Sabtu, 03 Januari 2026

DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru

Minggu, 4 Januari 2026

Ev. Yohanes 1:10-17



DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA


Selamat Tahun Baru dan Selamat Hari Minggu! Sahabat yang baik hati dengan rasa syukur kita masuki tahun 2026 ini. Kita percaya bahwa kalau kita diberikan Tuhan memasuki tahun baru tentu merupakan kasih karunia Guhan dan percaya ada rencana Tuhan dalam kehidupan kita masing-masing di tahun ini.


Seturut dengan kotbah Minggu pertama di tahun ini setelah Tahun Baru dari Yohanes 1:10-17 kita diingatkan kita bisa menjalani kehidupan ini karena kasih karunia. Kehadiran Yssus Kristus adalah kepenuhan rencana Allah untuk.menyelamatkan dunia. Sesungguhnya dunia ini setelah jatuh di dalam dosa telah rusak dan dilingkupi oleh kegelapan. Allah melalui utusannya, para nabi menyampaikan janji keselamatan namun manusia tidak menuruti perintahNya. Allah sendiri di dalam Yesus Kristus turun ke bumi untuk memenuhi janji keselamatan. Dalam teologi Yohanes Pembaptis disebutkan dengan istilah "Firman menjadi daging" atau Allah menjadi manusia. Itulah kepenuhan Yesus Kristus yang datang menyelamatkan dunia dari pengaruh dosa, dari dunia yang dilingkupi kegelapan kepada terang Allah. 


Mengawali Minggu tahun 2026 ini, jika kita baca Nas kotbah Yohanes 1:10-17 ini baiklah kita ambil pesan firman Tuhan kepada kita saat ini:


1. Janji Tuhan Pasti


Kotbah Minggu ini memberikan suatu kepastian bagi kita Allah memenuhi janjiNya. Allah srtia di dalam janjiNya sekalioun umatNya tidak memenuhi janjiNya. Jika kiga runut sejarah keselamatan dalam theologi PL bahwa Allah mengikat perjanjian dengan umatNya. Allah setia memelihara janjiNya namun sebaliknya umatNya tidak setia, seringkali mereka meluoakan Tuhan dan melanggar perintahNya. Bahkan dalam aya 10-11 Allah itu Immanuel, ada di tengah-tengah umatNya namun umatNya sendiri tidak mengenalNya. Allah hadir di tengah-tengah umatNya namun umatNya sendiri tidak menerimaNya. Sekalioun demikian Allah tidak memperhitungkan pelanggaran umatNya dalam memenuhi janji Allah. Allah sendiri memenuji janjiNya karena dia setia. Allah memenuhi janjiNya karena kasihNya. Allah tetap mernyertai umatNya sekalipun mereka menolakNya.


Kotbah di awal tahun ini hendak menyapa kita, yang pasti Tuhan menyertai dan kasih karunianya menyertai kita. Allah telah membuktikan janjiNya dan kesetiaanNya bagaimana dengan kita? Alangkah ironisNya jika Allah yang setia itu dibalas dengan sikap acuh dan menolakNya dalam kehidupan kita. Diawal tahun ini kita diajak mari semakin mengenal jalan Allah dalam setiap kehidupan kita. Ada janji dan komitmen kita dihadapan Tuhan mari di tahin 2026 ini kita wujudkan. Jangan hanya janji tinggal janji tetapi dikerjakan dengan sungguh-sungguh. 


2. Orang percaya menerima Kuasa: 


Yohanes 1:12 (TB)  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;


Apa kekuatan kita mengikuti Tuhan dengan setia? Di dalam ayat 12 di atas diberitahukan bahwa orang percaya menerima kuasa, yaitu kuasa anak-anak Allah yang percaya di dalam namaNya. 


Kuasa disini disebutkan dengan istilah "eksusian"  εξουσιαν atau eksusia. Exousia adalah kata Yunani yang paling sering diterjemahkan sebagai "otoritas" atau "kekuasaan". Kata ini terutama digunakan dalam hal pengaruh moral. Exousia juga dapat diartikan sebagai yurisdiksi atau kekuasaan atas suatu wilayah, hak, keistimewaan, atau kemampuan tertentu. Eksusia disoni melkat dengan entitas anak-anak Allah. Artinya kuasa itu melekat dengan status anak-anak Allah. Jika status anak Allah ini terpisah tidak memiliki kekuatan apapun.


Dengan pengertian ini kita memahami kuasa disini bukan jabatan atau posisi, kedudukan atau pangkat tetapi wibawa seseorang menyatakannsesuatu atau kuasa berupa kekuatan atau energy di dalam diri seseorang yang besar sehingga mampu menjalani kehidupan ini dengan setia sekalipun banyak beban. 


Kasih karunia menjadi anak-anak Allah bukan karena faktor genetik (daging) atau karena suatu hasil karya atau usaha manusia, tetapi karena iman. Orang yang percaya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus sebagai Yuruselamat memperoleh kuasa. Itulah kekuatan iman. 


Yesus sendiri menyebutkan kekuatan iman yang memindahkan gunung (Matius 17:20). Berikutnya iman yang mengalahkan dunia di sebutkan dalam 1 Yohanes 5:4-5 (TB)  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? 


Bagaimna iman mengalahkan dunia? Itulahnkuasa dan kekuatan yang mengubah dunia yang helap menjadi terang, dunia yang penuh perseteruan menjadi penuh damai. Dunia yang penuh ambisi dan serakah menjadi dunia yang harmoni mendahulukan orang lain. Yesus sendiri berkata dalam Markus 10:43-44 (TB)  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.


Kuasa pelayanan dan menjadi hamba baginorang lain adalah kuasa yang mengalahkan dunia. Jadi iman adalah andalah anak-anak Allah.


3. Firman menjadi daging


Yohanes 1:14 (TB)  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


Disini kita kembali diingatkan tema Natal tentang Immanuel. Allah yang transedent menjadi immanent, Allah yang jauh dalam jangkauan jauh telah menjadi dekat dengan kehadiran Yesus Kristus. Dia ada dan diam bersama sama dengan manusia, mengalami dan merasakan apa yang dialami manusia. Inilah cara Allah memenuhi janjiNya. Jadi hubungan manusia dengan Allah sangat dekat dan ada di tengah-tengah kita.


Firman yang telah menjadi daging penuh kasih karunia. Kehadiran Yesus di dunia adalah rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Sejak manusia jatuh dalam dosa manusia terasing, kena hukum dan jauh dari kasih karunia. Upah dosa adalah maut. Allah menghendaki manusia selamat. Allah memelihara janjiNya, memberikan kepada manusia perintah namun melanggarnya, berulang kali mengutus hambaNya namun ditolqk dan diabaikanNya. Semestinya oleh perbuatan dan pelanggaran manusia menerima hukum, tetapi lasih Allah kita diselamatkan. Maka Allah sendiri mengutus anakNya yang Tunggal sebagai jalan keselamatan. Inilah anugerah yang kita terima keselamatan bukan upaya manusia tetapi anugerah Allah di salam Yesus Kristus.


Firman menjadi daging adalah kebenaran. Kebenaran dimaksud bukankah benar karena perbuatan manusia teyapi  kebenaran Allah. Allah membenarkan manusia yang seharusnya mati oleh pelanggaran namun kita dibenarkan karena gratia. Gratia itu adalah kasih karunia Allah. Inilah kebenaran Allah yang menyelamatkan manusia. Firman telah menjadi daging adalah penuh kebenaran Allah. Inilah yang seharusnya diketahui oleh setiap orang agar menhadari kasih karunia Allah. Allah telah membenarkan kita bukan karena kita benar, tetapi karena kasihNya yang begitu besar Allah membenarkan kita melalui caranya sendiri.  


Sahabat yang baik hati! Di tahun baru 2026 ini kita diyakinkan akan kasih karunia Allah menyertai kita. Kita menjalani tahun Baru 2026 ini dengan diyakinkan Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 12:9 (TB)  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Amin


Selamat Tahun Baru

Pdt Nekson M Simanjuntak

PENGAJRAN IMAN DI TENGAH KELUARGA

 TAHUN TRANSFORMASI:

Penjaran Iman di Tengah-tengah Keluarga (Ulangan 6:7)



Pendahuluan

HKBP telah mengagendakan 2025-2028 merupakan Tahun Transformasi dengan agenda khusus setiap tahun. Pada Tahun 2025 menekankan Janji dan Komitmen Jemaat dan Pelayan. Diharapkan seluruh jemaat telah membaca ulang kembali makna dari setiap janji dan komitment yang telah diikrarkan di altar dihadapan Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja dan dihadapan Jemaat yang ada. Janji dan komitmen ruas di adalah Janji orangg tua membawa anak saat dibaptis, janji saat sidi, janji pernikahan, janji penerimaan tahbisan pelayanan dan janji jemaat saat adanya peresmian huria dan Mameakhkn Batu Ojahan (MBO). Semua janji itu jika dibaca dan dimaknai ulang tahun transformasi ini patutlah jemaat HKBP memiliki spiritualitas yang tinggi dan rasa cinta akan kehidupan bergereja. Di dalam janji-janji itu termaktub ikrar dan janji yang menuntut ketaatan dan kepatuhan kepada Yesus Kristus Raja Gerejawi. Jika setiap jemaat melaksanakan janji dan komitmen di depan altar gereja akan berdampak pada perubahan dari warga jemaat yang lebih setia, lebih taat dan lebih giat dalam pelayanan Tuhan.


Tahun 2026: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga

Kita telah memasuki tahun 2026 dengan menekankan "Pengajaran Iman di Tengah-tengah Keluarga". Dengan penekanan program tahun 2026 ini diharapkan setiap keluarga HKBP dapat menggunakan kesempatan penting ini membenahi keluarga agar benar-benar mengisi waktu berdoa bersama, bertumbuh bersama di dalam iman dan tangguh menghadapi tantangan jaman yang semakin berat serta setia di dalam iman kepada Yesus Kristus sebagai Yuruselamat.


Kita harus menyadari bahwa tantangan jaman terus menerpa keluarga, nilai-nilai keluarga semakin luntur, dan moralitas yang semakin runtuh di tengah-tengah peradaban ini. Kita harus menyadsri dunia terus berubah dengan segala konsekwensinya, dampak perubahan sosial semakin nyata di dalam kekuarga: maraknya penyakit sosial, ancaman narkoba, tawuran dan bergesernya orientasi seksual dengan maraknya LGBT, semakin banyaknya anggota keluarga memilih sendiri serta tantangan lainnya yang sulit kita deteksi. 


Pemerintah juga masih berjuang untuk menuntaskan stanting, namun di saat yang sama ada banyak keluarga menghadapi masalah anak-anak yang autis, anak yang aktif (hyper aktif/ADHD, Attention Deficit Hyperactivity Disorder) serta obesitas dan berbagai tantangan lainnya. Tidak kalah pentingnya fenomena di kalangan masyarakat anak-anak, remaja dan dewasa yaitu Nomophobia (No Mobile Phobia) dan FOMO (Fear Of Missing Out) adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Rasa takut ketinggalan ini mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik. Faktor utamanya adalah media sosial. 


Semuanya itu menjadi beban dan tantangan bagi keluarga Kristen di masa kini. Mungkin orang tua telah bersusah payah mencoba memberikan nasihat kepada anggota keluarga, berkonsultasi dengan ahli atau konselor di bidangnya serta yang dianggap dapat memberikan jalan keluar. Apapun tantangan jaman, gereja harus menerjemahkan nilai-nilai dan ajaran alkitab ke setiap zaman sehingga pengajaran Alkitab kontekstual sepanjang zaman. 


Dasar Pijakan: Ulangan 6:6-7

Memahami tahun transformasi 2026 dengan topik Pengajaran Iman Di Tengah-tengah Keluarga sangat krusial. Baiklah kita simak dasar Alkitab dari tema tahun 2026 ini


Ulangan 6:6-7 (TB)  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.


Dari Nats diatas kita menerima pesan yang sangat berharga untuk didalami: 


1. Pengajaran iman di tengah-tengah keluarga adalah perintah Tuhan.


Tuhan menghendaki umatNya memiliki akar iman yang kuat sehingga Allah memerintahkan agar setiap orang tua mengajarkan iman kepada anak-anaknya. Jika kita hubungkan Credo Israel maka seriap orang tua akan menceritakan kesaksian leluhur mereka sebagai cerita yang diwariskan kepada anak dan cucu mereka.


Credo ini Israel tertulis pada Ulangan 6:21-23 (TB)  maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. 

TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;

tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.


Dengan Credo ini setiap angkatan dan generasi ke generasi umat Allah menjadi saksi atas perbuatan Tuhan dalam sejarah bangsa Israel di masa lalu.  Sekalipun itu jauh ratusan tahun sebelumnya tetapi setiap orang mengetahui perbuatan Allah. Formula Credo ini selalu dihapalkan dan diwariskan.


2. Metode Pengajaran: berulang-ulang


Sesuatu pengajaran yang diulang-ukang bukanlah hanya srbagai ilmu srmata, tetaoi sudah menjadi habit. Kebiasaan yang terbiasa dan melekat oada otak sebagai hapalan, pada hati sebagai afeksi dan tindakan sebagai motorik. 


Jika kita perhatikan dalam training atau pelatihan yang ada, seseorang akan terampil jika terus-meneurs diulangi. Perulangan itu penting agar benar-bensr meresak. Mengulanhi oengajaran bukan hanya sekedar tahu, tetapi dengan mengulang-ulangi akan menjadi endapan dalam spiritualitas seseorang


3. Membicarakannya dalam segala keadaan: topik yang selalu menarik


Jika ada top news, wawancara atau diskusi publi yang ditayangkan oleh TV, Podcas dan media sosial dalam bernmbagai flatform yang  viral salah satunya adalah topik yang relevan. Suatu topik yang menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat.  Mengapa kita mengikuti? Tentu karena topik yang diperbincangkan adalah topik yang viral dan relevan atau issu yang beredar di gengah masyarakat. Semakin banyak diperbincanhkan semakin menjadi topik yang hot news.


Tugas kita di dalam Ulangan 6:7 ini adalah mempercakapkan hal.iman meruoakan sesuatu topik yabg relevan  bagi keluarga. Membicarakannya saat bagun pagi, saat jalan-jalan saat duduk-duduk dll. Pokoknya dalam setiap waktu dan kesempatan keluarga menyampaikan pengajaran iman bagi anak-anak.  Pengajaran iman di dalam keluarga harus menjadi hit news yang selalu dibicarakan akan setiap orang bersikap dan bergegas untuk mengisi pengajaran iman dibalik muluapnya  informasi melalui media sosial yang didalamnya belum tentu dilandaskan kebenaran.


Pengajaran iman di tengah-tengah keluarga menjadi aktifitas yang selalu menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat berada di rumah, saat jalan-jalan atau saat di luar rumah atau saat mau berbaring di tempat tidur. 


HKBP di Tahun 2026 ini hendaknya memiliki perencanaan yang baik di setiap huria agar sehinga momen program tahun 2026 tidak berlalu atau hanya label saja. 


Selamat Tahun Baru 2026

Pdt Nekson M Simanjuntak, MTh


DARI KEPENUHANNYA KITA BEROLEH KASIH KARUNIA

Kotbah Minggu Setelah Tahun Baru Minggu, 4 Januari 2026 Ev. Yohanes 1:10-17 DARI KEPENUHANNYA KITA MENERIMA KASIH KARUNIA Selamat Tahun Baru...