https://www.facebook.com/share/p/19BnSWcCZP/
Kotbah Pesta Paskah II (Kebangkitan Yesus Kristus)
Senin, 21 April 2025
Ev. Mazmur 118:13-18
*HIDUP UNTUK MENCERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN TUHAN*
Selamat Paskah Kedua! Sahabat yang baik hati, jika pada Pesta Paskah Pertama kita menyaksikan kubur kosong menjadi bukti Yesus benar-benar telah bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus memberikan kehidupan baru bagi kita. Kebangkitan Kristus menjadi harapan baru bahwa matian bukanlah akhir perjalanan kita tetapi akan ada kebangkitan setelah kematian. Kristuslah yang sulung dari kebangkitan, kita yang percaya kelak akan dibangkitkan dengan tubuh rohani dengan tubuh kemuliaan, menggantikan tubuh yang fana ini.
Kebangkitan Kristus telah mengubah kehidupan para murid dari ketakutan kepada keberanian, dari kehampaan kepada pengharapan, dari kekelaman kepada kecerahan. Inilah semangat baru bagi orang yang menerima kebangkitan Kristus.
Kotbah pada pesta paskah II ini dari Mazmur 118:13-18 menceritakan jika dunia ini menolak kita, Tuhan menyambut kita. Perbuatan Tuhanlah yang membuat kita hidup. Maka tugas kita adalah menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.
Sahabat yang baik hati, hari ini kita merayakan Paskah II. Dalam mazmur ini, penulis mengungkapkan bahwa Tuhan telah menolongnya dalam kesulitan dan memberinya kemenangan.
Kita tahu bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian dan memberikan kita kemenangan atas dosa dan maut. Namun, sebagai pengikut Kristus, kita masih menghadapi kesulitan dan tantangan dalam hidup ini. Tapi kita tidak perlu takut, karena Tuhan telah menjanjikan bahwa Ia akan selalu menyertai kita dan memberikan kita kekuatan untuk menghadapi kesulitan.
Pemazmur mengalami kesulitan yang besar, tetapi Tuhan telah menolongnya. Pemazmur mengakui bahwa Tuhan adalah kekuatannya dan keselamatannya. Hal seperti inilah yang menjadi kesaksian kita yang merayakan kebangkitan: kita mempercayai Tuhan dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya.
*1. Tuhan adalah kekuatanku*
Mazmur 118:14 (TB) TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Pemazmur mengajak kita membuat flasback perjalan kehidupan, sejauh kita berjalan hingga sampai di titik hari ini, apakah semua ini karena kekuatan dan kebaikan kita? Dengan pengakuan pemazmur ini, hal yang sama kita harus mengakui dihadapan Tuhan bahwa Tuhanlah kekuatan kita. Kita minta atau tidak, Tuhan yang penuh kemurahan telah memberkati dan melindungi kita.
Hal inilah yang harus kita sadari bahwa Tuhanlah yang melindungi dan memelihara hidup kita dalam segala keadaan. Dalam segala apa yang telah kita alami baik suka dan duka, dalam kesulitan dan kebahagiaan kita dapat mempercayai Tuhan sebagai kekuatan dan keselamatan. Itulah cinta kasih Tuhan kepada kita.
*2. Kemenangan dalam kesulitan.*
Tuhan dapat memberikan kita kemenangan dalam kesulitan jika kita mempercayai-Nya.
Peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi contoh kongkrit bagi kita. Saat Jumat Agung peristiwa mulai penangkapan di Vetsemane, persidangan Pilatus, Via Dolorosa dan Golgata, semuanya jalan kepedihan dan kekalan. Puncak kekalahan itu dengan kematian di salib. Dari kacamata murid-murid sebelum kebangkitan, semianya kekalahan, bahkan mungki. Sasaran berikutnya adalah para murid-murid. Itulah sebabnya mereka takut, mencekam dan semuanya di lingkupi keridak pastian. Namun setelah kebangkitan, ada spirit baru, spirit kemenangan, mwnang atas segala apa yang dikuatirkan. Kristus bangkit dan menang atas maut.
Saat menjalani kesulitan, mungkin kita merasa Tuhan meninggalkan kita. Tuhan memberikan ganjaran atau hukuman yang mendidik. Namun rencanan Tuhan dibalik kesulitan bukanlah untuk membinasakan. Rencana Tuhan adalah ranangan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Saat menang dari berbagai beban pujian dan sorak-sorai akan keluar dari mulut kita.
Marilah kita baca kesaksian pemazmur ini: Mazmur 118:15-16 (TB) Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Tidak disebutkan pengalaman-pengalaman sulit mana yang disebutkan, tetapi kemungkinan besar cerita-cerita kebesaran Tuhan dalam perjalanan Israel, termasuk Daud sendiri yang menang atas Goliat, atas Saul dan berbagai persoalan dihadapinya.
Pertanyaan adalah bagaimana dengan kehidupan kita saat ini, tentu ada banyak hal yang kita kuatirkan: ancaman, tantangan, tekanan dan mungkin hal-hal yang tidak kita duga bisa terjadi. Disinilah kita diajak oleh pemazmur percaya kepada Tuhan yang akan memberikan kemenangan dalam melewati masa sulit.
Baiklah kita kenang Marthin Luther King Jr, dalam berbagai kesulitan, rasisme dan kebencian yang mereka alami karena perbedaan warna kulit. King menyemangati dengan pidato yang sangat menggugah hati: "I have a dream." Saya kutip dalam terjemahan Bahasa Indonesia:
Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti bangsa ini akan bangkit dan hidup berdasarkan makna sejati dari tekadnya: 'Kami adalah bukti nyata dari keyakinan bahwa: semua manusia diciptakan sama'.
Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti di Red Hills Georgia, anak-anak mantan budak dan anak-anak mantan pemilik budak bisa duduk semeja dalam persaudaraan.
Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti, bahkan di Mississippi, sebuah negara bagian yang terpanggang oleh panasnya ketidakadilan, terpanggang panasnya penindasan, akan menjelma menjadi oase bagi kebebasan dan keadilan.
Selanjutnya pengaharapan akan berakhirnya semua rasisme; kebencian karena perbedaan kulit kelak akan dilewati terkenal dengan lagu:"We shall overcome":
We shall overcome,
We shall overcome,
We shall overcome, some day.
Oh, deep in my heart,
I do believe
We shall overcome, some day.
Di dalam Tuhan kita beroleh kemenangan menghadapi kesulitan.
*3. Memberitakan perbuatan Tuhan.*
Jika Tuhan telah memberikan kemenangan dalam hidup, selanjutnya pemazmur mengajak kita menjadi saksi. Orang-orang yang mengalami kasih karunia Tuhan swmestinya menjadi pemberita-pemberita perbuatan Tuhan. Kita harus memberitakan perbuatan Tuhan kepada orang lain dan mengucap syukur atas keselamatan yang telah diberikan-Nya kepada kita.
Jika kita baca lanjutan kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes sebelum Yesus naik ke sorga Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kabar baik. Tugas inilah yang terus dilanjutkan. Oleh orang percaya di dunia kita saat ini. Injil.harus terus iberitakan, kasih dan perbuatan Tuhan dalam.hidup.kita harus diberitakan lewat kesaksian dan welas kasih, lewat sikap dan karakter yang terpuji. Firman orang percaya hendaklah selalu menghadirkan dampak yang positip dan membangun bagi orang lain. Amen
Salam paskah, Tuhan memberkati!
dari kami:
Pdt Nekson M Simanjuntak - jabartengdiy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar