Sabtu, 11 Januari 2020

MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

Kotbah Minggu I Stlh Ephipanias Minggu, 12 Januari 2020 Nas: Yesaya 42:1-9 HAMBA TUHAN MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA Selamat hari Minggu! Menyemangati orang yang patah hati adalah suatu pekerjaan yang sulit. Dibutuhkan kemampuan, keahlian dan pendekatan yang dapat menolong dan menyemangati orang yang putus asa. Memang, ada orang yang cepat pulih dari duka yang dialami namun ada juga yang sangat sulit menerima kenyataan yang dialami, murung dan mengurung diri. Biasanya cepat lambannya pulih tergantung pada pribadi menerima atau tidaknya keadaan yang diterima. Semakin cepat menyadari dan menerima kenyataan, semakin cepat pulih dari duka yang dialami. Hal yang tidak akalh pentingnya adalah adanya pengharapan, bahwa dibalik semua yang dialami ada rencana Tuhan dalam hidup. Nabi Yesaya dalam Firman Tuhan Minggu ini hadir di tengah-tengah umat Israel yang terpukul karena pembuangan. Bangsa Israel adalah bangsa yang besar, umat pilihan Tuhan, anak Abraham dan umat yang diberkati namun kenyataannya mereka terbuang di negeri asing. Nabi Yesaya menyemangati mereka, mereka adalah umat pilihan Allah yang dijadikan sebagai milik kepunyaan Tuhan. Yesaya 42,1-9 tentang Hamba Allah: orang pilihan yang akan membawa harapan baru bagi umat dalam pembuangan. 01. Mengutus Hamba Tuhan untuk menghibur dan meneguhkan umat pilihan. Dalam pembuangan mereka adalah orang-orang yang hampir kehilangan pengharapan. Mereka bangsa yang tahluk dan tak berdaya terhadap bangsa lain. Tak mungkin lagi bagi mereka sebagai bangsa yang kuat setara dengan bangsa bangsa lain. Ada perasaan imferior terhadap bangsa bangsa yang jaya dalam pertempuran. Namun firman Tuhan yang disampaikan oleh Yesaya akan ada babakan baru dalam sejarah, Tuhan sendiri menetapkan hambaNya dan akan melaksanakan hukum terhadap bangsa-bangsa. Orang pilihan ini akan dipenuhi oleh Roh Allah dan atas kuasa Roh Allah akan menyatakan hukuman kepada bangsa-bangsa. Yesaya 42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Dalam memberikan penghiburan, Hamba Tuhan yang diutus bekerja atas kuasa dan otoritas Tuhan. Hal ini dikemukakan dengan kamilamt "Aku telah menaruh Roh-Kunke atasNya. Disini Allah sendiri yang berdiam atas hamba Tuhan. Maka hamba Tuhan tidaklah bekerja atas pikiran dan prakarsa sendiri, tetapi atas inisiatip dan otoritas Allah. Pengutusan ini dapat juga kita bandingkan dalam Kis 1:8, sebelum murid-murid diutus, mereka menerima kuasa Roh Kudus. 02. Hamba Tuhan Menjadi Terang Bagi Bangsa-bangsa. Pengutusan Hamba Tuhan ke tengah-tengah pembuangan itu berarti bahwa Tuhan tidak tinggal diam dengan keadaan umat yang terpukul itu. a) Menumbuhkan harapan; Hamba Tuhan hadir untuk memberikan harapan. Mereka ibarat buluh yang patah terkulai, namun Tuhan tak akan membiarkan begitu saja terpuruk tetapi mengutus hambaNya memberikan kekuatan. Mereka hampir padam dan hampa ibarat sumbu yang hampir habis minyak dan akan segera padam, namun Tuhan akan bertindak sehingga tidak padam dan terus menyalakan sehingga menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Yesaya 42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. b) Memulihkan dan meneguhkan; Dalam kotbah ini umat pilihan bukan saja menyatakan hukum pada bangsa-bangsa (eksternal) tetapi di dalam umat sendiri dia akan melaksanakan tugasnya untuk memulihkan dan menyambung pengharapan umat. Orang pilihan itu akan memberikan kekuatan bagi tangan yang lemah yang tak mampu mengepalkan tangan dan lutut yang goyah seolah tak mampu berjalan. Orang pilihan itu akan mengokohkan umatnya berdiri teguh sehingga tegak berdiri dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Yesaya 42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, c) Missi pembebasan; Berikutnya orang pilihan itu akan membawa missi pembebasan: Yesaya 42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. (To open the blind eyes, to bring out the prisoners from the prison, and them that sit in darkness out of the prison house.) Missi pembebasan ini lebih lengkap dalam Yesaya 61:1-2 (TB) Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, Nats ini jugalah yang digenapi Yesus ketika berkotbah di Bait Allah, setelah membaca nas ini Yesus berkata dalan Lukas 4:21 (TB) Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Sahabat yang baik hati! Siapakah hamba Tuhan yang meneguhkan sesamanya di jaman now? Tentu hamba Tuhan itu adalah kita semua orang percaya yang mendengar dan menerima Firman ini. Setiap orang percaya adalah hamba Tuhan , anak-anak Tuhan yang memiliki tugas dan panggilan: panggilan natural, panggilan nabiah, panggilan rasuli dan panggilan imamat am yang rajani. Panggilan natural kita sebagai umat ciptaan Tuhan diberi mandat untuk memelihara alam dan ciptaan. Panggilan nabiah, memperbaiki kesalahan dan berbagai praktek ketidakadilan dan penindasan di sekitar kita agar setiap orang bebas dan dapat melakukan kehendak Allah. Panggilan rasuli adalah panggilan umat Kristen untuk menjadi pemberita Injil dan panggilan imamat am yang rajani adalah memelihara kesatuan gereja sebagai persekutuan orang percaya. Sebagai umat pilihan dan hamba Tuhan yang diutus di dunia ini, jadilah pemberi semangat dan penyambung harapan bagi setiap orang yang berputus asa. Biarlah dengan kehadiran kita setiap orang yang lemah menjadi kuat, setiap orang yang menangis bisa tersenyum dan setiap orang yang berbeban berat menjadi ringan. Tuhan menolong dan memberikan kekuatan bagi kita semua. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Jumat, 10 Januari 2020

TUHAN MEMBERI KEKUATAN DAN MEMBERKATI UMATNYA

TUHAN MEMBERI KEKUATAN DAN MEMBERKATI UMATNYA Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 11/01/2020 Mazmur 29:11 (TB) TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera! Psalms 29:11 (RWV) The LORD will give strength to his people; the LORD will bless his people with peace. LAI membuat judul Mazmur 29 ini dengan "Kebesaran Allah dalam Badai". Badai identik dengan bahaya, ancaman dan tantangan manusia yang bersumber dari alam seperti: badai badai laut, badai pasir (badai gurun), badai salju, badai angin puting beliung dan tornado. Semua itu menunjukkan mengamuknya alam yang mengancam kehidupan umat manusia dan mahkluk ciptaan lainnya. Badai itu ada yang dapat diprediksi namun banyak pula terjadi badai itu diluar perkiraan. Di beberapa negara Badan yang memperkirakan cuaca sangat penting agar dapat mengantisipasi dan meminimalisir korban badai. Namun harus kita akui sehebat apapun analisis dan perkiraan para ahli mereka memiliki keterbatasan masing-masing. Badai kapan saja bisa terjadi diluar perkiraan, termasuk badai kehidupan yang kita tidak tahu latar belakang, sebab musabab namun telah menerpa dan menimpa kita. Badai juga kata yang sering digunakan untuk menggambarkan permasalahan yang dihadapi seseorang. Kata yang lazim.disebut badai kehidupan. Bagaimana kita menghadapi Badai? Mazmur 29 ini meneguhkan dan menyaksikan kita serta menjadi nyanyian orang percaya menghadapi badai. Sehebat apapun badai yang memporak-porandakan kehidupan kita, bagi orang percaya kuasa Tuhan jauh lebih berkuasa atas apapun. Mazmur ini meyakinkan setiap orang bahwa orang percaya akan terlindungi oleh kekuasan Tuhan. Jika kita baca 29:2-9 berisi tentang kuasa Suara Tuhan. Suara Tuhan jauh lebih berkuasa atas segala alam dan ciptaan. Suara Tuhan mengatasi air bah, Suara Tuhan menumbangkan pohon dan mematahkan pohon Libanon, Suara Tuhan membuat Padang gurun bergetar, Suara Tuhan menyemburkan api. Semuanya ungkapan ini menunjukkan kuasa Tuhan melebihi dari fenomena alam yang menakutkan dan mengancam manusia. Sama seperti pengalaman murid-murid kala berperahu: kapal mereka diterpa badai dan topan sekoyong-koyong hendak menghempaskan kapal yang ditumpangi murid bersama Tuhan Yesus. Mereka adalah nelayan yang akrab bergaul dengan badai, namun kala badai mengancam murid-murid ketakutan dan takut binasa. Maka mereka pun datang kepada Yesus dan berseru: guru kita binasa! Yesus pun bangkit dan menghardik topan: "diam"! Seketika itu badai dan topan pun diam. Itulah kuasa Yesus yang menghentikan badai sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tujuan. Sahabat yang baik hati! Badai bisa saja menerjang umatNya dan orang-orang yang dikasihi Tuhan. Bisa saja badai itu datang tanpa kita perkirakan dan tak kuasa untuk.menghadapinya. Mazmur 29 ini memberikan inspirasi, jangan berputus asa, tetap tabah, tegar dan bertahan. Percaya kuasa Tuhan jauh lebih berkuasa untuk menenangkan, meneduhkan, melindungi dan menyelamatkan umatNya dari semua badai yang menimpa. Tuhan akan bertindak, akan memberikan kekuatan dan memberkati umatNya dengan sejahtera. Sekali Tuhan mengeluarkan suaraNya, segala sesuatu jadi seturut kehendakNya. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 09 Januari 2020

IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN AKAN FIRMAN

IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN FIRMAN Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Jumat, 10/01/2020 Roma 10:17 (TB) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Romans 10:17 (RWV) So then faith cometh by hearing, and hearing by the word of God. Setiap pasti membuat Almanak; suatu agenda pembacaan ayat harian yang ditetapkan Gereja kepada jemaatnya. Pertanyaan untuk apa orang percaya melakukan aktifitas pembacaan rutin seperti itu? Salah satu rahasia manfaat mendengarkan Firman Tuhan adalah iman. Iman itu timbul dari pendengaran akan Firman. Kita bersyukur, sejak reformasi Marthin Luther setiap warga jemaat didorong untuk memiliki dan membaca Alkitab. Sebelumnya hanya imamlah yang memiliki dan mengetahui isi Alkitab. Umat hanya mendengar Firman dari imam. Alkitab harus dibaca oleh setiap orang percaya agar imannya bertamba dan bertumbuh. Tak heran berbagai lembaga Alkitab di dunia ini selalu menyediakan pendistribusian Alkitab ada yang subsidi dan ada yang gratis agar setiap orang dapat membaca dan mengetahui kebenaran Firman Tuhan. Bagaimana iman orang percaya timbul dan bertumbuh kalau dia tidak mendengarkan Firman? Ayat renungan hari menegaskan bahwa manfaat dari membaca dan mendengarkan Firman adalah pertumbuhan iman kepada Yesus Kristus. 1. Semua orang percaya mengenal keselamatan yang ditentukan Allah melalui Yesus Kristus. Kita percaya tidak ada nama lain yang diberikan Allah dibawah kolong langit ini selain dari pada Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 4:12 (TB) Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Keyakinan itu harus terpatri di dalam diri setiap orang yang mengakui orang beriman. 2. Menjadikan iman bertumbuh; Rom 10:17 meyebutkan didasarkan pada pendengaran akan Firman. Firman Tuhann harus dibaca, digali dan diterapkan dalam kehidupan pribadi. Nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dikandung dalam Alkitab harus menjadi gaya hidup kita. Jika boleh saya analogikan seperti seorang petani dengan benih yang dimiliki. Petani yang memiliki bibit jika hanya di simpan di dalam lumbung maka bibit itu tidak akan tumbuh akan tetap sebagai bibit. Petani harus bekerja, bibit itu ditaburkan dalam persemaian dan di lahan yang dipersiapkan maka bibit itu akan bertumbuh dan menghasilkan buah. Maka demikianlah juga dengan Firman bagi orang percaya. Firman Tuhan yang dituliskan dalam Alkitab, hanya disimpan dalam lemari, hanya disimpan dalam logika berpikir maka firman itu tidak akan menimbulkan pengaruh apa-apa dalam pertumbuhan iman kita. Namun jika Firman itu kita dengarkan, direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan kita, maka Firman itu bermanfaat menumbuhkan iman sampai menghasilkan buah terbaik dalam kehidupan orang percaya. 3. Bacalah 2 Tim 3:16 Firman itu bermanfaat untuk menasihati, menegor kesalahan, memperbaiki kesalahan dan memperlengkapi orang percaya sempurna dalam segala perbuatan baik. Keberimanan kita bukan hanya pada pengakuan terhadap Yesus Kristus sebagai Yuruselamat, tetapi kuasa Firman yang telah mempengaruhi hidup orang percaya memiliki buah-buah terbaik dalam hidupnya. Sahabatku yang baik hati! Saya sangat senang jika anda terus mengikut pembacaan firman dan renungan setiap hari. Aktifitas itu harus menjadi kebutuhan kita setiap hari. Yakinlah disadari atau tidak firman yang kita baca dan kita renungan itu akan meneguhkan iman kita dan membentuk pribadi kita yang dikehendaki Tuhan. Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 08 Januari 2020

YESUS TERANG DUNIA

YESUS TERANG DUNIA Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 09/01/2020 Yohanes 8:12 (TB) Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." John 8:12 (RWV) Then Jesus spoke again to them, saying, I am the light of the world: he that followeth me shall not walk in darkness, but shall have the light of life. Terang adalah sumber kehidupan bagi semua mahkluk hidup. Sebagai contoh kecil, jika anda punya halaman rumah tanaman yang ada di pekarangan akan menampakkan daunnya ke arah terang. Itu seturut dengan habitnya daun tumbuhan akan memasak makanan di daunnya yang disinari oleh sinar mata hari. Mendasarnya terang bagi makhluk hidup mendasari Allah menciptakan terang pada hari pertama pada narasi penciptaan. Terang mengalahkan gelap gulita. Dengan terang, Tuhan dapat berkerja hari demi hari dan oleh terang Allah dapat melihat dan menilai apa yang dikerjakan baik adanya. Fungsi terang pada makna penciptaan dapat juga kita tangkap arti Yesus adalah terang dunia sebagaimana dijelaskan oleh Injil Yohanes. Yesus adalah terang dunia, pertama-tama menjelaskan bahwa terang adalah perlawanan terhadap kegelapan. Bagi Penulis Injil Yohanes, dunia ini dilingkupi oleh kegelapan, manusia ibarat berjalan dalam kegelapan dan akan memuji kebinasaan. Dunia ini tidak mengenal Allah. Maka Yesus sang terang dunia akan menyinari dunia ini, mengusir kegelapan dan mengubah manusia yang tidak mengenal Allah menjadi mengenal Allah. Yesus menuntun manusia di jalan yang benar menuju Bapa. Pandangan ini hendak menjelaskan bahwa Yesus sang terang dunia ini diibaratkan seperti Dian, yang ditempatkan di tengah kegelapan sehingga sekelilingnya terang benderang. Atau seperti obor bagi pengguna jalan sebagai Sukuh yang menerangi jalan yang hendak dituju. Lebih dari dian dan obor, Yesus sang terang dunia adalah sumber kehidupan. Semua mahkluk hidup membutuhkan terang. Sama seperti mahkluk hidup yang membutuhkan sinar matahari, demikianlah Yesus sebagai terang sumber kehidupan segala makhluk. Tanpa cahayanya mahkluk hidup tidak berdaya dan kehilangan sumber kehidupan. Sahabat yang baik hati! Sebagai pengikut Yesus mari berjalan dalam terang Tuhan. Yesus telah datang ke dunianini, mengusir kegelapan dan mengalahkan maut. Yesus bersabda: "barang siapa mengikut Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan." Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Selasa, 07 Januari 2020

TUHAN ITU RAJA ATAS SELURUH BUMI

TUHAN RAJA ATAS SELURUH BUMI Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenakndi paginhari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Rabu, 08/01/2020 Zakharia 14:9 (TB) Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. Zechariah 14:9 (RWV) And the LORD shall be king over all the earth: in that day shall there be one LORD, and his name one. Zakaria dalam bahasa Ibrani artinya “Allah mengingat”. Dengan kata ini diingatkan bahwa Allah tidak melupakan umatNya. Allah tetap mengingat janjinNya yang telah menetapkan Israel sebagai umat Allah, Umat Pilihan dan umat yang diberkati untuk menjadi berkat. Janji Allah disebut dengan Janji yang kekal. Allah akan setia memelihara dan memenuhi janjiNya. Siapakah nabi Zakaria? Dalam Alkitab setidaknya ada tiga nama Zakaria; pertama Zakaria anak Yerobeam II (1 2 raj 15:8-12), Zakaria seorang imam bapak dari Yohanes Pembabtis (Luk 1:57-66) dan Zakaria seorang nabi yang menuliskan kitab Zakaria ini. Nabi Zakaria bekerja setelah pembuangan. Tuhan mengingat umatNya karena itu akan ada pemulihan (pembaharuan) umatNya. Kehadiran Nabi Zakaria memberikan motivasi yang bagi umat Allah dalam pembaharuan Israel. Dari sejumlah penglihatan-penglihatan yang dituliskan dalam Kitab ini menunjukkan visi Nabi Zakaria akan kembalinya kejayaan umat Allah (1:2 –8:23). Simbol-simbol yang diungkapkan sepeti penungang kuda, bait Allah, pandai besi, tembok pemisah dll. Semuanya menuju kepada ramalan akan kejayaan bangsa Yehuda yang kembali ke Yerusalem. Selain memberikan motivasi nabi Zakaria memberikan peringatan, dimana akan datang waktunya gembala-gembala yang jahat (10:1-12), kehadiran gembala yang jahat ini akan mendatangkan derita dan kesengsaraan umatNya. Dengan kelihaiannya, gembala jahat akan memukul dan menyiksa gembala yang baik. Namun akan ada waktunya, Tuhan akan menghakimi segala bangsa Tuhan akan melucuti bangsa-bangsa karena Dialah Raja, bukan hanya berdaulat atas umatNya tetapi seluruh bangsa-bangsa dan alam semesta ini. Apa yang disampaikan oleh nabi Zakaria ini adalah mengingatkan umat Israel dan para gembala akan ada pengadilan Tuhan. Tuhan adalah Raja atas seluruh bumi, tidak ada kuasa apapun di atas bumi ini yang luput dari pengadilan Allah. Setiap orang dari segala suku bangsa akan mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat semasa hidup di hadapan pengadilan Tuhan. Dalam pengadilan penghakiman itu, bangsa-bangsa yang memerangi dan menindas bangsa Israel akan dihakimi. Perlakuan yang tidak adil yang dialami oleh Yerusalem, akan dibalaskan. Nabi Zakaria menyebutkan: Zakaria 14:13 Pada waktu itu, kegemparan besar dari TUHAN akan melanda mereka. Setiap orang akan saling mencengkam tangan dan mengangkat tangannya melawan kawannya. Tuhan adalah Raja atas seluruh bumi, menunjukkan bahwa Tuhan itu raja diatas segala raja, tiada kuasa lain diatasNya. Tuhan adalah satu-satunya raja, raja diatas segala raja. Karena itu hanya kepadanyalah kita takut dan gempat. Sahabat yang baik hati! Ada ungkapan yang sering kita denganlr: "di atas langit ada langit", manusia tidak boleh sombong, apalagi dengan memanfaatkan kuasa l yang dimiliki dipergunakan untuk menindas orang. Jika kita merasa lebih tingggi ingatlah masih ada yang lebih tinggi dari kita hanya soal waktu karena belum jumpa dengan kita. hal inilah yang diingatkan oleh Nabi Zakaria, Tuhan itu adalah raja atas seluruh bumi, Diakan mengadili dan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan setiap orang. Tuhan sebagai raja atas segala bangsa, akan mengadili semua orang. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Senin, 06 Januari 2020

BERJALAN DI DALAM TERANG TUHAN

BERJALAN DI DALAM TERANG TUHAN Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 07/01/2020 Yesaya 2:5 (TB) Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN! Isaiah 2:5 (RWV) O house of Jacob, come ye, and let us walk in the light of the LORD. Masyarakat di jaman Indistri 4.0 ini kita sangat ditolong oleh GPS saat bepergian. Input alamat yang dituju selanjutnya GPS akan menuntun kita sampai ke alamat yang dituju. Fasilitas lain GPS adalah membantu orang mengetahui jalannyang hendak ditempuh membuat warna biru untuk jalan tiada hambatan, kuning tersendat dan merah pertanda macet ditambah dengan prediksi waktu. Pertanyaan jika sedemikian panjang kemacetan apakah anda akan melanjutkan perjalanan? Atau apakah akan mencari jalan lain yang lebih cepat menghantarkan anda ke tujuan. Yang pasti tidak ada orang yang mau memilih jalan yang macet total tak jelas kapan bisa terturai. Sabar mengikuti jalan yang macet total atau memilih mencari alternatif lain adalah pilihan. Pilihan seperti itu jugalah nas renungan hari ini yang disampaikan oleh Nabi Yesaya di tengah-tengah bangsa Israel. Dalam masa krisis yang mereka alami, pilihan alternatif yang dilakukan oleh raja Yehuda adalah berkoalisi dengan bangsa asing agar aman dari tekanan Assyur. Pilihan ini dikritik oleh nabi Yesaya, itu adalah pilihan yang keliru, jalan yang gelap, jalan yang tidak dikehendaki Tuhan. Dengan berkoalisi dengan bangsa asing justru akan menghantarkan umat Allah meninggalkan Tuhan dan percaya kepada ball. Disinilah Nabi Yesaya berseru: marilah berjalan di dalam terang Tuhan. Suatu undangan agar umat Allah berbalik dari jalan yang dipilih. Nabi Yesaya menghendaki mereka berbalik kepada Allah, belajar kepada Tuhan dan mau berjalan di jalan Terang Tuhan. Kenapa harus memintabkekuatan asing yang tidak mengenal Allah, mengapa harus mengandalkan kekuatan patung ball buatan tangan manusia? Mengapa harus berguru kepada yang tidak mengetahui jalan dan masa depan? Tuhan justru telah menetapkan Sion menjadi kota damai, pusat kekuasan dimana bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun dan belajar ke gunung Tuhan. Disinilah Yesaya meminta, agar umat Allah berbalik dari kebijakan yang salah, belajar kepada Tuhan dan menapaki jalan yang telahbditetaokan Tuhan bagi umatNya. Jika kita baca Yesaya 2:1-7 ada tiga istilah menarik yang dipakai oleh Yesaya untukmmengundang dan mengarahkan umat Allah berjalan di jalan ternag Tuhan. Ketiga istilah ini meyakinkan kita agar bersedia ikut dalam arak-arakan di jalan Tuhan 1. TUHAN adalah GURU yang mengajari kita akan kehendak Allah. Dengan demikian marinkita menjadi muridNya yang selalu bersedia dibimbing dan diajari kepada kehendak Allah. Banyak orang menempatkan diriNya menjadi guru bagi orang lain. Minggu ini mengajak kita agar tetap sebagai murid yang bersedia membuka segala pengajaran dari Firman sehingga kita semakin mengenal kehendak Allah dalam hidup kita. 2. TUHAN adalah HAKIM YANG ADIL yang menghakimi setiap orang menurut keadilannya. Tidak ada perbuatan yang tidak diketahuinya sedangkan ide di dalamnoikiran dan niat di dalam hati diketahui oleh Allah. Allah adalah Hakim yang adil yang akan menghakimi setiap kata dan perbuatan orang. Mari takut akan Tuhan karena kita semua akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah 3. TUHAN adalah AHLI RANCANG dalam hidup kita: Dia dapat mengubah hati setiap orang. Debata panompa dohot panopa, ditompa hita jala ditopa rohanta sian hajahayon, badabada, porang gabe roha na dame songon oangula na mamparbuehon na denggan di ngoluna. Allah itu ibarat Insiniur atau arsitek yang merancang, demikian Allah arsitek kehidupan setiap orang. Dia ahli dan pandai besih yang mengubah peralatan perang menjadi alat-alat pertanian yang produktif membangun kemanusiaan. Sahabat yang baik hati! Dalam menjalani tahun 2020 ini kesulitan apapun yang kita jalani, sekalipun masa krisis menimpa tetaplah memilih jalan yang disinari Tuhan. Jangan menyimpang dari jalan yang telah ditentukan Tuhan. Sahabatku, mari tetap berjalan di jalan terang Tuhan. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Minggu, 05 Januari 2020

KEPADANYALAH AKU BERKENAN

KEPADANYALAH AKU BERKENAN Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah mengambil waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Senin, 06/01/2020 Matius 3:17 (TB) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Matthew 3:17 (ASV) and lo, a voice out of the heavens, saying, This is my beloved Son, in whom I am well pleased. Salah satu peristiwa menggetarkan Yohanes Pembaptis dalam pelayannnya adalah membaptis Yesus. Selain Yohanes merasa tidak layak melakukan itu justru merasa seharusnya Yesuslah yang membaptis dia. Dia hanyalah hamba yang menyuarakan pertobatan agar orang mempersiapkan jalan bagi Mesias yang segera datang. Yesus itu mulia, sementara Yohanes pembaptis merasa bahwa membuka tali kasutNya saja dia tak layak. Namun Yesus menjawab Yohanes biarlah demikian terjadi sepatutnya untuk menggenapkan kehendak Allah (Baca Mat 3:14-15) Apa yang terjadi ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis? Ini suatu peristiwa keajaiban; langit terkoyak, Roh keluar seperti burung merpati dan suara berseru: Inilah Anakku yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan. Inilah Anakku yang kukasihi! Hal serupa dituliskan oleh Injil Markus 1:10-11). Bagi kaum Yahudi nas ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi kata-kata ini ada pada mazmur pelantikan raja (Band Mazmur 2:7). Raja-raja yang diangkat dan diurapi adalah disebut sebagai Anak Allah, Allah berkenan atas raja yang memimpin dan menggembalakan umatNya. Bangsa Israel menganut sistem theokrasi, artinya Allah sebagai raja atas umatNya. Sekalipun ada raja yang dipilih dan diurapi untuk pemimpin umat Israel, kapasitasnya adalah sebagai hamba Allah yang memerintah umatNya seturut dengan perintah dan kehendak Allah. Raja harus tunduk kepada Allah. Jika kita baca kisah Raja-raja dalam kitab Tawarikh selalu disebutkan penilaian atas raja yang memerintah: melakukan apa yang baik di mata Tuhan atau sebaliknya. Itulah sebabnya raja dipahami sebagai Anak Allah. Raja yang dilantik untuk menggembalakan umat atas perkenaan Allah. KepadaNyalah Aku berkenan! Apa yang dilihat dan didengarkan oleh Yohanes Pembaptis ini adalah proklamasi yang menahbiskan dan mengurapi Yesus sebagai Mesias - Hamba. Yesus bukanlah raja dalam arti pemimpin pemerintahan dan memulihkan kerajaan Israel sebagai bangsa namun mendirikan Kerajaan Allah lewat pelayananNya. Yesus memerintah bukan seperti raja-raja dunia, tetapi agar setiap orang berkenan menuruti kehendak Allah. Dialah Mesias yang dijanjikan nabi-nabi termasuk apa yang diserukan oleh Yohanes pembaptis. Dengan peristiwa ini Yohanes pembaptis menyaksikan sendiri bahwa nubuatan akan Mesias digenapi. Baptisan yang diterima Yesus penting karena segera setelah baptisan ini, Yesus memulai pekerjaannya. Tahap awal yang dilauinya adalah lulus dari pencobaan. Setelah Yesus menghardik iblis pada oencobaan ketiga baru Yesus melayani orang banyak: mengajar, menyembuhkan dan berkotbah serta melakukan berbagai tanda mujizat. Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan. Allah berkenan atas pelayananNya yang mebghadirkan Kerajaan Allah. Melalui tindakan dan perbuatan Yesus Allah memberitakan anugerah dan mewujudkan kasihNya bagi dunia. Peristiwa langit terkoyak dan keluar Roh seperti burung merpati; menunjukkan suatu peristiwa penting Allah turun ke bawah dan berkenan bersama umatNya di dunia ini melalui pelayanan Yesus Kristus. KepadaNyalah Aku berkenan! Suatu pernyataan kesediaan Allah untuk menerima manusia berdosa melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus berseru: datangkah kepadaku hai yang letih lesu dan berbeban berat (Mat 11:28). Akibat dosa manusia telah menderita, dan diperhamba dosa serta diasingkan dari kasih karunia. Namun di dalam diri Yesus Kristus Allah berkenan kepada kita. Kisah Para Rasul 4:12 (TB) Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia Sahabat yang baik hati, di dalam Yesus Kristus, Allah berkenan kepada kita. Yesuslah Anak Allah yang memulihkan umatNya kembali kepada Allah. Sahabatku inilah yang disyukuri, kita adalah anak-anak Allah yang berkenan bagi Allah karena penebusan Yesus Kristus. Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 04 Januari 2020

MENYAKSIKAN YESUS KRISTUS YANG PENUH KEMULIAAN, KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 5 Januari 2020 Nas: Yohanes 1:14-18 MENYAKSIKAN YESUS KRISTUS DI TAHUN 2020 YANG PENUH KEMULIAAN, KASIH KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, dalam suasana tahun baru kita dikejutkan dengan berita Banjir di Jakarta dan sekitarnya. Menang hujan seolah tiada henti menjlang akhir Desember hingga 1 Januari. Ini suatu tantangan bahwa alam dan cuaca semakin sulit dikendalikan oleh manusia yang menghantarkan kita memasuki bencana. Adanya bencana semakin menggunggah kepekaan kita terhadap korban untuk saling menolong dan peduli karena panggilan kemanusiaan kita. Pesan inilah yang kita tangkap memasuki tahun 2020 ini agar kita semua yang diperkenankan Tuhan memasuki 2020 semakin celik atas alam dan meningkatkan kepedulian sosial kepada saudara-saudara kita yang menghadapi bencana. Panggilan kemanusiaan ini sangat beralasan sebagaima dalam kotbah pada minggu ini yang diambil dari Yohanes 1:14-18. Demi menyelamatkan manusia, Tuhan mau turun dari kemuliaanNya dan menjadi daging. Firman menjadi daging itulah kehadaran Kristus yang menyelamatkan manusia yang kita rayakan pada Natal. Yohanes menjelaskan tentang bagaimana dunia ini diperbaharui oleh Yesus Kristus yang turun ke bumi. Firman yang telah menjadi manusia. Allah yang penuh kemuliaan turun ke bumi dan menjadi manusia. Dialah terang yang sesungguhnya yang menerangi dunia ini dari kegelapan. Yesus Kristus adalah Firman yang telah menjadi manusia disaksikan oleh Yohanes Pembaptis. Kesaksiannya telah membawa banyak orang mengenal kehendak Allah dan bertobat meninggalkan perbuatan dalam kegelapan. Menurut Yohanes, memang, Tuhan telah memberikan hukum Taurat kepada umatNya agar mereka melakukan perintah Allah, namun tak seorang pun benar karena melakukan hukum Taurat. Maka Hukum Taurat tidak menyelamatkan, tetapi telah menuntun manusia mengenal kehendak Allah sampai kepada pemenuhan janji keselamatan. Janji keselamatan itu dipenuhi didalam diri Yesus Kristus, Firman yang telah menjadi manusia. Untuk lebih mendalami kotbah ini, ada tiga pelajaran yang sangat berharga di Minggu ini bagi kita dalam mengawali Tahun Baru 2020 1. Mengenal karakter Yesus sang Firman menjadi daging: penuh kemuliaan, kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Dari keterangan ayat 14 di atas Yohanes memberikan penjelasan bahwa keselamatan yang kita nantikan ialah Firman yang telah menjadi manusia. Allah turun ke bumi dan menjadi manusia. Allah yang adalah Firman, mulia dan agung turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia dalam dunia. Dialah terang yang menerangi dunia yang gelap. Dunia ini tidak mengenal terang karena diliputi oleh kegelapan. Dunia ini akan binasa, namun dengan kehadiran Yesus Kristus sang terang dunia, dunia akan dipenuhi dengan sinar kemuliaan Allah. Allah menggenapi janjinya dengan caranya sendiri. Hal ini digambarkan oleh Injil Yohanes adalah “Firman yang telah menjadi manusia”, Dia adalah Allah yang turun ke bawah, menjadi manusia diam dan bersama-sama dengan manusia. Mengapa Firman menjadi manusia? bukankah manusia telah berdosa dan menyimpang dari jalan Allah. Itulah kasih karunia Allah yang senantiasa kasih dan yang berkenan memberikan kelepasan bagi manusia. Allah bersedia turun ke bawah untuk menyelamatkan dunia ini yang ditutupi oleh kegelapan. Kesaksian Yohanes ini telah disambut dan diterima umat, sehingga banyak yang bertobat dan memberi diri mereka dibaptis. Ada tiga predikat yang melekat Yesus Kristus sang Firman yang telah menjadi manusia dalam ayat 14 adalah penuh kemuliaan Allah, Penuh kasih karunia dan Kebenaran. Ketiga istilah ini menjadikan kita mengenal Yesus Kristus sepenuhnya dan mengapa dia harus turun ke bumi, yaitu: a) Penuh dengan kemuliaan Allah. Firman yang telah menjadi manusia ini adalah penuh kemuliaan. Yesus tidak sama seperti Adam lama. Jika Adam dibentuk dari tanah dan diberikan kemuliaan karena diciptakan segambar dengan rupa Allah namun telah jatuh oleh dosa. Makna kesegambaran itu rusak.oleh dosa. Yesus Kristus sang Firman yang telah menjadi manusia (humaliation), turun ke dalam dunia ini dengan penuh kemuliaanNya dengan tujuan untuk memulihkan kemuliaan manusia yang segambar dengan rupa Allah. b) Penuh kasih karunia: Firman yang telah menjadi manusia, tidaklah hakim yang melucuti manusia dengan mendakwa dosa-dosa dan pelanggaran, tetapi Yesus Kristus turun kebumi membawa anugerah Allah. Dia hadir sebagai Tuhan yang penuh Rahmat dan kasih karunia, yang mengampuni dan memaafkan. c) Penuh kebenaran, Firman yang telah menjadi manusia hadir di dunia ini untuk.membenarkan manusia dari segala pelanggaran. Manusia yang telah menyimpang, melanggar dan membelok dari kehendak Allah dibenarkan didalam diri Yesus Kristus. Kehadiran Yesus Kristus hendak memulihkan manusia agar hidup benar dihadapan Tuhan dan mengaaihi Tuhan dengan penuh kasih setia dan cinta kasih Ketiga istilah ini menjadikan kita mengenal Yesus Kristus sang Firman yang telah menjadi manusia. Dia datang untuk memulihkan manusia yang hina karena jatuh dalam dosa dipulihkan kembali untuk menerima manusia baru. Manusia yang tidak setia.memeliharanperintah Allah dibenarkan di dalam diri Yesus Kristus. 2. Memasuki tahun baru panggilan menyaksikan iman dengan meneladani Yohanes Pembaptis. “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Yoh 1:14 Yohanes Pembaptis adalah teladan dalam mengenal dan menyaksikan Tuhan. Sebagai pendahulu, Yohanes Pembaptis melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga banyak orang bertobat. Sebagai bukti pertobatan mereka bersedia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Dari berbagai lapisan, Yohanes pembaptis mengurus, Bagaimana Yohanes Pembaptis menjadi teladan mengebal dan menyaksikan Tuhan? a) Terus menyuarakan pertobatan. Menurut Para Ahli Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis adalah anggota kaum Essenne, suatu komunitas yang menghayati pertobatan dan kesalehan pribadi. Mereka dalam jangka waktu tertentu mundur dari kesibukan dengan bersemedi untuk meraih pencerahan Budi. Artinya sebelum memulai pelayanannya Yohanes Pembaptis telah terlebih dahulu mempersiapkan dirinya menyongsong Tuhan, baru menyuarakan persiapan orang lain. b) Tetap berseru-seru dipadang gurun. Ini suatu istilah yang menarik. Siapa yang mendengarkan suara di padang gurun? Pasti sepi, lengang dan tak ada yang menghiraukan. Sekeras alapun suara yang diserukan, pasti tidak banyak orang yang mendengarnya. Sekalipun demikian Yohanes Pembaptis terus menyuarakan pertobatan tanpa dipengaruhi banyak kecilnya orang yang mendengarkannya. Jadi Yohanes menyaksikan Yesus Kristus tanpa pertimbangan ramai tidaknya dia melayani, banyak kecilnya orang yang mendengarkan. Baginya fokus utama adalah menyerukan pertobatan. c) Kerendahan hati: Yohanes Pembaptis menyaksikan Yesus Kristus dengan penuh kesederhanaan dan rendah hati. Dia menyadari dirinya siapa di hadapan Tuhan. Dia sadar bahwa membuka tali kasutnya pun dia tak layak (Yoh 1:27). Dalam perkembangan pelayanan yang dilakukan Yohanes, sekalipun semakin banyak muridnya dan bertambah-tambah orang yang dibaptisnya, Yohanes Pembaptis tetap rendah hati melayani. Dia berkata: "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (Yoh 3:30) Dalam menyongsong Tuhan di Minggu Advent II ini, marilah teladani sikap Yohanes Pembaptis. 3. Hukum Taurat pembimbing sampai kepenuhan janji Allah. Yohanes 1:17 (TB) sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Pada bahagian ketiga ini, Yohanes memberikan pengajaran yang sama dengan pemahaman pandangan Paulus tentang hukum Taurat. Hukum Taurat diberikan Musa untuk membentuk bangsa Israel menjadi umat Tuhan yang kudus. Di dalam Hukum Taurat, kita mengenal kehendak Allah, mengenal dosa dan pelanggaran kita. Jadi hukum Taurat tidak menyelamatkan, karena tak seorang pun benar karena setia melakukan hukum Taurat.allah telah memenuhi janji keselamatan itu didalam diri Yesus Kristus, Firman telah menjadi manusia. Keselamatan itu adalah anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Sebelum janji itu dipenuhi, hukum Taurat adalah pembimbing dan penuntun keapda Injil. Galatia 3:24-25 (TB) Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sahabatku, Tuhan memberkati kita semua menyaksikan kasih karunia Tuhan dalam menjalani tahun 2020. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak Notes: teks kotbah ini telah dikotbahkan pada Advent II, 8 Des 2019 lalu. Setelah direvisi sesuai dengan nama Minggu dengan beberapa catatan disesuaikan kepada konteks memasuki 2020.

Jumat, 03 Januari 2020

MEGAHKANLAH TUHAN

MEGAHKANLAH TUHAN Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 03/01/2020 Mazmur 147:12 (TB) Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Psalms 147:12 (ASV) Praise Jehovah, O Jerusalem; Praise thy God, O Zion. Megahkanlah Tuhan, suatu undangan terhadap umat Allah untuk memuji dan memasyurkan Tuhan atas segala perbuatanNya dan yang telah memberkati umatNya. Sebutan yang dipakai untuk umat Allah adalah penduduk Sion atau Yerusalem untuk menyanyikan dan memegahkan Tuhan atas segala perbuatanNya yang besar. Sebutan "Sion" adalah nama yang diberikan oleh Daud sendiri sebagai pusat pemerintahan dan Yerusalem sebagai pusat Ibadah (band Zak 9:9). Di Sion menjadi pusat Pemerintahan Yehuda sejak zaman Daud menyatukan seluruh suku-suku Israel. Sedangkan "Yerusalem" adalah sebutan yang sama untuk kota Daud, namun lebih merujuk kepada makna di sini dibangun Bait Allah yang direncanakan Daud dan terlaksana jaman raja Salomo. Ketika Daud berhasil memindahkan Tabut Perjanjian ke Sion, Daud menari-nari bersama bangsa Israel (2 Sam 6:16). Sampainya Tabut Perjanjian itu tanda bagi Daud, Tuhan berkenan hadir di kota Sion dan memberkati Sion pusat pemerintahan yang dirancangnya menyatukan suku-suku Israel. Salomo juga demikian, ketika usai membangun Bait Allah, Salomo dan seluruh bangsa Israel memuji dan memuliakan Tuhan. Mereka melakukan pesta yang paling meriah sepanjang sejarah Israel sebagai ungkapan syukur atas kehadiran Allah di Sion dan Yesalem (2 Taw 15:1dyb). Konteks Mazmur 147, disebutkan berbagai alasan untuk memuji dan memegahkan Tuhan Allah. Allah telah memulihkan Sion, Allah telah membebaskan orang tertindas dan telah mengumpulkan Israel yang tercerai berai. Mazmur 147:2 (TB) TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai; Ungkan-ungkapan yang disebutkan dalam ayat 1-11 menunjukkan perbuatan Tuhan yang nyata atas bangsa Israel setelah selesai membangun Yerusalem, kesejahteraan, kenyamanan dan berkat lainnya. Apakah mazmur ini dimaksudkan setelah pemusatan Sion dan Yerusalem sebagai pusat pemerintahan dan Pusat ibadah atau zaman setelah pembuangan dimana umat Allah telah berhasil merampungkan pembangunan Tembok Yerusalem. Semua itu bisa saja kita terima, karena perbuatan Allah yang besar pada umatNya. Maka seharusnya lah penduduk Sion atau Yerusalem memegahkan Tuhan yang Mahadahsyat. Memegahkan Tuhan adalah kewajiban penduduk Sion atau Yerusalem karena Tuhan telah berkenan hadir disana dan memberkatinya. Megahkanlah Tuhan! Undangan untuk memegahkan Tuhan ini sangat beralasan, Mazmur 147:13-20 (TB) disebutkan berbagai alasan yang telah dialami oleh penduduk Yerusalem. - meneguhkan tembok Yerusalem - memberkati anak-anakmu - melimpahkan kesejahteraan dan mengenyangkan mereka dengan gandum yang terbaik. - menata musim dengan baik sehingga menghasilkan pertanian dan peternakan terbaik - berdaulat atas segala bangsa yang mendatangkan kebaikan bagi umatNya Dari berbagai alasan yang telah dikemukakan di atas tentulah masih banyak perbuatan Tuhan yang telah dialami dan disaksikan sendiri oleh umat Allah yang tidak didaftarkan oleh pemazmur. Maka sebagai respon dan tanggung jawab yang menerima perbuatan Tuhan, umat Allah wajib memegahkan Tuhan. Sahabat yang baik hati! Marilah ikut memegahkan Tuhan seperti undangan mazmur ini. Sekalipun mengakhiri tahun 2019 dan mengawali 2020 kita menerima musibah yang tidak terpikirkan sebelumnya dengan musibah banjir yang merendam kota Jakarta dan sekitarnya. Jangan berputus asa, jangan bersungut-sungut tetapi tetaplah kita jalani dengan penuh keyakinan dan iman percaya, Tuhan mampu melakukan perbuatan dahsyat untuk menolong dan menyelamatkan kita umatNya. Bahkan dalam iman harus kita aminkan, bahwa Tuhan telah mempersiapkan apa yang terbaik dalam hidup kita di tahun 2020 ini. Karena itu dalam segala keadaan, megahkanlah Tuhan. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Kamis, 02 Januari 2020

TALI KESETIAAN DAN IKATAN KASIH

TALI KESETIAAN DAN IKATAN KASIH Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat, 0/12/2020 Hosea 11:4 (TB) Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. Hosea 11:4 (ASV) I drew them with cords of a man, with bands of love; and I was to them as they that lift up the yoke on their jaws; and I laid food before them. Kritik nabi Hosea terhadap umat Israel adalah menyoroti pelanggaran mereka terhadap Tuhan. Pelanggaran itu sangat buruk digambarkan dengan istilah perselingkuhan. Ibarat dalam satu rumah tangga, seorang isteri yang meninggalkan suaminya dan pergi kepada yang lain. Demikian umat Tuhan meninggal Allah Israel percaya kepada Ilah lain. Reaksi keras dari Tuhan atas perilaku umatNya yang berbalik dari Allah kepada ilah lain adalah Lho Ruhama dan Lho Amy. Kedua istilah ini muncul satu-satunya di kitab Hosea menggambarkan Israel. Lho Ruhama artinya Aku tidak mengasihimu dan Amy: Bukan UmatKu, Lho Ruhama. Suatu sikap dan respon dari Tuhan atas ketidak setiaan umat Tuhan. Sekalipun sedemikian kerasnya, namun Hosea membuka suatu ruang untuk belas kasihan bahwa Allah tetap setia pada perjanjianNya; Allah mengikat perjanjian. Disinilah kemurkahan Allah atas ketidak setiaan umat, namun tetap didalam rahim kasih karunia karena terikat dengan perjanjian. Dalam nas renungan hari ini, sekalipun umat Israel telah berbalik bahkan Allah sendiri tidak pernah melupakan kasihnya kepada umatNya. Allah tetap memelihara cinta kasih dan tetap setia kepada umatNya. Hosea menyampaikan rencana Tuhan yang mengampuni Ketidak setiaan mereka tidak dibalaskan dengan hukuman. Kalau pun ada ganjaran itu hanyalah hukuman yang mendidik dan menginsafkan kesalahan yang mereka perbuat. Bagi Hosea bukan berarti Tuhan membiarkan umatNya sengsara, namun hukuman dan ganjaran yang akan menimpa menjadi cara yang digunakan Allah agar mereka menyadari pelanggaran dan ketidak setiaannya. Sekalipun sedemikian buruknya pelanggaran yang dilakukan umatNya, TUHAN memelihara tali kesetiaan dan cinta kasih. Itu semua dilakukan karena ikatan perjanjian yang kekal, sejak leluhur mereka Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan telah menjadikan Israel menjadi umat pilihanNya dan perjanjian itu kekal. Lihatlah Hosea menganjurkan pada 10:12 "Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan." Menurut Hosea, kesalahan dan pelanggaran lsrael tak akan menjadi penghambat untuk berbalik kepada Tuhan. Sahabat yang baik hati! Inilah janji Tuhan yang harus kita yakini. Janjinya tetap, apa yang dijanjikanNya sejak semula Tuhan akan tetap memenuhi janjiNya. Dalam menjalani 2020 ini. Marilah tetap teguh dalam pengharapan kepada Tuhan. Sahabatku, TUHAN memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Rabu, 01 Januari 2020

TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

TERANG BAGI BANGSA-BANGSA Selamat pagi! Sahabat yang baik hati, suasana tahun baru kiranya menyemangati kehidupan dalam melakukan aktifitas. Sebelum memulai aktifitas mari luangkan waktu untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 02/01/2020 Yesaya 51:4 (TB) Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa. Isaiah 51:4 (RWV) Hearken to me, my people; and give ear to me, O my nation: for a law shall proceed from me, and I will make my judgment to rest for a light of the people. Ada ungkapan orang Batak mengatakan: "pantun hangoluan, tois hamagoan", artinya menuruti nasehat akan selamat dalam hidup dan bila abai dan lomba akan mendapat celaka." Pesan ini biasanya disampaikan ketiga seseorang pergi merantau jauh dari orang tua. Dia akan memulai kehidupan bari tanpa bimbingan orang tua. Maka satu-satunya agar selamat dalam menjalani kehidupan baru adalah mendengarkan nasehat. Nabi Yesaya dalam renungan hari ini juga meminta perhatian umat Allah yang terbuang di Babelonia. Memang bagaimana perasaan orang yang terbuang, tentulah sulit menerima nasihat dan saran karena sudah ada yang apatis, tidak peduli bahkan ada diantara mereka sudah tak mau lagi berpengharapan. Untunglah ada sekumpulan kecil yang disebut dengan "sisa-sisa Israel" masih terus berdoa dan berpengharapan kepada Tuhan, kelak mereka akan kembali ke Yerusalem. Sisa-sisa Israel ini percaya bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan bangsa Israel. Sisa-sisa inilah yang mau mendengarkan ajakan nabi, mereka sangat giat mencari Tuhan dan hidup dalam kebenaran dan dengan tekun bertekun menantikan keselamatan dari Allah. Menantikan Mesias yang akan memulihkan Sion dan Yerusalem.  Hal inilah yang diyakinkan oleh Yesaya dengan mengatakan firman Tuhan: perhatikanlah suaraKu dan pasanglah telinga kepadaKu. Ajakan agar mereka fokus pada Tuhan saja yakin dan percaya bahwa penantian mereka tidak akan sia-sia, pencarian mereka tidaklah usaha menjaring angin. Mereka akan menemukan apa yang mereka cari yaitu keselamatan dari Tuhan. Tuhan penyelamat yang kekal. Allah itu adalah Allah yang maha kuasa..kuasanya tanpa batas, Allah bekerja dan berkarya bukan hanya pada leluhur Israel, tetapi Allah berdaulat atas segala bangsa. Karena itu Allah dapat memerintahkan bangsa asing untuk menghukum dan memberkati umatNya. Hukum Tuhan bukan saja mendatangkan kebaikan pada umatNya, tetapi hukum Tuhan akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Bagaimana orang percaya memenangkan pergumukan iman? Lihatlah bagaimana Daniel dkk, Tuhan melindungi Daniel dalam hukuman mati yang mereka jalani di gua singa dan dimasukkan dalam tungku bara api yang menyala-nyala namun mereka terjaga dan dilindungi Tuhan. Peristiwa itu membuat Nebukadnezar memuji dan memuliakan Tuhan. Demikian dengan raja Cyrus raja Persia, setelah menahlukkan Babel dia memerintahkan agar bangsa Israel kembali Yerusalem dan hidup menurut hukumNya (baca kisahnya dalam kitab Nehemia dan Ezra) Pada catatan sejarah gereja, Romawi yang membatas dan menindas orang Kristen mula-mula..tapi mereka bertekun, maka tahun 313 saat Konstantinus Agung menjadi kaisar akhirnya menerbitkan Adik Milano berisi tentang kebebasan beragama. Kaisar mengakui gereja dan diberi kebebasan untuk melaksanakan Ibadah . Pada tahun 380 akhirnya Kekaisaran Romawi menjadikan Kristen sebaga agama resmi Kekaisaran Romawi. Itulah perjalanan bahwa Hukum Allah menjadi terang bangsa-bangsa. Sahabat yang baik hati! Tuhan itu bekerja dan rancangannya sangat jauh ke di luar jangkauan pikiran kita. Maka apapun keadaan yang menimpa kita jalani terus dan berikanlah perhatian kepada suara Tuhan dan dengarlah perintahNya. Tuhan akan menyertai dan menghantarkan kita menjalani hari-hari kita. Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Amin Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

DALAM KESUSAHAN TETAP BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu Misericordias Domini Minggu, 19 April 2026 Ev. Habakuk 3:10-19 DALAM KESUSAHAN BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN Selamat Har...