Kotbah Ibada Memperingati
HARI KENAIKAN TUHAN YESUS
Kamis, 29 Mei 2025
Ev. Efesus 1:15-23
YESUS NAIK KE SORGA DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH
Selamat Hari Kenaikan bagi kita semua! Sahabat yang baik hati, hari ini seluruh umat Kristen bersukacita karena memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus. Peristiwa kenaikan ini memiliki makna yang sangat penting dalam iman kekristenan. Yesus naik ke sorga duduk di sebelah Kanan Allah. Kenaikan ini penting menjelaskan hakekat Ilahi Yesus, Dia kembali ke Sorga setelah melakukan missiNya di dunia ini. Yesus naik ke sorga bukan suatu kesedihan bagi murid karena meninggalkan meninggalkan mereka namun suatu sukacita karena Yesus naik ke sorga menyediakan tempat bagi orsng percaya. Yesus tidak meninggalkan pengikutnya tetapi menyertai orang percaya di dunia ini dengan kehadiran Roh Kudus. Yesus naik ke sorga bukan perpisahan melainkan mempersiapkan pertemuan dalam jamuan besar di rumah Bapa di Sorga. Dengan demikian kenaikan Tuhan Yesus mengangkat dan menaikkan harkat dan martabat manusia. Manusia tidak hanya berharap di dunia ini, tetapi berharap kepada kehidupan yang kekal bersama Yesus yang telah naik ke Sorga.
Kotbah pada Ibadah Hari Peringatan Kenaikan ini dari Efesus 1:15-23 berisi tentang sukacita dan doa Paulus kepada Jemaat Efesus, karena pertumbuhan iman dan pertumbuhan kasih yang ada di tengah-tegah jemaat Efesus. Pada kesempatan inilah juga Paulus menjelaskan makna missi Yesus yang sempurna bagi orang percaya. Melalui pelayanan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus telah memenuhi segalanya bagi kita. Hal inilah yang harus dipelihara dalam iman, kasih dan pengahrapan Kristus telah memenuhi segalanya di dalam hidup kita.
Baiklah kita ambil pelajaran berharga dari kotbah ini:
1. Doa dan syukur karena pertumbuhan iman Jemaat.
Efesus 1:16 (TB) aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
Perjumpaan Paulus dengan Jemaat Efesus merupakan pengalaman yang sulit dilupakan oleh Paulus. Bahkan setiap mengingat jemaat Efesus, Paulus menyampaikan syukur dan terus berdoa kepada jemaat Efesus. Selengkapnya dikatakan Efesus 1:15-16 (TB) Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
Sepertinya ada perubahan yang sangat besar dalam jemaat Efesus setelah Paulus meninggalkan kota ini. Hal ini mengingatkan Paulus ketika berada di kota Efesus, seorang bernama Dimetrius membuat kerusuhan dan huru-hara karena protes terhadap pengajaran Paulus. Bacalah kisahnya dalam Kisah Para Rasul 19:21-42. Dimetrius adalah tukang pembuat patung yang sangat diminati orang Efesus dan rajin menyembah patung-patung tetapi Paulus menjelaskan bahwa Tuhan yang kita kenal di dalam diri Yesus Kristus bukanlah patung buatan manusia. Tetapi Allah di dalam diri Yesus Kristus, yang mati dan dibangkitkan untuk menyematkan manusia. Pengajaran Paulus ini diminati sebahagian dari penduduk Efesus dan menjadi cikal bakal jemaat. Namun Dimetrius dkk membuat kerusuhan dan membuat Paulus harus meninggalkan kota Efesus.
Setelah Paulus meninggalkan kota Efesus, Paulus sangat senang mengingat iman dan kasih jemaat Efesus. Mereka bertumbuh dan menjadi penopang bagi orang-orang Kudus. Mereka menjadi pendukung bagi jemaat mula-mula yang menderita yang dikejar dan dia dianiaya. Apalagi ada Akwila dan Priskila yang baik hati, keluarga Yahudi yang baru pindah dan membuka usaha di Efesus (Kis 18:19), mereka sangat rajin ke rumah ibadat dan membantu pekerjaan dan pelayanan Paulus.
Mengingat kamu aku bersyukur dan setiap berdoa aku mengingat kamu. Itulah kesan Paulus terhadap jemaat Efesus. Kisah sedih ada di Efesus namun mengingat pertumbuhan iman dan kasih Efesus, Paulus bersyukur dan membawakannya dalam doa syafaat setiap hari.
Pertumbuhan iman ini disebut Paulus dengan "berhikmat" dan "mata hati terang". Kedua istilah ini hendak menjelaskan keadaan jemaat Efesus dimana mereka bertumbuh semakin dewasa, semakin tahu mana ajaran yang murni dan memisahkan diri ahli-ahli tenung dan gurur-guru palsu di kota itu dan memilih hidup dalam ajaran rasul. Mereka memiliki iman yang tangguh, iman yang dapat dengan jernih membedakan mana ajaran yang benar dan murni. Sehingga mereka bertumbuh dalam pengajaran para rasul, menerima dan memaknai makna pelayanan dan pengorbanan Tuhan Yesus.
Paulus juga semakin bangga karena pengabdian jemaat Efesus karena mereka terlibat dalam pelayanan membantu orang percaya, berdiakonia dan membantu para rasul dalam memberitakan Injil. Mereka menjadi jemaat penopang bagi pemberitaan Injil, persekutuan yang kuat dan saling menopang. Issu perbedaan tidak menjadi issu di dalam Efesus tetapi lebih kepada transformasi, perubahan hidup dan perilaku orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus. Kesatuan jemaat Efesus juga mengingatkan Paulus akan makna kesatuan dan keutuhan gereja sebagai tubuh Kristus.
Apa yang kita kenang ketika mengingat sahabat lama, tempat pekerjaan yang sudah ditinggalkan? Jika ada pengalaman buruk jangan kutuki pekerjaan yang anda tinggalkan, tapi berdoalah setiap kali mengingat mereka. Siapa tahu seturut dengan perjalanan waktu akan lahir kebaikan-kebaikan sebagaimana anda pikirkan sebelumnya. Ingatkah hal-hal baik, yang positip dan orang-orang yang pernah berbuat baik pada anda. Pasti anda akan bersyukur atas kebaikan hati mereka. Paulus menjadi contoh dalam renungan ini. Sekalipun ada pengalaman buruk di Efesus, namun dia lebih memilih mengingat segala kebaikan yang telah dialaminya di Efesus, dia juga berdoa kepada jemaat Efesus sekalipun kota itu telah dia tinggalkan. Sikap seperti ini akan menjadi berkat bagi orang lain.
2. Kenaikan Kristus untuk menganugerahkan kemuliaan bagi orang percaya:
Efesus 1:18 (TB) Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
Kristus Naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi orang percaya. Tempat yang dimaksudkan adalah bersama Bapa di Sorga dalam Kemuliaan. Inilah bagian yang ditentukan Allah bagi orang Percaya, hidup kekal di Sorga, merayakan kemuliaan yang dirayakan bersama-sama orang percaya.
Jika manusia di dunia ini bergumul: berhadapan dengan penguasa-penguasa atau pemerintah-pemerintah yang menindas orang percaya. Orang percaya tidak berakhir di dunia dalam kesengsaraan dan penderitaan tetapi telah tersedia kehidupan kekal. Orang percaya di dunia ini bisa mendapat hinaan, direndahkan dan berbagai perlakuan yang tidak manusia tetapi di rumah bapa di Sorga manusia akan dianugerahkan kemuliaan dan perlakukan yang penuh hormat dan kasih sayang.
Disinilah kenaikan Kristus menjadi bahagian yang sangat penting, membuka harapan bagi orang percaya akan masa depan. Kenaikan Kristus pula meneguhkan pengharapan akan masa depan umat Allah. Kristus telah naik ke sorga, masa depan orang percaya tersedia. Karena itu, sekalipun penderitaan, penindasan dan kesengsaraan menimpa hidup orang percaya, setialah di dalam iman. Roh Kudus menyertai dan hidup yang kekal telah disediakan Tuhan.
Efesus telah menjadi contoh dalam pengharapan, iman mereka bertumbuh dan penopang kepada pertumbuhan dan perkembangan Injil. Jemaat Efesus menunjukkan imannya dengan tekun memelihara kehidupan kudus sampai Paulus menyebutkan mereka dengan sebutan "orang-orang kudus di Efesus". Mereka berbuat dan berbuah dengan tindakan kasih bukan hanya di linkungan Efesus tetapi kepada jemaat-jemaat lain.
3. Kenaikan Kristus memerintah semuanya dan segala sesuatu
Efesus 1:22-23 (TB) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Kematian dan kebangkitan Yesus merupakan puncak dari Missi Yesus menyelamatkan dunia dari cengkeraman maut. Maut telah dikalahkan dan orang percaya dimenangkan dengan kuasa kebangkitan Yesus Kristus.
Kebangkitan Kristus puncak kuasa Kristus menahklukkan segala kuasa yang ada. Ini dijelaskan oleh Paulus dalam ayat 22. Di bawah kaki Kristus bertekuk lutut, dan Kristus menjadi kepala dari segala yang ada. Bukan hanya itu Paulus menjelaskan Kenaikan Kristus menjadi kepenuhan sehalanya. Kristus memenuhi semua dan segala sesuatu.
Saya kutip dari Henry Mattew menjelaskan ayat 22 ini: Dikatakan bahwa Ia didudukkan di sebelah kanan Bapa di sorga, dan seterusnya (ay. Efesus 1:20-21). Yesus Kristus ditinggikan jauh lebih tinggi di atas segalanya, dan diberikan kuasa atas segala sesuatu, yang dibuat tunduk kepada-Nya. Segala kemuliaan dunia yang di atas, serta segala kekuasaan, baik di bumi maupun di sorga, seluruhnya diserahkan kepada Dia. Bapa meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus (ay. Efesus 1:22), sesuai dengan janji itu (Mzm. 110:1). Segala makhluk apa pun tunduk kepada-Nya. Mereka harus sungguh-sungguh taat kepada-Nya atau jatuh di bawah tongkat kerajaan-Nya dan menerima hukuman dari-Nya. Allah mengaruniakan kepada-Nya menjadi Kepala dari segala yang ada.
Artinya dengan kenaikan Yesus ke Sorga, kita merayakan pemerintahan Kristus atas semua dan segala sesuatu. Kristus akan memerintah dan menghakimi orang yang hidup dan mati.
Sahabat yang baik hati, tentu banyak makna atau pesan yang dapat kita tangkap dan kita refleksikan dari peristiwa Hari kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Semuanya itu bermuara pada satu hal yaitu jaminan kepada orang percaya dalam menerima anugerah kehidupan yang kekal. Kristus naik ke sorga dan duduk di sebelah Kanan Allah Bapa menjadi jaminan bagi kita akan kepastian memperoleh kehidupan yang kekal.
Maka dari kotbah ini kita memetik pelajaran :
- Seperti Paulus jandilah pendoa dan orang-orang yang mengucap syukur atas pertumbuhan iman persekutuan orang percaya.
- Mari terus bertumbuh di dalam iman
- Memelihara kehidupan yang kudus sebagai pengikut Yesus
- Ikut mengabdi dalam menopang pelayanan dan penyokong pemberitaan Injil
- Setia hingga menerima anugerah kemuliaan di dalam rumah Bapa di Sorga.
Tuhan memberkati
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar