Rabu, 11 April 2018

JANGAN TAKU, TETAPLAH MEMBERITAKAN INJIL

JANGAN TAKUT, TETAPLAH MEMBERITAKAN INJIL

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati marilah menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 12/04/2018

Kisah Para Rasul 18:10 (TB)  Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."

Acts 18:10 (RSV)  for I am with you, and no man shall attack you to harm you; for I have many people in this city."

Jangan takut, teruslah memberitakan Injil dan jangan diam!  Inilah pesan Tuhan kepada Paulus ketika berada di Korintus. Jika kita baca keseluruhan pasal 18 ini, ada situasi yang menakutkan bagi kalangan Yahudi, karena Kaisar Klaudius memerintahkan agar Yahudi meninggalkan kota Roma (ay 2b). Kebijakan itu bisa saja karena ketakutan Romawi terhadap pemberontak Yahudi atau juga kebijakan yang sengaja dibuat Kaisar untuk menarik simpatik warga kota Roma pada kaisar dengan mengusir orang asing dari kota itu. Dampak kebijakan itu membuat wagra Yahudi meningalkan kota Roma dan kembali ke kampung asalnya atau kota lain yang dianggap aman untuk tinggal. Pada kesempatan inilah Akwila dan Prskila berjumpa dengan Paulus di kota Korintus yang berasal dari Pontus. Akwila dan Priskila adalah satu keluarga yang menjadi pengikut Kristus dan mempersembahkan hidup mereka menjadi penopang pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus.

Apa yang mau kita lihat disini? Dampak dari kebijakan Klaudius, menjadi moment perjumpaan Paulus dengan keluarga Akwila dan Priskila. Keluarga ini diberkati Tuhan menjadi penopang Paulus dalam memberitakan Injil. Hal seperti ini sangat penting untuk kita sadari bahwa dalam segala keadaan Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang dikasihiNya (Rom 8:28)

Jika Perjumpaan Paulus dengan Akwila dan Priskila yang menguatkan Paulus, beda lagi perjumpaan di beberapa kalangan Yahudi ketika Paulus mengajar di synagoge. Banyak dari kalangan Yahudi yang tidak suka terhadap Paulus, yang memberitakan tentang Yesus adalah Mesias. Orang Yahudi melakukan propaganda, hendak menangkap dan memenjarakan Paulus. Dalam situasi inilah Paulus menerima meneguhan dari Tuhan. Kaum Yahudi tidak suka terhadap Paulus memberitakan Yesus.
Kisah Para Rasul 18:9-10 (TB)  Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."
Disini Paulus menerima peneguhan dan jaminan pemeliharaan Tuhan. Tuhan akan menyertainya dan akan banyak orang yang akan percaya. Hal itu terbukti selamat satu setengah tahun Paulus tinggal di Korintus memberitakan Injil dan banyak yang percaya, aman dan tidak ada orang yang menganiaya dan mengganggunya.

Sahabatnyang baik hati! Apa yang dialami Paulus adalah hal yang sering terjadi dalam hidup kita. Ketika kita berusaha melakukan sesuatu yang baik akan ada dua sisi yang terjadi; menerima dan mendukung di satu sisi, namun disisi lain akan ada yang menolak dan menentangnya.  Paulus tidak berada pada perhitungan kedua ini, namun dia fokus kepada peneguhan dan pengutusan Allah agar terus memberitakan Injil. Dia tidak brrhenti ketika ditolak,  Yakin dan percaya Tuhan menyertainya dalam melaksanakan pemberitaan Injil. Dia tidak melakukan missi atas hitungan berapa jumlah yang mendukung atau menolaknya, tetapi setia kepada amanat agung Tuhan Yesus Kristus yang mengutusnya memberitakan Injil. Paulus tidak takut menunaikan tugasnya karena dia percaya kepada penyertaan Tuhan. Hal ini perlu kita lakukan dalam hidup ini, lakukan tugas dengan baik bukan untuk dipuji orang, jangan berhenri karena kritik dan menolak ide kita. Fokus kepada tujuan dan niat baik anda. Tuhan akan menyertai dan mewujudkannya dan akan banyak orang yang menyambut dan mendukung anda.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Selasa, 10 April 2018

SEPERTI BAYI YANGBHAUS AKAN SUSU

SEPERTI BAYI YANG HAUS AKAN SUSU

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Rabu, 11/04/2018

1 Petrus 2:2 (TB)  Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

1 Peter 2:2 (RSV)  Like newborn babes, long for the pure spiritual milk, that by it you may grow up to salvation;

Spiritual milk demikian terjemahan Revised Standar Version; "susu rohani", seorang Kristen  yang barunlahir baru membutuhkan susu rohani agar iman bertumbuh dengan baik. Susu rohani itu tentulah firman Tuhan, karena firman Tuhanlah yang menyegarkan dan menumbuhkan iman, (Rom 10:17). Petrus memakai analogi bayi dengan kebutuhan susu, demikianlah jemaat mula-mula bertumbuh sangat tergantung pada firman dan pengasuhan Tuhan.

Spiritual milk suatu istilah ini sangat tepat untuk memberikan penjelasan bahwa iman yang kekristenan itu harus diasuh seperti mengasuh bayi. Bayi tidak bertumbuh dari dirinya sendiri, namun karena rangkulan kasih sayang dan tergantung sepenuhnya atas pengasuhan ibunya. Bayi sangat membutuhkan susu, karena dia belum bisa makanan keras. Bayi butuh kasih sayang,  perhatian dan pengasuhan karena bayi tidak bisa otomatis mandiri namun ada tahapan-tahapan yang dilalui dari banyi, batita, balita, anak, remaja, dewasa dan lanjut usia. Bayi itu hidup dan bertumbuh oleh karena pengasuhan orangtuanya. Gambaran ini pula yang dipakai oleh rasul Petrus tentang hidup orang percaya sepenuhnya tergantung kepada Allah.

Seperti bayi yang haus akan air susu murni dapat kita artikan sebagai berikut:  1) Hidup orang percaya sepenuhnya tergantung pada pengasuhan Tuhan, 2) Orang percaya bertumbuh bukan karena kemampuan dan kemandirian yang kita miliki namun  dalam pengasuhan Tuhan, 3)  seorang bayi tidak tetap bayi akan bertumbuh melalui proses dan melalui tahapan-tahapan hingga menjadi Kristen dewasa.

Analogi seperti bayi memberikan penjelasan yang kongkrit bahwa  keselamatan yang kita terima didalam diri Yesus Kristus tidaklah tiba-tiba menjadi matang dan dewasa tetapi dimulai dari hal kecil seperti pertumbuhan bayi. Biasanya bayi hanya tahu menangis saja menyampaikan akan hal apapun namun ibu yang mengasuhnya penuh dengan kasih akan memberikan apa yang dibutuhkannya. Demikianlah Allah sayang pada kita dan diasuh dalam rangkulan kasihNya. Analogi seperti bayi memiliki makna mendalam bahwa orang percaya akan menjalani proses tahapan demi tahapan hingga sampai kepada kedewasaan iman. Bayi tidak akan tetap bayi tetapi akn terus bertumbuh baik fisik, kedewasaan dan kecakapan. Demikian hidup orang percaya jangan tetap terus Kristen susu, namun harus beranjak melalui tahapan-tahapan hingga dewasa. Iman yang dewasa adalah bukan lagi dilayani tetapi produktif dalam pelayanan.  Jika jemaat mula-mula masih dapat kita terima sebagai Kristen susu, namun seturut dengan waktu harus ada pertumbuhan agar menjadi Kristen dewasa. Sebagaimana dipesankan oleh Paulus: 1 Korintus 3:2 (TB)  Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.

Sahabat yang baik hati, hiduplah dalam pengusahan Tuhan, seperti bayi yang tergantung sepenuhnya kepada pengasuhan Allah.  Bertumbuh dalam iman dari bayi hingga dewasa. Jangan tetap menjadi Kristen susu: yang dilayani, diperhatikan, dipenuhi kebutuhannya namun kita harus beranjak menjadi Kristen dewasa: ikut melayani dan produktif dalam hal kebaikan sesama.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara!

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Senin, 09 April 2018

BERANGKAT DENGAN SUKACITA DIHANTARKAN DENGAN DAMAI

BERENGKAT DENGAN SUKACITA DAN DIHANTARKAN DENGAN DAMAI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak untuk  berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 10/04/2018

Yesaya 55:12 (TB)  Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.

Isaiah 55:12 (RSV)  "For you shall go out in joy, and be led forth in peace; the mountains and the hills before you shall break forth into singing, and all the trees of the field shall clap their hands.

Sukacita dan bahagia adalah dambaan setiap orang. Coba kita periksa dari seluruh aktifitas kita dari pagi sampai sore hingga larut malam apa tujuan dari semua yang kita lakukan?  tentu seluruhnya kita lakukan demi kebahagiaan sekalipun demi sukacita dan bahagiaan itu kita harus berlelah, berjerih dan berjuang. Nats renungan ini adalah bahagian dari janji Allah kepada umat Allah dalam pembuangan. Di pembuangan mereka berduka, menderita, sesak dan piku. Tertindas dan jadi budak di negeri asing. Ini adalah penderitaan yang sangat dalam dan mereka bermimpi menjadi bangsa yang kelak kembali ke Negeri mereka, membangun bangsa mereka menjadi bangsa yang penuh sukacita, bahagia dan aman dari tekanan bangsa.

Tuhan tahu apa yang paling dirindukan oleh umat Allah selama pembuangan. Suka cita dan bahagia, damai sejahtera dan sentosa itulah yang akan diberikan oleh Allah kepada umat Allah dalam pembuangan. Bagaimana mereka memperoleh itu? Mereka akan kembali ke pembuangan bukan karena kekuatan mereka atau kemampuan mereka mengalahkan Babelonia. Namun Tuhan sendiri yang bertindak merencanakan pembebasan umat Allah dari pembuangan.

Berangkat dengan sukacita dan dihantarkan dengan damai. Berangkat dan dihantar, kedua kata ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya memberangkatkan mereka keluar dsri Babel, namun menuntun dan menghantarkan dengan damai sampai ke Yerusalem. Berangkat dengan sukacita, itu berarti Allah membekali mereka tentang apa yang mereka butuhkan selama perjalanan dan selama tinggal di Yerusalem. Jika kita baca Yes 45:1-4: Allah mempersiapkan Raja Kores membebaskan umatNya, diperintahkan membangun kembali Yerusalem dan pembangunan tembok Yerusalem dan membekali mereka dengan harta benda. Jadi mereka tidak perlu ragu untuk berangkat karena Tuhan telah mempersiapkan bekal mereka. Ezra 1:6 (TB)  Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.

Dihantar dengan damai: perjalanan dari Babel ke Yerusalem merupakan perjalanan penuh resiko, menempuh perjalanan lebih dari 800 km akan rentan bagi orangtua, anak-anak dan perempuan. Sekalipun berjalan dalam resiko yang sangat rentan bagi mereka namun Tuhan tidak membiarkan mereka berjalan sendirian. Tuhan tidak membiarkan mereka diganggu oleh perampok dan perompak, tetapi mereka akan berjalan dengan damai sejahtera sampai ke tujuan tanpa gangguan. Sampainya unat Allah di Yerusalem bukan hanya sukacita bagi mereka namun sukacita bagi alam dan lingkungan hidup: gunung, bukit, pohon dan mahluk lainnya bersorak-sorai. Kota yang tinggal puing akan kembali jaya.

Sahabat yang baik hati!  Diberangkatkan dengan sukacita dan dihantarkan dengan damai sejahtera. Alam juga merayakan sukacita umat Allah keluar dari pembuangan Babel. Ini jugalah jaminan bagi kita bahwa Tuhan senantiasa memberangkatkan kita dengan sukacita dan menghantarkan kita dengan damai sejahtera kepada tujuan dan cita-cita kita masing-masing. Tuhan itu baik dan penuh kasih sayang yang menganugerahkan berkatnya bagi kita. Tuhan tahu dan mempersiapkan yang terbaik dalam hidup kita.

Sahabatku! Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 07 April 2018

MEMGASIHI YESUS DAN TUGAS PENGGEMBALAAN


MENGASIHI YESUS DAN TUGAS PENGGEMBALAAN (Yohanes 21:15-19)

Selamat Hari minggu! Sahabat yang baik hati. Dalam setiap injil ada pengutisan yang disampaikan Yesus kepada murid-murid, itulah yang kita sebut misi agung. Misi Agung versi Injil Yohanes menekankan tugas penggembalaan sebagaimana kita baca dalam perikop kotbah minggu ini. Hal ini agak berbeda dengan Injil Synoptik yang menekankan Pemberitaan Injil. Matius menekankan menjadikan segala bangsa jadi murid dan memgajarkan semua bangsa melakukan kehendak Allah (Mat 28:19), Markus menekankan Injil ke segala mahkluk, semua mahluk hidup ikut dalam cakuoan keselamatan Allah (Mark 16:15) dan Lukas menekankan saksi Kristus sampai ke ujung bumi (Kis 1:8). Pengutusan dalam Injil Yohanes menekankan tugas penggembalaan. Hal ini menekankan bahwa tugas murid adalah untuk meneladani Yesus Sang Gembala Yang Baik.
 
Sekarang marilah kita ambil beberapa pelajaran berharga dari kotbah ini:

1. Melakukan Dengan Kasih
Sebelum memberikan tugas penggembalaan, Yesus memanggil Petrus dan menanyakan kesungguhan hatinya apakah benar-benar mengasihi Yesus. Pertanyaan ini bukan hanya ditanyakan satu kali, tetapi pertanyaan yang sama diajukan sebanyak tiga kali. Simon Anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? (Ay 15,16 dan 17).  Tiga kali pertanyaan ini benar-benar mau menuntut komitment Petrus yang sesungguhnya. Pertama dan kedua Petrus menjawab dengan lugas, namun ketika menjawab Yesus menanyakan dia ketiga kalinya Petrus menggumulinya lebih dalam dan ada sesuatu dibalik pertanyaan ini. Ini bukan suatu pertanyaan biasa.  Ada beberapa penafsir, pertanyaan ini tiga kali untuk memulihkan Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus ketika menghadapi persidangan Pilatus. Yesus menyapa dia itu adalah sikap baik, sekalioun Petrus menyangkalnya namun Yesus menunjukkan kaaih sayangnya. Maka Yesus hendak mengetahui sikap Petrus yang sesungguhnya.  Yesus hendak meminta kesungguhan hati dan komitmen Petrus sang Batu Karang.

2. Butuh Komitmen!
Gembalakanlah domba-dombaku!  Kalimat ini tiga kali diulangi (Ay  15,16 dan 17). Mengapa sampai tiga kali ini membutuhkan komitmen dan kesungguhan hati. Sebagaimana kita tahu, Petrus pribadi yang meledak-ledak namun cepat patah arang. Ketika peristiwa Getsemane Petrus berkomitmen tidak akan meninggalkan Yesus dan berjanji mempertaruhkan nyawanya demi Yesus namun lihatlah ketika Yesus diadili Latus Petrus menyangkal 3 kali. Penegasan ini yang diingatkan oleh penulis Injil Yohanes.
Tugas penggembalaan itu adalah memelihara dan merawat milik Yesus Kristus. Itu bukanlah Surat Tugas biasa, namun tugas yang maha berat karena menggembalakan milik Yesus Kristus.  Menggembalakan jiwa manusia bertanggungjawab kepada Yesus Kristus. Menggembalakan komunitas mulai dari anak-anak hingga lansia, tidak boleh ada yang terlantarkan. Domba-domba dalam PB diartikan sebagai pengikut Yesus Kristus. Pengikut Yesus Kristus membutuhkan pelayanan dari seorang gembala; mendidik dan mengajar dan mengantisipasi roh jaman yang siap sedia menggeser nilai-nilai kekristenan dan nilai-nilai kemanusiaan.  Gereja mula-mula akan menghadapi berbagai kesulitan, himpitan dan tekanan. Mereka akan menghadapi kekerasan dan kekejaman, fitnah, pengejaran dan penganiayaan hingga mati martyr. Maka sangat dibutuhkan gembala yang menuntun jiwa mereka agar tetap bertahan memikul salib.

3. Tugas Menyeluruh
Gembalakanlah domba-dombaku! Kata "gembalakanlah" dalam kata Yunani dipakai dua istilah ay 15 dan ay 17 βόσκε (boske) dan pada ayat 16 dipakai ποίμαινε (poimaine). Boske artinya berilah mereka makan. Tugas penggembalaan itu menyangkut hidup yang sejahtera.  Sedangkan poimaine dipakai pada tugas gembala sehari-hari menunjukkan tanggungjawab, pengorbanan dan kemampuan mendatangkan segala kebaikan bagi kawanan gembalaannya.  Dengan kedua istilah ini menjelaskan tugas penggembalaan adalah menyeluruh atas kebutuhan jemaat.

Gembalakanlah domba-domba Ku, ini suatu pengutusan  bagi seluruh orang percaya dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing: baik di rumah, keluarga, pekerjaan dan di sosial masyarakat. Mari lakukan dengan penuh kasih sayang, kesungguhan hati dan pamrih. Tuhan memberkati.

Kotbah minggu ini mengingatkan tugas utama gereja menggembalakan jemaat. Jemaat saat ini menghadapi problematik jaman now yang sangat komplek. Gereja harus hadir pemberi air segar dan penuntun umat manusia kepada jalan kebenaran agar tak sesat ditelan zaman.
Sahabat yang baik hati, janganlah mau disesatkan rupa-rupa dunia ini ada tetapi hendaklah hidupmu dituntun dalam kasih dan penyertaan Tuhan Yesus. Yesus adalah Gembala Yang Baik yang menuntun kita ke air yang tenang dan kepadang rumput hijau. Gereja perantara Kristus memberikan petunjuk dalam hidup dan memberitakan firman sebagai suluh. Rawat dan peliharalah pertumbuhan iman kita dengan memelihara hubungan pribadi dengan Tuhan. AMIN

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Jumat, 06 April 2018

KEBANGKITAN YESUS PEMBERI SEMANGAT DALAM MELAYANI

KEBANGKITAN YESUS PEMBERI SEMANGAT DALAM MELAYANI

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Sabtu, 07/04/2018

2 Timotius 2:8a (TB)  Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati

2 Timothy 2:8a (RSV)  Remember Jesus Christ, risen from the dead

Satu minggu ini renungan harian kita terus berbicara tentang makna kebangkitan Yesus Kristus.  Semua ayat-ayat renungan yang telah kita baca tersebut memperkaya kita akan arti kematian dan kebangkitan Kristus dalam hidup orang percaya. Termasuk hari ini Paulus mengingatkan Timoteus agar dalam seluruh pelayanan yang dilakukan dan tantangan serta kesulitan yang dihadapi dalam pelayanan mengingat Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati. Paulus hendak menekankan bahwa kebangkitan Kristus merupakan sumber motivasi dan semangat baru bagi Timoteus agar tetap bertekun dalam pelayanan. Jangan kecut dan tawar hati daam menghadapi segala penderitaan yang dihadapi, tetapi harus memiliki semangat kebangkitan.

Ingatlah ini: Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati.  Paulus hendak menyampaikan bahwa kebangkitan Yesus Kristus telah membuktikan bahwa kematian tidak menghentikan pelayanan Yesus. Semua yang dilakukannya tidak berhenti di Golgata dan kubur. Tetapi  Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati untuk membuktikan kebenaran. Apa yang disampaikan oleh Yesus  tentang kematian dan kebangkitannya kepada murid-murid benar adanya. Yesus memanggil dan menugaskan mereka untuk memberitakan Injil. Mereka melakukannya dengan penuh semangat tanpa takut.

Kebangkitan Kristus menjadi api semangat bagi para rasul. Setelah kebangkitan Kristus ada perubahan yang sangat drastis dari murid-murid. Ketika jumat agung dan sabtu kelam murid-murid mengurung diri, ketakutan dan seolah habis asa karena Guru dan Tuhan mereka telah berakhir. Namun ketika mengetahui Yesus bang kita ada semangat yang luar biasa. Ketika para perempuan memberitahukan Yesus telah bangkit dan kubur telah kosong,  Petrus cepat-cepat berlari ke kubur itu dan kubur telah kosong (Luk 24:12). Kebangkitan Yesus dari antara orang mati memulihkan murid: air mata mereka diganti semangat baru, ketakutan mereka menjadi keberanian luar biasa. Semangat kebangkitan membuat Petrus dan murid-murid memiliki semangat memberitakan Injil tanpa takut sedikit pun.

Sahabat yang baik hati, ketika anda mengalami pergumulan, lelah, kehilangan orientasi dan telalu banyak beban yang menimpa hidup anda, janganlah berputus asa, mengurung dan menutup diri seolah dunia telah berakhir. Renungan pagi ini mengingatkan: ingatlah Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Kematian sekalipun tidak akan menghentikan missi Yesus. Kita harus memiliki semangat kebangkitan. Sebagaimana 
Mazmur 23:4 (TB)  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Sahabatku, kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Kamis, 05 April 2018

ORANG BENAR DANNTIDAK BENAR SAMA-SAMA MATI DAN BANGKIT, APA BEDANYA??

ORANG BENAR DAN TIDAK BENAR SAMA-SAMA MATI DAN BANGKIT, APA BEDANYA?

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Jumat 06/04/2018

Kisah Para Rasul 24:15 (TB)  Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.

Acts 24:15 (RSV)  So I always take pains to have a clear conscience toward God and toward men.

Nats ini merupakan bahagian dari jawaban pembelaan Paulus dihadapan Felix. Kala itu Paulus dipenjara atas hasutan sekelompok Yahudi atas dirinya. Felix seorang hakim yang diangkat kekaisaran Romawi untuk urusan masalah-masalah hukum bagi warga Yahudi. Jika kita baca satu pasal ini keseluruhan, Felix mengetahui bahwa Paulus benar dan tidak bersalah atas semua tuduhan Yahudi padanya, namun Felix menangguhkan perkara Paulus dan tetap menahan dia. Rupanya Felix berharap agar Paulus memberikan uang baginya supaya dapat dibebaskan (Kis 24:26). Itulah kadang dunia ini, orang benar ditahan sekalipun nyata tak bersalah, sebaliknya orang lalim duduk dalam kekuasaan dan bisa langgeng karena perbuatan sogok, kolusi dan persekongkolan jahat.

Jika kita simak secara mendalam kesaksian dan pembelaan Paulus dihadapan Felix sangat menggugah hati. Bukankah kita manusia ini sama-sama mati dan kelak akan sama-sama bangkit. Orang baik dan orang jahat sama-sama akan mati dan kelak dibangkitkan. Namun apakah yang membedakan orang benar dan orang yang tidak benar pada kematian dan kebangkitannya kelak? Paulus dalam renungan di hari ini mengingatkan kita semua akan mati. Tidak ada seorang pun yang dapat memperpanjang umurnya sendiri baik itu oleh karena uang yang dimiliki atau karena jabatan yang dipunyai karena hidup ini adalah milik Allah. Allah adalah sang pemilik kehidupan. Hari-hari yang kita lalu adalah semata-mata pemberian Allah. Kematian itu tidak dapat diperkirakan, namun semua oramg akan menuju ke sana. Jika kita toh harus mati mengapa tidak membuat kesan manis dan menyenangkan bagi orang lain? Orang benar akan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan menjaga dirinya dari dosa dan cela ketika Tuhan memanggilnya dia ditemukan tal bercacat dan pengorbanan Kristus menjamin kita masuk sorga. Namun berbeda dengan orang yang tidak benar; tidak akan peduli akan hidupnya, seolah waktu adalah miliknya dan ketika ajal tiba tiada yang sangka dan duga hidupnya berakhir dan banyak hal yang masih harus disesali.

Semua orang akan dibangkitkan dikumpulkan dan  dipaggil dalam peradilan Allah, dihakimi menurut perbuatan masing-masing pada hari penghukuman. Kepada Yesus Kristus di beri kuasa untuk menghakimi orang hang hidup dan yang mati.  Tidak ada manusia satupun yang luput dari pengadilan Allah. Hanya dua vonnis hidup kekal atau hukuman kekal. Bagi yang percaya kepada Yesus Kristus memperoleh hidup yang kekal. Sebaliknya yang tidak percaya akan dihukum dan itilah yang membedakan keduanya.

Sahabat yang baik hati, inilah keyakinan kita bahwa kita dipanggil bukan untuk dihukum melainkan untuk memperoleh hidup yang kekal. 1 Tesalonika 5:9 (TB)  Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kristus telah menebus dan menyelamatkan kita dari dosa agar memperoleh hidup yang kekal. Inilah yang membedakan orang benar dari orang yang tidak benar dalam kematian dan kebangkitan kelak.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara. Amin!

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Rabu, 04 April 2018

DIBANGKITKAN BERSAMA KRISTUS

DIBANGKITKAN BERSAMA KRISTUS

Selamat pagi! Sahabat yang baik hati marilah gunakan waktu sejenak di pavi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Kamis, 05/04/2018

Efesus 2:6 (TB)  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Ephesians 2:6 (RSV)  and raised us up with him, and made us sit with him in the heavenly places in Christ Jesus,

Ada hal menarik disampaikan oleh Paulus menantang orang-orang yang tidak percaya kepada kebangkitan hidup. Paulus berkata:  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. (Baca 1 Kor 15:19). Tentu kita tidak mau menjadi orang yang paling malang bukan?

Pesan ini sangat penting untuk mengingatkan kita dalam hidup ini. Bukankah kita sering melupakan hal upah sorgawi dalam hidup ini? Orang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan mencari keuntungan dunia sampai lupa kehidupan rohaninya. Jika kita hanya mempersiapkan segala kebutuhan kita di dunia ini saja kita adalah orang yang paling malang.  Pesan Paulus ini menghentakkan kita dalam segala aktifitas kita jika kita hanya berpengarapan hanya pada hidup ini saja, kita adalah orang-orang yang paling malang. Bagi Paulus Hal ini cukup beralasan, karena Kristus telah bangkit dan memberikan keselamatan bagi kita namun kita menyianyiakan keselamatan itu. Pengikut Kristus bukan hanya berpengharapan di dunia ini saja, tetapi berpengharapan akan kehidupan yang kekal. Bengpengharapan pada Kristus dengan berorientasi pada hidup di dunia ini adalah "kristen roti " seperti orang-orang yang berbondong-bongdong mendengar Yesus karena ada 5 roti dan dua ikan. Janganlah berpengharapan akan hidup di dunia ini saja, tetapi pikirkanlah hidupmu setelah kematian. Itulah kebahagiaan orang percaya yang tidak dimiliki oleh lain.

Sehubungan dengan itu dalam renungan di pagi ini, Paulus menjelaskan bahwa demi menebus manusia Kristus telah mati dan bangkit. Demikianlah manusia semuanya akan mati namun kelak akan dibangkitkan dan seluruh orang memasuki penghakiman terakhir untuk menentukan kehidupan kekal atau hukuman yang kekal. Yesus Kristus telah mati dan bangkit bersama kita, kebangkitannya menyeberangkan kita dari kematian kepada hidup yang kekal.  Keselamatan itu bukan karena perbuatan atau budi baik kita, tetapi semata-mata oleh karena anugerah Allah.
Inilah yang harus kita syukuri bahwa kita telah memperoleh tempat di sorga dengan jaminan Kristus Yesus.

Memperoleh tempat di sorga! Ini suatu pernyataan penting. Jika anda pernah diundang ke Konser, tiket dan nomor kursi anda telah disediakan. Anda tinggal datang menikmati sajian konser terbaik. Namun jika tidak datang maka siasialah tiket dan kursi anda. Gambaran demikian bisa kita analogikan jaminan keselamatan bagi orang percaya. Tuhan telah mempersiapkan tempat bagi kita di Sorga dan menyediakan hidangan makanan terlezat dan minuman terbaik, suasana penuh bahagia dan tidak ada lagi ratap dan air mata. Semuanya berbahagia dalam sukacita sorgawi. Sahabat yang baik hati, marilah kita arahkan penghatapan kita kepada Kristus yang memelihara hidup kita di dunia ini dan menjamin kehidupan kekal bagi kita dengan memelihara iman kita masing-masing.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan bagi saudara. Amin

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Selasa, 03 April 2018

YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

YESUS ADALAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah kita menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspiraai dan motivasi bagi kita. Rabu 04/04/2018

Yohanes 11:25 (TB)  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

John 11:25 (RSV)  Jesus said to her, "I am the resurrection and the life; he who believes in me, though he die, yet shall he live,

Dalam catatan Injil ada tiga kali Yesus menghidupkan orang yang sudah mati: Lazarus (Yohanes 11), seorang pemuda di Nain (Lukas 7:11-15) dan Putri Yairus (Luk 8:54). Hal ini menunjukkan bahwa kuasa yang Yesus bukanlah hanya menyembuhkan orang sakit, atau memberikan tanda mujizat seperti nabi-nabi dalam PL saja. Namun Yesus melebihi itu karena dapat membangkitkan orang yang sudah mati. Hal ini juga sebagai bukti bahwa Yesus berkuasa atas maut. Dari tiga data yang dituliskan kitab Injil ini, hendak membuktikan bahwa Yesus berkuasa atas hidup. Yesus adalah pemilik kehidupan ini.

"Akulah kebangkitan dan hidup." Hal ini disampaikan oleh Yesus untuk menyakinkan dan menghibur Marta dan Maria. Mereka menangis dan seolah menyesali ketidak hadiran Yesus. Seandainya Yesus ada pada waktu Lazarus sakit mungkin tidak akan seperti ini mereka kehilangan saudaranya. Marta dan Maria menangis. Melihat keadaan itu sungguh Yesus pun menangis (Yoh 11:35). Apalagi Lazarus disudah dikuburkan, Yesus meminta agar mereka menunjukkan dimana mayat Lazarus dikuburkan. Setelah sampai di kuburan itu Yesus meminta untuk mengangkat batu penutup kuburan itu maka dilihatlah jasad Lazarus sudah membusuk. Namun Yesus membangkitkan Lazarus. Yohanes 11:43-44 (TB)  Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Akulah kebangkitan dan hidup: perkataan ini benar adanya. Bukan hanya karena Yesus membangkitakan Lazarus dan dua lainnya yang dituliskan dalam Injil. Namun Yesus telah menelan maut itu sendiri. Barang siapa yang percaya kepada Yesus tidak akan mati tetapi akan memperoleh kehidupan yang kekal. Kematian dan kebangkitan Yesus mebuktikan sepenuhnya Yesuslah kebangkitan dan hidup.

Tidak semua kalangan Yahudi percaya tentang kebangkitan daging orang percaya. Khsusunya Saduse, mereka menganggap kematian adalah akhir perjalan seseorang. Jika sudah meninggal berakhirlah segalanya. Dalam pemahaman demikian memang kematian akan menjadi hal yang menakutkan karena akhir dari segalanya. Namun dengan kematian dan kebangkitan Kristus kematian bukanlah akhir segalanya, justru kematian adalah  pintu masuk memasuki kehidupan baru.

Sahabatku, inilah yang senantiasa kita percaya Yesuslah kebangkitan dan hidup. Jangan biarkan diri dilingkupi kesedihan baik oleh berbagai penderitaan, berduka karena kehilangan orang kita kasihi dengan terus menangis dan berduka seolah tak berpengharapan. Bangkitlah jalani hidup ini dengan penuh penharapan. Percaya kepada Yesus sang pemilik dan pengatur hidup ini. Jangan takut menghadapi kematian karena kita telah menjadi milik Kristus. Kita kelak sama seperti Kristus yang akan memperoleh kebangkitan dan memasuki hidup yang kekal.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan kepada saudara.

Salam
#Nekson M Simanjuntak

Senin, 02 April 2018

DITEBUS UNTUK MEMULIAKAN ALLAH

DITEBUS UNTUK MEMULIAKAN ALLAH

Selamat Pagi! Sahabat yang baik hati, marilah menggunakan waktu sejenak di pagi hari ini untuk berdoa, membaca dan merwnungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita. Selasa, 03/04/2018

1 Korintus 6:20 (TB)  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

1 Corinthians 6:20 (RSV)  you were bought with a price. So glorify God in your body.

Jika pada paskah kedua kotbah dari Yesaya 25:6-9 Tuhan menyediakan makan terlezat bagi seluruh bangsa, mengoyakkan perkabungan dannmeniadakan maut. Pesan ini merupaka panggilan bagi  orang percaya untuk berbagi, meneguhkan dan memberi penghiburan bagi orang berduka, mengurangi beban sesama dan menyediakan apa yang bisa kita perbuat bagi sesama. Dalam renungan pagi ini kita diingatkan bahwa semua yang kita lakukan itu adalah demi kemuliaan Allah. Semua pelayanan orang percaya bertujuan untuk memuliakan Allah.

Ditebus untuk memuliakan Allah. Inilah tugas dan panggilan orang percaya karena kita telah ditebus dari dosa dan kematian. Penebusan itu dilakukan oleh Allah di dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Pengorbanan Yesus adalah tebusan bagi kita. Dalam bahasa Yunani disebut  λυτρον (lutron)=uang tebusan. Seorang budak terikat pada tuannya ketika dibeli dan diberi "lutron" (uang tebusan) sehingga dia ditebus dari tuannya atau merdeka. Istilah lutron ini umum dipakai dalam dunia bisnis seseorang yang berhutang maka dia menggadaikan tanahnya, sebelum lunas tanah yang digadaikan itu dalam penguasaan orang lain. Jika ingin ladang tersebut kembali menjadi miliknya maka harus memberikan uang tebusan.

Dalam beberapa catatan surat-surat PB menyatakan bahwa Kristus menebus manusia dari 'dunia jahat yang sekarang ini' (Gal. 1:4), atau dari 'perhambaan' si Iblis (Ibr. 2:14-15). Penebusan ini sudah terlaksana (Rom. 8:29), tetapi juga masih menantikan penyempurnaannya dengan pemusnahan kematian (Rom. 8:23). Jadi kematian dan kebangkitan telah menyelesaikan  hutang dosa kita. Ini juga yang disebut Yesus dikayu salib: sudah selesai atau τετέλεσται (tetelestai) lih. Yoh 29:30

Untuk memuliakan Allah. Aktifitas hidup orang percaya harus memuliakan Allah. Dalam konteks perbudakan seorang hamba adalah milik yang menebusnya. Tentu dibeli untuk menyukakan hati tuannya. Analogi ini juga yang dipakai oleh Paulus bahwa kita adalah hamba Kristus. Kita adalah hamba Kristus yang ditebus dengan harga yanh dibanyar lunas berkewajiban untuk memuliakan Allah. Hidup dan segala karya serta perbuatan kita adalah untuk melayani Kristus demi kemuliaan Allah. Tuhan memperlengkapi kita dengan dengan memberikan berbagai talenta dan kasih karinia yang kita miliki. Mari persembahakan itu semua untuk kemuliaan Tuhan. Hal ini penting bahwa dalam pelayanan hanya satu tujuan yaitu memuliakan Allah. Biarlah dengan segala aktifitas dan perbuatan kita menjadi kemuliaan bagi Allah. Perbuatan kita terhadap sesama, peduli dan menolong sesama semuanya kita persembahkan demi kemuliaan Allah.

Sahabat yang baik hati! Inilah yang harus kita syukuri. Tuhan telah menebus kita dengan harga mahal; bukan dengan emas dan perak namun melalui darah Kristus, lewat kematian dan kebangkitannya agar kita memperbaharui hidup kita yang lama kepada hidup baru yang memuliakan Allah. 1 Petrus 1:18 (TB)  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.

Sahabatku! Kiranya Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin


Salam
#Nekson M Simanjuntak

Minggu, 01 April 2018

TUHAN MENGOYAKKAN PERKABUNGAN DAN MENIADAKAN MAUT


TUHAN MENGOYAKKAN PERKABUNGAN DAN MENIADAKAN MAUT
Yesaya 25:6-9

Selamat Paskah II...! Sahabat yang baik hati, dalam gereja Batak Hari ini masih merupakan Pesta Paskah II, umumnya di Tapanuli Ibadah masih tetap dilakukan seperti biasa di pagi hari. Namun di beberapa di kota kebaktian Paskah II diadakan pada malam hari. Mengapa Pesta Paskah dirayakan dua hari berturut-turut? Ini menunjukkan bahwa Pesta Paskah adalah pesta besar umat Kristiani meryakan kebangkitan Kristus. Jika pada pesta Paskah I kita berorientasi akan Kebangkitan Kristus, maka pada Paskah II kita ingin mencari aplikasi apa makna kebangkitan Kristus itu dalam kehidupan orang percaya.

Sehubungan dengan itu Kotbah dalam Pesta Paskah II ini tertulis pada Yesaya 25:6-9 merupakan nubuatan Yesaya akan pemulihan umat Allah. Fungsi  Sion dikembalikan seperti sediakala, bahkan bukan saja perlindungan bagi umat Allah, tetapi juga menjadi tempat pengungsian bagi bangsa-bangsa. Kota Sion menjadi tempat perlindungan bagi semua bangsa, dan tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain karena tirai pemisa telah terkoyak. Penjelasan Yesaya ini penting sebagai peringatan akan pentingnya fungsi Bait Allah. Jika raja Yehuda berkoalisi atau meminta kekuatan asing demi melindungi diri dari tekanan Assyur itu sama saja dengan ketidak percayaan kepada Tuhan.  Koalisi adalah bentuk langsung ketidak percayaan kepada Tuhan dan sekaligus membawa bahaya synkritisme (pencampuran agama) bagi umat Allah. Bukan hanya itu saja, kota yang dianggap kubu pertahanan justru sebaliknya: Yesaya mengatakan: “Sesungguhnya, Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan. Kota yang berkubu menjadi puing-puing. Istana orang-orang asing tidak lagi menjadi kota, dan itu takkan pernah dibangun kembali.” (Yesaya 25:2). Apa yang dinubuatkan Yesaya ini adalah benar bahwa tak lama setelah Koalisi Yehuda – Mesir, mendatankang amarah Babelonia. Raja Babel bangkit menjadi Negara adikuasa menaklukkan Mesir dan Yehuda sendiri tahun 653 SM.
Bagaimanakah nasib Yerusalem atau Sion yang disebut dengan kota Daud? Apakah kota ini akan berakhir dan tidak ada masa depan lagi? Disini Yesaya menubuatkan akan fungsi Sion. Tuhan akan memulihkan Yerusalem sebagai pusat Ibadah, Pusat Pemujian kepada Allah dan Pusat pemerintahan Allah atas umatNya dan pusat perlindungan bagi bangsa-bangsa.

Dari beberapa catatan dari kotbah ini Sion akan dipulihkan dan ditetapkan Allah menjadi:

1.     Tuhan Menyediakan Jamuan Terbaik Untuk Segala Bangsa di Sion (Ay 6)
Sion akan menjadi pusat kesejahteraan. Di Sion Tuhan menyediakan jamuan bangi seluruh bangsa tanpa membedakan-bedakan suku bangsa mana. Tuhan menyediakan manan terlezat dari segala jenis makanan, menyediakan masakan bergemuk dan bersumsum dan tersedia minuman terbaik. Sion disini adalah menyediakan makanan bagi semua orang. Jika Jaman Yusuf telah menata Mesir menjadi gudang makanan bagi seluruh bangsa mengatasi krisis pangan dunia saat itu maka jauh lebih dari itu Tuhan menyediakan makanan terbaik bagi seluruh bangsa-bangsa. Sama seperti pernyataan pemazmur:  Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9).
Kapan ini kita nikmati? Dalam bentuk apakah ini terlaksana. Dalam missi penginjilan missi itu holistik, bukan hanya ansih pengajaran akan firman, tetapi pengajaran akan kehidupan; pendidikan, kesehatan, pertanian dan segala usaha yang mendatangkan kesejahteraan.
Namun jauh lebih penting dari itu ialah kita telah menerima Roti kehidupan melalui perjamuan kudus. Dalam perjamuan kudus itu menerima tubuh dan darah Kristus yang menyelamatkan dan menebus kita dari dosa agar kita memperoleh kehidupan yang kekal.

2. Tuhan Mengoyakkan Perkabungan dan Meniadakan Maut.
Kematian adalah hal yang paling ditakuti oleh manusia. Baik itu kematian karena sakit, faktor umur dan kematian yang tak terduga. Semua orang pasti berkabung atas kematian, berurai air mata kesedihan karena telah terpisah dari kehidupan.  Demikian dengan kematian karena korban perang TUHAN akan memberikan penghiburan. Tuhan mengoyakkan perkabungan dengan menghapuskan air mata setiap orang yang mengalami penderitaan.

Dalam konteks perang Yesaya juga meyinggung bahwa Sion menjadi tempat pengungsian dan perlindungan bagi korban perang, Sion menjadi tempat perlindungan yang aman bagi seluruh bangsa-bangsa.
Tuhan meniadakan maut! Memang ada tekanan penafsir bahwa ayat 8 ini menunjukkan kepada ketiadaan perang. Tidak akan ada lagi orang yang meninggal karena korban perang; maka orang tua akan lalu lalang dan anak-anak akan bermain dengan gembira. Itulah suasana damai. Allah akan mendatangkan perdamaian agar tidak ada lagi korban peperangan.

Namun dengan peritiwa kebangkitan nubuatan Yesaya ini menjadi penting bagi kita. Allah telah mematikan kematian itu sendiri. Dengan kebangkitan, Kristus telah menelan maut (1Kor 15:54-55).  Kubur telah kosong, kubur bukan lagi sesuatu yang ditakuti. Jika dalam kubur mayat membusuk dan riwayat hidup berakhir. Maka kebangkitan Kristus telah membuat kubur telah kosong. Apa yang ditakuti oleh manusia telah ditiadakan oleh Allah. Kematian bukan lagi akhir, namun awal memasuk kebahagiaan abadi.
Yohanes 11:25-26 (TB)  Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Apa yang dinubuatkan oleh Yesaya telah digenapi di dalam diri Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus adalah tindakan Allah yang nyata memenuhi janji keselamatan bagi umat manusia tanpa membedakan suku bangsa. Kristus telah bangkit. Kita telah diselamatkan dari kuasa dosa karena itu bersukacitalah.

3 Aplikasi
Sahabat yang baik hati menarik juga kita mendalami makna kotbah ini. Apa respon kita jika firman hari ini mengatakan Tuhan menyediakan makanan lezat di Sion? Tentu ini nats ini memberikan amanat bagi orang percaya agar dapat melakukan sesuatu bagi orang yang tidak dapat makan, yatim piatu dan miskin yang membutuhkan uluran tangan.

Di Jerman ada satu lembaga sosial yang disebut dengan TAFFEL suatu lembaga memberikan makan gratis bagi orang yang membutuhkan. Prinsip mereka adalah pastikan tak ada orang yang kelaparan. Makanan selalu tersedia dari mana saja untuk lembaga ini dan orang-orang miskin dapat menikmati makanan secara gratis. Di Indonesia juga pernah masa Krismon "Makanan Gratis Dari Tuhan" namun cerita ini nampaknya telah hilang. Jika nats ini Tuhan menyediakan makanan terlezat di Sion, ini adalah panggilan untuk orang percaya agar memperhatikan kehidupan orang lain. Beri hati untuk mereka yang kurang beruntung dalam hidup ini. Kita bersyukur beberapa negara Eropa bersedia menampung dan membiayai hidup jutaan saudara-saudara kita korban ISIS di Syria. Ini adalah bukti anak-anak Tuhan menjadi saluran berkat bagi sesamanya.
Demikian dengan tindakan Tuhan yang mengoyakkan perkabungan adalah panggilan orang percaya masa kini terpanggil mengurangi beban penderitaan sesama umat manusia. Yesus berkata: barang siapa yang percaya kepadaKu daripadanya akan mengalir mata air hidup (Yohanes 8:37). Jadilah sumber mata air kehidupan bagi sesama bukan sebaliknya sumber air mata yang mendukakan dan melukai sesama.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Selamat Paskah. Tuhan memberkati!
Salam
Nekson M Simanjuntak

MENIADAKAN MAUT DIGENAPI DI DALAM KEBANGKITAN KRISTUS

MENIADAKAN MAUT DIGENAPI DALAM KEBANGKITAN KRISTUS
Yesaya 25:6-9

Selamat Paskah II...! Sahabat yang baik hati, dalam gereja Batak Hari ini masih merupakan Pesta Paskah II, umumnya di Tapanuli Ibadah masih tetap dilakukan seperti biasa di pagi hari. Namun di beberapa di kota kebaktian Paskah II diadakan pada malam hari. Mengapa Pesta Paskah dirayakan dua hari berturut-turut? Ini menunjukkan bahwa Pesta Paskah adalah pesta besar umat Kristiani meryakan kebangkitan Kristus. Jika pada pesta Paskah I kita berorientasi akan Kebangkitan Kristus, maka pada Paskah II kita ingin mencari aplikasi apa makna kebangkitan Kristus itu dalam kehidupan orang percaya.

Sehubungan dengan itu Kotbah dalam Pesta Paskah II ini tertulis pada Yesaya 25:6-9 merupakan nubuatan Yesaya akan pemulihan umat Allah. Fungsi  Sion dikembalikan seperti sediakala, bahkan bukan saja perlindungan bagi umat Allah, tetapi juga menjadi tempat pengungsian bagi bangsa-bangsa. Kota Sion menjadi tempat perlindungan bagi semua bangsa, dan tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain karena tirai pemisa telah terkoyak. Penjelasan Yesaya ini penting sebagai peringatan akan pentingnya fungsi Bait Allah. Jika raja Yehuda berkoalisi atau meminta kekuatan asing demi melindungi diri dari tekanan Assyur itu sama saja dengan ketidak percayaan kepada Tuhan.  Koalisi adalah bentuk langsung ketidak percayaan kepada Tuhan dan sekaligus membawa bahaya synkritisme (pencampuran agama) bagi umat Allah. Bukan hanya itu saja, kota yang dianggap kubu pertahanan justru sebaliknya: Yesaya mengatakan: “Sesungguhnya, Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan. Kota yang berkubu menjadi puing-puing. Istana orang-orang asing tidak lagi menjadi kota, dan itu takkan pernah dibangun kembali.” (Yesaya 25:2). Apa yang dinubuatkan Yesaya ini adalah benar bahwa tak lama setelah Koalisi Yehuda – Mesir, mendatankang amarah Babelonia. Raja Babel bangkit menjadi Negara adikuasa menaklukkan Mesir dan Yehuda sendiri tahun 653 SM.

Bagaimanakah nasib Yerusalem atau Sion yang disebut dengan kota Daud? Apakah kota ini akan berakhir dan tidak ada masa depan lagi? Disini Yesaya menubuatkan akan fungsi Sion. Tuhan akan memulihkan Yerusalem sebagai pusat Ibadah, Pusat Pemujian kepada Allah dan Pusat pemerintahan Allah atas umatNya dan pusat perlindungan bagi bangsa-bangsa.

Dari beberapa catatan dari kotbah ini Sion akan dipulihkan dan ditetapkan Allah menjadi:

1.     Tuhan Menyediakan Jamuan Terbaik Untuk Segala Bangsa di Sion (Ay 6)

Sion akan menjadi pusat kesejahteraan. Di Sion Tuhan menyediakan jamuan bangi seluruh bangsa tanpa membedakan-bedakan suku bangsa mana. Tuhan menyediakan manan terlezat dari segala jenis makanan, menyediakan masakan bergemuk dan bersumsum dan tersedia minuman terbaik. Sion disini adalah menyediakan makanan bagi semua orang. Jika Jaman Yusuf telah menata Mesir menjadi gudang makanan bagi seluruh bangsa mengatasi krisis pangan dunia saat itu maka jauh lebih dari itu Tuhan menyediakan makanan terbaik bagi seluruh bangsa-bangsa. Sama seperti pernyataan pemazmur:  Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9).

Kapan ini kita nikmati? Dalam bentuk apakah ini terlaksana. Dalam missi penginjilan missi itu holistik, bukan hanya ansih pengajaran akan firman, tetapi pengajaran akan kehidupan; pendidikan, kesehatan, pertanian dan segala usaha yang mendatangkan kesejahteraan.

Namun jauh lebih penting dari itu ialah kita telah menerima Roti kehidupan melalui perjamuan kudus. Dalam perjamuan kudus itu menerima tubuh dan darah Kristus yang menyelamatkan dan menebus kita dari dosa agar kita memperoleh kehidupan yang kekal.

2. Tuhan Mengoyakkan Perkabungan dan Meniadakan Maut.
Kematian adalah hal yang paling ditakuti oleh manusia. Baik itu kematian karena sakit, faktor umur dan kematian yang tak terduga. Semua orang pasti berkabung atas kematian, berurai air mata kesedihan karena telah terpisah dari kehidupan.  Demikian dengan kematian karena korban perang TUHAN akan memberikan penghiburan. Tuhan mengoyakkan perkabungan dengan menghapuskan air mata setiap orang yang mengalami penderitaan.
Dalam konteks perang Yesaya juga meyinggung bahwa Sion menjadi tempat pengungsian dan perlindungan bagi korban perang, Sion menjadi tempat perlindungan yang aman bagi seluruh bangsa-bangsa.

Tuhan meniadakan maut! Memang ada tekanan penafsir bahwa ayat 8 ini menunjukkan kepada ketiadaan perang. Tidak akan ada lagi orang yang meninggal karena korban perang; maka orang tua akan lalu lalang dan anak-anak akan bermain dengan gembira. Itulah suasana damai. Allah akan mendatangkan perdamaian agar tidak ada lagi korban peperangan.

Namun dengan peritiwa kebangkitan nubuatan Yesaya ini menjadi penting bagi kita. Allah telah mematikan kematian itu sendiri. Dengan kebangkitan, Kristus telah menelan maut (1Kor 15:54-55).  Kubur telah kosong, kubur bukan lagi sesuatu yang ditakuti. Jika dalam kubur mayat membusuk dan riwayat hidup berakhir. Maka kebangkitan Kristus telah membuat kubur telah kosong. Apa yang ditakuti oleh manusia telah ditiadakan oleh Allah. Kematian bukan lagi akhir, namun awal memasuk kebahagiaan abadi.

Apa yang dinubuatkan oleh Yesus telah digenapi di dalam diri Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus adalah tindakan Allah yang nyata memenuhi janji keselamatan bagi umat manusia tanpa membedakan suku bangsa. Kristus telah bangkit. Kita telah diselamatkan dari kuasa dosa karena itu bersukacitalah.

3 Aplikasi
Sahabat yang baik hati menarik juga kita mendalami makna kotbah ini. Apa respon kita jika firman hari ini mengatakan Tuhan menyediakan makanan lezat di Sion? Tentu ini nats ini memberikan amanat bagi orang percaya agar dapat melakukan sesuatu bagi orang yang tidak dapat makan, yatim piatu dan miskin yang membutuhkan uluran tangan.

Di Jerman ada satu lembaga sosial yang disebut dengan TAFFEL suatu lembaga memberikan makan gratis bagi orang yang membutuhkan. Prinsip mereka adalah pastikan tak ada orang yang kelaparan. Makanan selalu tersedia dari mana saja untuk lembaga ini dan orang-orang miskin dapat menikmati makanan secara gratis. Di Indonesia juga pernah masa Krismon "Makanan Gratis Dari Tuhan" namun cerita ini nampaknya telah hilang. Jika nats ini Tuhan menyediakan makanan terlezat di Sion, ini adalah panggilan untuk orang percaya agar memperhatikan kehidupan orang lain. Beri hati untuk mereka yang kurang beruntung dalam hidup ini. Kita bersyukur beberapa negara Eropa bersedia menampung dan membiayai hidup jutaan saudara-saudara kita korban ISIS di Syria. Ini adalah bukti anak-anak Tuhan menjadi saluran berkat bagi sesamanya.

Demikian dengan tindakan Tuhan yang mengoyakkan perkabungan adalah panggilan orang percaya masa kini terpanggil mengurangi beban penderitaan sesama umat manusia. Yesus berkata: barang siapa yang percaya kepadaKu daripadanya akan mengalir mata air hidup (Yohanes 8:37). Jadilah sumber mata air kehidupan bagi sesama bukan sebaliknya sumber air mata yang mendukakan dan melukai sesama.

Sahabatku, Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Selamat Paskah. Tuhan memberkati!

Salam
Nekson M Simanjuntak

DALAM KESUSAHAN TETAP BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN

  Catatan Kotbah Minggu Misericordias Domini Minggu, 19 April 2026 Ev. Habakuk 3:10-19 DALAM KESUSAHAN BERGEMBIRA DI DALAM TUHAN Selamat Har...