KOTBAH MINGGU JUBILATE,
Minggu, 11 Mei 2025
Ev. Yehezkiel 34:11-36
TUHAN MENGGEMBALAKAN UMATNYA
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, Kotbah Minggu ini merupakan pernyataan Allah, Allah sendiri menjadi gembala bagi umatNya. Hal ini tentu mengejutkan para gembala di tengah-tengah umat Allah. Allah sendiri telah menetepkan imam, nabi dan raja menjadi gembala bagi umat Allah, namun pada masa pelayanan nabi Yehezkiel para gembala tidak menunaikan tugasnya dengan baik. Maka nabi Yehezkiel mendeklarasikan Tuhan sendiri menjadi gembala bagi umatNya yang memperhatikan dan mencari domba-dombaNya. Jika tidak ada pemimoin yang menjadi gembala, Allah sendiri gembala umat yang memelihara dan menjaga umatNya.
Pertanyaan menarik adalah mengapa Tuhan bertindak dan turun tangan langsung memperhatikan dan mencari domba-dombaNya? Inilah kritik nabi Yehezkiel pada umat Allah. Para gembala, yaitu raja, imam dan nabi tidak menunaikan tugas penggembalaannya dengan baik. Para pemimpin publik tidak menjalankan amanah yang mereka terima. Raja diberi wewenang untuk menjamin kesejahteraan dan melindungi serta memberikan rasa aman dari berbagai ancaman. Namun apa yang terjadi, kebijakan raja pada masa Yehezkiel hanya menambah beban umat Allah. Ancaman negara asing sangat mendesak seolah tak ada pemimpin untuk memberikan kepastian perlindungan bagi umat Allah. Jika kita baca asal 25 Yehezkiel menyerukan nubuatan terhadap bangsa-bangsa. Krisis tak dapat diatasi hingga mereka terbuang ke Babel. Yehezkiel sendiri ikut ke pembuangan Babel.
Demikian halnya para imam, benar mereka menjalankan tugas imam mendoakan kurban bakaran di bait Allah namun tak pernah berpikir bagaimana memotivasi dan menginspirasi agar memiliki spiritualitas mereka bertumbuh. Mereka hanya menanti dia bait suci menunggu kurban persembahan dan membiarkan iman yang kerdil dan gersang. Atas itu Yehezkiel bersuara. Yehezkiel 34:3 (TB) Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
Nabi-nabi juga demikian, dibermunculan nabi-nabi palsu yang hanya membeeikan pesan yang enak di telinga raja dan beekata amana-aman, padahal sesungguhnya sudah semraut dan jauh dari kehendak Tuhan. Bahkan pengalaman Yeremia yangbsejajar masa pelayanan dengan Yehezkiel hadir nabi-nabi palsu seperti Hanaya dan Pashur. Mereka dengat dengan raja dan tinggal di istana meyakinkan raja dalam kebijakannya yang menyengsarakan rakyat.
Dalam keadaan demikianlah Yehezkiel hadir menyuarakan bahwa Tuhan sendiri menjadi gembala bagi umatNya. Tuhan akan menuntun mereka ke padang rumput yang hijau, ke air yang tenang, memberikan ketentraman dan kenyamanan. Dipastikan takkan ada serigala yang memangsa kawanan domba. Tepat seperti ungkapan pemazmur jika Tuhan gembala kita, tak kan kekurangan sesuatu apapun. (Maz 23:1). Sebagai gembala Tuhan akan melindungi dan meolong umatNya dari berbagai pergumulan dan beban hidup mereka.
01. Aku sendiri yang memperhatian umatKu. Pernyataan Yehezkiel ini sangat menarik, para pemimoin gelah unlegitimate dalam.menjalankan tugas-tugas penggembalaannya. Mereka tidak mengingjnkan jabatan namun tidak mengemban amanat jabatan. Mereka hanya penikmat dari
Pemberitahuan Allah sendiri menjadi gembala umatNya merupakan pernyataan penarikan mandat Allah kepada gembala. Yehezkiel ini menarik otoritas orang-orang yang memakai nama Tuhan tapi bukan dengan tujuan dan maksud Tuhan. Mereka hanya gembala-gembala upahan yang menikmati kurban bakaran atas nama Tuhan. Yehezkiel prihatin atas keadaan umat Allah yang telah lama diperdaya para gembala-gembala upahan dan memeras masyarakat. Mereka adalah gembala2 yang hanya menikmati manfaat dari jabatan gembala namun tidak melakukan tugaa dan tanggungjawab sebagai gembala yang baik.
02. Aku sendiri mencari domba-dombaku.
Kenapa dicari? Tentu mereka telah hilang atau sudah tidak di tempatnya. Jika kita baca konteks pelayanan Yehezkiel, dia melayani pada masa aeal pembuangan (Yehezkiel 1:1). Seluruh umat Allah diangkut ke pembuangan.
Di Pembuangan mereka umat yang hidup tanpa pemimpin. Hidup terlantar tak ada yang memperhatikan dan mempedulikan mereka. Mereka menjadi umat buangan dan pekerja rodi di negeri asing.
Disini, Yehezkiel meyakinkan seluruh umat Allah, jangan berputus asa oleh ulah mereka yang seharusnya teladan. Jiak tidak ada pemimpin yang mempeehatikan mereka maka Allah sendiri menjadi menggembalakan umatNya. Tuhan akan mencabut otoritas terhadap mereka yang selama ini memakai nama Allah dengan maksud san tujuan kepentingan diri. Tuhan langsung turun tangan dan menggembalakan langsung umatNya. Allah sendiri akan mencari mereka. Jika ketiga gembala diatas imam, nabi dan raja yang alpa akan tugas penggembalaannnya tak menjadikan umat Allah tercerai berai. Tuhan tidak akan membiarkan tak punya gembala. Sekalipun sudah tercerai berai, Allah sendiri akan mencari dan mengumpulkannya kembali menjadi satu kawanan.
03. Aku akan membawa mereka keluar.
Seperti seorang gembala yang menuntun domba-dombanya keluar dari kandang menuju padang rumput hijau. Bukan hanya itu Allah sendiri yang menuntun mereka kepada air yang jernih (band Mazmr 23 dan Yohanes 11).
Menuntun keluar bukan hanya membebaskan mereka tanpa penjagaan dan pengawasan, seorang gembala yang baik akan memperhatikan dan bertanggung jawab atas seluruh domba-dombanya. Seorang gembala yang baik akan memastikan tak satupun yang tercecer dari kawanan domba gembalaannya. Nyawanya sendiri akan dipertaruhkan untuk menjagai mereka dari serangan binatang buas. Gembala yang baik akan menuntun mereka masuk ke kandangnya.
Tuga membawa keluar dan masuk ini dijelaskan dalam Mazmur 121:8 (TB) TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. Nas ininpula yang dipergunakan dalam liturgi penguburan orang meninggal.
Sahabat yang baik hati! Kotbah minggu ini mengajak kita untuk mwmaknai tugas penggembalaan kita masing-masing. Setiap orang diangkat dan ditetapkan Tuhan dalan ttugas dan tanggung jawab tertentu. Mari lakukan dengan sepenuh hati. Tuhan telah memberikan kita kesempatan untuk menjalani kehidupan ini, beraktifitas, bekreasi dan berbagaipengalaman kehidupan ini. Perjalanan inj akan tiba waktunya Tuhan akan memanggil kita keluar kehidupan kini dan masuk kepada kehidupan yang kekal.
Kotbah ini merupakan peringatan bagi para hamba Tuhan dan sekaligus jaminan orang percaya. Peringatan bagi hamba Tuhan dan gembala untuk mengoreksi sejauhmana telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab merawat, memperhatikan dan mencari domba-domba Allah yang dipercayakan pada gembala. Siapa tahu kealpaan dan kepekaan kita yang membiarkan jemaat terlantar tak memiliki seorang gembal.
Kotbah ini sekaligus jaminan karena Allah sendiri tidak akan membiarkan umatNya terlantar. Jika orang yang diharapkan tidak dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya, maka Tuhan sendiri bertindak dengan caraNya sendiri. Tuhan tidak akan membiarkan umatNya terlantar dan tak terlayani.
Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar