Sabtu, 03 Mei 2025

MENGASIHI YESUS DAN MENUNAIKAN TUGAS PENGGEMBALAAN

 KOTBAH MINGGU MISERECORDIAS DOMINI

Minggu, 4 Mei 2025 

Ev. Yohanes 21:15-19




MENGASIHI YESUS DAN MENUNAIKAN TUGAS PENGGEMBALAAN


Selamat Hari minggu! Sahabat yang baik hati. Jika kita membaca bagian akhir keempat Injil maka kita akan menemukan pengutusan Tuhan Yesus kepada murid-murid. Pengutusan ini itulah yang kita sebut amanat Misi Agung Tuhan Yesus. Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk memberitakan Injil. Matius menekankan menjadikan segala bangsa menjadi murid, membaptis dan mengajarkan semua bangsa melakukan kehendak Allah (Mat 28:19), Markus menekankan Injil ke segala mahkluk, semua mahluk hidup ikut dalam cakupan keselamatan Allah (Mark 16:15) dan Lukas menekankan saksi Kristus sampai ke ujung bumi (Kis 1:8 notes, Kisah rasul merupakan lanjutan dari Injil Lukas). Diakhir Kisah para rasul juga disebutan:Kisah Para Rasul 28:28 (TB) Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya."

Sedangkan Injil Yohanes melengkapi Missi Agung dengan menekankan tugas penggembalaan. Murid hendak meneladani Yesus Sang Gembala Yang Baik. Tetapi sedikit berbeda dengan Injil Yohanes, yang menekankan menekankan tugas penggembalaan (tugas pastoral) sebagaimana kita baca dalam perikop kotbah minggu ini.


Perbedaan ini sangat penting kita maknsai karena didalamnya ada penekanan khusus. Dalam Kotbah ini kita menemukan dua kata kunci dalam dalam melaksanakan tugas penggembalaan. Pertama missi Agung dilaksanakan oleh orang yang benar-benar sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus. Yesus tidak menyuruh langsung memberitakan Inil atau membaptis sebagaimana dalam Injil Synoptik, tetapi disini Yesus benar-benar menanyakan Simon Petrus, bahkan sampai tiga kali: apakah Simon petrus mengasihi Yesus. Pertanyaan ini tiga kali menunjukkan kesungguhan dari dalam hati yang terdalam dan mengggugah Petrus meninggalkan kelemahannya yang pernah menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali. 

Kedua, melaksanakan amanat Agung harus benar-benar benar-benar dari dalam hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus. Jadi hanya orang yang mengasihi Yesuslah yang sungguh-sungguh melaksanakan tugas pastoral. Mengasihi Yesus didasarkan pada pertobatan, menyadari kesalahan dan kekurangannya sebagaimana kekurangan Petrus dihadapan Yesus. 


Melaksanakan missi agung harus benar-benar dilakukan dengan pembaharuan diri dan dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus. 


Sekarang baiklah kita dalami beberapa pelajaran berharga dari kotbah ini dalam kehidupan kita sekarang ini:


1. Melakukan tugas penggelmalaan didasarkan oleh kasih


Yohanes 21:16 (TB) Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."


Di atas sudah disampaikan bahwa sebelum memberikan tugas penggembalaan kepada Petrus, Yesus memanggil Petrus dan menanyakan kesungguhan hatinya apakah benar-benar mengasihi Yesus. Pertanyaan ini bukan hanya ditanyakan satu kali, tetapi pertanyaan yang sama diajukan sebanyak tiga kali. Simon Anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? (Ay 15,16 dan 17). Tiga kali pertanyaan ini benar-benar mau menuntut komitment Petrus yang sesungguhnya. Pertama dan kedua Petrus menjawab dengan lugas, namun ketika menjawab Yesus menanyakan dia ketiga kalinya Petrus menggumulinya lebih dalam dan ada sesuatu dibalik pertanyaan ini. Ini bukan suatu pertanyaan biasa. Ada beberapa penafsir, pertanyaan ini tiga kali untuk memulihkan Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus ketika menghadapi persidangan Pilatus. Yesus menyapa dia itu adalah sikap baik, sekalipun Petrus menyangkalnya namun Yesus menunjukkan kaaih sayangnya. Maka Yesus hendak mengetahui sikap Petrus yang sesungguhnya. Yesus hendak meminta kesungguhan hati dan komitmen Petrus sang Batu Karang. 


Apakah engkau mengasihi aku? Pertanyaan inilah yang harus terus tertadam di dalam setiap pelayan dalam melaksanakan tugasnya. Semua tugas pelayanan ini dilakukan karena kesungguhan mengasihi Tuhan Yesus. Dalam pelayanan ada saja yang sulit, tidak berterima, diabaikan bahkan mendapat tantangan berat hingga martir. Semua konsekwensi dari melaksanakan tugas pelayanan ini dilakukan semata-mata karena telah mengasihi Tuhan Yesus. Pelayanan yang dilakukan bukan berdasarkan kasih kepada Yesus Kristus akan kehilangan makna, melenceng dari tujuan dan tidak menunaikan kehendak Tuhan. 


2. Gembala membutuhkan komitmen!


"Gembalakanlah domba-dombaku!" Kalimat ini tiga kali diulangi (Ay 15,16 dan 17). Mengapa sampai tiga kali ini membutuhkan komitmen dan kesungguhan hati. Sebagaimana kita tahu, Petrus pribadi yang meledak-ledak namun cepat patah arang. Ketika peristiwa Getsemane Petrus berkomitmen tidak akan meninggalkan Yesus dan berjanji mempertaruhkan nyawanya demi Yesus namun lihatlah ketika Yesus diadili Latus Petrus menyangkal 3 kali. Penegasan ini yang diingatkan oleh Injil Yohanes.


Baiklah kita menggali makna tugas penggembalaan. Tugas penggembalaan bukanlah tugas mudah namun tugas berat yang membutuhkan komitmen dan kesungguhan hati. Siapa yang digembalakan ini? Yesus mengatakan: "domba-dombaKu", jadi seorang pelayan menyadari sepenuhnya bahwa yang digembalakan adalah milik Tuhan Yesus. Yesus adalah pemilik dan pertanggung jawaban pelayan disampaikan kepada Tuhan Yesus. Hal ini menyadarkan kita sepenuhnya orang gembala atau hamba Tuhan bukanlah pemiliki tetapi sebagai orang yang dipercayakan, yang ditugaskan dan diberikan wewenang dalam melakukan tugas penggembalaan. Semua yang dilakukan dalam memelihara kawanan doma yang dipercayakan harus dipertanggungjawabkan kepada sang pemilik, yaitu Tuhan Yesus sendiri. 


Siapakah domba-domba yang dimaksudkan? Domba-domba dalam PB diartikan sebagai pengikut Yesus Kristus. Orang-orang yang telah percaya dan mengikut Tuhan Yesus. Jika kita simak Doa Tuhan Yesus di dalam Yohanes 17, kawanan domba milik Kristus adalah komunitas orang percaya. Yesus juga mendoakan domba hasil pemberitaan para Murid. 

Yohanes 17:20-21 (TB) Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Jadi bukan hanya kawanan yang ada, tetapi dengan pegutusan hasil dari pemberitaan Injil dari orang percaya akan bertamba-tamba kawanan orang yang percaya kepada Kristus, dan semua itu didoakan agar bersatu di dalam satu persekutuan di dalam Yesus Kristus. 




Gereja mula-mula menghadapi berbagai kesulitan, himpitan dan tekanan. Mereka menghadapi kekerasan dan kekejaman, fitnah, pengejaran dan penganiayaan hingga mati martyr. Maka sangat dibutuhkan gembala yang menuntun jiwa mereka agar tetap bertahan memikul salib. Seorang pelayan yang tidak memiliki komitmen yang tangguh tidak akan bertahan menghadapinya. Dalam hal komitmen seorang pelayan ini, Yesus telah mengajarkan kepada murid-muridNya: barang siapa mengikut Dia akan memikul salib. Baca Matius 10:38 (TB) Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.


Sahabat yang baik hati, bukan hanya Simon Petrus yang berjanji dan berkomitmen. Saat ini pada tahun Transformasi HKBP salah satu menjadi penekanan adalah komitmen dan janji baik pelayan maupun warga jemaat. Dengan kotbah ini kita diingatkan kembali akan komitmen dan janji kita dihadapan Tuhan. Kepada seluruh jemaat kita pernah berjanji di hadapan Tuhan. Janji orang tua terhadap anak saat membawa ananya dibaptis. Janji kita saat mengikuti peneguhan sidi, janji dan komitmen pasangan keluarga yang menerima pemberkatan nikah di gereja, janji dan komitmen jemaat saat meresmikan huria na gok (jemaat penuh) dan Mameakhon Batu Ojahan (MBO). Bagaimana dengan janji dan komitment ini apakah benar-benar dan sungguh-sungguh kita laksanakan? Demikian pula dengan janji dan komitmen para pelayan saat menerima tahbisan. Mari kita ingat janji dan komitmen kita semua. Bagi saya kotbah Minggu ini Yesus menanyakan kita sekarang ini, apakah tugas penggembalaan kita telah kita lakukan dengan cinta kasih? Saat ini kita dimurnikan kembali dimana Yesus saat ini menanyakan janji dan komitmen kita dihadapanNya. Yesus adalah Raja Gereja dan kepadaNya kita semua mempertanggung jawabkan tugas dan pelayanan kita. 


3. Tugas holistik dari penggembalaan. 


Gembalakanlah domba-dombaku! Kata "gembalakanlah" dalam kata Yunani dipakai dua istilah ay 15 dan ay 17 βόσκε (boske) dan pada ayat 16 dipakai ποίμαινε (poimaine). Boske artinya berilah mereka makan. Tugas penggembalaan itu menyangkut hidup yang sejahtera. Berarti kebutuhan fisik mereka harus diperhatikan. Dengan istilah "boske" ini, berarti gereja harus memperhatikan kebutuhan pokok warga jemaatnya. Berkaitan dengan ini saya membaca kembali doa syafaat dalam Agenda HKBP bahwa ada doa khusus yang dibacakan di Gereja saat warga jemaat mengalami gagal panen. Ini berarti sebagai bukti bahwa gereja memperhatikan kebutuhan pokok wargajemaatnya.  


Sedangkan "poimaine" dipakai pada tugas gembala sehari-hari menunjukkan tanggungjawab, pengorbanan dan kemampuan mendatangkan segala kebaikan bagi kawanan gembalaannya. Dengan kedua istilah ini menjelaskan tugas penggembalaan adalah menyeluruh atas kebutuhan jemaat.


Gembalakanlah domba-domba Ku, ini suatu pengutusan bagi seluruh orang percaya dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing: baik di rumah, keluarga, pekerjaan dan di sosial masyarakat. Mari lakukan dengan penuh kasih sayang, kesungguhan hati dan pamrih. Tuhan memberkati.


Kotbah minggu ini mengingatkan tugas utama gereja menggembalakan jemaat. Jemaat saat ini menghadapi problematik jaman now yang sangat komplek. Gereja harus hadir pemberi air segar dan penuntun umat manusia kepada jalan kebenaran agar tak sesat ditelan zaman. Tugas yang agung ini, sama seperti kita telah menikmati kasih dan penggembalaan Tuhan dalam hidup kita sebagaimana digambarkan dalam Mazmur 23. Tuhan Gembalaku, takkan kekuerangan aku, Dia menuntun aku ke padang rumut yang hijau, ke air yang tenah bahkan sekalipun kita berjalan dalam lembah kematian kita tidak takut bahaya, karena Tuhan kgembala kita. 


Tugas penggembalaan ini adalah memelihara dan melindungi seluruh warga jemaat dari berbagai arus jaman yang dapat mempengaruhi warga jemaat dari sumber air kehidupan. Penggembalaan harus terus dilaksanakan seperti terang yang menuntun jalan agar jangan sampai ada yang tersesat apalagi dikalangan jemaat rentan, seperti anak-anak, janda, papa dan miskin. Berkaitan dengan ini menarik juga kita perhatikan dalam Bahasa Batak ayat 15 "parmahani ma anak ni birubirungku." dan ayat 16-17 disebut: "parmahani ma angka birubirungku". Disini kita temukan "anak ni birubiru" dan angka birubiru; menjelaskan tugas dan pelayanan terhadap keseluruhan warga jemaat, bahkan mendahulukan anak-anak generasi penerus dari gereja. Penekanan "anak ni buribirungku", mengingatkan kita pelayanan harus antar generasi, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, kaum bapak, kaum ibu dan lansia. Gereja harus memelihara hidup sampai akhir hidup mereka dan kita hantarkan dalam ibadah kematian. Jadi disini kita menemukan pesan bahwa pelayanan penggembalaan harus kepada seluruh lapisan dan tidak ada yang tertinggal semuanya harus terlayani.  


Sahabat yang baik hati, janganlah mau disesatkan rupa-rupa dunia ini ada tetapi hendaklah hidupmu dituntun dalam kasih dan penyertaan Tuhan Yesus. Yesus adalah Gembala Yang Baik yang menuntun kita ke air yang tenang dan kepadang rumput hijau. Gereja perantara Kristus memberikan petunjuk dalam hidup dan memberitakan firman sebagai suluh. Rawat dan peliharalah pertumbuhan iman kita dengan memelihara hubungan pribadi dengan Tuhan. 


Missi agung ini harus dilakukan agar seluruh bunmi dipenuhi dengan kasih karunia Allah sebagaimana nama minggu ini. Kasih karunia Tuhan tersalurkan kes egala bangsa dan ke seluruh mahkluk melalui pemenuhan janji dan komitmen orang percaya melaksanakan missi agung. Amin


Salam dari kami

Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...