Sabtu, 24 Mei 2025

BERDOA UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA

KOTBAH MINGGU ROGATE

Minggu, 25 Mei 2025

Ev. Yeremia 29:7-14




BERDOA UNTUK KESEJAHTERAAN BERSAMA


Selamat Hari Minggu ! Sahabat yang baik hati! Minggu ini dinamai dengan Minggu Rogate, artinya: berdoa. Kotbah Minggu ini mengajak kita berdoa, berdoa untuk kesejahteraan kota dimana kita tinggal sebagaimana pesan dari nabi Yeremia. Allah menghendaki umatnya berdoa dan berusaha untuk kesejahteraan, ketentraman dan kenyamanan kota dimana mereka berada.


Teks kotbah Minggu ini tertulis dalam Yeremia 29:1-14 menekankan dimanapun orang percaya berada selalu berusaha untuk memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Pasal 29 ini merupakan surat kiriman dari Yeremia yang dibacakan bagi umat di Pembuangan Babel. Yeremia memberikan peneguhan umat Allah di pembuangan. Yeremia meyakinkan bahwa rencana Tuhan bukan untuk membinasakan umat Allah di pembuangan Babel, namun dibalik itu Tuhan telah membuat rancangan besar. Rancangan Tuhan melebihi apa yang mereka pikirkan. RancanganNya adalah rancangan damai sejahtera, rancangan kehidupan dan rancangan masa depan yang cemerlang. Ibarat pemurnian perak, harus dilebur agar kerak besi terlepas dari perak murni dannjadilah emas murni yang siap dibentuk menjadi perhiasan mahal. Demikian Tuhan akan memurnikan umatNya di pembuangan. Akan ada sisa-sisa umat Allah yang memiliki karakter umat pilihan, umat yang berpegang teguh kepada perintah Allah dan mencintai Taurat Tuhan. 


Sebelum pembuangan terjadi Yeremia sendiri telah menubuatkan bahwa mereka harus menjalani 70 tahun masa pembuangan Babel. Nubuatan ini sangat berbeda dengan nubuatan nabi palsu Hanaya dan Pasyur serta Senaya yang menubuatkan damai, damai dan tak akan ada pembuangan karena Tuhan telah mematahkan Babel. Apa yang terjadi? Hanaya dan Pasyur hanyalah nabi palsu yang hanya meninabobokan raja dan umat itu membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Yeremia benar, Babel bangkit dan menghancurkan Yerusalem dan mengangkut mereka ke pembuangan. Umat Allah berada pada masa sulit dan pahit. 


Apa yang harus dilakukan pada masa pembuangan ini? Yeremia mengirimkan pesan yang sangat berharga. Jika kita baca keseluruhan pasal 29 ini kita menemukan pesan berharga bagaimana menjalani masa pahit di pembuangan, yakni: berdamai dengan situasi, setia dan berdoa serta tetap berpengharapan kepada Tuhan yang akan mengubah keadaan. Rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera dan pemulihan umatNya. 


Berikut ini baiklah kita ambil pelajaran berharga dari kotbah ini: 


1. Berdamai dengan masa pahit


"Dari pada mengutuki kegelapan lebih baik menyalakan lilin". Ungkapan ini sangat tepat menjelaskan surat Yeremia kepada umat Allah di Pembuangan. 


Pembuangan memang pahit dan itu membuat umat Allah sangat terpukul karena mereka bangga sebagai umat pilihan dan umat yang diberkati. Mereka bangga dengan kerajaan Daud yang dianggap akan kekal dan bangga akan Bait suci. Degala kebanggaan mereka baik secara bangsa, keagamaan dan segala kelebihannyang selama ini diandalkan justru hancur semuanya terpuruk dan terperosok dalam pembuangan Babel.


Orang Israel ketika mereka harus menerima kenyataan pahit terbuang di Babel. Umat Israel yang dahulu hidup sejahtera dan bahagia di negerinya sendiri, sekarang harus mengalami kesusahan hidup di pembuangan, menderita dan kehilangan kesejahteraan mereka. Tentu, secara psikologis umat Israel pasti terpukul, 'down' bahkan kehilangan harapan akan masa depan yang cerah. Hal inipun sangat mempengaruhi semangat mereka untuk melanjutkan hidup di pembuangan Babel. 


Bagaimana menjalani kepahitan di pembungan ini? Menyesal terus menerus akan menambah kepahitan, sementara kehidupan ini terus berjalan. Selama nafas masih ada selalu ada pengharapan di dalam Tuhan. Oleh karena itu, melalui hambaNya Nabi Yeremia, Allah memberikan semangat hidup bagi umat Israel yang saat itu sedang kehilangan harapan. Allah memerintahkan umatNya untuk tetap melanjutkan hidup dengan berdamai dengan situasi, beradaptasi dan melakukan apa yang bisa dilakukan di pembuangan.


Dalam ayat 5-7 ada bebrapa hal yang harus dilakukan oleh umat Allah dalam melanjutkan kehidupan: 


1. 1. Tetap mendirikan rumah, tetap mengolah kebun untuk mereka nikmati hasilnya, dan tetap melanjutkan keturunan dengan menikah dan beranak cucu (ay.5-6). Ini artinya, selama umat Israel masih diberi kehidupan oleh Tuhan, maka mereka harus tetap melakukan aktivitasnya sehari-hari. Hidup harus terus berjalan, walau kesulitan menghadang.

1. 2. Berbuat baik dan mendoakan kesejahteraan kota Babel yang menjadi tempat tinggal mereka saat ini (ay. 7). Dalam hal ini, umat Israel diingatkan untuk selalu beperilaku baik selama di pembuangan dan juga senantiasa mendoakan kesejahteraan kota Babel. 

Hal ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup umat Israel, sebab kesejahteraan mereka juga dipengaruhi oleh tempat dimana mereka tinggal. Oleh karena itu, jika umat Israel ingin hidup sejahtera dan bahagia di Babel, maka mereka harus mendoakan kesejahteraan kota itu.


2. Berdoa dan usahakanlah kesejahteraan kotamu


Yeremia 29:7 (TB) Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. 


Panggilan orang percaya menjadi saluran berkat diwarisi sejak perjanjian Allah dengan Abraham, olehnya banyak orang akan di berkati. Tugas ini rasanya tidak begitu sulit jika keadaan aman, makmur dan sejahtera. Setiap orang jika aman dan merdeka dalam suatu kita tentu menjadi berkat bagi kota tidak begitu silit karena dapat memberikan sumbangan pemikiran, tenaga, waktu dan apa yang kita miliki. Namun bagaimana mengusahakan kesejahteraan sementara posisi mereka sulit dan terhimpit? Inilah yang disampaikan oleh Yeremia. Memberikan sumbangsih dalam pembangunan satu bangsa bukan karena kita memiliki keberuntungan namun dalam keadaan tertekan, didiskriminasi dan dipekerjakan sebagai orang buangan harus tetap menjadi berkat.


Yeremia telah memberitahukan sebelumnya bahwa bangsa Israel akan terbuang sesuai dengan nubuatan yang disampaikan kepada bangsa Israel. Nubuatan ini nyata, Babelonia menahlukkan Yehuda dan mengangkut mereka semua ke pembuangan Babel. Yeremia pun menyurati mereka dalam pembuangan. Dalam pembuangan mereka agar berpengharapan, berdoa dan turut berusaha mensejahterakan kota dimana mereka dibuang. 


Usahakanlah kesejahteraan kotamu dimana Aku buang! Umumnya jika orang dibuang sifat negatif akan muncul, mengutuki, mengumpat dan bahkan dalam kemarahan yang membara. Namun Yeremia dalam hal ini menyarankan hal yang membangun. Umat Allah harus mengusahakan kesejahteraan kota sekaligus. Anjuran ini sekaligus peringatan agar jangan mengutuki keadaan atau terlalu terpukul membuat sakit hati dan dendam tetapi lakukan sesuatu untuk mengubah keadaan. Kebahagiaan tidak datang dari luar tetapi terjadi saat ada uoaya yang membebaskan. Sikap seperti itulah yang mau diubah oleh Yeremia, jangan mengutuki atau dengan sikap reaktif yang merusak ketika memasuki pembuangan. Namun sebagai warga dan bahagian dari masyarakat Yeremia menyerukan jalanilah dan ikutlah berperan memberikan sumbangan pemikiran, tenaga dan waktu untuk kemajuan dan kesejahteraan kota ketika mereka memasuki pembuangan Babel.


2. 1. Jangan pernah menyerah-tetaplah berpengharapan.

Apapun yang terjadi dalam hidup, jangan pernah menyerah karena hadirnya kabut gelap yang menutupi masa depanmu. Jangan pernah berhenti berpengharapan walau dunia tidak memberikan harapan bagimu, dan bahkan jangan pernah mau mengakhiri hidupmu walau himpitan persoalan seakan ingin mengakhiri hidupmu. Sebab di dalam Tuhan akan selalu ada masa depan. Jika kita sabar dan setia maka kabut gelap akan berganti menjadi sinar mentari cerah, duka akan berganti dengan sukacita. Hal ini diungkapkan Allah di ayat 11: "sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan".


2. 2. Jangan lupa mendoakan tempat dimana kita tinggal dan hidup.


Selain itu, jangan lupa berdoa bagi para pemimpin kota/bangsa ini. Ingatlah, bahwa kesejahteraan kita juga dipengaruhi dari bagaimana mereka memimpin kota dan bangsa ini. Jangan hanya sibuk mengkritik, mengumpat, bersungut-sungut atas kinerja mereka, tetapi tidak pernah mendoakan agar mereka bekerja dengan iman dan takut akan Tuhan. Karena hanya pemimpin yang takut akan Tuhanlah yang dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar. Dengan sikap demikian niscaya kota kita akan tertata dan terbangun dengan baik, dan kitapun pasti akan hidup sejahtera dan bahagia di dalamnya. Ingatlah kesejahteraan kotamu adalah kesejahteranmu.



3. Miliki filter dan waspadai "nabi" yang menyesatkan


Yeremia 29:8 (TB) Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!


Setiap ada kesusahan selalu banyak anjuran. Sebagai contoh saat seseorsng jatuh pingsan orang panik dan semua orang memberikan usul; dati usul asal-asalan sampai usul yang benar-benar usulan. Pernah sata besuk kepada satu keluarga yang sakit struk hingga tidak bisa apa-apa, merasa menyesal karena menerima anjuran sahabatnya ini tidak apa-apa nanti akan baik. Sang pasien pun hanya dirawat di rumah yang demam tinggi yang tidak turun-turun. Besoknya mereka ke rumah sakit dan dianjurkan harus di bawa ke RS khusus yang menangani struk. Diketahui terlambat karena golden time berakhir. Memang ada upaya namun sudah terlambat karena mengikjti anjuran yang tidak tepat.


Yeremia bernubuat berhadapan dengan nabi palsu, saat Yeremia menyatakan kebenaran mereka membuat kebohongan. Yeremia sendiri mengalami penganiayaan dsri nabi-nabi palsu. Peringatan ini disampaikan dengan keras oleh Yeremia agar umat Allah dipembuangan tidak dipesona oleh nabi-nabi palsu. Mereka harus memiliki filter mana yang baik, benar dan seturut dwngan kehendak Allah. Mereka harus punya filter, nubuatan yang bensr bukan hanya enak didengar dan membuat puas hati. Nubuatan yang benar adalah kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan kadang pahit karena menegor kesalahan, kadang berlawanan di hati karwna Firman Tuhan menghendaki perubahan. 


Melewati masa sulit tidak boleh dilakukan dengan yang bertentangan dengan Firman Tuhan, tawaran nabi palsu, ahli tenung dan dukun akan berdatangan menawarkan obat oenawar yang menyesatkan. Yeremia menegaskan harus tetap setia di dalam Tuhan. Setialah kepada Tuhan dan percaya pada rancanganNya. KuasaNya melebihi dari apa yang dipikirkan. 


Mengenai nabi-nabi palsu Yeremia pada 29:24-32 menentang kebohongan nabi palsu bernama Semaya dan Teremia menubuatkan hukuman yang akan menimpa Semaya. Semaya sengaja membuat surat dan atas namanya sendiri mengangkat dan menetapkan Zefanya menjadi imam menggantikan imam Yoyada di tengah-tengah Israel. Penetapan ini bukanlah suara Tuhan namun adalah inisiatifnya sendiri. Semaya berharap dengan pengangkatan Zefanya akan dapat melawan Yeremia. Selain pengangkatan imam, kesalahan Semaya adalah bernubuat atas nama Tuhan bahwa pembuangan Babel hanya sebentar, tidak lama hanya dua tahun. Nubuatan ini sangat berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Yeremia. Namun yang namanya nabi palsu berbicara atas nama Tuhan namun bertujuan untuk mencapai keinginan dirinya sendiri. Nabi palsu bekerja menyusun berbagai kebohongan agar berkenan dihati manusia, bukan kepada Allah. Inilah kejahatan Semaya yang membuat perlawanan terhadap Yeremia dan dengan berbagai cara mencari celah agar berkenan di hati orang banyak. Berbeda dengan Yeremia, mengedepankan kebenaran dan menyampaikan suara Tuhan menyikapi segala segala bentuk kesalahan dan dosa umat Israel. Yeremia 29:32 maka beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan menghukum Semaya, orang Nehelam itu, dan keturunannya: tidak ada seorang pun dari keluarganya akan diam di tengah-tengah bangsa ini untuk melihat yang baik yang akan Kulakukan kepada umat-Ku, demikianlah firman TUHAN, sebab ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN."

Hukuman ini sangat berat, bahwa Semaya tidak akan melihat kebaikan dalam hidupnya dan dalam keluarganya. 


Sahabat yang baik hati! Kotbah Minggu ini memberikan kepastian bagi kita bahwa dalam masa sulit Tuhan tetap berdoa dan bekerja mendatangkan kebaikan. Dimana kita berada dan pada situasi bagaimana pun yang kita alami tetaplah berdampak yang positip bangi lingkungan sekitar. Percaya dalam segala keadaan ada rencana Tuhan yang dapat diselami. Rancangan Tuhan pasti yang terbaik, rancangan Tuhan mendatangkan kebaikan bukan hanya pada suasana baik dan bahagia saja, namun Tuhan mencetak kebahagiaan kita dari keadaan pahit dan sulit. Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan akan datang dan berbicara menunjukkan kebenaran. Terhadap kejahatan, kebohongan, penindasan dan penganiayaan percaya, Tuhan akan datang menghukum kejahatan dan akan memulihkan orang yang telah teraniaya oleh kebenaran. Semua itu terjadi karena iman dan kekuatan doa. Inilah yang diingatkan oleh Minggu Rogate hari ini. Tuhan memberkati kita semua. Amin


Salam, Minggu Rogate 2025

Pdt Nekson M Simanjuntak



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...