Minggu, 20 April 2025

HIDUP UNTUK MENCERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN TUHAN

 https://www.facebook.com/share/p/19BnSWcCZP/

Kotbah Pesta Paskah II (Kebangkitan Yesus Kristus)

Senin, 21 April 2025

Ev. Mazmur 118:13-18



*HIDUP UNTUK MENCERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN TUHAN*


Selamat Paskah Kedua! Sahabat yang baik hati, jika pada Pesta Paskah Pertama kita menyaksikan kubur kosong menjadi bukti Yesus benar-benar telah bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus memberikan kehidupan baru bagi kita. Kebangkitan Kristus menjadi harapan baru bahwa matian bukanlah akhir perjalanan kita tetapi akan ada kebangkitan setelah kematian. Kristuslah yang sulung dari kebangkitan, kita yang percaya kelak akan dibangkitkan dengan tubuh rohani dengan tubuh kemuliaan, menggantikan tubuh yang fana ini.


Kebangkitan Kristus telah mengubah kehidupan para murid dari ketakutan kepada keberanian, dari kehampaan kepada pengharapan, dari kekelaman kepada kecerahan. Inilah semangat baru bagi orang yang menerima kebangkitan Kristus.


Kotbah pada pesta paskah II ini dari Mazmur 118:13-18 menceritakan jika dunia ini menolak kita, Tuhan menyambut kita. Perbuatan Tuhanlah yang membuat kita hidup. Maka tugas kita adalah menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.


Sahabat yang baik hati, hari ini kita merayakan Paskah II. Dalam mazmur ini, penulis mengungkapkan bahwa Tuhan telah menolongnya dalam kesulitan dan memberinya kemenangan.


Kita tahu bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian dan memberikan kita kemenangan atas dosa dan maut. Namun, sebagai pengikut Kristus, kita masih menghadapi kesulitan dan tantangan dalam hidup ini. Tapi kita tidak perlu takut, karena Tuhan telah menjanjikan bahwa Ia akan selalu menyertai kita dan memberikan kita kekuatan untuk menghadapi kesulitan.


Pemazmur mengalami kesulitan yang besar, tetapi Tuhan telah menolongnya. Pemazmur mengakui bahwa Tuhan adalah kekuatannya dan keselamatannya. Hal seperti inilah yang menjadi kesaksian kita yang merayakan kebangkitan: kita mempercayai Tuhan dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya.


*1. Tuhan adalah kekuatanku*


Mazmur 118:14 (TB) TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. 


Pemazmur mengajak kita membuat flasback perjalan kehidupan, sejauh kita berjalan hingga sampai di titik hari ini, apakah semua ini karena kekuatan dan kebaikan kita? Dengan pengakuan pemazmur ini, hal yang sama kita harus mengakui dihadapan Tuhan bahwa Tuhanlah kekuatan kita. Kita minta atau tidak, Tuhan yang penuh kemurahan telah memberkati dan melindungi kita. 


Hal inilah yang harus kita sadari bahwa Tuhanlah yang melindungi dan memelihara hidup kita dalam segala keadaan. Dalam segala apa yang telah kita alami baik suka dan duka, dalam kesulitan dan kebahagiaan kita dapat mempercayai Tuhan sebagai kekuatan dan keselamatan. Itulah cinta kasih Tuhan kepada kita.


*2. Kemenangan dalam kesulitan.*


Tuhan dapat memberikan kita kemenangan dalam kesulitan jika kita mempercayai-Nya.


Peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi contoh kongkrit bagi kita. Saat Jumat Agung peristiwa mulai penangkapan di Vetsemane, persidangan Pilatus, Via Dolorosa dan Golgata, semuanya jalan kepedihan dan kekalan. Puncak kekalahan itu dengan kematian di salib. Dari kacamata murid-murid sebelum kebangkitan, semianya kekalahan, bahkan mungki. Sasaran berikutnya adalah para murid-murid. Itulah sebabnya mereka takut, mencekam dan semuanya di lingkupi keridak pastian. Namun setelah kebangkitan, ada spirit baru, spirit kemenangan, mwnang atas segala apa yang dikuatirkan. Kristus bangkit dan menang atas maut. 


Saat menjalani kesulitan, mungkin kita merasa Tuhan meninggalkan kita. Tuhan memberikan ganjaran atau hukuman yang mendidik. Namun rencanan Tuhan dibalik kesulitan bukanlah untuk membinasakan. Rencana Tuhan adalah ranangan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Saat menang dari berbagai beban pujian dan sorak-sorai akan keluar dari mulut kita.


Marilah kita baca kesaksian pemazmur ini: Mazmur 118:15-16 (TB) Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Tidak disebutkan pengalaman-pengalaman sulit mana yang disebutkan, tetapi kemungkinan besar cerita-cerita kebesaran Tuhan dalam perjalanan Israel, termasuk Daud sendiri yang menang atas Goliat, atas Saul dan berbagai persoalan dihadapinya.


Pertanyaan adalah bagaimana dengan kehidupan kita saat ini, tentu ada banyak hal yang kita kuatirkan: ancaman, tantangan, tekanan dan mungkin hal-hal yang tidak kita duga bisa terjadi. Disinilah kita diajak oleh pemazmur percaya kepada Tuhan yang akan memberikan kemenangan dalam melewati masa sulit. 


Baiklah kita kenang Marthin Luther King Jr, dalam berbagai kesulitan, rasisme dan kebencian yang mereka alami karena perbedaan warna kulit. King menyemangati dengan pidato yang sangat menggugah hati: "I have a dream." Saya kutip dalam terjemahan Bahasa Indonesia: 


Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti bangsa ini akan bangkit dan hidup berdasarkan makna sejati dari tekadnya: 'Kami adalah bukti nyata dari keyakinan bahwa: semua manusia diciptakan sama'. 


Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti di Red Hills Georgia, anak-anak mantan budak dan anak-anak mantan pemilik budak bisa duduk semeja dalam persaudaraan. 


Aku punya mimpi bahwa suatu hari nanti, bahkan di Mississippi, sebuah negara bagian yang terpanggang oleh panasnya ketidakadilan, terpanggang panasnya penindasan, akan menjelma menjadi oase bagi kebebasan dan keadilan.


Selanjutnya pengaharapan akan berakhirnya semua rasisme; kebencian karena perbedaan kulit kelak akan dilewati terkenal dengan lagu:"We shall overcome":


We shall overcome,

We shall overcome,

We shall overcome, some day.

Oh, deep in my heart,

I do believe

We shall overcome, some day.


Di dalam Tuhan kita beroleh kemenangan menghadapi kesulitan. 


*3. Memberitakan perbuatan Tuhan.*


Jika Tuhan telah memberikan kemenangan dalam hidup, selanjutnya pemazmur mengajak kita menjadi saksi. Orang-orang yang mengalami kasih karunia Tuhan swmestinya menjadi pemberita-pemberita perbuatan Tuhan. Kita harus memberitakan perbuatan Tuhan kepada orang lain dan mengucap syukur atas keselamatan yang telah diberikan-Nya kepada kita.


Jika kita baca lanjutan kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes sebelum Yesus naik ke sorga Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kabar baik. Tugas inilah yang terus dilanjutkan. Oleh orang percaya di dunia kita saat ini. Injil.harus terus iberitakan, kasih dan perbuatan Tuhan dalam.hidup.kita harus diberitakan lewat kesaksian dan welas kasih, lewat sikap dan karakter yang terpuji. Firman orang percaya hendaklah selalu menghadirkan dampak yang positip dan membangun bagi orang lain. Amen


Salam paskah, Tuhan memberkati!


dari kami:

Pdt Nekson M Simanjuntak - jabartengdiy

Sabtu, 19 April 2025

KRISTUS TELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

 Kotbah Minggu Paskah I (Kebangkitan Tuhan Yesus)

Minggu, 20 April 2025

Ev. Yohanes 20:1-10



YESUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI


Selamat Paskah! 

Sahabat yang baik hati berita kebangkitan Yesus Kristus adalah ibarat nyala sumbu api yang dinyalakan bagi murid-murid. Kebangkitan Kristus menyalakan semangat dari suasana hati yang kelam, takut, gundah dan perasaan lainnya berubah menjadi susana penuh semangat. Setiap jumpa yang satu dengan yang lain mereka menyampaikan: Surrexit Christus Alleluya!, telah bangkit Kristus haleluya. 


Kotbah pada Minggu Paskah I ini tertulis dalam Yohanes 10:1-10 tentang kubur telah kosong bukti Kristus telah bangkit. Menurut Injil Yohanes Maria Magdalena menjadi saksi pertama bahwa kubur terbuka, batu penutup telah diambil. Kemudian ia memberitahukan kepada Petrus. Maka Petruspun berlari ke kubur dan kubur telah kosong , kemuadian ia masuk ke dalam dan melihat hanya tinggal kain kapan dan kain peluh yang tergulung? Awalnya mereka mengira bahwa Tuhan telah diambil orang dari kubur. Misteri kubur kosong menjadi pertanyaan yang disuguhkan oleh Injil Yohanes dan mereka kembali ke rumah. 


Penulis Injil Yohanes tidak memiliki keterangan hanya satu fakta bahwa kubur telah kosong, di dalam hanya ada kain kafan dan kain peluh yang tertinggal. setelah murid melihat itu maka mereka perca. Agak berbeda dengan pemeritaan Injil Markus: beberapa perempuan; Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome membawa rempah di subuh hari hendak meminyaki kaki Yesus, namun telah batu telah terguling seorang muda yang memakai jubah putih memberitahukan Ia telah bangkit, dia tidak disini, Dan terkesan bahwa mereka yang melihat kubur kosong gentar dan takut (Markus 16:6, 8). Sedangkan di dalam Injil Matius saat pagi subuh Maria Magadalena dan Maria lainnya pemberitahuan kebangkitan Yesus oleh malaikat dan mereka berjumpa dengan Yesus dan memerintahkan agar mereka memberitahukan kepada murid lain agar pergi ke Galilea (Baca Mat 28:1-10). Injil Lukas justru membuat pertanyaan kepada perempuan: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Perkataan ini seolah-olah omong kosong, baru setelah Yesus menampakkan diri mereka percaya (Lukas 24:5, 11). Pemberitaan kebangkitan di dalam keempat Injil ini sama-sama mengingatkan tentang kebangkitan Yesus telah diberitahukan sebelumnya di dalam Kitab Suci, kebangkitanNya telah diberitahukan oleh Yesus sebelumnya hanya mereka belum percaya. Baru setelah mereka melihat kubur kosong mereka percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada murid dan orang banyak kemudian sebelum naik ke Sorga, Ia mengutus murid-muridNya untuk memberitakan Injil.


Dengan demikian kubur kosong menjadi bukti nyata bahwa Yesus benar-benar bangkit sebagaimana telah difirmankan. Kebangkitan itu membuktikan kebenaran Firman dan menjadi dasar murid-murid percaya. Injil Yohanes menyebutkan melihat kubur kosong membuat murid percaya. Yohanes 20:8 (TB) Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 


Baiklah kita mengambil beberapa pelajaran penting dari kotbah Paskah ini untuk kita.

 

1. Perempuan saksi kunci dalam iman Kristen


Hal pertama di Paskah ini tidak berlebihan kalau kita mengangkan peran perempuan di dalam iman Kristen. Perempuan adalah saksi-saksi kunci dalam peristiwa kebangkitan Yesus Kristus, keempat Injil sama-sama menekankannya. Mereka sahabat dekat dengan Yesus, setia mendengar pengajaran Yesus, ikut menopang pelayanan Tuhan Yesus, mengikuti Yesus memasuki Yerusalem dan pada peristiwa penyaliban Tuhan Yesus mereka terus mengikuti sampai ke Golgata. 


Peran Perempuan seperti Maria Magdalena dan Maria lainnya mencapai puncaknya pada peristiwa penting dalam kehidupan Yesus, yaitu kematian, pemakaman, dan kebangkitan-Nya. Dalam semua empat Injil, Maria Magdalena disebutkan sebagai saksi utama kejadian ini. Dalam Injil Yohanes, Maria Magdalena adalah orang pertama yang tiba di makam Yesus setelah kebangkitan-Nya. Dia melihat batu pemakaman telah digulingkan, dan setelah menemui Petrus dan murid yang dikasihi-Nya, dia kembali ke makam dan bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Yesus memerintahkannya untuk memberi kabar kepada murid-murid lainnya (Yohanes 20:11-18). Peran Maria Magdalena sebagai saksi kebangkitan Yesus menunjukkan tingkat kepercayaan dan keberanian yang luar biasa. Dalam konteks budaya pada saat itu, kesaksian seorang perempuan tidak dianggap setara dengan kesaksian seorang laki-laki. Namun, kehadiran Maria Magdalena sebagai saksi kebangkitan menunjukkan penghargaan Yesus terhadap perempuan dan penegasan bahwa mereka juga berhak menjadi saksi peristiwa penting dalam iman Kristen


Injil Yohanes ini hendak memberikan contoh iman mengikut Yesus sampai ke kubur kosong. dan merekalah yang memberitahukan kepada murid-murid. Peran perempuan mengumpulkan kembali murid-murid menyampaikan pesan agar kembali berkumpul di Galilea memulai missi sebagaimana pengutusan Tuhan Yesus. 


Selain contoh ini adalah babak baru dalam iman Kristen, peremouan menjadi pelopor dan terdepan.


Dalam tradisi Yahudi, ada beberapa catatan tentang kebiasaan mengunjungi kubur, terutama pada hari-hari tertentu seperti hari raya atau untuk memperingati kematian orang yang dicintai. Namun, tidak ada catatan spesifik tentang perempuan yang datang ke kubur untuk mengurapi jenazah dengan rempah-rempah dan minyak wangi seperti yang tercatat dalam Injil.¹ Dalam tradisi Yahudi, penguburan dan perawatan jenazah biasanya dilakukan oleh keluarga laki-laki atau oleh kelompok yang disebut "hevra kadisha" (kelompok suci). Perempuan mungkin tidak memiliki peran utama dalam penguburan atau perawatan jenazah dalam tradisi Yahudi pada zaman itu.


Namun, Injil mencatat bahwa perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus, seperti Maria Magdalena dan lainnya, memiliki peran penting dalam perawatan dan penguburan Yesus. Mereka datang ke kubur untuk mengurapi jenazah Yesus dengan rempah-rempah dan minyak wangi, menunjukkan kasih dan penghormatan mereka kepada-Nya.


Dalam konteks ini, tindakan perempuan-perempuan yang datang ke kubur Yesus dapat dilihat sebagai contoh kasih dan pengabdian mereka kepada Yesus, serta kesediaan mereka untuk melayani-Nya bahkan setelah kematian-Nya.


2. Kubur Kosong dan peneguhan murid-murid


Yohanes 20:8 (TB) Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 


Jika kita baca keempat Injil, Injil Yohaneslah yang memberitakan lebih banyak pelayanan Yesus telah kebangkitan. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena, kepada orang banyak, jamuan makan di pantai Tiberias dll. 

Ini berarti di dalam Injil Yohanes ada hubungan penampakan Yesus dengan peneguhan iman orang percaya. Peristiwa Yesus menampakkan diri kepada murid adalah penguatan kepada murid yang ragu-ragu. Sebenarnya menerka mengetahui tentang Yesus namun tak percaya terhadap Yesus. Penampakan Yesus kepada murid menjadi penting membimbing yang ragu-ragu menjadi berpendirian yang kokoh, yang samarsamar menjadi jelas dan yang takut menjadi berani. Yesus menampakkan diri pada murid adalah bagian dari penguatan komitment awal mereka mengikut Yesus. 


Penekanan Yohanes pada kubur kosong dan kain kafan. Dalam Injil Yohanes, catatan tentang kubur kosong lebih menekankan pada bukti fisik kebangkitan Yesus. Yohanes mencatat bahwa Petrus dan Yohanes melihat kubur kosong dan kain kafan yang terlipat rapi (Yohanes 20:6-7). Ini mungkin menunjukkan bahwa penulis Yohanes ingin menekankan bahwa kebangkitan Yesus bukanlah sekadar khayalan atau penipuan, melainkan peristiwa nyata yang dapat dibuktikan dengan bukti fisik.


Sedangkan di Matius, Markus, dan Lukas mencatat bahwa perempuan-perempuan yang datang ke kubur melihat malaikat yang memberitakan kebangkitan Yesus. Dalam catatan Lukas, Yesus sendiri juga muncul kepada perempuan-perempuan tersebut. Perbedaan ini mungkin menunjukkan bahwa penulis Matius, Markus, dan Lukas ingin menekankan aspek teofanis (penampakan ilahi) dari kebangkitan Yesus, serta peran malaikat sebagai utusan Tuhan.


Apa yang hendak disampaikan penulis Yohanes? Dengan menekankan bukti fisik kebangkitan Yesus, penulis Yohanes mungkin ingin menyampaikan beberapa hal:


- Kebangkitan Yesus adalah peristiwa nyata: Yohanes ingin menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukanlah sekadar khayalan atau penipuan, melainkan peristiwa nyata yang dapat dibuktikan dengan bukti fisik.

 - Iman yang berdasarkan bukti: Yohanes mungkin ingin menekankan bahwa iman Kristen harus berdasarkan bukti dan pengalaman nyata, bukan hanya pada khayalan atau spekulasi.

 - Peran Petrus dan Yohanes sebagai saksi: Dengan mencatat bahwa Petrus dan Yohanes melihat kubur kosong dan kain kafan, Yohanes mungkin ingin menekankan peran mereka sebagai saksi kebangkitan Yesus.


Selain kubur kosong, penampakan Yesus sekaligus juga membuktikan kebenaran bahwa Yesus benar-benar bangkit seperti yang disampaikannya kepada murid-muridNya. Penampakan Yesus sekaligus membungkam kebohongan Farisi yang menyatakan bahwa Yesus tidak benar bangkit, mereka menyuap penjaga kubur dan memberitakan kebohongan. Dengan hadirnya Yesus dikalangan murid dan kepada orang banyak Yesus benar-benar bangkit dan meneguhkan iman murid dan orang percaya akan kebenaran. Yesus bangkit sebagaimana disampaikan kepada murid.


3. Memahami Kebangkitan Yesus dengan mengerti kitab Suci


Yohanes 20:9 (TB) Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.


Dalam menggali peristiwa kebangkitan Yesus, sebahagian ahli menitik beratkan pada penelitian tentang kain kafan. Eksplorasi ilmiah terhadap gambar Kain Kafan dimulai dengan sungguh-sungguh melalui foto-foto tahun 1898, yang secara mengejutkan mengungkap gambar tersebut sebagai negatif foto. Di dalam foto seolah ditemukan seoarng laki-laki tersalib. Pada tahun 1978, Proyek Penelitian Kain Kafan Turin (STURP) mengonfirmasi bahwa gambar tersebut tidak dibuat dengan pewarna, bahan kimia, uap, pembakaran, atau sapuan kuas. Hal ini mendorong para peneliti untuk mengeksplorasi beberapa penjelasan naturalistik, namun tidak satu pun yang sepenuhnya menjelaskan fitur unik gambar tersebut. Sehingga penelitian terhadap Kain Kafan seolah menjadi sangat penting dan suatu mistery namun masih dalam kontraversi. Namun tidak ada bukti otentik yang menjelaskan keseluruhan tentang kebangkitan Yesus. Penelitian kain kafan ini minor di kalangan Kristen. 


Disinilah pentingnya pesan Injil Yohanes ini, bahwa memahami kebangkitan Tuhan Yesus haruslah didasarkan pada memahami kitab Suci. Kebangkitan Yesus adalah pemenuhan janji Allah keselamatan Allah. Jadi sejarah keselamatan Allah yang telah dituliskan di kita suci itulah yang menjelaskan kebangkitan Tuhan Yesus sebagai pemenuhan janji Allah. Kristus telah bangkit dan kebangkitannya mengalahkan maut dan maut adalah musuh terakhir yang dikalahkan oleh Allah melalui kebangkitan Tuhan Yesus (1 Korint 15:26). Makna kebangkitan ini adalah paling mendasar dalam iman. Dengan tegas Paulus mengatakan jika Kristus tidak bangkit maka sia-sialah pemberitaan kami. 1 Korintus 15:14 (TB) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.


Kita harus menyadari bahwa akan selalu ada godaan, baik oleh sains maupun teori-teori lain tentang kebangkitan Tuhan Yesus, namun apapun itu kita tidak dapat digoyahkan karena kebangkitan itu didasarkan pada apa yang telah difirmankan dalam kitab suci. Kebnenaran kitab suci menjadi pegangan bagi orang percaya. sains dan tehnologi adalah alat bantu untuk menopang kita beriman, bukan sebaliknya sains menggoyahkan iman. 


4. Pulang ke rumah, ngapain? 


Yohanes 20:10 (TB) Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. 


Jika para perempuan sibuk memberitahukan kebangkitan Tuhan Yesus, Injil Yohanes mencatatkan bahwa kedua murid pulang ke rumah. Kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah Petrus dan Yohanes. Mengapa mereka pulang ke rumah? Ngapain pulang ke rumah? Mengapa mereka tidak mencari Yesus ke mana-mana, atau berusaha mencari tahu apa yang terjadi dan dimana Yesus berada kalau ia bangkit? Seolah tidak ada perasaan kehilangan pada mereka setelah kubur kosong. Kalau di jaman now jika seseorang hilang makan akan menjadi berita yang viral berita orang hilang atau berita gempoar "kubur kosong" dan segera menyebar kemana-mana. Namun disini Injil Yohanes mencatat bahwa mereka kembali ke rumah. 


Menurut saya penting juga untuk kita dalami, setelah menyaksikan kubur kosong kedua murid ini pulang ke rumah. Rumah adalah tempat beristirahat bagi kita, rumah tempat berkumpul bersama keluarga, rumah tempat berlindung dan paling nyaman bagi setiap orang. Tak heran ada orang yang mengatakan rumahku adalah istanahku. 


Murid-murid di sini kembali ke rumah, mereka mengambil waktu mereview kembali apa yang terjadi mulai dari pemanggilan dan mengingat kembali pengajaran, kotbah dan pelayanan Tuhan Yesus. Mereka mengingat kembali akan kebenaran yang telah Yesus sampaikan kepada mereka semasa hidupnya. Perenungan ini menjadi kekuatan bagi mereka untuk percaya kepada apa yang telah Yesus sampaikan. Dengan perenungan itulah mereka menyusun rencana apa yang harus merka lakukan. 


Mereka kembali kerumah, mengingat kebersamaan, mengingat kembali apa yang Yesus perbuat bagi mereka. Rumah dimana sehari-hari murid-murid bersama dengan Yesus. Inilah yang diingatkan oleh kotbah ini. Paskah ini mengingatkan kita akan "home" kebersamaan kita, rumah sumber pengajaran dan rumah menjadi titik berangkat kita dalam merencanakan dan melaksanakan tugas-tugas pengabdian kita. Bagi saya Injil Yohanes ini mengingatkan kita di jaman now, dalam berbagai kesibukan kita di dalam berbagai aktifitas ingat pulang ke rumah untuk berdoa, mengingat nasihat dan mendoakan pekerjaan bersama anggota keluarga. 


Selamat Paskah, Tuhan telah bangkit, terpujilah Dia! Amin


Salam dari kami

Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh 


Kamis, 17 April 2025

YESUS KRISTUS MENYERAHKAN NYAWANYA

 Kotbah Jumat Agung Peringatan Kematian Tuhan Yesus

Jumat, 20 April 2025

Ev. Markus 15:33-41




YESUS MENYERAHKAN NYAWANYA


Salam Jumat Agung! Sahabat yang baik hati, Jumat Agung adalah peristiwa agung yang harus kita hanyati sepenuh hatl. Allah mengasihi manusia dengan kasih yang agung melalui pengorbanan Yesus Kristus mati sebagai korban pendamaian. Peristiwa salib adalah tindakan penyelamatan Allah bagi manusia. Manusia seharusnya bertanggung jawab atas dosa dan pelanggarannya dan harus menjalani hukuman mati, namun Kristus menggantikan manusia agar tidak binasa. Jauh sebelum peristiwa Salib ini nabi Yesaya telah menyampaikan nubuatan (Yesaya 53:4-5 (TB): Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 


Nas Kotbah pada Jumat Agung ini dikutip dari Evangelium Markus 15:33-46. Penulis Injil Markus menyebutkan waktu dan peristiwa, lamanya dan dampak dari peristiwa itu. Ini hendak menyampaikan suatu peristiwa sejarah dan tercatat, ada saksi mata dan pelaku pada peristiwa itu. Catatan Injil Markus ini hendak menyampaikan bahwa peristiwa salib adalah suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, kisah salib bukan mitos atau cerita tetapi kejadian nyata di mana Yesus mati di ayu salib. Pada peristiwa itu dterjadi sekitar jam 12 , kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan kejadian itu selam tiga jam. Keterangan waktu dan peristiwa inilah terjadi dalam sejarah,; Allah menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa dan pelanggaran.  


Kemudian dalam catatan Injil Markus dalam ayat 38, setelah Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya: "tabir Bait Allah terbelah dua dari atas sampai ke bawah." Peristiwa penting ini sangat perlu dipahami, dimana ruang yang memisahkan ruang yang Maha Kudus dengan ruang kudus di dalam Bait Allah tidak ada lagi yang membatasi. Peristiwa ini sangat penting, karena pemahaman Yahudi orang yang masuk ke ruang maha kudus membakar korban penghapusan dosa hanya dilakukan imam besar. Dengan terbelahnya tirai korban keselamatan di dalam Yesus Kristus itu bermakna penting korban penghapusan dosa telah digenapi. Yesus Kristuslah korban penghapusan dosa sekali untuk selama-lamanya. Penghapusan dosa bukanlah dari korban penghapusan dosa sebagaimana ditetapkan dalam Taurat Musa, tetapi keselamatan itu ada hanya di dalam Yesus Kristus.  


Banyak pesan yang sangat berharga dalam peristwiwa salib, sekarang bagaimana kita menghayati peristiwa Jumat Agung ini menurut nas kotbah sebagaimana tertulis dalam evangaleium ini. 


1. Mengapa Engkau meninggalkan aku?


Markus 15:34 (TB) : "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 


Di beberapa film yang telah kita kenal di jaman modern ini merekontruksi peristiwa kematian Tuhan Yesus kita selalu terharu dan sedih, berontak dan tidak berterima atas perlakuan kekerasan dan kekejaman terhadap Yesus. Apalagi peran di dalam film The Passion of Christ yang sangat terkenal: kekerasan dan kesemena-menaan manusia kepada Yesus sungguh suatu perbuatan yang tidak dapat kita terima. Kekerasan, kekejaman dan kebengisan manusialah yang menyebabkan kematian Tuhan Yesus. Dalam semua itu Yesus tidak mebalas, namun menjalaninya, Yesus tidak mengutuki mereka tetapi mengampuni mereka dengan berkata: Ya Bapa Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. 


Sakit dan kepedihan yang mendalam saat disalibkan, tiada orang yang mendampingi dan memberi emphaty semuanya telah meninggalkan dia. Hanya perempuan yang mengikuti dari jauh. Pertanyaan dimanakah orang banyak yang telah disembuhkan, yang menerima pelayanan dan pengajaran Yesus semuanya tidak tampak. Kalaupun ada orang banyak, semuanya adalah orang-orang ganas yang melampiaskan amarah dan kebencian. Yesus sendirian menjalani semua penderitaan ini. Disinilah Yesus berdoa: Eloi, eloi lama sabahktani" artinya: Allahku, Allahku, mengapa engkau meninggalkan Aku? 


Kutipan perkataan ini adalah Doa orang saleh yang tertulis dalam Mazmur 22:2 saat menghadapi pergumulan yang berat. Yesus menyampaikan ini bukan suatu keluhan tetapi merupakan doa permohonan saat menghadapi pergumulan yang berat. Doa ini juga sebagai doa penyerahan diri kepada Tuhan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Yesus di Getsemane: Markus 14:36 (TB) Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."


Begitu banyak penderitaan dan sakit yang dialami Yesus namun tak satupun murid-muridnya yang hadir untuk mendengar keluh dan peluh. Yesus ditinggal sendirian oleh murid dan orang-orang yang telah melihat mujizat dan pelayanan yang telah dilakukan Yesus. Sudah begitu banyak orang yang disembuhkan, dimana semua itu. Jika kita bawa ke dalam diri kita, saat kita sehat kita aktif memotivasi orang dan banyak hal yang kita lakukan menolong orang yang berkesusahan. Tapi saat kita mengalami masalah semuanya menjauh dan tak ada yang orang tempat curahan keluh di hati. Sungguh pedih bukan?  


Elloi Eloi Lama Sabakhtanei, seruan ini menegaskan bahwa sekalipun manusia dan orang terdekat dengan kita emeninggalkan kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah senantiasa mendampingi, menyertai dan mengawal kehidupan orang-orang yang dikasihiNya. Tetapi kita diajari untuk menerima kehendak Allah. sebagaimana doa Tuhan Yesus di Getsemane; bukan kehendakKu, kehendakMu jadilah! Maka tugas kita selanjutnya adalah setiap peristiwa yang terjadi, kita harus percaya Tuhan tidak meninggalkan kita tetapi marilah pautkan peristiwa yang terjadi menemukan kehendak Allah. 


2. Mengapa menyuguhkan anggur asam?  


Banyak orang yang telah menerima kebaikan dan pelayanan Yesus. Yesus hadir sebagai pelayan, menyembuhkan penyakit, melakukan mujizat yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, yang tuli mendengar bahkan orang mati dibangkitkan. Yesus memberi makan lima ribu orang dan perbuatan lainnya. Yesus mengajar dan memberikan pencerahan bagi banyak orang. Yesus juga berkotbah dan melayani umat Allah. Kemana Yesus pergi kesitu orang banyak berdunyun-dunyun rindu akan pelayanan dan sentuhan kasihNya. 


Namun, saat Yesus menghadapi peristiwa salib apa yang diterimanya, semua orang yang menerima kebaikan darinya semuanya tidak tampak. Orang datang hanya untuk melampiaskan kemarahan dan kebencian. Saat haus tidak ada orang yang memberinya minum. Justru anggur asam yang disuguhkan kepada Tuhan Yesus. Kenapa harus anggur asam, apa tidak ada air yang dapat disuguhkan bagi Yesus yang Maha Baik? Memang ada catatan, semacam kebiasaan bagi orang yang dihukum salib seperti itu diberi semacam anggur asam beralkohol mengurangi rasa sakit Yesus tidak membutuhkan anggur asam, sehingga di tidak meminumnya.

Orang-orang yang telah menerima kebaikan itu diam dan tidak daoat melakukan apapun. Tegapi orang-orang kejam dengan suara keras dan songon berlaku semenamena. Saya jadi ingat ungkapan ini: kebaikan yang tidak diorganisir akan kalah terhadap kejahatan yang terencana. 


Sahabat yang baik hati? Peristiwa ini mengajak kita merenungkan tindakan dan sikap sosial kita? Yesus yang penuh kasih dan melayani orang banyak kenapa haurus membalaskan nya dengan anggur asam? Dimana pengantin keluarga Pegantin di Kana dan orang-orang yang menikmati anggur terbaik? 


Sikap sosial orang percaya harus tetap melayani dan memberikan buah-buah yang baik bagi semua orang. Hasilkan dan suguhkanlah anggur yang manis yang membuat orang tersenyum dan bahagia. Yesus telah menerima segala yang pahit agar kita beroleh keselamatan. Kita hidup oleh karena pengorbanan Kristus, maka salib Kristus mengundang kita untuk menyuguhkan buah-buah yang manis. Kita harus mendeklarasikan hari ini yang menyaksikan pengorbanan Yesus Kristus di kayu saleb, jangan sekalukali memberikan anggur yang asam, buah yang asam tetapi hasilkan buah yang manis yang membuat orang tersenyum manis. 


3. Kesaksian kepala prajurit: sungguh, orang ini adalah Anak Allah


Markus 15:39 (TB) Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"


Injil Markus menunjukkan ada kesaksian dari seraang kepala pasukan Prajurit yang bertugas mengeksekusi Yesus. Kepala pasukan ini menyaksikan sendiri fenomena alam: kegelapan melingkupi daerah itu selama 3 jam. Kesaksiannya sangat penting, khususnya setelah kebangkitan Tuhan Yesus, dia adalah saksi kunci kematian Yesus di kayu salib tanpa diremukkan sebagaimana umumnya penjahat yang dihukum mati di kayu karena sebelum Sabath mereka sudah harus dikuburkan. Orang yang bertanggung jawab membuat laporan tentang kematian Yesus benar-benar saksi mata. Setelah kbangkitan banyak issu bohong yang ditebar oleh Farisi agar tidak percaya atas kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. 

Yohanes 19:33-35 (TB) tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Dengan kesaksian kepala pasuka. yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 


Yesus menyerahkan nyawanya dan semua missiNya selesai untuk pendamaian Manusia dengan Allah. Dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib manusia diperdamaikan dengan Allah. Supaya kita percaya Yesus adalah Anak Allah yang diutus untuk menebus manusia dari dosa dan maut. Yesus adalah Anak Allah pemenuhan janji keselamatan bagi umat manusia. 


Siapakah Yesus menurut kesaksian di jaman now? seorang kepala pasukan yang mengeksekusi Tuhan Yesus bersaksi, Yesus adalah Anak Allah. Bagaimana dengan kita? Siapakah Tuhan Yesus dalam kehidupan kita: Mari saksikan Yesus adalah Mesias Anak Allah, Penyelamat, Pendamai, Penoling dan Pemberi kehidupan bagi kita. Salib Kristuslah sumber kehidupan kita. 


4. Janganlah jauh-jauh tetapi mendekatlah pada kaki salib!


Injil Markus mencatat bahwa perempuan-perempuan melihat dari jauh. Apa yang menarik disini, Injil Markus hendak mencatat bahwa perempuan yang mengasihi Yesus berani untuk mengikuti Yesus sekalipun tidak didepan atau dilihat orang tetapi mereka tetap mengikuti jejak kaki Tuhan Yesus sampai ke Golgata. Mereka melihat dari jauh bukan suatu kekutan, tetapi suatu keberanian. Sekalipun ada resiko bagi mereka pengikut Yesus namun tetapi mengikutinya dari jauh. Berbeda dengan para murid yang telah pergi entah kemana. Mungkin bersembunyi, mungkin menyesal dan menangis seperti Petrus atau mungkin seperti Yudas yang mengakhiri hidupnya karena menyesal. Mengakhiri hidup tidaklah jalan menunjukkan penyesalan. Penyesalan harus diperbaiki dengan perubahan sikap. 


Bagaimana kita merefleksikan keberanian para perempuan ini melihat dari jauh peristiwa salib? Mungkin di konteks kita sekarang ini sudah harus semakin dekat, dekat pada kaki Yesus yang tergantung di kayu salib. Salib bukanlah hukuman tetapi jalan keselamatan yang ditetapkan oleh Allah. Peristiwa salib bukanlah sesuatu yang dijauhi atau dihindari, tetapi kita harus datang semakin dekat ke kayu salib Yesus. Karena itu kita harus semakin mendekat sebagaimana syair nyanyian BE 449: Sai solhot tu silangMi


Sai solhot tu silangMi, Jesus ingananku.

Mual na mabaor disi, i ma inumonku

SilangMi, Tuhanki i ma pujionku,

Paima sogot sahat au, i endehononku,


Lao ma au tu silangMi, i haporusanku.

Sai asi ma rohaMi unang tulak ahu. SilangMi…………..


Dekat ke kaki salib, berarti dekat dengan sumber kehidupan dan sumber keselamatan. 

Sahabat yang baik hati! Marilah kita semakin mendekat ke Salib Kristus di jaman now. Ada banyak tantangan yang kita hadapi: masalah ekonomi, tantangan mengelola masa depan anak, dan kehidupan keseharian kita yang terus berjuang dan berjerih. Apakah kekuatan kita menghadapi semua ini? Memandang Kristus yang disalibkan adalah memandang masa depan dan harapan orang percaya. Dekat dengan kaki salib berarti kita memeluk dan merangkul sumber kehidupan itu sendiri. Mendekatlah pada kaki salib memohon pengasihan Allah, Dia menunggu kita. Amin


Selamat Jumat Agung

TUHAN memberkati kita semua


Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh

Praeses D.18 Jabartengdiy



Sabtu, 12 April 2025

MENYANYIKAN ALLAH ITU RAJA

 Kotbah Minggu PALMARUM

Minggu, 13 April 2025

Ev. Mazmur 68:25-36




MENYANYIKAN ALLAH ITU RAJA


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kita telah memasuki Minggu Palmarum mengingatkan kita peristiwa Yesus memasuki Yerusalem. Pada saat itu orang banyak mengeku-elukan dan menyambut Yesus, menyanyikan Hosanna dan meletakkan palma atau maremare dan daun-daun hijau di sepanjang jalan. Mereka bersuka cita bersoraksorai menyambut Yesus memasuki Yerusalem. Harapan mereka Yesus akan memenuhi harapan mereka untuk memenuhi janji Allah. Namun orang banyak keliru memahami kehadiran Yesus. 


Di satu sisi umat Allah mengelu-elukan Yesus, berharap Yesus naik tahta untuk menghimpun kaum Yahudi agar merdeka dari penjajahan Romawi, namun Yesus tidak naik kuda tetapi naik keledai, Tuhan tidak memimpin pasukan perang melawan tetara Romawi melainkan menghimpun unat Allah untuk menghadap Tuhan. Bukan persng tetapi perdamaian. Keselamatan yang dibawa Yesus bukanlah keselamatan politis tetapi keselamatan yang hakiki bebas dari dosa dan maut melalui pengorbanannya di Salib. Yesus adalah kuban keselamatan, kurban penghapusan dosa yang ditetapkan Allah untuk menyelamatkan manusia. 


Sahabat yang baik hati! Kotbah di Minggu Palmarum ini mengajak memuji dan memuliakan Tuhan di tempat yang Maha Kudus. Allah adalah raja yang menang atas segala bangsa.


Mazmur pasal 68 ini dimulai seperti seruan Musa dalam Bilangan 10:35 saat bangsa Israel mengikuti Tabut Perjanjian. Ini pasti mengingatkan pada masa ketika Daud memimpin suatu prosesi penuh sukacita dan membawa Tabut tersebut dari rumah Obed-Edom ke Yerusalem. Dengan sorakan pujian dan bunyi sangkakala, Daud dan rakyatnya membawa Tabut suci itu menuju Gunung Sion. Itulah waktu untuk menyanyikan pujian bagi Tuhan yang kehadiran-Nya mendatangkan sukacita besar. Hanya di dalam Allah ada pengharapan. Daud memuji Allah atas perlindungan dan pemeliharaanNya. Ketika kita melihat keagungan sesungghnya dari Allah, respon kita tentulah memuji Dia. Ini adalah nyanyian iman karena banyak dari kebaikan ini belum terjadi pada zaman Daud. 


Sekarang baiklah kita mempelajari pokok penting dari kotbah ini:


1. Arak-arakan memuliakan Tuhan

Mazmur ini merupakan nyanyian iman kita suatu arak-arakan memuliakan Allah, Allah itu adalah Raja yang menang dan raja yang mengatasi segala bangsa. Negara adikuasa tahkluk dan tunduk kepadaNya. Tidak ada bangsa manapun yang tidak di dalam.kekuasaanNya.


Memazmurkan dan memuliakan Allah adalah raja seluruh umat harus datsng kehadaritNya, berarak-arakan memuji dimulai dari imam, penyanyi, pemusik, raja-raja dan pemimpin suku-suku Israel. Semua unsur-unsur ini disebutkan oleh Mazmur 68 sebagai catatan penting, mari seluruhnya tanpa terkecuali ikut menghadap hadirat Tuhan, memulikan dan memberikan hormat dan segala oujian kepadaNya. Biarlah Allah yang diouji dan disembah selama-lamaNya. 


Memuji Allah memuliakan Allah secara konsisten inilah undangan bagi kita. Jangan seperti peristiwa Palmarum, seluruh umat bersoraksorai menyambut Yssus dan meletakkan Palma dan kain hijau dijalan, namun saat mereka harapan mereka tidak sesuai berbalik dan berkata: salibkan Dia, salibkan Dia.


Disini kita diajak untuk melakukan refleksi kemanusiaan (kedagingan) kita, senang dan bahagia, memuji dan menyanjung orang saat berharap bisa memenuhi harapannya, apabila harapannya tidak ditemukan maka akan kecewa, berubah dan berbalik memusuhi dan menghianati. 


2. Allah di tempat Maha Kudus


Hal kedua yang sangat penting kita perhatikan di dalam Kotbah ini adalah, peran bait Allah. Dalam Mazmur 68 Allah hadir di tempat yang Maha Kudus. 

Dalam tradisi Yahudi, hanya Imam Besarlah yang boleh masuk ke ruang Maha Kudus sekali dalam 7 kali 7 Tahun Sabbath. Imam Besar akan mempersembahkan korban penghapusan dosa dan menyatakan pembebasan, lebih tepatnta Tahun Yobel. Di Tahun Yobel merakan kebebasan, bebas dari hutang, tanah yang tergadai akan kembali ke pemiliknya, saudara yang menjadi budak akan dibebaskan menjadi merdeka. 


Dalam kotbah ini Allah dipuji dan dimuliakan di ruang yang Maha Kudus, menjelaskan kepada kita akan tindakan Allah yang melakukan penebusan dan pembebasan umatNya. 


Pujian dan sorak-sorai yang disampaikan umat adalah bahagian dari sukacita atas tindakan penyelamatan Allah. Inilah yang harus kita syukuri dan kita maknai di Minggu Palmarum ini. Yesus datsng ke Yerusalem he dak memenuhi janji keselamatan Allah dengan oengorbananNya di kayu salib. Yesus adalah imam besar dan sekaligus sebagai korban keselamatan sekali untuk selama-lamanya. 


Dalam Mazmur 68 ini juga memuat tanggung jawab raja dan pemimpin-pemimpin terhadap Bait Allah. Disebutkan dalam Mazmur 68:29 (TB) (68-30) Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu. 

Hal ini mengingatkan kita memuji Tuhan diikuti dengan syukur melalui persembahan. 


3. Memohon perlindungan dari ancaman bangsa asing.


Mazmur 68:30-31 (TB) (68-31) Hardiklah binatang-binatang di teberau, kawanan orang-orang kuat, penguasa-penguasa bangsa-bangsa! Injaklah mereka yang mengejar perak; serakkanlah bangsa-bangsa yang suka berperang! (68-32) Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah. 


Diaimi pemazmur memohon perlindungan dari tantangan bangsa-bangsa asing. Dalam ayat 30-31 ini pemazmur menyebutkan ancaman dari bangsa-bangsa sekitar. Binatang tiberau yang suka mengejar perak dan bangsa-bangsa yang suka bertengkar, dan sepsigim Mssir dan Kus. Disini pemazmur menyebutkan bangsa-bangsa asing yang akan mengancam keberadaan umaat Allah. Pemazmur memohon perlindungan dan biarlah mereka tahkluk.


Dalam PL kita perhatikan pada masa-masa tertentu ada kejayaan satu bangsa yang menahlukkan bangsa-bangsa sekitar, namun kejayaan mereka terbatas kemudiab ditahlukkan oleh bangsa asing dan seluruh daerah kekuasaannya ditahlukkan oleh bangsa yang menang perang. Demikianlah bangsa-bangsa adikuasa menguasai dan menahklukkan bangsa sekitar. Muncullah seperti Mesir, Babelonia, Asyur, Persia, Romawi dll. Demikianlah bangsa-bangsa muncul sebagai penguasa yang menahlukkan bangsa-bangsa namun kejayaan mereka terbatas. Negara-negara yang disebutkan disini kelak akan tahluk dan datang mencari Tuhan di tempat yang Maha Tinggi. Mesir dan Kus, bangsa bangsa lain yang berkeinginan menjadi adikuasa akan sujud dan datang ke Bait Allah yang Maha Kudus.


Sahabat yang baik hati, dari kotbah Minggu ini, kita harus terus memercayai Allah karena pada saatnya, Dia akan memenuhi janji. Allah membebaskan umatNya dan menghancurkan para musuh-Nya. Keselamatan adalah bebas dari dosa dan maut. Orang-orang yang menolak untuk datang kepada Allah akan binasa oleh dosa dan maut. Mereka akan terperangkap oleh dosa yang mereka cintai dan dibinasakan oleh maut yang mereka takuti. Betapa akan jauh lebih baik keadaannya orang-orang yang mengasihi Allah dan takut pada konsekuensi dosa. Ketika kita memikirkan segala sesuatu yang telah Allah perbuat bagi kita, seharusnya kita merasa kagum dan berlutut di hadapan Tuhan di dalam bait-Nya. Alam di sekeliling kita banyak bukti menunjukkan keajaiban kuasa Allah. Kuasa-Nya yang tak terbatas dan keagungan-Nya yang tak terkatakan membuat kita gentar di hadapan hadirat Allah. Betapa beruntungnya kita karena Allah memelihara kita. 


Mengingat pemeliharan dan pekerjaan Allah dalam kehidupan ini sebagaimana disaksikan oleh perjalanan umat Israel, seharusnyalah kita selalu rindu berada dalam persekutuan, berada dalam ruang lingkup Jemaah Allah. Apa yang hendaknya kita lakukan ketika kita merasakan berada dalam Jemaah Allah? Tentunya yang kita bicarakan adalah hal-hal yang dikerjakan Allah bagi kita. Tidaklah hanya hal besar dan luar biasa kemudian kita mau menyaksikannya atau memperkatakannya, hal yang biasa-biasa kita alami setiap hari merupakan adalah cara Tuhan memberkati, menyertai dan memelihara kehidupan kita. Jika kita merasa kesepian, atau dalam keadaan tidak nyaman, bergabunglah dengan sesama umat Allah dalam persekutuan dan dalam pujian. Kemudian temukanlah sukacita besar dalam mengasihi dan memuji Allah. Amin


Salam Palmarum

Pdt Nekson M Simanjuntak




Sabtu, 05 April 2025

DOSAMU TELAH DIAMPUNI

 KOTBAH MINGGU JUDIKA

Minggu, 6 April 2025

Ev. Lukas 7:41-50



DOSAMU TELAH DIAMPUNI


Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati, kotbah Minggu ini dinamai: Judika - berilah keadilan kepadaku. Ibarat seorang yang berperkara meminta keadilan kepada Tuhan karena Tuhan afalah harapan satu-satunya yang dapat memberikan keadilan. Makna Minggu judika ini sekaligus membawa kita kepada pemahaman akan esensi manusia di hadapan Allah. Manusia mencari keadilan di hadapan Allah sekaligus disadarkan akan dosa dan pelanggarannya. Apakah manusia dapat benar di hadapan Allah? Jika dipertimbangkan dari perbuatannya maka tak seorang pun benar di hadapan Allah, karena semua telah berdosa. Saat kita mencari keadilan di hadapan Allah, justru kita diarahkan kepada suatu pengakuan dosa dan memohon pengampunan. Allah membenarkan kita bukan karena kita benar, tetapi Tuhan menghendaki kita selamat. Dosa dan pelanggaran kita dihapuskan melalui pengorbanan Yesus Kristus. 


Sahabat yang baik hati! Memahami makna pengampunan dan keselamatan ini, kita diajak untuk merenungkan perikop kotbah minggu ini. Yesus mengajarkan suatu pemahaman baru kepada setiap saksi mata atas pengampunan Yesus. Yesus diajak seorang Farisi bernama Simon ke rumahnya, namun dalam kesempatan itu seorang perempuan yang dianggap paling berdosa datang menangis, sujud dan mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak. Kejadian semacam ini tentu agak janggal, apakah ini jebakan kaum Farisi kepada Yesus? Yesus bersahabat dengan perempuan pendosa tersebut, mengasihi dan mengampuninya. Yesus bersahabat dengan Farisi sekalioun Yesus sangat berbeda tajam dengan kaum Farisi. 


Penulis Injil Lukas tidak menjelaskannya apakah in siasat Farisi atau peristiwa yang spontan terjadi. Kalaupun ini suatu jebakan atau karena spontan saja namun moment ini menjadi penting di mana Yesus memberikan pengajaran tentang pengampunan dan keselamatan. Yesus memuji perbuatan perempuan tersebut dan dihadapan Farisi, Murid dan orang yang menyaksikan kejadian tersebut Yesus menghadirkan pengampunan dan keselamatan. Orang berdosa diampuni, karena itu jangan memandang rendah orang berdosa seperti pemikiran picik kaum Farisi. Mereka menerima kemurahan dan pengampunan. Simon sebagai orang Farisi lalai, dia tidak membasuh kaki Yesus dengan air seperti tata krama dalam Yahudi umumnya, namun perempuan itu telah menyeka kaki Yesus dengan air matanya. 


Yesus memanggil Simon dan memberikan pertanyaan. Lukas 7:41-43 (TB) "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.

Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"

Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."


Kotbah ini tidak mau mengajak kita siapa yang paling besar dosanya, tetapi mengajak kita.merespon tindakan Allah. Semua menjadi orang-orang yang bersyukur karena telah menerima keselamatan dari Yesus Kristus. Kita telah dibenarkan bukan karena kebenaran kita atau karena perbuatan baik kita dihadapan Tuhan, tetapi karena kasih Allah, kita dibenarkan di dalam Yesus Kristus. 


Sekarang, marilah kita memetik beberapa pelajaran dalam hidup kita. 


1. Mengajarkan kasih dalam setiap kesempatan.


Konteks perikop kotbah minggu ini adalah Yesus diundang ke rumah seorang Farisi. Di kalangan Yahudi, Farisi adalah seorang yang menganggap diri paling saleh dan paling benar melakukan hukum Taurat. Sebagaimana kita tahu bahwa Farisi sangat bertentangan dengan pengajaran Yesus tentang berbagai hal bahkan berululang kali kaum Farisi hanya melihat kekurangan dan menjebak Yesus dengan pertanyaan yang dilemmatis serta mencari celah untuk mempersalahkan Yesus. Dalam catatan Injil Yesus tetap memberikan pengajaran yang tidak dapat dipersalahkan oleh kaum Farisi dan kelompok lainnya (Sadusi, ataupun Herodian) namun Yesus dalam setiap kesempatan selalu meberikan pelajaran, meluruskan pemahaman yang keliru di kalangan Yahudi. Yesus mengajarkan Allah yang murah hati, penuh kasih dan pengampunan. Sedangkan kaum Farisi mengajarkan kebenaran Taurat dan setiap orang yang melanggarnya dinyatakan pendosa. 


Di satu sisi ada pertanyaan, kenapa bisa datang seorang perempuan pendosa dan secara bebas menyeka kaki Yesus dengan rambutnya dan dengan minyak wangi yang sangat mahal serta mencium kakiNya. Dan tuan rumah nampaknya tidak merespon perlakuan perempuan itu kepada tamunya. Malah menjadi kesempatan untuk menunjukkan Yesus dekat dengan perempuan pendosa. Ini suatu yang agak janggal, janggal karena di rumah seorang Farisi. Kejanggalan kedua masa kaki seorang Rabbi diminyaki oleh seorang perempuan. Bagi saya ada pelajaran berharga disini, dua kejanggalan ini justru menjadi kesempatan bagi Yesus mengajarkan cinta kasih. Siapapun dia yang datang dengan niat baik layanilah dengan kasih. Mungkin jika Farisi diperlakukan seperti itu, pasti telah murka dan mengusirnya. Namun Yesus berbeda, justru membiarkannya dan mengasihinya. Bahkan mengajarkan suatu pelayanan kehidupan yang sangat berharga. Jika Farisi melihart peristiwa ini dari sudut menyalahkan Yesus dekat dengan perempuan pendosa, namun Yesus menunjukkan kasih dan mengajarkan pengampunan.


Banyak sekali pelayan publik tidak mau diundang dalam acara. Mereka hanya bersedia hadir pada saat yang mendatangkan atau meningkatkan popularitas atau yang disebut trend pencitraan. Kotbah ini mengajarkan, hadirlah mengajarkan cinta kasih dalam segala keadaan bukan menjadikan setiap momen untuk pencitraan. 


2. Siapa yang paling bersyukur? 


Jawaban Simon terhadap Pertanyaan Yesus sangat tepat. Orang yang paling berhutang banyak itulah yang paling berterima kasih dan bersyukur karena hutangnya yang begitu banyak lunas. Orang yang sedikit hutangnya juga bersyukur namun itu jauh dibandingkan dengan orang yang berhutang banyak. Hitungan matematis dari Simon benar, orang yang paling berterima kasih adalah orang yang paling banyak hutangnya. 

Kotbah ini bukan mau mengajak hitung-hitungan dihadapan Tuhan, tetapi menyadarkan kita akan kasih Allah yang telah mengampuni. Kita selayaknya berterima kasih dan bersyukur. 


Jika dipikir-pikir dalam pengalaman sehari-hari, orang yang merasa paling benar itu justru susah menerima pendapat karena terus merasa benar. Orang yang merasa paling bersih sangat susah memaafkan dan didamaikan karena terus membenarkan diri. Orang yang merasa paling berjasa sulit untuk diajak berkorbanb, karena merasa telah lebih dahulu berbuat. 


Kotbah ini mengajak kita, bersyukur atas kasih Allah yang menyelamatkan kita. Sekaligus juga mengajak jika kita menerima keselamatan, jauhkanlah dari kesombongan rohani, tetapi lebih banyaklah bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.


Yesus pernah menanyakan murid-muridnya saat meliha dua orang berdoa di Bait Allah, seorang Farisi berdoa dan mengungkapkan semua kesalehan dan perbuatannya dihadapan Tuhan. Sebaliknya seorang pemungut cukai merasa berdosa, dan mungkin menganggkat tangan untuk memohon kepada Tuhan juga merasa takut. Doanya singkat dan berkata: Ya Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa ini. Yesus memuji doa seorang pemungut cukai. Beraling ke kotbah minggu ini, siapa yang paling bersyukur adalah kita yang telah menerima pengampunan dosa. Maka kotbah ini hendak mengajak kita untuk bersyukur atas keselamatan. Tuhan itu baik dan murah hati, kita yang seharusnya mati oleh dosa, namun karena anugerahnya kita beroleh keselamatan. 


3. Iman kepada Yesus - sumber keselamatan


Iman adalah dasar kehidupan orang Kristen. Beriman berarti percaya kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselamat. Tidak ada dasar lain yang diletakkan dalam iman selain Kristus Yesus (2 Kor 3:11), dan keselamatan tidak ada di dalam nama siapapun juga selain di dalam Dia (Kisah Para Rasul 4:1). Filipi 2:10-11 (TB) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


Tiga ayat diatas merupakan landasan kuat dalam iman kekristenan. Keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Hal ini menjadi dasar kuat bagi setiap orang percaya untuk percaya Yesus Kristus sebagai Yuruselamat. Keselamatan itu bukanlah usaha manusia, atau balas dari budi baik kita tetapi anugerah Allah secara cuma-cuma. Cuma-cuma bukan murahan, tetapi anugerah itu sangat mahal karena dilakukan dengan pengorbanan Yesus Kristus. Keselamatan itu bukan pula hasil pencapaian dari tingkatan tahap meditasi hingga dapat memasuki dunia nirwana sebagaimana dalam ajaran lain. Karena jika demikian maka sangat terbatas orang yang mencapai tingkat spiritualitas yang sedemikian tinggi. Alkitab mengajarkan kepada kita keselamatan itu adalah anugerah yang kita terima melalui iman. Imanmu menyelamatkan engkau!


Imanmu menyelamatkan Engkau! Demikian kalimat ini disampaikan oleh Yesus mengampuni seorang perempuan berdosa. Saat itu Yesus dijamu oleh seorang Farisi bernama Simon. Perempuan berdosa itu melakukan hal yang tak lazim dilakukan orang. Lukas 7:38 (TB) Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.


Kejadian ini membuat Simon risih, dan tidak berterima masa seorang nabi mau menerima seorang perempuan berdosa? Yesus tahu apa yang ada dalam pikiran Simon maka Yesus berkata: Lukas 7:41-42 (TB) "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"

Pertanyaan ini memberikan pencerahan bagi Simon dan menjawab bahwa orang yang paling mengasihi adalah orang yang terbanyak hutangnya dihapuskan.


Tidak ada seorang pun yang dapat menghapuskan dosa perbuatannya di hadapan Tuhan, baik oleh perbuatan baik dan amal yang diabdikan. Upah dosa adalah maut. Maka semestinya kita akan mati oleh dosa kita. Tetapi syukurlah kepada Tuhan Yesus yang datang kw dunia ini untuk mengampuni dan menghapuskan dosa kita. Kita sama seperti perempuan berdosa ini, berdosa melaluinkata, sikap dan perbuatan kita. Sesungguhnya kita tidak layak datang dan sujud di hadapan Tuhan. Namun pengampunan Kristus menyelamatkan kita. Sama seperti seorang perempuan pendosa yang sangat terkenal diampuni dan diberkati, selama ini dia jauh dari Tuhan, tapi ketika dia mau datang menjumpai dan sujud di kaki Yesus, Yesus mengampuni dan berkata: Imanmu menyelamatkan Engkau. 


Sahabat yang baik hati! Sebagai Pendeta pernah saya melayani di Desa, ketika ada perjamuan kudus banyak jemaat yang pulang, menurut mereka hanya orang yang rajin ke gereja dan dianggap baik yang mengikutinya. Saya pun mulai memberikan penjelasan: perjamuan Kudus ini disediakan untuk orang yang berdosa. Jika ada yang merasa tidak berdosa dan tidak membutuhkan pengampunan akan dosa silahkan pulang dan tak usah mengikuti Perjamuan Kudus. Sejak itu banyak yang mengikuti perjamuan. Ini mungkin agak memaksa, namun jawaban praktis yang mengingatkan kita perlu juga dilakukan agar jemaat memahami iman lebih mendalam.


Kristus telah berkorban dan menyelamatkan kita. Tetaplah percaya kepadanya dan berdiri di atas iman yang kokoh, karena iman kepada Yesus Kristus menyelamatkan kita. Amin


Salam:

Pdt Nekson M Simanjuntak




DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...