Sabtu, 06 Desember 2025

BERTOBATLAH...! SEBAB KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

Kotbah Minggu Advent II

Minggu, 7 Desember 2025

Ev. Matius 3:1-12




BERTOBATLAH...! KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT


Selamat Hari Minggu dan selamat memasuki Advent II. Sahabat yang baik hati, dalam suasana duka yang mendalam atas bencana terbesar di Sumatera (Tapanuli, Aceh dan Sumbar), masyarakat sepanjang jajaran Bukit Barisan meratap karena bencana alam. Ini dampak pembabatan hutan di hulu dan berbagai tempat yang seharusnyabterpelihara dari berbagai vidio dari vidiotron di media sosial menunjukkan pembabagan hutan menjadi penyebab bencana banjir longsor yang terjadi. Doa kita semoga pemerintah mengambil langkah tegas untuk menghentikan segala perusakan hutan ini dan pihak-pihak terkait menyadari kesalahan ini menuju pertobatan dan keselamatan semua orang. 


Bencana banjir dan longsong seiring dengan seruan Kotbah di Advent II. Pertobatan mutlak karena hukuman sudah dekat. Bagi Yohanes Pembaptis pertobatan adalah jalan satu-satunya selamat dari hukuman Tuhan.  

Kerasnya seruan petobatan Yohanes Pembaptis bukan hanya kalangan masyarakat biasa, dia juga berseru kepada tokoh agama, aparatur negara dan pemerintah karena dia mengkritik perilaku Herodes. Seruan pertobatan dari Yohanes Pembaptis adalah gerakan moral seluruh lapisan warga. Demi keselamatan harus bertobat jika tidak hukuman segera tiba.


Di advent II ini sangat tepat merefleksikan bencana banjir yang melanda Sumatera. Ada orang  yang menyebutkan hukuman Tuhan telah berjalan. Namun menurut hemat saya itu terlalu naif, jika bencana ini hukuman Tuhan masa masyarakat kecil yang kena hukum Tuhan? Bagi saya bencana ini kemarahan alam yang mengakibatkan orang disekitarnya mengalami bencana. Perilaku manusia yang rakus menjadikan orang lain sebagai korban. Hukuman Tuhan akan datang kepada seluruh stake holder  yang terlibat pemberi mandat dan penerima kuasa penebang hutan termasuk kita yang menyaksikan seluruh bencana ini. Karena itu satu pesan dari Kotbah Advent II ini adalah: "Bertobatlah!"


1. Gerakan moral: seruan pertobatan dari Yohanes Pembaptis


Seruan pertobatan itu sangat menohok karena keadaan masyarakat memang jauh dari kehendak Allah. Masyarakat sengsara oleh penindasan, kaum religius seperti Farisi, Sadusi asyik berpolitik akhirnya kering akan siraman rohani dan pembinaan spiritualitas. Ada juga yang datang kepada Yohanes Pembaptis seperti pemungut cukai dan  tentara, agamawan dan orang banyak. Jawaban Yohanes Pembaptis kepada mereka adalah bertobat. Bukti pertobatan adalah dengan kesediaan dibaptis dan berubah sikap dan perbuatan.


Baptisan adalah penyucian diri, membasuh perilaku yang ternoda dan tercemar. Baptisan air dsri Yohanes adalah membersihkan diri segala perbuatan dosa sehingga siap menyambut kedatangan Kerajaan Allah.  Dalam teologi PB makna baptisan ini lebih dalam lagi dalam teologi Paulus.  Manusia tidak dapat membersihkan diri dari dosa hanya Kristuslah yang dapat menyucikanNya melalui ekmatian dan kebangkitanNya. Bagi Paulus baptisan memiliki makna kita mati dan dibangkitkan di dalam Kristus. manusia berdosa dibenamkan dalam kematian dan kebangkitan Kristus dan menjadi manusia baru. (Band Rom 6:8-10)


Kembali kepada panggilan pertobatan Yohanes Pembaptis Pertobatan satu-satunya syarat untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran kerajaan Allah. Yohaens Pembaptis dalam mentampaikan seruan pertobatannya tidak segan menasihati siapapun. Dia menegur Herodes tercatat dalam Markus 6:18 (TB)  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  Seruan Yohanes Pembaptis ini semacam gerakan moral untuk memperbaiki diri masing-masing dan menghasilkan buah yang baik di dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. 


Pertobatan mutlak karena hukuman akan segera tiba.  Ibarat perapian, api sudah menyaka tinggal membakar. Ibarat seperti pohon yang hendak ditebang, kapak sudah tersedia untuk segera menebangnya. Demikianlah kerajaan Tuhan sudah dekat, perlindungan satu-satunya adalah pertobatan.


2. Langkah konkrit bukti pertobatan: 


Ada dua langkah kongkrit yang disuarakan oleh Yohanes Pembaptis sebagai bukti pertobatan

Pertama secaras simbolis kesediaan dibaptis. Bagi Yohanes Pembaptis bukti pertobatan adalah dengan kesediaan diri dibaptis.  Yohanes pembaptis melakukan baptisan di sungai Yordan. Baptisan Yohanes adalah tanda bahwa seseorang mau dan bersedia berubah dari kehidupannya yang lama kepada yang baru.


Lebih jauh pembaptisan disini adalah menyucikan kita dari perbuatan dosa. Berhenti dari perbuatan yang mendatangkan amarah dan murka Allah serta bersedia diperbaharuai dan memprbaiki tingkah laku. 


Kedua, tindakan pertobatan disertai dengan buah-buah dan perilaku yang berubah. Pertobatan yang nyata melalui sikap hidup nyata, meninggalkan kebiasaan buruk kepada perilaku baik yang seturut dengan kehendak Allah. Orang yang bertobat dibuktikan dengan menghasilkan buah-buah yang manis, pikiran dan perbuatan yang membangun sesama.  Itulah sebabnya Yohanes Pembaptis menyampaikan: "hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan."


Buah pertobatan adalah mutlak sebagai janji dan komitmen memperbaikindiri. Bagaimana mungkin seseorsng bertobat namun buah-buah yang dihasilkan adalah hal buruk? Johanes pembaptis menyerukan:


i.  kepada kaum agamawan (Farisi dan Sadusi): Matius 3:7 (TB)  Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 


ii. Tentara [Prajurit Romawi] 

Lukas 3:14 (TB)  Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."


iii. Kepada pemungut cukai

Lukas 3:13 (TB)  Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 


iv. Orang banyak: hiduplah di dalam kasih Lukas 3:11 (TB)  Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."


Dalam rangkaian keseluruhan itu Yohanes Pembaptis mengajak pertobatan massal. Mulai dsri atas sampai ke bawah. Seluruh lapisan warga harus benar-benar bertobat karena penghukuman segera tiba. 


3. Kerajaan Allah sudah dekat

Kerajaan Allah sudah dekat menjelaskan waktu dan kedahsyatan penghakiman Allah. Dekat dari segi waktu dan pelaksanaan hukuman atau sudah sangat dekat. Menjelaskan hal ini baiklah kita menjelaskan tiga hal berikut:


3.1. Sudah dekat

Ada dua istikah yang digambarkan disini, dekat dari segi waktu dan dekat dari segi jarak. 

Dari segi waktu hendak menjelaskan wahwa waktunya sudah hampir tiba. Detik-detik pehakiman sudah hampir tiba. 


Sedangkat dekat dari segi jarak menjelaskan pada seseorang yang datang menuju suatu titik. Semakin datang dan semakin dekat. Penjelasan ini bisa digambarkan penantian seseorang yang datang dari suatu perjalanan dan sudah tidak jaub lagi, segera akan datang. 


3.2. Kapak sudah tersedia

Matius 3:10 (TB)  Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 


Ayat ini hendak menjelaskan bahwa penghakiman Allah segera terjadi. Sama seperti tukang kebun anggur yang menantikan pohon anggurnya berbuah, namun sudah sekian lama menunggu musim silih berganti tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Tukang kebun sudah bersabar menunggunya namun buah yang ditungguh-tunggu tidak muncul. Apakah yang harus ditunggu, apakah sang petani akan menghabiskan waktunya lagi menunggu pohon berbuah? Tidak, kapak telah tesedia dan tinggal menebasnya. Petani anggur sudah sedemikian lama menantinya dan tidak menghasilkan buah. 


Allah telah sedemikian sabar menunggu pertobatan dari manusia, namun pertobatan tidak kunjung tiba. Maka keputusan tekah diambil untuk menghukum dan tidak akan memberikan kesempatan lagi. 


Ibarat seseorang yang telah divonnis mati dan tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi. Segala sesuatu telah dioersiapkan tinggal  menunggu detik-drtik pelaksanaannya


3.3. Tampi sudah ditangannya


Matius 3:12 (TB)  Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."


Ayat ini berangkat dari dunia pertanian juga yaitu petani gandum.  Seorang petani gandum untuk membersihkan gandum yang bernas dari gandum kosong (lapung) maka sang petani akan menampinya. Tampi adalah alat petani untuk memisahkan gandum yang bernas dari yang kosong. Gandum bernas akan dimasukkan ke dalam lumbung, sedangkan gandum lapung akan terbuang ditiup angin atau segera dibakar karena tidak berguna. 


Hal penting disini adalah waktunya Allah akan menentukan mana yang bernas yang dianugerahi mahkota kehidupan dan mana yang harua dibuang dan dibakar dalam api penghakiman. Disinilah pentingnya kotbah ini menekankan buah pekerjaan hasil dari pertobatan. Jika Tuhan telah memberikan kesempatan untuk kita namun tidak menghasilkan apa-apa, tampi akan memisahkan orang yang menghasilkan buah pertobatan dari yang sama sekali tidak berguna lagi. 


Sahabat yang baik hati, di Advent kedua ini benar-benar memanggil kita memeriksa kehidupan kita masing-masing. Ada banyak kesalahn, kekurangan dan perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Tuhan membuka jalan pengampunan dengan pertobatan. Barangsiapa yang mau menerima panggilan pertobatan ini akan mendapatkan anugerah. Amen


Selamat Advent II, Tuhan memberkati

Pdt Nekson M Simanjuntak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...