Kotbah Mingu XIX Stlh Trinitatis
Minggu, 26 Oktober 2025
Ev. 2 Timotius 3:10-17
MEMPERLENGKAPI ORANG PERCAYA.
Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, saya yakin kita semua mengenal ungkapan ini: "ingkarso sung tulodo". Ungkapan ini berasal dari Sansekerta jika diterjemahkan berarti pemimpin menjadi contoh di depan. Dengan contoh pemimpin di depan tersebut maka orang yang dibelakangnya akan mengikutinya.
Saya kurang tahu apakah prinsip ingkarso sung tulodo ini akan tetap berlaku, jika misalnya contoh pemimpinnya tidak bagus? Sikap arogan dan ugal-ugalan? Kata jaman now: no way. Tidaklah. Sedangkan contoh yang baik saja kadang tidak selalu diikuti oleh follower karena berbagai alasan. Bagaimana pula kalau pemimpin tidak memberikan contoh yang baik? Maka kacau balaulah yang akan terjadi. Dalam ketiadaan contoh Pengkotbah mengingatkan: Amsal 29:18 (TB) Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.
Jika pemimoin tidak tekahah, aturan dan hukjm tak jalan maka akanbterjadi anarkhisme, liar dan tidak terkontrol.
Sahabat yang baik hati, dalam kotbah minggu ini kita diajak memperlengkapi orang percaya. Suatu nasihat rasul Paulus kepada Timotius. Firman Tuhan adalah kebenaran, yang bermanfaat bagi orang percaya: menegor kesalahan, menasihagi, memperbaiki kesalahan dan memperlengkapi orang percaya.
Prinsip inilah juga yang mendorong saya menuliskan renungan harian: Firman Tuhan adalah sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi dengan tujuan agar Firman memperlekapi orang percaya agar memiliki displin rohani dan diperlengkapi melakukan perbuatan baik. Dalam memperlengkapi orang percaya. Paulus mengajak anak rohaninya Timotius untuk tetap melanjutkan visi Tuhan Yesus yang telah diteruskan kepada para rasul. Maka tugas rasuli ini harus terus diemban dalam keadaan apapun, baik atau tidak baik waktunya pelayan harus memberitakan Injil Kerajaan Allah. Orang-orang yang telah menerima Kristus harus diperlengkapi dengan Firman Tuhan.
Apa yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada Timotius dalam kotbah Minggu ini menjadi tugas gereja dalam pelayanannya di masa kini. Gereja harus memperlengkapi jemaat dengan memberi keteladanan, berpegang teguh kepada kebenaran. Setiap orang percaya mengajarkan Firman Tuhan dan segala manfaatnya bagi kehidupan ini.
Berikut ini baiklah kita ambil beberapa pokok penting dalam kehidupan kita:
1. Memberi keteladanan bagi semua orang
2 Timotius 3:10 (TB) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
Hal pertama yang kita temukan dalam kotbah ini adalah Paulus telah memberikan keteladanan. Paulus asalah guru dan bapak bagi Timotius. Paulus telah memberikan contoh yang baik dalam kehidupannya, tentang pengajaran, cara hidup (gaya hidup), pendirian (prinsip), iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dalam menjalani perlnderitaan.
Hidup yang telah ditunjukkan oleh Paulus adalah pengajaran bagi Timotius. Cara hidup yang ditampilkan oleh Paulus telah menjadi contoh dan panduan dalam hidup Timotius. Dengan demikian, Timotius memiliki figur yang dapat ditekadani di dalam pengajaran dan prinsip hidup.
Apa yang disampaikan ini menjadi koreksi dalam kehidupan kita para pelayan yang tergolong pengajar (edukator dan pengkotbah), terkadang kita mengajarkan sesuatu pada orang lain namun kita sendiri tidak menghidupi ajaran yang kita ajarkan. Jadi hanya seperti selokan yang hanya mengalirkan saja. Bahkan ada juga dengan bangga mengatakan jangan lihat saya namun dengarkan apa yang saya katakan. Bagaimana kita bisa mendengarkan nasihatnya dia sendiri tidak menghidupi nasihatnya.
Dalam tradisi Rabbi Yahudi, seseorang pengajar yang sudah dinobatkan menjadi rabbi adalah yang mengahayati kebenaran dan penghayatan kebenaran menyatu dalam hidupnya dan apa yang dihidupinya itulah yang diajarkan. Jadi dia bukan hanya penyalur ajaran tetapi benar-benar teladan dan menghidupi apa yang diajarkannya.
Dalam kaitan memperlengkapi orang percaya bagaimana kita memperlengkapi orang percaya namun kita sendiri sebagai "guru" atau pelayan atau hamba Tuhan tetapi tidak memberikan contoh hidup yang baik? Kotbah ini mengingatkan kita, pengajaran kita harus didahului dengan keteladanan diri, sebelum mengajarkan kepada orang lain maka dimulai dengan diri sendiri. Mengajarkan prinsil hidup harus dengan contoh, bagaimana mungkin seorang mengajarkan karakter namun tidak berkarakter, mengajarkan moral namun perilaku lnya tidak bermoral, mengajarkan kenenaran namun hiduo tidak benar, menuntut keadilan namun dia sendiri berlaku tidak adil bahkan menindas?
Kita saat ini miskin teladan, berorasi nyaring dan garing tentang anti korupsi namun kena OTT, berkoar-koar zero korupsi tetapi sangat koruptif. Hari ini firman Tuhan ini mengingatkan berilah keteladanan. Bukan kata-kata manis yang dibutuhkan atau orasi yang mempesona tetapi contoh hidup yang nyata. Jika kita kehilangan teladan dalam pemimpin publik berhaflrap dalam pelayanan gereja masih ada keteladanan.
2. Berpegang teguh pada kebenaran
2 Timotius 3: 14 (TB) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
Paulus adalah contoh paling kuat dalam memegang kebenaran. Sebelum pertobatannya karena pemahamannya tentang kebenaran agama Yahudi dia mengejar dan menganiaya jemaat mula-mula. Dia tidak mau kebenaran agama Yahudi diselewengkan. Namun setelah ditangkap dan menerima kebenaran hakiki di dalam Yesus Kristus dia dangat gigih dalam memberitakan Injil dan mendirikan jemaat.
Berpegang teguh di dalam kebenaran tidak mengenal takut, itulah tuntutan Paulus kepada Timotius, sekalipun muda ada banyak guru-guru hebat, penguasa-penguasa dan berbagai kekuatan lain yang anti Injil menekan dan menolak kehadiran Injil, apapun yang terjadi harus tetap berpegang pada Kebenaran Injil.
Kebenaran Injil adalah “kebenaran hakiki” kebenaran universal. Kebenaran yang dianut setiap orang mungkin saja berbeda, karena nilai yang dianut dan diyakini dibentuk oleh pengalaman hidup sejak dalam kandungan. Nilai kebenaran selalu diuji dan dibaharui seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan zaman. Kebenaran di dalam Yesus Kristus adalah universal. Kasih diterima oleh semua orang, sehabat apapun kebencian orang kepada kebensran Injil orang percaya harus berpegang teguh di dalamnya.
Paulus menasehati Timoteus agar berpegang kepada kebenaran yang sudah pernah diajarkan kepadanya sejak dia masih kecil. Kebenaran hakiki mengenai keyakinan kepada TUHAN, yang diajarkan oleh ibunya, yang bernama Eunike, melalui Kitab Suci. Sekali pun dia hidup di lingkungan berkebudayaan Yunani, dan ayahnya sendiri adalah Yunani, tetapi ibunya mengajarkan Timoteus untuk mengenal Kitab Suci. Kemungkinan besar menjelang dewasa Timoteus harus kehilangan ayahnya, dan dia hidup bersama ibunya. Dalam perjalanan missionarisnya Paulus bertemu dengan ibu Timoteus dan meminta agar Paulus mengajarkan Iman Yahudi kepada Timoteus. Paulus yang pernah juga mempergumulkan “kebenaran” yang diyakininya mengenai Judaisme, akhirnya mengenal bahwa Kristus adalah Sang Kebenaran itu. Maka Paulus mengajar Timoteus untuk melihat Sang Kebenaran itu dan membawa serta Timoteus untuk mengabarkan Injil.
Di dalam Yesus Kristus kita dapat mengenali kebenaran hakiki mengenai YANG ILAHI. Ajaran Yesus, perbuatanNya, keteguhan hati-Nya yang mengasihi, ketaatan-Nya, dampak dari kebangkitan-Nya, dan segalanya mengenai Kristus perlu kita pelajari. Kitab Suci akan menuntun kita. Meyakini dan mengatakan kebenaran tanpa pengetahuan sama dengan fanatisme sempit yang akan membawa hanya kepada perdebatan dan perselisihan. Kebenaran Allah yang dinyatakan dalam realitas hidup Kristus yang melayani dan rela berkorban demi keselamatan menyatakan kepada kita bahwa kita harus rela melayani dengan Kasih. Kita akan dimampukan melayani dengan kasih hanya jika kita mau meneladani Kristus yang rela mengosongkan diri.
3. Firman Tuhan memperlengkapi orang percaya.
Jika kita baca 2 Timotius 3:16 Paulus menjelaskan tentang apa itu Firman Tuhan dan manfaatnya bagi orang percaya. Firman Tuhan yang tertulis dalam alkitab dapat kita baca dan teruskan bagi orang lain.
3.1. Alkitab adalah Firman Tuhan, tulisan dalam kitab suci bukanlah huruf dan kata-kata semata, tetapi tulisan hang diilhamkan oleh Allah melalui orang-orang yang dipilihnya menyampaikan kehendak Allah. Jadi kitab suci bukanlah teks-teks biasa ansih tetapi di dalamnya ada maksud dan kehendak Allah yang dinyatakan.
3.2. Manfaat Firman Tuhan,
Dalam Paulus secara rinci menjelaskan manfaat Firman Tuhan dalam hidup orang percaya. Di dalam 2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
- Mengajar: firman Tuhan mengajarkan tentang kebenaran dan kehendak Allah. Manusia membutuhkan keberan dalam menjalani kehiduoan ini agar tidak tersesat dan kebenaran itu ada di dalam Alkitab.
- Menyatakan kesalahan: Firman Tuhan mengingatkan manusia atas kesalahan, pelanggaran dan ketidak setiaan. Firman Tuhan menyadarkannkita akan dosa maka kita membutuhkan keselamatan.
- Memperbaiki kelakuan, manusia yang salah dan menyimpang jalannya diperbaiki melalui Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah petunjuk hidup baru. Firman Tuhan adalah pandu baginorang percaya.
- Mendidik orang dalam kebenaran: dengan Firman Tuhan orang percaya terdidik dan terlatih serga memiliki displin rohani. Displin rohani ini menimbulkan spiritualitas yang tinggi pada diri seseorang.
3.3. Firman Tuhan Memperlengkapi orang kudus melakukan perbuatan baik.
Merangkumkan semua manfaat Firman Tuhan dalam penjelasan Paulus adalah memperlengkapi orang percaya melakukan perbuatan baik. Kita adalah manusia yang tidak sempurna, memiliki kelemahan dan berbagai kesalahan. Namun dengan Firman Tuhan orang percaya diperlengkapi.
Tugas memperlengkapi ini bagi saya ini penting, sehebat apapun seseorang dalam hidupnya tidak akan lengkap jika tidak digarami dengan Firman Tuhan. Sehina apapun seseorang dalam berbagai kesalahan dan pelanggarannya akan memperlengkapi jika menerima Firman Tuhan.
2 Timotius 3:17 (TB) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Mari jadikankah Firman Tuhan menjadi pedoman dalam hidup. Firman Tuhan akan memperlengkapi dan menyemournakan segala kekurangan dan kelebihan hidup kita. Amin
Salam
Pdt Nekson M Simanjuntak




