Sabtu, 29 November 2025

BERJALAN DALAM TERANG TUHAN

 Minggu Advent Pertama (I)

Minggu, 30 Nopember 2025

Ev. Yesaya 2:1-5



Berjalan Dalam Terang Tuhan 


Selamat Advent I ...! Sahabat yang baik hati, waktu begitu cepat berjalan kita kita sudah memasuki Minggu Advent I. Advent adalah tahun baru kalender gerejawi. Selama empat minggu berturut-turut kita diarahkan kepada penantian kedatangan Kristus dengan penekanan topik-topik khusus.


Kotbah Minggu Advent I ini menekankan tentang ajakan untuk berjalan di dalam terang Tuhan. Ajakan ini diarahkan nabi Yesaya setelah pada pasal satu telah dijelaskan krisis iman ditengah-tengah umat Allah dan praktek kehiduoan beragama yang munafik. Allah hendak berperkara dengan umatNya karena perilaku yang sudah jauh dari kehendakNya. Allah sudah tidak suka dengan semua kemunafikan dan praktek kehidupan agama yang diperankan di masa Proto Yesaya. Namun sekalipun merahnya dosa dan pelanggaran mereka, Tuhan sendiri berkenan mengampuni dan menghapuskan kesalahan umatNya. 

Yesaya 1:18 (TB) Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 


01. Proto Yesaya: ada apa dengan umat Allah?

Menurut para ahli, kitab Yesaya yang lebar ini dibagi pada tiga bagian, 

- Proto Yesaya sebelum pembuangan 1-39 menekankan nubuatan kehancuran dan keselamatan

- Deutro Yesaya pada masa pembuangan 40-55 penghiburan dan pemeliharaan Tuhan, YHWH adalah satu-satunya sumber keselamatan

Trito Yesaya pada masa setelah pembuangan 56-66 pemulihan Tuhan atas umatNya dan kembalinya ke Yerusalem.


Pada proto Yesaya kita menemukan bagaimana Allah marah akan dosa dan pelanggaran umatNya, Allah tidak menyukai perilaku munafik dan Allah sendiri akan menghakimi umatNya namun bagi orang yang mau memperbaiki diri Tuhan berkenan mengampuni dan tksak akan mengingat dosa-dosanya lagi. Allah sendiri akan menuntun ke jalan Tuhan. Itulah ajakan dalam pasal 2 ini. Allah melalui nabi Yesaya mengajak umatNya agar berjalan di jalan Tuhan.


Dalam masa krisis yang mereka alami, pilihan alternatif yang dilakukan oleh raja Yehuda adalah berkoalisi dengan bangsa asing agar aman dari tekanan Assyur. Pilihan ini dikritik oleh nabi Yesaya, itu adalah pilihan yang keliru, jalan yang gelap, jalan yang tidak dikehendaki Tuhan. Dengan berkoalisi dengan bangsa asing justru akan menghantarkan umat Allah meninggalkan Tuhan dan percaya kepada ball. Disinilah Nabi Yesaya berseru: marilah berjalan di dalam terang Tuhan. Suatu undangan agar umat Allah berbalik dari jalan yang dipilih. Nabi Yesaya menghendaki mereka berbalik kepada Allah, belajar kepada Tuhan dan mau berjalan di jalan Terang Tuhan. Kenapa harus meminta kekuatan asing yang tidak mengenal Allah, mengapa harus mengandalkan kekuatan patung ball buatan tangan manusia? Mengapa harus berguru kepada yang tidak mengetahui jalan dan masa depan? Tuhan justru telah menetapkan Sion menjadi kota damai, pusat kekuasan dimana bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun dan belajar ke gunung Tuhan. Disinilah Yesaya meminta, agar umat Allah berbalik dari kebijakan yang salah, belajar kepada Tuhan dan menapaki jalan yang telahbditetaokan Tuhan bagi umatNya. 


Panggilan berjalan di jalan terang Tuhan di Minggu Advent ini bertepatan dengan suasana hati kita yang merasakan dahsyatnya bencana alam yang terjadi di Tapanuli, Aceh, Sumatera Utara dan Simatera Barat. Sepanjan deret bukit barisan secara estapet dilanda banjir bandang dan longsor. Kita tidak tahu berapa korban jiwa yang ditemukan hingga saat ini namun berbagai vidio dan photo yang beredar dimedia sosial membuktikan dahsyatnya bencana ini dan kemjrkaan alam atas ulah manusia yang telah merusak alam. Doa kita bersama mereka yang dilanda banjir dan longsor.


Dalam Advent pertama ini kta diajak untuk berjalan dijalan Tuhan.sekaligus mengoreksi jalan yang telah kita temouh selama sesat mari bertobat dan berbalik ke jalan terang Tuhan. Jika kita baca dari keseluruhan kotbah ini menekankan: 


02. Bangsa-bangsa berduyun-duyun ke Sion

Hal menarik dari nabi Yesaya adalah jika Yehuda meninggalkan Tuhan, maka sebaliknya Yesaya menyampaikan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyung ke Sion atau Bukit Tuhan. Jika umat Tuhan tidak mau lagi datang.ke bukit Sion maka bangsa-bangsa yang tidak.mengenal Allah alan datang.. Sion adalah pusat peribadahan yang ditetapkan Raja Daud menyatukan Israel dan menetapkannya sebagai pusat ibadah. Allah beserta umatNya dan memerintah dari Sion. 


Krisis iman di masa proto Yesaya meragukan kemahakuasaan Tuhan. Munculnya ancaman dari negara-negara asing yang mengancam Kerajaan Yehuda membuat mereka semakin ragu dan meninggalkan Tuhan. Disinilah Nabi Yesaya menyampaikan jika Yehuda meninggalkan Tuhan dan ragu akan kekuasan dan pemerintahan Tuhan dari Sion, sebaliknya 

waktunya bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun datang ke bukit Sion. 


Yesaya 2:2 (TB) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 


Dengan demikian di advent pertama ini kita diajak berjalan di ajalan Tuhan tegaplah kokoh berpendirian dan percaya keoada Tuhan. Dia berkuasa, Dia memerintah umatNya, Dia memelihara umatNya bahkan segala bangsa akan datang memohon pemeliharaan dari Tuhan. 


3. Pangilan perubahan keagamaan dan kerohanian umat


Beejakan di jalan Tuhan tentu panghilan untuk memperbaiki sikap dan perilaku. Seluruh kritik Yesaya terhadap perbuatan, sikap munafik dan pelanggaran dalam pasal 1 harus berubah. Berjalan di jalan Tuhan mengajak berkenan dipandu dan dituntun Tuhan menurut kehendakNya.


"Mari naik ke gunung Tuhan" ajakan untuk mencari Tuhan memperbaiki kehidupan rohani. 

Lihatlah kritik Yesaya terhadap kehidupan rohani umat Allag di masa proto Yesaya

Yesaya 1:11-13 (TB) "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 

Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 

Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 


Ibadah yang munafik tidak akan diterima oleh Tuhan. Tuhan menghendaki naik ke gunung Tuhan dengan kesungguhan hati.


4. Tuhan sendiri menuntun kita di jalan terang sebagai guru, sebagai hakim/wasit yang mengawasi dan sebagai ahli rancang.


Yesaya 2:5 (TB) Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN! 


Masyarakat di jaman Indistri 4.0 ini kita sangat ditolong dengan tehnologi GPS saat bepergian. Input alamat yang dituju selanjutnya GPS akan menuntun kita sampai ke alamat yang dituju. Fasilitas lain GPS adalah membantu orang mengetahui jalannyang hendak ditempuh membuat warna biru untuk jalan tiada hambatan, kuning tersendat dan merah pertanda macet ditambah dengan prediksi waktu. Pertanyaan jika sedemikian panjang kemacetan apakah anda akan melanjutkan perjalanan? Atau apakah akan mencari jalan lain yang lebih cepat menghantarkan anda ke tujuan. Yang pasti tidak ada orang yang mau memilih jalan yang macet total tak jelas kapan bisa terurai. Sabar mengikuti jalan yang macet total atau memilih mencari alternatif lain adalah pilihan.


Jika kita baca Yesaya 2: 3-7 ada tiga istilah menarik yang dipakai oleh Yesaya untuk mengundang dan mengarahkan umat Allah berjalan di jalan terang Tuhan. Ketiga istilah ini meyakinkan kita agar bersedia ikut dalam arak-arakan di jalan Tuhan 


4.1. TUHAN adalah GURU yang mengajari kita akan kehendak Allah. Dengan demikian marinkita menjadi muridNya yang selalu bersedia dibimbing dan diajari kepada kehendak Allah. Banyak orang menempatkan diriNya menjadi guru bagi orang lain. Minggu ini mengajak kita agar tetap sebagai murid yang bersedia membuka segala pengajaran dari Firman sehingga kita semakin mengenal kehendak Allah dalam hidup kita. 


4.2. TUHAN adalah HAKIM YANG ADIL yang menghakimi setiap orang menurut keadilannya. Tidak ada perbuatan yang tidak diketahuinya sedangkan ide di dalamnoikiran dan niat di dalam hati diketahui oleh Allah. Allah adalah Hakim yang adil yang akan menghakimi setiap kata dan perbuatan orang. Mari takut akan Tuhan karena kita semua akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah 


4.3. TUHAN adalah AHLI RANCANG dalam hidup kita: Dia dapat mengubah hati setiap orang. Batak: "Debata panompa dohot panopa, ditompa hita jala ditopa rohanta sian hajahayon, badabada, porang gabe roha na dame songon oangula na mamparbuehon na denggan di ngoluna". Allah itu perancang yang baik, lenih deri seorsng enginering ibarat atau arsitek yang merancang sesuatu bangunan atau ruangan, demikian Allah arsitek kehidupan setiap orang. Dia ahli dan pandai besih yang mengubah peralatan perang menjadi alat-alat pertanian yang produktif membangun kemanusiaan. 


Seruan nabi Yesaya di Advent pertama ini, jika manusia berlomba-loma menciptakan senjata canggih untuk menahlukkan musuh dan menakuti kekuatan lawan pada panghilan di advent pertama ini mengubahnua menjadi tehnologi yang menghasilkan yang berguna bagi umat manusia, senjata tajam diubah menjadi alat pertanian. Tindakan Allah yang mengubah manusia senjata yang menakuti dan mengancam kehidupan orang lain menjadi tehnologi atau alat yang menghasilkan yang berguna bagi umat manusia. 


Sahabat yang baik hati! di Advent pertama ini marilah kita menyambut Tuhan sebagai guru, hakim dan perancang dalam kehidupan agar kita tetap berjalan di jalan terang. Tuhan memberkati. Amin


Salam Advent I: 

Pdt Nekson M Simanjuntak



Sabtu, 22 November 2025

PENGHAKIMAN TERAKHIR

 Minggu Akhir Tahun/Peringatan Orang Meninggal

Minggu, 23 Nopember 2025

Ev: Wahyu 20:11-15




Penghakiman Terakhir: Tercatat Dalam Kitab Kehidupan


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki akhir tahun gerejawi. Satu tahun kalender gerejawi kita sudah lalui mulai dari Advent I Tahun lalu hingga Minggu Ujung Gahun gerejawi ini. Dalam kalender HKBP dihubungkan akhir tahun gerejawi dengan peringatan orang meninggal. Biasanya gereja-gereja membacakan nama-nama anggota jemaat yang meninggal dunia sepanjang tahun ini. Hal ini mengingatkan bahwa hidupnkita akan berakhir kepada kematian, namun syukur bagi Tuhan yang menerima orang percaya memasuki kehidupan yang kekal oleh penebusan Yesus Kristus.


Sahabat yang baik hati, kematian selalu menyeramkan bagi kita. Oleh kematian relasi manusia terputus, mungkin masih banyak harapan kita akan orang yang kita kasihi namjn kematian telah merampas dia dari kita. Namun inilah kelebihan orang percaya memahami kematian, siapun kita akan menghadap kematian, kita tidak tahu kapan kematian tiba. Hanya satu yang pasti bagi orang percaya bahwa Kristus telah menebus kita dari kematian dan dalam kebangkitan kelak nama kita telah tertulis di dalam kitab kehidupan. 


Kotbah minggu ini mengingatkan kita akan penghakiman akhir. Barang siapa yang setia sampai akhir dialah yang akan menerima mahkota kehidupan.


1. Sadar cara hidupmu: suatu kotbah dari lagu group musik Black Brother.


Sejalan dengan pesan kotbah minggu ini, saya mengutip lagu yang sangat bagus dari kelompok musik Black Brother dengan judul: "Hari Kiamat"


Di tepi jalan, 

si miskin menjerit

Hidup meminta dan menerima

Yang kaya tertawa, berpesta pora

Hidup menumpang di kecurangan


Sadarlah kau cara hidupmu

Yang hanya menelan korban yang lain

Bintang jatuh hari kiamat

Pengadilan yang penghabisan


Kutipan ladi atas merulaka pesan penting dalam realitas kehidupan yang amat memprihatinkan. Orang memperlakukan orang lain seenaknya karwna kuasa atau apapun kekuatan dirinya yang membuat orang terpinggir. Lagu ini mengingatkan ada penghakiman Tuhan, setiap orang akan mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat di dalam hidupnya. Lagu ini sekaligus kritik keras terhadap orang yang berlaku curung, penindas dan telah menjadikan orang lain melarat dan terpinggirkan.


Diakhir lagu ini penyair menyerukan kesadaran


Sadarlah kau cara hidupmu

Yang hanya menelan korban yang lain

Bintang jatuh hari kiamat

Pengadilan yang penghabisan


Sadarlah kau cara hidupmu

Yang hanya menelan korban yang lain

Bintang jatuh hari kiamat

Pengadilan yang penghabisan


Sadarlah kau cara hidupmu

Yang hanya menelan korban yang lain

Bintang jatuh hari kiamat

Pengadilan yang penghabisan


Diakhir berpesan bahwa pengadilan akan datang. 

Demikian di Minggu akhir tahun gereja dan peringatan orang meninggal ini kita diingatkan ada kelak penghakiman. Sehingga setiap orangbhatus menyadsri cara hidupnya memperlakukan orang. Karena Tuhan akan menghakimi setiap orsng menurut perbuatannya. 


2. Semuanya akan berlalu


Wahyu 20:11 (TB)  Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.


Kemarin dalam ibadah pemberangkatan Pdt Dr Robinson Rajagukguk saya mengutip kotbah dari Ibrani 13:14 bahkwa disini kita tidak ada kota yang menetap, tetapi kita mencari kota yang akan datang. 


Nas ini mengingatkan dunia yang kita jalani sekarang ini adalah sementara, itu hanya sementara. Begitu susahnya seseorang mencari kehidupan yang lebih baik dan layak, berpindah dari satu kota ke kota lain, disertai dengan dinamika kehidupan baik suka dan duka. Ada mungkin yang puas dan bangga namuna ada pula yang berkeluh dan pilu. Namun satu hal bahwa manusia pada akhir mengeluh karena secara alamia mata semakin rabun, pendengaran semakin berkurang, gigih satu persatu copot dan tak kuat menguyah makanan, pikiran makin beku dan sering lupa, kaki goyah dan semakin sulit berjalan. Itu semua tanda yang harus kita terima bahwa semuanya akan berlalu. 


Jika dulu masih muda, melihat jadwal sana sini, menceritakan akan apa yang telah didapatkan atau prestasi yangbdapat ditunjukkan namun setelah semakin tua yang didiskusikan adalah obat ini dan itu serta jadwal ke dokter sana sini. Itulah bukti bahwa hidup kita akan berlalu. Namun ada satu yang menetap yaitu takhta putih yang kita percayai yang menentukan memasuki keabadian, Dialah Yesus Kristus yang datang kelak untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. 


3. Setialah sampai kedatanganNya - penghakiman akhir akan datang


Setialah sampai kedatangan Kristus, bila waktunya datang kita siap dan ditemukannya tetap di dalam iman. Apapun yang menimpa kehidupan kita tetaplah setia: disaat mendapat kemujuran atau diaaat berkeluh, disaay banyak cerita yang membanggakan atau disaat kita ditimpa cerita yang menyedihkan. Ketika hal baik atau hal buruk menimpa tetaplah setia dan percaya.


Seringkali kita bertanya dalam hati mengapa orang-orang di luar Tuhan sepertinya hidup mujur tanpa masalah meski mereka hidup tidak sesuai dengan firman Tuhan (hidup dalam daging dan mengumbar hawa nafsu); sedangkan perjuangan kita setiap hari untuk hidup dalam kebenaran, menabur kebaikan, setia melayani Tuhan rasa-rasanya tidak ada hasil alias sia-sia.  Hal ini juga pernah dirasakan oleh pemazmur yang berkata,  "Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.  Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi."  (Mazmur 73:13-14).  Namun kita diingatkan:  "Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;"  (Mazmur 37:1).


Tetaplah setia menjadi kunci karena setiap ayang yang terjadi dalam hidup kuta dan apa sikap dan respon kita semuanya tercatat dalam pengawasan Tuhan.   Secara terperinci Tuhan mencatatnya dalam sebuah buku yang disebut dengan kitab kehidupan.  Tertulis:  "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu."  (Wahyu 20:12).  Bukan saja dicatat di dalam kitab kehidupan, namun segala perbuatan yang kita lakukan di bumi ini juga akan mendapat hukuman yang menurut penghakimanNya.


Jika kita di jaman modern ini memiliki tehnologi canggih mencatata fenomena setiap apa yangvterjadi.lewat satelit atau lewa cctv l3bih dari itulah Tuhan mencatat dan merecord segala perbuatan kita. Jika satelit dan cctv merekam apa yang kelihatan saja, Tuhan mengetahui apa motivasi dan isi hati yang terdalam dalam setiap orang. 


Kesetiaan di dalam iman menuntuk buah-buah yang baik.  Oleh karena itu, selama kita masih hidup di dunia ini dan memiliki banyak kesempatan,  "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."  (Galatia 6:9)


4. Namamu telah ditulis dalam buku kehidupan


Mengingatkan bagian keempat ini saya mengutip BE HKBP No 146:6 yang biasanya dinyanyikan setelah menerima Baptisan disebutkan:


Asi rohaM o Tuhan, di angka on sude

Tu buku hangoluan, surathon ma sude.

(Kasinilah ya Tuhan semua umatMu ini, ke Kitab Kehidupan, tuliskanlah semua)


Nyanyian ini berangkat dari makna Sakrament Baptisan. Oleh baptisan kita telah dimateraikan di dalam nama Allah Bapa, Anak dan Rohb

 Kudus. Barang siapa yang percaya dan dibaptis beroleh keselamatan. Inilah garansi oenebusan Yesus Kristus atas orang percaya. Kita diselamatkan oleh karena iman kepada Yesus Kristus. 


Iman inilah yang kita pegang teguh, bahwa kita ikut terdaftar dalam pewaris kehiduoan yang kekal.  Melalui pengorbanan yesus Kristus yang kita iman kita memperoleh kepastian keselamatan. 


2 Tesalonika 2:13-14 (TB)  Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 

Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.


Kepastian keselamatan inilah kita mengenal satu lagu yang mengajak kita bahwa dalam pengadilan kelak klnama kita ikut serta:


BE No 544:1

Molo ro panjou ni Tuhan, molo salpu tingki on,

Molo binsar bintang sipaias i, Jala sahat ma tu ginjang angka na tinobus i,

Dohot au dibaen Tuhanta lao tusi.

Molo jouon ni Tuhanta angka goar di pustaha, dibaen asi ni rohana, alusanku: O Tuhanku, au dison.


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 15 November 2025

TUHAN MENGASIHI SEMUA BANGSA

 Kotbah Minggu XXII Stlh Trinitatis

Minggu, 16 Nopember 2025

Ev. Maleaki 1:1-6



Tuhan Mengasihi Segala Bangsa


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, bagaimanakah kita membuktikan cinta kasih kita kepada orang yang kita kasihi? Tentu tidak cukup dengan kata-kata. Apalah artinya kita mengatakan aku mengasihi kami serimu kali didepan orang yang kita kasihi namun tidak pernah memperhatikan dia yang kita kasihi? Bagaimana mungkin kita membanggakan orang yang kita kasihi namun sama sekali kita tidak bangga pada dia dan tidak ada tindakan yang kongkrit yang kita lakukan? Cinta yang palsu dan kasih yang tidak murni seperti itulah yang diungkapkan oleh Maleaki dalam kotbah Minggu ini. Allah telah memberikan dan membuktikan cinta kasihnya kepada umatNya namun mereka sendiri tidak dengan hati yang sungguh-sungguh mengasihi Allah. Maleaki kembali menyampaikan curahan hati Tuhan kepada umat Allah agar mereka berbalik sebelum hari Tuhan. 


1. Kitab Maleakhi dan krisis iman umat setelah pembuangan


Maleaki dalam bahasa Ibrani asal kata "melekh" artinya utusan tamba akhiran "yi" artinya pronaun "aku". Dengan demikian Maleaki berarti "utusanKu" dalam hal ini utusan Tuhan. Maleaki sebagai utusan Allah menyampaikan maksud Tuhan keada umatNya setelah kembali dari pembuangan Babel. Setelah pembuangan ada memang masalah yaitu kesungguhan hati mempercayai dan mengikuti perintah Allah. Maleaki mengajak umat Allah agar benar-benar mencari Allah dan sunggu-sungguh menunjukkan bahwa mereka mengasihi Allah. Mereka memang beribadah namun hanya formalitas, mereka memberikan kurban persembahan namun sekedar bahkan memberika korban yang tidak pantas (1:13), mereka memberikan perpuluhan namun mereka tidak memberikannya dari kesungguhan hati bahkan menipu Allah dengan perpuluhan (3:10). Atas praktek ibadah seperti itu Maleakhi sangat murka terhadap imam. Seharusnya tugas imamlah yang menjelaskan pemahaman ibadah, kurban persembahan, ketaatan kepada Tuhan dan pengajaran iman. Mereka seharusnya mengasihi Allah karena Allah sendirilah yang lebih dahulu memberkati dan memberikan apa yang mereka mohon di dalam doa dan permohonan mereka. 


Maleakhi melihat bahwa kemunduran spiritualitas umat yang kembali dari pembuangan salah satunya adalah faktor kawin campur, anak-anak Tuhan kawin mengawinkan dengan yang tidak percaya akhirnya lahirlah anak-anak yang tidak mengenal Allah dan tidak sungguh-sungguh mengasihi Allah (2:11). Bagi Maleakhi runtuhnya iman keluarga umat Allah sehingga tidak menaati perintah Allah berakar pada perkawinan campur. Memang ada tradisi proselite bagi Yahudi, yaitu menjadikan keluarga non Yahudi menjadi Yahudi namun melalui pengajaran. Namun bagi Maleakhi bahaya synkritisme yang terbawa-bawa akhirnya melahirkan generasi Yahudi yang tidak sungguh-sungguh beribadah. Maka Maleaki menggerakkan kembali kemurnian pernikahan bagi kaum Yahudi.  

Memang Alkitab tidak meniadakan realitas perkawinan campur, dengan cerita kitab Ruth dimana Ruth lahir dari non Yahudi menikah dengan keluarga Yahudi namun kebaikan dan ketulusan hatinya sungguh-sunggu menjadi Yahudi dan ketaatannya keapda Tuhan benar-benar dihayatinya dalam susah dan senang. Dengan megatakan Rut 1:16-17 (TB) Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; 

di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"


Artinya jika kita baca keseluruhan kitab Maleaki ini, ada dua sorotan utama nabi Maleaki, yaitu: peribadahan yang tidak sungguh-sungguh dan bahaya perkawinan campur. 


Pada bagian akhir Maleaki ini, Maleaki mendorong untuk sungguh-sungguh memperbaiki peribadahan mereka, kesungguhan hati untuk memberi persembahan menopang pembangunan Bait Allah. Allah sendiri berjanji akan memberkati mereka. Allah amsih menunggu kesungguhan hati mereka, jika tidak pada hariNya kelak hari Tuhan tiba tidak ada lagi kesempatan karena pintu telah tertutup. Pada kesempatan inilah Maleaki sebagai utusan Tuhan mengetuk hati mereka agar memperbaiki ketaatan damn kesungguhan hati mereka mengasihi Tuhan karean Tuhan telah lebih dahulu mengasihi mereka.


2. Allah mengasihi umatNya: 


Cinta bertepuk sebelah tangan? Seolah demikianlah gambaran hubungan cinta kasih Allah dengan umatNya. Allah telah mengasihi dan membuktikan cinta kasihNya dalam sepanjang sejarah bangsa Israel, dari pemanggilan Bapa Leluhur, hingga masa Kerjaaan, pembuangan dan setelah kembali dari pembuangan Allah tetap mengasihi umatNya. Allah terikat dengan janji "Covenant" kepada umatNya dan Allah setia di dalam janjinya itu. Cinta kasih Allah tetap karena terikat dengan janji. 


Namun apa yang terjadi cinta kasih Allah ini tidak berbalas dari umat Allah, berulah kali umat Allah mendukakan hati Tuhan. Khususnya di konteks kita Maleakhi ini terjadi krisis iman, mereka tidak mengasihi Allah, tidak menuruti perintahNyaa, mereka tidak beribadah dengan sesungguhnya dan bahkan menghina Tuhan dengan memberikan korbah bercacat. Menereka menipu dengan tidak benar-benar memberikan persepuluhan yang menjadi hak Tuhan. Semuanya kemunduran iman ini tentu didasari tidak ada kasih. Kasih akan mempertebal kedekatan dan ketaatan. Sama seperti kita dalam kehidupan sehari-hari terhadap orang yang kita cintai, kita pasti hormat, memberi perhatian dan hubungan yang akrab. Di dalam konteks kitab Maleakhi ada ke gersangan. 


Malekhi mencari alasan dimana letak semua ini, jika kita baca Maleakhi 1:2 (TB) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub, 


Mereka sudah meragukan cinta kasih Allah kepada mereka, mereka seolah bukan Yakub yang dikasihi oleh Tuhan tetapi Esau yang telah terbuang. Disinilah Maleakhi mengingatkan mereka bukanlah Esau yang terbuang tetapi Yakub yang dikasihi, diberkati bahkan dipelihara sepanjang perjalanan hidupNya. 


Kata Yakub dipakai Maleakhi disini juga mengingatkan Yakub sebelum pertobatannya, Yakub berulang kali menipu: menipu esau, menipu pamannya Laban dan dia berhasil dalam segala usahanya. Tapi lihatlah saat diperintahkan Tuhan kembali ke Kanaan, Yakub bergulat di Sungai Jabok dan Jakub berubah nama menjadi "Israel. 


Maleakhi mau mengatakan: Allah tetap mengasihi umatNya. Mereka bukan Esau yang mejadikan milik pusakanya padang gurun, tetapi mereka dalah anak-anak Yakub yang dituntun di Kanaan, tanah yang berlimpash susu dan madu, tanah perjanjian dan tanah yang diberkati. 

 

3. Allah memberi ganjaran kepada umat bukti kasih-Nya


Maleakhi 1:4 (TB) Apabila Edom berkata: "Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu," maka beginilah firman TUHAN semesta alam: "Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya." 


Saya menafsirkan ayat 4 ini demikian, kalau Tuhan mengasihi umatNya mengapa ada hukuman dan pembuangan? Maleakhi menjawab bahwa Tuhan memberikan ganjaran kepada umat yang dikasihiNya. Sama seperti seorang Bapak yang memberikan ganjaran kepada anak jika salah. Setelah diberi ganjaran maka kembali merangkulnya dan memeluknya. Jadi ganjaran adalah bukti cinta kasih.


Berbeda dengan Edom, Allah memberikan hukuman dan hukuman itu selama-lamanya. Allah meruntuhkan kota itu dan tidak akan terbangun kembali. Murkanya selama-lamanya. Namun berbed dengan umat yang dikasihinya, diberi pelajaran dan ganjaran namun kembali merangkulnya dengan kehangatan kasih sayang. 


Artinya: hukuman keapda Edom adalah selama-lamanya, namun ganjaran kepada umatNya adalah hukuman yang mendidik agar mereka mengenal kesalahannya,mengaku dan memohon pengampunan. Allah senantiasa membuka jalan pertobatan dan pengampunan karena Allah sungguh-sungguh mengasihi umatNya. 


4. Tegoran keras kepada Imam: 


Maleakhi 1:6 (TB) Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"


Apa masalah dibalik megersangan iman, ketidak taatan dan kesemuan ketaatan umat terhadap Allah? Bagi Maleakhi letak kegersangan iman dan krisis kepercayaan umat terletak pada imam. Imamlah yang bertanggung jawab mengajari, membimbing dan mendidik ketaatan kepada perintah Allah. Imamlah yang mediator Allah menyampaikan maksud Allah kepada umatNya dan sebaliknya perantaraan umat menyampaikan doa dan penyembahan kepada Allah. Maka dibalik semua krisis iman dan kepercayaan setelah pembuangan ada pada kelemahan para imam. 


Sebelum memberikan korban seharusnya imam teliti dan cermat akan jenis korban yang akan dipersembahkan sehinga tidak terjadi korban bakaran yang cacat dan tercela. Demikian dengan praktek ibadah lainnya serta menurunnya ketaatan umat kepada Allah adalah karena imam tidak sungguh-sungguh memberikan pengajaran iman yang sesuai dengan tradisi levi yang telah dirintus sejak zaman Musa. 


Teguran Nabi Maleakhi ini juga menjadi hentakan bagi kita, jika pembinaan warga tidak terjadi dengan seharusnya kelemahan itu ada pada gembala. Jaman akan terus berubah dan dalam perubahan zaman itu akan senantiasa ada tantangan yang mempengaruhi pemahaman, nilai dan keyakinan. Namun jika pembinaan warga dilakukan dengan baik, iman akan mampu menghadapinya. Imanlah yang mengalahkan dunia bukan sebaliknya oleh perubahan dunia iman kita semakin kering dan ketaatan kita kepada Tuhan tergerus. (Baca 1 Yohanes 5:1, 5 (TB) Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari padaNya.

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?). Amin


Salam

Pdt Nekson M Simanjuntak

Sabtu, 08 November 2025

MEMELIHARA DIRI DI DALAM KASIH ALLAH

 Kotbah Minggu XXI Stlh Trinitatis

Minggu, 9 Nopember 2025

Ev. Yudas 1:17-23 


MEMELIHARA DIRI DALAM KASIH ALLAH 


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, tiga hal yang menetap didalam diri orang percaya adalah: iman, pengharapan dan kasih (1 Kor 13;13). Ketiga hal ini merupakan nasihat dari rasul Paulus agar setiap orang percaya tidak meninggalkan ketiga hal di atas. Dengan iman kita memiliki dasar kehidupan, yaitu percaya kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselaman. Berpengharapan mengajak kita bahwa kita memiliki masa depan dan hidup di dalam kasih adalah prinsip hidup orang percaya. Kasih adalah gaya hidup orang percaya menjalani kehidupan ini sampai marantha.  


Jika kita baca surat-surat dalam Perjanjian Baru, kita menemukan nasihat para rasul pada bagian akhir surat. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan surat serta urgensinya surat menurut pengamatan dan analisis rasul terhadap apa yang terjadi di tengah-tengah jemaat. Maka di bagian akhir surat-surat Perjanjian Baru  akhirnya rasul memberikan nasihat untuk dipedomani dan dipelihara oleh jemaat.


Khusus surat Yudas ini sangat singkat merupakan surat terpendek dari beberapa surat di dalam Perjanjian Baru karena hanya satu pasal. Namun sekalipun satu pasal isinya benar-benar menyapa secara konferehensip tentang eksistensi iman kekristenan. Surat ini melihat adanya tantangan zaman yang mengancam dan menggoncangkan iman jemaat, kemudian menasihati agar tetap berdiri kokoh di dalam iman sebagaimana diajarkan oleh rasul serta menunjukkan kasih kepada sesama dan semua orang sebagai bukti hidup orang yang telah dikasihi oleh Tuhan.


Sebelum menjelaskan beberapa pokok penting dalam kotbah Minggu ini, ada baiknya sa jelaskan mengenai surat Yudas. 

Mendengar kata Yudas mungkin kita terpikir tentang murid yang menghianati Tuhan Yesus, namanya Yudas Iskariot. Yudas Iskariot mati bunuh diri karena menyesali telah menjual dan menghianati Tuhan Yesus. Yudas dalam Perjanjian Baru ada beberapa kali disebutkan, yaitu: Yudas disini adalah seorang murid Tuhan Yesus bukan Judas Iskariot merujuk kepada catatan-catatan Injil Yudas disini ada dua yakni: Yudas anak Yakobus yakni salah satu murid Tuhan Yesus (Baca Lukas 6:16 atau Yohanes 14:22). Yudas murid Tuhan Yesus ini juga disebut dengan Tadeus (baca Mat 10:3 dan Markus 3:18). Satu lagi Yudas adalah juga saudara Yesus dari ibunya Maria (Mat 13:55 dan Markus 6:3). 

Menurut keterangan Yudas 1:1 Penulis Surat Yudas adalah saudara Yakobus yang adalah murid Kristus.  


Salah satu keprihatinan rasul Yudas adalah keprihatinan yang mendalam atas hadirnya guru-guru palsu dan penyesat yang mengacaukan iman jemaat mula-mula. Guru-guru palsu ini datang dari dalam kekristenan sendiri yang mengajarkan rupa-rupa ajaran menyesatkan yang sama sekali berbeda dengan ajaran rasul-rasul. Mereka adalah orang-orang yang menyalah gunakan kasih karunia Allah, mengatasnamakan pelayanan Allah namun pelayanannya bukan untuk tujuan pelayanan Allah tetapi hanya melampiaskan hawa nafsu mereka (1:4). Rasul Yudas sangat mengecam guru-guru palsu dan meyakinkan jemaat mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan dan hukuman terhadap mereka akan sama seperti hukuman Tuhan terhadap Sodom dan Gomora (1:7). 


Atas keganasan guru-guru palsu yang menyesatkan ini secara massif rasul Yudas menyampaikan nasihat kepada jemaat mula-mula dengan menekankan: 


1. Mengantisipasi tantangan zaman - kehadiran guru-guru palsu yang menyesatkan. 


Yudas sangat keras terhadap pengajar-pengajar palsu ini, selain menyelewengkan kasih karunia bagi Yudas mereka adalah seperti binatang (ayat 10), mereka menyusup ke persekutuan jemaat, melayani dengan gaya Bileam yang memburu upah. Bileam adalah bernubuat karena uang, demikian guru-guru palsu ini mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri. Apapun rencana mereka yang menyesatkan dan mengacaukan jemaat bagi Yudas mereka akan mendapatkan hukuman yang berat seperti Sodom dan Gomora. Sekalipun mereka lihai dan cerdik namun Yudas menegaskan mereka itu seperti awan kekring yang tidak berair. Awan biasanya datang dan menghadirkan embun dan menjadi hujan yang membasahi bumi, namun guru palsu adalah awan yang kering dan tertiup angin. Selanjutnya Yudas menjelaskan guru-guru palsu sama seperti pohon di musim gugur yang tidak menghasilkan buah. Mereka adalah pohon yang akarnya telah mati tinggal menunggu waktu kematian dan membusuk (ay 11-12). Guru palsu akan tiba waktunya dihukum oleh Tuhan.


Nasehat inilah yang disarankan oleh Yudas agar jemaat mula-mula berhati-hadi dan mewaspadai mereka. Apalagi mereka pintar menjilat, pandai menggunakan kata-kata untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri (16). Yudas menegaskan agar jangan mudah goyah tetapi tetap memelihara ajaran para rasul yang telah mengorbankan hidupnya untuk membangun iman jemaat. Jika kita baca ayat 11-16 Yudas secara rinci menjelaskan akhir hidup orang-orang yang menyesatkan. Mereka akan berakhir dengan hukuman terhadap orang fasik.


Dalam kehidupan gereja di masa kini, kita harus memiliki hikmat dan dapat memfilter mana ajaran yang benar yang didasarkan oleh kebenaran Firman Tuhan, agar kita tidak terjebak didalam rupa-rupa ajaran palsu yang menyesatkan. Mengatasnamakan pelayanan Tuhan namun melayani diriya sendiri, mengatasnamakan Tuhan namun dirinya dikuasai roha jahat dan hawa nafsu. Benar apa yang dikatakan oleh Paulus: "ujilah segala sesuatu dan peganglah apa yang baik. (1 Tes 5:21). Sebelum teruji baiklah kita tetap hati-hati agar tidak tertipu oleh tipu muslihat.  


2. Membangun diri diatas dasar iman


Yudas 1:17 (TB)  Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.


Setelah menjelaskan tentang bahaya dan sifat-sifat guru-guru palsu, Rasul Yudas memberikan nasihat agar jemaat bertumbuh di dalam iman. Setiap orang percaya harus berdiri di atas dasar iman yang kokoh. 


Bagaimana berdiri diatas dasar iman yang kokoh, Yudas menyarankan agar hidup menurut ajaran rasul yang telah mereka terima. Iman mereka harus bertumbuh diatas pengajaran para rasul. Menegaskan pembangunan iman ini baiklah kita kutip juga nasihat dari Paulus.


2.1. Berdiri kokoh diatas dasar: iman kepada Yesus Kristus

1 Korintus 3:11 (TB)  Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.


2.2. Berakar dan bertumbuh

Kolose 2:7 (TB)  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.


2.3. Berdiri kokoh jangan mau diombangambingkan

Galatia 5:1 (TB)  Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.


Ketiga ayat diatas dapat kita kembangkan bagaimana keinginan Yudas untuk pertumbuhan iman jemaat. Yudas menghendaki agar pengajaran rasul tetap dipelihara dan berakar, bertumbuh serta berbuah ditengah-tengah jemaat. Setia dan konsisten, tidak berubah-ubah. 


3. Memelihara diri di dalam kasih Allah dengan menunjukkan kasih


Bagi Rasul Yudas, beriman tidak hanya terpelihara di dalam batin, tetapi tampak dalam praksis khidup orang percaya. Iman itu dibuktikan dengan buahnya. Orang yang beriman hidup di dalam kasih karunia Allah, namun sekaligus menghasilkan kasih karunia kepada sesama. 

Itulah sebabnya rasul Yudas menasihatkan kasih Allah yang telah kita terima disalurkan melalaui tindakan kesih kepada sesama. 


Dua kali Rasul Yudas menekankan agar orang percaya menunjukkan kasih kepada sesama. Yudas 1:22-23 (TB)  Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 

selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. 


Penekanan ini sangat penting, menunjukkan kasih kepada orang-orang yang telah tertawan oleh guru-guru palsu. Mereka itu harus ditarik segera sama seperti merampas mereka dari api. Jika mereka tetap di dalam pengaruh guru palsu mereka akan  musnah terbakar. Bukti solidaris dan kasih sayang orang percaya tidak boleh membiarkan orang tersesat dan mati di jalan yang sesat, mereka harus diselamatkan ibarat merampas mereka dari api


Saya pernah melihat seorang ibu merampas korek api dari anak-anak, dia sudah mulai membuka korek api dan mencoba menyalakannya tiba-tiba siibu merampas korek tersebut dari anak. Anaknya menangis dan meronta, dimata anak mungkin itu tindakan yang tidak mengenakkan, namun dimata semua orang tindakan ibu adalah bukti kasih sayang agar anak tidak terbakar. 


Kadan dalam hidup ini seperti itu, sering merasa risih dengan kometar dan nasihat yang mungkin tidak nyaman dan tidak enak, namun jika dianalisa dengan pikiran sehat justru harusnya bersyukur karena tindakan seperti itu telah menyelamatkan dirinya dari kesalahan yang fatal. 


Sahabat yang baik hati, nasihat Yudas ini membakar semangat kita untuk menunjukkan kasih kepada semua orang, baik berupa dukungan atau sokongan ataupun kritikan yang pedas demi merampas kita dari api yang menghanguskan. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses D.18 Jabartengdiy


Sabtu, 01 November 2025

TUHAN MENDENGAR SERUAN HAMBANYA

 Kotbah Minggu XX Stlh Trinitatis

Minggu, 2 Nopember 2025

Ev. Nehemia 1:1-11



TUHAN MENDENGAR SERUAN HAMBANYA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, pernahkah hati anda tersayat melihat suatu kenyataan yang memperihatinkan? Dulu, saya senang menonton program channel TV tentang bedah rumah, kru membedah rumah orang yang keadaannya memprihatinkan dan dirubah menjadi layak huni. Program seperti itu mendapat dukungan yang positip dari masyarakat karena bentuk kongkrit peduli terhadap suatu realitas yang memprihatinkan.  


Kembali kepada pertanyaan bagaimana sikap kita terhadap suatu keadaan yang memperihatinkan? Setidaknya ada tiga sikap orang terhadap kondisi yang memperihatinkan:

Pertama, exit permit artinya setelah tahu keadaan berat dan sulit diperbaiki maka dia akan tidak mau tahu atas keadaan, menghindar dan tidak mau terlibat untuk memperbaikinya. 

Kedua, sikap prihatin namun tidak berbuat apa-apa untuk memperbaiki keadaan. Banyak komentar, banyak menganalisa dan ide-ide namun tidak ada action plan yang dilakukan

Ketiga, praxis, prihatin dan berbuat sesuatu untuk merubah keadaan.


Tentu masih banyak yang dapat kita identifikasi tentang sikap seseorsng terhadap situasi yang memperihatinkan namun umumnya bermuara pada ketiga arus diatas. 


Kotbah minggu ini memberikan contoh pemimpin pembangunan yaitu Nehemia. Dia memiliki jabatan di kerajaan Persia namun sangat peduli terhadap bangsaNya. Dia mengamati dan memonitoring perintah Raja yang memulangkan umat Allah dari pembuangan. Proses kembalinya dari pembuangan diawalnya tidak seperti yang dibarapkan karena mereka yang kembali merasakan penderitaan. Kotbah ini menginspirasi kita tentang tokoh Nehemia. 


1. Nehemia tokoh pembaharuan dan pembangunan.


Nehemia adalah salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan Keprihatinan disertai dengan tindakan kongkrit menjawab keadaan yang memprihatinkan. Dia seorang pejabat di pemerintahan persia dan mempergunakan jabatannya untuk memberikan penjrlasan kepada raja bahwa umat Allah yang telah pulah dan yang masih berada dalam.pembuangan sangat memprihatinkan. Dia berdoa dan berkabung setelah tahu keadaan umat yang kembali ke Yerusalem. Kemudian Nehemia melakukan banyak apalagi setekah dutetapkan menjadi gubernur dia melakukan banyak hal membangun tembok Terusalem, membangun Bait Allah dan kesejahteraan umat Allag setelah pembuabgan. 


Kitab Nehemia adalah salah satu bentuk keprihatinan yang mendalam atas keadaan yang dialami oleh umat Allah. Nehemia hadir menangis melihat realitas dan berdoa memohon kepada Tuhan untuk berkenan memperbaiki umatNya. 


Nehemia adalah seorang juru minum raja Persia yang hidup makmur di Susan. Namun, ia tidak melupakan bangsanya yang berada di Yerusalem. Ketika ia mendengar kabar dari saudaranya, Hanani, bahwa orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan berada dalam keadaan sengsara, tembok Yerusalem runtuh, dan gerbangnya terbakar, Nehemia sangat terpukul. Nehemia 1:3 (TB) Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." 

Nehemia sujud berdoa atas keadaan yang memprihatinkan ini. 


Kotbah minggu ini mengajak kita belajar dari apa yang dilakukan olrh Nehemia. Apa yang dilakukan Nehemua adalah contoh kongkrit bagi seirang pemimpin yang menyuarakan keprihatinan dan melakukan upaya kongkrit memperbaiki keadaan.


2. Kepedulian Nehemia dan tindakan nyata terhadap keadaan bangsanya.


Nehemia memiliki kepekaan yang mendalam terhadap penderitaan bangsanya, meskipun ia hidup nyaman di Istana namun hatinya melekat dengan keadaan bangsanya. Saat Raja Persia mengumumkan kembalinya Israel dari pembuangan dia terus memonitoring dan memintai keterangan dari sahabat dan informan yang dipercaya. Berdasarkan itulah Nehemia mengehtahui gelombang pertama yang kembali ke Yerusalem sangat memprihatinkan, tembok Yerusalem runtuh, Bait Suci jadi puing dan mereka yang kembali mengalami kesulitan yang besar. Dia prihatin yang mendalam, dia berdoa, berpuasa atas keadaan umat Allah. Keprihatinan yang mendalam inilah membuat Nehemi tergerak untuk memberanikan diri menghadap raja untuk membangun kembali Yerusalem. Ini menjadi teladan bagi orang percaya untuk tidak egois dan memiliki beban bagi orang lain.


Mari.kita lihat bagaimana Nehemia meminta kepada Raja agar dia diberi tugas untuk membangun Yerusalem.


Nehemia 2:2-5 (TB) bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.

Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" 

Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, 

kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."


Keteladanan Nehemia ini menggugah kita bahwa panggilan untuk membangun Yerusalem tertanam dihati. Kenyamanan dan kemapanan tidak boleh membuat kita melupakan tanggung jawab terhadap sesama dan pekerjaan Tuhan.


Nehemia adalah contoh berdoa untuk pekerjaannya dan mengerjakan doanya. Dia digerakkan dengan roh yang menyala untuk membangun kembali Yerusalem. Doa dia berikan Tuhan raja oun mengijikna Nehemia menjadi gubernur dan menata Yerusalem bersama imam Ezra. Doa Nehemia menjadi contoh doa yang didengar Tuhan karena didasarkan pada hati yang hancur, pengakuan dosa, dan keyakinan akan janji Tuhan.


3. Pengakuan dosa awal perubahan:


Di atas sudah saya singgung spiritualitas Nehemia. Dia berdoa untuk keadaan yang memprihatinkan umat Allah yang kembali ke Yerusalem dan Nehemia mengerjakan doanya dengan turun langsung melakukan perencanaan, mengorganisir pelaksanaan sampai pembangunan tuntas.


Dalam doa ini ada hal menarik dari Nehemia, dia menyadari sepenuhnya bahwa keadaan ini adalah buah dari pelanggaran dan dosa umat Allah. Nehemia tidak membela umatnya atas semua kesengsaraan ini, namun memohon pengamounan dosa agar Tuhan berkenan mengampuni dan memberi kesempatan untuk berubah.

Nehemia 1:7 (TB) Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.


Apa yang dilakukan oleh Nehemia ini adalah transformasi dari diri sendiri. Ada orang dalam menghadapi kenyataan sulit selalu membenarkan diri dan menyalahkan pada pihak lain. Menyalahkan pihak lain tidak akan mengubah apa apa, mengubah keadaan diri sendiri harus dimulai dengan melihat letak kesalahan diri. Orang yang menyadari kesalahan dan berkenan merubahnya akan meraih masa depan. Karena dengan melihat kesalahan dan mengakui dihadapan Tuhan akan mengubah diri san menatap visi. 


4. Iman dan keyakinan Nehemia: Ya Tuhan berilah telinga kepada hambaMu ini!


Setelah mengaku dosa ada hal menarik dari Nehemia, yaitu keyakinan Nehemia atas janji Allah. Bukankah Allah sudah berjanji dengan umatNya. Mereka adalah milik Allah dan Tuhan akan setia di dalam janjinya.


Dengan keyakinan ini, Nehemia menyampaikan doa didalam keyakinan bahwa Tuhan akan mendengarkan doaya.

Nehemia 1:10-11 (TB) Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?

Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. 


Keyakinan seseorang melakukan pekerjaan akan berpengatuh kepada etos kerja. Semakin yakin seseorang dapat melakukan pekerjaannya maka possibiltas tuntasnya pekerjaan itu semakin tinggi. Sebaliknya jika seseorang ragu dan tidak yakin untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan maka possibiltas tuntasnya pekerjaan tersebut akan rendah. 


Nehemia sujud dihadapan Tuhan menyampaikan harapannya. Nehemia yakin bahwa Tuhan akan membebaskan umat Allah atas segala kesalahan dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tuhan mendengar doa Nehemia dan Nehemia mengerjakan doanya. Nehemia seorang gubernur ahli dalam pemerintahan bersama imam Ezra bersama-sama membangun tembok Yerusalem dan Bait Allah. 


Nehemia adalah firgur leader yang prihatin atas keadaan, dia berdoa dan mengerjakan doanya karena percaya Tuhan mendengar seruanNya. Amin


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak



DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...