Sabtu, 11 Desember 2021

JANGAN TAKUT, TUHAN DATANG SEBAGAI PAHLAWAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6645412875530722/?sfnsn=wiwspmo

Kotbah Minggu Advent III, 12 Sesember 2021

Nas: Sepanya 3:14-20


*JANGAN TAKUT, TUHAN PAHLAWAN YANG MEMBERIKAN KEMENANGAN*


Selamat Advent dan Selamat HARI Minggu bagi kita semua!  Kotbah Minggu III Advent ini tertulis pada Zefanya 3:14-20 tentang nubuatan kedatangan Mesias sebagai pahlawan yang membebaskan umat Allah dari Pembuangan. KedatanganNya sebagai pahlawan akan mengalahkan semua musuh-musuh Israel dan memulihkan keadaanya umatNya. Dia akan mengumpulkan umat yang tercerai berai, Dia menyatukan mereka menjadi satu kawanan, membawa mereka pulang ke tempat asalnya  Dia akan membimbing umatNya seperti membimbing domba ke rumput hijau dan membiarkan mereka dengan tenang tanpa gangguan karena Tuhan ada dan hadir sebagai pahlawan menjagai umatNya. Tuhan sendiri akan bertindak kepada penindas umatNya dan membuat mereka mendapat malu. 


Dalam zaman kerajaan kuno, Pahlawan dalam peperangan adalah kunci utama memenangkan pertempuran. Pahlawan ini adalah seseorang yang dianggap memiliki kemampuan luar biasa diatas kemampuan manusia biasa.  Seorang pahlawan akan maju ke medan pertempuran dengan segala kekuatan dan kesaktiannya mengalahkan musuh. Pasukan perang akan bersemangat jika pahlawan mereka berada bersama mereka menghadapi musuh. Keberanian dan percaya diri akan bertambah jika mereka bersama dengan pahlawan perangnya.


Hal seperti ini juga yang dijelaskan oleh nabi Zepanya untuk menyakinkan umat Allah menghadapi musuh-musuhNya. Allah adalah pahlawan mereka yang hadir di tengah-tengah mereka menghadapi musuh. Jika Allah di pihak kita siapakah musuh yang menentang kita? (Band Rom 8:31). Allah itu gagah dan perkasa, Dia adalah pahlawan gemilang dalam peperangan. Mazmur 24:8 (TB)  "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"


*1. Tuhan akan datang sebagai Pahlawan*

Apa yang dinubuatkan oleh Zefanya merupakan apa yang menjadi kerinduan umatNya. Setelah Yehuda ditakhlukkan oleh Babel, mereka sangat terpukul. Kota Yerusalem yang mereka banggakan telah menjadi puing-puing, sepi dan sunyi. Mereka meratap dan menangisi keadaan, Sion kota Daud kebanggaan mereka telah rata dengan tanah. Yerusalem pusat Ibadah dimana berdiri Bait Allah yang begitu megah, anggun dan bangunan terindah dijamannya telah rata dengan tanah. Bukan hanya bangunan Bait Allah yang diratapi, tetapi terpukul secara bathin karena Bait Allah dimana mereka yakini bahwa Allah yang mahakuasa ada dan hadir di tempat itu. Dengan hancurnya Bait Allah itu mereka merasa kehilangan muka terhadap bangsa-bangsa. Bukan hanya itu, mereka pun diangkut ke pembuangan, bekerja paksa dan rodi sebagai budak di negeri asing. Inilah pergumulan bathin umat dalam pembuangan yang menantikan pembebasan, pemulihan dan mengembalikan kejayaan mereka. 


Dalam keterpurukan yang demikian Zefanya hadir memberikan nubuatan kepada umatNya. Nubuatan ini merupakan penghiburan dan sekaligus hendak mengembalikan kepercayaan diri umat yang terbuang. Janganlah murung dan bersedih hati, namun bergembiralah dan beria-rialah dengan segenap hati, karena Tuhan telah menyingkirkan hukuman can telah mencabut malapetaka yang menimpa mereka. Karena Allah sendiri akan datang untuk menyingkirkan musuh-musuh umatNya, dan akan bertindak kepada para penindas mereka yang telah menyengsarakan dan membuat mereka menderita dalam pembungan. 


3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.


*2. Tuhan melenyapkan apa yang ditakuti dan memulihkan umatNya*

Jika dia datang kepada umatNya sebagai Pahlawan,maka tidak ada yang perlu di takuti. Karena seperti nyanyian pemazmur :

23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.


Maka tidak perlu ada yang ditakuti, semunya telah Tuhan jamin, jaga dan pelihara. Kematian saja telah dikuasainya. Tuhan itu datang sebagai pahlawan, dia perkasa dan kuat untuk melindungi, menjaga dan membawa umatnya kembali pulang ke kampung halaman. Tuhan itu hadir memberikan apa yang mereka harapkan dan menguatkan mereka kembali untuk membangun kejayaan seperti sedia kala. Kehadiran Allah sebagai pahlawan yang digambarkan oleh Zefanya menguatkan mereka dalam pembuangan. Gambaran pahlawan ini menunjukkan bahwa pembebasan ini merupakan tokoh yang berjuang melalui suatu pergerakan dimana semua umat ikut bergabung dan bekerja sama dalam komando sang pahlawan. 


*3. Jangan takut tetaplah berharap!*

Apa yang kita baca dari Kotbah Minggu ini merupakan jaminan pemeliharaan Tuhan atas umatNya. Janjinya pasti dan tidak pernah diingkari. Tuhan berkata bukan sekedar janji yang memuaskan telinga namun ditepati dan memuaskan hati. 


Saat beban mendesak tentu kita akan mencari pertolongan. Kita mencari kemana-mana agar bebas dari himpitan dan tekanan. Jika kita sebutakan satu-persatu, tentulah banyak hal yang kita takuti dalam hidup ini. Ada ketakutan yang wajar karena pikiran-pikiran rasional, namun ada juga ketakutan yang tidak berdasar karena banyang-banyang pikiran atau imajinasi pikiran. Disinilah kekuatan Firman Tuhan yang meneguhkan orang percaya yang memberikan suatu keyakinan bahwa Tuhan adalah pahlawan yang bertindak menolong dan memberikan solusi atas berbagai ketakutan yang dihadapi.


Dengan kotbah Minggu ini kita percaya dalam setiap keadaan Tuhan tidak membiarkan kita ditelan oleh masalah dan pergumulan. Tuhan akan ada  bersama-sama dengan kita menjalani hidup ini baik di dalam suka dan duka, dalam merasa nyaman dan terancam. Tuhan akan hadir ditengah-tengah kita untuk menguatkan, membebaskan dan menyeberangkan kita dari setiap pergumulan kepada keadaan yang kita cita-citakan. 


Janganlah takut, jangan lemas, tetaplah hidup penuh dalam pengharapan, Tuhan itu akan membebaskan dan memberikan kesejahteraan kepada kita. Pesan yang sangat menyemangati bagi kita semua. Kekuatan suatu pekerjaan tentu sangat ditentukan oleh semangat dan motivasi diri. Jika seseorang percaya diri melakukan sesuatu dengan optimis.maka keberhasilan ada didepan mata. Namun sebaliknya jika terus kuatir dan pesimis, tentu kegaieahan bekerja menjadi hambatan utama dalam.mencapai keberhasilan. 


Sahabatku! Tetaplah semangat, apapun yang kita hadapi dalam hidup ini hal yang harus kita percayai adalah bahwa Tuhan pasti datang dan menjadi pahlawan bagi kita semua umatnya


Salam Advent III

Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 10 Desember 2021

PERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT MESIAS

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 11 Desember 2021


PERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT KEDATANGANNYA


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Wahyu 22:20 (TB) Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!" 


Revelation 22:20 (NET) The one who testifies to these things says, “Yes, I am coming soon!” Amen! Come, Lord Jesus!"


Sahabat yang baik hati! Ayat bacaan hari ini merupakan perkataan Yesus yang dicatat oleh Yohanes di pulau Patmos, berbicara mengenai akhir zaman, mengenai kedatangan Yesus yang kedua kali. Kapan? Tidak ada seorang pun yang tahu akan hal itu. Tetapi janji Yesus ini pasti digenapi. Tidak heran bila kata terakhir di Alkitab adalah kata “Amin”, suatu kata Ibrani yang berarti “pasti, sungguh, benar”. Alkitab memang berisi janji-janji Allah bagi manusia. Hampir semua janji itu telah digenapi (telah terjadi), misalnya janji kedatangan Mesias, kematian Yesus di salib, hingga kebangkitanNya. Tentunya kita bisa dengan yakin berpikir bahwa janji kedatangan-Nya yang kedua pun bukan perkataan semata, tetapi akan segera terjadi! 


Persoalannya adalah: apakah berita penglihatan ini menyenangkan atau justru menakutkan bagi kita? Apa kita siap atau malah takut menghadapi kedatangan Yesus kedua kali? Apakah kita yakin kita termasuk bilangan orang yang diangkat, atau malah termasuk orang yang akan ditinggalkan dan mengalami masa kesengsaraan besar (the great tribulation) di akhir zaman nanti? Bagaimana kesiapan kita? Kalau kita berkata “Amin”, datanglah Tuhan Yesus! maka kesiapan kita hanya “Mendengar” Firman, dan lakukan sesuai dengan yang tertulis, yaitu pada Wahyu 22:18-19, “tidak dengar yang lain”…hanya kabar baik yaitu injil keselamatan, tetap hidup dalam kebenaran Firman, tidak berbuat dosa dan pasti diberkati, kemudian menerima cahaya injil/firman pengajaran tentang kemuliaan Kristus. 


Sahabat yang baik hatI! Dalam kurun waktu hampir 2.000 tahun lebih setelah janji-janji ini diucapkan, tidak terhitung interpretasi/penafsiran dan penentuan waktu kedatangan Yesus muncul dan menghebohkan dunia. Apakah Allah berdusta? Tidak! Bilangan 23:19 menyatakan, “Allah bukanlah manusia sehingga Ia berdusta...” Lalu kenapa Yesus belum datang? Allah bisa datang sewaktu-waktu bahkan secepatnya jika Dia mau. Namun, permasalahan sebenarnya bukanlah pada kapan Yesus datang, melainkan pada masalah: “Apakah kita siap menyambut kedatangan-Nya atau tidak?” Jika Yesus datang hari ini, siapkah kita? 

Maka peringatan Yesus di Matius 24:42, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” menjadi acuan bagi kita di dalam masa penantian akan kedatanganNya. Lantas apa yang kita bisa lakukan saat berjaga-jaga? 


Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantaranya: 1) Memaksimalkan talenta dan karunia yang Tuhan sudah berikan; 2) Mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah, bersama-sama dengan orang lain maupun secara pribadi; 3) Menjadi garam dan terang dunia; 4) Mempersembahkan jiwa demi jiwa kepada Yesus Sang Pengadil yang akan menghakimi dunia. 5) Tetap setia apa pun yang terjadi di dalam masa penantian ini. Ketika kita melakukan lima hal tersebut, maka saat waktu kedatanganNya tiba, Ia tidak melihat kita bercacat. Hal ini harus menjadikan orang percaya makin teguh dan berakar kuat dalam keyakinan untuk menantikan Kristus dan menunggu-Nya menggenapi segala janji-janji kemuliaan-Nya bagi orang percaya makin teguh dan berakar kuat dalam keyakinan untuk menantikan Kristus dan menunggu-Nya meggenapi segala janji-janji kemuliaan-Nya bagi orang percaya. Mari sahabatku, datang dan berjaga-jagalah di hadapan Tuhan Yesus selagi masih ada kesempatan. Persiapkanlah dirimu, karena Ia segera datang, ya, Ia pasti datang! 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim: FS

Selasa, 07 Desember 2021

BERSORAKSORAILAH DENGAN NYARING

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6622617161143627/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 08 Desember 2021 


*BERSORAK-SORAKLAH DENGAN NYARING*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan


Zakharia 9: 9 (TB) “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”


Zechariah 9: 9 (KJV) Rejoice greatly, O daughter of Zion; shout, O daughter of Jerusalem: behold, thy King cometh unto thee: he is just, and having salvation; lowly, and riding upon an ass, and upon a colt the foal of an ass. 


Sahabat yang baik hati.

Seorang ibu sangat bersukacita ketika anak sulungnya pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun berada di perantauan. Awalnya memang sangat berat bagi si ibu memberangkatkan anaknya pergi merantau. Tetapi karena keadaan keluarga yang memiliki perekonomian yang pas-pasan dan memiliki tiga orang adik yang membutuhkan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari, maka si ibu dengan berat hati memberangkatkan anak sulungnya ke perantauan. 


Di bulan-bulan pertama anaknya rajin menuliskan surat memberikan kabar kepada ibunya. Namun setelah berganti tahun, anaknya tidak pernah lagi memberikan kabar. Si ibu hanya bisa menantikan kepulangan anaknya dengan tetap berharap bahwa anaknya akan pulang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Tetapi siang malam si ibu tetap berdoa kepada Tuhan agar tetap melindungi anaknya. Setelah hampir 7 tahun, sang anak yang selalu dinanti dan diharapkan kembali ke kampung halamannya. Sang ibu yang sudah renta sangat bergembira karena penantiannya telah terpenuhi.


Sahabat yang baik hati.

Nabi Zakaria mengatakan kepada kaum yang baru pulang dari Pebuangan dan sedang membangun kembali Yerusalem: “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Mereka sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kenangan pahit pengasingan di Babel akibat pemberontakan kepada Allah dan harapan/mimpi akan pemulihan Kerajaan Daud dan kemegahan Bait Allah, menjadi bercampur baur dengan pertentangan sosial dengan orang-orang Samaria. Akibatnya, situasi sosial, politik dan ekonomi yang tidak menentu. Masyarakat menaruh harapan pada pemimpin yang ada saat itu, yaitu Imam Besar Yosua dan “Bupati” Zerubabel dapat memulihkan dan mengembalikan kejayaan Yerusalem. Tetapi tampaknya hal itu adalah hal yang sangat sulit terjadi. Masyarakat Yahudi saat itu berharap hadirnya sosok Mesias yang kuat dan gagah dari Allah, untuk memulihkan dan mengembalikan Kejayaan Israel. Sosok “mesias” diharapkan seperti pahlawan yang memamerkan tangan kuat Allah yang menaklukkan Mesir dan mengalahkan para penentang Umat Allah. Kesusahan, kebimbangan, penantian di tengah ketidakpastian, kesedihan dan penderitaan menekan seakan tidak ada daya untuk menolong diri sendiri, sehingga berharap kehadiran Tuhan untuk membereskan dan membalaskan kesakitan mereka.


Tetapi Nabi Zakharia justru mengatakan bahwa Sang Mesias akan hadir bukan seperti yang dipikirkan oleh orang yang sedang hampir putus harap, yang mengharapkan hal-hal yang sensasional membalaskan kekalahan dan kemarahan, seperti film aksi yang mempertontonkan pembalasan. Kehadiran Sang Mesias akan menyatakan Kerajaan Allah yang penuh kedamaian. Sang Mesias digambarkan dengan: ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. Penantian akan kehadiran Sang Mesias, Sang Raja Damai, tidak mungkin dilakukan dengan kemarahan dan kekecewaan, melainkan harus dengan sikap yang sabar, setia dan sukacita.


Sahabat yang baik hati.

Kembali ke cerita di awal, suka cita Sang Ibu tidak terlukiskan dengan kata-kata melihat kembalinya si Anak. Kesetiaan Sang Ibu untuk mendoakan anaknya, sekali pun tidak ada kabar dan tidak ada kepastian, tetapi Sang Ibu tetap setia berdoa dan menaruh harapannya kepada Tuhan. Tetap bergembira dalam pengharapan adalah kunci untuk memelihara kesetiaan. Kita tahu bahwa Allah kita adalah Allah yang setia, itu cukup menjadi alasan utama kita untuk tetap bersukacita dalam menantikan pertolonganNya. Di masa Advent ini, kiranya kita tetap setia kepada Tuhan dan menaruh harapan kita hanya kepada Tuhan, sehingga sukacita di dalam Tuhan melimpahi kita dalam segala situasi kehidupan kita. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari Tim Renungan (JZ)

Senin, 06 Desember 2021

PENDERITAAN YANG MENYELAMATKAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6615882141817129/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Selasa, 07 Desember 2021


*Penderitaan Yang Menyelamatkan*


Selamat Pagi; Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Yesaya 38:17 (TB) Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu. 


Isaiah 38:17 (KJV) Behold, for peace I had great bitterness: but thou hast in love to my soul delivered it from the pit of corruption: for thou hast cast all my sins behind thy back.


Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai. Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata, tetapi Dia berjanji berikan kekuatan." demikian kutipan lirik lagu rohani karya Edward dan Justin Faith Chen. Lagu ini menggambarkan dengan jelas bagaimana realita kehidupan setiap orang percaya dalam menjalani waktu demi waktu yang masih Tuhan berikan kepadanya. Berbagai alur cerita dilalui, suka dan duka saling memperlengkapi setiap pribadi untuk menjadi orang percaya yang semakin berpengharapan hanya kepada Tuhan.


Firman Tuhan pada hari ini juga menjadi sebuah pedoman sekaligus kekuatan bagi kita dalam menghadapi berbagai cerita lika-liku kehidupan ini. Melalui kehidupan Hizkia, kita diingatkan tak selamanya hidup ini berada dalam zona nyaman, bahkan kita diingatkan agar tetap bisa didalam sukacita sekalipun hidup penuh dengan pergumulan dan pencobaan. Seringkali terjadi kesalahan konsep bagi orang Kristen yang mengira bahwa mengikuti Yesus hanya dikelilingi oleh damai sejahtera dalam versi dan ukuran manusia. Padahal sedari awal juga Yesus sudah mengingatkan kita bahwa setiap pengikut Yesus harus setia untuk memikul salibnya sendiri dan mengosongkan diri.


Sahabat yang baik hati! Firman ini merupakan nyanyian pengucapan syukur Hizkia, karena merasakan pertolongan Allah yang telah membebaskannya. Hizkia merasakan kesempatan selamat (sementara) dari kematian karena penyakit barah. Hal yang dihadapinya adalah kesusahan-kesusahan yang membuatnya tidak tenang. Apalagi bukan hanya karena penyakitnya, melainkan tugas sebagai seorang raja yang harus bertahan dari serangan Asyur. Kepada Tuhan, Hizkia berseru agar kiranya penderitaan pahit digantikan menjadi keselamatan.  "Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!" Perkataan itu diucapkan oleh Raja Hizkia ketika ia jatuh sakit dan pasti akan mati.


Sakit barah, masih ingat tulah ke enam? Suatu penyakit yang menurut penafsir Alkitab memang mematikan dalam tempo yang sangat cepat, sekitar 2-3 hari. Amat sangat jarang sembuh. Kita tahu bahwa Hizkia diberitahukan oleh Yesaya bahwa dia harus menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya karena sebentar lagi Hizkia akan mati. Namun justru di saat itulah Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan berdoa sambil menangis (Yesaya 38:2). Hingga akhirnya doa Hizkia didengar oleh Tuhan dan Hizkia dipulihkan, sembuh dan diberikan keselamatan dari Tuhan. 


Sahabat yang baik hati! Firman Tuhan hari ini mengajari kita bahwa apapun yang terjadi didalam kehidupan kita, sepahit dan sebanyak apapun penderitaan kita, bahkan ketika nyawa kita terancam hanya satu yang harus kita lakukan yaitu *berseru dan berharap hanya pada Tuhan*. Sebab hanya pada Tuhan lah ada keselamatan dan kekuatan. Setiap orang yang berseru dan berharap pada Allah akan diberikan kekuatan dan keselamatan. Yang ditunjukkan oleh Hizkia adalah keinginan yang sangat kuat untuk bisa sembuh daripada memikirkan dan menyesali tentang sebab musabab mengapa kita sakit hari ini. Hizkia lebih memfokuskan untuk menenangkan diri dan menunjukkan keinginan kuat untuk sembuh. Demikian jugalah dengan kita, lebih baik kita berseru dan berdoa kepada Tuhan daripada mencaritahu akar penderitaan dan menyalahkan keadaan. Ingatlah yang dikatakan oleh Yesus dalam Yohanes 16:33

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan segera memulihkan keadaan dunia ini. Amin


Salam dari Tim : (PS)

Minggu, 05 Desember 2021

TUHAN SEGERA DATANG, LAKUKANLAH YANG BAIK

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6610575309014479/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Senin, 6 Desember 2021 


*TUHAN AKAN SEGERA DATANG, LAKUKANLAH YANG BAIK*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Hagai 2: 7

Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat


Haggai 2: 7 (KJV)

And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the Lord of hosts.


Sahabat yang baik, betapa kita sungguh bersukacita dan bersyukur bisa tiba di masa-masa adven saat ini, di tengah-tengah kesulitan hidup akibat covid-19 yang melanda dunia saat ini. Dalam masa-masa Adven ini, firman Tuhan dalam renungan harian saat ini menyerukan bahwa "sedikit waktu lagi, Tuhan akan datang. Artinya, kepastian akan kedatanganNya yang kedua kali ke dunia adalah benar adanya.


Sahabat yang baik, pada zamannya nabi Hagai juga telah diutus Tuhan untuk menyampaikan berita keselamatan yang daripada Tuhan. Melalui suara kenabianNya, Hagai tampil sebagai nabi yang dipakai Tuhan untuk mengingatkan bangsaNya yang baru saja diselamatkan Tuhan dari pembuangan Babel. Pada waktu itu, nabi Hagai juga diperintahkan Tuhan untuk mengajak umatNya membangun kembali bait Suci di Yerusalem untuk menggantikan bait suci yang sebelumnya berdiri megah kemudian telah menjadi puing-puing akibat diruntuhkan oleh penguasa Babel saat itu. Umat Tuhan diperintahkan untuk kembali membangun rumah Tuhan di tengah-tengah kota Yerusalem sebab kehadiran rumah Tuhan adalah lambang kehadiran Allah di tengah-tengah umatNya. Kehadiran Allah tentu menjadi hal yang penting, karena kehadiranNya justru membawa jaminan keselamatan hidup bagi umat kesayangan.


Sahabat yang baik, proses pembangunan rumah Tuhan ini bukanlah hal yang mudah. Nabi Hagai harus berulang kali mengingatkan umatNya agar mau membangun kembali Rumah Tuhan di Yerusalem. Sementara umat Israel yang pada waktu itu baru saja kembali dari pembuangan merasa berat membangun rumah Tuhan karena kehidupan perekonomian mereka yang dirasa belum stabil akibat baru pulang dari pembuangan Babel. Secara logika, mereka merasa bahwa tidak mungkin mereka terlebih dahulu membangun rumah Tuhan, sementara kehidupan pribadi merekapun belum aman dan belum stabil. Sementara bagi Hagai, justru jika mereka mendahulukan pembangunan Rumah Tuhan yang baru di Yerusalem, maka Allah akan memberkati kehidupan mereka dengan kelimpahan berkat sesuai dengan kebutuhan hidupnya. 


Sahabat yang baik, Nabi Hagai mengingatkan umatNya agar dapat memprioritaskan pembangunan Rumah Tuhan dengan hati sukacita sebab akan tiba waktunya, Tuhan akan segera datang dengan kemahakuasaanNya untuk memberikan keselamatanan, kesejahteraan dan kedamaian bagi seluruh umat kesayanganNya. Artinya, dengan kemahakuasaanNya, Tuhan akan datang membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi semuanya. 


Sahabat yang baik, di masa adven ini kita juga sedang menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya untuk menyelamatkan kita. Oleh karena itu, kita juga diingatkan untuk menantikan kedatanganNya secara aktif, melalui perbuatan baik yang kita lakukan. Masa penantian ini harusnya dapat kita isi dengan memprioritaskan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan. Jika dahulu Nabi Hagai memerintahkan umat Israel untuk kembali membangun Rumah Tuhan di Yerusalem, kita pun saat ini diingatkan untuk memprioritaskan pembangunan rumah Tuhan. Kehadiran Rumah Tuhan adalah lambang kehadiran Tuhan, maka prioritas hidup kita saat ini adalah menghadirkan Allah ditengah-tengah kehidupan bersama di dunia ini. Tentu, membangun gereja sebagai rumah Tuhan adalah kewajiban setiap umat Tuhan agar di dalamnya kita bisa bersekutu dengan Tuhan. Namun selain itu, kita juga harus menghadirkan Allah di dunia ini melalui perbuatan-perbuatan baik kita kepada sesama manusia dan alam sekitar kita sebab hal itulah yang menyenangkan hati Tuhan. 


Sahabat yang baik, jangan pernah menunda untuk menyenangkan hati Tuhan dan menunda melakukan kebaikan karena merasa diri kita belum siap dan belum mampu, sebab waktu yang kita punya sangat terbatas, Tuhan akan segera datang.  Selagi masih ada waktu, walau dalam situasi kesusahan sekalipun, pakailah waktu anugerah Tuhanmu untuk melakukan kebaikan yang menyenangkan hati Tuhan. Karena akan tiba saatnya, Dia akan datang untuk menyelamatkan orang-orang yang melakukan kehendakNya. Saudara dan saya tentu ingin ikut diselamatkan bukan? Untuk itu mari pakai masa penantian ini untuk selalu menghadirkan Allah dalam hidup kita melalui perkataan dan perbuatan baik kita selama hidup. Lakukanlah mulai hari ini, dan jangan menundanya lagi. Tuhan memberkati


Salam dari tim penulis: MHS

Sabtu, 04 Desember 2021

PERSIAPKANLAH JALAN BAGI TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6605189339553076/?sfnsn=wiwspmo

Kotbah Minggu Advent II 5 Desember 2021

Nas: Lukas 3:1-6


*PERSIAPKANLAH JALAN BAGI TUHAN*


Selamat Advent dan Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati ada empat tema besar yang dirayakan oleh orang Kristen di masa Advent: Pengharapan (Hope), Damai (Peace), Sukacita (Joy) dan Kasih (Love). Pengharapan meruapakan suatu keyakinan akan ada perbuahan yang lebih baik. Pengharapan dikaitkan dengan kedatangan Mesias. Di masa Edvent orang menantikan Tuhan, dan pasti Tuhan akan datang untuk mewujudkan harapan. Sedangkan damai, sukcita dan kasih merupakan kondisi terbaik yang hendak dialami oleh umat manusia. Apapun ceritanya manusia pasti mencari bahagia, damai dan kasih. Ketiga kwalitas hidup ini merupakan harapan semua orang. Apa gunanya seseorang mendapatkan sukacita dan menerima suatu pemberian namun hidupnya terancam dan jauh dari kasih sayang. Damai tanpa kasih itu semua dan jauh dari bahagia. Maka di masa Advent ini umat Kristen memasuki perenungan bagaimana menantikan dan mewujudkan harapan gar hidup.penuh sukacita, damai dan kasih sayang. 


Dalam kotbah Minggu Advent II, merupakan ajakan dan seruan Yohanes Pembaptis agar setiap orang berisap-siap menyambut dan mwnerima Mesias yang segera datang.


*A. Menanti Mesias dalam politik dunia yang gamang.*


Jika kita perhatikan ayat 1-2, Injil Yohanes menyebutkan para raja atau pemimpin di wilayah Judea, Galilea dan sekitarnya. Ini suatu pemahaman InjilmLukas kabar baik itu mendarat danembumindi dalam konsteks sosial-politik. Kabar baik hadir dalam masyarakat real.  Dua tokoh Herodes dan Pilatus merupakan dua pemimpin yang tidak sejalan. Mereka yang satu dengan lainnya bermusuhan. Herodes pimpin yang tidak disukai oleh masyarakat, dia dinilai bengis dan kejam serta kehidupan keluarganya yang tidak beres. Herodes Agung (Mat 2:1-22; Luk 1:5) adalah raja atas seluruh negeri bangsa Yahudi pada tahun 37-4 Sebelum Masehi. Ialah yang memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki di Betlehem, pada masa tidak lama sesudah Yesus lahir. 2. Herodes Antipas adalah penguasa di Galilea pada tahun 4 Sebelum Masehi -- 39 Sesudah Masehi. (Mat 4:1-10; Mr 6:14-27; Luk 3:1,19-20; 9:7-9; 13:31; 23:6-12; Kis 4:27-13:1). Ia anak Herodes Agung, tetapi meskipun ia mendapat gelar raja, ia bukan raja seperti ayahnya. Herodes Antipas inilah yang menyuruh orang memenggal kepala Yohanes Pembaptis


Sementara Pontius Pilatus orang yang harus jabatan, tidak ada wibawa untuk menegakkan kebenaran, dia lebih takut kehilangan jabatan dari pada menegakkan kebenaran. Pilatus melukai perasaan orang Yahudi karena memasang arca-arca Kaisar Romawi di wilayah kekuasaannya. Pontius Pilatus memangku jabatan gubernur Romawi atas Yudea, Samaria dan Idumea, tahun 26-36 Ses. Mas. Ia memegang peranan pokok dalam pengadilan Yesus (Mr 15:1-15).


*B. Adakah Harapan pada Pemimpin Agama?*


Mengapa Penulis Injil Lukas menyampaikan bahwa diawal kehadiran Yohanes Pembaptis, Herodes dan Pilatus menjadi tokoh yang hadir dalam dunia politik yang gamang. Tidak ada harapan yang baik dari pemerintahan mereka untuk kebaikan masyarakat. 


Kalau tidak ada harapan pada Herodes dan Pilatus, maka bagaimana dengan Kayafas? Penulis Injil Lukas menuliskan nama imam besar Kayafas. Dia yang didaulat sebagai imam besar dari rapat Imam. Imam adalah pendoa bagi umatNya, mereka adalah harapan umat untuk menyampaikan permohonan dan perantara Tuhan menyampaikan berkat bagi umat. 


Siapakah imam Kayafas? Dia adalah  Imam Besar Yerusalem. Ia memegang jabatan dari tahun 18 hingga 37 M, namun pernyataan dalam Yoh. 18:13, bahwa ia adalah Imam Besar 'tahun itu', dipadukan dengan petunjuk mengenai penyelidikan pendahuluan oleh Hanas (Yoh. 18:13-24), mengarah pada kemungkinan bahwa keimamannya pada waktu itu hanya dipegang selama satu tahun. Namun, kemungkinan yang lebih besar maksud Yohanes adalah bahwa Kayafas adalah Imam Besar 'pada tahun *penyaliban yang mengesankan' itu. Sebuah ossuary (periuk tempat menyimpan tulang orang mati) dengan inskripsi berbahasa Aram, yang ditemukan pada tahun 1990 di kuburan keluarga Kayafas di Yerusalem, menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah 'Yusuf, anak Kayafas'; namun penerjemahan ini tidak dapat dipastikan.


Imam di jaman Tuhan Yesus tidak menjadi harapan dalam memperbaiki umat. Justru sebaliknya mereka sangat mengecewakan saat Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah mereka terlibat berbagai transaksi berbau koruptif dengan para penukar-penukar uang di Bait Allah dan para pedagang ternak korban. 


Dunia politik yang gamang dan pemimpin religius yang tak dapat diandalkan merupakan konteks pelayana. Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis hadir memberikan suatu harapan agar setiap orang melakukan gerakan revolusi mental untuk melakukan pertobatan. 


*C. Yohanes Pembaptis: persiapkan jalan bagi Tuhan*


Kehadiran Yohnes pembaptis menjadi penting mempersiapkan diri menyambut Mesias. Dia adalah perintis atau pendahulu agar setiap orang siap menyambut Mesis. Sekalipun seruannya di Padang gurun namun gemanya sampai ke seluruh pelosok negeri. Dia berseru dipasang gurun namun sampai ke telinga rakyat pinggiran hingga istana. 


Kehadiran Yohanes Pembaptis menjadi pertanyaan bagi setiap orang, suara kenabiannya menyentuh setiap orang. 


Dua hal dlaam kotbah ini, yang disuarakan Yohanes Pembaptis adalah:


a. Bertobatlah

Bertobat berarti berbalik dari kesalahan kepada jalan yang benar. Pertobatan itu penting karena jalan yang dituju sudah salah dna keliru, jika dilanjutkan hanya akan menuju kebinasaan. Demikianlah suara pertobatan dari Yohanes Pembaptis, mengetuk hati setiap orang akan arah mana jalan hidup yang mereka tempuh. 


Bagi Yohanes Pembaptis, arah kehidupan umat yang menentukan Mesias keliru, mereka mengharapkan raja - pemimpin politik untuk memperbaharui dunia, namun itu tidak dapat diharapkan. Mereka mengharapkan kaum Agamawan untuk memperbaiki namun itu juga penantian yang jauh dari harapan. Bagi Yohanes Pembaptis perubahan dunia ini terjadi saat setiap orang bertobat, memperbaiki diri masing-masing. Jika setiap orang memperbaiki kehidupannya maka seluruh masyarakat akan baik.


Inilah gerakan moral dari Yohanes pembaptis, bukan dari sudut struktural tetapi dari gerakan moral setiap pribadi yang berjalan menurut kehendak Allah.


Bagi Yohanes Pembaptis, bukti pertobatan ditandai dengan kesediaan dibaptis. Seruan Yohanes ini cukup berhasil dan disambut oleh banyak orang dan dari berbagai kalangan: rakyat biasa, tentara dan kaum agamawan. Mereka berbondong-bondong datang ke Yohanes Pembaptis untuk dipermandikan sebagai bukti pertobatan.  Yesus sendiri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. 


b.  Persiapkan Jalan Bagi Tuhan

Mempersiapkan jalan bagi Tuhan memiliki arti yang dalam juga dalam pribadi maing-masing.  Dimana pada masa advent ini kita diingatkan untuk berbedah mempersiapkan hati kita masing-masing, menyambut penghiburan dan pertolongan dari Tuhan. Apabila masih ada kesunyian di hati isilah dengan berbagai hal positip yang membahagiakan. Apabila hati panas dan tersimpan amarah, dinginkanlah dengan pikiran yang jernih, penuh damai dan tak membalas. Jika hati hampa dan kosong berdoalah dan isilah dengan Firman Tuhan yang memotivasi dan mengisnpirasi. Jika hidup kita sepanjang tahun ini menimbun persoalan hingga menggunung, hendaknya kita urai satu-persatu mencari solusi terbaik karena Kristus akan datang dan mau menolong kita.


Dalam Perjanjian Baru, seruan pertobatan inilah yang dikutip oleh Johannes Pembaptis. Dia  teruslah menyuarakan pertobatan sekalipun dipadang pasir mungkin sang angin akan membisikkan ke telinga semua orang.  Jadi mempersiapkan jalan bagi Tuhan adalah seruan pertobatan yang nyata melalui perubahan sikap. Bagi Yohanes pembaptis bukti kesediaan menyongsong Tuhan adalah kerelaan untuk ikut ambil bagian dalam baptisan, meninggalkan perbuatan dosa dan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Tidak segan Yohanes Pembaptis mengingatkan pemimpin seperti Herodes. Yohanes pembaptis juga menasihati para prajurit agar hidup dari penghasilannya. 


Selamat Advent, mari persiapkan jalan untuk Tuhan. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 03 Desember 2021

WAKTUNYA SUDAH DEKAT

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6599075226831154/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Sabtu, 04 Desember 2021


*WAKTUNYA SUDAH DEKAT*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Wahyu 22:10 (TB) Lalu ia berkata kepadaku: “ Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat.    


Revelation 22:10 (NKJV) And he said to me, "Do not seal the words of the prophecy of this book, for the time is at hand.


Ketaatan melakukan perintah dari Firman Tuhan pasti mendatangkan manfaat kepada diri kita sendiri dan juga dapat menjadi berkat kepada orang lain. Dalam ketaatan dibutuhkan pendengaran dan perhatian yang sungguh-sungguh sehingga tidak salah menerapkan atau melakukan perintah. Sebab bisa saja karena sesuatu yang biasa terjadi memengaruhi kita dalam melakukan perintah. Sebagaimana Yohanes dalam menerima wahyu dari Tuhan dan setelah menerima hal apa yang harus dilakukan terhadap perkataan-pekataan Allah tersebut, didengar dan diperhatikan dengan baik, Yohanes dapat melakukannya sesuai dengan perintah Allah. 

Malaikat memberitahukan Yohanes apa yang harus dilakukan setelah penglihatannya selesai. Bukannya memeteraikan apa yang telah dia tulis, sebagaimana yang diperintahkan kepada Daniel (Dan. 12:4-12), kitab ini harus dibiarkan terbuka supaya semua orang bisa membaca dan memahami. Pesan Daniel dimeteraikan karena itu bukan pesan untuk zaman Daniel, pesan tersebut adalah untuk zaman akhir yang akan datang, pewahyuan yang akan terjadi pada saat kedatangan Kristus keduakali namun telah dinyatakan sebelumnya kepada Daniel. Tetapi kitab Wahyu adalah pesan untuk zaman Yohanes dan relevan untuk zaman sekarang.


Perkataan-perkataan nubuatan melalui Yohanes ini bukan untuk waktu atau zaman yang masih lama akan terjadi. Nubuatan ini harus dinyatakan dan diketahui oleh semua orang bahwa “waktunya sudah dekat”. Oleh karena itu, semua orang harus mempersiapkan diri menanti “waktu” kedatangan Kristus keduakalinya. Kualitas kesiapan kita sebagai orang percaya sangat menentukan keberadaan kita pada saat kita menghadapi penghakiman tersebut. Ketika kedatangan Kristus kembali semakin dekat ada pertentangan langsung yang lebih besar antara pengikut Kristus dan antikristus, dalam hal ini kewaspadaan dan berjaga-jaga adalah hal yang harus kita lakukan setiap waktu. Apa yang diwahyukan atau yang diperkatakan kepada Yohanes dan tidak dimeteraikan supaya kita mengetahui apa yang akan terjadi dan kita memiliki kesiapan menghadapinya.  

Waktunya dinyatakan kepada Yohanes untuk tidak memeteraikan perkataan-perkataan nubuat ini, melainkan waktu untuk membuka dan membacanya sebab kedatangan Kristus akan terjadi sewaktu-waktu. 


Lalu, apa makna bagian yang menarik ini? Ada dua kemungkinan:


1. Akan tiba waktunya ketika sudah terlambat untuk berubah. Seperti yang dikatakan oleh Yehezkiel : “orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan” (Yeh. 3:27). Seseorang bisa begitu lama menolak jalan Kristus, sehingga akhirnya dia tidak bisa lagi menerimanya. Selama masih Tuhan berikan waktu bagi kita, dan dalam perjalanan waktu ini, Dia mengingatkan kita melalui FirmanNya, Allah menyatakan bagi kita hal yang akan terjadi ketika kedatangan Kristus keduakalinya, marilah kita mempersiapkan diri kita sebagai orang percaya yang sejati. Di mana orang percaya kepada Kristus pasti nyata melalui setiap perbuatan baik di dalam hidupnya. Lembutkanlah hati menerima perkataan Allah supaya hati kita dibentuk, dipenuhi oleh perkataan Allah.  


2. Seorang penafsir mengatakan bahwa Kristus yang Bangkit berkata, “Biarlah setiap orang melakukan apa yang menyenangkannya; Aku tidak akan memaksakan pilihan baginya”. Dan ini merupakan peringatan lainnya bagi kita bahwa sejatinya Yesus sudah menyatakan segalanya bagi dunia ini. Pada dasarnya kehidupan dan keselamatan adalah untuk semua orang. Bagi orang yang mengeraskan hati dan menolaknya akan mendapat bagiannya sesuai dengan keputusannya menerima atau menolak. Allah tidak pernah memaksakan sesuatu hal bagi dunia. Hal yang pasti bagi dunia adalah Dia menyediakan kehidupan dan keselamatan, Dia menyatakan apa yang dikehendakiNya dan yang tidak dikehendakiNya melalui perkataanNya. Bahkan dalam renungan kita hari ini, supaya perkataan Allah itu tidak dimeteraikan, artinya terbuka supaya semua orang tahu. Kebebasan yang diberikan Allah bagi kita adalah untuk mendewasakan kita dalam menjalani hidup ini. Roh Kudus menolong kita dalam menentukan setiap pilihan kita adalah sesuai dengan Firman Tuhan yang nyata bagi kita. 


Sahabat yang baik hati, jika perkataan-perkataan Allah terbuka dan dapat kita baca, bahkan nubuatan akhir zaman, kedatangan Kristus keduakalinya juga sudah kita ketahui pasti akan datang. Marilah kita mempersiapkan diri sebagai orang yang percaya, waspada dan berjaga-jaga, memilih Firman Tuhan sebagai pedoman hidup. Apabila telah tiba waktunya, kita sebagai orang yang setia dan percaya kepada Yesus akan menerima mahkota kehidupan. Ingatlah “waktunya sudah dekat”, bersiaplah di dalam Firman Tuhan.  Amin 


Salam dari Tim Penulis:  (MP)

Kamis, 02 Desember 2021

BERDIAM DIRILAH

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6593170980754912/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi, dan Motivasi

Jumat, 03 Desember 2021


*BERDIAM DIRILAH!*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, 

Marilah menggunakan waktu sejenak di 

pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan

merenungkan Firman Tuhan.


Zakharia 2:13 (TB) Berdiam dirilah, hai segala makhluk, dihadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempatNya yang kudus.


Zechariah 2:13 (KJV) Be silent, O all flesh, before the LORD: for he is raised up out of his holy habitation.


Sahabat yang baik hati, mungkin kita pernah berfikir atau bertanya-tanya dimanakah Tuhan itu ketika kita menghadapi kesulitan? Sahabat yang baik hati, pernahkah atau bisakah kita menduga atau memikirkan bagaimana Allah menyatakan kasihNya kepada umatNya? Sekalikali kita tidak dapat menduga dan memikirkan apa yang akan terjadi.


Saat Allah murka, Ia telah menceraiberaikan mereka (Israel) ke empat penjuru dunia (ay 6). Mereka telah terpisah dari tanah air mereka. Tetapi ayat ini menegaskan bahwa Allah akan tetap menyatakan kasihNya kepada bangsa-bangsa, melalui pemulihan yang tuntas. Yerusalem yang telah runtuh akan menjadi tempat orang yang telah terceraiberai, berkumpul untuk menikmati berkat Tuhan. Demi kemuliaan Tuhan, Ia akan membela umatNya yang telah tercela dipenjajahan musuh. Bagi Tuhan umat yang dikasihiNya seperti biji mata, yang membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mengasihi mereka, walau bangsa tersebut sering mendukakan hati Allah. Begitu besarnya kasih Tuhan sehingga siapapun yang mengganggu umatnya tidak akan lepas dari pembalasan. Dan juga pemulihan umat Tuhan tidak hanya untuk sedikit orang. Yerusalem terbuka untuk setiap bangsa yang mengakui Tuhan sebagai Allah mereka, dan mereka umatNya (ay 12). Sisa-sisa umat Allah Allah akan kembali bersukacita, karena Allah akan diam di Yerusalem ditengahtengah mereka. Yerusalem akan menjadi tempat yang sangat luas dan tidak bisa diukur dengan kehadiran Tuhan dan kemuliaanNya.


Sahabat yang baik hati, begitu juga dengan kehidupan kita, penyertaan Tuhan hingga pada saat ini akan tetap sama. Begitu banyak kesulitan yang menghampiri ketika kita percaya dan mengikut Kristus. Godaan dunia tidak akan berhenti mempengaruhi kita, kesulitan akan membuat kita bertanyatanya dimanakah Tuhan itu, atau banyak lagi hal yang bisa membuat kita merasa kecewa terhadap Tuhan tetapi semua itu tidak satupun yang akan membuat kita gagal mengikuti Tuhan, karena Tuhan sendiri yang akan beserta kita dan memberikan kita pertolongan. 


Tuhan itu tidak tinggal diam membiarkan umatnya dalam kesusahan. Dia berprakarsa, mengambil inisiatif dan bertindak untuk menyelamatkan umatNya. Disisi lain Allah menghendaki umat berdiam diri, mereka harus percaya kepada kekuasaan Tuhan. Tidak usah meragukan apalagi bertanya dimana Tuhan dalam segala.kesusahan kami? Benar apa yang disampaikan oleh Zakaria ini, Tuhan tidak lupa, Tuhan itu mengingat umatNya. 

Ketika kita telah memiliki pengharapan yang kuat, air mata, penderitaan, kesulitan hidup, godaan dosa, kita tidak akan tersandung, Tuhan yang akan datang dan memimpin jalan hidup kita. 


Sahabat yang bai hati Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan tidak terbatas, tetapi seluruh manusia dan dunia menjadi sasaran kasih Allah. tidak pernah ada kasih yang begitu konsisten, tidak dapat digoyahkan oleh kedurhakaan. Bahkan Ia rela mengorbankan anakNya untuk menyelamatkan manusia yang telah berdosa. Apakah respon yang lebih pantas kita berikan untuk Tuhan selain percaya dan hidup didalam Firman Tuhan. Dan dalam masa-masa Advent ini marilah kita semakin mendekat kepada Tuhan, menaruh Iman kepercayaan kita kepada Tuhan saja. Kita hanya perlu berdian didalam Allah, maka Allah yang akan bekerja. 


Sahabatku, Tuhan memberkati Saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam dari tim penulis: BP

Rabu, 01 Desember 2021

DENGAR DAN PERHATIKANLAH FIRMAN TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6586964958042181/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER HIDUP

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Kamis, 02 Desember 2021


*“DENGAR DAN PERHATIKANLAH FIRMAN TUHAN”*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan:


Mikha 1:2a (TB)  Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian! Perhatikanlah, hai bumi serta isinya! Micah 1:2a (UKJV)  Hear, all you people; hearken, O earth, and all that therein is:


Ada satu kata bijak: “Kita memiliki dua telinga dan satu mulut, karena itu kita bisa mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara (Epictetus). Artinya, manusia memiliki tugas untuk lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Ada banyak orang yang mampu banyak berbicara tetapi tidak mampu sedikitpun untuk mendengarkan. Mendengar adalah suatu tindakan yang memberikan telinga untuk mendengarkan sesuatu dengan baik, perhatian dan serius. Mendengar bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, sebab banyak orang mampu berbicara, namun tidak mampu untuk mendengar. Demikianlah, Allah berseru kepada umatNya Israel, agar mereka memberikan telinga mereka untuk mendengar dan memperhatikan segala yang diperintahkan Tuhan. 


Melalui Mikha, Allah menyampaikan firmanNya kepada umat Israel. Mikha adalah seorang nabi yang berasal dari Moresyet. Moresyet (Ibrani: Moresheth) dikenal sebagai Moresyet-Gat, yang merupakan kota di tanah pusaka suku Yehuda pada zaman Israel kuno. Mikha bekerja sebagai nabi pada pemerintahan raja-raja Yehuda yaitu Yotam, Ahas dan Hizkia.  


Allah memberitahukan kepada hambaNya Mikha tentang nubuatan hukuman bangsa Israel. Apakah yang dilakukan bangsa Israel pada zaman Mikha? Umat yang dikasihi Allah itu telah berbuat dosa dengan melakukan penyembahan berhala, mereka telah berpaling dari Allah, perbuatan mereka penuh dengan kekejian dan kedursilaan, praktek hidup asusila semakin merajalela (Mikha 1:7). Allah tidak tinggal diam, sebab Allah sangat membenci dosa. Murka Allah telah mencapai puncakNya. Allah juga menyatakan diriNya melalui peristiwa-peristiwa dasyat, seperti gempa bumi dan gunung-gunung berapi (ay.3-4). Allah berkuasa menyatakan diriNya melalui ciptaanNya. Itulah sebabnya, Dia ingin agar seluruh ciptaanNya, terutama manusia untuk mendengarkanNya dan memperhatikan firmanNya.


Perbuatan Samaria yang berbalik dari Allah dan kesalahan Yerusalem diketahui oleh Tuhan. Bukan hanya itu bangsa-bangsa menjadi saksi dan bumi akan menyaksikan sendiri tindakan Tuhan. Allah berdaulat atas segala bangsa dan tidak ada satu ruang pun di bumi ini yang tidak diketahui oleh Allah. Seruan dengar dan perhatikanlah Firman Tuhan sejkaligus peringatan kepada Yehuda agar mereka tetap berjalan demi nama Tuhan. Jika segala bangsa mengikuti ulahnya namun umat Tuhan tetap setia di jalan terang Tuhan. 


Allah membenci penggaran dan  murka atas dosa tetapi Dia mengasihi pendosa. Ia tidak ingin orang-orang berdosa semakin menjauh dariNya. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? (Yeh.33:11). Oleh karena kasih Allah yang begitu besar kepada umatNya, Ia mengingatkan dan memanggil umatNya untuk mendengar dan memperhatikan segala firmanNya. Melalui firman hari ini, orang percaya dipanggil untuk:


a. Mendengarkan firman Allah

Mendengarkan firman Allah adalah suatu kewajiban dan kebutuhan dalam hidup setiap orang percaya. Firman Tuhan adalah sumber kehidupan kita. Melalui firman Tuhan, kita mengetahui apa yang patut dan tidak patut untuk kita lakukan. Firman-Mu Itu Pelita Bagi Kakiku Dan Terang Bagi Jalanku “(Mazmur 119:105). Firman Allah adalah sumber kehidupan dan kekuatan dalam hidup orang percaya. Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4).

b. Memperhatikan firman Allah

Manusia tidak cukup hanya mendengarkan saja, tetapi memberikan perhatian penuh terhadap setiap firman Tuhan. Memperhatikan adalah suatu tindakan yang memberi perhatian penuh, memberikan hati dan pikiran secara totalitas untuk fokus kepada firman Tuhan. orang yang memberikan perhatian kepada firman Allah, tidak mudah goyah dan terpengaruh oleh godaan-godaan duniawi ini. Bagaimanapun kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia ini, ia tidak akan luluh. Seseorang yang memberikan perhatian penuh terhadap firman Allah akan memiliki iman yang teguh. Tidak mudah digoda oleh si Iblis.

c. Melakukan firman Allah

Orang percaya bukan saja mendengar, tetapi juga terpanggil menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Iman dan kepercayaan orang percaya hendaknya diwujudnyatakan melalui perbuatannya sebagai buah dari pertobatan. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya (Yakobus 1:22-25). Kiranya Tuhan memberkati kita untuk 3M: Mendengar, Memperhatikan dan Melakukan firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Amen.


Salam dari tim penulis: RN

Selasa, 30 November 2021

BERJALAN DEMI NAMA TUHAN

 https://www.facebook.com/216559085082832/posts/6581037518634925/?sfnsn=wiwspmo

FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan, Inspirasi dan Motivasi

Rabu, 1 Desember 2021


*BERJALAN DEMI NAMA TUHAN*


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


Mikha 4:5 (TB)  Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya. 


Micah 4:5 (RWV)  For all people will walk every one in the name of his god, and we will walk in the name of the LORD our God for ever and ever.


Ada satu lagi dalam yang sangat berkenan dengan renungan hari ini: we are marching in the light of God, we are marching in the light of God. Lagu ini telah di terjemahkan dalam lagu bahasa Indonesia: Kita maju dalam terang Tuhan, kita maju dalam terang Tuhan. Suatu lagu yang memotivasi orang atau komunitas agar berjalan di dalam terang Tuhan. Seperti prajurit, yang maju ke dalam pertempuran untuk mengalahkan musuh mereka harus berjalan dalam suatu tekad dan komando. Sejauh mereka menuruti komando itu, mereka memiliki keberanian dan harapan bahwa mereka akan memenangkan pertempuran.


Demikian nabi Mikha menyerukan kepada umatNya. Khususnya dalam pasal 4 Mikha melihat negara-negara adikuasa untuk mengepung dan mengalahkan Sion. Nabi Mikha melayani sebagai nabi di masa-masa akhir pemerintahan Yehuda yakni masa Ahazia. Disini bangsa Israel berada dalam tekanan negara adikuasa yang siap menahlukkan Yehuda. Mungculnyannegara-negara adikuasa yang baru Mesir, Babilonia, Assyur dll. Hal yang menakutkan, Israel Utara atau Samaria telah ditaklukkan oleh negara Assyur tahun 720 SM. Bagaimana nasib Yehuda?


Tentu Yehuda akan kuatir menghadapi situasi ini. Ancaman demi ancaman akan datang dan mereka tinggal menunggu waktu akan segera ditawan oleh negara asing. Namun Nabi Mikha menyerukan agar Yehuda berjalan di dalam terang Tuhan. Bahkan dalam ayat sebelumnya Mikha bernubuat bahwa bangsa-bangsa akan berduyun-duyun datang ke Sion. Mikha 4:1-2 (TB)  Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana,  dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." 


Tidak ada cara lain yang ditawarkan oleh Mikha selain dari tetap berjalan di dalam nama Tuhan. Jika bangsa-bangsa mengandalkan kekuatan senjata dan kekuatan kereta-kereta kuda mereka. Namun umat berjalan demi nama Tuhan.


Apa yang mau disampaikan oleh nabi Mikha dalam renungan ini? Mikha menegaskan apapun yang terjadi, situasi sesulit apapun menimpa hidup kita jangan pernah berjalan di luar dari kehendak Allah. Sebagai umat Tuhan, harus berjalan di dalam terang Allah dan percaya Tuhan akan menyertai dan menghantarkan langkah umatNya kepada kemenangan dan menuntun umatNya sampai ke tempat yang diharapkan. 


Sahabat yang baik hati! Jangan andalkan kekuatan diri sendiri menghadapi tantangan, tetapi jalanilah semua tantang di dalam iman dan di dalam terang Tuhan. Marching in the light of God - berjalan di dalam terang Tuhan akan menghantarkan kita kepada hidup bahagia. 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 29 November 2021

BERJALANLAH, PERSIAPKAN JALAN BAGI UMAT

 FIRMAN TUHAN SUMBER KEHIDUPAN

Kekuatan , inspirasi , dan motivasi

Selasa 30 november 2021


BERJALANLAH, PERSIAPKAN JALAN BAGI UMAT! 


Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan.


“Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa!”

‭‭Yesaya‬ ‭62:10‬ ‭TB‬‬


“Go through, go through the gates; prepare ye the way of the people; cast up, cast up the highway; gather out the stones; lift up a standard for the people.”

‭‭Isaiah‬ ‭62:10‬ ‭(KJV)


Sahabat yang baik hati. Selamat Adven bagi kita semua. Iman adalah sebuah perjuangan kehidupan. Jika dikatakan berjuang maka dibutuhkan sebuah usaha, bukan hanya berpangku tangan tetapi ada sebuah peran aktif yang dilakukan oleh setiap individu. Pada Hari ini kita kembali disapa oleh Firman Tuhan yang mengingatkan kepada kita bahwa orang yang beriman kepada Tuhan bukanlah orang yang duduk manis diam dan tidak melakukan apa apa. Firman Tuhan mengingatkan kepada kita untuk bergerak berjalan bukan diam. Berjalan dan bergerak mempersiapkan jalan bagi umat agar mereka menyosong Media yang segera datang.  Firman Tuhan juga mengingatkan kepada kita untuk membuka jalan bukan menutup, menyingkirkan bukan mengabaikan. 


Nats ini adalah seruan Yesaya kepada bangsa Israel yang telah keluar dari pada tanah Pembuangan Babel.  Sebagai bangsa yang telah diselamatkan oleh Tuhan mereka harus betul betul mempersiapkan jalan, Dan juga berjalan bersama dengan Tuhan. Bahkan dalam perjalanan itu pun, nabi Yesaya mengingatkan mereka untuk berjuang membuka dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Mereka harus berusaha untuk menyingkirkan batubatu atau krikil yang menjadi penghambat untuk berjalan. Jalan yang dipersiapkan harus rata dan setiap orang yang berjalan dapat bergegas menyongsong Tuhan.  Mereka harus menegakkan Panji Panji Tuhan sebagai bukti bahwa mereka sudah siap sedia menyambut Tuhan. Hal ini menandakan bahwa Yesaya menyerukan kepada bangsa Israel untuk betul betul yakin percaya kepada Tuhan dan berjalan bersama dengan Tuhan bahkan untuk tantangan yang akan datangpun Bangsa tersebut tetap berjuang bersama dengan Tuhan. 


Sahabat yang baik hati ini menjadi sebuah perenungan berharga bagi kita bahwa Iman kita itu harus bergerak Iman kita itu harus berjuang dan bagaimana melalui Iman kita nama Tuhan Panji Panji Tuhan itu boleh dirasakan dinikmati oleh orang orang disekitar kita. Terlebih pada masa Adven ini, kita mempersiapkan diri kita untuk memperingati kelahiranNya. Kita tidak tinggal diam terpaku terlena oleh keadaan kita saat ini tetapi kita juga harus terus berjuang menghadirkan kerajaan Allah melalui kehidupan kita. Kita juga harus berjuang bagaimana setiap orang orang disekitar kita itu boleh merasakan kehadiran Kristus melalui setiap orang yang percaya kepada Kristus. 


Maka sahabat yang baik hati, jika hari ini kamu bergumul, jika hari ini kamu berjuang menghadapi tantangan, Jika hari ini kamu merasa tidak yakin akan keputusan yang harus kamu ambil! Firman Tuhan pagi hari ini ingin menikahkan hatimu berjalanlah bersama dengan Tuhan berjuanglah di dalam nama Tuhan untuk mempersiapkan dan menyingkir kan tantangan bahkan pergumulan yang memberatkan hatim berjalanlah bersama dengan Tuhan dan biarlah nama Tuhan boleh dirasakan dan dikenal dalam setiap kehidupan kita. Jangan memilih untuk diam, jangan memilih untuk terlalu lama bersedih, jangan memilih untuk terlalu lama Menyimpan amarah mu mari persiapkan dirimu mari berjalan dengan Tuhan mari Damaikan hatimu sehingga engkau mampu dan di mampu kan untuk berjuang bersama dengan Tuhan.

Sahabat yang baik hati Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. 


Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin.


Salam dari Tim Penulis: (AT)


DALAM KESUSAHAN TETAP BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu Misericordias Domini Minggu, 19 April 2026 Ev. Habakuk 3:10-19 DALAM KESUSAHAN BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN Selamat Har...