Selasa, 26 Mei 2026

KENAIKAN TUHAN YESUS DAN AMANAT MENJADI SAKSI KRISTUS

 Catatan Kotbah Hari Kanaikan Tuhan Yesus

Kamis, 14 Mei 2026

Ev. Kisah Rasul 1:1-11


KENAIKAN YESUS DAN AMANAT MENJADI SAKSI KRISTUS


Selamat Merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus! Yesus naik ke Sorga bukanlah berpisah dan meninggalkan  murid-murid, tetapi Yesus kembali kepada hakekatNya yang Ilahi dan menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga sekaligus membuka harapan baru bagi orang percaya, bahwa pengharapan kita bukan hanya di dunia ini, tetapi kita telah memiliki jaminan sebagai ahli waris ke dalam Kerajaan Sorga.


Sahabat yang baik hati, Kotbah Minggu ini menjelaskan kepada kita tentang pekerjaan Yesus sealama 40 hari setelah kebangkitan, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid menguatkan dan meneguhkan mereka bahwa Yesus bensr-benar bangkit.  Kedua Yesus memberi amanat kepada murid-murid dan ketiga Yesus naik ke sorga. Ketiga hal inilah sangat penting untuk kita maknai dalam kehidupan kita. 


1. 40 Hari Yesus Menampakkan Diri


Penulis Kisah Para rasul sama dengan penulis Injil Lukas, itulah sebabnya diaapa dalam buku pertama telah dituliskan kepada Teofilus  tentang pelayanam Yesus. Maka dalam buku kedua ini kesaksian para rasul memberitakan Injil sebagaimana diamanatkan oleh Tuhan Yesus. Berikut perlu kita perhatikan pada ayat 3


Kisah Para Rasul 1:3 (TB)  Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 


Dalam awal buku Kisah Rasul ini disampaikan apa yang dilakukan Yesus selama 40 hari setelah kebangkitannya, yaitu menampakkan diri kepada murid-murid dan kepada orang banyak. Tujuannya adalah


Pertama; Yesus menampakkan diri untuk membuktikan bahwa Yesus benar-benar hidup. Ada banyak berita yang simpang siur di kalangan umum. Murid-murid memberitakan Yesus benar-bensr bangkit, namun kaum Farisi dan ahli Taurat menyebarkan issue doan hoax bahwa Yesus tidak bangkit bahkan mereka menyogok penjaga pintu kuburan. Dengan penampakan Yesus selama 40 hari di tengah-tengah murid dan dihadapan banyak orang bahwa Yesus membuktikan kebenaran. Penampakan Yesus di tengah-tengah umum menghentikan berita bohong dan hoax yang sengaja dibuat oleh kaum Farisi. 


Maka di hari kenaikan ini diamanatkan juga bagi kita untuk ambil bagian menghentikan dan melawan berita bohong. Kebohongan adalah dosa yang memanipulasi kebenaran. Kebenaran harus ditampilkan agar orang hidup dalam kebenaran. 


Kedua, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid bertujuan untuk meneguhkan mereka. Ada saja murid yang rapuh, mudah goyah dan sulit diyakinkan. Dengan penampakan Yesus kepada murid-murid, mengajar mereka bahkan makan bersama dengan mereka untuk menguatkan dan meneguhkan  mereka semua supaya percaya kepada Yesus dan kebenaran yang disampaikanNya. Peneguhan ini sangat penting karena mereka akan menghadapi berbagai tantangan dalam memberiyakan Injil..


Ketiga Yesus mengajak mereka untuk berdoa dan menunggu turunNya Roh Kudus yang akan menyertai dan mengajar murid-murid melakukan amanat Tuhan Yesus. Roh Kuduslah yang memampukan murid-murid melakukan tugas pemberitaan Injil.


2. Amanat Tuhan Yesus: Menjadi Saksi


Sebelum Yesus naik ke Sorga, satu amanat yang disampaikan kepada Para Rasul adalah: pengutusan. Para rasul adalah utusan Kristus di dunia ini untuk memberitakan Injil.  Jika kita baca keempat Injil memiliki penekanan khusus. Injil Matius menekankan: pemuridan. "Jadikanlah segala bangsa jadi muridKu." (Mat 28:19), Injil Markus: memberitakan Injil ke segala mahkluk (Markus 16:15), Injil Yohanes menekankan tugas penggembalaan: "Gembalakanlah domba-dombaku" (Yoh 21:15-19) dan Injil Lukas menekankan menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi (Kis 1:8).


Apakah kekuatan para murid dalam menjalankan tugas pengutusan ini. Penulis Kisah para Rasul yaitu Lukas menjawab bahwa Roh Kudus menjadi kekuatan untuk melaksanakan tugas pengutusan. Roh Kudus akan mengajar mereka tentang apa yang harus dikatakan, Roh Kudus akan menghibur dan Roh Kudus akan menyertai mereka sampai akhir zaman. Jika kita baca seluruhnya Kisah Para Rasul, sangat nyata karya Roh Kudus atas diri para rasul dalam memberitakan Injil. Roh Kudus secara aktif mengarahkan dan memberi petunjuk kemana harus pergi untuk memberitakan Injil.


Kamu akan menjadi saksiKu! Menyaksikan Yesus Kristus merupakan tugas berat bagi para Rasul. Beberapa pertimbangan adalah 1) Yesus menurut Kekaisaran Romawi adalah seorang yang dijatuhi hukuman mati. Jadi memberitakan tentang Yesus berurusan dengan hukum Romawi. Secara massif Kekaisaran Romawi melakukan penindasan dan pengejaran terhadap orang-orang yang memberitakan Yesus Kristus. 2) Bagi kalangan Yahudi, Yesus itu dihukum mati karena dianggap telah menyesatkan banyak orang, menamakan diri Anak Allah dan tuduhan lainnnya. Bahkan mereka merekayasa suatu kesaksian palsu dengan menyogok penjaga kubur Yesus. Jadi kalangan Yahudi selalu membenci para rasul karena pemberitaan tentang Yesus Kristus yang bangkit. Tentu masih banyak kalangan lainnya yang tidak menghendaki pemberitaan tentang Yesus Kristus. Tetapi mereka harus menyaksikan Yesus Kristus adalah Anak Allah, Dia Mesias yang dijanjikan menggenapi keselamatan. Dia mati dan dikuburkan bangkit oada hari ketiga untuk melakukan penebusan daro doaa dan maut. 


Para murid terus memberitakan Injil Yesus Krostus dan menjadi saksi atas semua yang terjadi dalam diri Yesus, karena mereka yang bersama-sama dengan Yesus: menerima pengajaran, kotbah dan mujizat yang dilakukan Yesus. Seturut dengan itu pula mereka harus memberitakan berita yang benar tentang Yesus Kristus dan melawan segala berita yang keliru tentang Yesus Kristus. Mereka tidak takut sekalipun harus martyr. Di dalam Yesus Kristus kita menemukan jalan keselamatan yang ditentukan Allah untuk menyelamatkan manusia.


Pemberitaan Murid harus bergerak dan terus progresif. Jangan tinggal di satu titik, tetapi terus berkelanjutan dari Pusat Kota orang Yahudi (Yerusalem), ke Yudea lingkar luar Yahudi, ke  Samaria (Yahudi yang dianggap bukan saudara lagi) sampai ke ujung bumi (orang asing atau seluruh bangsa). Ini menunjukkan berita keselamatan itu harus sampai ke ujung bumi, ke segala suku bangsa dan jangan sampai ada satu daerah di dunia ini Injil yang tdak disentuh oleh Injil.


Urutan Yerusalem, Yudea, Samaria dan Keujung Bumi juga sapat kita pahami bahwa tugas memberitakan Yesus Kriatua di mulai dsri rumah, orang terdekat, tetangga hinggsa sahabat jauh. Jadilah saksi-saksi Kristus di mana pun..


Menjadi saksi Kristus adalah tugas kita semua orang yang menerima Yesus Kristus. Menyaksikan Yesus Kristus bukan menunggu giliran untuk dipanggil seperti saksi di pengadilan. Tetapi memperkatakan, perbuatan, sikap dan pemikiran kita harus menjadi kesaksian yang harum bagi semua orang. Jangan takut, Roh Kudus penjamin, penghibur dan sumber kekuatan kita. Amin


3. Yesus Naik Ke Sorga: Pengharapan Baru.


Kisah Para Rasul 1:11 (TB)  dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 


Murid-murid menatap ke langit, Yesus telah naik ke Sorga. Syukurlah malaikat menegor mereka agar jangan hanya menatap ke langit saja. Kaki mereka masih di bumi san harus berkarya di bumi namun tujuan kita adalah Sorga. Hal ini mengingatkan murid mereka menginjakkan kaki di bumi namun pengharapannya adalah ke Sorga.


Pesan ini sangat berharga, kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga menyadarkan kita ada tugas-tugas yang diberikan Tuhan kepada kita oleh karena itu marilah melakukan tugas-tugas kita masing-masing dengan penuh semangat karena dengan melakukan tugas dan pekerjaan kita itulah kita diberkati oleh Tuhan. Dengan bekerja, kita memperoleh berkat dan bekal dalam menjalani kehidupan ini. 


1 Korintus 15:19 (TB) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.


Pengalaman murid-murid yang menatap ke langit menjadi pesan penting bagi kita bahwa sesibuk apapun kita di dunia ini dan seberat apapun beban yang kita pikul serta senikmat apapun rezeki yang kita terima di dunia ini ingatlah melihat ke atas. Kesuksesan di dunia ini bukanlah tujuan akhir hidup manusia tetapi bersama Bapa di Sorga. Yesus segera datang menjemput kita di tempat yang Dia telah sediakan. Jadi pengharapan kita ada di Rumah yang telah disediakan Yesus Kristus bagi kita.


Maka dalam merayakan hari Kenaikan ini, kita diingatkan kembali akan pengaharapan baru yaitu Tuhan Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Kita semua adalah ahli waris kerajaan Soega dan Kroatus akan datang menjemput kita untuk menikmati kwbahagiaan kekal di dalam Rumah Bapa di Sorga. Amin


Tuhan memberkati

Salam: Pdt Nekson M Simanjuntak

Praeses HKBP D.18 Jabartengdiy


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUHAN MEMBERKATI DAN MELINDUNGI ENGKAU

  Catatan Kotbah Minggu Exaudi Minggu, 17 Mei 2026 Ev. Bilangan 6:22-27 TUHAN MEMBERKATI ENGKAU DAN MELINDUNGI ENGKAU Selamat Hari Minggu! S...