Kamis, 25 Juni 2026

PEMELIHARAAN TUHAN YANG UNIVERSAL

Catatan Kotbah Minggu III S. Trinitatis

Minggu, 21 Juni 2026

Ev. Kejadian 21:8-21




PEMELIHARAAN TUHAN YANG UNIVERSAL


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, hati-hati dengan konflik keluarga, jika tidak ditangani dengan baik akan melahirkan warisan sejarah yang sulit diselesaikan di kemudian hari. Itulah salah satu pesan kotbah Minggu III setelah Trinitatis ini dengan belajar dari Kisah Sarai mengusir Hagar dengan anaknya Ismael. Padahal Sarai sendiri yang meminta Abraham untuk mendapat anak dari Hagar. Hagar adalah hambanya Sarai, hamba pada masa itu adalah milik tuannya. Ismail pun lahir dan Abraham memounyai keturunan. Cerita pun akhirnya berbeda saat janji dipenuhi atas Sarai yang melahirkan Ishak. Bagi Abraham dan Sarai Ishak adalah anak perjanjian. Akhirnya Sarai menyuruh Abraham menyingkirkan Ismail dan Hagar. Konflik Ishak dan Ismail menjadi salah satu warisan konflik dalam sejarah peradaban, sensitif dan sukit dipecahkan karena bukan hanya maslaah historis tetapi soal doktrin dan keyakinan. 


Alkitab adalah sumber kebenaran, pemberitaan yang terbuka menyampaikan sifat kemanusiaan dan sikap Allah yang melampauhi sifat kemanusiaan. Belajar dari kotbah ini kita menemukan Allah telah mengikat perjanjian dengan Abraham (pasal 12), dan telah menjanjikan keturunan kepada Abraham (pasal 17), namun sebeljm janji dipenuhi sifat manusiaei itu muncul . Maka untuk memperoleh keturunan Sarai membujuk Abraham agar mengambil Hagar dan memberikan anak baginya. Pada konteks ini, anak Hagar adalah milik Sarai karena Hagar adalah hamba Sarai. Menurut tradisi Alkitab bahwa mehadiran Ismail nampaknya hanya skenario cadangan dibalik cerita utama kisah Perjanjian Allah Abraham. Kemudian, Tuhan pun memberkati Sarai dan melahirkan Ishak bagi Abraham. Kelahiran Ishak menjadi penting karena dialah perlwlsris Janji atau anak perjanjian, maka pertanyaan bagaimana dengan Ismail? Narasi kotbah hari ini Sarai tidak senang melihat Ishak dan Ismail bermain bersama. Disinilah muncul konflik dalam keluarga Abraham. Sarai akhirnya mendeaak Abraham mengusir Hagar dan anaknya Ismael. 


Allah hadir dalam konflik terjadi: Tuhan hadir sebagai pemberi jalan keluar dari rasa frustrasi.dan kesulitan hidup yang dihadapi. Allah memelihara hidup Hagar dan memberkati keturanan Abraham dari Ismael jadi 12 kerajaan besar (baca Kej 17). Ishak adalah anak perjanjian, keturunannya adalah pewaria janji Allah. Dari kotbah ini kita diarahkan kepada Allah setia.pada janjo, pemelihara dan pemberi kehiduoan kepada umatNya.


Baiklah kita perdalam kotbah ini;


1. Konflik keluarga: warisan konflik dalam sejarah peradaban.


Kita bersyukur memiliki cerita Alkitab yang daoat dijadikan sebagai bahan pelajaran dan refleksi. Alkitab menceritakan sifat manusia, masalah dan konflik bathin yang dihadapi. Setiap konflik di dalam keluarga memiliki persoalan tersendiri dan kadang sulit dipecahkan. Satau dari narasi Alkitab adalah Allah hadir memberikan jalan keluar atas masalah yang dihadapi. Makna da pesan cerita Alkitab inilah hang terus digali secara tajam agar dalam merelevansikan cerita Alkitab di jaman kini.


Salah satu yang perlu disapa oleh kotbah ini adalah konflik dalam.kelyarga, agar jangan larut mempersoalkan yang sulit dipecahkan tetapi bersyukurlah kepada pemeliharaan Allah. Jika fokus pada konflik maka sulit untuk mencari titim temu, tetapi saat kita memaknai cerita pemeliharaan Tuhan semuanya bisa menerimanya. 


Ada banyak marga-marga Batak yang bersoal tentang tarombo soal panggilan dan status. Tidak sedikit diantaranya yang berpengadilan hingga sulit di damaikan. Kisah Hagar ini patut menjadi pelajaran. Ada kalanya secara historis tidak ada titik temu dan sulit untuk diterima, tegapi terjadi dalam sejarah dan realitas yang mau tidak mau harus diterima.  


Sebagai contoh, pernah menghadapi dalam pelayanan, dimana qda keluarga yang "diband" dari gereja karena pagodanghon parumaennya dari anak keduanya. Ada anaknya dua laki-laki, namun anaknya meninggal akhirnya bapaknga pagodangjon parjmaennya. Setelah di pagodang ada pula anak dari pernikahan mereka satu laki-laki. Di usia 90 tahun bapak itu meninggal dan menyisakan warisan sejarah yang sulit dalam keluarga. Masalahnya bukan hanya soal apakah gereja melayaninya atau tidak, gereja selalu ada pengampunan tetapi ada suatu masalah yang sulit diselesaikan di dalam kekuarga. Memanggil apakah kedua anak pertama cucu bapak yang meninggal kepada anaknya lahir dari parumaen yang diperisterinya (dipagodang). Apakah anggia atau uda? Dsri sudut anak yang lahir hasil dipagodang apakah memanghik anak atau memanggil abang? Sulit untuk dipertemukan dari historis tetap konflik, dipanggil uda ya karena itu anak dari ompungnya. Namun tidak akan brrterima juga karena dia adeknya dari rahim ibunya. Inilah contoh konflik keluarga yang akhirnya mewariskan sejarah yang sulit direkonsiliasikan. 


Tentu masih banyal contoh konflik keluarga yang menjadi warisan bagi generasi berikutnya. Kotbah ini mengingatkan jangan lohat perbuatan manudia yang menyakiti dan melukai tetapi bersyukurlah atas pemeliharaan Tuhan yang universal. Itulah teologi yang dikembangkan, karena saat Abraham meninggal seluruh anak-anak Abraham baik dari Ishak mauoun dsri Ismael memberangkat Abraham ke leluhurnya. Baca Kejadian 25:7-9 (TB) Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,


Ini moment penting: dalam dialog teologi anak-anak Abraham, dari historis keturunan Ismael akan sulit menerima kenyataan seperti ini. Jika akar historis yang pahit ini terus diingat maka dendam dan pembalasan akan selalu muncul dalam alam bawah sadar manusia. Tetapi dalam kotbah ini Kisah pahit Hagar dan Ismael terobati dengan pemeliharaan Tuhan. Tuhan mememlihara dan memberikan jaminan kepafa Hagar dan Ismael. Tuhan menolong dan memberikan mata air bagi Hagar sebagai sumber kehidupan mereka dan keturunannya.


Dalam Kotbah ini kita perlu memaknai l: Allah hadir menyelesaikan konflik historis dengan memberikan jaminan kehidupan kepada Hagar dan menjadi sumber kehidupan kepada anak-anak Ismael. Allah memberkati Hagar dan Ismael dan memberikan sumber kehidupan kepada Ismael dan keturunanNya tanpa mengabaikan janjiNya kepada Abraham dengan melahirkan Ishak dari rahim Sara. Sebagaiman disebutkan pada Kejadian 21:12 (TB) Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.  


2. Pemeliharaan Tuhan yang universal 


Melihat manusia kita akan mengingat dua hal ini, yaitu sifat baik dan buruknya. Sifat baik seseorang akan mensyukuri bahwa seseorang dipakai Tuhan menjadi saluran berkat dan sumber air kehidupan bagi kita. Sebaliknya pengalaman buruk dan pahit dari seseorang akan melahirkan luka dan sakit hati. Orang yang tidak mengampuni akan menyimpan sakit hati dan dendam. Niat untuk membalaskan dendam dan sakit hati akan melukai orang lain, sehingga terjadi pertentangan yang saling melukai. 


Intervensi Allah dalam kehidupan Abraham memberikan ruang pelajaran, Allah pemelihara hidup ini. Jika anda senang pada seseorang bersyukurlah kepada Tuhan. Saat terluka dan sakit hati oada seseorang mohonlah petunjuk untuk menyembuhkan luka dan jalan hidup yang lebih damai. 


Demikian Allah memelihara Hagar dan Ismael

Kejadian 21:17-18 (TB) Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 

Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 


Pemeliharaan Tuhan selalu tersedia bagi orang baik dan orang buruk karena Tuhan menerbitkan matahari bagi semua orang. Pemeliharaan Tuhan nyata pada orsng yang dibuang dan terbuang. Tegapi jangan paksa Tuhan membalaskan luka kepada orang yang melukaimu. Tuhan itu adil dan bersyukurlah kalau sudah disembuhkan. 


3. Pesan bagi kita saat ini


Ada banyak hal makna pesan cerita pemeliharaan Tuhan dsri kotbah minggu ini: 


3.1. Allah yang Maha Melihat (El Roi): Saat berada di dekat mata air dalam pelariannya yang pertama, Hagar menyebut Tuhan sebagai El-Roi, yang berarti "Allah yang melihat". Ini mengajarkan bahwa Allah tidak pernah membiarkan orang yang terpinggirkan atau tertindas. Hagar, seorang budak perempuan asal Mesir, dilihat dan diperhatikan secara pribadi oleh Allah. 


3.2. Penyediaan Tuhan yang selalu ada: Dalam peristiwa di Kejadian 21, ketika Hagar menangis karena kehabisan air dan putus asa, Allah membukakan matanya untuk melihat sebuah sumur. Para penafsir menekankan bahwa air tersebut sebenarnya sudah ada di sana. Mata air itu melambangkan bahwa Tuhan sering kali menyediakan pertolongan dan jalan keluar yang tidak disadari oleh manusia karena kebutaan rohani akibat keputusasaan.


3.2. Simbol perkenanan dan janji Allah: Di dekat mata air (Sumur Lahai-Roi), Allah memperbarui janji-Nya kepada Hagar bahwa keturunan Ismael akan menjadi bangsa yang besar. Bagi orang Kristen, ini menunjukkan bahwa kasih karunia Allah berlaku bagi semua orang, termasuk mereka yang berada di luar garis keturunan perjanjian utama (Ishak). 


3.4. Keteguhan iman dalam kesulitan: Saat bertemu dengan Malaikat Tuhan di mata air yang pertama, Hagar diperintahkan untuk kembali tunduk kepada Sarai meskipun situasinya sulit. Ini ditafsirkan sebagai bentuk didikan Allah agar Hagar belajar taat dan berserah penuh kepada kedaulatan-Nya. (Baca Kejadian 16:1-15)


Sahabat yang baik hati, apapun masalah yang dihadapi dan sebesar apapun konflik yang terjadi di dalam keluarga dalam kehidupan segari-hari, percayalah: Tuhan memelihara hidup kita. Amin! Tuhan memberkati.🙏🙏


Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMELIHARAAN TUHAN YANG UNIVERSAL

Catatan Kotbah Minggu III S. Trinitatis Minggu, 21 Juni 2026 Ev. Kejadian 21:8-21 PEMELIHARAAN TUHAN YANG UNIVERSAL Selamat Hari Minggu! Sah...