Kotbah Jumat Agung Peringatan Kematian Tuhan Yesus
Jumat, 20 April 2025
Ev. Markus 15:33-41
YESUS MENYERAHKAN NYAWANYA
Salam Jumat Agung! Sahabat yang baik hati, Jumat Agung adalah peristiwa agung yang harus kita hanyati sepenuh hatl. Allah mengasihi manusia dengan kasih yang agung melalui pengorbanan Yesus Kristus mati sebagai korban pendamaian. Peristiwa salib adalah tindakan penyelamatan Allah bagi manusia. Manusia seharusnya bertanggung jawab atas dosa dan pelanggarannya dan harus menjalani hukuman mati, namun Kristus menggantikan manusia agar tidak binasa. Jauh sebelum peristiwa Salib ini nabi Yesaya telah menyampaikan nubuatan (Yesaya 53:4-5 (TB): Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Nas Kotbah pada Jumat Agung ini dikutip dari Evangelium Markus 15:33-46. Penulis Injil Markus menyebutkan waktu dan peristiwa, lamanya dan dampak dari peristiwa itu. Ini hendak menyampaikan suatu peristiwa sejarah dan tercatat, ada saksi mata dan pelaku pada peristiwa itu. Catatan Injil Markus ini hendak menyampaikan bahwa peristiwa salib adalah suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, kisah salib bukan mitos atau cerita tetapi kejadian nyata di mana Yesus mati di ayu salib. Pada peristiwa itu dterjadi sekitar jam 12 , kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan kejadian itu selam tiga jam. Keterangan waktu dan peristiwa inilah terjadi dalam sejarah,; Allah menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa dan pelanggaran.
Kemudian dalam catatan Injil Markus dalam ayat 38, setelah Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya: "tabir Bait Allah terbelah dua dari atas sampai ke bawah." Peristiwa penting ini sangat perlu dipahami, dimana ruang yang memisahkan ruang yang Maha Kudus dengan ruang kudus di dalam Bait Allah tidak ada lagi yang membatasi. Peristiwa ini sangat penting, karena pemahaman Yahudi orang yang masuk ke ruang maha kudus membakar korban penghapusan dosa hanya dilakukan imam besar. Dengan terbelahnya tirai korban keselamatan di dalam Yesus Kristus itu bermakna penting korban penghapusan dosa telah digenapi. Yesus Kristuslah korban penghapusan dosa sekali untuk selama-lamanya. Penghapusan dosa bukanlah dari korban penghapusan dosa sebagaimana ditetapkan dalam Taurat Musa, tetapi keselamatan itu ada hanya di dalam Yesus Kristus.
Banyak pesan yang sangat berharga dalam peristwiwa salib, sekarang bagaimana kita menghayati peristiwa Jumat Agung ini menurut nas kotbah sebagaimana tertulis dalam evangaleium ini.
1. Mengapa Engkau meninggalkan aku?
Markus 15:34 (TB) : "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Di beberapa film yang telah kita kenal di jaman modern ini merekontruksi peristiwa kematian Tuhan Yesus kita selalu terharu dan sedih, berontak dan tidak berterima atas perlakuan kekerasan dan kekejaman terhadap Yesus. Apalagi peran di dalam film The Passion of Christ yang sangat terkenal: kekerasan dan kesemena-menaan manusia kepada Yesus sungguh suatu perbuatan yang tidak dapat kita terima. Kekerasan, kekejaman dan kebengisan manusialah yang menyebabkan kematian Tuhan Yesus. Dalam semua itu Yesus tidak mebalas, namun menjalaninya, Yesus tidak mengutuki mereka tetapi mengampuni mereka dengan berkata: Ya Bapa Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Sakit dan kepedihan yang mendalam saat disalibkan, tiada orang yang mendampingi dan memberi emphaty semuanya telah meninggalkan dia. Hanya perempuan yang mengikuti dari jauh. Pertanyaan dimanakah orang banyak yang telah disembuhkan, yang menerima pelayanan dan pengajaran Yesus semuanya tidak tampak. Kalaupun ada orang banyak, semuanya adalah orang-orang ganas yang melampiaskan amarah dan kebencian. Yesus sendirian menjalani semua penderitaan ini. Disinilah Yesus berdoa: Eloi, eloi lama sabahktani" artinya: Allahku, Allahku, mengapa engkau meninggalkan Aku?
Kutipan perkataan ini adalah Doa orang saleh yang tertulis dalam Mazmur 22:2 saat menghadapi pergumulan yang berat. Yesus menyampaikan ini bukan suatu keluhan tetapi merupakan doa permohonan saat menghadapi pergumulan yang berat. Doa ini juga sebagai doa penyerahan diri kepada Tuhan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Yesus di Getsemane: Markus 14:36 (TB) Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
Begitu banyak penderitaan dan sakit yang dialami Yesus namun tak satupun murid-muridnya yang hadir untuk mendengar keluh dan peluh. Yesus ditinggal sendirian oleh murid dan orang-orang yang telah melihat mujizat dan pelayanan yang telah dilakukan Yesus. Sudah begitu banyak orang yang disembuhkan, dimana semua itu. Jika kita bawa ke dalam diri kita, saat kita sehat kita aktif memotivasi orang dan banyak hal yang kita lakukan menolong orang yang berkesusahan. Tapi saat kita mengalami masalah semuanya menjauh dan tak ada yang orang tempat curahan keluh di hati. Sungguh pedih bukan?
Elloi Eloi Lama Sabakhtanei, seruan ini menegaskan bahwa sekalipun manusia dan orang terdekat dengan kita emeninggalkan kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah senantiasa mendampingi, menyertai dan mengawal kehidupan orang-orang yang dikasihiNya. Tetapi kita diajari untuk menerima kehendak Allah. sebagaimana doa Tuhan Yesus di Getsemane; bukan kehendakKu, kehendakMu jadilah! Maka tugas kita selanjutnya adalah setiap peristiwa yang terjadi, kita harus percaya Tuhan tidak meninggalkan kita tetapi marilah pautkan peristiwa yang terjadi menemukan kehendak Allah.
2. Mengapa menyuguhkan anggur asam?
Banyak orang yang telah menerima kebaikan dan pelayanan Yesus. Yesus hadir sebagai pelayan, menyembuhkan penyakit, melakukan mujizat yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, yang tuli mendengar bahkan orang mati dibangkitkan. Yesus memberi makan lima ribu orang dan perbuatan lainnya. Yesus mengajar dan memberikan pencerahan bagi banyak orang. Yesus juga berkotbah dan melayani umat Allah. Kemana Yesus pergi kesitu orang banyak berdunyun-dunyun rindu akan pelayanan dan sentuhan kasihNya.
Namun, saat Yesus menghadapi peristiwa salib apa yang diterimanya, semua orang yang menerima kebaikan darinya semuanya tidak tampak. Orang datang hanya untuk melampiaskan kemarahan dan kebencian. Saat haus tidak ada orang yang memberinya minum. Justru anggur asam yang disuguhkan kepada Tuhan Yesus. Kenapa harus anggur asam, apa tidak ada air yang dapat disuguhkan bagi Yesus yang Maha Baik? Memang ada catatan, semacam kebiasaan bagi orang yang dihukum salib seperti itu diberi semacam anggur asam beralkohol mengurangi rasa sakit Yesus tidak membutuhkan anggur asam, sehingga di tidak meminumnya.
Orang-orang yang telah menerima kebaikan itu diam dan tidak daoat melakukan apapun. Tegapi orang-orang kejam dengan suara keras dan songon berlaku semenamena. Saya jadi ingat ungkapan ini: kebaikan yang tidak diorganisir akan kalah terhadap kejahatan yang terencana.
Sahabat yang baik hati? Peristiwa ini mengajak kita merenungkan tindakan dan sikap sosial kita? Yesus yang penuh kasih dan melayani orang banyak kenapa haurus membalaskan nya dengan anggur asam? Dimana pengantin keluarga Pegantin di Kana dan orang-orang yang menikmati anggur terbaik?
Sikap sosial orang percaya harus tetap melayani dan memberikan buah-buah yang baik bagi semua orang. Hasilkan dan suguhkanlah anggur yang manis yang membuat orang tersenyum dan bahagia. Yesus telah menerima segala yang pahit agar kita beroleh keselamatan. Kita hidup oleh karena pengorbanan Kristus, maka salib Kristus mengundang kita untuk menyuguhkan buah-buah yang manis. Kita harus mendeklarasikan hari ini yang menyaksikan pengorbanan Yesus Kristus di kayu saleb, jangan sekalukali memberikan anggur yang asam, buah yang asam tetapi hasilkan buah yang manis yang membuat orang tersenyum manis.
3. Kesaksian kepala prajurit: sungguh, orang ini adalah Anak Allah
Markus 15:39 (TB) Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
Injil Markus menunjukkan ada kesaksian dari seraang kepala pasukan Prajurit yang bertugas mengeksekusi Yesus. Kepala pasukan ini menyaksikan sendiri fenomena alam: kegelapan melingkupi daerah itu selama 3 jam. Kesaksiannya sangat penting, khususnya setelah kebangkitan Tuhan Yesus, dia adalah saksi kunci kematian Yesus di kayu salib tanpa diremukkan sebagaimana umumnya penjahat yang dihukum mati di kayu karena sebelum Sabath mereka sudah harus dikuburkan. Orang yang bertanggung jawab membuat laporan tentang kematian Yesus benar-benar saksi mata. Setelah kbangkitan banyak issu bohong yang ditebar oleh Farisi agar tidak percaya atas kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus.
Yohanes 19:33-35 (TB) tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Dengan kesaksian kepala pasuka. yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
Yesus menyerahkan nyawanya dan semua missiNya selesai untuk pendamaian Manusia dengan Allah. Dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib manusia diperdamaikan dengan Allah. Supaya kita percaya Yesus adalah Anak Allah yang diutus untuk menebus manusia dari dosa dan maut. Yesus adalah Anak Allah pemenuhan janji keselamatan bagi umat manusia.
Siapakah Yesus menurut kesaksian di jaman now? seorang kepala pasukan yang mengeksekusi Tuhan Yesus bersaksi, Yesus adalah Anak Allah. Bagaimana dengan kita? Siapakah Tuhan Yesus dalam kehidupan kita: Mari saksikan Yesus adalah Mesias Anak Allah, Penyelamat, Pendamai, Penoling dan Pemberi kehidupan bagi kita. Salib Kristuslah sumber kehidupan kita.
4. Janganlah jauh-jauh tetapi mendekatlah pada kaki salib!
Injil Markus mencatat bahwa perempuan-perempuan melihat dari jauh. Apa yang menarik disini, Injil Markus hendak mencatat bahwa perempuan yang mengasihi Yesus berani untuk mengikuti Yesus sekalipun tidak didepan atau dilihat orang tetapi mereka tetap mengikuti jejak kaki Tuhan Yesus sampai ke Golgata. Mereka melihat dari jauh bukan suatu kekutan, tetapi suatu keberanian. Sekalipun ada resiko bagi mereka pengikut Yesus namun tetapi mengikutinya dari jauh. Berbeda dengan para murid yang telah pergi entah kemana. Mungkin bersembunyi, mungkin menyesal dan menangis seperti Petrus atau mungkin seperti Yudas yang mengakhiri hidupnya karena menyesal. Mengakhiri hidup tidaklah jalan menunjukkan penyesalan. Penyesalan harus diperbaiki dengan perubahan sikap.
Bagaimana kita merefleksikan keberanian para perempuan ini melihat dari jauh peristiwa salib? Mungkin di konteks kita sekarang ini sudah harus semakin dekat, dekat pada kaki Yesus yang tergantung di kayu salib. Salib bukanlah hukuman tetapi jalan keselamatan yang ditetapkan oleh Allah. Peristiwa salib bukanlah sesuatu yang dijauhi atau dihindari, tetapi kita harus datang semakin dekat ke kayu salib Yesus. Karena itu kita harus semakin mendekat sebagaimana syair nyanyian BE 449: Sai solhot tu silangMi
Sai solhot tu silangMi, Jesus ingananku.
Mual na mabaor disi, i ma inumonku
SilangMi, Tuhanki i ma pujionku,
Paima sogot sahat au, i endehononku,
Lao ma au tu silangMi, i haporusanku.
Sai asi ma rohaMi unang tulak ahu. SilangMi…………..
Dekat ke kaki salib, berarti dekat dengan sumber kehidupan dan sumber keselamatan.
Sahabat yang baik hati! Marilah kita semakin mendekat ke Salib Kristus di jaman now. Ada banyak tantangan yang kita hadapi: masalah ekonomi, tantangan mengelola masa depan anak, dan kehidupan keseharian kita yang terus berjuang dan berjerih. Apakah kekuatan kita menghadapi semua ini? Memandang Kristus yang disalibkan adalah memandang masa depan dan harapan orang percaya. Dekat dengan kaki salib berarti kita memeluk dan merangkul sumber kehidupan itu sendiri. Mendekatlah pada kaki salib memohon pengasihan Allah, Dia menunggu kita. Amin
Selamat Jumat Agung
TUHAN memberkati kita semua
Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh
Praeses D.18 Jabartengdiy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar