Catatan Kotbah Minggu Rogate
Minggu, 10 Mei 2026
Ev. Kolose 1:9-14
TETAPLAH BERDOA
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita sudah memasuki Minggu Rogate, minggu sebelum hari kenaikan Tuhan Yesus. Waktu ini sangat penting bagi murid-murid, karena tidak berapa lama lagi Yesus bersama-sama dengan mereka. Minggu rogate ini sesungguhnya diarahkan kepada murid akan pesan-pesan akhir Tuhan Yesus sebelum naik ke sorga, yang menekankan tentang doa.
Rogate berasal dari bahasa Latin "rogare" yang berarti "meminta" atau "berdoa". Ini adalah nama minggu ke-5 setelah Paskah dalam kalender gerejawi (terutama Protestan/HKBP) yang menekankan ajakan untuk berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan, berdasarkan Yohanes 16:24, "Mintalah, maka kamu akan menerima". Rogati bukan juga hanya meminta, tetapi kita meminta karena kita Tahu Tuhan itu maha baik dan ladanya ada segala sesuatu yang kita butuhkan. Dalam hal berdoa kita harus menyadari bahwa Tuhan memngetahuo apa yang kita butuhkan sehingga atas kehe dakNyalah doa dan permohonan kita itu dijawab.
Kita berdoa karena kita percaya kepada Tuhan, kita memohon kepadaNya dan permohonan ini membuat hubungan kita kepada Tuhan tidak terputus. Berdoa adalah nafas kehidupan orang percaya. Yesus sendiri sebelum naik ke sorga berdoa kepada murid-murid, orang percaya dan orang yang akan percaya agar semua mereka menjadi satu (baca Yoh 17) dan berpesan kepada murid-murid untuk berjaga-jaga dan berdoa. Yesus meneguhkan murid-murid sekalipun Yesus akan pergi namun berdoa Roh Kudus akan turun menyertai mereka, mengajar dan menghibur. Kalaupun Yesus pergi, mereka tidak ditinggalkan seperti yatim piatu, Dia akan datang kembali (Yoh 14:18). Artinya berdoa adalah hal yang tidak terpisahkan dari murid-murid.
Kotbah Minggu ini tertulis dari Kolose 1:9-14 suatu keteladanan yang ditunjulkan oleh Paulus. Paulus seorang rasul yang terus menghidupi doa dan terus berdoa untuk pertumbuhan jemaat yang dia dirikan dan jemaat mula-mula agar diberikan hikmat, memiliki perilaku sebagaimana dikehendaki Tuhan serta luat menghadapi tantangan yang dialami.
Baiklah kita mengambil beberapa pelajaran berharga dar catatan kotbah minggu ini:
1. Berdoa: kehidupano orang beriman (martangiang ngolu ni halak na porsea)
"Kami tiada berhenti-hentinya berdoa untuk kamu." Setidakbya kalimat ini menunjukkan dua hal, Pertama Paulus dalam kehidupan sehariannya adalah orang berdoa. Kedua doa Paulus bukanlah apa yang dibutuhkannya, tetapi di dalamnya Paulus berdoa syafaat bagi pertumbuhan iman jemaat Kolose (termasuk jemaat lain yang menghadapi masalah dan pergumulan). Paulus selalu berdoa terhadap apa yang terjadi di dalam jemaat.
Aktifitas berdoa ini ditekankan oleh Paulus pula di beberapa suratnya yaitu:
- Roma 1:9 " dalam doaku, aku selalu mengingat kamu (baca juga Efesus 1:16; Filipi 1:4; Koloses 1:3; 1 Tes 1:2; 2 Tes 1:11; 1 Tim 5:5 berdoa siang dan malam.
Dari beberapa ayat ini bagaimana Rasul Paulus menghiduli doa dalam pelayanannya dan secara rutin mendoakan jemaat dan orang-orang yang ikut bersama dia dalam pelayanan.
Hal yang Paulus juga menasihatkan agar jemaat melakukan aktifitas doa:
- Rom 12:12 "...bertekunlah dalam doa"
- Kolose 4:2a "bertekunlah dalam doa.."
- 1 Tes 5:17 "Tetaplah berdoa"
Sesungguhnya masih banyak nats yang kita baca dari surat-surat Paulus bahwa doa adalah aktifitas yang tidak terpisahkan dari hidup Paulus.
Dengan contoh kehodupan Paulus ini, kehiduoan orang beriman adalah berdoa. Kita berdoa karena kita percaga kepada Tuhan dan apa yang kita minta ada pada Tuhan. Orang beriman berdoa bukan hanya memintah apa yang dia butuhkan dalam hidup, tetapi berdoa juga untuk orang lain.
2. Doa Paulus Kepada Jemaat:
Paulus tak henti-hentinya mendoakan jemaat yang dialayani. Di dalam dka menhebutkan secara deteil tentang harapannya tentsng pertumbuhan iman jemaat. Dari aya bacaan kotbah minggu ini, kiga mencatat ada 4 hal isi doa Paulus kepada jemaat Kolose, yaitu:
a. Memiliki hikmat dan pengeritian (Sophia) ay 9.
Pentingnya hikmat ini banyak dibicarakan dalam kitab Amsal. Dalam hidup ini orang percaya harus memiliki hikmat dalam situasi apapun. Paulus mengginakan kata sopia menjelaskan hikmat dan pengertian. Sophia (Yunani) adalah kata Yunani untuk "hikmat" atau "kebijaksanaan" yang muncul dalam Alkitab. Ini menggambarkan pemahaman mendalam, kecerdasan, dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan ilahi dalam kehidupan praktis, sering kali dipersonifikasikan sebagai perantara penciptaan Allah (seperti dalam Amsal 8).
Dengan pedoman ini Paulus mengharapkan jemaat untuk memiliki hikmat dan pengertian sebagaimana dalam pengajaran iman, yang takut akan Tuhan karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.
b. Nyata dalam pekerjaan baik:
Identitas Kristen harus nyata dalam perbuatan baik. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati. Beriman itu nyata dalam praxis kehiduoan. Bagaimana mungkin kita disebut menjadi terang namun tidak menunjukkan cahaya? Bagaimana mungkin kita menggarami namun rasa sudah hambar dan tidak memiliki kekuatan untuk mengjbah rasa? Disinikah Paulus terus berdoa agar jemaat mula-mula yang beriman menunjukkan sikap hidup yangbnyata dalam perbuatan baik.
c. Bertumbuh dlm pengenalan akan Tuhan
Ada banyak rupa-rupa pengajaran, yang terjadi pada jemaat mula-mula, namun mereka harus memiliki filter dan mengujinya mana pengajaran yang benar. 1 Tesalonika 5:21 (TB) Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
Munculnya rumusan konfessi atau lengakuan iman rasuli salah satu cara bapak-bapak gereja merumuskan berbagai ajaran yang menyesatkan. Demikian dengan kanonisasi alkitab cara melindjngi iman jemaat dsri sumber-sumber pengajaram iman.
Paulus berdoa untjk jemaat agar bertumbhh dalam oengenalan hang bensr tentang Tuhan, terlindungi dsri rupa-rupa ajaran hang menyesatkan. Hal hang tidak kalah pentingny, jemaat semangkin mengenal Tujan atas semua apa hang terjadk dalam hidup.
Di jaman now juga mesti diperhatikan ada banyak Argumentasi yang meniadakan iman baik dari rupa-rupa ajaran agama lain dan juga dari sains dan ilmu pengetahuan. Semua itu harus dibekali dan didoakan agar tetap mengenal Tuhan.
d. Kuat, tekun dan sabar menghadapi kehidupan:
Perjalanan iman ibarat seorang yang menunggu dan, penunungguan ini tidak ditentukan kapan, tetapi segera. Dia akan datang segera namun kita tidak tahu kapan dia akan datang. Sementara ada banyak hal yang harus dijawab, ada banyak hal yang dilakukan menghadapi tekanan, ancaman, pengejaran dan lenganiayaan. Paulus berdoa kepada jemaat agar memiliki kekuatan. Kekuatan itu ada pada orang hang sabar dan tekun.
Efesus 6:10 (TB) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Dan kekuatan kita adalah doa sebagaimana disebutkan dalam nyanhian BE 487:1
Tung halak na margogo, si partangiang i.
Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i.
Pos situtu rohana, di Debata na i.
Tuhan na manaluhon, sude pangalo i.
3. Mengucap Syukur dnan berterima kasih.
Selain berdoa, kotbah ini menekankan kita untuk bersyukur dan bersukacita. Di dalam doa jangan hanha memohon, tetapi bersyukur atas apa yang ada. Bersyukur menjauhkan orang dari sungut-sungut, bersyukur membuat seseorang menyadari pemberian Tuhan.
Paulus menyebutkan sumber ucapan syukur dan sukacita kita adalah karena kuta telah dilayakkan menjadi ahli waris dalam kerajaan Allah. Kristus telah menyelamatkan kita dengan tindakan penebusan dj dalam Yesus Kristus. Hutang dosan dan pelanggaran kita telah ditebus dengan harga yang mahal yaitu dengan darah Yesus Kristus yang tekah mati di kayu salib.
Sahabat yang baik hati berdoa dan bersyukur dua hal yang tidak boleh terpisahkan, saat Tuhan memberikan apa yang telah kau minta di dalam doa, ingatlah bersyukur. Amin
Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak
Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar