Sabtu, 09 Agustus 2025

MATA TUHAN TERTUJU KEPADA ORANG YSNG TAKUT ALAN DIA

 Kotbah Minggu VIII Stlh Trinitatis

Minggu, 10 Agustus 2025

Ev. Mazmur 33:12-22


MATA TUHAN TERTUJU KEPADA ORANG YANG TAKUT AKAN DIA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah minggu ini merupakan mazmur pengajaran yang menekankan berbahagia orang yang mempercayai dan memiliki iman kepada Allah Israel. Alasan bahagia itu dijelaskan oleh pemazmur, Dialah Allah yang Maha Kuasa, Pencipta, Pemelihara, Penyelamat dan Pelindung atas seluruh ciptaanNya. Segala sesuatu oleh Dia dan tunduk kepada Dia. 


Mazmur pengajaran ini berisi pujian, menaikkan puji-pujian kepada Allah atas segala kuasanya. Mazmur 33 ini sekaligus juga mengingatkan tentang keberadaan manusia di hadapan Tuhan. Manusia tidak dapat menyelamatkan diri oleh karena kekuatan dan kelebihannya sendiri. Keselamatan hanya dari Tuhan. Harus pula disadari jika manusia bisa menjalani kehidupan ini, bukan karena kuat dan kemampuannya tetapi semuanya karena anugerah. 


Berkaitan dengan topik minggu ini, Mata Tuhan tertuju kepada orang yang takut akan Dia, meyakinkan kita bahwa mempercayai Tuhan yang kita kenal di dalam nama Yesus Kristus akan mendapat pertolongan dan pemeliharaan Tuhan. Tuhan tidak membiarkan kita menghadapi kesulitan sendirian. Memang, akan selalu ada tantangan dan badai, pendritaan bisa saja menimpa orang benar. Masalah yang kita hadapi tidak lebih besar dari kuasa Tuhan yang menyelamatkan atau dengan kata lain, jika anda merasa persoalanmu besar dan tidak berdaya menanggungnya maka percayalah kuasa Tuhan itu jauh lebih besar dari permasalahanmu. Keyakinan seperti itulah yang harus kita pegang teguh, jadi sekalipun kita seolah tidak berdaya menghadapin beban dan pergumulan hidup, tetapi percayalah kuasa Tuhan jauh lebih kuat dan lebih dahsyat dari kempuan kita sendiri. 


Baiklah kita mengambil beberapa pelajaran dari kortbah ini:


1. Tuhan pelindung: sekakipun jauh namun tetap dekat


Mazmur 33:13 (TB) TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; 


Pemazmur memberikan gambaran tentang Allah, Dia berdiam di sorga namun matanya tertuju kepada umat pilihanNya. Dia Jauh diatas sana namun nekat bagi umatNya. Pandangan in memberikan kepastian bagi kita bahwa Allah itu sekalipun trancenden namun juga immanen. 


Sekalipun Tuhan jauh ditemoat yang maha tinghi namun Tuhan melihat semua anak manusia.

Istilah semua anak manusia digunakan oleh pemazmur bahwa Allah adalah Allah yang universal. Keuniversalan Allah disebukan dengan istilan "semua anak manusia" (13), kemudian "penduduk bumi" (ay 14). Kedua istilah ini menggambarkan Tuhan mengasihi manusia tanpa membedakan siapapun.


Pandangan universal ini sering bertentangan dengan pandangan Yudaistik yang eksklusif, seolah Israel umat pilihan yang lain umat yang hatus dihukum, mereka umat diberkati dan bangsa lain umat yag dikutuki. Apa yang ditekankan kotbah ini adalah hidup yang inklusif. Percaya kepada Tuhan Allah Israel mendorong kita hidup saling terbuka dan menerima yang satu dan lain sebagai umat yang dikasihi oleh Allah. 


2. Keselamatan hanya dari Tuhan


Dalam menjalani hidup ini akan selalu ada tantangan, ancaman dan tekanan, darimana kita mendapat pertolongan? Di dunia ini penguasa menjadi sandaran banyak orang berlindung dari tekanan atau mungkin keperkasaan seorang pahlawan. Artinya orang kuat dan berkuasa menjadi sandaran bagi orang mendapat perlindungan.


Mazmur 33:16 (TB) Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. 


Dengan kotbah Minggu ini kita beroleh penceraham bahwa baik raja atau pun pahlawan tidak dapat menyelamatlan manusia. Hanya dari Tuhanlah pertolongan dan keselamatan bagi manusia. 


Di dalam kitab Mazmur sangat banyak kita temukan nats yang menjelaskan tentang Tuha lah penolong dalam hidup kita. Kekuatan manusia terbatas maka jangan beraandar kepafa orang hang berkuasa. Raja juga tidak dapat menyelamatkan kita dari segala kekusahan. Berikut ini beberapa ayat yang menjelaskan pertolongan Tuhan. 


- Mazmur 121:1-2 (TB) Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 

Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 


- Mazmur 121:2 (TB) Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 


- Mazmur 124:8 (TB) Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 


Hal inilah yang harus kita yakini dan percayai, Tuhan penolong bagi kita. Matanya tertuju kepada orang-orang yang dikasihiNya.


3. Jiwaku menanti-nantikan Tuhan


Hal ketiga dari kotbah ini mengajarkan tentang kesabaran. Dalam menghadapi kesulitan dan tantangan jangan mudah berputus asa, jika jawaban doa kita belum terwujud jangan berputus asa namun sabarlah menantikan Tuhan. 


Mazmur 33:20 (TB) Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! 


Ada dua istilah yang dipakai pemazmur alasan menantikan Tuhan yang pertama Tuhan penolongn, dan pertolongannya sesuai dengan harapan kita. Kedua, Tuhan perisai, perisai digunakan oleh prajurit mengahadapi musuh. Perisai berfungsi membentengi diri seorang prajurit dari berbagai serangan musuh sehingga dia bisa terlindung dari berbagai serangan.


Jiwaku menanti-nantikan Tuhan menekankan tetap percaya bahwa Tuhan akan datang menolong kita. Selain itu, kita bisa bertahan karena Dialah perisai kita.


Kedatangan Tuhan tidak perlu diragukan, karena Tuhan itu setia. Kasih setianya tidak akan berupa baik kemarin, kini dan selama-lamanya.

Mazmur 33:22 (TB) Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. 


Selamat merayakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup ini. Tuhan mem


berkati!


Salam dari: 

Pdt Nekson M Simanjuntak



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...