Sabtu, 27 September 2025

Segala sesuatu diciotakan oleh Kristus

 Kotbah Minggu XV Stlh Trinitatis

Minggu, 28 September 2025 

Ev. Kolose 1:15-20



SEGALA SESUATU DICIPTAKAN DI DALAM KRISTUS


Selamat Hari Minggu! Kotbah Minggu ini merupakan ajaran tentang keutamaan Kristus, Kristuslah pusat kehidupan. Kristus menciotakan dan telah menebus kita, dan oleh Dia segala sesuatu telah dijadikan baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Kristus adalah pusat - Kristo Centris. Keutamaan Kristus itu dijelaskan oleh Paulus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kaum gnostim atau pemahaman filsafat Yunani seputar keilahian dan peran Kristus di dalam tatapan kosmos, hidup manusia, ciptaan dan eskatologi. Paulus menjawab bahwa di dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, baik yang ada di sorga dan yang ada di bumi, , yang kelihatan dan yang tidak kelihata, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 


Karena kotbah ini bersifat uraian penjelasan maka untuk memudahkan memahami dan menagkap pesan bagi kita saat ini. Baiklah kita ambil tiga sub tema yang kita pelajari dari kotbah ini. 



1. Kristo Centris: segala sesuatu diciptakan oleh Kristus


Kristo centris intinya bermakna segala sesuatu oleh Kristus dan untuk Kristus. Hal ini hendak menjelaskan tidak ada sesuatu apapu yang ada tanpa Kristus, dan semuanya untuk Kristus. Dengan demikians egala eksistensi berpusat pada Kristus. Penjelasan ini sangat penting karena ada pemahaman bahwa setiap elemen=elemnt dunia ini dimiliki oleh penguasa-penguasa dan penghuninya tunduk pada penguasa. Dengan pandangan Kristo centris, Paulus menjelasakan keutamaan dan kemahakuasaan Kristus atau kedaulatan Kristus atas segala sesuatu yang ada. 


Dengan penjelasan ini bagi kita jelas, kita ada karrean Kristus dan perjalanan ini pada akhirnya menuju pada Kristus. Cosmos ini adalah buatanNya dan tidak satu pun planet yang tidak dalam kekuasaan Kristus. 


Kepenuhan Kristus atas segala.ciptaan ini penting karena rupatupa pengajaran yang menyesatkan. Mungkin telah dipengatyhi oleh filsafat atau qjaran gnostik yang mengajarkan tentang kosmos ini dihuni dan dikuasai penguasa-penguasa atau dalam bahasa Yunani - τα στοιχεια του κοσμου (ta stoieha tou kosmou). Setiap planet dikuasai oleh penguasa-penguasa atau dewa-dewi tertentu atau setiap elemen-elemen dunia ini ada penguasanya. Krostuslah penguasa alam ini. Untuk itulah Paulus menasihatkan 

Kolose 2:8 (TB) Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.


Bagi Paulus semua yang ada, planet dan unsur-unsur dunia ini ada oleh Kristus dan untuk Kristus. Pemenuhan Krostus atas semua itu dijelaskan melalaui penciotaan, penebusan dsn pendamaian yang dilakukan Kristus. Dalam penciptaan segala sesuatu diciptakan oleh Kristus. Ajaran tentang pebusan menjelaskan manusia yang jatuh kedalam dosa telah ditebusn oleh Yesus Kristus dengan penghapusan surat hutang. Sedangkan pendamaian menjelaskan Kristus telah melucuti penguasa-penguasa dan pemulihan hubungan dan dalam pemenuhan Kristus. 

Kolose 2:13-15 (TB) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 

Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.


Tindakan Allah yang berpusat pada Kristus ini merangkumkan ketiga ajaran ini manusia telah diciptakan menjadi manusia baru. Manusia yang baru harus mematikan manusia lama dan membuang perbuatan yang sia-sia dan tidak berguna.


Kembali kepada Kristo centris, tindakan Allah yang berpusat pada Kristus dan kepenuhan segala sesuatu ada di dalam Kristus dijelaskan:


- Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Kristus adalah Allah yang kekal.sejak semua dan sebelum segala sesuatu ada Dia sudah ada.


- Kristus yang sulung dan lebih utama dari seluruh ciptaan dan tidak ada segala sesuatu tanpa Dia. Kristus bukanlah ciptaan, tetapi pencipta. Segala ciptaan ada di dalam Dia dan dalam Dia segala sesuatu ada.



02. Kristus sebagai kepala: gereja adalah tubuh Kristus yang tunduk dan taat kepada Kristus


Hal kedua adalah Kristus sebagai kepala jemaat. Persekutuan orang percaya adalah persekutuan dimana segalanya dipimpin oleh Kristus dan tunduk kepada kepala yaitu Kristus. 


- Kristus kepala jemaat: jemaat adalah persekutuan orang kudus. Persekutuan orang kudus terdiri dari bebagai orang-orang yang memiliki berbagai kasih (rupa-rupa karunia). Dari pengertian ini juga dipakai istilah bahwa gereja adalah tubuh Kristus. Kristus adalah kepala kita adalah anggota tubuh Kristus.


Dari penjelasan-penjelasan ini Paulus mau meneguhkan agar tidak ada lagi keraguan jemaat percaya dan menerima Yesus sebagai Yuruselamat. Dia adalah Allah yang kekal yang merencenakan segala sesuatu sejak semula. Di dalam Kristuslah segala sesuatu dipenuhi. Kolose 1:23 (TB) Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.


Kotbah ini hendak meneguhkan iman jemaat iman karena masih ada rupa-rupa ajaran yang mau menggoncangkan iman jemaat. Apalagi mitologi-mitologi Yunani kuno di jamannya. Mereka percaya setiap planet ada penguasanya dan memiliki kekuatan-kekuatan. Mereka maaih percaya adapa penghuni atau penghulu-penghulu di setiap unsur-unsur alam ini.


Dengan penjelasan keutamaan Kristus, Paulus menjelaskan bahwa tak ada satupun elemen-elemen dunia ini yang tidak diciptakan oleh Kristus dan tidak ada satupun yang tidak dalam kekuasaan Kristus. Kristus memenuhi segalanya, Kristus memenuhi segala alam. Semua ciptaan tunduk di dalam kuasa Kristus. Di dalam Kristus segala sesuatu ada dan tidak ada sehala sesuatu tanpa Dia. 


3. Pendamaian Kristus: mendamaikan manusia - Allah, mendamaikan bumi - sorga.


- Di dalam Kristus manusia diperdamaikan degan Allah. Peran Kristus sebagai pendamaian dengan Allah. Kenapa didamaikan, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa.


Pendamaian Kristus di dalam salib sekali untik selamanya. Jika dalam pemahaman Yahudi imam besar hadir membawa kurban keselamatan atau kurban penghapusan dosa setiap tahunnya maka Kristus melakukannya sekali untuk selamanya. 


Konsep pendamaian di dalam Surat Kolose ini lebih luas lagi, pendamaian bukan hanya rekonsiliasi manusia dengan Allah. Tetapi pendamaian atas seluruh alam, bumi dan sorga.


Kolose 1:19-20 (TB) Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 

dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 


Dari pandangan sains, salah satu ancaman terhadap penduduk bumu adalah jatuhnya benda-benda angkasa untuk menghanguskan bumi. Pandangan-pandangan semacam.ini ada dalam cerita-cerita rakyat dan mitologi Yunani. Kita di manusia modern ini juga ada pansangan semacam itu, jatuhnya benda langit yang dapat menghangurkan penduduk bumi. Dengan penjelasan ini Paulus menghubungkannya dengan peristiwa salib. Salib Kristus telah mendamaikan bumi dan sorga. 


Jika Allah telah mendamaikan bumk dan sorga melalui peristwa salib, maka kehidupan yang berdamai menjadi milik semua orang. Jauh dari ancam mengancam dan segala tindakan yang menindas dan mengintimidasi. Praktek kehidupan yang demikian harus tunduk di dalam kedaulatan Kristus. Tindakan Allah melalui peristiwa salib harus dipahami sebagai perbuatan Allah yang menghadirkan damai sejahtera, jauh dari oermusuhan, pertentangan dan segala tindakan hang mengancam dan mengintimidasi. Pendamaian Kroatus benar-benar menghadirkan kehidupan yang penuh damai, harmonis dan jauh dari penindasan. 


Sahabat yang baik hati! Untuk merangkumkan kotbah ini saya simpulkan kembali:

a. Kristus sebagai yang sulung atas segala ciptaan, segala sesuatu ada dialam Dia dan oleh Dia segala alam ini ada dalam kedaulatan Kristus. 

b. Kristus adalah kepala atas jemaat; persekutuan orang percaya harus tunduk dan taat kepada Kristus.  

c. Peristiwa salib adalah pendamaian Allah atas bumi dan sorga, pendamaian Allah dan manusia. Pendamaian Kristus membuang segala permusuhan, ancaman dan tekanan yanv meni das kepada kehiduoan yang harmoni dan penuh damai. 


Salam: 

Pdt Nekson M Simanjuntak


Sabtu, 20 September 2025

TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA

 Kotbah Minggu XIV Stlh Trinitatis

Minggu, 21 September 2025

Ev. Amos 9:11-15



TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, Amos adalah salah satu nabi yang sangat kritis, bersuara keras melihat persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah umat Allah. Dia seorang nabi dari desa, namun memiliki keberanian menyampaikan persoalan sosial yang terjadi ditengah-tengah bangsa Israel. Dia seorang dari desa Tekoa, dan hampir dipastikan dia lahir dari keluarga orang pinggiran karena Tekoa 16 KM dari kota Bethlehem. Identitas itu tak membuatnya gentar menyampaikan kritik sosial karena Tuhan yang memanggil dan memakai Amos.


Tema dalam kitab Amos adalah kiritk sosial atas Ketidak adilan, penindasan dan penyelewengan kebenaran menjadi realitas sosial yang harus diterima oleh masyarakat. Artinya hidup di dalam ketidak benaran dan ketidak adilan akan membawa masyarakat kepada kemerosotan moral. Bagi Amos ini adalah suatu keadaan yang kritis yang menuju kematian. Satu-satunya jalan untuk hidup adalah "mencari Tuhan, semboyan Amos yang sangat terkenal: Carilah Tuhan maka kamu akan hidup (5:4) selanjutnya Amos berseru: "biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." (5:24).  


Kotbah Minggu ini tertulis pada Amos 9:11-15 tentang janji keselamatan bagi Israel yang telah terbuang dan terhukùm. Ini sangat menarik jika kita baca kitab Amos pasal 1-10 semuanya tentang hukuman dan kemarahan Tuhan atas perilaku, perbuatan dan pelanggaran umat Israel. Tuhan sangat marah atas swgala keadaan dan realitas sosial jaman Amos: penindasan, kesengsaraan karena perampasan hak orang miskin: yatim, janda dan orang asing, ibadah yang tidak tulus dan berbagai kebijakan raja yang menindas rakyat dengan pajak yg tinggi dan memakmurkan pihak istana saja. Hal ini menjadi sorotan dan alasan kemarahan Tuhan yang tak dapat tertentu, ibarat singa telah mengaum dan kurban sudah didepan mata, demikianlah umat Israel akan mendapat hukum dari Allah atas segala pelanggarannya. Hukuman ini tak tanggung-tanggung, mereka musnah oleh pedang, rebah dan tinggal meratap. 


Namun bagian penutup dari kita Amos ini adalah janji keselamatan dan rencana pemulihan Allah atas siasia yang terbuang. Allah akan memulihkan keadaan mereka dan menanam ulang umat Israel ditanah yang subur. Mereka akan kembali dari pembuangan dan hidup di rumah sendiri dan mendirikan pondok Daud. Disini dibalik hukuman yang menimpa umat Allah atas ketidak adilan dan kebenaran, Allah berkenan memulihkan umatNya. Allah sendiri akan mendirikan kembali pondok Daud. Disini Amos hendak mengingatkan kejayaan Daud yang mempersatukan umat Allah dan berhasil menjadikan Sion sebagai pusat pemerintahan dan peribadahan. Totalitas kehidupan umat Allah dipimpin oleh Allah sendiri. 



1. Mendirikan kembali pondok Daud.


Pemulihan Allah disampaikan pada Amos 9:11 (TB) "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 


Mendirikan Pondok Daud mengingatkan strategi Daud yang membangun kota Zion sebagai pusat kehidupan bangsa Israel. Daud membangun pondok atau istana di Sion untuk mempersatukan seluruh suku-suku Israel dan membangun kerajaan Isrel yang didukung oleh seluruh masyarakat. Selain itu Daud membawa kembali Tabut perjanjian di Sion sebagai simbol Allah hadir di tengah-tengah umatNya. Kehadiran Tabut Perjanjian di Sion menjadi kesatuan Israel sebagai bangsa dan umat Allah. Allah adalah raja dan pemimpin umat Allah.  


Maka janji pemulihan yang sisampaikan oleh Amos, membangun kembali pondok Daud adalah menggambarkan rencana Allah memulihkan keutuhan Israel yang berpusat kepada Allah. Allah sendiri pusat kehidupan pspiritualitas bangsa Israel dan Pusat aqq¹qpemerintahan bangsa Israel. Israel yang sudah hancur dan rata dengan tanah akan dipulihkan dan dibangun kembali oleh Allah. Pemulihan sebagai bangsa Israel yang bersatu, tidak tererai berai namun menjadi satu bangsa. Kedua pemulihan kehidupan rohani atau spiritualitas umat Allah. 


2. Kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi


Selanjutnya pemulihan yang direncanakan oleh Allah adalah pemulihan kesejahteraan. Disebutkan dalam Amos 9:14 (TB) Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 


Bukan hanya sebagai bangsa yang dipulihkan namun akan dibangun ekonomi yang lebih baik dan kemakmuran bagi umat Israel. Mereka akan menikmati hasil dari pekerjaan mereka. Bagi orang Yahudi, arti ya g di erkati bukan banyaknya harta yang dikumpulkan namun orang yang menikmati hasil dari pekerjaannya. 


Seperti ungkapan orang Batak: "hadumaon", maduma berarti gabe na niula sinur na pinahan: hasil pertanian berlimpah dan ternak mereka gemuk. Hadumaon juga berarti hidup di dalam damai dan tiada ancaman. Pemulihan seoerti itulah yang akan dihadirkan oleh Tuhan di rengah-tengah umatNya. 


Alangkah ngerinya jika petani bekerja dan berlelah namun tidak menikmagi hasilnya karena gagal panen. Demikian juga alangka sia-sia rasanha jila para gembala memelihara ternak namun ternaknya disambar penyakit yang mematikan. Janji Tuhan dalam Amos 9: 14 ini adalah kemakmuran dimana para petani menimmati pertaniannya dan peternak menikmati hasil jerih mereka. 


Pemazmur menjelaskan bahwa kebahagiaan seseorang jika fia menikmati hasil pekerjaannya. Mazmur 128:1-2 (TB) Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 



3. Pertumbuhan yang berakar kuat: budaya dan iman


Pemulihan dan keselamatan Israel tidak sementara, namun tetap dan tidak akan tercabut lagi dari akarnya. Mereka akqnnhidup dalam.akar budaya dan iman yang kuat dan tidak mudah dioengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai asing. 


Amos 9:15 (TB) Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman Allahmu. 


Apa yang kita baca pagi ini merupakan hal yang sangat menarik, umumnya kita memahami Allah itu pengasih dan penyanya, panjang sabar dan penuh kasih sayang, namun marah dan menghujum bagimorang yang taat. Kitab Amos memulai hukuman dan kemarahan atas pelanggaran yang dilakukan, namu tetap mengasihi, menyelamatkan dan memulihkannya. Tuhanntak selamanya menghukum, Diam penuh kasih sayang dan memberkati, memulihkan bahkan lebih dari yang semula.


Melekatnya tradisi dan pengakuan iman (Credo) Israel adalah salah satu yang membuat Israel bertahan. Penulis Isac Max Dimont, dalam bukunya: Yahudi, Tuhan dan Sejarah menjelaskan bangsa Israel merupakan salah satu bangsa yang paling berpengaruh dan mempengaruhi peradaban. Mereka bisa bertahan 200 tahun tanpa raja, tanpa wilayah namun tradisi Yahudi yang kuat membuat mereka bertahan. Peradaban Mesir, Babelonia, Syria yang sangat terkenal di jaman PL telah hilang ditelan jaman. Namun Yahudi tetap eksi dan berakar di dalam budaya, keyakinan dan tradisi yang kuat. 


Alar yang kuat telah tertanam karena dipelihara oleh Firman Tuhan yang bertumbuh dan berbuah. Maka peradaban manusia bergeser, nilai-nilai berubah ubah namun Firmannya tetap. Firman Tuhan yang tertanam, berakar dan bertumbuh memelihara mereka di dalam iman. 


Sahabat yang baik hati! Nabi Amos meyakinkan kita juga di jaman kita ini. Dalam jaman yang berubah-ubah, Tuhan memberikan pegangan yang kita yang tidak dapat diubah oleh perubahan peradaban. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak

Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1TTckpnBu9/




Sabtu, 13 September 2025

SUKACITA MENYAMBUT ANAK YANG HILANG

 Kotbah Minggu XIII Stlh Trinitatis

Minggu, 14 September 2025

Ev. Lukas 15:11-32



Sukacita Atas Kembalinya Anak Yang Hilang


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati cerita anak hilang merupakan satu cerita yang sangat menarik dan sarat makna. Kisah ini mungkin terjadi sebagai pengalaman real dalam hidup kita sehari-hari, khususnya pengalaman orang tua terhadap anak. Mungkin kita sudah lelah menasihati namun tidak berobah, dia mengikuti kehendaknya seturut keinginanya. Namun waktu berjalan dan oleh pengalaman tertentu akhirnya menyesal dan bertobat. Mungkin juga pengalaman dalam keluarga di mana ada suami atau isteri yang tidak peduli dengan pasangannya sudah berulang kali berdiskusi dengan konselor rasanya pernikahan sukit untuk mempertahankan rumah tangganya, namun suatu ketika ada pertobatan hubungan-hubungan pulih dan kembali berbaik. Jika ada pertobatan semacam itu apa yang kita rasakan? Mungkin saja seseorang tidak langsung percaya, tunggu dulu apakah pertobatannya sungguh-sungguh? Alangkah bahagia rasanya jika pertobatan terjadi. Pertobatan mengembalikan seseorang kepada hidupnya sekaligus di dalamnya pemulihan hubungan yang rusak oleh karena kesalahan dan keinginan diri yang meninggalkan relasi-relasi sebelumnya. Alangkah sukacitanya penghuni sorga jika ada orang yang berrobat dan kembali ke pangkuan bapa.


Kotbah minggu ini tertulis dari Lukas 15:11-32. Judulnya sering dikenal dengan 'anak yang hilang" namun ada juga yang mememahi ini "kemurahan bapa yang tiada batas". Tergantung kepada anda dari mana memaknai cerita ini. Dari pengalaman real kita mungkin lebih tepat dengan judul kembalinya anak yang hilang namun dari segi pengajaran iman Kristen menggambarkan kasih Allah maka tepat juga dengan topik: kemurahan bapa yang tanpa batas.


Kisah ini menggambarkan seorang anak bungsu yang meminta warisan dari ayahnya sebelum waktunya, lalu pergi ke negeri jauh dan menghabiskan semua hartanya dalam hidup yang penuh dosa. Setelah jatuh dalam kehinaan—bekerja sebagai penjaga babi, pekerjaan yang hina bagi orang Yahudi—dia akhirnya menyadari keadaan tragisnya setelah terpuruk di kandang babi. Dalam keputusasannya, ia memutuskan untuk kembali kepada ayahnya dan memohon pengampunan. Apapun yang terjadi kemarahan atau belaskasihan namun berani kembali ke rumah bapa. Pertobatan harus berani mengambil resiko, kalau tidak tetap terpuruk.   


Baiklah kita mengambil beberapa pokok pentjng yang kita pelahari dsri kotbah ini dalam kehidupan kita.


1. Anak yang hilang - mencari kebebasan dan kepuasan diri.


Hal pertama dari kotbah ini yang menjadi pelajaran penting menurut saya adalah peringatan akan dosa. Setiap orang memiliki kehendak bebas, keinginan untuk bebas, mencari sesuatu yang belum pernah dimiliki atau dialami. Namun dalam mencari kenginan dan kepuasan diri justru disitu dekat dengan jurang kejatuhan manusia di dalam dosa.


Dalam kisah ini salah satu anak diceritakan memiliki perilaku ingin bebas. Dia tahu haknya dan meminta haknya itu dari ayahnya. Haknya itu akhirnya dihambur-hamburkan, bersenang-senang, mabuk-mabukan bersama teman-temannya hingga jatuh miskin. Selama persediaan kekayaannya ada dia masih pongah dan bangga akan kebodohannya dan melanjutkan dosanya. Akhirnya tibalah kemiskinan menimpanya, sahabatnya semasa bersenang-senang tidak ada lagi disampingnya, semuanya meninggalkannya. 


"Godang dongan mengkel, dongan tangis soada"

Ini suatu nasihat yang dikenal oleh orang Batak artinya: ada banyak teman merayakan sukacita, namun hanya sendirian yang menanggung pilu dan dltangis".


Sang anak yang mencari kepuasan diri jatuh kepada kemiskinan bahkan untuk makan pun tidak ada. Bekerja di kandang babi dan karena tidak tahan merasakan kelaparan akhirnya makanan babi pun dia makan. Sungguh suatu pengalaman yang memilukan hati, dirinya memberontak di dalam keterpurukan dan keputusasaan. Keadaan ini tidak dapat dilanjutkan maka muncullah ingatan akan kebaikan yang dimiliki dan ingatan itu menjadi titik awal untuk bertobat.


Kedaan ini hendak menasihatkan, penyesalan selalu datang terlambat. Jangan sampai jatuh sedemikian jauh. Maka kelolalah hidup kita dengan bersyukur. Jangan mencari kepuasan diri yang menghepaskan kita kepada situasi yang membuat kita sulit diperbaiki. Jika terlanjur salah mari perbaiki diri. Penyesalan memang terlambat, namun sekalipun terlambat lakukanlah pertobatan, Bapak yang murah hati menunggu kita. 


2. Beranjak dari kandang babi - bangkit dari keterpurukan


Adi sini ada dua kalimat yang mengharukan, pengakuan atas apa yang terjadi di dalam dirinya. Kedua kaliman ini menggambar pengakuan atas kesalahan dan keinginan untuk memperbaikinya. 


2.1. "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku"


Kalimat ini menunjukkan kesadaran akan kebutuhan untuk berubah. Sang anak menyadari bahwa hidup dalam dosa tidak memberikan kepuasan, tetapi justru membawa penderitaan. Dia tidak hanya menyesali kesalahannya tetapi mengambil keputusan untuk bertindak kembali ke rumah Bapaknya. 


Hal menarik adalah ada kesadaran akan keadaan, jika tetap disitu hanya menunggu kematian. Mungkin pula ada pikiran, jika kembali dua konsekwensi akan terjadi, kemarahan atau penolakan dan resiko terburuk pun sudah dipikirkan, kalaupun tidak diterima kembali sebagai anak, menjadi hamba di rumah bapaknya juga sudah jauh lebih baik dari pada menunggu kematian di kandang babi. Maka dia pun melangkah untuk kembali.


Pertobatan sejati dimulai dari kesadaran. Kita harus menyadari bahwa tanpa Allah, hidup kita akan kehilangan arah dan damai sejahtera. Seperti anak yang hilang, kita seringkali tidak menyadari kehancuran spiritual akibat dosa. Namun, ketika kita merenungkan firman Tuhan, Roh Kudus menyingkapkan kesalahan kita dan mendorong kita untuk kembali kepada Allah.  


2.2. "Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap Bapa"


Dia menyadari kesalahannya, dan membayangkan bagaimana sikap sang bapa atas perbuatannya. Maka untuk memperoleh pengasihan dia secra terbuka menyampaikan kesalahan di hadapan Bapa. 


Ini mencerminkan pengakuan dosa. Ini merupakan pesan yang sangat berharga sang anak memahami bahwa dosa utamanya adalah melawan Allah (“sorga”) sebelum melukai sesama (dalam hal ini, ayahnya). Doa memyadari sepenuhnya bahwa hidupnya tidak akan berakhir di kandang babi, maka dengan penuh keberanian untuk mengaku dosa. Dia tidak mempertahankan egonya, tetapi dengan membuang segala rasa malu, mau mengakui kesalahan yang telah dilakulannya di dalam hidupnya. Dia juga tidak menganggap dirinya sebagai anak dihadapannya, tetapi seorang yang sadar akan dosa dan perbuatan.


Dalam kehidupan kita, dosa bukan hanya pelanggaran terhadap sesama, tetapi terutama terhadap Allah. Pengakuan ini menunjukkan kerendahan hati yang diperlukan dalam pertobatan. Mengakui dosa kesalahan adalah siarat mutlak untuk memperoleh pengampunan. Tidak semua orang yang menyadari dosanya berani untuk kembali. Ada rasa malu, takut ditolak, atau merasa tidak layak. Tapi Lukas 15:20 menunjukkan bahwa sang ayah berlari menyambut anaknya dengan pelukan, bahkan sebelum sang anak berbicara. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu lebih dahulu menyambut kita dengan kasih-Nya.  


Sang bapa tidak mengingat kesalahannya, berapa kerugian yang ditimbulkan dan murkanya sudah dihapus dengan kesediaan kembali kerumahnya. Dari cerita ini kita menerima suatu penjelasan tentang hakekat Allah yang murah hatoi, terbua memaafkan dan mengampuni. Benar seperti yang disampaikan dalam oleh nabi Yesaya: 

Yesaya 1:18 (TB) Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 


3. Sukacita Sorgawi atas pertobatan*


Pengampunan tersedia, Allah dan penghuni sorgawi bersukacita menyambut orang yang berbalaik sebagaimana digambarkan dalam mazmur ini. 

Mazmur 103:8-13 (TB) TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 

Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, 

tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; 

sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. 

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. 


Dalam perumpamaan ini dapat kialta ambil pelajaran sang ayah menggambarkan Allah, dan anak yang hilang melambangkan kita manusia yang seringkali menjauh dari kasih-Nya. Tindakan sang anak untuk kembali menggambarkan pertobatan, dan respons sang ayah yang penuh kasih menunjukkan sifat Allah yang siap mengampuni.  

  

Pengampunan Allah yang Penuh Kasih, Allah tidak menutup pintu untuk anaknya, namun rindu dan rasa haru yang mendalam. Begitulah sifat Allah yang menantikan pertobatan kita. Dalam ayat-ayat berikutnya (Lukas 15:20-24), sang ayah tidak hanya menerima anaknya kembali tetapi juga merayakan kedatangannya dengan pesta besar. Ini menunjukkan bahwa pertobatan satu orang berdosa membawa sukacita besar di surga (Lukas 15:7). 


Jangan takut untuk berbalik, Yesus sendiri menyambut dan menyatakan kepada orang berdosa: pada hari ini aku bersama-sama dengan engkau di dalam Firdaus. Dari pihak Allah tidak ada penghalang atau yang menghambat kita datang kepadaNya. Allah menunggu pertobatan kita. 


Salam dari Bandung: 

Pdt Nekson M Simanjuntak


Sabtu, 06 September 2025

PERBAIKILAH TINGKAH LANGKAH DAN PERBUATANMU

 Kotbah Minggu XII Stlh Trinitatis

Minggu, 7 September 2025

Ev. Yeremia 18:1-11


MEMPERBAIKI TINGKAH LANGKAH DAN PERBUATANMU


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik kotbah Minggu ini mengajak kita untuk menyadari bahwa segala sesuatu terjadi adalah atas otoritas Allah. Saat susah dan senang, saat disukai atau dibenci, saat berbeban berat dan bersukaria semuanya terjadi atas sekehendak Allah. Tentulah kita semua bahagia saat kita mengalami kegembiraan dan merasakan kehendak Tuhan. Bagaimana dengan sebaliknya? Saat terjadi kesusahan pasti ada perasaan perenungan ada apa yang terjadi, mungkin Tuhan marah atas tingkah dan perbuatan? Refleksi seperti itu sangat dibutuhkan sehingga setiap orang dapat memperbaiki diri.


Demikianlah pengalaman Yeremia saat menjawab pertanyaan umat Allah di dalam pembuangan, dimanakah Allah? Apakah dia tidak bekerja untuk umatNya? Yeremia disuruh pergi ke tukang periuk untuk belajar sesuatu dari sana. 


Yeremia 18:6 (TB) "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!


Inilah ajakan dari kotbah Minggu ini, Yeremia dioanggil Tuhan untuk belajar dari tungka periuk, daei pelajarannitu dia akan diberikan pemahaman yang mendalam otoritas Allah dalam hidup umatNya. 


Berikut ini marilah kita ambil beberapa pokok penting dari perikop kotbah Minggu ini. 


1. Belajar dari tukang periuk

Jika anda pernah berkunjung ke pengerajin tembikar, maka sangat mudah memahami teks renungan di pagi hari ini. Tembikar adalah berbagai karya yang terbuat dari tanah liat seperti: periuk, kendi air, pot bunga atau vas bunga, dan keperluan lainnya. Tulang tembikar memilih tanah liat, mengolahnya dan membentuknya sesuai dengan keinginan tukang tembikar, jika tidak sesuai dia segerah mememecahkannya da mengulang lagi sampai sesuai dengan yang diinginkannya. Tembikar jadi menurut kehendak pembuatnya. Tidak ada tembikar yang menginginkan bentuknya yang begini dan begitu tetapi sepenuhnya tergantung kepada pembuatnya. Kuasa mutlak atau otoritas sepenuhnya tergantung pada tukangnya.


Demikianlah Yeremia dipanggil Tuhan untuk belajar ke tukang periuk dan pelajaran itu dijelaskan kepada Umat Allah di dalam pembuangan. Mungkin ada pertanyaan dari mereka, mengapa.mereka harus terbuang, bukankah mereka umat Allah, umat lilihan dan umat yang diberkati? Firman Tuhan memberi contoh tentang otoritas Tuhan pada umatnya seperti tukang periuk atau tembikar atas tanah liat demikian otoritas Allah membentuk umatNya. 


Jaman Yeremia hal ini sangat mudah dicernah, karena alat alat rumah tangga sepeti periuk, gendi air dll masih banyak terbuat dari tanah liat. Semua peralatan ini dibentuk menurut kehendak tukang periuk: mulai dsri pemilihat jenis tanah, menumbuknya sampai halus, membentuk melalui suatu seni khusus hingga pengeringan sehingga menjadi brntuk jadi. Menurut Yeremia, demikian Umat Allah yang tidak setia terus dalam pembentukan. Dengan contoh ini pembentukan Israel menjadi umat Allah dan Allah menjadi Allah mereka terus menerus terjadi, bukan hanya jaman bapak leluhur Abraham, Ishak dan Yakub, zaman Musa hingga raja-raja sàmpai ke pembuangan masih terus dalam upaya pembentukan umatnya yang sesuai dengan kehendak Allah.


Penjelasan Yeremia hal situasi pembuangan menimbulkan harapan baru, bahwa situasi ini adalah bahagian dari rencana Allah untuk membentuk umatNya seturut dengan kehendakNya. Pembuangan bukanlah penghangusan atas umat Israel. Dengan contoh ini pembuangan bukanlah kisah akhir perjalanan umatNya, tetapi bagian dari tahapan rencana Allah.


Baiklah kita mengambil beberapa catatan pentinf sesuai dengan topok minggu ini: Perbaikilah Tingkah dan lakumu? Bererti ada sesuatu yang dikoreksi dan diperbaiki. 


2. Dosa dan pelanggaran umatNya dalam Pasal 17


Memahami pasal 18 tidak terlepas dari pasal 17. Sehingga menjawab pertanyaan umat Allah mengapa mereka harus terbuang? JIka kita baca pasal 17 ada 3 dosa besar umat Allah.


- ay 1. penyembahan berhala dan mereka telah membangun mezbah-mezbah kepada ailah Lain. Disini Yeremia menyebutkan beberqpa mezbahbyangvtelah dibangun untuk berhala. Yeguda ridak lagi oercaya kepqda aqllah, tetapi mengandalkan kekuatan asing yang berdampak buruk pada kehiduoan spiritualutas mereka harua membangun mezbah kepada ilqh lain..


- ay 9: hati yang licik dab sudah membatu. Apapun cwritanya pwkerjaan licim adalah pekerjqqn iblis yang melqkukan tioudaya, menyebarkan kebohongan sehjbgga korban diperdaya. 


- ay 11: dosa kekayaan, mengejar dan melakukan berbagai tindakan untuk memperkaya diri sehingga dinasihati.

Yeremia 17:11 (TB) Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal. 


3. Teologi Daur ulang.

Satu pertanyaan adalah mengapa Allah membiarkan umat Allahb dalam pembuangan Babel yang menyengsarakan? Bukankah umat Allah adalah umat pilihan? pertanyaanninondijawab dengan pemanggilan nabi Yeremia untuk datang belajar kepada tikang periuk. 


Gambaran Allah sebagai Tukang Periuk memberikan gambaran Allah terus bekerja mendatangkan kebaikan umatNya. Gambaran tukang periuk ini semakin jelas dimana lelah dan jerih untuk menjadikan sesuatu baik dan berguna kadang yang sudah terbentuk dirusak dan dibentuk ulang sesuai dengan kehendak Tukan Periuk. Agar ada hasil yang terbaik.


Teologi daur ulang ini juga bisa kita contohkan seperti tukang emas, emas batangan qkqn dipanaskan pada suhu tertentu hingga meleleh, kemudian sang pengerajin emas akan membentuknya sesuai dengan yang dirancangnya. 


Allah telah mengasihi umatNya, memberikan apa yang terbaik bai mereka namun pelanggaran demi pelanggaran membuat Allah membentuk mereka menyadari akan pelanggarannya. Pembuangan bukanlahbakhir hiduo mereka, namun Allah hendak membentuk ulang mereka, sisa-sisa yang setia akan menjadi dasar untuk.pwmbentukan umat Allah. 


3. Otoritas Allah: Allah yang membangun dan Allah yang meruntuhkan, Allah meninggikan dan merendahkan. 


Kata Yeremia di dalam bahasa Ibrani berarti: Allah meningikan dan Allah merendahkan atau dapat juga diartikan Allah yang membangun dan Allah meruntuhkan. Seperti namanya demikianlah isi kitab Yeremia segala sesuatu yang ada berada pada otoritas Allah sendiri. Apa yang terjadi adalah sepenuhnya dibawah oritas kekuasaan Allah. Alkah yang mengangkat umatnya dari segaka bangsa yang ada setinggi-tingginya mengalahkan segala bangsa namun Allah sendiri yang membuang mereka ke pembuangan Babelonia karena dosa dan pelanggaran.


Kalau mereka mmterpukul dan terpuruk bukan berarti Allah tidak mengaaihi, kasih Allah tetap dan tidak berubah. Allah tetap setia pada janjinya dan tidak akan berubah. Allah tetap membuka jalan bagi umatNya yaitu pertobatan. Allah mengampuni mereka asalkan mereka mau berubah. Sebagaimana diserukan topik minggu ini: perbaikilah tingkah lakumu. 


Jalan maaih terbuka bagi unat Allah meraih kejayaan mereka. Allah sesungguhnya menghendaki mereka menjadi bangsa yang besar dan diberkati Tuhan karwna Tuhan sendiri hendak memakai merwka m3njadi berkat bagi dunia. 


4. Perbaikilah tingkah dan lakumu: apa yang harus kita perbaiki? 


Berangkat dari kritik nabi Yeremia yang manyebutkan perilaku dan perbuatan umat Allah sebagaimana disebutkan dalam pasal 17 maka jika ingin diperbaiki dan dibentuk kembali maka aalah satu syarat adalah berubah atau bersedia dibentuk dan diciptakan ulang oleh Allah menjadi ciptaan baru.  


Kotbah ini mengajak pertobatan, perubahan dan perbaikan tingkah laku. Melanjukan sikap lama akan menuju kebinasaan.

Kotbah ini menuntun ketaatan, taat dan kembali hidup di dalam otorutas kehendak Allah. Memang manusia memiliki kehendak bebas, namun Allah memiliki orotitas jika taat akan diperbaiki jika tetap bertahan dalam tingkah laku lama akan diruntuhkan dan diaur ulang.


Perbaikilah tingkah lakumu:

- jauhi dosa dan pelanggaran

- berubah dsri hati keras menjadi lembut, hati licik kepada hagi yang tulus

- berubah dari tamak, haus dan rakus akan kekayaan dengan sengala cara menjadi hiduo baru, yang hidup dari penghasilan masing-masing.


Tentu selain dari ketiga hal di atas masih banyak perbuatan dan tingkah laku kita yang harus kita perbaiki: egoisme kepada kebersamaan, kesombongan kepada kerendahan hati, tidak peduli kepada solidaritas. 


Kotbah minggu ini adalah cermin untuk menemukan hal-hal mana yang harus kita perbaiki. Jika sudah menemukannya, berubahlah. Percayalah Allah menghendaki.kita lebih baik dari keadaan kita sekarang ini. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak

Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1NE1NnnmNc/




DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...