Sabtu, 27 Juni 2026

KASIH YANG MENGGEMBIRAKAN DAN MENGUATKAN

 Catatan Kotbah Minggu IV S.Trinitatis

Minggu, 28 Juni 2026

Ev. Filemon 1:4-7




KASIH YANG MENGGEMBIRAKAN DAN MENGUATKAN


Selamat hari Minggu, sahabat yang baik hati. Kasih bukanlah buta tetapi kasih itu membangun dan menguatkan. Mengasihi tidaklah selalu menggembirakan, kadang harus berjerih, berjuang dan kadang tindakan kasih tidak disambut dengan baik namun tindakan mengasihi pasti memberikan sukacita dan membangun. Kasih kadang tidak nyaman karena akan menegor orang dalam kesalahan, kasih harus lapang dada karena harus menerima orang melukai hati serta memaafkannga. Mengasihi akan menuntun orang untuk memperbaiki kesalahannya.  Kasih tidaklah buta karena kasih yang buta akan membuat seseorang membenarkan segala sesuatu terhadap orang yang dikasihinya bahkan membenarkan kesalahan. Sehingga bisa saja seseorang tidak menyadari kesalahannya. 


Sahabat yang baik hati! Surat Filemon menjadi contoh bahwa kasih itu harus membangun. Paulus memberikan nasihat kepada Filemon agar mengasihi Onesimus dan memberi kesempayan bagi Onesimus untuk kembali ke Filemon. Jika kita baca  keseluruhan surat ini Onesimus pernah melakukan kesalahan terhadap tuannya Fileman. 


Paulus berjumpa dengan Onesimus saat dipenjara. Moment di Penjara membuat Paulus berkesempatan memberikan nasihat kepada Onesimus. Atas perjumpaan yang kreatif inilah, setelah Paulus mendalami kasus Onesimus dan keyakinan Paulus akan ketulusan hati Onesimus untuk berubah, Paulus meyakinkan Filemon agar kembali menerima Onesimus ke rumahnya, bukan sebagai hamba, namun sebagai saudara yang kekasih yang telah beriman kepada Yesus Kristus.


Sahabat yang baik hati sesuai dengan topik Minggu ini, kasih yang menggembirakan dan menguatkan. Karena itu baiklah kita menggali beberapa pesan penting.


1. Jangan menutup diri dalam kesalahan.


Perjumpaan Paulus dengan Onesimus menjadi suatu perjumpaan kreatif, Onesimus pernah melakukan kesalahan terhadap Filemon. Mungkin Filemon merasa sudah sebagai tuan yang baik, namun tak berterima kesalahan yang dilakukan oleh Onesimus. Ada dua kemungkinan kesalahan Onesimus dari catatan surat Filemon.


a. Melarikan diri: Onesimus kabur dari rumah tuannya di Kolose untuk menghindari ikatan perbudakan. Menurut hukum Kekaisaran Romawi saat itu, tindakan ini adalah pelanggaran berat yang bisa dihukum dengan hukuman fisik yang keras atau bahkan kematian.

Seorang budak yang melarikan diri pastilah tidak akan tenang, dia akan dikejar oleh rasa takut, berjumpa dengan orang lain. Pada jaman Romawi budak yang lari akan dihukum mati. Disinilah mungkin kesalahan Onesimus dan dalam pelarian entah kenap dipenjara dan berjumpa dengan Paulus.


b. Tindak Pencurian / Penipuan: Sebelum kabur, Onesimus diduga membawa lari uang atau melakukan penggelapan yang merugikan harta milik Filemon. Hal ini tersirat dalam Surat Filemon 1:18-19 di mana Paulus menawarkan diri untuk mengganti semua kerugian yang diakibatkan oleh Onesimus. Kerugian apa dan berapa besar kerugian yang diakibagkannya tidak disampaikan dengan rinci. Pailus mengetahui semuanya dalam percakapannya. 


Inilah percakapan pastoral yang sesungguhnya, memahami dan mendalami permasalahan yang terjadi.  Setelah melakukan percakapan pastoral, Paulus meyakinkan Filemon tentang kesalahan Onesimus. Paulus menyakinkan bahwa Onesimus telah menyadari kesalahan, dan berkenan memperbaiki kesalahan. Paulus sebagai hamba Tuhan membimbing Onesimus menydari kesalahan dan memberikan peneguhan sehingga dia berkenan kembali ke Filemon untuk memohon maaf dan memperbaiki kesalahanya kepada Filemon


Perjumpaan Paulus dan Onesimus merupakan perjumpaan kreatif, Onesimus tidak menutup diri akan kesalahannya, dia senang ada orangbyang tepat membuka diri atas kesalahan hang dilakukannya. Onesimus dihadapan Paulus mengadai kesalahannya dan mau memperbaiki diri. Ada orang menutup diri dalam kesalahanya, bahkan tetap membela diri dalam kesalahan, akhirnya terbentuk hati yang beku, keras dan sulit diperbaiki. 


2. Kasih itu mengampuni dan memaafkan:


Filemon orang yang tetap mengasihi namun apakah dia masih menutup diri pada kesalahan Onesimus? Kalau kita beriman, meyakinkan Yesus yang penuh kasih dan pengamounan, tetapj mengapa kita tidak mengampuni dan memaafkan? Disinilah kotbah ini bagaimana Paulus meyakinkan Filemon agar kasihnya yang selalu ditunjukkan kepada jemaat dan persekutuan gereja harus bersedia pula memaafkan orangbhang bersalah kepada kita. 


Mungkin Filemon telah melupakan Onesimus dan dia tidak peduli lagi dengan hidupnya karena itu telah dianggap masa lalu. Filemon tidak berhenti mengasihi di persekutuan, tapi hati tidak pernah membuka lembaran baru bagi kesalahan orang lain. Disinilah Paulus menyapanya. Kasih itu terbuka untuk mengampuni.


Mari kita simak pesan Paulus ini: Filemon 1:5 (TB)  karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus. 


Kalau kita mengasihi dan menyatakan beriman kepada Yesus Kristus didalamnya harus mengampuni.  Ada dua hal yang menari disini:


Pertama: Paulus mengasihi Onesimus dan dari percakapan pastoral yang dilakukan oleh Paulus, bahwa Onesimus wajar dan layak mendapatkan kesempatan memperbaiki keselahan.


Kedua, Paulus mengasihi Onesimus agar Filemon tidak memiliki kasih yang palsu, menunjukkan kasih pada orang lain namun menutup diri pada orang yang berslaah kepadanya. Paulus disini menyentuh hati Filemon bahwa kalau kita benar-benar mengasihi dan beriman kepada Tuhan Yesus kita harus mengampuni dan menuntun orang memperbaiki kesalahannya.


Ayo kita tes: coba ingat musuhmu atau orang yang melukai hatimu, jika dia sekarang berada di depanmu bagaimanakah sikapmu? Sikap dan ekspressi wajah kita akan menentukan apakah kita seperti Filemon.


3. Kasih menggembirakan dan merestorasi hubungan.


Kesalahan membuat Onesimus lari dari tuannya, seorang budak yang lari pada masa itu sangat terancam, ketakutan bahkan jika ketahuan akan dihukum mati. Jadi sekalipun dia berhasil lari dari Filemon, sesunggunya dia mengalami ketakutan dan kecemasan.

Disisi lain juga Filemon demikian, sekslipun dia menunjukkan kasih di dalam persekutuan dan banyak pelayanan yang dilakjkan, namun luka dihatinya oleh Onesimus disembuhkan. 


Disinilah kehadiran Paulus, menyapa Filemon agar membuka hati memaafkan Onesimus, merestorasi hubungan Filemon dan Onesimus. Mereka harus dipulihkan Filemon memaafkan sehingga luka oleh Onesimus disembuhman. Oleh kasih dan pengampunan Onesimus bebas dari kesalahan dan rasa takut. 


Kebwrhasilan Paulus adalah keduanya diisi oleh Kasih. Osenimus oleh kasih diberi ruang menyadari kesalahan dan memperbaiki keaalahan. Pada pihak Filemon, memberi hati untuk mengampuni dan memaafkan sehingga hubungannya dengan Osenimus pulis tidada luka. Inilab yang menggembirakan saat luka di hagi sembuh, ada kegembiraan karwna rasa taku san rasa benci oleh karena kesalahan telah disembuhkan.


Kasih menggembirakan dan menguatkan:  Jika kita mengasihi maka lakukanlah yang menggembirakan dan mendatangkan sukacita dan buah yang baik bagi orang lain.  Kehadiran kita yang hidup di dalam kasih harus menjadi sukacita bagi orang lain. 


Kasih menggembirakan dan menguatkan  di dalam hidup ini pasti ada kesalahan, dalam hidup ini tidak ada yang sempurna. Ada kalanya kesalahan terjadi baik sengaja maupun tidak sengaja. Mari jaga sikap jangan menjadi hakim yang memvonis orang lain dalam ketakutan atau mengancam, tetapi hadirlah sebagai sahabat yang menegor, menasihati san sahabat yang menolongnya memperbaiki kesalahan. 


Sahabatku, selamat hari minggu! Kita hidup karena kasih, karena itu tinggallah di dalam kasih itu. Kasih yang ada pada kita akqn menggembirakan orang lain. Kasih yang ada pada kita akan menguatkan orang lain memperbaiki kesalahannya. Amin! Tuhan memberkati! 


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KASIH YANG MENGGEMBIRAKAN DAN MENGUATKAN

  Catatan Kotbah Minggu IV S.Trinitatis Minggu, 28 Juni 2026 Ev. Filemon 1:4-7 KASIH YANG MENGGEMBIRAKAN DAN MENGUATKAN Selamat hari Minggu,...