Rabu, 11 Oktober 2017

RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA

RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, matilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan aebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 12/10/2017

Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Jeremiah 29:11 (RSV)  For I know the plans I have for you, says the LORD, plans for welfare and not for evil, to give you a future and a hope.

Pasal 29 merupakan surat kiriman dari Yeremia yang dibacakan bagi umat di Pembuangan Babel. Yeremia memberikan peneguhan bahwa Tuhan bukan untuk membinasakan umat Allah di pembuangan Babel, namun dibalik itu Tuhan telah membuat suatu rancangan besar bagi umatNya. Rancangan Tuhan melebihi apa yang mereka pikirkan. RancanganNya adalah rancangan damai sejahtera, rancangan kehidupan dan rancangan masa depan yang cemerlang. Ibarat pemurnian perak, harus dilebur agar kerak besi terlepas dari perak murni dannjadilah emas murni yang siap dibentuk menjadi perhiasan mahal. Demikian Tuhan akan memurnikan umatNya di pembuangan. Akan ada sisa-sisa umat Allah yang memiliki karakter umat pilihan, umat yang  berpegang teguh kepada perintah Allah dan mencintah Taurat Tuhan. 

Yeremia sendiri menubuatkan bahwa mereka harus menjalani 70 tahun masa pembuangan Babel. Nubuatan ini sangat berbeda dengan nubuatan nabi palsu Hanaya dan Pasyur yang menubuatkan damai, damai dan tak akan ada pembuangan karena Tuhan telah mematahkan Babel. Apa yang terjadi? Hanaya dan Pasyur hanyalah nabi palsu yang hanya meninabobokan raja dan umat itu. Yeremia benar, Babel bangkit dan menghancurkan Yerusalem dan mengangkut mereka ke pembuangan.

Pembuangan memang pahit dan itu membuat Allah sangat terpukul karena mereka bangga sebagai umat Allah, umat pilihan dan umat yang diberkati. Mereka bangga dengan kerajaan Daud yang dianggap akan kekal dan bangga akan Bait suci. Degala kebanggaan mereka baik secara bangsa, keagamaan dan segala kelebihannyang selama ini diandalkan justru hancur semuanya terpuruk dan terperosok dalam pembuangan Babel.

Inilah kelebihan Yeremia, sekalipun sempat ditolak umat itu, namun tetap bekerja dengan menyampaikan nubuat dan rencana Allah untuk mereka. Pembuangan bukanlah penghukuman  akhir umat Allah, tetapi suatu tahapan pemurnian umat Allah. Sama seperti Musa membawa Israel di padang gurun, mereka dilatih dan digembleng selama empat puluh tahun untuk membentuk mereka menjadi umat Allah yang siap memasuki tanah perjanjian.

Hidup dalam pembuangan pasti pahit dan membuat mereka terpukul berat. Ini cara Allah memperbaiki hidup umatNya. Rancangan Allah adalah rancangan kesejahteraan, bukan kebinasaan. Dibalik pembuangan Tuhan telah menyediakan masa depan yang penuh pengharapan.  Allah bekerja dan mendatangkan kebaikan kepada umatNya bukan dari hal-hal manis saja. Dalam pengalaman pahit, Tuhan dapat memberikan hal termanis dalam hidup ini. Maka baik manis atau pun pahit terjadi dalam hidup mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menjalaninya sehingga kita akan semakin paham rencana Tuhan dalam hidup kita.
#pdt nekson m sjuntak

Selasa, 10 Oktober 2017

TUHAN ITU TAK JAUH DARI KITA

TUHAN TIDAK JAUH DARI KITA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 10/10/2017

Kisah Para Rasul 17:27 (TB)  supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.

Acts 17:27 (RSV)  that they should seek God, in the hope that they might feel after him and find him. Yet he is not far from each one of us,

Satu hal menarik dari defenisi agama menurut agama Kristen adalah bukan manusia yang mencari Allah, namun Allah mencari manusia. Pandangan ini didasarkan penjelasan tentang sejarah keselamatan dalam alkitab.  Banyak sumber yang kita temukan untuk mejelaskan ini, mulai dari penciptaan manusia, peristiwa Nuh, pemilihan Abraham, pengutusan nabi-nabi hingga pengutusan hingga kehadiran Yesus ke dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan manusia. Gembala yang baik akan mencari dombaNya yang hilang.

Kunjungan Paulus ke Atena dan melihat praktek agama pagan (berhala) pada jaman itu membuat patung-patung, arkaif-arkaif dan berhala lainnya didirikan dan disusun sedemikian rupa. Dengan menyembah patung itu mereka hendak mencari Tuhan, dengan membuat patung, dengan penyembahan patung merasakan dapat bertemu, berjumpa dan dapat menjamah Tuhan. Inilah yang disentuh oleh Paulus dengan ajaran Yesus Kristis yang bangkit dari kematian. Kebetulan dalam jejeran patung itu ada tulisan "kepada Allah yang tidak dikenal" (Kis 17:23). Itulah yang diperkenalkan oleh Paulus tentang Injil Yesus Kristus, yang bangkit dari kematian membawa keselamatan.

Argumentasi Paulus ini diremehkan sebahagian orang Atena, khususnya dari kalangan filsuf Epikurus dan Stoa. Namun sebahagian sangat tertarik dan memberi kesempatan bagi Paulus menjelaskannya di Aeropagus. Aeropagus adalah tempat  pembuktian kebenaran dan tesis-tesis pemikiran baru dalam dunia filsafat.  Dengan penjelasan tentang Injil Yesus Kristus, ada di kalangan yang cerdik pandai bertobat dan menerima Yesus Kristus.

Sahabat yang baik hati! Renungan dipagi hati ini menjelaskan bahwa Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah Allah dekat, Dia Immanuel, hadir dimana-mana. Dialah Yuriselamat yang ditentukan Allah menjadi jalan keselamatan bagi kita. Kemana kita pergi disitu Allah hadir mendampingi dan menyertai kita. Mempersiapkan apa yang kita butuhkan dan memberikan apa yang terbaik di dalam hidup kita. Hal kedua dari renungan ini mengajak kita untuk setia beribadah kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Jangan mau diperdaya oleh  berhala, yang memperkenalkan "tuhan" melalui  tawaran keselamatan tang semu: kekayaan, kemujuran dan yang dianggap memberikan kehidupan.  Dengan renunagan pagi ini kita diajak hanya Percayalah kepada Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus sumber keselamatan, hidup dan berkat bagi kita.

#pdt nekson m sjuntak

Senin, 09 Oktober 2017

AKU MEMUJI YANG MAHATINGGI

AKU MEMUJI YANG MAHATINGGI

Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hsri ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagi dumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa10/10/2017

Daniel 4:34 (TB)  Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

Daniel 4:34 (RSV)  At the end of the days I, Nebuchadnez'zar, lifted my eyes to heaven, and my reason returned to me, and I blessed the Most High, and praised and honored him who lives for ever; for his dominion is an everlasting dominion, and his kingdom endures from generation to generation;

Ada banyak cara yang dipakai Tuhan untuk mengubah hidup seseorang. Kadang cepat seperti kilat, orang yang penjahat sekalipun seperti Saulus dapat bertobat lewat sambaran cahaya sorgawi (baca kisah pertobatan Paulus Kis 9:3). Lewat sambaran itu, Saulus bermaksud menganiaya orang percaya, tetapi berubah menjadi pemberita Injil. Ada juga yang lambat melalui proses yang lama melalui pengalamannya yang sudah melelahkan baru menyadari kekeliruan hidup. Namun ada juga lewat mimpi, kegelisahan yang mendalam membuat hidupnya berubah seperti pengalaman Nebukadnezar yang meninggikan diri.

Pertobatan Nebukadnezar, dikisahkan dalam renungan di pagi hari ini. Untuk mengetahui cerita ini ada baiknya membaca keseluruhan pasal 4.  Nebukadnezar mengalami perubahan yang sangat besar setelah Daniel menjelaskan mimpinya. Dalam mimpinya Nebukadnezar melihat satu pohon yang begitu besar di atas bumi dan menjulang tinggi sampai ke langit. Di bawahnya segala binatang bernaung dan di cabangnya burung-burung bersarang. Kemudian malaikat penjaga di tempat tidurnya memerintahkan agar menebang pohon itu, biarlah daun berguguran namun tanggulnya dibiarkan hidup terikat dengan rantai besi.

Daniel sangat arif menjelaskan mimpinya dan mengharapkan bahwa mimpi buruk itu bukan terjadi pada Nebukadnezar namun pada musuh-musuhnya. Tetapi sesungguhnya mimpi itu adalah untuk Nebukadnezar untuk mengubah hidupnya yang sombong dan meninggikan diri sampai ke langit. Kerajaannya akan tumbang dan menjadi tawanan. Atas penjelasan Daniel ini, spontan Nebukadnezar takjub atas kecerdasan Daniel, menjelaskan selurubmh mimpi Nebukadneaar dan dapat diterimanya dengan baik. Atas hal inilah Nebukadnezar spontab memuji dan memuliakan Allah, Allah yang disembah Daniel: Allah Abraham, Ishak dan Yakub.  Bukan hanya memuji dan mengangungkan Tuhan Nebukadnezar.

Sahabat yang baik hati, renungan di pagi ini hendak mengajarkan kerendahan hati. Nebukadnezar yang sombing dan meninggikan diri dirubah lewat mimpi yang menggelisahkan. Ceeita ini mengajak kita biarlah Tuhan yang lebih tinggi, baginyalah kemuliaan, hormat dan puji-pujian. Dia yang maha kuasa, dan kekuasaanNya melebihi apapun. Kekuasaannya pun bukan sementara namun kekal sampai selama-lamanya.
#pdt nekson m sjuntak

Minggu, 08 Oktober 2017

BETAPA BAHAGIANYA KAMI

BETAPA BAHAGIANYA KAMI

Sahabat yang baik hati! Marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin 09/10/2017

Lukas 9:33 (TB)  Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Luke 9:33 (RSV)  And as the men were parting from him, Peter said to Jesus, "Master, it is well that we are here; let us make three booths, one for you and one for Moses and one for Eli'jah"--not knowing what he said.

Coba anda ingat-ingat kapan anda terakhir mengalami suasana hati paling membahagiakan? Jangan katakan saya tak pernah bahagia hidupku selalu susah dan penuh penderitaan. Sehebat apapun pergumulan yang kita hadapi pasti pernah kita merasakan suasana hati yang bahagia. Hati gembira dan penuh riang bisa saja saat bertemu dengan orang yang anda cintai, kunjungan ke tempat yang anda belum pernah kunjungi, suasana bahagia bersama keluarga atau mungkin saat-saat promosi anda pada pekerjaan anda. Teks renungan di pagi ini, ingin berbagi bahwa kebahagiaan paling tertinggi adalah ketika melihat kemuliaan Allah dalam hidup ini.

Dari catatan renungan pagi ini merupakan suasana paling bahagia dari rasul Petrus dan dilaporkan oleh Inil Lukas dan Markus. (Markus 9:5 dan Matius 17:4 )  setelah Yesus mengajarkan orang banyak dan menyampaikan kotbah di bukit, Yesus mengajak mereka ke bukit untuk berdoa (Lukas 9:28). Namun Petrus memiliki pengalaman berharga dalam hidupnya dia menyaksikan Yesus dimuliakan. Peristiwa ini bukanlah mimpu, namun suatu penglihatan nyata dari Petrus bahwa Yesus tidak seperti biasanya; dia berubah dan wajahnya berkilaukilauan dan  tampak bercakap-cakap dengan orang terbesar dalam sejarah perjalanan Israel, yaitu Musa dan Elia.

Siapakah Musa? Pasti semua orang Yahudi tahu, tokoh yang sangat masyur. Dialah pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, menuntun umat selama di padang gurun dan paling mendasar dalam hidup Israel yaitu pemberian Hukum Taurat. Sedangkan Elia adalah tokoh terbesar dari nabi-nabi. Dalam pengharapan Mesias sering juga digambarkan bahwa yang datang itu adalah nabi besar seperti Elia.

Apakah kebahagiaan Petrus yang sesungguhnya?  Petrus melihat Yesus dimuliakan dan bercakap-cakap dengan Musa dan Elia. Selain kesejajaran Yesus dengan ketiga tokoh besar dalam sejarah Israel, kebahagiaan Petrus itu juga adalah Petrus mengetahui bahwa di dalam Yesus Kristus segala hukum Taurat dan Nubuatan para nabi di genapi. Artinya kebahagiaan Petrus itu ialah, Petrus melihat sendiri keselamatan itu nyata di dalam diri Yesus Kristus.

Sahabat yang baik hati! Apakah kebahagiaan terbesar dalam hidupmu? Diatas tentu anda mungkin sudah menjawab, setelah renungan ini kita mengetahui puncak kebahagiaan yang paling tinggi dalam hidup orang beriman ketika kita punya keyakinan bahwa kita telah memiliki keselamatan yang pasti di dalam diri Yesus Kristus. Itulah kebahagiaan orang beriman ketika kita mengenal siapa Yesus Kristus di dalam hidup kita.

Benar bahwa kita di dunia ini hidup sementara, yang menjalani suka dan duka, derita dan bahagia. Namun dalam seluruh dinamika itu kita tetap bisa bersukacita karena punya jaminan kebahagiaan. Kebahagiaan kita bukanlah di dunia ini, itulah sebabnya keinginan Petrus mendirikan kemah ditolak oleh Yesus. Kebahagiaan kita yang menetap, kekal dan abadi telah disediakan Allah bagi kita.

#pdt nekson m sjuntak

Sabtu, 07 Oktober 2017

KISAH SEDIH POHON ANGGUR

KISAH SEDIH POHON ANGGUR
(Yesaya 5:1-7)


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati,
Mungkin kita pernah dengar atau baca kisah Malim Kundang, Sampuraga atau kisah si Mardan, cerita-cerita ini adalah kisah yang lupa akan budi baik orang tua, akhirnya kena kutuk. Dalam kejayaannya, mereka melupakan sejarahnya yang pahit hingga meyangkal kebenaran tentang sejarah hidupnya. Mereka malu mengakui ibunya sebagai ibu kandung karena miskin dan jorok, sementara dia telah berkilauan, kaya dan jaya. Ini contoh bentuk durhaka suatu cerita yang hidup yang beŕakhir tragedi menjadi legenda yang hidup di kalangan masyarakat. Sejajar dengan itu kita mengenal pula suatu ungkapan dalam masyarakat: "air susu dibalas dengan tuba". Kebaikan dibalaskan dengan kepahitan bahka kejahatan, Itulah tragedi kemanusiaan yang melupakan kebaikan bahkan meniadakannya dan membalaskannya dengan kejahatan. Kisah seperti ini menjadi legende dan palajaran di kalangan masyarakat sebagai pendidikan agar tidak terulang kisah yang sama, hormat terhadap orang tua, ingat pesan (poda) dan budi baik orang tua serta tetap rendah hati karena kebaikan sekarang adalah produk masa lalu.

Kisah Sedih Kebun Anggur
Kisah sedih semacam itu pula menjadi kotbah yang sangat menggugah hati dalam minggu ini. Yesaya mengutarakan kisah sedih itu dalam bentuk perumpamaan tentang kebun anggur dan pemiliknya. Kisah ini sangat menarik diungkapkan dan penuh haru dan hati yang miris. Lihatlah, pemilik kebun anggur meliliki tanah ysng sangat subur, sudah mempersiapkan benih pilihan, dia mencangkul dan mengolah lahannya dengan baik, mempersiapkan pondok, mendirikan menara penjaga, dan menggali lubang pengolahan anggur, merawat, merumput dan membuat pagar agar terlindung dari pengrusakan binatang buas. Pokoknya semua yang terbaik dilakukannya untuk kebun anggurnya dengan harapan menghasilkan buah anggur yang terbaik. Apa yang terjadi benih pilihan yang terbaik dengan pengolahan dan pemeliharaan yang terbaik berbuah asam. Ini suatu kepedihan, siasia rasanya berlelah, memberi hati dan perhatian yang panjang dan melelahkan. Apa yang terjadi, buah manis yang diharap, yang datang adalah buah masam.
Seandainya kita sebagai pemilik kebun apakah yang akan kita lakukan? Suatu pertanyaan yang membutuhkan jawaban dimana tak ada alasan untuk merawatnya lagi atau menunggu berlama-lama karena buah asam tetaplah asam tak mungkin manis. Langkah yang dilakukan pemilik kebun adalah membiarkannya terlantar atau dengan cepat untuk me-recycle (mendaur ulang) kebun anggurnya. Meninggalkannya dan membiarkan terlantar hingga tumbuh semak diri dan tanaman liar lainnya menghimpit dan membuat mati adalah pilihan yang tidak mungkin karena pemilik sangat sayang pada kebun anggurnya. Hal yang dilakukan adalah menata ulang pengolahannya dan mendaur ulang kebun anggur yang asam dan menanam ulang anggur, memilih benih pilihan , mengolah lagi seperti sejaķ awal. Langkah ini dilakukan karena pemilik kebun sangat sayang pada kebun anggurnya.

Kebun Anggur Adalah Umat Pilihan
Perumpamaan di atas adalah gambaran akan Allah terhadap umat pilihannya Israel. Allah telah memilih dan menetapkan mereka sebagai umat pilihan dan umat kesayanganNya. Allah menuntunnya keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan kokoh, membentuk mereka menjadi umat yang memiliki hukum dan tahu kebenaran dan kehendak Allah. Mereka telah ditetapkan mewarisi Tanah Kanaan, tanah yang subur dan makmur, penuh susu dan madu. Diangkatnya mereka menjadi bangsa yang besar di antara bangsa-bangsa dan segala kemasyurannya yang tiada terbandingi. Apa yang terjadi umat pilihan tidak berkarakter pilihan, mereka jatuh dan berbalik dari Tuhan, berhala, menindas dan tangan mereka berlumuran darah. Dari kepala hingga telapak kaki tak ada yang benar (1,6a). Dosa terstruktur dari raja, rakyat jelata dan gembala atau imam. Dosa umat sudah merah seperti kirmizi atau seperti kain kesumba (1,18). Mungkin sudah Ibarat Sodom dan Gomora yang sudah mesti ditunggangbalikkan oleh Tuhan, namun hanya karena masih ada sedikit orang yang percaya mereka itu tak dihukum seperti Sodom dan Gomora (1,9). Semuanya dosa2 itu dapat kita baca dalam pasal 1-4 dan pasal lainnya dlm kitab Yesaya. Kalau demikian halnya, tentu tinggal menunggu waktu penghukuman tiba. Isi hukuman itu telah diuraikan sebelum nats ini. Hukuman ini bentuk pendauran ulang untuk pemurnian awal. Inilah hukuman pembuangan yang akan dijatuhkan dalam penglihatan Yesaya. Tak ada jalan lain, buah asam dari umat Jehuda dan Yerusalem akan didaur ulang dalam pembuangan. Bagi Yesaya pembuangan adalah permunian umat yang diharapkan umat yang diperbaharui dengan buah yang manis.

Bagi Yesaya gambaran pemurnian ulang ini jelas sejak awal, bahwa pembuangan adalah hukuman atas buah yang asam, pendauran ulang mesti dilakukan untuk menantikan buah anggur yang baik dan manis. Menunggu kebun anggur yang asam berbuah manis adàlah sesuatu yang tidak mungkin dan siasia. Membiarkan terlantar, ditumbuhi semak belukar dan semak berduri atau langkah tukang kebun mengolah ulang kebun anggurnya dari awal merupakan satusatunya pilihan untuk mengharapkan buah anggur manis dan baik.

Beberapa Pendalaman:
1. TUHAN tak tinggal diam atas kebuan anggur yang asam.
Dalam kisah perumpamaan kebun anggur di atas memberikan suatu alasan bahwa Tuhan tidak tinggal diam dan membiarkan kebun anggurnya tetap memproduksikan buah asam. Dia akan bertindak. Kebun anggur Tuhan adalah Israel dan Yehuda, umat kesayangan Tuhan. Sebagai umat pilihanNya Tuhan menantikan keadilan namun mereka berbuahkan penindasan dan kelaliman, menantikan kebenaran namun hanya ada keonaran (ay 7).. inilah buah asam dari umat pilihan. Jika demikian adanya, sama seperti pemilik kebun anggur akan menata ulang kebonnya anggur agar menghasilakn buah yang manis. Demikian Tuhan dengan caranya sendiri akan memurnikan umat pilihanNya agar berbuahkan keadilan dan kebenaran.

2. Buahkanlah yang manis
Seperti tukang kebun mengharapkan buah yang manis, dengan memilih benih yang bagus, mengolah lahan, memelihara dan mempersiapkan segala sesuatu untuk agar kebun anggurnya berbuah manis. Sekalipun dia kecewa karena buah yang dihasilkan kebun anggurnya asam dan terpaksa harus melakukan pengolahan ulang kebun anggurnya untuk mengharapkan buah manis. Demikianlah Tuhan mengharapkan setiap pribadi lepas pribadi menghasilkan buah yang manis. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi ranting pohon anggur yang menghasilkan buah yang asam karena kita telah dipilih dan ditetapkan untuk berbuah yang baik dan manis (Yoh 15,16). Kristus sendiri adalah pokok anggur dan kita carangnya, di dalam Kristus kita menghasilkan buah yang manis. Jangan kecewakan Tuhan dengan buah asam dari kehidupan kita.


3. Beri dirimu dibentuk dan diperbaiki.
Kita adalah manusia tidak sempurna, sering ungkapan ini dijadikan melegitimasi dirinya menjadi terbatas. Tidak sedikit menjadi pasrah dan permisif dan menerima dirinya kurang tanpa usaha yang maksimal untuk perubahan atau memperbaharui diri. Menyadari keterbatasan itu baik, karena memang kita manusia terbatas, namun dalam keterbatasan kita itu harus bersedia dirubah dan dibentuk untuk lebih baik. Allah mau bekerja dan turut bekerja untuk memperbaiki hidup agar lebih berbuahkan kebaikan. Seperti tukang kebun yang tidak menyukai anggur yang asam dan akan mengolah ulang kebun anggurnya serta berusaha menanam benih anggur yang baik agar hasilnya lebih baik. Demikianlah kebaikan dalam diri kita, sekalipuñ kebaikan belum berbuah, Allah turut bekerja agar hidup kita berbuahkan kebaikan tentu dengan syarat berkenan berubah dan bersedia diperbaharui oleh Allah.
#pdt nekson m sjuntak

Jumat, 06 Oktober 2017

KEMAH ALLAH DI TENGAH-TENGAH MANUSIA

KEMAH ALLAH DI TENGAH-TENGAH MANUSIA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 09/09/2017

Wahyu 21:3-4 (TB)  Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Revelation 21:3-4 (RSV)  and I heard a loud voice from the throne saying, "Behold, the dwelling of God is with men. He will dwell with them, and they shall be his people, and God himself will be with them;
he will wipe away every tear from their eyes, and death shall be no more, neither shall there be mourning nor crying nor pain any more, for the former things have passed away."

Tidak jarang di kalangan Kristen memahami bahwa Kerajaan Allah itu adalah di dunia luar, sesuatu yang jauh dari kehidupan kita. Kerajaan Sorga baru kita masuki setelah kebangkitan orang hidup memasuki kehidupan kekal. Pandangan tersebut muncul dari kalangan futurist yang menekankan kehidupan sorgawi itu adalah eskatoligi, itu terjadi ketika Yesus datang dalam kemuliaan  pandangan ini disatu sisi benar bahwa Kerajaan Allah itu dioenuhi kelak dalam kedatangan Yesus Kristus dalam kemuliaan. Namun kita harus menyadari bahwa tugas kerajaan sorga itu dalam bentuk kekinian.  Orang percaya menghadirkan Kerajaan Sorga itu ada disini dan kini di dunia yang kita hidup. Dasar penggalian itu disasarkan pada teks-teks Alkitab yang menekankan bahwa Kerajaan Sorga sudah datang kepadamu (Mat 12:28 dan teks2 lainnya dlm PB). Menguatkan pandangan ini juga ditemukan dalam salah satu permintaan dalam Doa Bapa: jadilah kehendakmu di bumi seperti di sorga (Mat 6:10). Termasuk dalam renungan kita di pagi hari ini yang mengatakan Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.

Mewujudkan Kerajaan Allah duli dunia ini dipakai penulis kitab Wahyu dengan istilah "Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia." Kemah Allah merupakan istilah pengganti Bait Allah. Sejak Kaisar Nero menghancurkan Bait Suci tahun 70 orang Yahudi tidak lagi memiliki Bait Allah, mereka beribadah di synagoge. Namun kemah Allah adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kehadiran Allah. Bait Allah bisa dirobohkan namun kehadiran Allah tidak seorangpun yangbdapat membatasinya; karena Allah itu adalah tanpa batas ruang dan waktu.

Allah hadir kini dan disini. Kehadiran kemah Allah di tengah-tengah manusia akan menghilangkan semua air mata, menghapus kesedihan, tiada lagi ratap tangis dan kesedihan. Kehadiran Allah mengubah segala sesuatu menjadi sukacita dan penuh bahagia. Ini tugas orang percaya kini, bagaimana kita menghadirkan kemah Allah di tengah-tengah persekutuan kita. Dimana orang percaya berada akan mengubah sekitarnya menjadi penuh bahagia. Orang percaya mampu mengubah situasi seturut dengan kehendak Allah. 

Allah itu omni present, maha hadir namun ada yang menarik dari Paulus bahwa kita adalah Bait Allah (1 Kor 3:16).  Ini sangat penting kehadiran orang percaya menghadirkan kehadirat Allah di mana kita berada. Di mana orang percaya berada suka sukacita, bahagia dan damai sejahtera hadir.

#pdt nekson sjuntak

Kamis, 05 Oktober 2017

BERITAHUKANLAH JAKAN YANG HARUS KUTEMPUH

BERITAHUKANLAH JALAN YANG HARUS KUTEMPUH

Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat 06/09/2017

Mazmur 143:8 (TB)  Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.
(RSV)  Let me hear in the morning of thy steadfast love, for in thee I put my trust. Teach me the way I should go, for to thee I lift up my soul.

Jika anda melakukan suatu traveling atau perjalanan tentu ada beberapa hal yang anda persiapkan. Tujuan kemana, alat transportasi mana yang digunakan, perlengkapan dan bekal apa yang dibutuhkan selama di perjalanan serta keperluan lainnya untuk mendukung agar perjalanan anda menyenangkan. Jika itu tidak anda persiapkan perjalanan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi pengalaman buruk yang sulit terlupakan. Itu masih cerita dalam perjalanan, bagaimana jika dalam keadaan sulit, musuh-musuh di sekitar anda sudah menunggu kejatuhan. Salah-salah mengambil keputusan lawan-lawan akan menertawai kegagalan anda. Tentu harus ada strategi dan langkah-langkah yang harus kita tempuh menghadapi tantangan.

Dalam perjalanan iman juga demikian sebagaimana dinyanyikan pemazmur pada renungan di pagi ini.  Tujuan perjalanan ziarah imannya adalah Allah: kepadaMulah kuangkat jiwaku. Tujuan hidupnya dan tujuan dari segala perjalanNya adalah kepada Tuhan. Dalam perjalanan iman ada saja pergumulan yang kita hadapi, kita tidak tahu jebakan atau siasat lawan-lawan yang hendak menjatuhkan kita. Pemazmur nampaknya dalam keadaan sulit,   dia dikelilingi oleh musuh-musuhnya. Tinggal menunggu waktu dan keputusan mana yang diambil. Salah mengambil kebijkan lawan-lawannya akan menertawakannya.

Dari renungan di pagi ini, mati kita belajar dari pemazmur bagaimana dia menghadapi pergumulan iman:

1. Iman dan keyakinan pemazmur kepada Tuhan. Tak ada keraguan dalam keadaan sulit. Dia percaya kepada Tuhan. Pemazmur berkata: "kepada-Mulah aku percaya".
2. Sumber kekuatan bagi dia adalah anugerah Tuhan. Dia tidak mengandalkan dirinya sendiri. Andalannya adalah kasih setia Tuhan yang menyertainya setiap pagi.
3. Tuhan satu-satunya yang diandalkan dalam memberikan petunjuk, jalan mana yang harus ditempuh dan keputusan-keputusan mana yang harus diambil.

Ketiga hal ini merupakan pengajaran yang sangat berharga bagi kita di pagi ini. Tentu dalam berbagai pergumulan yang harus kita tempuh dalam pekerjaan dan usaha kita masing-masing. Andalkanlah Tuhan dalam segala keadaan dan ikuti petunjukNya. Tuhan akan menghantarkan kita kepada kesuksesan dan kebahagiaan seturut kehendakNya.


#pdt nekson m sjuntak

Rabu, 04 Oktober 2017

MENERIMA PENDAMAIAN

MENERIMA PENDAMAIAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, isnpirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 06/09/2017

Roma 5:11 (TB)  Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Romans 5:11 (RSV)  Not only so, but we also rejoice in God through our Lord Jesus Christ, through whom we have now received our reconciliation.

Nats renungan di pagi hari ini perupakan penjelasan Paulus akan makna hidup orang percsya. Selain telah dibenarkan dihadapan Allah melalui Yesus Kristus, kita juga dapat bermegah karena telah diperdamaikan dengan Allah. Allah tak mengingat pelanggaran, kasihNya lebih besar dari pelanggaran kita.
Kita dapat bermegah karena pendamaian di dalam Yesus Kristus kita. Orang biasanya bermegah karena prestasi diri atau kelebihan diri. Namun di sini Paulus menjelaskan kita bermegah di dalam Tuhan karena kita telah dibenarkanNya.

Jika Allah mau diperdamaikan, manusia harus menyambutnya dengan bersedia memasuki situasi baru: hidup dalam kebenaran dan hidup dalam damai sejahtera. Pendamaian tentu tidak dapat berlaku satu pihak, pada pihak manusia harus menerima jalan keselamatan yang ditentukan oleh Allah dengan percaya kepada Yesus Kristus. Manusia berdosa yang dibenarkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus menerima hidup baru, hidup diperbaharui melalui kerelaan untuk mengikuti jejakNya. Damai sejahtera telah ditinggalkan untuk kita, karena itu hiduplah di dalam damai sejahtera.

Apa aplikasinya dalam hidup kita? Dalam banyak hal saja yang membuat kita jengkel terhadap orang lain, tidak tepat janji dan berbagai sikap yang mengundang kemarahan. Yesus berkata dalam Yohanes 14:27 (TB)  "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu"

Dengan demikian perlu kita menarik berbagai pelajaran bagi kita yang telah menerima pendamaian:

1. Apapun suasana kerja kita tetaplah hidup dalam damai sejahtera, jauhkan kebencian dan berbagai hal yang mendatangkan kegaduhan, perselisihan dan permusuhan tetapi tetaplah berhati damai. Pastikan berada dalam membawa kedamaian di mana pun berada.

2. Alkitab mengajarkan: jangan balaskan kejahatan melawan kejahatan. Roma 12:21 (TB)  Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

3. Sebagai anak-anak Allah yang menerima pendamaian di dalam diri Yesus Kristus: Jadilah pembawa dan pembuat damai (Band Mat 5:9).

Tentu masih banyak hal yang dapat kita lakukan sebagak orang yang menerima pendamaian Allah. Inilah panggilan kita, melalui kehadiran orang percaya dunia ini dipenuhi damai sejahterah Allah.

#pdt nekson m sjuntak

Selasa, 03 Oktober 2017

MEWARISKAN PENGALAMAN

MEWARISKAN PENGALAMAN

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan mendengarkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi. Rabu, 03/09/2017

Mazmur 44-2 Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka, pada zaman purbakala.

Psalm 44:2 (RSV)  We have heard with our ears, O God, our fathers have told us, what deeds thou didst perform in their days, in the days of old:

Setiap bangsa dan suku bangsa di dunia akan memiliki keunikan dan khas yang tidak dapat dibandingkan dengan yang lain. Dari sekian banyak kekayaan Bangsa Israel sebagaimana kita temukan dalam alkitab, yang disinggung dalam renungan di pagi ini adalah: mewariskan sejarah yang sangat berharga yang mengingatkan  mereka secara terus menerus akan karya Allah dalam perjalanan sejarah bangsa Israel. Sekalipun mereka telah hidup di diaspora (perantauan) beberapa generasi namun mereka selalu mengingatkan sejarah perjalanan dari Mesir-padangbgurin hingga tiba di Kanaan. Mereka tetap menghunakan bahasa dan  memelihara Taurat kepada anak cucu mereka.

Setiap orang tua Yahudi wajib hukumnya untuk mengajarkan peristiwa sejarah pembebasan dari Mesir, bahasa dan Taurat  kepada anak cucu. Kewajiban ini disebut sebagai Credo: pengakuan yang berulang-ulang diucapkan dan diajarkan kepada setiap orang. Inilah kewajiban orangtua Yahudj bagi anak-anaknya:
Ulangan 6:6-9+12 (TB)  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. ...
maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Kewajiban untuk mengajarkan tentang kasih terhadap Allah, memberitahukan perbuatan Allah yang besar dalam perjalanan sejarah bangsa Israel tidak boleh dilupakan bahkan harus diajarkan berulang-ulang. Ketika duduk-duduk, ketika berjalan-jalan, ketika makan dan ketika hendak tidur setiap orang tua mengsjarkan kepada anak-anaknya.

Bukankah sudah begitu jauh peristiwa keluarnya Umat Israel dari Mesir? Namun setiap orang Yahudi akan paham dan tahu betul akan cerita bagaimana Allah membebaskan mereka dari Mesir hingga mewarisi tanah Kanaan. Lihatlah pemazmur sendiri adalah generasi yang sangat jauh dari peristiwa Musa, namun pemazmur mengaku: kami telah mendengarkan, karena nenek moyangnya menceritakan karya perbuatan Allah dalam perjalanan sejarah bangsa Israel. Bahkan dalam Mazmur-mazmur peristiwa itu banyak dikutip sebagai alasan memuji Tuhan (Band Maz 136)

Melawan lupa! Itulah yang ditekankan renungan kita saat ini dalam bentuk doa mensyukuri perbuatan Allah dalam sejarah bangsa Israel. Perbuatan Allah di masa lalu sebagai suatu kesaksian yang nyata dan berdampak pada generasi berikutnya:  Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka, pada zaman purbakala.

Dalam berbagai percakapan dengan orang tua jaman kini, jika seorang menceritakan kepahitan hidup masa lalu, sangat sulit diterima anak-anak sekarang ini, anak-anak milenia generasi Z: makanan yang terbatas, tiada sepatu ketika sekolah, berjalan berkilo meter agar bisa sekolah, bahkan harus menangis memohon kepada orang tua agar bisa sekolah. Itu suatu peristiwa yang sungguh tak masuk akal bagi generasi milenia, namun itu juga harus diajarkan bahwa dunia kini adalah produk sejarah. Kemajuan sekarang bukanlah datang begitu saja, namun proses perjalanan hidup ini perlu diketahui agar rasa syukur selalu ada.

#pdt nekson sjuntak

Senin, 02 Oktober 2017

BERHATI DAMAI

BERHATI DAMAI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita mengambil waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa 03/10/2017.

Kolose 1:19-20 (TB)  Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Colossians 1:19-20 (RSV)  For in him all the fulness of God was pleased to dwell,
and through him to reconcile to himself all things, whether on earth or in heaven, making peace by the blood of his cross.

Hidup dalam damai merupakan cita-cita setiap insan. Ketika mengetik renungan ini ada beberapa kiriman WA baik berita dan gambar tentang tawuran antar warga di salah satu sudut Jakarta. Photonya sangat seram karena ada korban berlumur darah dan beberapa photo suasana tawuran. Spontan hati ini miris dan pedih melihat kejadian seperti ini. Diantara kelompok yang berseteru pasti akan memakan korban, bukan saja pihak-pihak berkonflik namun bisa orang lain yg melintas di jalan. Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap ada perseteruan dan tawuran dalam masyarakat akan selalu ada kerugian dan korban bukan saja pada pihak yang berkonflik namun juga orang lain. Namun alangkah baik dan sungguh baik bila sesama kita yang bersaudara hidup rukun, menghargai dan menghormati sesama. Jangan korbankannm orang lain hanya karena kepentingan diri dan ego. Hidup ini sangat berharga ketika kita bisa hidup rukun dan damai dengan sesama. Manusia berkonflik adalah 'homo homini lupus' (menjadi serigala bagi sesama). Kita bukanlah pemangsa sesama, tetapi pengasih dan penyayang serta menopang bagi sesama.

Sahabatku renungan di pagi hari ini, mengingatkan kita akan peristiwa yang sangat berharga yaitu pengorbanan Yesus Kristus yang telah mendamaikan segalanya dengan diriNya melalui peristiwa salib.
Sejak manusia jatuh dalam dosa Allah, Allah menghukum manusia dan akan binasa karena upah dosa adalah maut (Rom 6:23). Namun Allah tidak membiarkan manusia binasa karena telah terikat dengan janji, yaitu: janji keselamatan. Benar Allah telah berjanji dengan Abraham dengan "memotong perjanjian"  (B.lbrani: Karath Berith). Istilah ini diartikan  kepada dua pihak yang berjanji dengan menumpahkan darah kurban sembelihan. Bagi siapa yang ingkar akan janji, maka dirinya akan binasa dan darahnya akan tumpah seperti darah yang dikurbankan. Pada pihak manusia dengan Allah, Allah setia dalam janjiNya. Sebaliknya manusia yang melanggar janji, melanggar perintah dan meninggalkan kehendak Allah. Seharusnya kita harus mati oleh dosa dan pelanggaran, namun karena kasihNya, Allah sendiri yang membuat jalan pendamaian melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Hal inilah yang dijelaskan oleh Paulus bahwa kepenuhan dari segala sesuatu telah dipenuhi di dalam Yesus Kristus.  Manusia berdosa telah diterima dihadapan Allah karena pendamaian Yesus Kristus.

Sahabat yang baik hati! Hidup ini adalah buah dari kurban pendamaian. Allah berkenan mendamaikan diriNya dengan menenerima manusia berdosa. Mari sambut pendamaian Kristus yang sangat berharga ini dengan sikap rekonsiliatif (berhati damai) terhadap sesama. Mari lupakan luka dan yang membuat kita benci dan dendam kepada sesama, tetapi marilah buahkan buah-buah damai sejahtera yang mendatangkan hal positip, membangun dan berguna bagi sesama.

#pdt nekson m sjuntak

Minggu, 01 Oktober 2017

MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 02 Okt 2017.

Yesaya 42:6 (TB)  "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

Isaiah 42:6 (RSV)  "I am the LORD, I have called you in righteousness, I have taken you by the hand and kept you; I have given you as a covenant to the people, a light to the nations,

Ada satu pergumulan bangsa Israel dalam pembuangan; benarkah mereka umat pilihan Tuhan? Jika benar mengapa harus menjalani semua penderitaan dan kesengsaraan di pembuangan? Pertanyaan ini tentu wajar,  apalagi Yahudi yang sangat bangga dengan predikat umat pilihan tapi mereka terbuang di negeri asing. Mereka umat pilihan Allah, mereka percaya bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha kuasa dan Tuhan di atas segala Tuhan, tapi harus menerima kenyataan menjadi bangsa yang kalah dan terbuang.   Di sinilah nabi Yesaya hadir memberikan peneguhan dan penghiburan bagi umat Allah di Pembuangan. Allah tak membiarkan berputus asa. Tuhan akan menolong dan menopang. Yesaya 42:3 (TB)  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

Mengenai pembuangan, Yesaya menjelaskan bahwa pembuangan bukanlah akhir perjalanan mereka, namun bahagian dari rencana Allah untuk membentuk dan memurnikan umatNya. Perjanjian Allah tetap dan tidak berubah sejak Abraham, Ishak dan Yakub. Allah memanggil Abraham dan memberkatinya agar menjadi berkat bagi dunia.  Missi Allah lewat pemanggilan umatNya adalah rencana keselamatan bagi dunia.  Allah berkarya bukan untuk kepentingan umat itu sendiri, namun lebih jauh lagi. Allah hendak memakai umatNya menjadi keselmaatan bagi dunia, keselamatan bangsa-bangsa.

Sekalipun pembuangan terasa gelap dan sesak, masa depan tak jelas namun waktunya akan tiba untuk memulihkan umatNya. Ibarat berjakan dalam lembah kekelaman,  mereka digambarkan seperti bangsa yang berjalan dalam kegelapan (Yes 9:1).Tuhan memenuhi janjiNya, mereka kembali dari pembuangan. Tuhan memanggil, bangkitlah dan menjadi teranglah: Yesaya 60:1 (TB)  Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Menjadi terang bagi bangsa-bangsa adalah juga tugas orang percaya. Di dalam Yesus Kristus kita telah menjadi umat Allah dan milik kepunyaanNya. Kita adalah umat tebusanNya. Matius 5:14 (TB)  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Menjadi terang berarti harus bersinar. Sama seperti dian atau obor, bersinar menyinari sekitar yang tak menyala tak mungkin menyinari sekitar.

Mari nyalakan sinar terang di dalam diri kita dengan percaya kepada Yesus Kristus.

#pdt nekson m sjuntak

DALAM KESUSAHAN TETAP BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu Misericordias Domini Minggu, 19 April 2026 Ev. Habakuk 3:10-19 DALAM KESUSAHAN BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN Selamat Har...