Kotbah Minggu I Stlh Trinitatis
Minggu, 22 Juni 2025
Ev. Lukas 8:26-39
TUHAN YESUS MENAHLUKKAN ROH JAHAT
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki Minggu Pertama setelah Trinitatis, menurut kalender Gerejawi, kita akan memaknai karya Allah yang Tritunggal dalam kehidupan orang percaya di dunia ini. Allah yang tritunggal memelihara, penyelamatkan dan menyertai orang percaya sampai akhir jaman. Keyakinan itulah yang terus tertanam dalam orang percaya.
Kotbah pada Minggu ini tertulis dalam Lukas 8:26-39 kisah tentang pelayanan Yesus di tanah orang Gerasa atau bernama Gedara seberang Galilea. Sebuah kota Dekapolis, 9,6 km (6 mil) di sebelah tenggara Tasik --> Galilea, tempat Yesus menyembuhkan dua orang (Mat. 8:28), atau seorang (Mrk. 5:1) yang dirasuk setan. Manuskrip Yunani yang terbaik yang berhubungan dengan perikop Markus (5:1) menyebut tempat itu 'Gerasa' yang jaraknya 48 km (30 mil) dari danau, dan secara geografis kurang masuk akal. Gadara adalah kota orang-orang yang bukan Yahudi dan pusat filsafat spekulasi.
Di sinilah Yesus membebaskan seseorang yang kerasukan roh jahat, roh jahat itu telah memperdaya dan merusak hidupnya bertahun-tahun. Menurut keterangan ayat 27 sudah lama tidak berpakain, tidak tinggal di dalam ruam namun tinggal di pekuburan. Yesus mengusir roh jahat, yang menamai dirinya:"Legion" itu. Yesus dengan kuasaNya mengusir roh-roh jahat itu ataa permintaan legion memasuki babi dan babi-babi itu terjun dari tepi jurang ke danau dan mati lemas.
Peristiwa di Gerasa adalah salah satu bentuk perbuatan setan yang menghancurkan harkat, martabat, dan nilai manusia. Berbagai bentuk sepak terjang setan masih bergulir hingga hari ini dan sampai akhir. Ia selalu jeli melihat kelemahan manusia dan tidak sedetik pun melepaskan kesempatan menjerumuskan manusia ke dalam perangkapnya.
Hal ini sangat menarik dengan kisah sebelumnya, jika perikop sebekumnya Yesus berkuasa atas badai yang melepaskan para murid dari ancaman badai yang hendak mengkaramkan kapal.para murid. Tetapi Yesus menghentikan badai dan danau pun tenang, murid-murid bisa berlayar. Pada kotbah ini kita dihantarkan kepada kuasa Yesus yang membebaskan manusia dari roh jakat yang merusak manusia.
Marilah kita mendalami pelajaran penting dari kotbah minggu ini yang dapat kita refleksikan dalam kehidupan kita saat ini:
1. Menjangkau yang terluar - Outreach:
"Marilah kita betolak ke seberang" (Lukas 8:22)
HKBP pernah memiliki Biro "outreach", tujuannya adalah menjangkau pelayanan diluar jangkauan yang umum di dalam gereja. Pelayanan gereja di mimbar, pengajaran, didakhe, konseling, liturgis dan kebutuhan lainnya dalam pelayanan hemaat. Banyaknya aktifitas gereja membuat pelayanan gereja semakin fokus pada pelayanan internal. Dengan adanya outreach kita diingatkan bahwa ada tugas dan pelayanan gerwja di tengah-tengah masyarakat, di luar rutinitas dan pelayanan internal ada banyak yang membutuhkan sentuhan pelayanan gereja, seperti: anak jalanan, daerah terisolir, daerah marjinal, pelayanan doa di rumah sakit, di penjara dan lainnya. Ini adalah panggilan out reach, gereja menjangkau pelayanan diluar lingkup aktifitas rutin gerejawi.
Pelayanan Yesus di Gedara menjadi penting bagi gereja untuk melihat pelayanan gereja yang lebih luas. Yesus sendiri mengajak murid-muridNya untuk bertolak ke seberang danau. Disana ada pelayanan yang menunggu kehadiran Yesus. Yesus hadir disana untuk menyembuhkan seorang yang telah lama dirasuki roh jahat. Yesus datang untuk membebaskan beban hidupnya yang telah lama dirasuki oleh roh jahat. Pelayanan Yesus ini membuka mata kita akan tugas dan pelayanan gereja ke eksternal, kabar baik harus diberitakan kepada mereka yang mengalami beban hidup. Kehadiran Yesus di Gedara menjadi dasar kuat bahwa pelayanan gereja bukan aktifitas internal saja tetapi harus menjangkau orang yang membutuhkan sekalupun di luar komunitas atau persekutuan. Kehadairan Yesus di Gedara membuka mata tugas gereja yang relevan masa kini, mempertajam kepekaan dan mengulurkan tangan untuk menolong, membebaskan orang dari beban yang menimpanya.
2. Legion: roh jahat yang merasuk dan merusak manusia
Lukas 8:30 (TB) Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan.
Hal yang pertama dilakukan Yesus di Gedara adalah mengusir roh jahat yang menyebutkan dirinya dengan nama "legion". Roh jahat itu bukan saja merusak jiwanya tetapi merusak logikany, merusak relasionalnya dan merusak habitatnya. Jadi ini bukan hanya sebatas gangguan kejiwaan tetapi temah merusak kemanusiaannya.
Baiklah kita identifikasi daya rusak roh jahat terhadap.manusia yang disebutkan oleh Injil Lukas ini:
Pertama, merusak iman. Menurut catatan ini bahwa roh jahat ini mengakui bahwa Yesus adalah Allah yang Maha Tinggi, (ay 28). Setelah Yesus datang di gedara, disambut dengan suatu pengakuan Allah Yang Maha Tinggi. Jadi Roh jahat mengetahui dan mengenal siapa Yesus, namun roh jahat tidak percaya kepada Yesus, karena roh jahat disini justru meminta agar Yesus menjauhkan diri dari tempat itu dan tidak mengusiknya. Jika sudah mengetahui Tuhan yang maha tinggi, kenapa tidak sujud? Disinilah roh jahat harus dicermati, iblis juga mengetahui Allah itu Maha Kuasa, namun iblis tidak percaya kepada Yesus. Lebihbjauh rasul Yakobus 2:19 (TB) Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Pemahan seperti ini harus disiasati dalam kehidupan kini. Ada praktek perdukunan mengakui Tuhan memiliki kuasa namun tidak percaya kepada Yesus. Ada pula sains yang mengetahui banyak hal tentang Tuhan, mengetahui banyak tentang Alkitab namun tidak percaya dan tunduk kepada Yesus. Ajaran hanya mengetahui dan tidak mengimani memiliki daya rusak nalar dan iman.
Kedua, roh jahat disini mengakui dirinya bernama "legion". Legion dalam dunia Romawi pasukan prajurit berkekuatan 4.000-6.000 prajurit infantri. Dengan nama legion ini kita diingatkan bahwa roh jahat itu jamak dan banyak sekali serta mungkin berbagai keahlian. Mungkin kita bertanya, yang dirasuki adalah seorang laki-laki namun yang merasukinya adalah banyak. Roh jahat itu bukanlah personal, tetapi "roh" yang berbagai rupa memasuki pikiran dan keinganan manusia. Pikiran dan keinginan manusia tidak terbatas dan saat ikiran dan keinginan tidak seturut dengan kehendak Allah, manusia telah dimasuki roh yang jahat yang mendorong seseorang tidak tinggal di dalam kehendak Allah.
Ketiga, Roh jahat yang merasuki manusia memiliki daya rusak yang sangat dahsyat, merusak: iman, merusak logika, merusak perilaku dan budaya. Kita lihat dalam Lukas 8:27b "orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan."
Dia tidak tinggal di rumah, seorang yang rasuki roh setan disini telah merusak hubungan dengan sesama. Rumah adalah tempat dimana keluarga tinggal bersama, di rumah adalah komunitas inti dan relasi terdekat diantara relasi sesama manusia. Roh jahat itu telah menghilangkan dan memutushkan relasi terdekat.
Dia tinggal di pekuburan, Injil Lukas mencatat, seorang yang dirasuki roh jahat di Gadara ini tinggal di pekuburan. Infoemasi ini perlu kita maknai dimana seseorang yang sudah dirasuki oleh roh jahat tidak lagi mencintai kehidupan, tetapi lebih memilih jalan kematian. Lebih tajam, seseorang yang dirasuki oleh roh jahat lebih mencintai kematian dari pada kehidupan. Manusia biasanya menghindar dari pekuburan, kalau pun ke kuburan hanya saat menghantarkan orang dekat dan yang kita kasihi ke pemakaman, namun pekuburan bukanlah lingkungan yang disukai oleh manusia pada umumnya. Penulis Injil Lukas menurut saya hendak menyampaikan bahaya dari roh jahat ini adalah sikap hidup manusia yang lebih memiliki keinginan daging yang menghantarkannya kepada kuburan atau kematian.
Keempat roh jahat itu memaksa orang tidak bisa diatur dan sulit dikendalikan, terus meronta-ronta dan hendak bebas berkeliaran.
Lukas 8:29 (TB) Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
Keterangan ini menunjukkan bagaimana kuasa roh jahat yang merusak manusia tidak mau diatur, tidak mau diikat dan menginginkan tempat sepi.
Apa yang disampaikan Injil Lukas disini kenyataan hidup yang dijalani oleh seorang dimasuki roh jahat ini perlu menjadi pelajaran bagi kita jangan sampai roh jahat di jaman modern ini merasuki kita dengan model baru. Catatan-catatan Injil ini penting dioerhatikan dan sekaligus menjadi tanda-tanda bagi kita untuk mengidentifikasi pengaruh yang merusak kemanusiaan kita.
Lihatlah misalnya aoa yang terjadi: melakukan perbuatan tercela namun tidak malu, melakukan perbuatan amoral namun tidak merasa bersalah.malah bangga. Roh jahat dijaman ini terus berusaha memasuki dan merusak rumah tangga sehingga suami atau isteri bahkan anak-anak "tidak betah tinggal di rumah" namun memiliih kebahagiaannya sendiri di luar rumah. Roh jahat telah merasuki pikrian banyak dengan berbagai hal yang merusak diri sendiri: narkoba dan penyakit sosial lainnya yang menghantarkan orang ke maut.
Catatan-catatan Injil Lukas inilah yang harus kita perhatikan, segala bentuk.kuasa atau oengarus yang memiliki daya rusak bagi manusia harua dibebaskan. Injil harus diberitakan, kasih dan kuasa Kroatus harus disampaikan pada lingkungan kita kenal dan diluar yang kita kenal. Hal inilah yang dihantarkan oleh Injil Lukas bahwa Yesus datang membebaskan dan melepaskan kita dari segala pengaruh roh jahat.
3. Kuasa Yesus membebaskan: "babi-babi itu terjun ke tepi jurang dan mati lemas".
Jika diatas kita telah menguraikan daya rusak roh jahat yang merasuki manusia, maka pada bagian ini Yesus datang untuk membebaskan dan melepaskan manusia dari "roh jahat". Inilah kuasa Yesus yang harus kita percayai dalam hidup ini. Yesus berkuasa untuk mengusir roh jahat dan berkuasa membebaskan dan melepaskan orang yang diperdaya roh-roh jahat. Sekalipun roh jahat dalam jumlah yang besar dan memiliki kemampuan yang tinggai merusak manusia, kuasa Yesus lebih berkuasa untuk memulihkan, membebaskan dan melepaskan orang-orang yang dikasihiNya.
Roh jahat diaoni haruslah kita pahami sebagai kuasa yang mempegaruhi seseorang yang merusak dirinya sendiri. Roh jahat itu bukanlah dipahami sebagai person tetapi "kuasa" yang memiliki daya rusak, kekuatan yang mempengaruhi sesorang sehingga mengambil.sikap dan tindakan yang merusak dirinya sendiri dan orang lain. Manusia yang dirasuki roh jahat pada akhirnya akan merusak manusia harkat, martabat dan habitatnya. Dengan kehadiran Yesus di Gedara menjadi penting, Yesuslah yang dapat membebaskan kita dari segala kuasa gang merusak kemanusiaan kita.
Sebanyak apapun roh jahat disekeliling kita yang terus mempengaruhi dan berusaha merusak manusia kita percaya kuasa Yesus lebih dahsyat untuk membebaskan kita. Yesus lebih berkuasa dari berbagai roh-roh jaman ini yang merusak. Diatas sudah disebutkan "legion" menunjukkan angka yang sangat banyak. Sebanyak apapun itu kuasa Yesus dapat membebaskan dan melindungi orang percaya.
Dalam perikop ini legion tahkluk dihadapan Yesua, bahkan meminta agar diijinkan masuk ke babi-babi yang ada di situ.
Lukas 8:33 (TB) Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
Dengan kuasa Yesus legion akhirnya menyerah dan memohon agar dimasukkan ke babi-babi yang ada disekitar itu. Selanjutnya babi-babi itu terju ke tepi jurah danau dan mati lemas. Kuasa roh jahat diakhiri oleh Yesus membebaskan manusia yang dirasukinya.
Lukas 8:35 (TB) "...mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka."
Di dalam Yesus dia tenang, duduk di kaki Yesus dan sudah waras. Yesus mengembalikan habitat kemanusiaannya. Dulu tidak malu kini telah berpakaian, relasi dengan manusia dipulihkan dan habitatnya dipulihkan kepada kewarasan.
4. Berkeliling memberitakan perbuatan Yesus
Lukas 8:39 (TB) "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.
Di bahagian penghujung kotbah ini Yesus menya menyampaikan pesan untuk mewartakan perbuatan-perbuatan Yesus.
Tuhas mewartakan ini ada dua, yaitu:
Pertama para gembala yang menyaksikan Yesus menahlukkan roh jahat. Mereka menjadi saksi kunci yang melihat peristiwa itu dan mereka menceritakan tentang Yesus membebaskan orsng dirasuki roh. Mereka menjadi saksi kebenaran akan apa yang diperbuat oleh Yesus.
Kedua, orang yang disembuhkan itu meminta penyertaan Yesus dan memohon apa yang hendak dilakukannya. Yesus berpesan kembalilah ke rumah dan ceritakanlah perbuatan-perbuatan Allah. Selama dimasuki roh dia sudah tidak ti ggal di rumah, namun setelah Yesus menyembuhkanNya, Yesus memulangkan dia ke rumahnya dan memulihkan hubungan relasinya dengan keluarga dan sesama. Hubungan yang baik akan menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain. Dalam hubungan yang baik orsng dapat menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya.
Dalam keterangan ayat 39 orang yang disembuhkan itu bukan hanya kembali ke rumah dan menceritalan kepada anggota keluarganya, tetapi disebutkan dia keliling kota untuk menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya.
Memberitakan perbuatan Allah adalah tugas kita. Tentulah banyak hal yang telah kita alami dalam hidup ini. Banyak pula berkat dan anugerah Tuhan yang kita terima. Mari menceritakan Kristus yang baik hati itu kepada semua orang agar semakin banyak orsng yang memuliakan Tuhan. Amin
Salam:
Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar