Kotbah Minggu Paskah I (Kebangkitan Tuhan Yesus)
Minggu, 20 April 2025
Ev. Yohanes 20:1-10
YESUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI
Selamat Paskah!
Sahabat yang baik hati berita kebangkitan Yesus Kristus adalah ibarat nyala sumbu api yang dinyalakan bagi murid-murid. Kebangkitan Kristus menyalakan semangat dari suasana hati yang kelam, takut, gundah dan perasaan lainnya berubah menjadi susana penuh semangat. Setiap jumpa yang satu dengan yang lain mereka menyampaikan: Surrexit Christus Alleluya!, telah bangkit Kristus haleluya.
Kotbah pada Minggu Paskah I ini tertulis dalam Yohanes 10:1-10 tentang kubur telah kosong bukti Kristus telah bangkit. Menurut Injil Yohanes Maria Magdalena menjadi saksi pertama bahwa kubur terbuka, batu penutup telah diambil. Kemudian ia memberitahukan kepada Petrus. Maka Petruspun berlari ke kubur dan kubur telah kosong , kemuadian ia masuk ke dalam dan melihat hanya tinggal kain kapan dan kain peluh yang tergulung? Awalnya mereka mengira bahwa Tuhan telah diambil orang dari kubur. Misteri kubur kosong menjadi pertanyaan yang disuguhkan oleh Injil Yohanes dan mereka kembali ke rumah.
Penulis Injil Yohanes tidak memiliki keterangan hanya satu fakta bahwa kubur telah kosong, di dalam hanya ada kain kafan dan kain peluh yang tertinggal. setelah murid melihat itu maka mereka perca. Agak berbeda dengan pemeritaan Injil Markus: beberapa perempuan; Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome membawa rempah di subuh hari hendak meminyaki kaki Yesus, namun telah batu telah terguling seorang muda yang memakai jubah putih memberitahukan Ia telah bangkit, dia tidak disini, Dan terkesan bahwa mereka yang melihat kubur kosong gentar dan takut (Markus 16:6, 8). Sedangkan di dalam Injil Matius saat pagi subuh Maria Magadalena dan Maria lainnya pemberitahuan kebangkitan Yesus oleh malaikat dan mereka berjumpa dengan Yesus dan memerintahkan agar mereka memberitahukan kepada murid lain agar pergi ke Galilea (Baca Mat 28:1-10). Injil Lukas justru membuat pertanyaan kepada perempuan: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Perkataan ini seolah-olah omong kosong, baru setelah Yesus menampakkan diri mereka percaya (Lukas 24:5, 11). Pemberitaan kebangkitan di dalam keempat Injil ini sama-sama mengingatkan tentang kebangkitan Yesus telah diberitahukan sebelumnya di dalam Kitab Suci, kebangkitanNya telah diberitahukan oleh Yesus sebelumnya hanya mereka belum percaya. Baru setelah mereka melihat kubur kosong mereka percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada murid dan orang banyak kemudian sebelum naik ke Sorga, Ia mengutus murid-muridNya untuk memberitakan Injil.
Dengan demikian kubur kosong menjadi bukti nyata bahwa Yesus benar-benar bangkit sebagaimana telah difirmankan. Kebangkitan itu membuktikan kebenaran Firman dan menjadi dasar murid-murid percaya. Injil Yohanes menyebutkan melihat kubur kosong membuat murid percaya. Yohanes 20:8 (TB) Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Baiklah kita mengambil beberapa pelajaran penting dari kotbah Paskah ini untuk kita.
1. Perempuan saksi kunci dalam iman Kristen
Hal pertama di Paskah ini tidak berlebihan kalau kita mengangkan peran perempuan di dalam iman Kristen. Perempuan adalah saksi-saksi kunci dalam peristiwa kebangkitan Yesus Kristus, keempat Injil sama-sama menekankannya. Mereka sahabat dekat dengan Yesus, setia mendengar pengajaran Yesus, ikut menopang pelayanan Tuhan Yesus, mengikuti Yesus memasuki Yerusalem dan pada peristiwa penyaliban Tuhan Yesus mereka terus mengikuti sampai ke Golgata.
Peran Perempuan seperti Maria Magdalena dan Maria lainnya mencapai puncaknya pada peristiwa penting dalam kehidupan Yesus, yaitu kematian, pemakaman, dan kebangkitan-Nya. Dalam semua empat Injil, Maria Magdalena disebutkan sebagai saksi utama kejadian ini. Dalam Injil Yohanes, Maria Magdalena adalah orang pertama yang tiba di makam Yesus setelah kebangkitan-Nya. Dia melihat batu pemakaman telah digulingkan, dan setelah menemui Petrus dan murid yang dikasihi-Nya, dia kembali ke makam dan bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Yesus memerintahkannya untuk memberi kabar kepada murid-murid lainnya (Yohanes 20:11-18). Peran Maria Magdalena sebagai saksi kebangkitan Yesus menunjukkan tingkat kepercayaan dan keberanian yang luar biasa. Dalam konteks budaya pada saat itu, kesaksian seorang perempuan tidak dianggap setara dengan kesaksian seorang laki-laki. Namun, kehadiran Maria Magdalena sebagai saksi kebangkitan menunjukkan penghargaan Yesus terhadap perempuan dan penegasan bahwa mereka juga berhak menjadi saksi peristiwa penting dalam iman Kristen
Injil Yohanes ini hendak memberikan contoh iman mengikut Yesus sampai ke kubur kosong. dan merekalah yang memberitahukan kepada murid-murid. Peran perempuan mengumpulkan kembali murid-murid menyampaikan pesan agar kembali berkumpul di Galilea memulai missi sebagaimana pengutusan Tuhan Yesus.
Selain contoh ini adalah babak baru dalam iman Kristen, peremouan menjadi pelopor dan terdepan.
Dalam tradisi Yahudi, ada beberapa catatan tentang kebiasaan mengunjungi kubur, terutama pada hari-hari tertentu seperti hari raya atau untuk memperingati kematian orang yang dicintai. Namun, tidak ada catatan spesifik tentang perempuan yang datang ke kubur untuk mengurapi jenazah dengan rempah-rempah dan minyak wangi seperti yang tercatat dalam Injil.¹ Dalam tradisi Yahudi, penguburan dan perawatan jenazah biasanya dilakukan oleh keluarga laki-laki atau oleh kelompok yang disebut "hevra kadisha" (kelompok suci). Perempuan mungkin tidak memiliki peran utama dalam penguburan atau perawatan jenazah dalam tradisi Yahudi pada zaman itu.
Namun, Injil mencatat bahwa perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus, seperti Maria Magdalena dan lainnya, memiliki peran penting dalam perawatan dan penguburan Yesus. Mereka datang ke kubur untuk mengurapi jenazah Yesus dengan rempah-rempah dan minyak wangi, menunjukkan kasih dan penghormatan mereka kepada-Nya.
Dalam konteks ini, tindakan perempuan-perempuan yang datang ke kubur Yesus dapat dilihat sebagai contoh kasih dan pengabdian mereka kepada Yesus, serta kesediaan mereka untuk melayani-Nya bahkan setelah kematian-Nya.
2. Kubur Kosong dan peneguhan murid-murid
Yohanes 20:8 (TB) Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Jika kita baca keempat Injil, Injil Yohaneslah yang memberitakan lebih banyak pelayanan Yesus telah kebangkitan. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena, kepada orang banyak, jamuan makan di pantai Tiberias dll.
Ini berarti di dalam Injil Yohanes ada hubungan penampakan Yesus dengan peneguhan iman orang percaya. Peristiwa Yesus menampakkan diri kepada murid adalah penguatan kepada murid yang ragu-ragu. Sebenarnya menerka mengetahui tentang Yesus namun tak percaya terhadap Yesus. Penampakan Yesus kepada murid menjadi penting membimbing yang ragu-ragu menjadi berpendirian yang kokoh, yang samarsamar menjadi jelas dan yang takut menjadi berani. Yesus menampakkan diri pada murid adalah bagian dari penguatan komitment awal mereka mengikut Yesus.
Penekanan Yohanes pada kubur kosong dan kain kafan. Dalam Injil Yohanes, catatan tentang kubur kosong lebih menekankan pada bukti fisik kebangkitan Yesus. Yohanes mencatat bahwa Petrus dan Yohanes melihat kubur kosong dan kain kafan yang terlipat rapi (Yohanes 20:6-7). Ini mungkin menunjukkan bahwa penulis Yohanes ingin menekankan bahwa kebangkitan Yesus bukanlah sekadar khayalan atau penipuan, melainkan peristiwa nyata yang dapat dibuktikan dengan bukti fisik.
Sedangkan di Matius, Markus, dan Lukas mencatat bahwa perempuan-perempuan yang datang ke kubur melihat malaikat yang memberitakan kebangkitan Yesus. Dalam catatan Lukas, Yesus sendiri juga muncul kepada perempuan-perempuan tersebut. Perbedaan ini mungkin menunjukkan bahwa penulis Matius, Markus, dan Lukas ingin menekankan aspek teofanis (penampakan ilahi) dari kebangkitan Yesus, serta peran malaikat sebagai utusan Tuhan.
Apa yang hendak disampaikan penulis Yohanes? Dengan menekankan bukti fisik kebangkitan Yesus, penulis Yohanes mungkin ingin menyampaikan beberapa hal:
- Kebangkitan Yesus adalah peristiwa nyata: Yohanes ingin menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukanlah sekadar khayalan atau penipuan, melainkan peristiwa nyata yang dapat dibuktikan dengan bukti fisik.
- Iman yang berdasarkan bukti: Yohanes mungkin ingin menekankan bahwa iman Kristen harus berdasarkan bukti dan pengalaman nyata, bukan hanya pada khayalan atau spekulasi.
- Peran Petrus dan Yohanes sebagai saksi: Dengan mencatat bahwa Petrus dan Yohanes melihat kubur kosong dan kain kafan, Yohanes mungkin ingin menekankan peran mereka sebagai saksi kebangkitan Yesus.
Selain kubur kosong, penampakan Yesus sekaligus juga membuktikan kebenaran bahwa Yesus benar-benar bangkit seperti yang disampaikannya kepada murid-muridNya. Penampakan Yesus sekaligus membungkam kebohongan Farisi yang menyatakan bahwa Yesus tidak benar bangkit, mereka menyuap penjaga kubur dan memberitakan kebohongan. Dengan hadirnya Yesus dikalangan murid dan kepada orang banyak Yesus benar-benar bangkit dan meneguhkan iman murid dan orang percaya akan kebenaran. Yesus bangkit sebagaimana disampaikan kepada murid.
3. Memahami Kebangkitan Yesus dengan mengerti kitab Suci
Yohanes 20:9 (TB) Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
Dalam menggali peristiwa kebangkitan Yesus, sebahagian ahli menitik beratkan pada penelitian tentang kain kafan. Eksplorasi ilmiah terhadap gambar Kain Kafan dimulai dengan sungguh-sungguh melalui foto-foto tahun 1898, yang secara mengejutkan mengungkap gambar tersebut sebagai negatif foto. Di dalam foto seolah ditemukan seoarng laki-laki tersalib. Pada tahun 1978, Proyek Penelitian Kain Kafan Turin (STURP) mengonfirmasi bahwa gambar tersebut tidak dibuat dengan pewarna, bahan kimia, uap, pembakaran, atau sapuan kuas. Hal ini mendorong para peneliti untuk mengeksplorasi beberapa penjelasan naturalistik, namun tidak satu pun yang sepenuhnya menjelaskan fitur unik gambar tersebut. Sehingga penelitian terhadap Kain Kafan seolah menjadi sangat penting dan suatu mistery namun masih dalam kontraversi. Namun tidak ada bukti otentik yang menjelaskan keseluruhan tentang kebangkitan Yesus. Penelitian kain kafan ini minor di kalangan Kristen.
Disinilah pentingnya pesan Injil Yohanes ini, bahwa memahami kebangkitan Tuhan Yesus haruslah didasarkan pada memahami kitab Suci. Kebangkitan Yesus adalah pemenuhan janji Allah keselamatan Allah. Jadi sejarah keselamatan Allah yang telah dituliskan di kita suci itulah yang menjelaskan kebangkitan Tuhan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah. Kristus telah bangkit dan kebangkitannya mengalahkan maut dan maut adalah musuh terakhir yang dikalahkan oleh Allah melalui kebangkitan Tuhan Yesus (1 Korint 15:26). Makna kebangkitan ini adalah paling mendasar dalam iman. Dengan tegas Paulus mengatakan jika Kristus tidak bangkit maka sia-sialah pemberitaan kami. 1 Korintus 15:14 (TB) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
Kita harus menyadari bahwa akan selalu ada godaan, baik oleh sains maupun teori-teori lain tentang kebangkitan Tuhan Yesus, namun apapun itu kita tidak dapat digoyahkan karena kebangkitan itu didasarkan pada apa yang telah difirmankan dalam kitab suci. Kebnenaran kitab suci menjadi pegangan bagi orang percaya. sains dan tehnologi adalah alat bantu untuk menopang kita beriman, bukan sebaliknya sains menggoyahkan iman.
4. Pulang ke rumah, ngapain?
Yohanes 20:10 (TB) Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.
Jika para perempuan sibuk memberitahukan kebangkitan Tuhan Yesus, Injil Yohanes mencatatkan bahwa kedua murid pulang ke rumah. Kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah Petrus dan Yohanes. Mengapa mereka pulang ke rumah? Ngapain pulang ke rumah? Mengapa mereka tidak mencari Yesus ke mana-mana, atau berusaha mencari tahu apa yang terjadi dan dimana Yesus berada kalau ia bangkit? Seolah tidak ada perasaan kehilangan pada mereka setelah kubur kosong. Kalau di jaman now jika seseorang hilang makan akan menjadi berita yang viral berita orang hilang atau berita gempoar "kubur kosong" dan segera menyebar kemana-mana. Namun disini Injil Yohanes mencatat bahwa mereka kembali ke rumah.
Menurut saya penting juga untuk kita dalami, setelah menyaksikan kubur kosong kedua murid ini pulang ke rumah. Rumah adalah tempat beristirahat bagi kita, rumah tempat berkumpul bersama keluarga, rumah tempat berlindung dan paling nyaman bagi setiap orang. Tak heran ada orang yang mengatakan rumahku adalah istanahku.
Murid-murid di sini kembali ke rumah, mereka mengambil waktu mereview kembali apa yang terjadi mulai dari pemanggilan dan mengingat kembali pengajaran, kotbah dan pelayanan Tuhan Yesus. Mereka mengingat kembali akan kebenaran yang telah Yesus sampaikan kepada mereka semasa hidupnya. Perenungan ini menjadi kekuatan bagi mereka untuk percaya kepada apa yang telah Yesus sampaikan. Dengan perenungan itulah mereka menyusun rencana apa yang harus merka lakukan.
Mereka kembali kerumah, mengingat kebersamaan, mengingat kembali apa yang Yesus perbuat bagi mereka. Rumah dimana sehari-hari murid-murid bersama dengan Yesus. Inilah yang diingatkan oleh kotbah ini. Paskah ini mengingatkan kita akan "home" kebersamaan kita, rumah sumber pengajaran dan rumah menjadi titik berangkat kita dalam merencanakan dan melaksanakan tugas-tugas pengabdian kita. Bagi saya Injil Yohanes ini mengingatkan kita di jaman now, dalam berbagai kesibukan kita di dalam berbagai aktifitas ingat pulang ke rumah untuk berdoa, mengingat nasihat dan mendoakan pekerjaan bersama anggota keluarga.
Selamat Paskah, Tuhan telah bangkit, terpujilah Dia! Amin
Salam dari kami
Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh