Kotbah Pesta I PENTAKOSTA
Minggu Peringatan Turunnya Roh Kudus
Minggu, 8 Juni 2025
Ev. Yohanes 14:15-26
ROH KUDUS PENOLONG DAN PENGHIBUR
Selamat Pentakosta!
Sahabat yang baik hati, Hari Pentakosta dihitung sebagai hari lahirnya gereja, karena setelah peristiwa turunnya Roh Kudus gereja terus bertumbuh dan berkembang sekalipun gereja mula-mula harus menghadapi tantangan berat. Tidak sedikit yang mati martyr. Martyr meninggal mulia karena mempertahankan imannya. Sekalipun menghadapi penganiayaan, penindasan dan berbagai propaganda yang dituduhkan tetap berdiri teguh di dalam iman kepada Yesus Kristus. Roh Kuduslah yang menuntun orang peecaya dalam.menyaksikan imannya.
Nats kotbah pada perayaan Pentakosta ini tertulis dalam Yohanes 14:15-26 tentang pesan Yesus kepada murid-murid bahwa akan tiba waktunya Yesus tidak lagi bersama-sama dengan mereka. Ketika Yesus masih ada bersama mereka tentu sasaran kebencian adalah Yesus sendiri. Tetapi setelah Yesus naik ke Sorga sasaran kebencian orang-orang yang tidak menghendaki Injil adalah para rasul dan gereja mula-mula. Disinilah Yesus meneguhkan mereka, Tuhan Yesus tidak meninggalkan mereka seperti yatim, tetapi akan mengutus Penolong bagi murid dan orang percaya, yaitu: Roh Kudus.
Pesan-pesan terakhir dari Yesus kepada murid-murid ini sangat penting karena murid-murid menerima missi baru yaitu memberitakan Injil. Dalam melaksanakan missi ijilah Yesus menekankan agar murid-murid mengasihi Yesus dan menjadi saksi-saksi iman. Mereka berangkat melakukan missi setelah Roh Kudus turun atas mereka. Mengasihi Yesus bukan hanya di dalam perkataan namun ditunjukkan dan kerelaan melakuman apa yang diperintahkan oleh Yesus.
Dari Kotbah kita mendapat pelajaran berharga mengenai peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, yakni:
1. Mengasihi Yesus dan melakukan perintahNya
Yohanes 14:15, 23 (TB) "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
Seorang Bapak akan sulit menolak permintaan dari anak yang kasihinya. Kebanggaannya adalah ketika bisa memenuhi permintaan anaknya. Itulah salah satu contoh ikatan kasih. Kasih memang mengikat hati, sehingga sulit untuk menolak permintaan orsng kita kasihi. Itulah kekuatan kasih.
Di dalam nasihat Yesus kepada murid-muridNya, Yesus menekankan kesungguhan hati para murid untuk benar-benar mengasihi Yesus. Mengasihi Yesus tidak dengan kata-kata atau testimoni: ya kami cinta Yesus. Di dalam dua ayat yang dikutip di atas diikuti dengan bukti yaitu: menuruti perintah Yesus. Mengasihi Yesus dibuktikan dengan ketaatan, taat sebagai murid dan menerima segala konsekwensinya.
Jika kita baca pasal 21 Yesus menyelidiki hati Rasul Petrus: Simon anak Yohanes kah engkau mengasihi aku? Awalnya mungkin Petrus menjawab bisa bukan dari keaungguhan tetapi Yesus mengulangi pertanyaan yang sama sampai tiga kali. Pertanyaan ini menusuk hati yang terdalam, pertanyaan ink menuntu janji dan komitmen dan kesungguhan hati untuk benar-bemar menjawabnya dari hati. Petrus pun sedih hatinya karena dia mengena perbuatannya yang menyangkal Tuhan Yesus. Yesus menyadari penyesalan Petrus dan akhirnya memerintahkan: Ikutlah Aku.
Hal pertama dalam minggu Pentakosta ini mengajak kita untuk merenungkan kembali pertanyaan yang sama kepada rasul Petrus. Yesus menanyakan kita semua: apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus? Mengasihi Yesus disertai dan dibuktikan dengan menuruti Firman, memikul salib dan mengikut Yesus.
2. Roh Penolong:
Menjadi murid tidaklah mudah, Yssus telah menasihati mereka tentang konsekwensi seorang murid. Lengkapnya disebutkan di dalam Matius 16:24 (TB) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Murid-murid tidak perlu takut mengahadapi penderitaan, penganiayaan dan berbagai pe indasan yang mereka alami. Tuhan telah mengutus penolong bagi orang percaya yaitu Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menolong dan memberikan kekuatan bagi orang percaya mampu menghadapi dan melampauhi penderitaan. Mereka tidak takut dan gentar tetapi mereka memiliki semangat dan penuh sukacitalah. Mereka memahami arti kotbah Tuhan Yesus: berbahagialah jika karena Kristus mereka dianiaya karena mereka akan memeperileh Kerajaan Sorga.
Matius 5:10-11 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bukankah telah begitu banyak penderitaan pada gereja mula-mula? Bukankah telah banyak yang mati dibakar sebagai obor di jalanan? Sebahagian tontonan gladiator dan penganiayaan yang sadis tetapi mengapa mereka kuat? Jawabnya adalah Roh Kudus memberi kekuatan, Roh Kudus mebolong dan menyanggupkan orang percaya.
3. Roh Kebenaran: memimpin orang tetap hidup dalam kebenaran.
Lihatlah betapa banyaknya tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang percaya: Yesus sendiri divonnis mati sekalipun penyelidikan Latus tidak ada kesalahan padaNya. Yesus bangkit pada hari yang ketiga sebagaimana dipesankanNya dan kubur telah kosong tapi para Imam besar menyogok penjaga kubur dan menebarkan berita bohong bahwa Yesus tidak bangkit tapi jasadnya dicuri oleh murid-murid. Murid-murid dibenci, setiap Injil diberitakan selalu saja ada kebencian dari kalangan Yahudi, Romawi dan berbagai kelompok sosial lainnya yang tidak menghendaki Injil Kristus tersebar. Mereka harus hidup bergerillya dan di gua-gua untuk menghindari pengejaran. Namun lihatlah mereka tidak surut dari imannya. Mereka tetap hidup dalam kebenaran. Waktu menjawab bahwa kebenarannakan menang dan nyata.
Itulah salah satu karunia Roh Kudus di dalam hidup orang percaya: sekalipun dunia membenci dan berhasil membuat propafan dan segala takti kotor untuk menjerumuskan orang percaya. Roh Kebenaran akan menuntun kita kepada kemenangan.
Beberapa contoh tokoh-tokoh dunia perjuangan Nelson Mandela dan Bishop Desmon Tutu di Afrika Selatan. Nelson Mandela lebih lama hidupnya di penjara, bukan karena tindak kriminal namun karena aktifis kebenaran yang menuntut penghapuskan apartheid (diskriminasi ras kulit putih atas hitam). Namun akhirnya menang membawa Afrikan Selatan menjadi negara demokratis dan menghargai hak azasi manusia.
Sekalipun dunia ini gelap mata dan tak mengenal kebenaran. Namun orang percaya akan memancarkan sinarnya menerangi kegelapan.
Sahabat yang baik hati! Pesta Pentakosta adalah pengge apan janji Yesus. Yesus menjanjikan kepada murid, tidak meninggalkan mereka sepertj yatim piatu. Roh Kudis akan datang untuk menghibur dan menolong mereka.
Sebelum baik ke Sorga Yesus mengutus murid-murid memberitakan Injil, menjadi saksi namun mereka menunggu Roh Kudus. Murid-murid tidak akan berdaya melakukan missi pemberitaan Injil tanpa penyertaan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Jika kita baca keseluruhan kita lb kisah oara rasul Peran Roh Kudus sangat nyata dalam pelayanan pemberitaan Injil, kemana mereka oergi, apa yang mereka lakukan dan bagimana mereka melalui semua tantangan dalam pelayanan. Inilah kuasa Roh Kudus yang menyertai dan memamoukan orang. percaya melakukan tugas pelayanannya.
Sahabat yang baik hati, pada kotbah Minggu jni kita diingatkan gereja terus bermissi. Dalam melakukan tugas ini haruslah didasari oleh kasih.
Yohanes 14:21 (TB) Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Sahabat yang baik hati. Selamat Pentakosta bagi kita semua. Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin.
Salam:
Pdt Nekson M Simanjuntak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar