Kotbah Minggu Letare
MInggu, 30 Maret 2025
Ev. Bilangan 21:10-20
TUHAN SUMBER AIR KEHIDUPAN
Selamat Hari Minggu! Salah satu kebutuhan pokok manusia adalah air. Secara umum seseorang dapat bertahan hidup tanpa air hanya 3 hari, sedangkan tanpa makan seseorang bisa bertahan 2-3 Minggu, tergantung cadangan lemak dalam tubuhnya. Apa artinya, ketergantungan hidup manusia dengar air melebihi makanan. Inilah sukacita (Letare) bagi kita Allah sumber air kehidupan bagi kita.
Alkitab juga menceritakan bagaimana pentingnya air dalam hidup ini. Setelah bangsa Israel menyeberangi laut merah, tiga hari kemudian mereka tidak mendapatkan air untuk di minum, seolah sukacita mereka sirna, kengerian di Mesir lebih ngeri lagi mati akibat tidak ada minum. Mereka bersungut-sungut dan sangat meram terhadap Musa. Mereka menemukan air di Mara tapi pahit. Ini menyangkut kebutuhan pokok mereka sangat murka kepada Musa, seolah mereka menyeberang hanya untuk dikubur dipadang gurun ini. Musa berdoa dan Tuhan pun melakukan mujizat dengan mengubah air pahit menjadi air segar bagi mereka dengan hanya melemparkan kayu ke dalamnya.
Sahabat yang baik hati! kotbah minggu ini menceritakan saah satu kisah perjalanan bangsa Israel. Dalam pemeliharaan Tuhan menyediakan sumber air bagi Israel. Gersang dan kekeringan meliputi sekeliling namun di dalam Tuhan mereka menemukan sumber air kehidupan. Mereka telah bergerak dari Obot ke Abarim (Timur Moab) ke Lembah Zered, kemudian berkemah ke Arnon namun sumber air belum di temukan. Orang Amori tidak memberikan ijin untuk melewati lintasannya sekalipun Musa berjanji tidak memasuki pertanian dan sumber air mereka. Ini suatu perjalanan yang mematikan, apalagi di padang gurun, setetes air lebih berharga dari segenggam emas. Emas tidak dapat memperpanjang nafas, namun di padang gurung yang sangat haus setetes air sangat berguna untuk memberi dahaga. Disinilah pelajaran dari kotbah Minggu ini dengan topik: Tuhan menyediakan sumber air kehidupan bagi umatNya. Hal inilah yang harus kita percayai bahwa Tuhan menyediakan sumber air kehidupan bagi kita.
Sebelum perikop kotbah ini, Tuhan murka dengan menghukum orang Israel karena bersungut-sungut kepada Musa. Bahkan disebut mereka sangat menyesali perjalanan ini karena tidak ada yang hendak dimakan dan diminum. Disebutkan dalam Bilangan 21:4 (TB) "...maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan."
Maka Tuhan pun murka dan menghukum mereka dengan ular tudung. Banyak diantara mereka mati oleh bisa ular. Sebsgai oemimlin Musa pun berdoa dan memohon pengampunan. Tuhan pun mengampuni mereka, seseorang yang dipagut ular yang memandang tiang ular tembaga mereka akan hidup.
Demikianlah perjalan Israel di dalam segala kesulitan, Tuhan beri jalan keluar. Hati yang bersungut-sungut dihadapi dengan jalan keluar yang sungguh-sungguh. Mereka terus berjalan menuju Tanah Perjanjian.
1. Manusia terus bergerak mencari Oasis.
Oasis adalah sumber mata air di padang gurun. Bagi orang yang berjalan di padang gurun, oasis adalah kehidupan, dalam kekeringan ada air yang dapat memberikan kelegaan dan melepas dahaga. Oasis adalah sumber kehidupan bagi mahkluk hidup lainnya.
Perjalanan bangsa Israel di padang gurun merupakan gambaran kehidupan umat manusia yang terus bergerak mencari kehidupan. Manusia bergerak dari kampung halamannya menuju perantauan atau ibarat seorang pemuda bergerak dari kampungnya menempuh pendidikan dan selesai kuliah bergerak mencari pekerjaan dan meniti karier untuk meraih masa depan yang lebih baik. Perjalanan bangsa Israel juga demikian, mereka keluar dari perbudakan Mesir hendak menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat, memiliki tanah dan bangsa mandiri, mereka berjalan di Padang Gurun menuju cita-cita dan impian mereka yaitu Tanah Perjanjian. Impian mereka adalah tinggal dan berdiam di Negeri Kanaan, Tanah Perjanjian yang telah dijanjikan oleh Allah kepada leluhur meraka Abraham, Ishak dan Yakub - tanah yang subur, penuh susu dan madu. Disana mereka akan hidup makmur sesuai dengan janji Allah. Bagaimana menuju ke negeri impian, tentu mereka harus bergerak terus untuk mewujudkan impian mereka.
Jarak Mesir ke Israel tidak lebih 800 KM jika ditarik gatis lurus, atau coba buka GPS sekarang berapa jaral Mesir ke Yerusalem? Baiklah selai. Jaman yang berbeda jauh, ada pelajaran berharga yakni Allah gendak membentuk mereka dengan berjalan selama 40 tahun agar sampai di Kanaan. Jika kita baca tafsiran mengenai hal ini, tentu sangat banyak pelajaran. Allah hendak membimbing, membentuk dan menjadikan mereka menjadi bangsa yang besar. Perjalanan di padang gurun adalah pelajaran kehidupan - university of live. Di padang Gurung mereka menerima perintah - DEKALOG agar mereka dilatih menjadi umat yang taat, tangguh menghadapai kesulitan; panas, dingin, tantangan alam dan segala persoalan di dalamnya. Selain tangan alam merrka juga berhadapan dengan suku-suku bangsa yang mereka lalui. Kesulitan demi kesulitan, tantangan dan hambatan yang dilalui membentuk mereka menjadi bangsa yang kuat, tidak mudah putus asa dan terus berjuang berjalan bersama Tuhan ada jalan.
2. Tuhan menyediakan sumber air kehidupan
Usai lepas dsri serangan ular, bangsa Israel terus bergerak, dalam perikop ini mereka bergeratk dari Obot terus berkemah di Zered yang masih dalam daerah Moab, kemudian bergerak ke Arnon batas dengan Kerajaan Moab dan Amori. Sebelum melanjutkan perjalanan bangsa Israel berkemah di Arnon, kemusian Musa minta ijin ke Raja Amori melewati negeri itu namun tidak diijinkan dan terjadi peperangan baca 21:21-23). Musa berjanji tudak akan masuk pertanian dan tidak akan mengambil sumver-sumber air namun tidak diijinkan. Dalam kesulitan seperti inilah Allah memberikan jawaban: Tuhan menyediakan sumber air kehidupan.
Bilangan 21:16-17 (TB) Dari sana mereka ke Beer. Inilah sumur di mana TUHAN berfirman kepada Musa: "Kumpulkanlah bangsa itu, maka Aku akan memberikan air kepada mereka."
Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: "Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja,
Dengan berkemah di Arnon bangsa itu berhadapan dengan dua kesulitan, kerajaan Moab dan Kerajaan Amori. Kesulutan terhadap sumber air dan bagaimana keluar dsri kebuntuan perjalanan mereka. Mundur akan berhadap dengan Moab dan Maju akan berhadapan dengan bangsa Amori. Dalam kesulitan demikianlah Allah hadir dan memberikan sumber kekuatan. Sehingga mereka bisa berkemah dan bertahan di Arnon. Bahkan dalam cerita selanjutnya mereka mengalahkan Amori. Baca Bilangan 21:24-25 (TB) Tetapi orang Israel mengalahkan dia dengan mata pedang dan menduduki negerinya dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok, sampai kepada bani Amon, sebab batas daerah bani Amon itu kuat.
Dan orang Israel merebut segala kota itu, lalu menetaplah mereka di segala kota orang Amori, di Hesybon dan segala anak kotanya.
Peristiwa di Arnon ini menjadi pelajaran dalam iman. Dalam keadaan terhimpit, Tuhan menyediakan jalan keluar. Inilah yang harus kita yakini bahwa Tuhan berkuasa dan pertolongannya akan selalu mengertai orang-orang yang dikasihinya. Jika kota baca selanjutnya, bukan hanya air yang fisedikan Tuhan, tetapi orang Amori ditahklukkan oleh orsng Israel.
3. Yesus sumber air hidup - dari orang dercaya akan mengalirkan aliran air hidup.
Berkaitan dengan kotbah minggu ini, kita diingatkan tentang kehadiran Yesus dalam hidup kita. Dalam Epistel kita menemukan suatu kebenaran, Yesuslah sumber air kehidupan. Mati baca: Yohanes 4:13-14 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Kita sering seperti perempuan Samaria mencari air, namun air yang kita dapatkan adalah air biasa saat minum kita dahaga sessat kemudian kita haus. Di dalam Yesus kita menemukan suatu kebenaran, yaitu: kehidupan yang kekal. Selain itu barang siapa yang percaya kepadanya dari padanya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
Yohanes 7:38 (TB) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Jadi orang percaya memiliki tugas dan tanggung jawab mengalirkan aliran-aliran air hidup yang disalurkan bagi orang lain.
Sahabat yang baik hati, dari kotbah Minggu meyakinkan kita pada saat ini. Kita harus percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan keluar dalam setiap pergumulan dan masalah yang kita hadapi. Amin
Salam:
Pdt Nekson M Simanjuntak