taurat Tuhan. Satu kritik Yesus kepada farisi adalah ibadah yang dimotivasi hendak membandingkan diri dengan yang lain akan jatuh kepada kesombongan rohani. Farisi datang ke rumah ibadah bukanlah mau memuji Tuhan tetapi memuji diri sendiri lewat pemenuhan taurat Tuhan, dia dan ibadah-ibadahnya.

Amat berbeda dengan pemungut cukai. Di kalangan masyarakat mereka dinilai orang berdosa, penghianat terhadap Yahudi karena dianggap kaki tangan romawi. Di kalangan umum, pemungut cukai rentan korupsi dan sering juga bertangan besi. Seorang pemungut cukai harus memenuhi target pajak yang ditetapkan, jika tidak terpenuhi mereka bisa kehilangan pekerjaan. Selain itu tidak jarang pemungut cukai bekerja sama dengan algojo atau tukang pukul untuk memaksa orang lain membanyar hutang-hutang pajak. Pokoknya di kalangan masyarakat umum mereka dikategorikan manusia pendosa berat.

Kehadiran Yesus yang bersahabat dengan pemungut cukai mendapat sorotan yang tajam dari publik, bahkan sangat mengecewakan bagi sebahagian orang bahkan ini dasar kaum Farisi menyerang popularitas Yesus.  Yesus sangat bersahabat dengan pemungut cukai,  berkenan singgah dirumah Zakeus bahkan mesalah satu dari muridnya adalah pemungut cukai.  Yesus bersahabat dengan pemungut cukai hendak membuktikan kebenaran: opini publik tak selamanya menjadi kebenaran. Yesus hendak menjelaskan jangan menghakimi semua orang dengan premis umum.  Pengakuan Zakheus menunjukkan suatu kekeliruan besar, tak semua pandangan umum itu berlaku umum.

Lebih dalam lgi dari doa pemungut cukai ini;  Yesus hendak mengajarkan kaaih karunia bukan karena kemampuan kita dihadapan Allah namun pengaluan kelemahan dan dosa kita dihadapanNya. Inilah kesombongan doa Farisi: budi baiknya dianggap menjadi dasar kedekatannya kepada Tuhan. Namun pemungut cukai, berdoa dengan kesadaran bahwa dirinya tak layak dihadapan Allah, hanya belas kasihan dari Tuhan. Farisi berdoa didasari kesombongan rohani, merasa telah melakukan apa yang diperintahkan Tuhan sehingga dia lebih benar dari semua orang. Justru sokap demikian yang tidak dibenarkan. Yesus membenarkan doa orang pemungut cukai:  YA, Tuhan Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.  Liturgi-liturgi pengakuan dosa kita menjadi agenda yang baku dalam liturgis gereja: kita senantiasa berdoa di dalam kerendahan hati dan memohon pengampunan atas dosa kita dihadapan Allah.

Sahabat yang baik hati! Renungan di pagi hari ini mengundang sikap merendahkan diri dihadapan Allah. Jangan menghakimi orang lain dari opini publik, seolah seseorang paling berdosa dan tidak berguna padahal hidup mereka lebih mulia. Mari tetap merendahkan diri di hadapan sesama dan di hadapan Allah karena hidup ini adalah kasih karunia Tuhan.

#pdt nekson  m sjuntak

Kamis, 31 Agustus 2017

ENGKAULAH PERTEDUHAN KAMI

ENGKAULAH PERTEDUHAN KAMI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah mempergunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 01/09/2017

Mazmur 90:1-2 (TB)  Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

Psalms 90:1-2 (RSV)  A Prayer of Moses, the man of God. LORD, thou hast been our dwelling place in all generations.

"Rest Area" demikian nama peristirahatan yang dipersiapkan manajemen Jasa Marga kepada pengguna jalan Tol. Tempat ini multi fungsi: mengisi bbm, rest room, rehat kopi bahkan makan dan tempat istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.  Lebih dari fungsi Rest Area, makna Tempat Perteduhan bagi seseorang yang berjalan di padang gurun sebagaimana disebutkan pada renungan hari ini. Bagi pejalan di gurin pasir Tempat perlindungan adalah satu-satunya tempat berlindung dan keselamatan menghadapi badai pasir. Berjalan di padang gurun tentu penuh dengan tantangan: terik panas, kehabisan air minum, binantang buas dan binatang berbisa yang mematikan serta yang paling mengenaskan adalah badai pasir. Semuanya akan mati tertimbun badai pasir jika tidak ada perteduhan yang aman. Dengan konteks demikian,  kita tentu dapat memahami makna penting perteduhan bagi pejalan di gurun pasir: Engkaulah Perteduhan Kami. Perteduhan bukan suatu istirahat semata, tetapi satu-satunya tempat perlindungan.

Mazmur ini disebut doa Musa, kemungkinan ini adalah Mazmur yang tergolong tua jaman Musa yang dituliskan kembali pada zaman kerajaan. Atau kemungkinan kedua adalah hendak menceritakan akan pentingnya tempat perteduhan bagi orang yang berjalan di padang gurun seperti pengalaman Musa dan bangsa Israel. Musa membawa umat Israel keluar dari Mesir dan berjalan di padang gurun. Tidak ada kekuatan yang bisa diandalkan dari kekuatan  diri sendiri. Hanya di dalam Tuhan mereka terlindung dari berbagai ancaman maut.

Jika bukit-bukit padas dan gua batu menjadi tempat perlindungan paling aman bagi pejalan di padang gurun, jauh sebelum itu ada Tuhan telah ada. Dialah pencipta dan pemelihara hidup kita, tempat perlindungan yang abadi.  Tuhan sebagai tempat perteduhan bukan hanya sekali perjalanan, atau untuk satu generasi. Namun Tuhan itu adalah perteduhan kita dari generasi ke generasi sampai selama-lamanya.

Sahabat yang baik hati! Renungan pagi ini memberikan jaminan bagi kita bahwa Allah adalah tempat perteduhan bagi kita. Dia menjaga, melindungi dan menyediakan apa yang kita butuhkan. Jika kebaikan manusia terbatas untuk memberikan pertolongannya, maka Tuhan berkenan sebagai tempat perteduhan selama-lamanya

#pdt nekson m sjuntak

Rabu, 30 Agustus 2017

JANGAN BERDALIH: TUHAN MENJAMU KITA

JANGAN BERDALIH, TUHAN MENJAMU KITA


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah mengambil waktu sejenak di pagi hari ini untuk  berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 31/08/2017

Lukas 14:17 (TB)  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.

Luke 14:17 (RSV)  and at the time for the banquet he sent his servant to say to those who had been invited, `Come; for all is now ready.'

Dalam percakapan umum di masyarakat ada hal unik dalam undang mengundang. Perhatikanlah, tidak sedikit orang yang kecewa atau kesal karena tidak diundang seorang sahabat ke pestanya, namun banyak juga orang yang telah menerima undangan dari sahabat namun tidak menghadirinya. Bahkan tidak merasa bersalah tidak hadir memenuhi undangan. Mungkin saja masyarakat kita sudah terbiasa atau karena terlalu banyak undangan sehingga sulit menentukan prioritas. Jika diundang by phone, atau pesan sms/WA dianggap kurang menghargai. Undangan cetak yang dikirim via pos juga dianggap kurang sopan, padahal zaman ini sangat susah mengatur waktu untuk jumpa langsung.

Masalah undang mengundang ke pesta ini rupanya sudah masalah klasik. Yesus sendiri memakai hal undangan ke pesta ini menjadi satu pengajaran yang sangat menarik tentang Kerajaan Sorga. Sesungguhnya, Allah itu baik, Dia menyediakan jamuan besar dan lezat. Dia mengundang orang-orang pilihannya untuk menikmati jamuan yang dipersiapkanNya. Namun sayang, umat pilihan, sahabat lingkaran terdekat yang diundangNya menikmati jamuan tak memenuhi undangan Allah.

Bagi orang Yahudi diundang dalam jamuan pesta adalah suatu kehormatan dan penghargaan. Namun apa jadinya jika jamuan telah dipersiapkan dan suda tersedia yang diundang tidak ada yang hadir?  Perumpamaan orang berdalih ini adalah menjelaskan sikap manusia yang menolak rencana baik Allah dalam hidup kita. Yesus mengajarkan suatu perumpamaan seorang mengadakan perjamuan yang terbaik, namun orang yang diundang berdalih. Alasan mereka sibuk dengan kesenangannya masing-masing, sibuk dengan urusan dan bisnisnya masing-masing dan mengabaikan undangan tuan yang maha baik. Di akhir perumpamaan ini, sang tuan menyuruh hamba-hambanya untuk pergi ke jalan dan ke lorong-lorong mengundang siapa saja yang ditemukan untuk mau menikmati jamuan yang tersedia. Bagi mereka yang berdalih tidak akan menikmati apapun.

Sahabat yang baik hati, waktu yang kita lalui adalah kesempatan baik. Dalam setiap kesempatan baik ini kita diundang untuk berkenan memenuhi undangan Allah. Apalah undangan Tuhan? Berjumpa dengan Tuhan lewat doa dan pujian kita. Tuhan selalu mengundang kita dan hendak menumpangkan tanganNya memberkati kita. Tuhan menunggu kita: bagilah waktumu, rencanakanlah pekerjaanmu dengan baik karena Tuhan telah menyediakan waktu bagi kita untuk bekerja. Hadirilah undangan Allah untuk mengisi kerohanian kita.

#pdt nekson m sjuntak

Selasa, 29 Agustus 2017

SEJAHTERA BERTAMBAH ATASMU

SEJAHTERA BERTAMBAH ATASMU

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 30/08/2017

Daniel 6:25 (TB)  (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
Daniel 6:25 (RSV)  Then King Darius wrote to all the peoples, nations, and languages that dwell in all the earth: "Peace be multiplied to you.

Sesulit apapun keadaan, jalan keluar akan selalu ada bagi orang yang setia di jalan Tuhan. Itulah yang ditunjukkan oleh kitab Daniel. Bangsa Yehuda yang terbuang mengalami keadaan pahit di Babelonia, namun dalam keadaan pahit itu masih ada pemeliharaan Tuhan. Anak-anak Yehuda yg terbuang ada yang lulus seleksi untuk dididik menjadi pejabat tinggi di Istana. Mereka itu adalah Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. (Daniel 1:7)
Keempat orang ini lulus terbaik dan menjadi pejabat di Istana Nebukadnezar Raja orang Babel. Mereka sangat cerdas dan mampu menjawab misteri mimpi raja melebihi pejabat istana lainnya. Kecerdasan mereka tidak disukai pejabat lainnya, sehingga mereka dijebak dengan peraturan tidak boleh menyembah selain dewa Babelonia. Atas dakwaan inilah Daniel dkk harus menjalani hukuman mati dengan dimasukkan ke perapian. Namun apa yang terjadi orang yang melempar ke api sudah mati terbakar, namun mereka tetap hidup, sehelai rambut pun tak disentuh oleh api. Atas kejadian itu Nebukadnezar memuji Tuhan, Allah yangbdisembah Daniel. Darius  memberkati Daniel dkk dan diberi jabatan yang tinggi di Istana Babel.

Rezim pun berlalu, Kerajaan Media dan Persia bangkit manahlukkan Babel. Seluruh jajahan Babelonia menjadi jajahan Persia dibawah pemerintahan Darius. Darius sangat menyukai Daniel dkk atas integritas mereka, namun hal yang sama terulang lagi, sekeliling istana tak menghendaki Daniel dkk. Mereka menjebak Daniel dkk yang tetap berdoa kepada Tuhan , Allah Israel, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Ini bertentangan dengan dekrit raja yang memerintahkan agar semua penduduk hanya taqwa dan beribadah pada Raja Persia. Atas hal ini Daniel dkk dihukum mati dengan dilemparkan ke gua singa. Pikir Darius tamatlah riwayat Daniel dkk. Tapi apa yang terjadi, ketika Darius bangun, yang pertama dilakukannya adalah memastikan apakah Daniel dkk selamat atau tidak. Tak ada singa yang menyentuh Daniel dkk, justru semua tunduk dan taat. Tuhan menjaga dan memelihara mereka di gua Singa dengan mengutus malaikat.

Darius senang bahwa Daniel selamat, dia memuji Tuhan Daniel. Selain memberkati Daniel dan memberi pangkat yang tinggi Darius membuat surat ke seluruh negeri perihal agar takut dan hormat kepada Allah yang disembah Daniel.  Daniel 6:26 (TB)  (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
Sahabat yang baik hati! Inilah kehebatan orang percaya, sekalipun ditindas namun tak binasa, sekalipun berbagai cara dilakukan untuk menjatuhkan mereka, kuasa Tuhan jauh lebih kuat melindungi orang-orang yang dikasihinya. Sehebat apapun kesulitan yang menimpa kita, jalanilah dengan setia di dalam Tuhan. Tuhan akan menambahkan berkat-berkatnya bagi kita. Bahkan orang yang paling membenci kita sekalipun dapat diubah Tuhan menjadi orang yang menolong dan mengasihi kita. Dalam catatan sejarah Raja Darius adalah orang yang menyetujui kembalinya umat Israel dari pembuangan Babel, memulangkan mereka dengan bekal yang dibutuhkan dan turut menyediakan pembiayaan pembangunan tembok Yerusalem dan pembangunan Bait Suci.

Apa yang kita temukan dalam renungan ini adalah karya Allah atas orang yang tetap setia. Tuhan telah membuka mata Darius lewat kesetiaan Daniel.


#pdt nekson m sjuntak

Senin, 28 Agustus 2017

TETAPLAH MENGAMPUNI

TETAPLAH MENGAMPUNI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 29/08/2017

 Lukas 17:4 (TB)  Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."

Luke 17:4 (RSV)  and if he sins against you seven times in the day, and turns to you seven times, and says, `I repent,' you must forgive him."

Ada satu lagu berjudul: "Jangan Sampai Tiga Kali". Lagu ini menggambarkan sikap hati manusia yang memiliki batas kemampuan seseorang memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain. sairnya demikian: "Satu kali kau sakiti, masih kumaafkan, dua kali kausakiti juga kumaafkan. Tapi jangan kau coba tiga kaki. Jangan oh jangan ....dst". Lagu ini menggambarkan keterbatasan hati kita memaagkan orang lain: seseorang tidak dapat lagi menerima maaf dari kesalahan yang berulang.

Jika manusia memiliki batas kemampuan memaafkan, berbeda dengan ajaran Alkitab. Inilah salah satu keunggulan ajaran alkitab, yaitu: pengampunan. Yesus mengajarkan konsep pengampunan yang tanpa batas. Setiap ada orang bersalah datang memohon maaf dan menyesali dosanya pada sat itu kita harus mengampunia dia. Sekalipun saudara kita melakukan kesalah tujuh kali sehari, dan ia datang menyesali dosanya pada saat itu kita akan menerima maaf, mengampuni dan membebaskan dia. Yesus mengajarkan jangan menaruh dendam dan menutup maaf baginya. Tetapi bukalah senantiasa maaf dan pengampunan bagi setiap orang yang bersalah kepada kita. Sebagaimana kita mengharapkan Tuhan mengampuni setiap kesalahan kita, demikian pula kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita. (Doa Bapak Kami)

Hal mengampuni ini, lebih jauh lagi Jesus mengajarkan dalam  Matius 18:21-22 (TB)  "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
Dari penjelasan Yesus ini kita hendak menerima maaf dari setiap orang yang menyesali perbuatannya.

Sahabat yang baik hati, inilah salah satu keunggulan ajaran kekristenan, maaf dan pengampunan yang senantiasa terbuka. Tidak ada dosa yang tidak dapat di ampuni, hanya satu menurut Alkitab yang tidak dapat diampuni yaitu melakukan dosa kekal menghujat Roh Kudus (Lukas 12:10; Markus 3:29). Dalam berbagai penafsir, dosa kekal dimaksud adalah orang yang tidak mempergunakan kesempatan pengampunan. 

Renungan hari ini mengajak kita untuk berkenan memaafkan. Memaafkan berarti pertama sekali kita menyadari kesalahan kita dan bangkit untuk memohon maaf. Hati yang mau memohon maaf adalah bahagian dari sikap kerendahan hati. Orang yang mau memohon maaf biasanya diikuti juga dengan kesediaan memaafkan. Mengapa kita harus mengampuni, karena kita adalah anak-anak Allah. Yang meneladani Allah yang murah hati sebagaimana tertulis Lukas 6:36 (TB)  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." Dengan demikian hidup akan indah, karena terbukanya maaf dan pengampunan bagi setiap orang.

Hidup ini akan indah jika setiap orang saling mengampuni karena pengampunan memulihkan hubungan kita dengan orang lain dan inilah yang dikehendaki oleh Allah.

#pdt nekson m simanjuntak

Minggu, 27 Agustus 2017

TUHAN RAJA SEMESTA

TUHAN RAJA SEMESTA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 28/08/2017

Zakharia 14:9 (TB)  Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.

Zechariah 14:9 (RSV)  And the LORD will become king over all the earth; on that day the LORD will be one and his name one.

Zakaria artinya Tuhan mengingat kembali umatNya. Kitab Zakaria ini hendak menunjukkan bahwa sesungguhnya Tuhan tidak lupa akan umatNya dalam pembuangan. Allah akan menghukum bangsa-bangsa yang selama ini menindas umatNya, Tuhan akan datang menyelamatkan dan  mengembalikan mereka ke Yerusalem.

Jika anda membaca kitab Zakaria, mungkin anda akan sulit memahami karena isinya banyak mengenai penglihatan-penglihatan (Pasal 1-9). Di kalangan teolog juga mengalami kesulitan memahami penglihatan-penglihatan yang dituliskan dalam kitab ini.  Namun disitulah kekayaan Alkitab, zaman penindasan membuat para hamba Tuhan terus kreatif, menyampaikan pesan-pesan nabiah lewat simbol-simbol yang dapat ditangkap dan dipahami oleh umat Israel. Sesungguhnya dari penglihatan-penglihatan ini kita mengetahui bahwa  Zakaria memiliki cara penulisan yang unik, mengungkapkan pergumulan umat Israel dengan bangkitnya bangsa-bangsa. Keadaan tidak membuat mereka berhenti berpikir namun dengan metode tertentu dan symbol-symbol kitab Zakaria hadir menguatkan umatNya dalam pembuangan.  Kerajaan-kerajaan dunia ini akan bangkit, menekan dan menindas umat Allah. Bahkan umat Allah akan tercerai berai seolah kehilangan gembala namun Allah sendiri menjadi gembala dan akan mendatangkan sukacita dan sorak sorai nagi umatnya.

Pandangan Zakaria sejajar dengan Yesaya,  Yeremia dan Yehezkiel bahwa pembuangan adalah murka Allah atas pelanggaran  (Zak 1:2). Sekalipun Yerusalem akan hancur, umat Allah akan tercerai berai namun Allah akan datang, sebagai Raja dami Dia akan memulihkan keadaan umatNya, dan memulihkan keadaan mereka. Pembuangan adalah hukuman, namun bukan untuk melenyapkan namun hukuman yang bersifat edukatif mendidik dan memurnikan umatNya. Setelah semua itu dijalani Tuhan akan memulihkan Sion.  Itulah sebabnya nabi Zakaria mengatakan: Zakharia 9:9 (TB)  Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Zakaria menunjukkan suatu keadaan  bahwa   Allah  akan menghakiminya semua bangsa-bangsa karena Dialah raja alam semesta. Dialah Tuhan atas segala bangsa-bangsa. Tuhan adalah Raja segala bangsa, semua bangsa dan suku bangsa berada dibawah kedaulatan Allah. Tidak ada yang tidak dibawah pemerintahannya.

Sahabat yang baik hati, renungan di pagi hari ini menguatkan kita agar tidak takut. Sehebat apapun kuasa dunia ini menekan dan menindas orang percaya, jalanilah...! Akhir semua perjalanan ini ada pada Tuhan. Tuhan jauh lebih berkuasa karena Tuhan satu-satunya Allah yang memerintah atas segala bangsa. Kuasa Tuhan jauh melebihi dari kuasa apapun di dunia ini. Tuhan itu raja di atas segala raja. Senagaimana pesan Paulus segala kuasa bertekuk lutut: Filipi 2:10 (TB)  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

#pdt nekson m sjuntak


Sabtu, 26 Agustus 2017

TUHAN PENYELAMAT YANG KWKAL

TUHAN PENYELAMAT YANG KEKAL

Selamat hari minggu! Tentu bukanlah pekerjaan mudah meyakinkan orang, apalagi jika suasana hati yang penuh beban. Tidak semudah seorang marketing mempromosikan produknya. Sebagaimana kita tahu seorang marketing harus berusaha meyakinkan konsumen dengan mempromosikan produknya, baik melalui tutur bahasa yang menarik, pandai menjelaskan mutu dan kwalitas, tahu menjelaskan manfaatnya pada konsumen dan meyakinkan orang bahwa produknya menjawab kebutuhan dan keahlian lainnya. Tidak jarang korporasi mengalokasikan anggaran yang lumayan untuk promosi dan marketing.

Pekerjaan meyakinkan ini jugalah yang digumuli oleh nabi Yesaya dalam pembuangan sebagaimana nats Kotbah Minggu ini dari Yesaya 51:1-8.  Orang yang diyakinkannya adalah umat Allah yang telah berjuang keras hidup menderita di pembuangan Babel: mengalami pergumulan batin dan tidak sedikit dari antara mereka yang sudah berputus asa menantikan keselamatan. Namun ada pula yang sangat giat mencari Tuhan dan hidup dalam kebenaran, yaitu sisa-sisa Israel yang selalu bertekun menantikan keselamatan dari Allah. Menantikan Mesias yang akan memulihkan Sion dan Yerusalem. 
Jika tidak semua dapat diyakinkan, setidaknya sisa-sisa ini masih dapat mendengarkannya. Itulah sebabnya Yesaya fokus pada orang yang mencari Tuhan yaitu: sisa-sisa Israel. Ungkapan: "hai kamu yang mengejar kebenaran" dan "hai kamu yang mencari Tuhan" adalah komunitas yang masih memiliki pengharapan dan menantikan  keselamatan dari Tuhan. Penantian mereka tidak akan sia-sia, pencarian mereka tidaklah usaha menjaring angin. Mereka akan menemukan apa yang mereka cari yaitu keselamatan dari Tuhan. Tuhan penyelamat yang kekal.

Untuk meyakinkan hal ini Yesaya menunjukkan contoh tindakan Allah dalam sejarah Israel dengan mengarahkan: Pandanglah...

1. Abraham dan Sarah
Ketika dipanggil dia hanya sendiri namun ditempa dan dijadikan Tuhan menjadi bangsa yang besar. Tuhan memberkati ra Allah bekerja sehingga orang yang sebatang kara pun dapat dijadikan menjadi bangsa yang besar. Mengapa bisa demikian karena janji Allah. Allah telah mengikat perjanjian kepada Abraham. Janji Tuhan tidak akan berubah, seperti fajar yang selalu menyingsing di pagi hari demikian janji Tuhan akan konsisten dan digenapi.

2. Tuhan akan membangun reruntuhan Sion. Sejak ditahlukkan Babelonia, Sion telah menjadi sepi, Yerusalem tinggal puing korban perang. Lorong-lorongnya menjadi senyap dan jalan-jalan utamanya sepi; tidak ada orang tua berjalan dan tak ada anak-anak bermain. Yerusalem telah menjadi reruntuhan yangbselalu diratapi. Tuhan akan memulihkannya, Tuhan akan membangun kota Allah kembali. Bagaimana itu mungkin? Tuhan itu maha kuasa, Dia bisa mengubah padang gurun menjadi taman Eden dan tanah gersang menjadi taman Tuhan. Tidak ada yang mustahil baginya. Semuanya dapat diubahnya sesuai dengan kehendakNya. Sejarah perjalanan Israel keluar dari perbudakan Mesir hingga tuntunan Tuhan sampai ke Tanah Kanaan semuanya telah dilihat dan disaksikan oleh bangsa Israel. Sehingga menetapkan kredo atau pengakuan iman. Pengakuan iman ini terus diulang-ulang dan diajarkan dari generasi ke generasi. Allah itu maha kuasa, tiada kemustahilan bagi Allah. Sekali dia berfirman jadilah maka segala sesuatu akan jadi. Sion yang hanya tinggal puing akan dipulihkan. Itu bukanlah hanya janji, Tuhan sendiri telah memakai Raja Kores (Raja Persia)  memulangkan Yehuda darinpembuangan babel dan membekali mereka membangun kembali tembok Yerusalem dan membangun kembali Bait Allah dibawah kepemimpinan Esra dan Nehemia. 

Jika demikian halnya tak ada alasan untuk meragukan janji Kleselamatan Allah. Percayalah pada Tuhan, keselamatan akan datang.  Sekali Dia berjanji, Tuhan akan menggenapi janjinya.

3. Yesaya mengajak agar bangsa itu memandang sekelilingnya, semua itu akan berlalu: langit, bumi dan segala kemegahannya akan berlalu. Namun keselamatan dari Tuhan akan abadi.
Yesaya 51:6 (TB)  Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.
Sungguh apa yang kita pandang baik, kuat dan megah akan berakhir dan berlalu. Langit akan lenyap seperti asap dan bumi memburuk sepeti pakaian usang dan akan ditinggal. Yang abadi adalah Firman Tuhan dan janjiNya tetap untuk selama-lamanya. Karena itu tetaplah berpegang pada janji kedelamatanNya.

Yang menjadi permasalahn adalah: apa yang kita lakukan selama penantian? Apa yang hendak kita perbuat sampai pemenuhan janji? 

Yesaya dalam kotbah Minggu ini berungkali menyebutkan beberapa hal:
A. Perhatikanlah
B. Pandanglah
C. Arahkanlah
D. Dengarkanlah

Semuanya itu adalah bentuk imperatif yang betujuan kepada Allah.
Perhatikanlah, pandanglah,  arahkanlah dan dengarkanlah...! Semuanya ini ajakan dan bahkan membuat perbandingan, jika ada pilihan-pilihan yang ditawarkan dunia ini, ingatkahbitu sementara semua akan berlalu. Jika banyak nasihat, banyak petuah dan sumbang saran. Bisa saja orang dalam pembuangan telah mencari jalan alternatif di luar kehendak Allah. Yesaya mengajak agar mereka kembali kepada arah yang Tuhan tunjukkan. Jika masukan dan sumbang saran itu tidak bersumber dari Allah abaikanlah dan  kembalilah mendengarkan firman Tuhan.  Lihatlah dan perhatikan hidup mereka yang telah mengikuti panggilan Allah seperti Abraham, pengalaman mereka akan menjadi kekayaan rohani bagi kita; menguatkan dan menginspirasi kita mengikuti jejak sukses mereka.


#pdt nekson m sjuntak

Jumat, 25 Agustus 2017

KEBERANIAN UNTUK BERSAKSI

KEBERANIAN UNTUK BERSAKSI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah kita menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 26/08/2017

Kisah Para Rasul 4:29 (TB)  Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

Acts 4:29 (RSV)  And now, Lord, look upon their threats, and grant to thy servants to speak thy word with all boldness,

Jika ketakutan telah hilang maka yang tinggal hanyalah keberanian.

Ungkapan di atas sangat tepat menggambarkan pengalaman gereja mula-mula, mereka telah kehilangan rasa takut atas segala penganiayaan, pengejaran dan penindasan.  Dapat kita bayangkan para rasul dan gereja mula-mula berasal dari kalangan sederhana namun harus berhadapan dengan soko guru dan rabbi yang dihormati kalangan Yahudi. Mereka adalah rakyat biasa namun harus berhadapan dengan tentara pemerintah Romawi yang sangat ditakuti. Namun lihatlah sekalipun mereka dari kalangan sederhana, tapi Petrus berkotbah luar biasa dikalangan tua-tua, guru dan rabbi-rabbi Yahudi? Sekalipun jemaat berasal dari rakyat jelata namun mereka tidak takut dan tak mundur sedikit pun atas tekanan dan senjata tentara Romawi? Itulah pengalaman rasul dan jemaat mula-mula yang terus diancam, dikejar dan dianiaya.

Apa yang membuat mereka memiliki energi yang begitu kuat tanpa rasa takut, jawabnya adalah doa. Mereka berdoa menyerahkan apa yang terjadi pada hidup mereka; pasrah dan   percaya kepada Tuhan atas segala keadaan. Lihat doa rasul Petrus: "Ya Tuhan lihatlah mereka mengancam kami". Segala ancaman, tekanan dan segala sesuatu yang terjadi disampaikan kepada Tuhan. Mereka tidak berdoa untuk menyingkirkan segala masalah dan tekanan, tetapi berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan dalam menjalani kesusahan agar mampu memberitakan Injil, menyaksikan Yesus Kristus lewat pola hidup mereka.

Mungkin kita pernah mendengar kisah Dietrich Boenhoeffer melawan Nazi. Dalam berbagai kesempatan sahabatnya mengajak agar keluar dari Jerman menyeberang ke USA, bahkan tiket perjalanannya sudah dipersiapkan sahabat-sahabatnya.  Namun dia, menolaknya dan tetap tinggal di Jerman. Akhirnya dia ditangkap tentara, dipenjarakan dan dihukum mati oleh Nazi. Hal yang mendasarinya adalah Kisah 4:29 ini bahwa murid sejati Tuhan Yesus bukanlah berdoa agar tidak ada masalah, tetapi berdoa agar kuat menghadapi masalah. Dalam visinya kematiannya tidak akan diratapi dengan duka, tetapi bersyukur atas kasih dan kerahiman Allah.
“… Hidup lamaku penuh dengan kebaikan Allah, dan dosa-dosaku ditutupi oleh kasih penuh pengampunan dari Kristus yang tersalib. Aku sangat berterima kasih kepada pribadi-pribadi yang telah kujumpai, dan aku hanya berharap bahwa mereka tidak pernah akan berdukacita atas diriku, akan tetapi bahwa mereka juga akan senantiasa merasa pasti dan berterima kasih penuh syukur atas kerahiman dan pengampunan Allah (Surat kepada Eberhard Bethge, 23 Agustus 1944)
Itulah mahalnya seorang murid (the cost of disciple) harus memikul salib

Sahabat yang baik hati! Inilah hidup orang beriman. Beriman bukan berarti hidup tanpa masalah dan hambatan, namun berdoa agar memiliki spirit atau kekuatan dalam menjalani semua tantangan dan hambatan. Demikianlah hendaknya kita masing-masing jangan minta agar tidak ada masalah, karena diminta atau tidak diminta kita akan selalu bersinggungan masalah. Dalam segala pergumulan itu semua berdoalah memohon kekuatan dari Tuhan agar Tuhan menguatkan kita menghadapi tantangan dan keberanian menyaksikan Yesus Kristus.

#pdt nekson m sjuntak

Kamis, 24 Agustus 2017

TIADA YANG KEBETULAN

TIDAK ADA YANG KEBETULAN
Daud Pengantar Roti Menjadi Pahlawan

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat 25/08/2017

1 Samuel 17:18 (TB)  Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.

1 Samuel 17:18 (UKJV)  And carry these ten cheeses unto the captain of their thousand, and look how your brethren fare, and take their pledge.

Di dunia inibtidak ada yang kebetulan, namun semuanya ada dalam rencana dan sepengetahuan Tuhan. Salah satu contoh kita temukan dalam kisah Daud terjun ke medan perang melawan Goliat.

Bangsa Israel dipimpinnoleh Saul mendapat tekanan dari bangsa Filistin. Baik Filistin maupun Israel sudah saling mempersiapkan pasukan perangnya untuk bertempur. Namun seorang algojo Filistin bernama Goliat terus mengancam orang Israel dan menantang Saul agar menyuruh satu orang menantangnya.  Saul sebagai pemimpin ketakutan dan cemas  menghadapinya (17:11), Goliat gagah, perkasa tubuhnya tegap danntingginya 6 hasta 1 jengkal.(kira-kira 3.5 meter). Bagaimana mungkin dapat melawannya?

Dalam menghadapi bangsa Filistin anak-anak Isai, yaitu: Eliab, Abinadab dan Syama turut dalam pasukan Israel.  Semuanya maju ke medan perang bersama Saul menghadapi pasukan Filistin. Namun Saul belum menjawab tantangan Goliad, karena tidak ada lawan yang sebanding dari pasukannya.  Dalam keadaan demikianlah ditempat terpisah Isai menyuruh Daud memberikan bekal bagi kakak-kakaknya dan hendak memastikan bahwa kakak-kakaknya selamat dalam perang. Ini bukan kebetulan, namun rencana Allah untuk memperkenalkan Daud yang telah diurapi Samuel menjadi pemimpin besar di tengah-tengah umatNya (Baca 2 Sam 16). Daud seorang pembawa bekal dan diutus hanya untuk memastikan kakak-kakaknya sehat, namun justru itu jalannya Daud terjun ke medan perang. Daud tidak membiarkan Goliat menghina Allah Israel dan menghina umat Israel. Daud pun meminta restu dari Saul. Saul dengan berat hati membiarkan Daud menghadapi Goliat sang raksasa itu.  Akhirnya Daud tampil melawan Goliat hanya bersenjatakan alu, suatu alat yang lazim dipakai gembala. Goliat mengejek bahkan menghina Daud dengan menyebutnya anjing. Namun lihatlah oleh alu, Daud mengalahkan Goliat secara menakjubkan.

Sahabat yang baik hati!  Banyak kejadian dalam hidup ini terjadi tanpa kita perkirakan. Daud datang ke medan perang sebenarnya bukan untuk berperang namun justru kehadirannya menjadi pahlawan di dalam perang yang mengagumkan. Dia hadir bukan hanya memastikan keselamatan kakak-kakaknya, namun memastikan keselamatan bangsa Israel dari tekanan bangsa Filistin. Daud tampil bukan dia rencanakan, dia maju ke pertempuran bukan mau medali gelar pahlawan namun keadaan itu membuatNya melakukan sesuatu yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bangsanya.

Coba ingat lagi, mungkin anda juga pernah mengalami kejadian yang tidak anda rencanakan. Anda merencanakan perjalanan atau anda ingin mengerjakan sesuatu sesuai dengan rencana anda, namun situasi tertentu membuat anda harus melakukan sesuatu yang bukan agenda anda, namun menurut anda harus kerjakan. Lakukanlah, siapa tahu ini adalah panggilan untuk anda mengerjakan sesuatu untuk menyatakan kehendak Allah dan berguna bagi orang lain. Tidak ada yang kebetulan, tetapi Tuhan dapat memanggil setiap orang untuk menyatakan kehendakNya. Tuhan juga bekerja dan berkarya dalam segala keadaan atau situasi untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang.

#pdt nekson m sjuntak

Rabu, 23 Agustus 2017

PERSEMBAHAN MENOPANG PERSEKUTUAN

PERSEMBAHAN MENOPANG PERSEKUTUAN

Selamat pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak si pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis 24/08/2017.

Kisah Para Rasul 4:36-37 (TB)  Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Acts 4:36-37 (UKJV)  And Joses, who by the apostles was surnamed Barnabas, (which is, being interpreted, The son of consolation,) a Levite, and of the country of Cyprus,
Having land, sold it, and brought the money, and laid it at the apostles' feet.

Satu untuk semua adalah pola hidup gereja mula-mula. Mereka membentuk suatu persekutuan atau komunitas sehati sejiwa,  apa yang dimiliki seseorang adalah milik semua jemaat.  Dihadapan para rasul mereka mempersembahkan apa yang ada padanya diberikan  kepada jemaat untuk menopang persekutuan. Hidup demikian tak membuat mereka berkekurangan, justru berkelimpahan dan para rasul semakin kuat dalam memberitakan Injil. Kisah Para Rasul 4:32-33 (TB)  "Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah."

Hidup sehati sejiwa membuat komunitas ini semakin dicintai oleh orang dan semakin banyak pula yang menerima Yesus Kristus sebagai Yuruselamat. Di dalam persekutuan jemaat mula-mula semua orang saling memperhatikan sesamanya dan mereka menjadi satu keluarga yang bekerja untuk menopang semua anggota persekutuan. Pola hidup demikian sangat menopang penyebaran kekristenan, sekalipun ada yang ditangkap, dipenjarakan,  dikejar dan dianiaya namun semua jemaat menjadi pendoa dan menopang baginya. Pola hidup demikian pula menjadi jaminan hidup anggota keluarga korban penganiayaan dan pengejaran.

Dalam renungan pagi ini, seorang yang bernama Yusuf, dia Yahudi perantau berasal dari Pulau Siprus namun telah menerima Yesus sebagai Yuruselamat. Dia menjual ladang miliknya dan di hadapan rasul dia mempersembahkan miliknya itu untuk menopang persekutuan jemaat. Perbuatannya telah menjadi kotbah dan teladan yang tercatat dalam Alkitab.

Dalam studi ekonomi, pola hidup jemaat ini sering dijadikan dasar dalam membentuk koperasi. Ide dasarnya hampir sama masing-masing anggota menopang sesama anggota sumpan pinjam. Namun koperasi tentu dibangun diatas dasar pemgelolaan bisnis dan saling percaya dan dalam bentuk simpan pinjam yang saling menguntungkan. Namun pola hidup jemaat ini adalah totali bentuk persembahan; masing-masing mempersembahkan apa yang ada padanya menjadi milik semua dan semua menjadi satu keluarga, satu kepemilikan dan satu jiwa dalam menjalani hidup.

Pola hidup demikian tentulah sulit untuk diterapkan masa kini, namun prinsip kebersamaan, masing-masing mempersembahkan apa yang ada pada kita untuk menopang sesama adalah mutlak menjadi prinsip hidup kita. Itulah makna tubuh Kristus, hidup di dalam satu persekutuan bahwa apa yang dialami oleh salah salah anggota adalah pengalaman semua. Sama seperti anggota tubuh kita, jika kaki tersandung maka seluruh anggota tubuh akan merasakannya.

Sahabat yang baik hati, kiranya firman yang kita baca di pagi ini semakin menyentuh hati kita untuk lebih peduli terhadap sesama. Mari berlomba untuk berbuat sesuatu menolong dan menopang persekutuan kita dalam komunitas masing-masing, persekutuan dalam keluarga, persekutuan dalam jemaat(gereja) dan persekutuan dalam masyarata maupun lingkungan kerja. Inilah ciri pribadi orang percaya mempersembahkan hidup untuk menopang sesama dalam kasih. Tuhan memberkati!

#pdt nekson m sjuntak

DALAM KESUSAHAN TETAP BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu Misericordias Domini Minggu, 19 April 2026 Ev. Habakuk 3:10-19 DALAM KESUSAHAN BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN Selamat Har...