Sabtu, 28 Juni 2025

SETIA MENGIKUTI DAN MELAYANI TUHAN

 Kotbah Minggu II Stlh TRINITATIS

Minggu, 29 Juni 2025

Ev. 1 Raja-raja 19:15-21



*SETIA MENGIKUTI DAN MELAYANI TUHAN*


Selamat Hari Minggu! Menghindar dari masalah atau bersembunyi dibalik pergumulan yang kita hadapi bukanlah hal yang dikehendaki Tuhan dari umatNya. Allah memanggil umatNya untuk bangkit berdiri menghadapinya, Tuhan itu ada, Dia Allah yang hidup memberikan kekuatan bagi kita. Demikianlah Firman Tuhan Minggu ini dari 1 Raja-raja 19: 15-21, Elia melarikan diri dan bersembunyi dari pengajaran Izebeel. 


Adapun Izebel adalah perempuan yang sangat jahat di mata Tuhan. Dia isteri raja Ahab yang telah membawa malapetaka bagi Israel. Ahab raja yang takhluk kepada isterinya Izebel penyembah berhala. Dia meninggalkan Tuhan dan membangun mezbah untuk Baal. Kuasa Izebel atas raja Ahab sangat kuat dan banyak kebijakan raja diambil alih oleh Izebel; salah satunya adalah kasus Nabot yang sangat terkenal (baca 1 Raj 21). Sosok Izabel menjadi tragedi peran isteri yang merendahkan suami. Sebelum nats kotbah ini telah terjadi peetarungan besar antara Elia dan nabi-nabi Baal. Itulah peristiwa bukit Karmel (1 Raj 18). Nabi-nabi baal mempersembahkan korban dan mengundang dewa baal untuk memakan kurban yang disajikan, namun tak ada tanda apapun, sekalipun mereka sudah berdoa dan berjingkrak-jingkrak memohon baal untuk menunjukkan diri, namun tak ada gerakan apapun. Itu membuktikan bahwa baal adalah benda mati. Sebaliknya ketika Elia mempersembahkan kurban, dia berdoa dan nyala api pun menyambar korban yang dipersembahkan Elia. Ini membuktikan bahwa Allah Israel adalah Allah yang hidup dan penuh kuasa. Konsekwensi kekalahan baal dan nabi-nabi baal suruhan Izebel itu, Elia menangkap dan memusnahkan 450 nabi-nabi baal di sungai Kison.


Atas kekalahan baal, Izebel tak puas, semakin bangkit amarahnya menghendaki darah Elia. Izebel bangkit memerintahkan untuk membunuh Elia. Disinilah pergumulan Elia dalam kotbah minggu ini: Elia menghindar dari amarah Izebel dengan pergi dan bersembunyi ke Bersyeba (bahagian dari Wilayah Kerajaan Yehuda). Dengan demikian tidak ada lagi kuasa Izebel menangkap Elia di negeri Yehuda karena batas kekuasaan Israel Utara. Disini Elia bersembunyi menghindar dari pengetaran Izebel. Namun Tuhan bertanya pada Elia: APA YANG ENGKAU KERJAKAN DISINI? Elia pun menjawab dan menyampaikan isi hatinya; lebih dia mati. Bukan kah Elia melakukan apa yang Tuhan kehendaki dan membuktikan kebenaran, tapi apa yang didapatkan Elia justru ancaman, intimidasi da pengejaran Izebel.


Menghindar dari masalah merupakan hal yang tidak disukai oleh Tuhan. Tuhan memanggil Elia keluar dari persembunyiannya untuk bangkit, tegar menghadapinya serta diutus untuk melakukan perintah Allah. Elia tidak boleh cengeng, tetapi harus terus melanjutkan perjuangan melawan ball. Tuhan memerintahkan Elia untuk meneguhkan banyak orang, meyakinkan bahwa Allah itu hidup, berkuasa atas segala alam dan pemelihara kehidupan. Jika pun Izebeel memeiliki power, namun tidak bisa mengalahkan kuasa Allah. Jika Isebell memiliki kekuatan untuk menekan bangsa Israel, namun Tuhanlah pemelihara kehidupan umatNya dan hambaNya.  


Sahabat yang baik hati, dalam kitbah ni marilah kita ambil beberapa point pelajaran yang sangat berharga dari kotbah minggu ini:


*1. Pergilah, kembali ke jalanmu!*


Tugas seorang nabi adalah penyambung lidah Allah, menyampaikan nubut dan membuktikan kebenaran Firman Tuhan. Nabi diperintahkan untuk menyampaikan Firman kepada siapa saja sesuai dengan perinta Tuhan kadang kepad umat, kadang kepada raja dan kadang ke luar Israel. Firman yang disampaikan bisa berupa pesan atau nubuatan atau berkat, namun ada pula berisi peringatan, kritikan, kecaman bahkan kutukan. 

Pada masa Pelayanan Elia, berhadapan dengan Raja yang tidak takut kepada Tuhan, bahkan tunduk kepada Isterinya Isebel ratu terburuk sepanjang perjalanan sejarah Israel. Bukan hanya membangun mezbah bagi baal, namun melawan perintah Tuhan dan nabi-nabi pun dibunuhnya. Diawal perikop kotbah ini telah diceritakan bahwa Elia membuktikan Allah Israel adalah Allah yang hidup, sementara dewa ball adalah benda mati yang tidak dapat berbuat apa-apa. Kemenangan Elia ini tidak diterima oleh Isebel dan akhirnya bertindak untuk mengejar dan menghendaki nya Elia. Elia pun lari dan menyembunyikan diri. Saat itulah Tuhan menyapa Elia: Apa yang engkau kerjakan diini? 


Elia menjawab Tuhan dan menyampaikan isi hatinya, berlelah di jalan Tuhan dan mendapat ancaman dan tekanan. 

1 Raja-raja 19:4 (TB) Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." 

selanjutnya di dalam 1 Raja-raja 19:14 (TB) Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." 

Keluhan ini wajar, karena yang dihadapinya adalah sangat jahat, berkuasa dan punya power. Namun dalam keadaan demikian Tuhan hadir dan bertindak. Elia diperintahkan oleh Tuhan untuk bangkit, dan kembali kepada jalannya. Ada tiga perintah yang diamanatkan oleh Allah kepada Elia: mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram, mengurapi Omri menjadi Raja atas Israel dan mengurapi Elisa menggantikannya sebagai abdi Allah (1 Raj 19:16-17).


Tuhan memerintahkan Elia untuk kembali ke jalannya dan perjalanan itu adalah suatu missi yang tidak masuk akal, yaitu melantik dan mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram (1 Raj 19: 15). Missi yang sangat tidak dapat dipahami, tetapi karena itu perintah Tuhan harus dijalani. Missi Tuhan tidak dapat dihentikan oleh kekuatan apapun, baik oleh penguasa karena kuas a Allah lebih kuat dari segala-galanya. Missi Allah tidak pernah batal oleh karena penolakan umat, karena Allah yang membentuk hati manusia. |


Pergilah ke jalanmu. Tuhan menyuruh Elia melakukan Missi, maka missi Alla tidak boleh gagal. Allah sendiri yang merencakan dan memuluskan jalan yang hendak dijalani oleh hambaNya. Bagi kita di jaman ini pergilah ke jalanmu! Tentu suatu perintah kepada kita masing-masing, agar terus menjalani kehidupan ini sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Tuhan memakai kita melakukan suatu missi, pelayanan atau tanggung jawab yang disampaikan kepada kita. Sekalipun itu berat, Jangan melarikan diri atau bersembunyi dari masalah. Jangan takut tetapi kembali kepada taat akan Tuhan, menurut dan menyampaikan Firman Tuhan sesuai dengan perintahNya. 


*2. Jangan berputus asa masih ada yang percaya dan setia.*


Jika kita perhatikan keluhan Elia, bukan saja terletak pada dirinya namun bagaimana dengan orang Israel. Apakah masih ada orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Dalam krisis iman yang memperihatinkan itu Elia berusaha meyakinkan umat Allah agar percaya Allah Israel hidup dan berkuasa melawan kelaliman.

Pelarian Elia, suatu tindakan frustrasi karena telah lelah berjuang dan orang yang berada disekitarnya tidak ada dukungan. Dalam keadaan demikianlah Allah hadir menyakinkan Elia.


1 Raja-raja 19:18 (TB) Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia." 


Pemberitahuan ini tentu menjadi spirit baru bagi Elia. Usaha Elia tidak sia-sia, karena akan ada orang yang menerima dan mendukung Elia membuktikan Allah Israel adalah Allah yang hidup, berkuasa dan dapat mengalahkan baal ciptaan manusia. Pernyataan pada ayat 18 ini menyadarkan Elia bahwa dia tidak bekerja sendirian, Elia ditunggu oleh orang-orang yang menantikan perubahan di Israel melewati masa krisis. Mereka menantikan kehadiran pemimpin spiritualitas, yang memiliki keberanian, spirit yang tinggi untuk memeliahra dan mengorganisir orang-orang yang setia dan percaya kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang dipersiapkan Tuhan bersama Elia untuk meyakinkan orang Israel bahwa Allah itu hidup. Mereka bangkit untuk melawan kezaliman Ahab dan isterinya Izebel. Di tengah-tengah krisis yang terjadi Elia mendapatkan suatu energy masih ada banyak orang yang setia dan memelihara perintah Tuhan.


Sahabaat yang baik hati! Salah satu kekuatan pada diri seseorang menghadapi masalah berat adalah ada orang yang mendukung dan mensuport dia. Seseorang akan kembali memperoleh semangat hidup saat mengetahui ada banyak yang menopang dan mendukungnya. Seorang yang sakit parah, saat keluar dan sahabat-sahabat membesuknya akan menjadi semangat bahwa ada orang yang menantikannya. Perjumpaan seperti tiu akan menjadi spirit baru untuk bangkit. Demikianlah Elia mendapatkan energi baru setelah mengetahui ada ribuan orang yang menantikannya.  


*3. Missi terus berlanjut - Elisa terpanggil*


Pada bagian ketiga ini dijelaskan tentang pemanggilan Elisa. Elisa bergabung menjadi murid sesuai dengan keterangan ayat 16-17. Elisa merupakan orang-orang yang termasuk dipersiapkan Tuhan.  


Kehadiran Elisa dalam cerita nbabi-nabi menjadi pelajaran yang sangan menarik, setidaknya kita memahami bahwa Allah selalu mempersiapkan pemimpin yang akan melanjutkan pemimpin yang dipilih oleh Allah. Elia tokoh besar dalam sejaran nabi-nabi, salah satu nabi yang diangkat Tuhan ke Sorga. Elia banyak melakukan perbuatan-perbuatan besar di tengah-tengah Israel untuk membuktikan Allah Isael adalah Allah yang hidup, melawan kezaliman dan menolong umat melepaskan diri dari penindasan dan ketidak adilan. Kehadiran tokoh Elisa ini menjadi penting untuk persiapan meneruskan jejak pelayanan Elia. Elisa dipersiapkan agar terus melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Elia demi Allah yang hidup di tengah-tengah umat Israel. 


Elisa adalah nabi yang dipersiapkan Tuhan menggantikan Elia, dia seorang murid yang setia. Jika kita baca kisah bagaimana Allah memanggil Elisa satu-satunya murid yang setia adalah Elisa. Elisa adalah nabi yang melihat sendiri Elia diangkat Tuhan ke Sorga. Kepada Elia juga meninggalkan 


Tentulah itu pekerjaan berat dan Allah tidak mwmbiarkan Elia seorsng diri. Tuhan memanggil Elisa dan dipersiapkan untuk meneruskan pelayanan nabi Elia. 2 Raja-raja 2:6 (TB) Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.


Mempersiapkan pemimpin adalah tugas pemimpin, itulah yang kita temukan dengan kehadrian tokoh Elisa. Disadari atau kita tidak sadari dalam regenerasi pemimpin harus terjadi. Pendidikan lederhip bisa terjadi secara formal, namun bisa juga seperti yang terjadi pada diri Elisa, melihat apa yang dilakukan, mengalami bersama dengan apa yang dikerjakan pada akhirnya membentuk Elisa menjadi nabi yang siap menggantikan peran Elia di tengah-tengah imat Allah. 


Sahabat yang baik hati! Kelaliman harus dilawan itulah kehadiran nabi Elia. Elia bejuang dan bekerja keras membuktikan Allah Israel adalah Allah yang hidup, memelihara dan melindungi matNya. Dalam melakukan pelayanannya Elia pernah bersembunyi hendak menghindar dari semua tugas-tugas berat karwna seolah tidak ada hasil dan dukungan. Teyapi Tuhan menyapa dan menyemangatinya, di luar pengetahuan Elia ada 700p ribuan orang yang setia dan percaya kepada Tuhan. Ini spirit baru baginya untuk tetap bertahan dan berjuang menyuarakan kebenaran. Selain itu Allah sendirilah yang mempersiapkan pengganti nabi Elia melanjutkan misiNya. 


Sahabatku, jangan berputus asa jika sudah bekerja keras namun belum menunjukkan hasil yang positip. Tetaplah setia dan melayani Tuhan, tetap konsisten berjalan di dalam perintahNya, yakin dan percaya Tuhan telah merencanakan hasil yang terbaik. Amin 


Salam dari Majalengka

Pdt Nekson M Simanjuntak



Sabtu, 21 Juni 2025

TUHAN YESUS MENAHLUKKAN ROH-ROH JAHAT

 Kotbah Minggu I Stlh Trinitatis

Minggu, 22 Juni 2025

Ev. Lukas 8:26-39



TUHAN YESUS MENAHLUKKAN ROH JAHAT


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki Minggu Pertama setelah Trinitatis, menurut kalender Gerejawi, kita akan memaknai karya Allah yang Tritunggal dalam kehidupan orang percaya di dunia ini. Allah yang tritunggal memelihara, penyelamatkan dan menyertai orang percaya sampai akhir jaman. Keyakinan itulah yang terus tertanam dalam orang percaya. 


Kotbah pada Minggu ini tertulis dalam Lukas 8:26-39 kisah tentang pelayanan Yesus di tanah orang Gerasa atau bernama Gedara seberang Galilea. Sebuah kota Dekapolis, 9,6 km (6 mil) di sebelah tenggara Tasik --> Galilea, tempat Yesus menyembuhkan dua orang (Mat. 8:28), atau seorang (Mrk. 5:1) yang dirasuk setan. Manuskrip Yunani yang terbaik yang berhubungan dengan perikop Markus (5:1) menyebut tempat itu 'Gerasa' yang jaraknya 48 km (30 mil) dari danau, dan secara geografis kurang masuk akal. Gadara adalah kota orang-orang yang bukan Yahudi dan pusat filsafat spekulasi. 

Di sinilah Yesus membebaskan seseorang yang kerasukan roh jahat, roh jahat itu telah memperdaya dan merusak hidupnya bertahun-tahun. Menurut keterangan ayat 27 sudah lama tidak berpakain, tidak tinggal di dalam ruam namun tinggal di pekuburan. Yesus mengusir roh jahat, yang menamai dirinya:"Legion" itu. Yesus dengan kuasaNya mengusir roh-roh jahat itu ataa permintaan legion memasuki babi dan babi-babi itu terjun dari tepi jurang ke danau dan mati lemas. 


Peristiwa di Gerasa adalah salah satu bentuk perbuatan setan yang menghancurkan harkat, martabat, dan nilai manusia. Berbagai bentuk sepak terjang setan masih bergulir hingga hari ini dan sampai akhir. Ia selalu jeli melihat kelemahan manusia dan tidak sedetik pun melepaskan kesempatan menjerumuskan manusia ke dalam perangkapnya. 


Hal ini sangat menarik dengan kisah sebelumnya, jika perikop sebekumnya Yesus berkuasa atas badai yang melepaskan para murid dari ancaman badai yang hendak mengkaramkan kapal.para murid. Tetapi Yesus menghentikan badai dan danau pun tenang, murid-murid bisa berlayar. Pada kotbah ini kita dihantarkan kepada kuasa Yesus yang membebaskan manusia dari roh jakat yang merusak manusia. 


Marilah kita mendalami pelajaran penting dari kotbah minggu ini yang dapat kita refleksikan dalam kehidupan kita saat ini:


1. Menjangkau yang terluar - Outreach:


"Marilah kita betolak ke seberang" (Lukas 8:22)


HKBP pernah memiliki Biro "outreach", tujuannya adalah menjangkau pelayanan diluar jangkauan yang umum di dalam gereja. Pelayanan gereja di mimbar, pengajaran, didakhe, konseling, liturgis dan kebutuhan lainnya dalam pelayanan hemaat. Banyaknya aktifitas gereja membuat pelayanan gereja semakin fokus pada pelayanan internal. Dengan adanya outreach kita diingatkan bahwa ada tugas dan pelayanan gerwja di tengah-tengah masyarakat, di luar rutinitas dan pelayanan internal ada banyak yang membutuhkan sentuhan pelayanan gereja, seperti: anak jalanan, daerah terisolir, daerah marjinal, pelayanan doa di rumah sakit, di penjara dan lainnya. Ini adalah panggilan out reach, gereja menjangkau pelayanan diluar lingkup aktifitas rutin gerejawi. 


Pelayanan Yesus di Gedara menjadi penting bagi gereja untuk melihat pelayanan gereja yang lebih luas. Yesus sendiri mengajak murid-muridNya untuk bertolak ke seberang danau. Disana ada pelayanan yang menunggu kehadiran Yesus. Yesus hadir disana untuk menyembuhkan seorang yang telah lama dirasuki roh jahat. Yesus datang untuk membebaskan beban hidupnya yang telah lama dirasuki oleh roh jahat. Pelayanan Yesus ini membuka mata kita akan tugas dan pelayanan gereja ke eksternal, kabar baik harus diberitakan kepada mereka yang mengalami beban hidup. Kehadiran Yesus di Gedara menjadi dasar kuat bahwa pelayanan gereja bukan aktifitas internal saja tetapi harus menjangkau orang yang membutuhkan sekalupun di luar komunitas atau persekutuan. Kehadairan Yesus di Gedara membuka mata tugas gereja yang relevan masa kini, mempertajam kepekaan dan mengulurkan tangan untuk menolong, membebaskan orang dari beban yang menimpanya. 


2. Legion: roh jahat yang merasuk dan merusak manusia


Lukas 8:30 (TB) Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan. 


Hal yang pertama dilakukan Yesus di Gedara adalah mengusir roh jahat yang menyebutkan dirinya dengan nama "legion". Roh jahat itu bukan saja merusak jiwanya tetapi merusak logikany, merusak relasionalnya dan merusak habitatnya. Jadi ini bukan hanya sebatas gangguan kejiwaan tetapi temah merusak kemanusiaannya.


Baiklah kita identifikasi daya rusak roh jahat terhadap.manusia yang disebutkan oleh Injil Lukas ini: 


Pertama, merusak iman. Menurut catatan ini bahwa roh jahat ini mengakui bahwa Yesus adalah Allah yang Maha Tinggi, (ay 28). Setelah Yesus datang di gedara, disambut dengan suatu pengakuan Allah Yang Maha Tinggi. Jadi Roh jahat mengetahui dan mengenal siapa Yesus, namun roh jahat tidak percaya kepada Yesus, karena roh jahat disini justru meminta agar Yesus menjauhkan diri dari tempat itu dan tidak mengusiknya. Jika sudah mengetahui Tuhan yang maha tinggi, kenapa tidak sujud? Disinilah roh jahat harus dicermati, iblis juga mengetahui Allah itu Maha Kuasa, namun iblis tidak percaya kepada Yesus. Lebihbjauh rasul Yakobus 2:19 (TB) Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.


Pemahan seperti ini harus disiasati dalam kehidupan kini. Ada praktek perdukunan mengakui Tuhan memiliki kuasa namun tidak percaya kepada Yesus. Ada pula sains yang mengetahui banyak hal tentang Tuhan, mengetahui banyak tentang Alkitab namun tidak percaya dan tunduk kepada Yesus. Ajaran hanya mengetahui dan tidak mengimani memiliki daya rusak nalar dan iman.


Kedua, roh jahat disini mengakui dirinya bernama "legion". Legion dalam dunia Romawi pasukan prajurit berkekuatan 4.000-6.000 prajurit infantri. Dengan nama legion ini kita diingatkan bahwa roh jahat itu jamak dan banyak sekali serta mungkin berbagai keahlian. Mungkin kita bertanya, yang dirasuki adalah seorang laki-laki namun yang merasukinya adalah banyak. Roh jahat itu bukanlah personal, tetapi "roh" yang berbagai rupa memasuki pikiran dan keinganan manusia. Pikiran dan keinginan manusia tidak terbatas dan saat ikiran dan keinginan tidak seturut dengan kehendak Allah, manusia telah dimasuki roh yang jahat yang mendorong seseorang tidak tinggal di dalam kehendak Allah.   


Ketiga, Roh jahat yang merasuki manusia memiliki daya rusak yang sangat dahsyat, merusak: iman, merusak logika, merusak perilaku dan budaya. Kita lihat dalam Lukas 8:27b "orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan."


Dia tidak tinggal di rumah, seorang yang rasuki roh setan disini telah merusak hubungan dengan sesama. Rumah adalah tempat dimana keluarga tinggal bersama, di rumah adalah komunitas inti dan relasi terdekat diantara relasi sesama manusia. Roh jahat itu telah menghilangkan dan memutushkan relasi terdekat. 


Dia tinggal di pekuburan, Injil Lukas mencatat, seorang yang dirasuki roh jahat di Gadara ini tinggal di pekuburan. Infoemasi ini perlu kita maknai dimana seseorang yang sudah dirasuki oleh roh jahat tidak lagi mencintai kehidupan, tetapi lebih memilih jalan kematian. Lebih tajam, seseorang yang dirasuki oleh roh jahat lebih mencintai kematian dari pada kehidupan. Manusia biasanya menghindar dari pekuburan, kalau pun ke kuburan hanya saat menghantarkan orang dekat dan yang kita kasihi ke pemakaman, namun pekuburan bukanlah lingkungan yang disukai oleh manusia pada umumnya. Penulis Injil Lukas menurut saya hendak menyampaikan bahaya dari roh jahat ini adalah sikap hidup manusia yang lebih memiliki keinginan daging yang menghantarkannya kepada kuburan atau kematian. 


Keempat roh jahat itu memaksa orang tidak bisa diatur dan sulit dikendalikan, terus meronta-ronta dan hendak bebas berkeliaran. 

Lukas 8:29 (TB) Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi. 

Keterangan ini menunjukkan bagaimana kuasa roh jahat yang merusak manusia tidak mau diatur, tidak mau diikat dan menginginkan tempat sepi. 


Apa yang disampaikan Injil Lukas disini kenyataan hidup yang dijalani oleh seorang dimasuki roh jahat ini perlu menjadi pelajaran bagi kita jangan sampai roh jahat di jaman modern ini merasuki kita dengan model baru. Catatan-catatan Injil ini penting dioerhatikan dan sekaligus menjadi tanda-tanda bagi kita untuk mengidentifikasi pengaruh yang merusak kemanusiaan kita. 

Lihatlah misalnya aoa yang terjadi: melakukan perbuatan tercela namun tidak malu, melakukan perbuatan amoral namun tidak merasa bersalah.malah bangga. Roh jahat dijaman ini terus berusaha memasuki dan merusak rumah tangga sehingga suami atau isteri bahkan anak-anak "tidak betah tinggal di rumah" namun memiliih kebahagiaannya sendiri di luar rumah. Roh jahat telah merasuki pikrian banyak dengan berbagai hal yang merusak diri sendiri: narkoba dan penyakit sosial lainnya yang menghantarkan orang ke maut.


Catatan-catatan Injil Lukas inilah yang harus kita perhatikan, segala bentuk.kuasa atau oengarus yang memiliki daya rusak bagi manusia harua dibebaskan. Injil harus diberitakan, kasih dan kuasa Kroatus harus disampaikan pada lingkungan kita kenal dan diluar yang kita kenal. Hal inilah yang dihantarkan oleh Injil Lukas bahwa Yesus datang membebaskan dan melepaskan kita dari segala pengaruh roh jahat.


3. Kuasa Yesus membebaskan: "babi-babi itu terjun ke tepi jurang dan mati lemas".


Jika diatas kita telah menguraikan daya rusak roh jahat yang merasuki manusia, maka pada bagian ini Yesus datang untuk membebaskan dan melepaskan manusia dari "roh jahat". Inilah kuasa Yesus yang harus kita percayai dalam hidup ini. Yesus berkuasa untuk mengusir roh jahat dan berkuasa membebaskan dan melepaskan orang yang diperdaya roh-roh jahat. Sekalipun roh jahat dalam jumlah yang besar dan memiliki kemampuan yang tinggai merusak manusia, kuasa Yesus lebih berkuasa untuk memulihkan, membebaskan dan melepaskan orang-orang yang dikasihiNya. 


Roh jahat diaoni haruslah kita pahami sebagai kuasa yang mempegaruhi seseorang yang merusak dirinya sendiri. Roh jahat itu bukanlah dipahami sebagai person tetapi "kuasa" yang memiliki daya rusak, kekuatan yang mempengaruhi sesorang sehingga mengambil.sikap dan tindakan yang merusak dirinya sendiri dan orang lain. Manusia yang dirasuki roh jahat pada akhirnya akan merusak manusia harkat, martabat dan habitatnya. Dengan kehadiran Yesus di Gedara menjadi penting, Yesuslah yang dapat membebaskan kita dari segala kuasa gang merusak kemanusiaan kita. 


Sebanyak apapun roh jahat disekeliling kita yang terus mempengaruhi dan berusaha merusak manusia kita percaya kuasa Yesus lebih dahsyat untuk membebaskan kita. Yesus lebih berkuasa dari berbagai roh-roh jaman ini yang merusak. Diatas sudah disebutkan "legion" menunjukkan angka yang sangat banyak. Sebanyak apapun itu kuasa Yesus dapat membebaskan dan melindungi orang percaya. 


Dalam perikop ini legion tahkluk dihadapan Yesua, bahkan meminta agar diijinkan masuk ke babi-babi yang ada di situ. 

Lukas 8:33 (TB) Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.


Dengan kuasa Yesus legion akhirnya menyerah dan memohon agar dimasukkan ke babi-babi yang ada disekitar itu. Selanjutnya babi-babi itu terju ke tepi jurah danau dan mati lemas. Kuasa roh jahat diakhiri oleh Yesus membebaskan manusia yang dirasukinya.


Lukas 8:35 (TB) "...mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka."


Di dalam Yesus dia tenang, duduk di kaki Yesus dan sudah waras. Yesus mengembalikan habitat kemanusiaannya. Dulu tidak malu kini telah berpakaian, relasi dengan manusia dipulihkan dan habitatnya dipulihkan kepada kewarasan. 


4. Berkeliling memberitakan perbuatan Yesus


Lukas 8:39 (TB) "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.


Di bahagian penghujung kotbah ini Yesus menya menyampaikan pesan untuk mewartakan perbuatan-perbuatan Yesus. 

Tuhas mewartakan ini ada dua, yaitu:

Pertama para gembala yang menyaksikan Yesus menahlukkan roh jahat. Mereka menjadi saksi kunci yang melihat peristiwa itu dan mereka menceritakan tentang Yesus membebaskan orsng dirasuki roh. Mereka menjadi saksi kebenaran akan apa yang diperbuat oleh Yesus. 


Kedua, orang yang disembuhkan itu meminta penyertaan Yesus dan memohon apa yang hendak dilakukannya. Yesus berpesan kembalilah ke rumah dan ceritakanlah perbuatan-perbuatan Allah. Selama dimasuki roh dia sudah tidak ti ggal di rumah, namun setelah Yesus menyembuhkanNya, Yesus memulangkan dia ke rumahnya dan memulihkan hubungan relasinya dengan keluarga dan sesama. Hubungan yang baik akan menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain. Dalam hubungan yang baik orsng dapat menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya.


Dalam keterangan ayat 39 orang yang disembuhkan itu bukan hanya kembali ke rumah dan menceritalan kepada anggota keluarganya, tetapi disebutkan dia keliling kota untuk menceritakan apa yang terjadi dalam hidupnya.


Memberitakan perbuatan Allah adalah tugas kita. Tentulah banyak hal yang telah kita alami dalam hidup ini. Banyak pula berkat dan anugerah Tuhan yang kita terima. Mari menceritakan Kristus yang baik hati itu kepada semua orang agar semakin banyak orsng yang memuliakan Tuhan. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak


Sabtu, 14 Juni 2025

MEMBEEITAKAN TAHUN RAHMAT TUHAN

 Kotbah Minggu TRINITATIS

Minggu, 15 Juni 2025

Ev. Yesaya 61:1-9



*MEMBERITAKAN TAHUN RAHMAT TUHAN*


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki Minggu Trinitatis. Minggu Trinitatis ini mengajak kita memahami missi Allah yang Tritunggal (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus) bagi dunia ini dan mandat orang percaya. Allah pencipta dan pemelihara, Allah penyelamat di dalam Yesis Kristus dan Allah menyertai umat manusia sampai akhir jaman dalam melaksanakan misi di dunia ini. Missi keselamatan dari Allah harus terus diwartakan sampai ke ujung bumi, ke segala bangsa dan segala mahkluk. Jika kita lihat kotbah-kotbah Minggu setelah Trinitatis biasanya akan diikuti dengan tugas-tugas orang percaya di dunia ini. Minggu setelah Trinitatis diakhiri dengan Minggu keabadian dengan peringatan orang meninggal.


Kotbah pada Minggu Trinitatis ini tertulis pada Yesaya 61:1-9 tentang pemberitahuan Tahun Rahmat Tuhan. Keselamatan telah nyata, pemeliharaan Tuhan akan nyata dan Roh Tuhan akan memamlukan hamba Tuhan melaksanakan missi Allah. Yesaya 61 ini merupakan nas yang sangat populer di kalangan Kristen, karena inilah nas yang dibacakan oleh Yesus ketika mengajar di Sinagoge, yang dikutip oleh penulis Injil Lukas. (Baca Lukas 4;18-19). Setelah Yesus membaca nas ini, Yesus berkata: "pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarkannya." (Lukas 4:21). Suatu statemen yang menegaskan bahwa Yesus menggenapi tugas Mesias yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Yesus telah membebaskan kita dari perhambaan dosa dan kuasa maut, manusia telah dilepaskan dari rantai yang mengikat mereka menjadi hamba dosa. Kristus telah membebaskan kita dari segala bentuk penindasan. Sebelum Yesus naik ke sorga, Yesus mengutus murid-murid untuk memberitakan Injil. Inilah yang kita sebut dengan mandat orang percaya. 


Kotbah Minggu ini mengingatkan kita tentang tugas utama gereja untuk memberitakan Tahun Rahmat memberitakan Missi Mesianis telah digenapi di dalam Yesus Kristus . Tahun Rahmat Tuhan telah di dalamnya ada pembebasan (ayat 1-3), pemulihan (4-6) dan penetapan masa depan yang cerah bagi generasi penerus umat Allah (8-9). Semua tugas ini dilaksanakan dengan dasar penyertaan Roh Tuhan. Tanpa Roh Tuhan orang percaya tidak akan mampu melaksanakan ini sebagaimana diingatkan oleh Yesus dalam Kisah Rasul 1:8, "tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu...." 


Sahabat yang baik hati baiklah sebagai orang percaya kita dapat mengambil pesan dapat kita terima dari nas kotbah ini sebagai tugas dalam kehidupan ini. 


*1. Roh Tuhan ada padaku.*


Diatas telah disinggung Roh Kudus turun atas orang percaya menjadi titik berangkat missi memberitakan Tahun Rahmat Tuhan. Peristiwa TurunNya Roh Kudus menggenapi apa yang telah dijanjikan oleh Yesus sebelum naik ke sorga. Roh Kudus akan menolong, menghibur dan menyertao orang percaya di dunia ini melaksanakan mandat Allah sampai kedatangan Tuhan Yesus kristus. Roh Kudus yang mengajar orang percaya bersaksi dan menyatakan kebenaran dan Roh Kudus memampukan orang percaya setia di dalam Tuhan dan menghasilkan buah-buah iman. Dalam pemahaman demikian Roh Kudus tidak terpisahkan dari persekutuan orang percaya dan missi gereja di dunia ini. Perbuatan roh Kuduslah yang membuat pekerjaan orang percaya berhasil dan berkenan di dalam Tuhan. 


Roh Tuhan ALLAH ada padaku (ay. 1). Pada nabi-nabi ada Roh Allah yang menggerakkan mereka dari waktu ke waktu, baik untuk mengajar mereka apa yang harus dikatakan maupun untuk menggugah mereka supaya mengatakannya. Pada Kristus selalu ada Roh yang berdiam tanpa batas, tetapi untuk maksud yang sama seperti yang ada pada nabi-nabi, yaitu sebagai Roh nasihat dan Roh keperkasaan (11:1-3). Ketika Ia mulai menjalankan tugas kenabian-Nya, Roh, seperti burung merpati, turun ke atas-Nya (Mat. 3:16). Roh yang ada pada-Nya ini Ia berikan kepada orang-orang yang diutus-Nya untuk menyatakan kabar baik yang sama, sambil berkata kepada mereka, ketika Ia memberi mereka mandat, terimalah Roh Kudus, dan dengan demikian mengesahkan mandat itu.

Penggenapan yesus yang diurapi sangat menarik, jika dalam PL seseorang yang diurapi dengan minyak namun Yesus menggenapi dengan baptisan. Saat Yesus dibaptis Roh Allah turun berupa burung merpati dan suara terdengar: Inilah AnakKu yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan.  


Dalam kotbah ini pemenuhan Roh Allah menjadi penting. Roh Kudus telah berdiam di dalam diri orang percaya. Roh Kudus yang membimbing dan memampukan orang percaya melaksanakan tugas pelayanan di dunia ini sampai kedatangan Kristus. 


2. Memberitakan Tahun Rahmat Tuhan


Apa itu Tahun Rahmat? Dalam Perjanjian Lama, Allah Tahun Rahmat berhubungan erat dengan Tahun pembebasan atau Tahun Yobel. Menunjukkan waktu atau moment dimana Allah bertindak untuk membebaskan umatNya dari belenggu yang menghimpit mereka. "Tahun rahmat TUHAN" (Yesaya 61:2), atau "tahun kesukaan TUHAN" atau "tahun kemurahan TUHAN", bukanlah tahun secara harfiah, tetapi lebih merupakan suatu periode waktu yang dicirikan oleh kasih karunia, penebusan, dan kelepasan Tuhan. Dalam Yesaya, tahun kesukaan Tuhan merujuk pada pemulihan umat-Nya dari pembuangan di Babel, mungkin dengan maksud menyamakannya dengan tahun Yobel, ketika kemerdekaan diproklamasikan di seluruh negeri (lihat Imamat 25).


*2.1. Pembebasan*


Tugas Mesias membebaskan disebutkan untuk melepaskan umatnya dari berbagai bentuk beban dan pergumulan yang dialami. Bukan hanya pembebasan dari pebuangan Babelonia, tetapi pembebasan secara menyeluruh, sehingga manusia tidak berhutang lagi kepada siapapun baik oleh kuasa atau maut sekalipun. Kristus telah membayar lunas segala apa yang membebani manusia, ibarat seorang terpenjara yang dibebaskan, seorang yang sakit disembuhkan dan orang yang punya hutang telah dibanyar lunas. Demikian manusia menjadi milik Allah sepenuhnya karena tindakan pembebasan dari Kristus. 


Pembebasan dalam kotbah ini disebutkan beberapa hal:


a) Kabar baik bagi orang yang sengsara - bebas dari segala penderitaan

b) Merawat oran orang yang remuk hati - jiwa yang tertekan

c) Pembebasan bagi tawanan dan terkurung dan terpenjara - tertawan karena terpenjara baik oleh kesalahan dan juga kesewenangan

d) Tahun rahmat Tuhan telah datang - pengahrapan akan tahun Yobel

e) Menghibur orang yang berkabung - derita karena maut.


Jika kita lihat missi pembebasan mesias diatas adalah merupakan bahagian dari suka cita bagi orang tertindas, terpinggirkan dan tak berdaya. Orang sengsara tentu karena diperdaya oleh rupa-rupa kekuatan di luar dirinya. Orang mengalami remuk hati karena ketidak berdayaan mengahadapi beban dan pergumulan. Tuhan tidak membiarkannya, namun hadir untuk memberikan pembebasan dan kelegaan bagi setiap orang yang sengsara dan remuk hati.


Orang tertawan belum tentu merupakan kesalahan atau perbuatannya sendiri, namun bisa menjadi tawanan karena kalah berperang dan membuat mereka menjadi tawanan. Jaman PL tawanan sepenuhnya menjadi hak orang yang menawan. Biasanya tawanan diperlakukan tak manusiawi dan penuh sengsara serta tak ada jaminan kepastian hidup. Inilah missi yang disentuh oleh pembebasan Mesianis:  orang tawanan, terkurung dan terpenjara untuk memperoleh pembebasan. Melalui pembebasan ini manusia dipulihkan untuk memperoleh harkat dan martabatnya sebagai manusia. Inilah yang dipulihkan melalui pembebasan Mesianis di dalam diri Yesus Kristus. Lebih jauh lagi dalam Perjanjian Baru, kematian dan kebangkitan Yesus meruoakan tindakan Allah membebaskan manusia dari dosa dan maut. Manusia bebas dari dosa karwna kuasa kebangkitan Yesus Kristus.  


*2.2. Pemulihan*

Yesaya 61:4 (TB) Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 


Sebagai perbandingan saat terjadi kebakaran di satu kampung, seluruh kota itu terbakar dan tak satupun rumah yang tertinggal. Mereka meratap dan harus mengungsi ke tempat lain. Mereka merindukan rumah dan tempat tinggal mereka, mereka mengingat masa-masa indah, bercerita dengan warga dan melihat anak-anak bermain-main di jalan dan lorong-lorong. Namun kebakaran itu membuat mereka kehilangan suka cita dan harus terasing. Demikianlah gambaran kehidupan umat Allah setelah Babelonia meruntuhkan Yerusalem. Yehuda tertawan dan kota Yerusalem berubah menjadi puing dan sepi, mencekam dan tak ada yang dapat tingal. Mereka semua diangkut ke pembuangan Babel? 


Demikianlah umat Allah, di pembuangan mereka mengingat masa kejayaan dan kebahagiaan, kerinduan itu semakin sirna karena tidak berdaya dan tidak ada peluang untuk kembali. Kembali ke Sion adalah tinggal kenangan. Namun nabio Yesaya menubutkankan pemulihan Kota Yerusalem. mereka kaan kembali dan Tuhan sendiri akan membangun kota Yerusalem. Temboknya akan utuh kembali dan Bait Allah yang menjadi kebanggaan akan dibangun. 

Reruntuhan dan puing akan kembali ditata itu terjadi atas kuasa Tuhan. 


Nubuatan tentang pemulihan ini menjadi benih pengharapan bagi umat Allah di pembuangan, mereka mengubah mimpi buruk menjadi benih harapan, kelak akan kembali dan Yerusalem akan pulih. Pemulihan ini terjadi saat Koresh mengalahkan Babelonia dan mengumumkan pembebasan dari Babelonia dan mereka dibekali untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kota tiu. Menurut catatan dari kita Ezra dan Nehemia, pembangunan kembali Yerusalem dan Bait Allah dibantu oleh Koresh dengan mengirimi surat agar seluruh provinsi pemerintahan Persia dapat membantu pembangunan Bait Allah. 


Bukan hanya dipulihkan jika kita baca ayat berikutnya bangsa-bangsa lain akan datang berduyun-duyun memuji Allah di Sion. 


Ayat 4 ini mengingatkan kita agar tetap berpengharapan, mungkin pernah jatuh dan terpuruk, jangan berputus asa, tetap berpengharapan. Benih optimisme pelihara dan diikuti dengan usaha dan kerja keras. Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita. 


*2.3. Penetapan masa depan generasi penerus umat Allah*


Yesaya 61:9 (TB) Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN. 


Dalam pemahaman Yahudi, satu identitas Israel adalah "umat pilihan", umat pilihan ini ditetapkan sejak pemanggilan Bapak Abraham, diikuti degan Ishak dan Yakub. Yakub dirubah namanya menjadi Israel dan anak-anak Yakub menjadi kedua belas suku Israel. Allah mengikat perjanjian kepada Abraham, Ishak dan Yakub dan perjanjian itu kekal dan berlaku selama-lamanya. Perjanjian itu dalam Bahasa Ibrani adala- charat beryth (Inggris: 'covenant"). Janji Allah kekal dan Allah setia menggenapinya bahwa Allah memberkati mereka dan oleh mereka semua bangsa diberkati. 


Nubuatan Yesaya tentang generasi penerus umat Allah dikutip pada ayat 9. Keturuan umat Allah tidak akan berakhir di pembuangan Babel, anak-anak Yakub tidak selamanya menjadi tawanan di babelonia, namun Allah memberkati mereka di antara bangsa-bangsa. Nubuatan akan generasi penerus ini menjadi jaminan pemeliharaan Tuhan atas keturunan anak-anak Yakub. 


Max Isaac Dimont dalam bukunya: Yahudi, Tuhan dan Sejarah mengungkapkan bahwa Bangsa Yahudi berhasil bertahan selama 4000 tahun dalam kematian peradaban. peradaban Bangsa-bangsa lain telah tenggelam ditelan oleh sejarah, namun Yahudi tetap terpelihara eksistensinya dan bertahan bahkan menonjol dan mewarnai peradaban. Yahudi mengalami banyak benturan bahkan pernah tidak memeiliki negeri namun ide dan gagasan, keyakinan dan kepercayaan terus terpeliharan tanpa ditelan peradaban. 


Apa yang dinubuatkan Yesaya ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Max Isaac Dimont, Allah memelihara keturunan Yakub, janji Allah atas Abraham, Ishak dan Yakub yang menetapkan mereka umat Allah, umat yang diberkati dan umat pilihan tetap terpelihara. Selama tujuh piluh tahun pembuangan di Babel tidak akan melenyapkan eturunan Yakub. Dalam segala keadaaan, Tuhan memelihara umatNya dan anak-anak mereka terpelihara sebagai umat yang diberkati. 


Kristen mewarisi janji Abraham karena iman, kita adalah anak-anak Abraham secara rohani. Identitas umat pilihan dan umat yang diberkati melekat bagi orang percaya.  

1 Petrus 2:9-10 (TB) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 

kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. 


Pemilihan dan penetapan kita menjadi umat pilihan dan yang diberkati harus terpelihara, menanamkan pengharapan di dalam dunia yang berubah. 


*3. Penutup: tugas gereja memberitakan Tahun Rahmat Tuhan kini.*


Sahabat yang baik hati! Pada bagian penutup ini baiklah kita mengasah kepekaan tugas gereja dalam mengemban missi pembebasan ini.


Pertama, kotbah minggu ini mengingatkan orang percaya untuk meneruskan missi pembebasan ini. Gereja tidak boleh diam atas ketidak adilan dan perlakuan semena-mena di dalam masyarakat. Suara nabiah harus terus disampaikan menentang penindasan. Gereja yang dimerdekakan haru memerdekakan. 


Kedua, kotbah ini mengasah kita untuk lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat dan warga gereja. Gereja harus hadir menguatkan dan meneguhkan warga jemaat yang bergumul, terpenhara, sakit dan dihimpit berbagai beban hidup. 


Ketiga, kotbah minggu ini memberikan pengharapan bagi yang mengalami kegagalan. Aaat jatuh jangan berputus asa. Seberat apapun yang menimpa hidup kita, kadang tampu berdiri, hidup seolah terus berurai air mata tetapi jangan menutup asa. Percaya kepada Tuhan yang Maha kuasa akan datang memulihkan.


Keempat, memelihara dan merancang masa depan generasi muda. Anak-anak, remaja (teruna) dan pemuda menjadi perhatian utama gereja. 


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak



Minggu, 08 Juni 2025

ROH KUDUS MEMELIHARA IMAN DAN MENGHASILKAN BUAH-BUAH IMAN

 Kotbah Pesta II PENTAKOSTA - TURUNNYA ROH KUDUS

Senin, 9 Juni 2025

Ev. Titus 3:1-8



ROH KUDUS MEMELIHARA IMAN DAN MENGHASILKAN BUAH-BUAH IMAN


Selamat Pentakista! Sahabat yang baik hati, kotbah pada Pesta II Pentakosta ini merupakan tugas pastoral, menasihati, membimbing dan mengarahkan hidip orang percaya sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Roh Kuduslah yang memampukan gereja melakukan tugas pastoral. Tanpa pertolongan Roh Kudus, para hamba Tuhan tidak akan berkuasa menasihati, membimbing dan mengarahkan hidup orang percaya. 


Dalam kotbah Pesta II ini merupakan masihat Paulus kepada Titus, didalamnya berisi nasihat apa yang hendak dilakukan oleh Titus terhadap jemaat. Jemaat mula-mula harus senantiasa tunduk taat kepada pemerintah, menjauhkan sikap dan perilaku yang negatif serta bersuaka melakukan yang terbaik.


Berikut ini marilah kita ambil pelajaran dari kotbah pada Pesta II ini:


1. Tunduk kepada pemerintah


Konteks gereja mula-mula sangat terasa tekanan pemerintah; mereka dianiaya dan di kejar-kejar. Jemaat gereja mula-mula mendapat perlakuan semena-mena dari penguasa, dituduh pemberontak kepada kaisar dan dieksekusi dalam berbagai hukuman yang sangat mengerikan. Dimasukkan ke penjara, tontonan orang berhadapan dengan harimau dan dibakar hidup-hidup.


Sekalipun sudah sedemikian pedihnya penderitaan jemaat gereja mula-mula, namun para rasul menasihati jemaat tunduk kepada pemerintah. Sekalioun gereja ditindas namun gereja mula-mula memelihara ajaran perdamaian, mendokan pemerinath, penguasa agar dengan hikmat memerintah. 

Paulus dalam kotbah ini menasihati Titus untuk tetap tunduk kepada pemerintah. 


Gereja mengajarkan bahwa pemwrinah berasal dari Allah. Pemerintahan merupakan ketetapan Allah demi kebaikan semua orang, dan karena itu harus dihormati dan ditaati oleh semua orang, bukan semata karena diancam atau terpaksa, melainkan dengan sukarela dan seturut hati nurani. Pemerintah, dan penguasa, dan orang-orang yang berkuasa, yaitu seluruh penguasa sipil atau negara, baik yang tertinggi, pemimpin, ataupun bawahannya, dalam pemerintahan di mana mereka tinggal, dalam bentuk apa pun, harus mereka taati dan patuhi dalam hal-hal yang sesuai dengan hukum dan yang jujur, serta yang memang diharuskan oleh jabatan para pemimpin itu. Agama Kristen disalahartikan oleh para penentangnya sebagai agama yang merugikan hak-hak penguasa dan pemerintah, cenderung memecah-belah dan menentang, serta ingin memberontak melawan penguasa yang sah. Karena itulah, untuk membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh dan mulut-mulut para musuh yang jahat itu, orang-orang Kristen harus diingatkan untuk menjadi teladan dalam kepatuhan dan ketaatan kepada pemerintah yang berkuasa atas mereka.


Terhadap pemerintan Paulus menasihatkan agar tunduk kepada pemerintah dapat kita baca dalam Rom 13 dan taat serta siap melakukan segala pekerjaan baik. Sekalipun banyak alasan yang mungkin kurang dapat diterima karena pemerintah terus menyudutkan gereja mula-mula, dianggap sebagai bidaat dan persekutuan yang terlarang. Baru setelah Kesar Roma Konstantinus Agus pada tahun 313 menerbitkan "Edik Milano"; suatu pengakuan dari pemerintah terhadap kekristenan. Edik Milano ini membuka gerbang kebebasan beribadah bagi orang Kristen di seluruh kekuasaan Romawi. Kebebasan itu didapatkan bukan perjuangan senjata , namun oleh kegigihan orang percaya bertahan dalam iman dengan: bersikap ramah, lemah lembut dan tidak membalaskan kejahatan. Mereka semua hidup dalam cinta kasih dan penuh damai


2. Mempromosikan damai, tetap ramah, lemah lembut bagi setiap orang.


Titus 3:2 (TB) Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.


Paulus menasihati Titus dalam menjalankan tugas pelayanan di jemaat harus berdasarkan nilai-nilai firman Tuhan. Kuat menghadapi segala tantangan dan terus melakukan pelayanan terbaik demi pembentukan kedewasaan iman jemaat.


Bagian kedua dari kotbah ini meruoakan nasihat kepada Titus agar mengajarkan jemaat agar memiliki gaya hidup yang menekankan perdamaian, ramah dan lemah lembut. Sekalipun disakiti jangan membalaskan sakit hati, jangan balaskan kekerasan melawan kekerasan. Ajaran ini disebut dengan Pacifisme, berasal dari Pace atau damai, ajaran yang menekankan damai anti peperangan, anti kekerasan melawan kekerasan. Pacifisme ini mengajarkan resolusi damai adalah jalan menyelesaikan konflik dan peperangan. Dalam keadaan apapun Pacifisme mengajarkan tidak membalaskan kejahatan dengan kejahatan atau kekerasan melawan kekerasan. Ajaran Pacifisme ini merupakan gerakan moral yang bersumber dari ajaran Yesus, yang memperomosikan damai dengan sikap hidup yang lemah lembut. 


Hiduplah dengan penuh keramahan dan kelemah lembutan. Inilah kemenangan jemaat mula-mula, memenangkan orang-orang yang membenci orang Kristen. Mereka tetap melakukan kebaikan sekalipun difitnah dan dihasut. Sebagaimana ajaran Tuhan Yesus hidup didalam damai, tidak boleh membalaskan kejahatan dengan kejahatan. Jika musuhmu lapar berilah ia makan, jika musuh menampar pipi kiri berilah pipi kanan dan jika mereka meminta berjalan 1 mil berjalanlah 2 mil. Konsep kebaikan ini dalam bentuk keramah tamahan akhirnya memenangkan jiwa banyak orang. Sekalipun orang Kristen ditekan, ditindas, dikejar da dianiaya hingga mati martyr orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Yuruselamat terus semakin bertambah.

Nyatalah apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 5:5 (TB) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.


Siapa yang ramah dan lemah lembut akan menguasai bumi. Namun siapa penyebar fitnah akan menuai badai kehidupan. Hiduplah di dalam kebenaran Injil maka damai sejahtera dan kebahagiaan akan menyertai hidup kita.


3. Peran Roh Kudus memelihara iman dan memampukan orang percaya menghasilkan perbuatan baik


Titus 3:4-5 (TB) Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 

pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,


Keselamatan adalah anugerah Allah bagi manusia, keselamatan adalah pemberian bukan hasil perbuatan baik atau kebaikan manusia kepada Tuhan. Allah sendiri yang bertindak dengan menganugerahkan Yesus Kristus sebagai Yuruselamat bagi kita. Yesus Kristus datang ke dunia ini, menyerahkan diriNya hingga mati di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa dan maut. Manusia selamat bukan karena perbuatan baiknya kepada Tuhan melainkan karena kabaikan Tuhan kepada manusia.


Tuhan tidak menginginkan pelanggaran, Allah menghukum manusia berdosa, seperti Adam setelah jatuhndalam dosa diberi hukuman dan dikeluarkan dari Taman Eden. Peristiwa Air bah, menurut Kej 6 bahwa keputusan Allah mendatangkan air bah karena kejahatan manusia. Allah menyesal menciptakan manusia karena manusia hidup dalam dosa. Apakah hukuman ini terus? Tuhan memerllihara umatnya dengan memberi Taurat, tetapi manusia gagal juga untuk memeliharanya. Roma 3:10 (TB) seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Jika tak seorang pun yang benar maka manusia tidak satupun yang selamat oleh karena perbuatan dan kemampuan melakukan perintah Tuhan. 


Keselamatan adalah Anugerah Allah. Anugerah berasal dari 'xaris' atau "gratia", seorang tahanan yang divonnis mati mendapat "gratia". Gratia adalah pemberian dari kepala negara untuk membebaskan seorang narapidana yang divonnis mati. Dari segi perbuatan dia layak dihukum mati, namun karena kemurahan diberi gratia. Demikianlah keselamatan dalam ajaran kekristenan, kita dibenarkan karena alanugerah dari Allah yang mengutus anakNya Yesus Kristus yang rela mati bagi kita. 


Keselamatan dari Allah inilah yang terus kita imani. Bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup ini. Orang yang menerima keselamatan harus memiliki tanggung jawab, yaitu menghasilkan buah buah iman. Jika kita berbuat baik bukanlah sebagai syarat keselamatan tetapi buah dari iman karena kita telah diselamatkan. Roh Kudus menolong dan memampukan orang percaya menghasilkan buah-buah iman.


Sahabat yang baik hati! Sebagaimana pesan Tuhan Yesua dalam Kisah Rasul 1:8, Roh Kudus adalah sumber kekuatan bagi orang percaya melaksanakan kesaksian dan missi. Demikianlah dalam Ibadaha Pesta II Pentakosta ini, kita diingatkan peran Roh Kudus salam hidup orang percaya. Roh Kudus telah berdiam di dalam hati orang percaya dan menggerakkan kita untuk memelihara keselamatan serta menghasilkan buah-buah yang baik. Amin


Salam Pentakosta 

Pdt. Nekson M Simanjuntak



Sabtu, 07 Juni 2025

ROH KUDUS PENGHIBUR DAN PENOLONG ORANG PERCAYA

 Kotbah Pesta I PENTAKOSTA 

Minggu Peringatan Turunnya Roh Kudus

Minggu, 8 Juni 2025

Ev. Yohanes 14:15-26



ROH KUDUS PENOLONG DAN PENGHIBUR


Selamat Pentakosta! 

Sahabat yang baik hati, Hari Pentakosta dihitung sebagai hari lahirnya gereja, karena setelah peristiwa turunnya Roh Kudus gereja terus bertumbuh dan berkembang sekalipun gereja mula-mula harus menghadapi tantangan berat. Tidak sedikit yang mati martyr. Martyr meninggal mulia karena mempertahankan imannya. Sekalipun menghadapi penganiayaan, penindasan dan berbagai propaganda yang dituduhkan tetap berdiri teguh di dalam iman kepada Yesus Kristus. Roh Kuduslah yang menuntun orang peecaya dalam.menyaksikan imannya.


Nats kotbah pada perayaan Pentakosta ini tertulis dalam Yohanes 14:15-26 tentang pesan Yesus kepada murid-murid bahwa akan tiba waktunya Yesus tidak lagi bersama-sama dengan mereka. Ketika Yesus masih ada bersama mereka tentu sasaran kebencian adalah Yesus sendiri. Tetapi setelah Yesus naik ke Sorga sasaran kebencian orang-orang yang tidak menghendaki Injil adalah para rasul dan gereja mula-mula. Disinilah Yesus meneguhkan mereka, Tuhan Yesus tidak meninggalkan mereka seperti yatim, tetapi akan mengutus Penolong bagi murid dan orang percaya, yaitu: Roh Kudus. 


Pesan-pesan terakhir dari Yesus kepada murid-murid ini sangat penting karena murid-murid menerima missi baru yaitu memberitakan Injil. Dalam melaksanakan missi ijilah Yesus menekankan agar murid-murid mengasihi Yesus dan menjadi saksi-saksi iman. Mereka berangkat melakukan missi setelah Roh Kudus turun atas mereka. Mengasihi Yesus bukan hanya di dalam perkataan namun ditunjukkan dan kerelaan melakuman apa yang diperintahkan oleh Yesus. 


Dari Kotbah kita mendapat pelajaran berharga mengenai peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, yakni:


1. Mengasihi Yesus dan melakukan perintahNya


Yohanes 14:15, 23 (TB) "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.


Seorang Bapak akan sulit menolak permintaan dari anak yang kasihinya. Kebanggaannya adalah ketika bisa memenuhi permintaan anaknya. Itulah salah satu contoh ikatan kasih. Kasih memang mengikat hati, sehingga sulit untuk menolak permintaan orsng kita kasihi. Itulah kekuatan kasih.


Di dalam nasihat Yesus kepada murid-muridNya, Yesus menekankan kesungguhan hati para murid untuk benar-benar mengasihi Yesus. Mengasihi Yesus tidak dengan kata-kata atau testimoni: ya kami cinta Yesus. Di dalam dua ayat yang dikutip di atas diikuti dengan bukti yaitu: menuruti perintah Yesus. Mengasihi Yesus dibuktikan dengan ketaatan, taat sebagai murid dan menerima segala konsekwensinya.


Jika kita baca pasal 21 Yesus menyelidiki hati Rasul Petrus: Simon anak Yohanes kah engkau mengasihi aku? Awalnya mungkin Petrus menjawab bisa bukan dari keaungguhan tetapi Yesus mengulangi pertanyaan yang sama sampai tiga kali. Pertanyaan ini menusuk hati yang terdalam, pertanyaan ink menuntu janji dan komitmen dan kesungguhan hati untuk benar-bemar menjawabnya dari hati. Petrus pun sedih hatinya karena dia mengena perbuatannya yang menyangkal Tuhan Yesus. Yesus menyadari penyesalan Petrus dan akhirnya memerintahkan: Ikutlah Aku.


Hal pertama dalam minggu Pentakosta ini mengajak kita untuk merenungkan kembali pertanyaan yang sama kepada rasul Petrus. Yesus menanyakan kita semua: apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus? Mengasihi Yesus disertai dan dibuktikan dengan menuruti Firman, memikul salib dan mengikut Yesus.


2. Roh Penolong:

Menjadi murid tidaklah mudah, Yssus telah menasihati mereka tentang konsekwensi seorang murid. Lengkapnya disebutkan di dalam Matius 16:24 (TB) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.


Murid-murid tidak perlu takut mengahadapi penderitaan, penganiayaan dan berbagai pe indasan yang mereka alami. Tuhan telah mengutus penolong bagi orang percaya yaitu Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menolong dan memberikan kekuatan bagi orang percaya mampu menghadapi dan melampauhi penderitaan. Mereka tidak takut dan gentar tetapi mereka memiliki semangat dan penuh sukacitalah. Mereka memahami arti kotbah Tuhan Yesus: berbahagialah jika karena Kristus mereka dianiaya karena mereka akan memeperileh Kerajaan Sorga.

Matius 5:10-11 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.


Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bukankah telah begitu banyak penderitaan pada gereja mula-mula? Bukankah telah banyak yang mati dibakar sebagai obor di jalanan? Sebahagian tontonan gladiator dan penganiayaan yang sadis tetapi mengapa mereka kuat? Jawabnya adalah Roh Kudus memberi kekuatan, Roh Kudus mebolong dan menyanggupkan orang percaya.


3. Roh Kebenaran: memimpin orang tetap hidup dalam kebenaran.


Lihatlah betapa banyaknya tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh orang percaya: Yesus sendiri divonnis mati sekalipun penyelidikan Latus tidak ada kesalahan padaNya. Yesus bangkit pada hari yang ketiga sebagaimana dipesankanNya dan kubur telah kosong tapi para Imam besar menyogok penjaga kubur dan menebarkan berita bohong bahwa Yesus tidak bangkit tapi jasadnya dicuri oleh murid-murid. Murid-murid dibenci, setiap Injil diberitakan selalu saja ada kebencian dari kalangan Yahudi, Romawi dan berbagai kelompok sosial lainnya yang tidak menghendaki Injil Kristus tersebar. Mereka harus hidup bergerillya dan di gua-gua untuk menghindari pengejaran. Namun lihatlah mereka tidak surut dari imannya. Mereka tetap hidup dalam kebenaran. Waktu menjawab bahwa kebenarannakan menang dan nyata.


Itulah salah satu karunia Roh Kudus di dalam hidup orang percaya: sekalipun dunia membenci dan berhasil membuat propafan dan segala takti kotor untuk menjerumuskan orang percaya. Roh Kebenaran akan menuntun kita kepada kemenangan.


Beberapa contoh tokoh-tokoh dunia perjuangan Nelson Mandela dan Bishop Desmon Tutu di Afrika Selatan. Nelson Mandela lebih lama hidupnya di penjara, bukan karena tindak kriminal namun karena aktifis kebenaran yang menuntut penghapuskan apartheid (diskriminasi ras kulit putih atas hitam). Namun akhirnya menang membawa Afrikan Selatan menjadi negara demokratis dan menghargai hak azasi manusia.

Sekalipun dunia ini gelap mata dan tak mengenal kebenaran. Namun orang percaya akan memancarkan sinarnya menerangi kegelapan.


Sahabat yang baik hati! Pesta Pentakosta adalah pengge apan janji Yesus. Yesus menjanjikan kepada murid, tidak meninggalkan mereka sepertj yatim piatu. Roh Kudis akan datang untuk menghibur dan menolong mereka. 


Sebelum baik ke Sorga Yesus mengutus murid-murid memberitakan Injil, menjadi saksi namun mereka menunggu Roh Kudus. Murid-murid tidak akan berdaya melakukan missi pemberitaan Injil tanpa penyertaan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


Jika kita baca keseluruhan kita lb kisah oara rasul Peran Roh Kudus sangat nyata dalam pelayanan pemberitaan Injil, kemana mereka oergi, apa yang mereka lakukan dan bagimana mereka melalui semua tantangan dalam pelayanan. Inilah kuasa Roh Kudus yang menyertai dan memamoukan orang. percaya melakukan tugas pelayanannya. 



Sahabat yang baik hati, pada kotbah Minggu jni kita diingatkan gereja terus bermissi. Dalam melakukan tugas ini haruslah didasari oleh kasih. 


Yohanes 14:21 (TB) Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."


Sahabat yang baik hati. Selamat Pentakosta bagi kita semua. Tuhan memberkati saudara dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup anda. Amin.


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak


DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...