Minggu Advent Pertama (I)
Minggu, 30 Nopember 2025
Ev. Yesaya 2:1-5
Berjalan Dalam Terang Tuhan
Selamat Advent I ...! Sahabat yang baik hati, waktu begitu cepat berjalan kita kita sudah memasuki Minggu Advent I. Advent adalah tahun baru kalender gerejawi. Selama empat minggu berturut-turut kita diarahkan kepada penantian kedatangan Kristus dengan penekanan topik-topik khusus.
Kotbah Minggu Advent I ini menekankan tentang ajakan untuk berjalan di dalam terang Tuhan. Ajakan ini diarahkan nabi Yesaya setelah pada pasal satu telah dijelaskan krisis iman ditengah-tengah umat Allah dan praktek kehiduoan beragama yang munafik. Allah hendak berperkara dengan umatNya karena perilaku yang sudah jauh dari kehendakNya. Allah sudah tidak suka dengan semua kemunafikan dan praktek kehidupan agama yang diperankan di masa Proto Yesaya. Namun sekalipun merahnya dosa dan pelanggaran mereka, Tuhan sendiri berkenan mengampuni dan menghapuskan kesalahan umatNya.
Yesaya 1:18 (TB) Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
01. Proto Yesaya: ada apa dengan umat Allah?
Menurut para ahli, kitab Yesaya yang lebar ini dibagi pada tiga bagian,
- Proto Yesaya sebelum pembuangan 1-39 menekankan nubuatan kehancuran dan keselamatan
- Deutro Yesaya pada masa pembuangan 40-55 penghiburan dan pemeliharaan Tuhan, YHWH adalah satu-satunya sumber keselamatan
Trito Yesaya pada masa setelah pembuangan 56-66 pemulihan Tuhan atas umatNya dan kembalinya ke Yerusalem.
Pada proto Yesaya kita menemukan bagaimana Allah marah akan dosa dan pelanggaran umatNya, Allah tidak menyukai perilaku munafik dan Allah sendiri akan menghakimi umatNya namun bagi orang yang mau memperbaiki diri Tuhan berkenan mengampuni dan tksak akan mengingat dosa-dosanya lagi. Allah sendiri akan menuntun ke jalan Tuhan. Itulah ajakan dalam pasal 2 ini. Allah melalui nabi Yesaya mengajak umatNya agar berjalan di jalan Tuhan.
Dalam masa krisis yang mereka alami, pilihan alternatif yang dilakukan oleh raja Yehuda adalah berkoalisi dengan bangsa asing agar aman dari tekanan Assyur. Pilihan ini dikritik oleh nabi Yesaya, itu adalah pilihan yang keliru, jalan yang gelap, jalan yang tidak dikehendaki Tuhan. Dengan berkoalisi dengan bangsa asing justru akan menghantarkan umat Allah meninggalkan Tuhan dan percaya kepada ball. Disinilah Nabi Yesaya berseru: marilah berjalan di dalam terang Tuhan. Suatu undangan agar umat Allah berbalik dari jalan yang dipilih. Nabi Yesaya menghendaki mereka berbalik kepada Allah, belajar kepada Tuhan dan mau berjalan di jalan Terang Tuhan. Kenapa harus meminta kekuatan asing yang tidak mengenal Allah, mengapa harus mengandalkan kekuatan patung ball buatan tangan manusia? Mengapa harus berguru kepada yang tidak mengetahui jalan dan masa depan? Tuhan justru telah menetapkan Sion menjadi kota damai, pusat kekuasan dimana bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun dan belajar ke gunung Tuhan. Disinilah Yesaya meminta, agar umat Allah berbalik dari kebijakan yang salah, belajar kepada Tuhan dan menapaki jalan yang telahbditetaokan Tuhan bagi umatNya.
Panggilan berjalan di jalan terang Tuhan di Minggu Advent ini bertepatan dengan suasana hati kita yang merasakan dahsyatnya bencana alam yang terjadi di Tapanuli, Aceh, Sumatera Utara dan Simatera Barat. Sepanjan deret bukit barisan secara estapet dilanda banjir bandang dan longsor. Kita tidak tahu berapa korban jiwa yang ditemukan hingga saat ini namun berbagai vidio dan photo yang beredar dimedia sosial membuktikan dahsyatnya bencana ini dan kemjrkaan alam atas ulah manusia yang telah merusak alam. Doa kita bersama mereka yang dilanda banjir dan longsor.
Dalam Advent pertama ini kta diajak untuk berjalan dijalan Tuhan.sekaligus mengoreksi jalan yang telah kita temouh selama sesat mari bertobat dan berbalik ke jalan terang Tuhan. Jika kita baca dari keseluruhan kotbah ini menekankan:
02. Bangsa-bangsa berduyun-duyun ke Sion
Hal menarik dari nabi Yesaya adalah jika Yehuda meninggalkan Tuhan, maka sebaliknya Yesaya menyampaikan bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyung ke Sion atau Bukit Tuhan. Jika umat Tuhan tidak mau lagi datang.ke bukit Sion maka bangsa-bangsa yang tidak.mengenal Allah alan datang.. Sion adalah pusat peribadahan yang ditetapkan Raja Daud menyatukan Israel dan menetapkannya sebagai pusat ibadah. Allah beserta umatNya dan memerintah dari Sion.
Krisis iman di masa proto Yesaya meragukan kemahakuasaan Tuhan. Munculnya ancaman dari negara-negara asing yang mengancam Kerajaan Yehuda membuat mereka semakin ragu dan meninggalkan Tuhan. Disinilah Nabi Yesaya menyampaikan jika Yehuda meninggalkan Tuhan dan ragu akan kekuasan dan pemerintahan Tuhan dari Sion, sebaliknya
waktunya bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun datang ke bukit Sion.
Yesaya 2:2 (TB) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
Dengan demikian di advent pertama ini kita diajak berjalan di ajalan Tuhan tegaplah kokoh berpendirian dan percaya keoada Tuhan. Dia berkuasa, Dia memerintah umatNya, Dia memelihara umatNya bahkan segala bangsa akan datang memohon pemeliharaan dari Tuhan.
3. Pangilan perubahan keagamaan dan kerohanian umat
Beejakan di jalan Tuhan tentu panghilan untuk memperbaiki sikap dan perilaku. Seluruh kritik Yesaya terhadap perbuatan, sikap munafik dan pelanggaran dalam pasal 1 harus berubah. Berjalan di jalan Tuhan mengajak berkenan dipandu dan dituntun Tuhan menurut kehendakNya.
"Mari naik ke gunung Tuhan" ajakan untuk mencari Tuhan memperbaiki kehidupan rohani.
Lihatlah kritik Yesaya terhadap kehidupan rohani umat Allag di masa proto Yesaya
Yesaya 1:11-13 (TB) "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
Ibadah yang munafik tidak akan diterima oleh Tuhan. Tuhan menghendaki naik ke gunung Tuhan dengan kesungguhan hati.
4. Tuhan sendiri menuntun kita di jalan terang sebagai guru, sebagai hakim/wasit yang mengawasi dan sebagai ahli rancang.
Yesaya 2:5 (TB) Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
Masyarakat di jaman Indistri 4.0 ini kita sangat ditolong dengan tehnologi GPS saat bepergian. Input alamat yang dituju selanjutnya GPS akan menuntun kita sampai ke alamat yang dituju. Fasilitas lain GPS adalah membantu orang mengetahui jalannyang hendak ditempuh membuat warna biru untuk jalan tiada hambatan, kuning tersendat dan merah pertanda macet ditambah dengan prediksi waktu. Pertanyaan jika sedemikian panjang kemacetan apakah anda akan melanjutkan perjalanan? Atau apakah akan mencari jalan lain yang lebih cepat menghantarkan anda ke tujuan. Yang pasti tidak ada orang yang mau memilih jalan yang macet total tak jelas kapan bisa terurai. Sabar mengikuti jalan yang macet total atau memilih mencari alternatif lain adalah pilihan.
Jika kita baca Yesaya 2: 3-7 ada tiga istilah menarik yang dipakai oleh Yesaya untuk mengundang dan mengarahkan umat Allah berjalan di jalan terang Tuhan. Ketiga istilah ini meyakinkan kita agar bersedia ikut dalam arak-arakan di jalan Tuhan
4.1. TUHAN adalah GURU yang mengajari kita akan kehendak Allah. Dengan demikian marinkita menjadi muridNya yang selalu bersedia dibimbing dan diajari kepada kehendak Allah. Banyak orang menempatkan diriNya menjadi guru bagi orang lain. Minggu ini mengajak kita agar tetap sebagai murid yang bersedia membuka segala pengajaran dari Firman sehingga kita semakin mengenal kehendak Allah dalam hidup kita.
4.2. TUHAN adalah HAKIM YANG ADIL yang menghakimi setiap orang menurut keadilannya. Tidak ada perbuatan yang tidak diketahuinya sedangkan ide di dalamnoikiran dan niat di dalam hati diketahui oleh Allah. Allah adalah Hakim yang adil yang akan menghakimi setiap kata dan perbuatan orang. Mari takut akan Tuhan karena kita semua akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah
4.3. TUHAN adalah AHLI RANCANG dalam hidup kita: Dia dapat mengubah hati setiap orang. Batak: "Debata panompa dohot panopa, ditompa hita jala ditopa rohanta sian hajahayon, badabada, porang gabe roha na dame songon oangula na mamparbuehon na denggan di ngoluna". Allah itu perancang yang baik, lenih deri seorsng enginering ibarat atau arsitek yang merancang sesuatu bangunan atau ruangan, demikian Allah arsitek kehidupan setiap orang. Dia ahli dan pandai besih yang mengubah peralatan perang menjadi alat-alat pertanian yang produktif membangun kemanusiaan.
Seruan nabi Yesaya di Advent pertama ini, jika manusia berlomba-loma menciptakan senjata canggih untuk menahlukkan musuh dan menakuti kekuatan lawan pada panghilan di advent pertama ini mengubahnua menjadi tehnologi yang menghasilkan yang berguna bagi umat manusia, senjata tajam diubah menjadi alat pertanian. Tindakan Allah yang mengubah manusia senjata yang menakuti dan mengancam kehidupan orang lain menjadi tehnologi atau alat yang menghasilkan yang berguna bagi umat manusia.
Sahabat yang baik hati! di Advent pertama ini marilah kita menyambut Tuhan sebagai guru, hakim dan perancang dalam kehidupan agar kita tetap berjalan di jalan terang. Tuhan memberkati. Amin
Salam Advent I:
Pdt Nekson M Simanjuntak





