Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru
Minggu, 4 Januari 2026
Ev. Yohanes 1:10-17
DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA
Selamat Tahun Baru dan Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati dengan rasa syukur kita masuki tahun 2026 ini. Kita percaya bahwa kalau kita diberikan Tuhan memasuki tahun baru tentu merupakan kasih karunia Guhan dan percaya ada rencana Tuhan dalam kehidupan kita masing-masing di tahun ini.
Seturut dengan kotbah Minggu pertama di tahun ini setelah Tahun Baru dari Yohanes 1:10-17 kita diingatkan kita bisa menjalani kehidupan ini karena kasih karunia. Kehadiran Yssus Kristus adalah kepenuhan rencana Allah untuk.menyelamatkan dunia. Sesungguhnya dunia ini setelah jatuh di dalam dosa telah rusak dan dilingkupi oleh kegelapan. Allah melalui utusannya, para nabi menyampaikan janji keselamatan namun manusia tidak menuruti perintahNya. Allah sendiri di dalam Yesus Kristus turun ke bumi untuk memenuhi janji keselamatan. Dalam teologi Yohanes Pembaptis disebutkan dengan istilah "Firman menjadi daging" atau Allah menjadi manusia. Itulah kepenuhan Yesus Kristus yang datang menyelamatkan dunia dari pengaruh dosa, dari dunia yang dilingkupi kegelapan kepada terang Allah.
Mengawali Minggu tahun 2026 ini, jika kita baca Nas kotbah Yohanes 1:10-17 ini baiklah kita ambil pesan firman Tuhan kepada kita saat ini:
1. Janji Tuhan Pasti
Kotbah Minggu ini memberikan suatu kepastian bagi kita Allah memenuhi janjiNya. Allah srtia di dalam janjiNya sekalioun umatNya tidak memenuhi janjiNya. Jika kiga runut sejarah keselamatan dalam theologi PL bahwa Allah mengikat perjanjian dengan umatNya. Allah setia memelihara janjiNya namun sebaliknya umatNya tidak setia, seringkali mereka meluoakan Tuhan dan melanggar perintahNya. Bahkan dalam aya 10-11 Allah itu Immanuel, ada di tengah-tengah umatNya namun umatNya sendiri tidak mengenalNya. Allah hadir di tengah-tengah umatNya namun umatNya sendiri tidak menerimaNya. Sekalioun demikian Allah tidak memperhitungkan pelanggaran umatNya dalam memenuhi janji Allah. Allah sendiri memenuji janjiNya karena dia setia. Allah memenuhi janjiNya karena kasihNya. Allah tetap mernyertai umatNya sekalipun mereka menolakNya.
Kotbah di awal tahun ini hendak menyapa kita, yang pasti Tuhan menyertai dan kasih karunianya menyertai kita. Allah telah membuktikan janjiNya dan kesetiaanNya bagaimana dengan kita? Alangkah ironisNya jika Allah yang setia itu dibalas dengan sikap acuh dan menolakNya dalam kehidupan kita. Diawal tahun ini kita diajak mari semakin mengenal jalan Allah dalam setiap kehidupan kita. Ada janji dan komitmen kita dihadapan Tuhan mari di tahin 2026 ini kita wujudkan. Jangan hanya janji tinggal janji tetapi dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
2. Orang percaya menerima Kuasa:
Yohanes 1:12 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Apa kekuatan kita mengikuti Tuhan dengan setia? Di dalam ayat 12 di atas diberitahukan bahwa orang percaya menerima kuasa, yaitu kuasa anak-anak Allah yang percaya di dalam namaNya.
Kuasa disini disebutkan dengan istilah "eksusian" εξουσιαν atau eksusia. Exousia adalah kata Yunani yang paling sering diterjemahkan sebagai "otoritas" atau "kekuasaan". Kata ini terutama digunakan dalam hal pengaruh moral. Exousia juga dapat diartikan sebagai yurisdiksi atau kekuasaan atas suatu wilayah, hak, keistimewaan, atau kemampuan tertentu. Eksusia disoni melkat dengan entitas anak-anak Allah. Artinya kuasa itu melekat dengan status anak-anak Allah. Jika status anak Allah ini terpisah tidak memiliki kekuatan apapun.
Dengan pengertian ini kita memahami kuasa disini bukan jabatan atau posisi, kedudukan atau pangkat tetapi wibawa seseorang menyatakannsesuatu atau kuasa berupa kekuatan atau energy di dalam diri seseorang yang besar sehingga mampu menjalani kehidupan ini dengan setia sekalipun banyak beban.
Kasih karunia menjadi anak-anak Allah bukan karena faktor genetik (daging) atau karena suatu hasil karya atau usaha manusia, tetapi karena iman. Orang yang percaya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebagai Yuruselamat memperoleh kuasa. Itulah kekuatan iman.
Yesus sendiri menyebutkan kekuatan iman yang memindahkan gunung (Matius 17:20). Berikutnya iman yang mengalahkan dunia di sebutkan dalam 1 Yohanes 5:4-5 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Bagaimna iman mengalahkan dunia? Itulahnkuasa dan kekuatan yang mengubah dunia yang helap menjadi terang, dunia yang penuh perseteruan menjadi penuh damai. Dunia yang penuh ambisi dan serakah menjadi dunia yang harmoni mendahulukan orang lain. Yesus sendiri berkata dalam Markus 10:43-44 (TB) Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Kuasa pelayanan dan menjadi hamba baginorang lain adalah kuasa yang mengalahkan dunia. Jadi iman adalah andalah anak-anak Allah.
3. Firman menjadi daging
Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Disini kita kembali diingatkan tema Natal tentang Immanuel. Allah yang transedent menjadi immanent, Allah yang jauh dalam jangkauan jauh telah menjadi dekat dengan kehadiran Yesus Kristus. Dia ada dan diam bersama sama dengan manusia, mengalami dan merasakan apa yang dialami manusia. Inilah cara Allah memenuhi janjiNya. Jadi hubungan manusia dengan Allah sangat dekat dan ada di tengah-tengah kita.
Firman yang telah menjadi daging penuh kasih karunia. Kehadiran Yesus di dunia adalah rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Sejak manusia jatuh dalam dosa manusia terasing, kena hukum dan jauh dari kasih karunia. Upah dosa adalah maut. Allah menghendaki manusia selamat. Allah memelihara janjiNya, memberikan kepada manusia perintah namun melanggarnya, berulang kali mengutus hambaNya namun ditolqk dan diabaikanNya. Semestinya oleh perbuatan dan pelanggaran manusia menerima hukum, tetapi lasih Allah kita diselamatkan. Maka Allah sendiri mengutus anakNya yang Tunggal sebagai jalan keselamatan. Inilah anugerah yang kita terima keselamatan bukan upaya manusia tetapi anugerah Allah di salam Yesus Kristus.
Firman menjadi daging adalah kebenaran. Kebenaran dimaksud bukankah benar karena perbuatan manusia teyapi kebenaran Allah. Allah membenarkan manusia yang seharusnya mati oleh pelanggaran namun kita dibenarkan karena gratia. Gratia itu adalah kasih karunia Allah. Inilah kebenaran Allah yang menyelamatkan manusia. Firman telah menjadi daging adalah penuh kebenaran Allah. Inilah yang seharusnya diketahui oleh setiap orang agar menhadari kasih karunia Allah. Allah telah membenarkan kita bukan karena kita benar, tetapi karena kasihNya yang begitu besar Allah membenarkan kita melalui caranya sendiri.
Sahabat yang baik hati! Di tahun baru 2026 ini kita diyakinkan akan kasih karunia Allah menyertai kita. Kita menjalani tahun Baru 2026 ini dengan diyakinkan Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 12:9 (TB) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Amin
Selamat Tahun Baru
Pdt Nekson M Simanjuntak
_20260103_082555_0000.jpg)



_20251213_172235_0000.jpg)

