Kotbah Minggu EXAUDI
Minggu 1 Juni 2025
Ev. Mazmur 97: 1-12
TUHAN ITU RAJA
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki Minggu Exaudi. Exaudi artinya Allah dimuliakan, umat Allah memuji-muji dan memuliakan Allah. Minggu Exaudi ini ditempatkan setelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Hari Kenaikan menjadi penting, Yesus kembali ke Sorga di dalam.kemuliaan duduk di sebelah Kanaan Allah. Peristiwa ini menjadi sukacita bagi orang percaya karena telah memastikan tempat bagi orang percaya di dalam Kerajaan Sorga. Maka sambutan kita di Minggu exaudi ini adalah menaikkan pujian kepada Tuhan. Segenap umat manusia dan seluruh ciptaan bersukacita dan beriang-riang memuji dan memuliakan Allah.
Kotbah Minggu ini, tertulis di dalam Mazmur 97:1-12, mazmur ini merupakan mazmur raja, Tuhan itu raja yang berdaulat atas segala alam. Allah itu raja yang memerintah dan menghakimi secara adil. Dia mengangkat martabat manusia dan menjadikannya menjadi anak-anak raja. Anak-anak Tuhan hidup dalam kebenaran dan benci kejahatan. Dengan mazmur 97 ini kita diajak untuk memuliakan Tuhan sebagai raja dan kita anak-anaknya hidup di dalam kebenaran.
Sekarang marilah kita ambil beberapa pelajaran penting di dalam kotbah minggu ini yang dapat kita twrapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
1. Allah itu Raja: berdaulat atas seluruh alam ciptaan
Mazmur 97:1 (TB) TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
Akhir-akhir ini seruan mengenai lingkungan hidup terus disuarakan oleh gereja di sumatera utara, khususnya Ephorus HKBP secara terbuka menyuarakan tutup TPL sebagai seruan kepedulian lingkungan. Seruan ini terus bergulir hingga kini oleh masyarakat di Tapanuli agar masayarakat, pemerintah pusat dan daerah agar mendesak kebijakan yang pro lingkungan hidup. Ada pula Doa peduli Tanah Batak di Samosir dan di Tatutung debagai bentuk kepedulian akan alam yang telah rusak. Dengan doa-doa ino diharapkan ada kepedulian dari semua elemen masyarakat dan pemerintah serta pihak terkait untuk memelihara alam ciptaan Tuhan ini.
Sebelumnya telah terjadi berturut-turut bencana alam, banjir di Bekasi, banjir di Pelabuhan ratu, beberapa titik di Jawa Tengah (Kaliwungu, Grobogan dll), di Parapat dan tempat lainnya yang membuat kita sangat prihatin atas kerusakan lingkungan ini. Bencana alam yang kita sebutkan diatas tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi merupakan akibat ulah manusia. Ulah manusia yang merusak alam untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi mengorbankan alam dan banyak pihak. Hewan dan mahkluk hidup lainnya terusir dari habitatnya.
Tuhan memberikan mandat bagi manusia untuk mengelola alam, berusaha untuk memenuhi kebutuhannya namun sekaligus diberikan tanggungjawab untuk memelihara alam. Disinilah kita diingatkan dalam kotbah Minggu ini, kita diingatkan akan Tuhan sebagai Raja, yang memerintah dan berdaulat atas segala alam ciptaan. Alam ini merupakan rumah segala makhluk ciptaan. Allah raja atas segala alam mengingatkan kita akan mandat dan tanggung jawab manusia terhadap alam.
Dalam kotbah ini beberapa element alam disebutkan: bumi, pulau, angin gunung dan lainnya merukan unsur yang harus dirawat dimana semua mahklik dapat bersukacita dan beriaria memuji Tuhan sang raja. Kalaj bumi makin panas, pulau-pulau tercemar oleh limbah, udara tidak bersih bagaimana kita bersukacita?
Sebagai contoh selamat pandemi, kita diwajibkan menggunakan masker. Saat beribadah juga kita menghunakan masker. Bagaimana seseorang menyanyi bagi Tuhan namun mulut kita harus ditutup dengan masker? Mungkin bisa tetapi sudah ada yang membatasi dan mengahalanhinya. Demikian dengan alam yang rusak akan menjadi hambatan bagi kita saat memiluliakan Tuhan karwna kita gagal melakukan amanat dan tanggung jawab memelihara alam. Bumi, pulau dan gunung-gunung akan bersukacita jika alam ini terawat dengan baik dan rumah bagi semua.
Tuhan raja dan berdaulat atas segala alam, bumi, pulau, gunung-gunung akan bersukacita jika diikuti dengan gaya hidup kita yang ramah lingkungan. Krisis ekologi mengundang kita bersama baik skala global maupun secara lokal terkhusus gaya hidup pribadi kita yang semakin ramah lingkungan. Apalah artinya kita menyuarakan kirisi ekologi, namun gaya hidup kita tidak semakin ramah lingkungan.
2. Tuhan Raja sukacita bagi umat manusia
Tuhan raja sukacita bagi jemaat, karena kita telah diangkatnya menjadi anak-anakNya. Anak-anak Tuhan adalah anak-anak raja yang menyembah dan mempercayai Tuhan. Tidak ada ilah lain dan Tuhan adalah satu-satunya Allah yang disembah dan di puji.
Mazmur 22:28 (TB) (22-29) Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
Pengakuan Tuhan adalah raja, mengingatjan kita tentang komitment bagi orang percaya untuk percaya dan setia kepada Tuhan. Dialah satu-satunya Allah yang disembah dan dipuja; pencipta, pemelihara dan pemberi kehidupan kita. Tidak ada ilah lain hang dipercayai memberikan kehidupan. Hanya Tuhan sajalah yang kita puji dan sembah. Dialah raja yang memerintah atas segala alam. Dialah Tuhan dan raja diatas segala raja.
Pengakuan ini mengingatkan kita akan perintah Tuhan yang setia dan akan menjauhkan segala berhala dalam hidup ini.
Tuhan itu raja sukacita bagi umat, mengingatkan kita kemahakuasaan Tuhan atas segala sesuatu. Pengalaman Israel berhadapan dengan raja-raja sekitar menjadi pelajaran berharha. Mereka pernah hidup di dalam penindasan raja asing seperti di Mesir, ti ggal di Kanaan dan berhadapan dengan raja-raja sekitar Flistin, Kanani, Amori dll. Saat mereka terhimpit mereka berseru-seru kepada Allah dan Allah menolong mereka dan membebaskan mereka dari penindasan asing. Termasuk pembuangan Babel, umat Allah tidak akan mungkin bebas karena kekuasaan dan kekuatan Babelonia, namun Tuhan bertindak memakai Raja Koresh membebaskan umat Allah dan mengembalikan umat Allah ke Yerusalem. Tuhan memerintah atas umatNya dan dapat memakai siapa saja untuk memelihara umatNya
Tuhan itu raja mendatangkan sukacita bagi umat Allah. Allah memelihara umutNya dan membebaskan mereka dari berbagai tekanan bangsa asing. Hal inilah yang harus kita syukuri dan percayai bahwa Tuhan itu raja, yang memelihara dan menyertai umatNya. Tuhan tidak membiarkan kita hidup di dalam penindasan dan penguasaan asing. Tuhan itu raja yang memerintah dan mengadili bahsa-bangsa. Tuhan sendirilah yang menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Segala bangsa dan segala raja akan bertekuk lutut di hadapan Tuhan.
Tuhan itu raja sukacita bagi umat Allah. Kita ditetapkan menjadi anak-anak Allah, status ini menjadikan kita anak Raja tetapkan menjadi ahli waris di dalam kerajaan Allah. Orang percaya ditetapkan menjadi ahli waris dalam Kerajaan Allah bukan karena kita keturunan Abraham, tetapi karena kita percaya kepada Yesus Kristus.
3. Anak-anak raja hidup benar dan membenci kejahatan
Pada bagian ketiga ini kita diingatkan akan etika hidup anak-anak Tuhan. Sebagai "anak-anak raja" kita diingatkan untuk hidup saleh, hidup di dalam kebenaran dan benci kejahatan. Mazmur 97:12 (TB) Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.
Jika kita memperhatikan pemberian Perintah Tuhan kepada Musa di Sinai, tujuannya adalah Allah memberikan perintah kepada umatNya agar mereka berbeda dengan bangsa lain. Allah membentuk mereka menjadi umat yang kudus, umat yang memelihara perintah Tuhan dan jauh dari segala perbuatan fasik. Hal inilah yang diingatkan oelh Kotbah Minggu ini, Kita meninggikan Tuhan sebagai raja, maka sekaligus menjadi komitmen untuk memelihara dan menjaga diri sebagai anak-anak Allah, hidup di dalam kebenaran dan setia memelihara perintah Tuhan.
Pada ayat 10 Pemazmur menyebutkan dengan istilah "orang-orang yang mengasihi Tuhan". Mazmur 97:10 (TB) Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
Orang-orang yang mengasihi Tuhan harus berbeda dengan anak-anak kegelapan. Anak-anak Tuhan hidup seturut dengan kehendak Allah, taat dan setiap di dalam perintah Tuhan.
Bagaimana kita menyandang status anak-anak Tuhan, anak Raja alam semesta namun kita tidak hidup menurut kehendakNya. Jika penguasa dunia dituntut ferlebih dahulu melakukan apa yang dokehendakinya, demikianlah Tuhan menghendaki kita anak-anakNya hidup menurut kehendak Allah.
Sahabatku, Tuhan memberkati kita semua dan diberi kekuatan untukmelakukan FirmanNya seturut dengan kehendakNya. Amen.
Salam
Pdt Nekson M Simanjuntak





