Kotbah Minggu TRINITATIS
Minggu, 15 Juni 2025
Ev. Yesaya 61:1-9
*MEMBERITAKAN TAHUN RAHMAT TUHAN*
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki Minggu Trinitatis. Minggu Trinitatis ini mengajak kita memahami missi Allah yang Tritunggal (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus) bagi dunia ini dan mandat orang percaya. Allah pencipta dan pemelihara, Allah penyelamat di dalam Yesis Kristus dan Allah menyertai umat manusia sampai akhir jaman dalam melaksanakan misi di dunia ini. Missi keselamatan dari Allah harus terus diwartakan sampai ke ujung bumi, ke segala bangsa dan segala mahkluk. Jika kita lihat kotbah-kotbah Minggu setelah Trinitatis biasanya akan diikuti dengan tugas-tugas orang percaya di dunia ini. Minggu setelah Trinitatis diakhiri dengan Minggu keabadian dengan peringatan orang meninggal.
Kotbah pada Minggu Trinitatis ini tertulis pada Yesaya 61:1-9 tentang pemberitahuan Tahun Rahmat Tuhan. Keselamatan telah nyata, pemeliharaan Tuhan akan nyata dan Roh Tuhan akan memamlukan hamba Tuhan melaksanakan missi Allah. Yesaya 61 ini merupakan nas yang sangat populer di kalangan Kristen, karena inilah nas yang dibacakan oleh Yesus ketika mengajar di Sinagoge, yang dikutip oleh penulis Injil Lukas. (Baca Lukas 4;18-19). Setelah Yesus membaca nas ini, Yesus berkata: "pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarkannya." (Lukas 4:21). Suatu statemen yang menegaskan bahwa Yesus menggenapi tugas Mesias yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Yesus telah membebaskan kita dari perhambaan dosa dan kuasa maut, manusia telah dilepaskan dari rantai yang mengikat mereka menjadi hamba dosa. Kristus telah membebaskan kita dari segala bentuk penindasan. Sebelum Yesus naik ke sorga, Yesus mengutus murid-murid untuk memberitakan Injil. Inilah yang kita sebut dengan mandat orang percaya.
Kotbah Minggu ini mengingatkan kita tentang tugas utama gereja untuk memberitakan Tahun Rahmat memberitakan Missi Mesianis telah digenapi di dalam Yesus Kristus . Tahun Rahmat Tuhan telah di dalamnya ada pembebasan (ayat 1-3), pemulihan (4-6) dan penetapan masa depan yang cerah bagi generasi penerus umat Allah (8-9). Semua tugas ini dilaksanakan dengan dasar penyertaan Roh Tuhan. Tanpa Roh Tuhan orang percaya tidak akan mampu melaksanakan ini sebagaimana diingatkan oleh Yesus dalam Kisah Rasul 1:8, "tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu...."
Sahabat yang baik hati baiklah sebagai orang percaya kita dapat mengambil pesan dapat kita terima dari nas kotbah ini sebagai tugas dalam kehidupan ini.
*1. Roh Tuhan ada padaku.*
Diatas telah disinggung Roh Kudus turun atas orang percaya menjadi titik berangkat missi memberitakan Tahun Rahmat Tuhan. Peristiwa TurunNya Roh Kudus menggenapi apa yang telah dijanjikan oleh Yesus sebelum naik ke sorga. Roh Kudus akan menolong, menghibur dan menyertao orang percaya di dunia ini melaksanakan mandat Allah sampai kedatangan Tuhan Yesus kristus. Roh Kudus yang mengajar orang percaya bersaksi dan menyatakan kebenaran dan Roh Kudus memampukan orang percaya setia di dalam Tuhan dan menghasilkan buah-buah iman. Dalam pemahaman demikian Roh Kudus tidak terpisahkan dari persekutuan orang percaya dan missi gereja di dunia ini. Perbuatan roh Kuduslah yang membuat pekerjaan orang percaya berhasil dan berkenan di dalam Tuhan.
Roh Tuhan ALLAH ada padaku (ay. 1). Pada nabi-nabi ada Roh Allah yang menggerakkan mereka dari waktu ke waktu, baik untuk mengajar mereka apa yang harus dikatakan maupun untuk menggugah mereka supaya mengatakannya. Pada Kristus selalu ada Roh yang berdiam tanpa batas, tetapi untuk maksud yang sama seperti yang ada pada nabi-nabi, yaitu sebagai Roh nasihat dan Roh keperkasaan (11:1-3). Ketika Ia mulai menjalankan tugas kenabian-Nya, Roh, seperti burung merpati, turun ke atas-Nya (Mat. 3:16). Roh yang ada pada-Nya ini Ia berikan kepada orang-orang yang diutus-Nya untuk menyatakan kabar baik yang sama, sambil berkata kepada mereka, ketika Ia memberi mereka mandat, terimalah Roh Kudus, dan dengan demikian mengesahkan mandat itu.
Penggenapan yesus yang diurapi sangat menarik, jika dalam PL seseorang yang diurapi dengan minyak namun Yesus menggenapi dengan baptisan. Saat Yesus dibaptis Roh Allah turun berupa burung merpati dan suara terdengar: Inilah AnakKu yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan.
Dalam kotbah ini pemenuhan Roh Allah menjadi penting. Roh Kudus telah berdiam di dalam diri orang percaya. Roh Kudus yang membimbing dan memampukan orang percaya melaksanakan tugas pelayanan di dunia ini sampai kedatangan Kristus.
2. Memberitakan Tahun Rahmat Tuhan
Apa itu Tahun Rahmat? Dalam Perjanjian Lama, Allah Tahun Rahmat berhubungan erat dengan Tahun pembebasan atau Tahun Yobel. Menunjukkan waktu atau moment dimana Allah bertindak untuk membebaskan umatNya dari belenggu yang menghimpit mereka. "Tahun rahmat TUHAN" (Yesaya 61:2), atau "tahun kesukaan TUHAN" atau "tahun kemurahan TUHAN", bukanlah tahun secara harfiah, tetapi lebih merupakan suatu periode waktu yang dicirikan oleh kasih karunia, penebusan, dan kelepasan Tuhan. Dalam Yesaya, tahun kesukaan Tuhan merujuk pada pemulihan umat-Nya dari pembuangan di Babel, mungkin dengan maksud menyamakannya dengan tahun Yobel, ketika kemerdekaan diproklamasikan di seluruh negeri (lihat Imamat 25).
*2.1. Pembebasan*
Tugas Mesias membebaskan disebutkan untuk melepaskan umatnya dari berbagai bentuk beban dan pergumulan yang dialami. Bukan hanya pembebasan dari pebuangan Babelonia, tetapi pembebasan secara menyeluruh, sehingga manusia tidak berhutang lagi kepada siapapun baik oleh kuasa atau maut sekalipun. Kristus telah membayar lunas segala apa yang membebani manusia, ibarat seorang terpenjara yang dibebaskan, seorang yang sakit disembuhkan dan orang yang punya hutang telah dibanyar lunas. Demikian manusia menjadi milik Allah sepenuhnya karena tindakan pembebasan dari Kristus.
Pembebasan dalam kotbah ini disebutkan beberapa hal:
a) Kabar baik bagi orang yang sengsara - bebas dari segala penderitaan
b) Merawat oran orang yang remuk hati - jiwa yang tertekan
c) Pembebasan bagi tawanan dan terkurung dan terpenjara - tertawan karena terpenjara baik oleh kesalahan dan juga kesewenangan
d) Tahun rahmat Tuhan telah datang - pengahrapan akan tahun Yobel
e) Menghibur orang yang berkabung - derita karena maut.
Jika kita lihat missi pembebasan mesias diatas adalah merupakan bahagian dari suka cita bagi orang tertindas, terpinggirkan dan tak berdaya. Orang sengsara tentu karena diperdaya oleh rupa-rupa kekuatan di luar dirinya. Orang mengalami remuk hati karena ketidak berdayaan mengahadapi beban dan pergumulan. Tuhan tidak membiarkannya, namun hadir untuk memberikan pembebasan dan kelegaan bagi setiap orang yang sengsara dan remuk hati.
Orang tertawan belum tentu merupakan kesalahan atau perbuatannya sendiri, namun bisa menjadi tawanan karena kalah berperang dan membuat mereka menjadi tawanan. Jaman PL tawanan sepenuhnya menjadi hak orang yang menawan. Biasanya tawanan diperlakukan tak manusiawi dan penuh sengsara serta tak ada jaminan kepastian hidup. Inilah missi yang disentuh oleh pembebasan Mesianis: orang tawanan, terkurung dan terpenjara untuk memperoleh pembebasan. Melalui pembebasan ini manusia dipulihkan untuk memperoleh harkat dan martabatnya sebagai manusia. Inilah yang dipulihkan melalui pembebasan Mesianis di dalam diri Yesus Kristus. Lebih jauh lagi dalam Perjanjian Baru, kematian dan kebangkitan Yesus meruoakan tindakan Allah membebaskan manusia dari dosa dan maut. Manusia bebas dari dosa karwna kuasa kebangkitan Yesus Kristus.
*2.2. Pemulihan*
Yesaya 61:4 (TB) Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
Sebagai perbandingan saat terjadi kebakaran di satu kampung, seluruh kota itu terbakar dan tak satupun rumah yang tertinggal. Mereka meratap dan harus mengungsi ke tempat lain. Mereka merindukan rumah dan tempat tinggal mereka, mereka mengingat masa-masa indah, bercerita dengan warga dan melihat anak-anak bermain-main di jalan dan lorong-lorong. Namun kebakaran itu membuat mereka kehilangan suka cita dan harus terasing. Demikianlah gambaran kehidupan umat Allah setelah Babelonia meruntuhkan Yerusalem. Yehuda tertawan dan kota Yerusalem berubah menjadi puing dan sepi, mencekam dan tak ada yang dapat tingal. Mereka semua diangkut ke pembuangan Babel?
Demikianlah umat Allah, di pembuangan mereka mengingat masa kejayaan dan kebahagiaan, kerinduan itu semakin sirna karena tidak berdaya dan tidak ada peluang untuk kembali. Kembali ke Sion adalah tinggal kenangan. Namun nabio Yesaya menubutkankan pemulihan Kota Yerusalem. mereka kaan kembali dan Tuhan sendiri akan membangun kota Yerusalem. Temboknya akan utuh kembali dan Bait Allah yang menjadi kebanggaan akan dibangun.
Reruntuhan dan puing akan kembali ditata itu terjadi atas kuasa Tuhan.
Nubuatan tentang pemulihan ini menjadi benih pengharapan bagi umat Allah di pembuangan, mereka mengubah mimpi buruk menjadi benih harapan, kelak akan kembali dan Yerusalem akan pulih. Pemulihan ini terjadi saat Koresh mengalahkan Babelonia dan mengumumkan pembebasan dari Babelonia dan mereka dibekali untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kota tiu. Menurut catatan dari kita Ezra dan Nehemia, pembangunan kembali Yerusalem dan Bait Allah dibantu oleh Koresh dengan mengirimi surat agar seluruh provinsi pemerintahan Persia dapat membantu pembangunan Bait Allah.
Bukan hanya dipulihkan jika kita baca ayat berikutnya bangsa-bangsa lain akan datang berduyun-duyun memuji Allah di Sion.
Ayat 4 ini mengingatkan kita agar tetap berpengharapan, mungkin pernah jatuh dan terpuruk, jangan berputus asa, tetap berpengharapan. Benih optimisme pelihara dan diikuti dengan usaha dan kerja keras. Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita.
*2.3. Penetapan masa depan generasi penerus umat Allah*
Yesaya 61:9 (TB) Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Dalam pemahaman Yahudi, satu identitas Israel adalah "umat pilihan", umat pilihan ini ditetapkan sejak pemanggilan Bapak Abraham, diikuti degan Ishak dan Yakub. Yakub dirubah namanya menjadi Israel dan anak-anak Yakub menjadi kedua belas suku Israel. Allah mengikat perjanjian kepada Abraham, Ishak dan Yakub dan perjanjian itu kekal dan berlaku selama-lamanya. Perjanjian itu dalam Bahasa Ibrani adala- charat beryth (Inggris: 'covenant"). Janji Allah kekal dan Allah setia menggenapinya bahwa Allah memberkati mereka dan oleh mereka semua bangsa diberkati.
Nubuatan Yesaya tentang generasi penerus umat Allah dikutip pada ayat 9. Keturuan umat Allah tidak akan berakhir di pembuangan Babel, anak-anak Yakub tidak selamanya menjadi tawanan di babelonia, namun Allah memberkati mereka di antara bangsa-bangsa. Nubuatan akan generasi penerus ini menjadi jaminan pemeliharaan Tuhan atas keturunan anak-anak Yakub.
Max Isaac Dimont dalam bukunya: Yahudi, Tuhan dan Sejarah mengungkapkan bahwa Bangsa Yahudi berhasil bertahan selama 4000 tahun dalam kematian peradaban. peradaban Bangsa-bangsa lain telah tenggelam ditelan oleh sejarah, namun Yahudi tetap terpelihara eksistensinya dan bertahan bahkan menonjol dan mewarnai peradaban. Yahudi mengalami banyak benturan bahkan pernah tidak memeiliki negeri namun ide dan gagasan, keyakinan dan kepercayaan terus terpeliharan tanpa ditelan peradaban.
Apa yang dinubuatkan Yesaya ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Max Isaac Dimont, Allah memelihara keturunan Yakub, janji Allah atas Abraham, Ishak dan Yakub yang menetapkan mereka umat Allah, umat yang diberkati dan umat pilihan tetap terpelihara. Selama tujuh piluh tahun pembuangan di Babel tidak akan melenyapkan eturunan Yakub. Dalam segala keadaaan, Tuhan memelihara umatNya dan anak-anak mereka terpelihara sebagai umat yang diberkati.
Kristen mewarisi janji Abraham karena iman, kita adalah anak-anak Abraham secara rohani. Identitas umat pilihan dan umat yang diberkati melekat bagi orang percaya.
1 Petrus 2:9-10 (TB) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Pemilihan dan penetapan kita menjadi umat pilihan dan yang diberkati harus terpelihara, menanamkan pengharapan di dalam dunia yang berubah.
*3. Penutup: tugas gereja memberitakan Tahun Rahmat Tuhan kini.*
Sahabat yang baik hati! Pada bagian penutup ini baiklah kita mengasah kepekaan tugas gereja dalam mengemban missi pembebasan ini.
Pertama, kotbah minggu ini mengingatkan orang percaya untuk meneruskan missi pembebasan ini. Gereja tidak boleh diam atas ketidak adilan dan perlakuan semena-mena di dalam masyarakat. Suara nabiah harus terus disampaikan menentang penindasan. Gereja yang dimerdekakan haru memerdekakan.
Kedua, kotbah ini mengasah kita untuk lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat dan warga gereja. Gereja harus hadir menguatkan dan meneguhkan warga jemaat yang bergumul, terpenhara, sakit dan dihimpit berbagai beban hidup.
Ketiga, kotbah minggu ini memberikan pengharapan bagi yang mengalami kegagalan. Aaat jatuh jangan berputus asa. Seberat apapun yang menimpa hidup kita, kadang tampu berdiri, hidup seolah terus berurai air mata tetapi jangan menutup asa. Percaya kepada Tuhan yang Maha kuasa akan datang memulihkan.
Keempat, memelihara dan merancang masa depan generasi muda. Anak-anak, remaja (teruna) dan pemuda menjadi perhatian utama gereja.
Salam:
Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar